کمالوندی

کمالوندی

 

Hari Raya Idul Fitri telah tiba sebagai hadiah dari Allah Swt atas ibadah dan penghambaan selama sebulan penuh. Manusia kembali kepada fitrahnya dan menikmati kemenangan besar yang dianugerahkan oleh Sang Pencipta.

Idul Fitri adalah hari raya kesucian dan kebersihan jiwa manusia. Pada hari ini, Allah Swt memberikan kabar gembira tentang penerimaan ibadah, taubat, dan doa sebagai pelita meraih kebahagiaan dunia dan akhirat.

Perayaan hari kemenangan ini merupakan sangat penting khusus bagi orang beriman, setelah menjalankan ibadah satu bulan lamanya pada bulan suci Ramadhan. Untuk menjadi suci, seluruh egosentrisme dan kesombongan manusia diredam demi menjaga hubungan baik dengan seluruh umat manusia, lingkungan, alam, dan segala sesuatu di luar diri dan pribadinya.

Seiring datangnya bulan Syawal, umat Islam kembali ke fitrah dan menyambut seruan Allah Swt dengan mengangungkan dan bersyukur atas segala nikmat yang diberikan oleh-Nya. Puji dan syukur hanya untuk-Nya dan Dia-lah yang telah membimbing umat manusia menuju kecucian dan kebaikan.

Idul Fitri adalah hari kegembiraan umat Islam dan detik-detik limpahan rahmat Ilahi atas jiwa dan raga manusia. Pada hari ini, satu bulan penuh ujian besar Ilahi telah berakhir dan beruntunglah bagi mereka yang mampu menahan hawa nafsu dalam segala urusan duniawi.

Malam Idul Fitri merupakan sebuah kesempatan untuk menghapus dosa karena malam itu sarat dengan keutamaan. Sungguh beruntung mereka yang memanfaatkan kesempatan ini untuk memperbanyak amal kebaikannya dan mengikat janji untuk memelihara apa yang telah didapatkannya selama bulan puasa.

Pada pagi harinya, umat Islam berbondong-bondong pergi menunaikah shalat seraya melantunkan zikir, takbir, dan tahmid. Hari Raya Idul Fitri adalah hari mengingat Allah, memuji dan mensyukuri karunia-Nya. Shalat Idul Fitri merupakan kegiatan utama pada hari itu. Dengan kata lain, hari raya Idul Fitri adalah hari paling indah dan paling agung.

Keagungan takbir yang berkumandang ketika memasuki tempat shalat mengubah hati dan mewujudkan atmosfir spiritual dalam diri manusia. Orang-orang mukmin berdiri dalam barisan yang teratur rapi untuk menghadap Allah Swt.


Imam Ali as menyamakan Idul Fitri dengan hari kiamat dan berkata, "Wahai masyarakat! Hari kalian ini adalah sebuah hari dimana orang-orang baik akan mendapat balasan dan orang-orang jahat akan berputus asa di dalamnya. Dunia adalah arena kompetisi dan akhirat waktu untuk menuai pahala, sementara surga adalah hadiah perlombaan itu dan neraka adalah tempat bagi mereka yang kalah. Idul Fitri adalah hari yang paling mirip dengan hari kiamat. Pada hari kiamat, orang-orang yang merugi akan menyesal dan murka, sementara mereka yang beruntung akan memperoleh kemenangan dan tenggelam dalam nikmat Ilahi."

Idul Fitri adalah hari kepulangan seseorang kepada fitrah yang suci dan hari terwujudnya kembali persatuan umat Islam.

Idul Fitri memiliki sedikit perbedaan dengan hari-hari besar Islam lainnya. Sekalipun Idul Fitri memiliki kesamaan dengan hari-hari besar lainnya sebagai hari kegembiraan, tapi di hari ini dilakukan shalat, munajat, penghambaan, dan jauh dari sekadang bersenang-senang. Ini merupakan ciri khas orang mukmin yang dijelaskan oleh Allah Swt dalam al-Quran, "Dan apabila mereka mendengar perkataan yang tidak bermanfaat, mereka berpaling daripadanya..." (QS. al-Qashash: 55)

Dalam Islam, semua gerakan dan garis kehidupan orang mukmin selalu mengejar tujuan yang bermanfaat dan konstruktif. Dengan alasa itu, mereka yang beriman akan menjauhi segalah bentuk pekerjaan dan pikiran yang tidak bermanfaat, karena akan membuat manusia lalai akan Allah dan mencegahnya untuk berpikir positif. Mereka di hari raya Idul Fitri berusaha waspada dan berusaha lebih keras lagi.

Mengagungkan syiar-syiar Ilahi termasuk keistimewaan hari raya Idul Fitri. Syiar Takbir, Tahlil, Tahmid, dan bersyukur kepada Allah ketika melihat hilal 1 Syawal, hingga penyelenggaraan shalat Idul Fitri termasuk amalan yang menambah nilai dan keistimewaan hari ini.

