Menteri Luar Negeri Jerman, Annalena Baerbock dalam sebuah pernyataan menyinggung perkembangan terkini di Türki menekankan bahwa Ankara tidak akan bergabung dengan Uni Eropa tanpa aturan hukum.
Tehran, Parstoday-Beberapa hari setelah penangkapan wali kota Istanbul di Turki, Baerbock dalam sebuah pesan di akun media sosial X menanggapi insiden ini dengan mengatakan, "Komitmen Turki untuk melanjutkan proses keanggotaannya di Uni Eropa tampaknya semakin tidak masuk akal mengingat tindakan Ankara terhadap Ekrem Imamoglu dan lainnya".
Menteri Luar Negeri Jerman melanjutkan dengan menyatakan bahwa rival politik tidak boleh dipenjara atau dikirim ke pengadilan, dengan menegaskan,"Di negara yang melihat masa depannya ada di Eropa, aturan hukum harus diterapkan".
Baerbock juga menilai kerja sama gabungan Uni Eropa dengan Ankara bergantung pada Turki yang terus menempuh jalan yang telah ditempuh negara itu menuju demokrasi pada abad lalu.
"Kelanjutan kerja sama ini, terutama di era saat ini ketika dunia berada dalam situasi geopolitik yang bergejolak, membutuhkan Turki yang demokratis dan supremasi hukum di negara ini, dan Turki harus memiliki masyarakat sipil yang kuat," tegas Menlu Jerman.
Protes baru-baru ini di Türki dimulai pada Rabu malam menyusul penangkapan Ekrem Imamoglu, wali kota Istanbul dan rival utama Presiden Turki Recep Tayyip Erdogan.
Partai Rakyat Republik Turki mengecam penangkapan Imamoglu dan menyebutnya sebagai langkah politis.
Penangkapan Imamoglu memicu aksi protes yang meluas. Menteri Dalam Negeri Turki Ali Yerlikaya mengumumkan pada hari Senin bahwa 1.133 orang telah ditangkap sejak protes terhadap penangkapan wali kota Istanbul dimulai.