کمالوندی
Demonstrasi Anti-Trump Meluas di Berbagai Kota di AS dan Eropa
Sejumlah orang berdemonstrasi di berbagai kota di Amerika Serikat dan Eropa menentang Presiden AS Donald Trump dan penasihatnya Elon Musk.
Setelah sepekan yang menegangkan bagi pasar keuangan yang dipicu keputusan pemerintah AS mengumumkan tarif besar-besaran, orang-orang berdemonstrasi menentang Donald Trump dan Elon Musk pada hari Sabtu di berbagai kota AS, termasuk Washington dan New York, serta berbagai kota Eropa, termasuk Berlin, Frankfurt, London, Paris, Lisbon, dan lainnya.
Menurut Pars Today, para pengunjuk rasa membawa plakat bertuliskan slogan-slogan seperti "Kembalikan demokrasi," "Serahkan informasi pribadi kami" dan "Donald, minggir, dunia sudah muak dengan omong kosongmu."
Peringatan Nowruz dihadiri oleh para duta besar dan kepala misi diplomatik digelar di Tehran
Upacara untuk merayakan Nowruz 1404 Hs diadakan pada Sabtu malam, yang diselenggarakan oleh Menteri Luar Negeri Iran Sayid Abbas Araghchi, dengan kehadiran banyak duta besar dan kepala misi diplomatik yang tinggal di Tehran.
Grossi: Iran tidak memiliki senjata nuklir
Rafael Grossi, Direktur Jenderal Badan Energi Atom Internasional dalam sebuah wawancara televisi Argentina La Nación Mas pada hari Sabtu mengatakan,"Meskipun memiliki cadangan uranium yang diperkaya, Iran tidak memiliki senjata nuklir."
Melihat interaksi terkini antara Washington dan Tehran, ia menyerukan percepatan proses penyelesaian masalah pengamanan.
Panglima Angkatan Darat Lebanon: Israel adalah musuh nomor satu kami
Menanggapi serangan agresif berulang kali yang dilakukan rezim Zionis terhadap wilayah negaranya, Panglima Angkatan Darat Lebanon Rudolf Heikal mengatakan,"Musuh pertama Lebanon adalah Israel, yang terus-menerus melanggar kedaulatan Lebanon".
Korupsi moral di jantung Parlemen Inggris
Kepolisian Avon dan Somerset di Inggris mengeluarkan pernyataan pada hari Sabtu menyatakan bahwa Dan Norris, Anggota Parlemen Partai Buruh untuk North East Somerset dan Henham telah ditangkap atas dugaan pemerkosaan dan pelanggaran seksual terhadap anak-anak.
Penangkapan anggota parlemen Inggris ini terjadi pada saat lembaga pemerintah negara tersebut menghadapi serangkaian skandal etika dan penyalahgunaan kekuasaan dalam beberapa tahun terakhir.
Perlunya konvergensi negara-negara Asia untuk menghadapi kejahatan rezim Zionis
Hamidreza Hajibabaei, Wakil Ketua Majelis Permusyawaratan Islam Iran pada pertemuan Majelis Parlemen Asia di Tashkent, Uzbekistan hari Sabtu mengatakan, "Konvergensi negara-negara Asia dapat menjadi faktor yang efektif dalam mengakhiri kejahatan rezim Zionis yang brutal."
Pesawat tempur AS terus membombardir Yaman
Melanjutkan agresinya terhadap Yaman, pesawat tempur AS membom Pulau Kamran di provinsi Hodeidah lima kali pada Sabtu malam.
Selain itu, jet tempur militer AS juga menyerang wilayah Hafsin di provinsi Saada, Yaman utara, dalam empat shift.
Lobi Israel gagal menyingkirkan pelapor PBB
Pengacara Italia, Francesca Albanese tetap menjabat sebagai Pelapor Khusus PBB untuk Hak Asasi Manusia di Palestina pendudukan, meskipun ada upaya dan penentangan serius dari lobi Zionis.
Unit operasi khusus Korea Utara menguji senjata baru
Pemimpin Korea Utara Kim Jong-un menguji senapan runduk yang akan segera tersedia bagi pasukannya saat kunjungan ke latihan unit operasi khusus negara itu.
Siapa Pemenang Kebijakan Tarif Trump?
Perdana Menteri Inggris mengkritik penerapan tarif tinggi AS pada barang-barang yang diimpor dari berbagai negara, dan mengatakan bahwa tidak ada yang akan memenangkan perang dagang tersebut, bahkan AS sendiri.
Presiden AS mengumumkan tarif dasar global sebesar 10% pada semua barang yang diimpor ke Amerika Serikat pada "Hari Pembebasan" 2 April 2025.
Trump juga mengumumkan tarif 10% terhadap barang-barang Inggris dan tarif 20% terhadap barang-barang Uni Eropa pada momen yang bersejarah bagi perdagangan global. Lebih jauh, Amerika Serikat akan menargetkan beberapa negara dengan tarif yang jauh lebih ketat hingga 50%.