Rasulullah Saw bersabda, "Hiasi hari-hari raya kalian dengan Takbir." Dalam hadis yang lain disebutkan, "Idul Fitri dan Idul Adha harus dihiasi dengan syiar La Ilaaha Illallaah, Allahu Akbar, Alhamdulillah dan Subhanallah."

Seorang ulama besar, Syeikh Mufid menulis, "Hari pertama bulan Syawal dijadikan hari raya bagi mereka yang beriman, karena mereka bergembira atas penerimaan amal perbuatannya di bulan Ramadhan, Allah Swt mengampuni dosa-dosa mereka, menutupi aib dan kekurangan, dan kabar gembira datang dari Allah kepada mereka bahwa mereka akan diberikan pahala yang sangat banyak. Orang-orang mukmin bergembira karena berhasil mencapai beberapa tahapan dari kedekatan dengan Allah akibat usaha siang-malam di bulan Ramadhan. Salah satu amalan hari ini adalah mandi yang menjadi simbol kesudian dari dosa, menggunakan wewangian, memakai pakaian yang indah dan bersih serta pergi ke tanah luas untuk melakukan shalat. Semua ini menandakan kegembiraan yang berasal dari kebijaksanaan."

Imam Ali as berkata, "Ketika hilal bulan Syawal muncul, terdengar suara para malaikat yang berkata wahai orang-orang beriman datanglah dan terima upah kalian. Ketahuilah bahwa sesuatu yang paling dekat dengan pria dan wanita yang berpuasa adalah pada akhir Ramadhan, para malaikat dari sisi Allah berseru, 'Wahai para hamba Allah! Terimalah kabar gembira bahwa Allah telah mengampuni dosa-dosa masa lalu, karenanya berpikirlah tentang masa akan datang dan kehidupan baru kalian..."

Pemimpin Besar Revolusi Islam Iran, Ayatullah Sayid Ali Khamenei memimpin shalat Idul Fitri di Tehran. (Arsip tahun 2019)
Dapat dikatakan bahwa dengan berakhirnya bulan Ramadhan dan tibanya Idul Fitri, telah dimulai manusia baru dan kehidupan baru. Manusia ini berbeda dengan yang sebelumnya, ia kini memiliki kemampuan memahami yang lebih luas karena telah sebulan berlatih dan diuji oleh Allah.

Puasa membuat manusia mengenal kesulitan orang lain, sehingga ketegarannya menjadi bertambah, sementara kesabaran dan keadilannya tumbuh dengan baik. Manusia besar ini merasakan perubahan mendalam pada dirinya dan di pagi hari Idul Fitri hal pertama yang dilakukannya adalah membayar zakat fitrah.

Zakat merupakan amal yang dapat mensucikan individu dan menumbuhkan tunas kebajikan pada diri seseorang yang menyebabkan masyarakat semakin maju. Dengan kata lain, zakat dari satu sisi mensucikan kotoran dan dari sisi lain menyempurnakan seseorang.

Idul Fitri pada hakikatnya hari pembebasan dari kegelapan yang mungkin dialami manusia sepanjang hidupnya dengan melakukan perbuatan dosa. Sejatinya, hari Idul Fitri adalah hari untuk kembali pada fitrah Ilahi dan mengambil pelajaran darinya.

Imam Ali as berkata, "Ketika kalian keluar dari rumah untuk melakukan shalat Idul Fitri, ingatlah masa ketika akan pergi ke rumah kalian di surga. Ketika kalian berdiri untuk shalat, ingatlah masa ketika kalian berdiri di hadapan Allah dan mulai menghisab kalian. Dan ketika kalian kembali ke rumah setelah melaksanakan shalat, ingatlah masa ketika akan kembali ke rumah kalian di surga."

Selamat Hari Idul Fitri, hari kesucian, ketakwaan dan keberuntungan. 

 

Sejak 1979, jutaan orang dari seluruh dunia menggelar aksi pawai untuk mendukung bangsa Palestina di setiap hari Jumat terakhir bulan Ramadhan. Hari Quds Sedunia dicetuskan oleh Imam Khomeini ra, Bapak Pendiri Republik Islam Iran.

Jutaan orang Muslim dari seluruh dunia tumpah ruah ke jalan-jalan untuk menyatakan solidaritasnya kepada rakyat tertindas Palestina pada Hari Quds Sedunia.

Tahun ini solidaritas ini ditampilkan dalam bentuk yang berbeda. Bendera Palestina dikibarkan di dunia maya dan jutaan orang membuat tagar dukungan untuk rakyat Palestina di media sosial. Pemimpin Besar Revolusi Islam Iran atau Rahbar, Ayatullah Sayid Ali Khamenei juga menyampaikan pidato televisi untuk memperingati Hari Quds Sedunia.

