Al-Qur’an, Iman dan Akhlak

Rate this item
(0 votes)
Al-Qur’an, Iman dan Akhlak

 

Orang yang kikir tidak akan pernah merasakan ketenangan. Orang yang hasud tidak akan pernah merasakan kenikmatan. Para raja tidak akan mendapati janji. sedang si pembohong tidak akan mempunyai harga diri. – Imam Ali Ridho as

Tentang Iman

Siapa yang menyerupakan Allah dengan ciptaan-Nya, maka sungguh telah syirik. Dan barangsiapa yang menisbatkan kepada Allah, tentang perbuatannya yang terlarang, sungguh ia telah menjadi kafir.
Sesungguhnya iman itu lebih tinggi sederajat dari Islam. Sedang takwa sederajat lebih tinggi dari iman. Yakin juga sederaj at lebih mulia dari keimanan. Dan Bani Adam tidak diberi sesuatu yang lebih utama dari keyakinan.
Iman itu ada empat perkara; Tawakkal kepada Allah. Ridha (rela) dengan ketentuan-Nya. Pasrah kepada-Nya Dan menyerahkan segala urusan hanya kepada-Nya.
Iman adalah ketika melaksanakan perintah Allah serta menjauhi larangan-Nya. Dan iman adalah pengenalan lewat hati serta pengakuan dengan lisan dan pelaksanaan dengan anggota badan.
Akhlak

Janganlah kalian mengabaikan perbuatan bahil atau keseriusan dalam beribadah, hanya karena mengandalkan kecintaan kepada keluarga Muhammad saww.
Hati-hatilah dari sifat rakus dan hasud, karena keduanya telah menghancurkan umat yang terdahulu. Dan hati-hatilah dari sifat kikir, karena kekikiran merupakan suatu penyakit yang tidak boleh disandang seorang yang merdeka apalagi oleh seorang mukmin. Dan sifat bahil (kikir), merupakan kebalikan dari keimanan.
Sesungguhnya diam itu merupakan salah satu pintu hikmah. Dan diam itu akan membuahkan kecintaan serta akan jadi petunjuk setiap kebaikan.
Temanilah teman dekatmu dengan merendah diri (tawadhu) dan hati-hatilah terhadap musuhmu serta gaulilah manusia secara keseluruhan dengan senyuman.
Allah membenci perdebatan yang tidak bermanfaat serta pemborosan harta dan banyaknya pertanyaan tentang hal-hal yang tidak berguna.
Orang yang kikir tidak akan pernah merasakan ketenangan. Orang yang hasud tidak akan pernah merasakan kenikmatan. Para raja tidak akan mendapati janji. sedang si pembohong tidak akan mempunyai harga diri.
Al-Qur’an

Suatu hari Imam Ridha a.s. berbicara tentang Al-Qur’an, beliau mengagungkan hujjahnya, dan bukti mukjizat pada susunannya yang luar biasa. Kemudian beliau bersabda: Aturannya adalah tali Allah yang kuat dan kokoh, jalan-Nya yang lurus yang akan menuntun ke arah surga serta menyelamatkan dari siksa api neraka. Tidak akan lapuk ditelan masa dan tidak kotor di ucapkan lisan, karena Al-Quran tidak diciptakan untuk zaman tertentu saja dan dapat dij adikan bukti kebenaran dan hujjah atas manusia. Tidak sedikit pun tercampur dengan kebatilan, dia adalah wahyu dari Dzat yang Maha Bijaksana dan maha Terpuji.
Aku bertanya kepada Imam Ridha a.s.: Apa pendapatmu tentang Al-Quran? Beliau menjawab: Ia adalah kalam ‘ Allah dan jangan kalian berpendapat lebih dari itu, jangan pula mencari petunjuk dari selainnya agar tidak tersesat.

Read 43 times

Add comment


Security code
Refresh