Menurut Pars Today, Perdana Menteri Inggris Keir Starmer menanggapi pengenaan tarif tinggi oleh Trump pada barang-barang impor ke Amerika Serikat mengatakan, "Tidak seorang pun akan memenangkan perang dagang, dan dunia seperti yang kita tahu sudah berakhir. Kami sekarang sedang bersiap untuk masa depan yang tidak diketahui. Ia memperingatkan bahwa konsekuensi tarif bea cukai bisa sangat berat bagi Inggris dan dunia, dan semua opsi tersedia untuk menangani krisis ini".
Trump peringatkan resesi ekonomi
Sementara itu, surat kabar Inggris "The Guardian" menyalahkan kebijakan tarif Presiden AS atas meluasnya resesi di AS dan meningkatnya kemiskinan di dunia.
The Guardian hari Sabtu menulis, "Hari yang disebut Trump sebagai Hari Kebebasan Ekonomi akan menjadi hari resesi di Amerika dan penderitaan bagi masyarakat dunia".
Para diktator tidak puas dengan kekuasaan
Di sisi lain, Perwakilan Demokrat Maxwell Frost dari Florida hari Sabtu mengatakan,"Para diktator sepanjang sejarah tidak pernah puas dengan kekuasaan yang mereka miliki. Mereka melanggar hukum dan kemudian menunggu orang bereaksi. Apakah orang-orang diam atau berteriak?"
Venezuela berhasil mengatasi perang dagang Trump
Presiden Venezuela Nicolas Maduro menanggapi tarif bea cukai yang dikenakan Amerika Serikat kepada negaranya dengan mengatakan,"Caracas akan mengatasi masalah perdagangan dan perang ekonomi yang telah dideklarasikan oleh Presiden AS Donald Trump ke seluruh dunia".
Amerika Serikat melanggar aturan Organisasi Perdagangan Dunia
Lin Jian, Juru Bicara Kementerian Luar Negeri Cina hari Sabtu memberikan tanggapan atas pengumuman tarif timbal balik AS dengan mengatakan,"AS telah meningkatkan tarif impor dari banyak negara, termasuk Cina, dengan dalih timbal balik".
Ia menambahkan,"Tindakan ini sangat melanggar aturan Organisasi Perdagangan Dunia dan merusak sistem perdagangan multilateral berbasis aturan. Cina sangat menentang tindakan ini dan akan mengambil semua tindakan yang diperlukan untuk membela hak dan kepentingannya yang sah".
Ini Pelapor Khusus PBB Anti-Lobi Israel & Penerima Hadiah Perdamaian dari Iran
Francesca P. Albanese, pengacara HAM asal Italia, meski mendapat tekanan dan penentangan hebat dari lobi Zionis, tapi sampai kini masih menjabat sebagai Pelapor khusus hak asasi manusia PBB untuk Palestina pendudukan.
Di tengah upaya luas Rezim Zionis untuk menyingkirkan Francesca Albanese, Dewan HAM PBB, Sabtu (5/4/2025) memperpanjang masa tugas pengacara HAM Italia itu sebagai Pelapor khusus PBB dalam urusan Palestina pendudukan hingga tahun 2028.
Surat kabar Israel, Yedioth Ahronoth, melaporkan, di tengah tekanan Israel, Argentina dan Hungaria, 47 negara anggota Dewan HAM PBB, mendukung pengangkatan Albanese, untuk melanjutkan masa tugasnya hingga tiga tahun ke depan.
Siapakah Albanese?
Francesca Albanese, lahir pada tahun 1977 di Italia, ia adalah seorang dosen hukum internasional di Universitas Georgetown, Amerika Serikat. Sebelumnya ia bekerja untuk Agensi Pekerjaan dan Pemulihan PBB untuk Pengungsi Palestina di Timur Dekat, UNRWA.
Akan tetapi setelah mengungkap kejahatan-kejahatan Rezim Zionis, di Wilayah pendudukan, Albanese, menjadi sasaran serangan hebat dan terus menerus dari para pendukung Israel.
Selama perang Gaza, Albanese menyebut aksi-aksi yang dilakukan oleh Rezim Zionis, sebagai “genosida skala penuh”. Ia berulangkali menegaskan terdapat indikasi-indikasi nyata yang menunjukkan sedikitnya Israel melakukan tiga dari lima pelanggaran yang tercatat di Konvensi Genosida PBB.
Para pejabat Rezim Zionis berulangkali menggugat Albanese karena mengungkap realitas-realitas agresi Israel, ke Gaza, dan pembunuhan warga sipil, bahkan Israel, menuduh suami Albanese, bekerja sama dengan Otorita Ramallah Palestina.