Dalam pidatonya, Rahbar menganggap perampasan negara Palestina dan pembentukan kanker ganas rezim Zionis sebagai sebuah tragedi besar. Di antara kejahatan kemanusiaan pada masa-masa yang dekat dengan periode sekarang, tidak ada kejahatan apapun sebesar kejahatan yang dilakukan Zionis. Perampasan sebuah negara dan pengusiran penghuninya dari rumah dan tanah mereka untuk selamanya, dengan melakukan pembunuhan dan kejahatan yang paling kejam serta penghancuran yang terus berlanjut beberapa generasi selama puluhan tahun, jelas merupakan catatan baru kejahatan kemanusiaan.

PBB – yang berada di bawah pengaruh kekuatan-kekuatan besar – sudah merestui pendudukan tanah Palestina oleh Zionis pada 29 November 1947. Berdasarkan resolusi 181, Pelestina dibagi menjadi dua bagian; 56 persen dari tanah Palestina diserahkan kepada penjajah Zionis, dan 44 persen sisanya menjadi milik rakyat Palestina.

Namun pada Mei 1947, rezim Zionis bahkan menolak penyerahan kurang dari setengah tanah Palestina kepada penduduk aslinya dan terus memperluas wilayah jajahannya demi mencegah berdirinya negara merdeka Palestina. Saat ini, rezim Zionis menguasai lebih dari 85 persen dari tanah Palestina yaitu menduduki hampir 27.000 kilometer persegi dan hanya menyisakan sekitar 15 persen dari luas wilayah Palestina untuk orang-orang Palestina.

Dalam hal ini, Ayatullah Khamenei menuturkan, "Dengan menyaksikan peristiwa-peristiwa berikutnya di kawasan menunjukkan bahwa tujuan utama dan target cepat Barat dan korporasi Yahudi dari pendirian negara Zionis adalah membangun pangkalan dan menacapkan pengaruh permanen mereka di Asia Barat serta akses yang memungkinkan untuk campur tangan dan mendominasi negara-negara di kawasan.


Untuk itu, mereka melengkapi rezim palsu dan perampas (rezim Zionis Israel) dengan segala macam fasilitas yang kuat, militer dan non-militer, bahkan senjata nuklir, dan memasukkan pertumbuhan "tumor kanker ganas" ini dari Sungai Nil hingga Eufrat dalam agenda mereka."

Cita-cita Palestina semakin sulit diwujudkan karena negara-negara Arab sudah menyerah dan tunduk pada Amerika Serikat, sementara beberapa faksi Palestina memilih berkompromi dengan rezim penjajah, meskipun mereka sekarang memahami tidak ada gunanya berunding dengan Zionis.

Namun, berdirinya Republik Islam Iran pada 1979 telah menghadirkan harapan di relung bangsa tertindas ini sehingga dengan bantuan tanpa hentinya, mereka memiliki sebuah sandaran yang kuat. Anasir-anasir pro-Zionis diusir dari Iran dan gedung kedutaan Israel di Tehran diserahkan kepada Palestina.

Pemutusan aliran minyak bersama tindakan efektif lainnya, telah menghadirkan front perlawanan di seluruh kawasan dan menumbuhkan harapan di hati orang-orang.

"Munculnya pasukan Mukmin, muda dan penuh pengorbanan seperti Hizbullah di Lebanon dan pembentukan kelompok-kelompok penuh motivasi seperti Hamas dan Jihad Islam di dalam perbatasan-perbatasan Palestina tidak hanya membuat khawatir para pemimpin Zionis, tetapi juga membuat cemas AS dan Barat. Mereka kemudian memprioritaskan upaya untuk meraih dukungan dari dalam kawasan, terutama komunitas Arab dalam agendanya setelah memberikan dukungan perangkat keras dan lunak kepada rezim agresor Zionis," ungkap Rahbar.

Masalah kekuatan dan masa depan cerah yang dimiliki oleh front perlawanan juga turut disinggung oleh Rabhar dalam pidatonya itu. Menurutnya, kini berbagai kegiatan dilakukan kedua kubu di medan perang, namun terdapat perbedaan. Front perlawanan bergerak ke arah peningkatan ketangguhan dan optimismenya, juga menyerap unsur-unsur kekuatan yang semakin tumbuh. Tapi sebaliknya, front lalim, kafir dan arogan kian hari semakin lemah dan putus asa. Indikasi yang jelas dari klaim ini adalah kondisi militer Zionis, yang pernah dianggap sebagai pasukan tak terkalahkan dan mampu menghentikan pasukan besar dua negara penyerang hanya dalam beberapa hari, kini terpaksa harus mundur dan mengakui kekalahannya ketika menghadapi pasukan pejuang rakyat di Lebanon dan Jalur Gaza.

