Rai Al-Youm: Duta AS di Lebanon Layak Dideportasi

Rate this item
(0 votes)
Rai Al-Youm: Duta AS di Lebanon Layak Dideportasi

 

Dorothy Shea, Duta AS di Lebanon, menyikapi Lebanon seperti budak Amerika. Intervensi dan memberi perintah.

Bahkan lebih bahaya lagi, Dorothy Shea berusaha mengadu domba petinggi dan memprovokasi. Maka dari itu, Kami yakin bahwa reaksi Nassif Hitti, Menlu Lebanon, bukanlah apa-apa.”

Inilah sorotan surat kabar trans-regional, Rai al-Youm, mengamati kebijakan Lebanon yang baru saja menjerat Dorothy Shea, Duta AS di Beirut.

Dorothy Shea bertindak arogan di negeri asing. Seakan memiliki segalanya, ia menuduh Mukawamah Lebanon dengan hal-hal yang jelas bertentangan dengan fakta. Hizbullah dituding olehnya sebagai perampok anggaran dan duri reformasi ekonomi Lebanon.

Karena hal inilah, Rai al-Youm yakin bahwa peringatan sang Menlu Lebanon tidaklah cukup. “Seandainya Duta Dorothy Shea sadar bahwa tuduhannya akan berakhir pada hukuman pedih seperti ini, yakin Dorothy tidak akan berbuat demikian,” hemat Rai al-Youm.

“Seandainya Hizbullah teroris, pasti Hizbullah akan menghalangi pengiriman pesawat oleh Kedubes AS di sekitar Kedutaan. Hizbullah akan memindah Amer al-Fakhouri ke Cyprus. Hizbullah mampu melakukan hal tersebut dengan sangat mudah. Namun hal itu tidak dilakukan, karena Hizbullah bukan teroris dan tidak pula ingin memperkeruh suasana dalam Beirut.”

Fakta yang tidak diketahui oleh Duta AS, dan mungkin tahu tapi tidak mau menggubrisnya adalah bantuan 150 juta dolar dari Pemerintah, Hizbullah kembalikan ke rekening negara.

“Sementara pejabat yang terus menyedot harta negara dan mentransfer puluhan juta dolar ke rekening pribadi di luar negeri sana adalah musuh-musuh Hizbullah dan antek-anteknya Amerika,” tulis Rai al-Youm.

“Kami setuju ucapan Duta Dorothy bahwa koruptor seperti virus pembunuh Lebanon serta ekonominya. Namun intervensi AS di Lebanon, dukungan Washington kepada para koruptor, upaya adu domba dan provokasi perang saudara Beirut, adalah fakta-fakta yang lebih mematikan dari virus pembunuh tersebut.”

Dalam pandangan Rai al-Youm, jelas Amerika melalui lisan-lisan Duta Dorothy Shea telah melakukan dosa besar di Beirut.

Tapi di lain pihak, menurut Rai al-Youm cetakan London tersebut, Hizbullah juga melakukan kesalahan.

“Kesalahan Hizbullah; Hizbullah mampu menghabisi Israel dengan bantuan teman-temannya. Hizbullah bisa membebaskan wilayahnya di tahun 2000 lalu serta melawan kolonialisme rezim Zionis tahun 2006. Hizbullah mampu membangun tembok strategis penangkis tekanan Amerika dalam memetakan perbatasan laut-darat Lebanon berdasarkan nafsu Israel dan memutus tangan penjarahan Zionis atas kekayaan minyak dan gas Lebanon di laut Mediterania,” akhir Rai al-Youm dengan sedikit rasa kecewa.

Read 35 times

Add comment


Security code
Refresh