Terimakasih atas Pengabdian Bertahun-tahun Menyampaikan Kebenaran
Organisasi-organisasi HAM, dan kelompok-kelompok pendukung Palestina, sampai sekarang terus menyampaikan terimakasih atas sikap Albanese dalam mencatat dan mendokumentasikan kejahatan-kejahatan Israel di Gaza, dan kejahatan Apartheid serta kekerasan terstruktur di Palestina.
Organisasi non-pemerintah, Perdamaian dan Lingkungan Hidup Iran, bulan Maret 2025, menilai Francesca Albanese berhak menerima penghargaan tahunan Dr. Taghi Ebtekar.
Menurut organisasi ini, dalam surat resmi yang mereka kirimkan kepada Francesca Albanese, disampaikan terimakasih atas kerja keras Pelapor khusus PBB itu dalam masalah Palestina, dan menganugerahkan penghargaan tahunan Dr. Taghi Ebtekar untuk tahun 2025.
Beberapa anggota parlemen Uni Eropa, dan Amerika Serikat, begitu juga kelompok-kelompok pendukung Israel, selalu menuduh Francesca Albanese sebagai anti-semit.
Wakil tetap Rezim Zionis di PBB, Danny Danon, dalam statemennya menuduh Albanese sebagai anti-semit dan mengatakan, “Albanese, berulangkali mengeluarkan statemen-statemen, dan pernyataan tendensius bukan hanya terhadap Israel, tapi juga terhadap seluruh masyarakat Yahudi.”
Memprotes AS dan Israel
Francesca Albanese, aktif di media-media sosial, dan mengunggah berbagai macam pernyataan untuk melawan Israel. Tahun 2014, Albanese, dalam sebuah cuitan menyebut AS budak lobi Yahudi. Dalam pernyataan lain ia menuding BBC bekerja sama dengan lobi Zionis.
Francesca Albanese, sejak pecah perang Gaza, berulangkali menyatakan dukungannya atas Hamas dan penduduk Gaza, dan menganggap operasi Badai Al Aqsa, sebagai buah dari penindasan Israel atas penduduk Gaza.
Pakar hukum Italia ini juga dalam berbagai statemennya, berulangkali mengarahkan telunjuk pada Perdana Menteri Rezim Zionis Benjamin Netanyahu, sebagai dalang kejahatan-kejahatan Israel di Gaza. Selain menyamakan Netanyahu dengan Hitler, Albanese juga menyamakan kebijakan Rezim Israel saat ini dengan kebijakan Nazi Jerman.
Di sisi lain Francesca Albanese, menyebut Jalur Gaza, sebagai kamp kerja paksa paling besar dan paling memalukan di Abad 21. (
Tanggapi Ancaman Israel, Ini Kata Pakar Militer Mesir
Seorang pakar militer Mesir menilai Israel tidak memiliki kapasitas untuk mengambil tindakan militer terhadap Mesir saat ini.
Menurut Pars Today, Brigadir Jenderal Samir Faraj, seorang ahli militer Mesir hari Minggu mengatakan,"Israel tidak memiliki kemampuan untuk melawan tentara Mesir, dan tentara negara ini sepenuhnya siap untuk perang".
Samir Faraj juga mengklarifikasi terkait tuntutan ekspansionis rezim Zionis dari Mesir mengenai Sinai, dengan menegaskan, "Ini adalah tanah Mesir dan Mesir dapat melakukan apa pun yang diinginkan di dalamnya".
Mahasiswa Bangladesh memprotes kebrutalan rezim Israel di Gaza
Mahasiswa Bangladesh menyerukan demonstrasi dan pemogokan umum di universitas-universitas di seluruh negeri pada hari Minggu sebagai tanggapan atas pembantaian brutal rezim Israel di Jalur Gaza selama satu setengah tahun.
"Apa yang terjadi di Gaza adalah kejahatan perang yang nyata," kata Francis Farid, seorang mahasiswa di Universitas Brack, dalam protes di Dhaka.
"Israel melakukan pembantaian brutal ini untuk menguasai Gaza" tegasnya.
1.200 demonstrasi anti-Trump diadakan di AS dan kota-kota lain di seluruh dunia
Ribuan orang di Washington, D.C. dan wilayah lain di Amerika Serikat berkumpul untuk berpartisipasi dalam lebih dari 1.200 demonstrasi yang berbeda.
Demonstrasi tersebut merupakan protes terbesar terhadap Donald Trump dan sekutu miliardernya Elon Musk sejak mereka memulai upaya mereka untuk merombak pemerintahan dan memperluas kekuasaan presiden.
Protes ini direncanakan tidak hanya di seluruh 50 negara bagian AS, tetapi juga di negara lain seperti Jerman, Prancis, Kanada, dan Meksiko.
Hamas: Pemerintahan Trump bertanggung jawab langsung atas genosida Palestina
Gerakan Perlawanan Islam Palestina (Hamas) mengeluarkan pernyataan pada hari Minggu, yang menyatakan bahwa pemerintahan Trump bertanggung jawab langsung atas pembantaian baru-baru ini oleh rezim Zionis di Jalur Gaza.