Dalam budaya Islam, kebatilan pasti akan hancur. Ketika pemilik yang sah diabaikan dan digantikan dengan sebuah rezim penjajah, dengan pertolongan Allah Swt, mereka pasti akan binasa.

Ayatullah Khamenei merekomendasikan beberapa langkah untuk mencapai kemenangan dan berkata, "Pertama, perjuangan untuk pembebasan Palestina adalah jihad di jalan Allah dan kewajiban dalam Islam. Kemenangan dalam perjuangan ini dijamin, karena jika pun gugur, akan meraih tempat terbaik dan mulia… Oleh karena itu, membatasi masalah ini hanya pada isu Palestina semata, atau pun masalah Arab tentu saja merupakan sebuah kesalahan besar.


Kedua, tujuan dari perjuangan ini adalah pembebasan seluruh wilayah Palestina dari laut ke sungai, dan kembalinya semua warga Palestina ke tanah air mereka… hari ini jutaan orang Palestina telah mencapai tingkat kematangan pemikiran dan pengalaman serta kepercayaan diri yang menjadikan jihad besar sebagai spiritnya untuk meraih kemenangan akhir dengan bersandar pada pertolongan Ilahi, sebagaimana ditegaskan dalam ayat al-Quran, "Sesungguhnya Allah pasti menolong orang yang menolong (agama)-Nya. Sesungguhnya Allah benar-benar Maha Kuat lagi Maha Perkasa."

Rahbar – seperti biasanya – melarang pemerintah-pemerintah untuk mempercayai pemerintahan Barat dan juga lembaga-lembaga internasional yang secara terang-terangan atau sembunyi-sembunyi berafiliasi dengan Barat. Mereka memusuhi eksistensi Islam yang berpengaruh, mereka mengabaikan hak-hak manusia dan bangsa-bangsa, mereka sendiri telah menyebabkan kerusakan dan kejahatan terbesar bagi umat Islam.

Kini publik dunia terus menghitung jumlah korban virus Corona satu persatu di seluruh penjuru dunia, tetapi tidak ada yang pernah bertanya siapa yang bertanggung jawab atas jatuhnya korban ratusan ribu martir dan tawanan di negara-negara tempat Amerika Serikat dan Eropa mengobarkan perang. Siapa yang bertanggung jawab atas semua pertumpahan darah di Afghanistan, Yaman, Libya, Irak, Suriah, dan negara-negara lainnya? Siapa yang bertanggung jawab atas semua kejahatan, perampasan, penghancuran, dan penindasan di Palestina?

"Mengapa tidak ada yang menghitung jutaan anak-anak yang tertindas, wanita dan pria di dunia Islam? Mengapa tidak ada yang menyampaikan belasungkawa atas pembantaian terhadap umat Islam? Mengapa jutaan orang Palestina harus hidup di dalam pengasingan selama tujuh puluh tahun jauh dari rumah mereka sendiri? Mengapa Quds Sharif, kiblat pertama umat Islam dihina dan dinistakan? Lalu apa fungsi Perserikatan Bangsa-Bangsa yang tidak menunaikan tugasnya," tegas Ayatullah Khamenei.

Usulan utama Rahbar adalah merekomendasikan berlanjutnya perlawanan dan mengoordinasikan lembaga-lembaga jihad, kerja sama di antara mereka, serta memperluas medan jihad di dalam wilayah Palestina. Menurutnya, setiap orang harus membantu rakyat Palestina dalam jihad suci ini. Setiap individu harus mengisi kepalan tangan pejuang Palestina dan memperkuat punggungnya. Kami dengan bangga akan melakukan ini dengan segenap kemampuan.

"Kita tidak dapat berbicara dengan musuh yang buas, kecuali dengan kekuatan dan dengan posisi yang kuat, dan benih-benih kekuatan ini – segala puji bagi Allah – sudah siap di tengah bangsa berani dan tangguh Palestina," tegasnya.

Para pemuda Palestina sekarang haus untuk mempertahankan martabatnya. Hamas dan Jihad Islam di Palestina serta Hizbullah di Lebanon telah menyempurnakan argumentasi kepada semua.


Dunia belum lupa dan tidak akan pernah melupakan hari ketika tentara Zionis melanggar perbatasan Lebanon dan bergerak ke Beirut, dan hari ketika seorang pembunuh kriminal bernama Ariel Sharon melakukan pertumpahan darah di Sabra dan Shatila.

Dunia juga belum lupa dan tidak akan pernah melupakan hari ketika tentara yang sama berada di bawah pukulan keras Hizbullah, sehingga tidak punya jalan lain kecuali mundur dari perbatasan Lebanon dengan menanggung kerugian besar dan mengakui kekalahan, dan memohon gencatan senjata. Inilah yang dimaksud dengan tangan penuh dan posisi kuat.

