Babak Baru Permusuhan AS-Cina; Menutup Konsulat Cina di Houston

Rate this item
(0 votes)
Babak Baru Permusuhan AS-Cina; Menutup Konsulat Cina di Houston

 

Sejak menjabat pada Januari 2017, Presiden AS Donald Trump telah menempuh kebijakan keras terhadap Cina dan menghadapi Beijing dalam berbagai dimensi perdagangan, politik dan keamanan. Pada saat yang sama, Washington secara terbuka mencampuri urusan dalam negeri Cina dengan berbagai instrumen dan metode. Sekarang pemerintahan Trump telah mengambil langkah baru ke arah ini.

Amerika Serikat telah meminta Cina untuk menutup konsulatnya di Houston, Texas. Kementerian Luar Negeri Cina juga mengkonfirmasi hal ini, dan mengatakan bahwa Washington tiba-tiba menyampaikan berita ini ke Beijing pada 21 Juli. Cina saat ini memiliki lima konsulat AS yang berbasis di New York, Chicago, San Francisco dan Los Angeles, di samping Houston. Sementara Kedutaan Cina berada di Washington, DC.

Dengan Washington mendesak Beijing untuk menutup konsulatnya di Houston dalam waktu 72 jam, pemerintah Cina telah sangat memprotes langkah tiba-tiba pemerintahan Trump dan mengatakan akan membalas. Juru bicara Kementerian Luar Negeri AS mengklaim bahwa alasan penutupan konsulat Cina di Houston adalah untuk melindungi informasi pribadi warga negara Amerika.

Dalam hal ini, Morgan Ortagus, Jubir Kemenlu AS mengatakan, "Perintah penutupan konsulat Cina di Houston untuk melindungi kekayaan intelektual dan informasi pribadi Amerika." Ortagus melanjutkan dengan mengklaim bahwa Amerika Serikat tidak akan mentolerir tindakan Cina dalam melanggar kedaulatannya dan mengintimidasi rakyatnya, dan bahwa Donald Trump menekankan perlunya keadilan dan timbal balik antara Amerika Serikat dan Cina.

Langkah Washington telah membuat marah Beijing. Juru bicara Kementerian Luar Negeri Cina Wang Wenbin mengatakan Beijing sangat mengutuk keputusan itu dan meminta Amerika Serikat untuk tidak melakukannya. Beijing, sementara itu, telah menyinggung tindakan pembalasan dengan beberapa laporan menyebut Cina mengancam akan menutup konsulat AS di Wuhan.

Pemerintahan Trump tampaknya sengaja melancarkan perang diplomatik dan konsuler melawan Beijing di samping perdagangan, ekonomi, militer, keamanan dan, baru-baru ini, konfrontasi hak asasi manusia dengan Cina. Ini adalah prosedur yang sama dengan "Barack Obama" mantan Presiden AS melawan Rusia setelah menuduh Moskow ikut campur dalam pemilihan AS pada Desember 2016 dengan menutup beberapa fasilitas diplomatik Rusia di Amerika Serikat.

Pemerintahan Trump sekarang mendorong putaran baru sanksi terhadap Cina dengan dalih tindakan Beijing di Hong Kong, serta di negara bagian Xinjiang, Cina barat, yang dianggap mencampuri urusan dalam negeri negara itu, justru ingin melipatkgandakan tekanan terhadap Cina. Trump percaya langkah itu akan membuat segalanya menjadi lebih sulit bagi warga Cina di Amerika Serikat dan warga AS keturunan Cina.

Ketegangan antara Cina dan Amerika Serikat telah meningkat di tengah epidemi global virus Corona, karena Trump telah berulang kali menyalahkan Beijing atas wabah mematikan itu. Washington mengatakan sedang mempertimbangkan berbagai opsi untuk menghukum Cina karena kerugian ekonomi AS dari Covid-19, termasuk memblokir beberapa jaringan sosial paling populer di Cina, seperti TikTok.

Sekalipun demikian, menurut Kementerian Luar Negeri Cina, perintah untuk menutup konsulat Cina sedikit mengejutkan. Tentu saja, langkah Washington telah memicu serangan balasan dari Beijing, yang, sementara membuat situasi lebih sulit bagi warga negara kedua negara di Amerika Serikat dan Cina, telah memperburuk konfrontasi antara Washington dan Beijing dan meningkatkan ketegangan.

Ketegangan antara Amerika Serikat dan Cina
Dalam beberapa bulan terakhir, Amerika Serikat telah menempatkan sejumlah langkah dalam agenda untuk berurusan dengan Cina. Meningkatnya tarif dan perang dagang, sanksi terhadap perusahaan-perusahaan besar Cina termasuk Huawei, memperkuat kerja sama dengan Taiwan dan bahkan penjualan senjata canggih, dan meluasnya kehadiran kapal-kapal AS di Laut Cina Selatan semuanya telah menjadi langkah-langkah pemerintah Trump untuk meningkatkan tekanan pada Cina. Dengan menutup konsulat China di Houston, Amerika Serikat sekarang, dari sudut pandangnya, memperingatkan Beijing tentang konsekuensi ketidakpatuhan Cina terhadap tuntutan Washington.

Read 24 times

Add comment


Security code
Refresh