Hamas mengumumkan, "Dukungan politik dan militer Washington terhadap kabinet ekstremis Netanyahu telah membuka jalan bagi kelanjutan kejahatan rezim Zionis".
Warga Hongaria protes kunjungan Netanyahu dan sobek bendera Israel
Bertepatan dengan kunjungan Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu ke Hungaria, dua warga negara Eropa merobek bendera Israel dan membuangnya ke sungai kemarin sebagai protes atas kejahatan rezim di Gaza.
Araghchi: Kami bersedia bernegosiasi, tetapi secara tidak langsung
Menteri Luar Negeri Iran Sayid Abbas Araqchi Minggu sore mengumumkan sikapnya tentang perundingan Iran-AS dengan mengatakan, "Kami mendukung diplomasi dan negosiasi, tetapi secara tidak langsung, tentu saja, harus diakui bahwa belum ada putaran negosiasi yang diadakan sejauh ini."
Araghchi juga mengklarifikasi mengenai pernyataan senator AS bahwa presiden negara itu lebih menyukai perjanjian dengan Iran yang serupa dengan perjanjian Washington dengan Libya pada tahun 2003,"Kecuali mereka sedang bermimpi."
Eskalasi Agresi Poros AS-Israel terhadap Empat Negara Islam: Yaman, Lebanon, Palestina dan Suriah / Houthi Memuji Pasukan Perlawanan
Serangan jet-jet tempur rezim Zionis Israel di Jalur Gaza pada Sabtu (30/03) malam menewaskan sedikitnya 9 warga Palestina, termasuk 5 anak-anak.
Syahadah sembilan warga Palestina akibat serangan udara Israel di Gaza, agresi rezim Zionis di Lebanon selatan, dan serangan berkelanjutan AS di Yaman utara adalah beberapa berita terkini dari kawasan Asia Barat yang dapat Anda baca dalam paket berita ini:
Sembilan warga Palestina gugur syahid dalam serangan udara Israel di Gaza
Serangan pesawat tempur rezim Israel di Jalur Gaza pada Sabtu (30/03) malam menggugursyahidkan 9 warga Palestina, termasuk 5 anak-anak. Kementerian Kesehatan Palestina di Gaza juga mengumumkan pada hari Sabtu bahwa 26 warga Palestina telah gugur syahid dan 70 orang terluka di daerah tersebut dalam 24 jam terakhir.
Menurut laporan ini, sejak 18 Maret 2025, dengan dimulainya gelombang baru agresi Israel terhadap Gaza, 921 orang telah gugur syahid dan 2.054 orang terluka di jalur ini. Ditambah syuhada ini, jumlah syuhada di Gaza sejak 7 Oktober 2023 telah mencapai 50.277.
Agresi AS terhadap Yaman kembali terjadi
AS menargetkan provinsi Saada (di Yaman utara) tujuh kali pada Sabtu (30/03) malam. Dalam serangan ini, wilayah timur kota Saada dibom tiga kali, dan kota Al Salem juga menjadi sasaran empat kali.
Belum ada rincian lebih jauh yang diungkapkan tentang kemungkinan korban akibat serangan ini. Pada hari Jumat, pesawat tempur Amerika membom wilayah Yaman di Sanaa, Saada, Amran, Marib, Al-Jawf, dan Al-Hudaidah sebanyak 72 kali.
Kepala Dewan Tinggi Politik Yaman: Serangan AS dan Israel tidak akan menghentikan negara kami mendukung Palestina
Dalam pidatonya pada kesempatan Idul Fitri, Mahdi Al-Mashat, Kepala Dewan Tinggi Politik Yaman, mengucapkan selamat kepada para pejuang di berbagai medan, para korban luka, tawanan, dan keluarga para syuhada Yaman pada kesempatan ini, dengan mengatakan, Kita merayakan Idul Fitri sementara saudara-saudara kita di Gaza tengah menjadi syahid di bawah kebrutalan rezim Zionis, tetapi kegembiraan kita adalah bahwa bangsa Yaman tidak meninggalkan Gaza sendirian.
Al-Mashat menegaskan, Rakyat Yaman telah menyatakan sikap mereka dalam mendukung Palestina dengan melakukan operasi militer dan memberlakukan pembatasan di Laut Merah dan Teluk Aden.
Kepala Dewan Tinggi Politik Yaman juga menilai kehadiran jutaan warga Yaman dalam pawai Hari Quds Sedunia sebagai tanda dukungan yang menentukan bagi Palestina, Gaza, Tepi Barat, dan Al-Quds.
Sekretaris Jenderal Gerakan Ansar Allah memuji perlawanan rakyat Gaza terhadap Zionis.