Di bagian akhir pidatonya, Ayatullah Khamenei menandaskan, "Palestina adalah milik orang-orang Palestina dan harus diatur oleh kehendak mereka sendiri. Prakarsa referendum yang melibatkan semua agama dan etnis Palestina, yang telah kami sampaikan hampir dua dekade lalu adalah satu-satunya kesimpulan yang perlu diambil untuk menghadapi tantangan Palestina saat ini dan esok.

Prakarsa ini menunjukkan bahwa klaim anti-Semit yang ditiupkan orang-orang Barat dengan terompet mereka sama sekali tidak berdasar. Sesuai rencana ini, orang-orang Palestina, baik Yahudi, Kristen, maupun Muslim bersama-sama mengikuti referendum untuk menentukan sistem politik negara Palestina. Pastinya, yang harus sirna adalah sistem Zionis, dan Zionisme itu sendiri merupakan bid'ah dalam Yudaisme, yang benar-benar asing bagi mereka sendiri.

Rahbar menutup pidatonya dengan mengenang perjuangan syuhada Quds dari Sheikh Ahmad Yassin, Fathi Shaghaghi dan Sayid Abbas Mousavi hingga komandan agung Islam dan wajah tak terlupakan dari front perlawanan, Syahid Soleimani dan mujahid besar Irak, Abu Mahdi al-Muhandis, dan syuhada lainnya. 

 

Presiden Iran Hassan Rouhani, menyampaikan ucapan selamat untuk menyambut Hari Perlawanan kepada rakyat dan pemerintah Lebanon atas kemenangan mereka dalam melawan pendudukan rezim Zionis Israel.

Dalam sebuah pesan kepada Presiden Lebanon Michel Aoun, Ahad (24/5/2020), Rouhani mengatakan kemenangan atas penjajah Zionis yang dicapai berkat perlawanan dan ketahanan laki-laki dan perempuan Lebanon merupakan sebuah medali kehormatan yang menyinari hati semua orang.

Setelah 18 tahun melakukan perlawanan, rakyat Lebanon akhirnya memaksa Israel mundur dari Lebanon Selatan pada 25 Mei 2000 dan peristiwa ini diperingati sebagai Hari Perlawanan dan Pembebasan.

Kemenangan historis ini merupakan sebuah titik balik dalam proses perkembangan politik dan sosial Lebanon, serta awal dari kemenangan-kemenangan baru yang dicapai rakyat Lebanon dalam melawan Zionis dan kelompok teroris.

Mundurnya militer Israel dari Lebanon Selatan membuktikan bahwa rakyat negara itu mencapai tujuannya lewat perlawanan, ketahanan, dan persatuan.

Panglima Angkatan Bersenjata Lebanon, Jenderal Joseph Aoun mengatakan Hari Perlawanan dan Pembebasan adalah sebuah prestasi besar dan bersejarah Lebanon dalam melawan Israel.

Setelah kalah di Lebanon, Israel kemudian merangkul Amerika Serikat dan beberapa negara Arab untuk menghancurkan kubu perlawanan di Lebanon, namun kubu perlawanan justru mengukir kemenangan-kemenangan baru dan mendapat dukungan kuat dari rakyat.


Hizbullah Lebanon kembali mencapai kemenangan atas tentara rezim Zionis dalam perang 33 hari pada 2006. Ini kembali membuktikan pentingnya kehadiran kubu perlawanan di samping rakyat dan militer Lebanon.

Kerja sama rakyat, kubu perlawanan, dan militer berhasil mempertahankan keutuhan wilayah teritorial dan kedaulatan nasional Lebanon dari rongrongan rezim Zionis.

Kesuksesan kubu perlawanan di kancah politik dan perang membuat mereka selalu menjadi sasaran konspirasi asing, tetapi konspirasi ini berhasil digagalkan berkat kewaspadaan rakyat, pemerintah, dan militer Lebanon.

Hizbullah memainkan perannya dalam koridor hukum dan sekarang memiliki kehadiran yang efektif di parlemen dan pemerintah Lebanon.

Kubu perlawanan di Lebanon dianggap sebagai sebuah gerakan politik yang berpengaruh. Di samping berkontribusi dalam menjaga stabilitas politik, mereka juga mempertahankan keutuhan wilayah dan kedaulatan nasional Lebanon.

Ketahanan Lebanon dari gangguan militer Israel dan teroris di wilayah Asia Barat, merupakan bukti akan keampuhan senjata Hizbullah yang membela kepentingan nasional bersama rakyat dan militer Lebanon.