Sayid Abdul Malik Al-Houthi, Sekretaris Jenderal Gerakan Ansarullah Yaman, dalam pesan khusus kepada rakyat Palestina, khususnya Mujahidin Gaza, mengucapkan selamat Idul Fitri dan memuji kesabaran dan perlawanan mereka terhadap kejahatan rezim Zionis, dengan mengatakan, Rakyat Gaza tidak hanya menjalankan puasa Ramadhan, tapi juga mendapatkan kehormatan jihad dan ketabahan melawan penjajah.
Al-Houthi juga menghargai upaya para pejuang Yaman di medan perang dan menekankan peran mereka dalam mempertahankan negara.
Invasi rezim Zionis ke Lebanon Selatan
Melanjutkan pelanggaran gencatan senjata di Lebanon, rezim Israel sekali lagi menargetkan wilayah selatan negara itu dengan serangan udara. Menurut laporan, pesawat tak berawak Israel menargetkan dua rumah di kota Kafrkela di Lebanon selatan. Tentara Israel juga menyerang pinggiran kota Beirut pada hari Sabtu (30/03). Serangan di pinggiran kota Beirut adalah yang pertama sejak perjanjian gencatan senjata antara kedua pihak diumumkan November lalu.
Tentara Zionis tembaki pasukan penjaga perdamaian di Lebanon selatan
Pasukan Penjaga Perdamaian Perserikatan Bangsa-Bangsa di Lebanon (UNIFIL) mengumumkan dalam sebuah pernyataan bahwa pasukan pendudukan Zionis melepaskan tembakan peringatan ke pasukan ini di Lebanon selatan. UNIFIL mengumumkan, Tentara Israel melepaskan tembakan peringatan ke pasukan kami dari Garis Biru di Lebanon selatan, yang jelas-jelas melanggar Resolusi 1701.
Perlu dicatat bahwa sejak 1978, pasukan penjaga perdamaian PBB telah bertanggung jawab untuk menjaga perdamaian di Lebanon selatan dan mengawasi gencatan senjata serta operasi perdamaian antara Lebanon dan rezim Zionis Israel.
Tentara Israel tangkap 8 warga Suriah di desa Koya
Media Suriah melaporkan bahwa tentara pendudukan Israel menangkap delapan orang pada hari Sabtu (30/03) di desa Koya di pedesaan Daraa, Suriah selatan, saat mereka sedang bekerja di tanah mereka. Pada hari Jumat, pasukan pendudukan Israel juga menangkap dua pemuda dari Koya. Dalam beberapa hari terakhir, desa ini telah menjadi lokasi operasi militer Israel yang semakin intensif, seiring dengan meluasnya perpindahan penduduk dari rumah mereka di desa dan pinggirannya ke tempat yang lebih aman.
Sejarah Dunia Paling Mematikan bagi Wartawan; Israel Membunuh 232 Jurnalis dalam Perang di Gaza
Laporan proyek "Biaya Perang" dari Watson Institute for International and Public Affairs mengumumkan bahwa 232 jurnalis tewas selama perang yang dikobarkan Israel di Gaza.
Sebuah laporan dari Proyek Biaya Perang di Institut Watson untuk Urusan Internasional dan Publik menunjukkan bahwa serangan Israel dalam perang Gaza sejauh ini telah merenggut nyawa 232 jurnalis, dengan rata-rata 13 orang per pekan.
Menurut Pars Today, data statistik ini menjadikan perang Gaza sebagai perang paling mematikan dalam sejarah bagi aktivis media.
Al Jazeera Network menerbitkan artikel ini dan menulis,"Jumlah jurnalis yang kehilangan nyawa dalam perang Gaza lebih besar dari jumlah gabungan mereka yang terbunuh dalam profesi ini dalam dua perang dunia, Perang Vietnam, Perang Yugoslavia, dan perang AS di Afghanistan".
Menurut Costs of War Project, perang ini benar-benar merupakan konflik militer terburuk dalam sejarah bagi jurnalis.
Laporan tersebut menyatakan bahwa tidak jelas berapa banyak jurnalis Palestina di Gaza yang secara langsung menjadi sasaran serangan rezim Israel dan "berapa banyak dari mereka yang menjadi korban pemboman Israel, seperti puluhan ribu warga sipil lainnya".
Namun, laporan tersebut mengutip organisasi Reporters Without Borders yang bermarkas di Paris, yang telah mendokumentasikan 35 kasus pada akhir tahun 2024 di mana tentara Israel telah menargetkan dan membunuh jurnalis, karena aktivitas profesional mereka.
Menurut Costs of War Project, serangan terhadap jurnalis di Gaza terjadi ketika tidak ada jurnalis asing yang diizinkan masuk, yang telah memperburuk situasi di mana wartawan lokal, yang seringkali digaji rendah dan memiliki sedikit sumber daya, menghadapi risiko terbesar.
Laporan tersebut menyatakan,“Di seluruh dunia, ekonomi profesi, kekerasan perang, dan kampanye sensor terkoordinasi telah mengubah semakin banyak zona perang menjadi kuburan berita, dengan Gaza menjadi contoh yang paling jelas”.