Kemenangan kubu perlawanan Lebanon terhadap Israel dan para teroris dukungan rezim itu, juga dapat dianggap sebagai kemenangan dunia Arab, karena poros perlawanan di Asia Barat merupakan sebuah bendungan yang kokoh dalam menghadapi konspirasi Israel-Amerika yang menargetkan seluruh dunia Arab. 

 

Sidang pertama pengadilan terhadap Perdana Menteri Rezim Zionis Benjamin Netanyahu digelar Minggu (24/5/2020) dengan dakwaan korupsi.

Netanyahu dikenal sebagai sosok aneh di kalangan politisi dunia. Di markas PBB, Netanyahu pernah membuat gambar untuk memancing opini publik dunia supaya menentang Iran. Tidak hanya itu, dalam sebuah pernyataan aneh, Netanyahu mengklaim bahwa pemuda Iran tidak diperbolehkan mengenakan jeans. Tapi tidak ada satu pun dari pernyataan Netanyahu mengenai Iran berdampak signifikan, sebab faktanya Iran justru lebih kuat dari hari ke hari.

Netanyahu didakwa melakukan korupsi, penyalahgunaan jabatan dan suap, tetapi menolak untuk mundur dari jabatannya sebagai perdana menteri rezim Zionis. Netanyahu berbicara tentang demokrasi, tetapi dia sendiri berkuasa selama lebih dari satu dekade, dan menghalangi rotasi kekuasaan.

Ambisi besar Netanyahu untuk terus berkuasa menempatkan Israel dalam kebuntuan politik selama setahun terakhir. Pada tahun lalu, tiga pemilu parlemen telah digelar, karena Netanyahu menolak untuk mengundurkan diri dari jabatannya meskipun muncul gelombang penentangan yang sangat deras.

Lebih parah lagi, Netanyahu mengancam Mahkamah Agung rezim Zionis Israel akan melancarkan kerusuhan jalanan, demi mengamankan kursi jabatannya yang digoyang berbagai dakwaan. 

Persidangan Netanyahu terjadi sepekan setelah perdana menteri Israel ini membentuk kabinet barunya. Rangkaian peristiwa ini menunjukkan bahwa pengadilan yang digelar terhadap Netanyahu hanya drama belaka, sehingga putusan yang adil tidak akan dikeluarkan terhadap Perdana Menteri rezim Zionis tersebut. Netanyahu muncul di pengadilan hari Minggu setelah sebelumnya menerima vonis pengadilan yang melarangnya membentuk kabinet baru Israel.

Pihak kepolisian Israel telah mengajukan empat tuntutan hukum terhadap Netanyahu mengenai korupsi, penyalahgunaan kekuasaan dan penyuapan. Kasus pertama yang dikenal dengan skandal 1.000 melibatkan penerimaan hadiah suap dari pengusaha kaya yang diterima Netanyahu.

Kasus kedua, skandal 2000 mengenai penyalahgunaan jabatan dalam kesepakatan antara Perdana Menteri Israel dengan pemilik surat kabar Zionis Yedioth Ahronoth untuk memberitakan hal-hal yang baik dari kabinet Netanyahu dalam menghadapi media rivalnya, Israel Hayom. 

Kasus ketiga, skandal 3000  mengenai kasus suap Netanyahu dalam pembelian kapal selam nuklir dari Jerman. Netanyahu didakwa mengeluarkan regulasi yang menguntungkan pemegang saham pengendali di raksasa telekomunikasi Bezeq, Shaul Elovitch, dengan imbalan  liputan positif oleh situs berita Walla milik Elovitch.

Netanyahu secara resmi menyatakan membantah seluruh dakwaan yang dijatuhkan kepadanya dalam persidangan yang berlangsung hari Minggu. Ia mengklaim dirinya sebagai korban kampanye hitam outlet media yang berafiliasi dengan partai-partai sayap kiri demi menjegal kekuasaannya.

Klaim Netanyahu, dan proses politik dan hukum yang terjadi di Israel menunjukkan bahwa pengadilan Netanyahu telah kehilangan prinsip hukumnya dan menjadi sekedar drama politik belaka yang tidak akan mengarah pada putusan yang adil terhadap perdana menteri Israel. Oleh karena itu, kelompok-kelompok oposisi meminta Netanyahu segera mengundurkan diri.

 

Juru bicara Komando Operasi Bersama Irak mengatakan operasi Aswad Al Jazeera berhasil mencapai target, dan ia menegaskan teroris Daesh hanya punya dua pilihan, menyerah atau mati.

Situs berita Al Sumaria News, Senin (25/5/2020) melaporkan, Mayjen Tahsin Al Khafaji menuturkan, dalam operasi Aswad Al Jazeera yang dimulai minggu lalu, sejumlah banyak anasir teroris Daesh berhasil ditangkap.