Universitas Iran Siap Terima Mahasiswa yang Dikeluarkan dari Universitas Amerika
Sekretaris Dewan Tinggi Revolusi Kebudayaan Iran Hujjatul Islam Abdol Hossein Khosrow Panah dalam pernyataan terbaru menyingung pengusiran dan pengeluaran mahasiswa-mahasiswa di Amerika Serikat (AS), karena memprotes kejahatan rezim Zionis Israel di Palestina. Dia menyatakan dukungan atas penerimaan mahasiswa-mahasiswa ini di universitas-universitas Iran.
Agresi militer rezim Zionis di Jalur Gaza dan genosida terhadap warga Palestina, serta kejahatan berkelanjutan yang belum pernah terjadi sebelumnya yang dilakukan rezim ilegal tersebut selama Perang Gaza, telah memicu gelombang protes terbesar oleh mahasiswa sejak protes anti-rasisme di Amerika pada tahun 2020.
Menurut Parstoday, demonstrasi dan unjuk rasa untuk mempotes kejahatan Israel telah mendapat reaksi negatif dari pemerintah AS dan hukuman bagi para peserta protes tersebut. AS, sebagai salah satu pengklaim utama pembela hak asasi manusia dan kebebasan, termasuk hak atas kebebasan berekspresi, telah berulang kali mencegah penyampaian pendapat dan penyelenggaraan demonstrasi serta protes terhadap Israel di wilayah negara tersebut.
Meskipun adanya tekanan dan pembatasan ini, gerakan mahasiswa di Amerika untuk mendukung rakyat Palestina dan mengutuk kejahatan besar rezim Zionis terus berlanjut. Kelanjutan protes ini telah menyebabkan banyak mahasiswa dan dosen masuk daftar hitam dan dikeluarkan.
Dalam hal ini, Republik Islam Iran, –sejalan dengan kebijakan yang dinyatakan dan dipraktikkan dalam mendukung rakyat Palestina yang tertindas–, kali ini juga mendukung para mahasiswa yang mendukung Palestina.
Sekjen Dewan Tinggi Revolusi Kebudayaan Iran Hujjatul Islam Abdol Hossein Khosrow Panah menanggapi hal tersebut di laman pribadinya di jejaring sosial Virasty pada hari Sabtu (29/3/2025).
Dia menulis, perilaku arogansi global dalam menumpas para pejuang kebebasan dan mengeluarkan mahasiswa dari universitas-universitas Amerika karena memprotes kejahatan rezim Zionis terhadap rakyat Palestina yang tertindas telah semakin menyingkap wajah sebenarnya para pengklaim pembela hak asasi manusia.
"Iran adalah rumah keadilan dan pencarian kebenaran, dan Dewan Tinggi Revolusi Kebudayaan, bekerja sama dengan Akademi Ilmu Pengetahuan dan Ilmu Kedokteran, mendukung penerimaan para mahasiswa ini di universitas-universitas Iran," pungkasnya.
Kutipan Pidato Rahbar: Hanya Ada Satu Cara; Umat Islam Dunia harus Bersatu!
Persatuan Islam dan persatuan di antara umat Islam merupakan salah satu isu yang paling utama dan mendasar dalam pemikiran politik dan budaya Pemimpin Besar Revolusi Islam Ayatullah al-Udzma Sayid Ali Khamenei.
Pentingnya persatuan Islam bagi Imam Khamenei sedemikian rupa sehingga dia memperkenalkan persatuan Islam sebagai "isu strategis" dan bukan isu taktis. Rahbar senantiasa mengajak para ulama, cendekiawan, tokoh politik, dan individu-individu umat Islam untuk bersatu di bawah perintah dan ajaran al-Quran serta pengabdian dan kecintaan kepada Nabi Besar Islam, Muhammad SAW.
Dalam pemikiran Imam Khamenei, persatuan umat Islam dan sikap mereka yang menghindari perselisihan dan perpecahan dianggap sebagai landasan yang baik dan menguntungkan untuk "perjuangan kolektif melawan penindasan sistem-sistem dominasi" dan "mempertahankan kepentingan dan hak-hak dunia Islam yang telah diinjak-injak."
Berikut kutipan-kutipan pidato Imam Khamenei tentang persatuan Islam yang dipilih Parstoday dan disajikan untuk Anda:
Persatuan Umat Islam, Isu Strategis
Imam Khamenei dalam pertemuan dengan anggota penyelenggara Konferensi Dunia Ahlul Bait as pada tanggal 14 April 1990, menganggap persatuan umat Islam sebagai isu strategis. Dia menegaskan bahwa isu persatuan umat Islam di Republik Islam Iran merupakan masalah fundamental.
Keselarasan Umat Islam dalam Masalah dan Isu Dunia Islam
Rahbar dalam sebuah pertemuan dengan aktivis revolusioner pada tanggal 15 Agustus 1995 mengatakan, makna persatuan antarbangsa Islam adalah bahwa mereka bergerak bersama-sama dalam masalah-masalah yang berkaitan dengan dunia Islam, saling membantu, dan tidak menggunakan "modal" mereka sendiri untuk saling merugikan di antara bangsa-bangsa ini.
Peringatan Mengenai Upaya Musuh untuk Merusak Persatuan Umat Islam
Imam Khamenei dalam pertemuan dengan para pejabat tinggi Republik Islam Iran pada Hari Raya Idul Fitri tanggal 2 Oktober 1999, menekankan perlunya mengenali musuh dan memperingatkan terhadap upaya musuh untuk merusak persatuan umat Islam.
Rahbar menuturkan, musuh merasa lemah dalam menghadapi gerakan Islam yang besar. Oleh karena itu, musuh menggunakan segala macam perang psikologis, berbagai serangan, menakut-nakuti bangsa-bangsa dan negara-negara Muslim terhadap satu sama lain, dan propaganda terhadap satu sama lainnya. Cara menghadapinya adalah dunia Islam harus menjaga persatuan.
Kebutuhan untuk Mengesampingkan Perbedaan Mazhab
Salah satu masalah serius yang dihadapi masyarakat Islam dalam situasi saat ini adalah perbedaan dan perselisihan mazhab. Imam Khamenei dalam hal ini mengatakan, pada saat ini, makin banyak upaya yang dilakukan agar umat Islam saling bermusuhan dan tidak mencapai persatuan. Upaya-upaya ini, ketika meningkat, maka kebutuhan umat Islam untuk bersatu akan lebih besar dari sebelumnya.
Pembentukan Front Persatuan Islam
Tidak diragukan lagi, salah satu solusi penting untuk mengatasi permasalahan dunia Islam dan mencapai kemandirian politik, budaya, dan ekonomi adalah membentuk Front Persatuan Islam.
Imam Khamenei menuturkan, umat Islam dunia harus bersatu. Kapan pun sepanjang sejarah umat Islam bersatu, dan memiliki keutuhan dan satu kata dalam ucapan, serta bertindak atas dasar Islam dan al-Quran, maka tipu daya musuh tidak akan berpengaruh terhadap pekerjaan mereka, bahkan mereka pun berhasil menetralisir dan menggagalkan semua rencana kubu arogan.
Sekjen PBB Tuntut Pemulihan Segera Gencatan Senjata di Gaza
Sekjen PBB, baru-baru ini menuntut diberlakukannya kembali gencatan senjata sesegera mungkin di Jalur Gaza.
Antonio Guterres, Rabu (2/4/2025) kembali mendesak pemberlakuan segera gencatan senjata di Jalur Gaza, pembebasan tawanan tanpa syarat, dan akses penuh terhadap bantuan kemanusiaan di seluruh wilayah Jalur Gaza.
Ia mengatakan, “Pemboman luas Israel, dan operasi darat dalam dua hari terakhir saja telah menciptakan kerusakan parah, dan memaksa lebih dari 100.000 warga Palestina mengungsi, dari Rafah, yang sebagian besar dari mereka untuk kesekian kalinya mengungsi dengan barang bawaan yang seadanya.
Sekjen PBB juga memprotes serangan pasukan Israel, ke rombongan tim dokter, dan unit gawat darurat pada 23 Maret 2025 yang menewaskan 15 orang dokter serta petugas kesehatan di Gaza.
“Sejak Oktober 2023, sedikitnya 408 petugas kesehatan di Gaza gugur, dan 280 orang di antara mereka adalah pegawai PBB,” kata Antonio Guterres.
Sementara itu Juru bicara Kementerian Luar Negeri Iran, Kamis (3/4) menyinggung laporan terbaru Pelapor khusus hak atas makanan, Dewan HAM PBB, yang mendesak tekanan atas Israel, supaya menghentikan kebijakan kelaparan dan kelangkaan makanan yang dipaksakan.
Pada saat yang sama, Esmaeil Baghaei, juga menyesalkan sikap pasif sebagian negara Barat yang mengklaim sebagai pembela HAM termasuk Inggris, Kanada, Jerman, dan Prancis, terkait pelanggaran tegas dan terstruktur HAM di Gaza, dan menganggapnya sebagai bukti nyata ketidakjujuran negara-negara itu dalam hal HAM dan supremasi hukum.
Selain itu Jubir Kemlu Iran, mengingatkan tanggung jawab bersama seluruh negara untuk mencegah dan melawan kejahatan keji Israel, dan ia mendesak semua negara dunia khususnya negara-negara Islam, untuk mencegah berlanjutnya pembunuhan perempuan dan anak-anak tak berdaya Palestina, dengan solidaritas dalam lisan, serta tindakan terhadap rakyat tertindas Palestina.