Al Khafaji menambahkan, operasi ini berhasil mencapai target yang diinginkan, dan aparat keamanan Irak terutama dinas intelijen, melacak dengan akurat markas teroris sehingga sejumlah teroris Daesh paling berbahaya berhasil ditangkap, dan sebagian lainnya masuk dalam daftar pengejaran.

Komando Operasi Bersama Irak pada 17 Mei 2020 mengumumkan dimulainya operasi Aswad Al Jazeera dengan maksud untuk membersihkan wilayah gurun Al Jazeera di utara Provinsi Al Anbar, barat Provinsi Salahuddin, dan selatan Provinsi Ninawa. 

 

Gerakan Jihad Islam Palestina menyatakan, muqawama dan berlanjutnya jalan ini, solusi tunggal untuk melawan penjajah.

Gerakan Jihad Islam Palestina bertepatan dengan peringatan ke-20 panarikan pasukan penjajah Zionis dari Lebanon selatan seraya merilis statemen, mengucapkan selamat kepada saudara dan pejuang Lebanon serta Hizbullah dan menyebut hari ini sebagai titik balik besar.

Gerakan Jihad Islam Palestina seraya mengisyaratkan bahwa bangsa Palestina memilih opsi muqawama  untuk merebut kembali tanah air mereka menegaskan, kekalahan serta keruntuhan rezim Zionis secara pasti akan terjadi di masa mendatang.

Rezim Zionis Israel pada 25 Mei 2000 meski memiliki kemampuan militer yang kuat tapi mereka akhirnya menyerah dan terpaksa lari dari Lebanon selatan.

Rakyat Lebanon setiap tahun merayakan larinya militer Israel dari wilayah selatan negara ini dan menyebut hari besar ini sebagai Hari Muqawama. (

 

Sekjen Dewan Kerja Sama Negara-negara Teluk Persia (P-GCC) menekankan friksi antar negara Arab sebuah kendala bagi kerja sama kolektif anggpta dewan ini.

Sekjen baru P-GCC, Nayef al-Hajraf bertepantan dengan peringatan ke-39 pembentukan dewan ini mengungkapkan, friksi antar negara-negara Arab Teluk Persia yang mendekati tahun ketiga sebuah kendala serius bagi pergerakan ke arah kerja sama kolektif.

Seraya menekankan pentingnya upaya seluruh negara anggota untuk menyelesaikan friksi, al-Hajraf mengatakan, dewan ini menghadapi masalah serius yang membutuhkan konvergensi bersama dan kerja sama kolektif untuk menyelesaikannya.

Arab Saudi, Uni Emirat Arab (UEA), Bahrain dan Mesir sejak Juni 2017 memutus hubungan diplomatiknya dengan Qatar karena Doha tidak tunduk dan mengikuti arus Arab pimpinan Riyadh. Arab Saudi dan sekutunya ini juga menutup perbatasan darat, udara dan lautnya bagi Qatar. 

 

Juru bicara Gerakan Perlawanan Islam Palestina (Hamas) menekankan, Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu ingin menyelamatkan diri dari krisis internal melalui upaya normalisasi hubungan dengan negara-negara Arab.

Hazem Qasem di statemennya mengungkapkan, negara-negara Arab harus menyadari bahwa normalisasi hubungan dengan Tel Aviv hanya menjamin kepentingan Zionis dan Netanyahu.

Sementara itu, Dawud Shahab, salah satu pemimpin Gerakan Jihad Islam Palestina juga mengkritik upaya pemimpin Dewan Pemerintahan Sudan untuk menormalisasi hubungan dengan rezim Zionis.

"Upaya untuk normalisasi hubungan dengan rezim Zionis sama halnya dengan memberi hadiah atas aksi-aksi teroris Tel Aviv," paparnya.

Kantor perdana menteri Israel Ahad (24/05/2020) menyatakan, Benjamin Netanyahu di kontak telepon dengan Ketua Dewan Pemerintahan Sudan, Abdel Fattah al-Burhan menuntut perluasan hubungan bilateral.

Selama beberapa bulan terakhir, proses normalisasi hubungan sejumlah rezim Arab kawasan khususnya Arab Saudi, Bahrain dan Uni Emirat Arab (UEA) dengan Israel meningkat drastis.

Upaya negara-negara ini untuk menormalisasi hubungan dengan Israel dilakukan ketika rezim ini slain menumpas rakyat Palestina, juga melakukan banyak kejahatan di berbagai wilayah Arab dan Islam. (

 

Deputi sekjen Hizbullah Lebanon, Sheikh Naim Qassem menilai hari pembebasan selatan Lebanon dari pendudukan Israel sebagai titik balik sejarah kawasan.

Seraya menjelaskan bahwa hari pembebasan selatan Lebanon dari penjajahan Israel telah mengubah rute kawasan dari sisi politik, budaya dan jihad, Sheikh Naim Qassem mengatakan, hari ini adalah hari yang menafikan isu tidak terkalahkannya militer Israel. Demikian dilaporkan televisi al-Manar.

Deputi sekjen Hizbullah ini menegaskan, ancaman Israel masih tetap eksis bagi Palestina, Lebanon dan kawasan. Oleh karena itu, muqawama harus berada di kondisi siaga tertinggi.

Rezim Zionis Israel pada 25 Mei 2000 meski memiliki kemampuan militer yang kuat tapi mereka akhirnya menyerah dan terpaksa lari dari Lebanon selatan.

Rakyat Lebanon setiap tahun merayakan larinya militer Israel dari wilayah selatan negara ini dan menyebut hari besar ini sebagai Hari Muqawama. 

Selasa, 26 Mei 2020 18:45

Pawai Hak Kepulangan Palestina

 

Sejak tanggal 30 Maret 2018 yang bersamaan dengan Hari Bumi, penduduk Jalur Gaza menggelar Pawai Akbar Hak untuk Kembali (Pawai Hak Kepulangan Palestina) di perbatasan timur wilayah ini. Mereka menuntut hak pengungsi Palestina untuk kembali ke tanah airnya.

Pawai Hak Kembali untuk mengingatkan publik dunia atas keputusan lalim rezim Zionis Israel yang menyita dan menjarah tanah Palestina pada s30 Maret 1976.

Penjarahan tanah oleh Isreal tersebut yang dibarengi dengan pembangunan permukiman Zionis bertujuan untuk mengubah struktur demografi wilayah Palestina demi kepentingan rezim Zionis.

Aksi protes rakyat Palestina terhadap rezim Zionis yang dibingkai dalam bentuk Pawai Kembali Palestina, terus berlangsung dan menciptakan efek domino. Gerakan protes itu membangkitkan kekhawatiran pejabat Tel Aviv dan berubah menjadi mimpi buruk bagi mereka.

Pawai Hak Kembali membawa pesan tegas. Pesan pertama, rakyat Palestina hidup dan setiap upaya untuk menciptakan krisis dan meningkatkan blokade terhadap rakyat Palestina dengan maksud menghapus perlawanan atas Israel, sampai kapanpun tidak akan pernah berhasil.

Pesan lainnya adalah, rakyat Palestina mampu menciptakan beragam metode untuk melawan Israel dan menyadarkan masyarakat internasional atas penderitaan dan kejahatan yang dialami rakyat Palestina akibat penjajahan Israel. Peristiwa besar ini juga menyampaikan pesan tegas kepada Zionis bahwa setelah sekitar tujuh dekade penjajahan Israel berlangsung, rakyat Palestina tidak pernah melupakan hak atas tanahnya.

Selain pesan di atas, pawai akbar rakyat Palestina ini juga menunjukkan bahwa prinsip dan cita-cita Palestina telah mempersatukan seluruh elemen bangsa dan setiap peserta pawai, terbebas dari belenggu partai politik atau golongan tertentu. Mereka meneriakkan slogan persatuan sembari mengibarkan bendera Palestina.

Pawai itu mengingatkan Presiden Amerika Serikat, Donald Trump bahwa "Kesepakatan Abad ini" yang digagasnya dan keputusan mengakui Al Quds sebagai ibukota Israel, sampai kapanpun tidak akan dibiarkan, dan ia akan menerima balasan tegas dari rakyat Palestina.

Gelombang baru demonstrasi rakyat Palestina tak dipungkiri telah membuat Israel begitu ketakutan. situasi Jalur Gaza yang diblokade, menyerupakan wilayah itu dengan panci panas yang asapnya tidak bisa keluar dan siap meledak.

Rakyat Palestina telah bertekad untuk tetap menjadi pihak yang memegang kendali. Pengalaman membuktikan, rakyat Palestina harus memperjuangkan hak kembalinya para pengungsi ke tanah air mereka dan perundingan damai atau rekonsiliasi sama sekali tidak membuahkan hasil apapun.

Pada situasi seperti ini, rakyat Palestina menuntut hak kembali para pengungsi dan seluruh konvensi internasional juga menekankan hal yang sama termasuk resolusi 194, Desember 1948. Pawai Hak Kembali membawa angin segar bagi proses perjuangan rakyat Palestina.

Pawai ini sekaligus merupakan tamparan keras bagi upaya pemulihan hubungan sebagian negara Arab dengan Israel. Perkembangan di Palestina menunjukkan bahwa rakyat mampu mengubah situasi dan mengumumkan kepada dunia tentang nasib mereka di bawah penjajahan Israel.

Surat kabar Rai Al Youm menyebut pawai Hak Kembali Palestina sebagai prestasi rakyat Palestina dan kelompok perlawananan dalam menyadarkan publik dunia.