Komisaris Jenderal UNRWA, Philippe Lazzarini, Jumat lalu mengatakan sejak tiga minggu lalu sampai sekarang, tidak ada bantuan kemanusiaan yang masuk ke Jalur Gaza. Ia menegaskan, kemanusiaan saat ini berada dalam masa yang paling gelap.
Rezim Zionis sejak 7 Oktober 2023 melancarkan perang destruktif terhadap Jalur Gaza, yang sampai sekarang telah menyebabkan lebih dari 50.000 orang gugur, dan puluhan ribu lainnya terluka.
Militer Israel Memulai Operasi Darat Baru di Rafah dengan Lampu Hijau AS / Peringatan akan Kelanjutan Genosida
Militer Israel mengumumkan telah meluncurkan operasi darat di kota Rafah, yang terletak di Jalur Gaza selatan.
Rezim Zionis yang memulai serangannya ke Jalur Gaza pada 7 Oktober 2023 telah menetapkan gencatan senjata sementara di wilayah tersebut. Namun rezim ini terus melanggar gencatan senjata dan pada putaran baru telah melancarkan serangan besar-besaran ke berbagai wilayah di Jalur Gaza, termasuk Kota Rafah.
Menurut laporan Pars Today, militer Israel hari Kamis (20/03) menekankan bahwa cakupan operasi di kota Rafah telah diperluas, sementara pada saat yang sama, operasi militer terus berlanjut di utara dan tengah Jalur Gaza. Tentara Israel telah menghancurkan infrastruktur Palestina di Jalur Gaza utara.
Selain itu, pesawat tempur Israel telah melakukan serangan udara ekstensif terhadap infrastruktur Palestina di berbagai wilayah Jalur Gaza.
Jumlah korban syahid akibat serangan udara di Gaza meningkat menjadi 710
Menyusul serangan ini, juru bicara Kementerian Kesehatan Gaza mengumumkan bahwa, menyusul pembantaian massal yang dilakukan musuh sejak Selasa pagi, 710 warga Palestina tewas dan lebih dari 900 lainnya terluka di berbagai wilayah Jalur Gaza, dan 70 persen dari mereka yang terluka dalam serangan agresif ini adalah wanita dan anak-anak.
Pernyataan dari Kementerian Kesehatan Palestina di Jalur Gaza juga menyebutkan bahwa jumlah korban tewas dalam perang genosida rezim Zionis terhadap Gaza sejak 7 Oktober 2023 telah meningkat menjadi lebih dari 49.600 orang, dan jumlah korban luka meningkat menjadi 112.950 orang.
Setelah dimulainya putaran baru serangan Zionis Israel terhadap Jalur Gaza dengan lampu hijau dari Amerika Serikat, tidak ada wilayah di kawasan itu yang luput dari serangan ini, dan rezim Israel telah menargetkan rumah-rumah penduduk, sekolah, pusat-pusat pengungsian, dan kamp-kamp pengungsi dengan serangan-serangan besar.
Gedung Putih mengumumkan bahwa rezim Israel berkonsultasi dengan pemerintahan Presiden AS Donald Trump sebelum melancarkan serangan baru terhadap Gaza.
Republik Islam Iran, Liga Arab, Arab Saudi, Qatar, Yordania, Mesir, Rusia, Turki, UNICEF, dan Organisasi Kerja Sama Islam (OKI) telah mengeluarkan pernyataan keras yang mengutuk dimulainya kembali serangan rezim Zionis di Jalur Gaza.
200 anak Palestina gugur dalam serangan Israel baru-baru ini di Jalur Gaza
Terkait hal ini, Dana Anak-anak Perserikatan Bangsa-Bangsa (UNICEF) di Gaza mengumumkan bahwa lebih dari 200 anak gugur syahid dalam gelombang baru serangan udara Israel di berbagai wilayah Jalur Gaza, sebuah statistik yang mengejutkan.
Protes terhadap genosida di Gaza
Menyusul kejahatan baru rezim Zionis di Gaza, Gerakan Perlawanan Islam Palestina (Hamas) hari Kamis (20/03) menyerukan rakyat Palestina di Tepi Barat untuk berpartisipasi dalam demonstrasi besar-besaran untuk memprotes dimulainya kembali perang genosida dan pembunuhan musuh Zionis terhadap rakyat Gaza. Hamas menekankan bahwa kita semua akan bersama-sama dengan lantang menyatakan bahwa Gaza tidak sendirian dan bahwa kita akan bersatu dalam menghadapi perang dan agresi musuh Zionis.
Serangan roket Brigade Al-Qassam di Tel Aviv
Brigade Al-Qassam, sayap militer Gerakan Perlawanan Islam Palestina (Hamas), juga menanggapi kejahatan rezim Zionis dengan menargetkan kota Tel Aviv dengan beberapa roket. Sirene peringatan dibunyikan menyusul roket yang ditembakkan dari Gaza.




























