کمالوندی

کمالوندی

Wakil ketua partai berkuasa Turki menyatakan, Ankara menentang intervensi asing dalam menyelesaikan masalah Timur Tengah.
 

IRNA melaporkan, Mehmet Ali Sahin, wakil ketua partai berkuasa Keadilan dan Pembangunan mengatakan, ÔÇ£Masalah negara-negara Timur Tengah harus diselesaikan dengan kesepahaman rakyat dan para pejabat negara-negara tersebut.ÔÇØ

 

Sahin mengatakan, ÔÇ£Amerika Serikat memimpin sebuah aliansi anti-kelompok teroris ISIS, akan tetapi Turki mengingat kedekatannya dari sisi geografis, mengharapkan penyelesaian masalah ini dengan memperhatikan kapasitas di kawasan.ÔÇØ

 

Menyinggung pertemuan Menlu AS John Kerry dengan para pejabat tinggi Turki pada hari Jumat (12/9), dan upaya untuk meyakinkan Turki agar bersedia berpartisipasi dalam aliansi anti-ISIS, Sahin mengatakan, ÔÇ£49 warga Turki saat ini berada di tangan ISIS dan Ankara harus waspada dan berhati-hati demi keselamatan nyawa mereka (tawanan).ÔÇØ

 

Menteri Luar Negeri Turki pada Kamis dalam sidang para menteri AS dan 10 negara Arab di Jeddah, Arab Saudi, menolak menandatangani deklarasi final sidang tersebut.

Selasa, 09 September 2014 00:00

Apa Sebenarnya Misi Menlu Denmark ke Iran?

Menteri Luar Negeri Denmark berkunjung ke Iran membawa misi mengajukan permintaan kepada para pejabat tinggi Republik Islam untuk bergabung dengan aliansi internasional yang telah dibentuk dalam menghadapi terorisme Takfiri di Irak.

Tasnim News melaporkan, misi Menteri Luar Negeri Denmark ke Iran adalah merangkul Iran untuk berpartisipasi dalam aliansi internasional anti-terorisme Takfiri ISIS di Irak yang dibentuk pada KTT Pakta Pertahanan Atlantik Utara  (NATO) di Wales.

Bagaimana reaksi Republik Islam Iran?

Berdasarkan laporan ini, para pejabat Republik Islam Iran secara tegas menyangsikan esensi aliansi tersebut mengingat bertujuan untuk pamer saja, ketidak jujuran dan sikap ganda sejumlah anggota aliansi tersebut. Sebaliknya para pejabat Republik Islam menekankan peran poros dan tekad baja Republik Islam dalam pemberantasan nyata terorisme.

Tampaknya pernyataan Senin malam (8/9) oleh juru bicara Gedung Putih bahwa tidak ada tempat untuk Iran dalam aliansi anti-terorisme, merupakan reaksi terhadap jawaban Iran atas usulan Barat.

Ketua Parlemen Republik Islam Iran Ali Larijani menyatakan, Revolusi Islam tahun 1979 menciptakan garis hidup sosial-politik baru di dunia Muslim dan menghidupkan kembali muqawama anti-Israel di kawasan tersebut.

Terinspirasi Revolusi Islam Iran, gerakan muqawama Palestina dan Lebanon memainkan peran yang efektif dalam menentukan nasib kawasan Timur Tengah, kata Ali Larijani mengatakan di hadapan para ruhaniwan di ibukota Iran, Tehran, Selasa (9/9).

Konferensi internasional ulama dunia Islam dalam membela gerakan muwawama Palestina digelar di Tehran, Selasa. Lebih dari 400 ulama menghadiri acara tersebut.

Di bagian lain sambutannya, Larijani mengatakan bahwa tujuan utama Barat untuk menciptakan rezim Zionis Israel adalah untuk menyebabkan perpecahan dan merusak persatuan di antara negara-negara Muslim.

Ketua parlemen Iran mengatakan bahwa Iran berusaha untuk mencerahkan umat Islam dunia tentang plot menetas oleh Barat.

Republik Islam tidak hanya berusaha untuk menciptakan persatuan dan solidaritas lebih luas di kalangan umat Islam di wilayah tersebut tetapi juga merasa berkewajiban untuk mendukung gerakan muqawama Palestina untuk menjinakkan pengaruh Zionisme di Timur Tengah, katanya.

Revolusi Islam mengikuti doktrin anti-imperialis, tegas Larijani.

Dia juga memuji Palestina atas ketangguhan mereka menghadapi rezim Israel, dan menilai Palestina sebagai masalah utama dunia Islam.
 
 

Deputi Menteri Luar Negeri Iran untuk urusan Afrika dan Arab mengatakan, dengan dicapainya kesepakatan perundingan nuklir dengan Kelompok 5+1, prestasi-prestasi nuklir Iran juga nantinya dapat dinikmati oleh negara-negara lain.

IRNA (9/9) melaporkan, Hossein Amir Abdollahian yang saat ini tengah berada di Pretoria, Afrika Selatan untuk menghadiri pertemuan Komite politik Iran-Afsel, Senin (8/9) dalam pertemuannya dengan Deputi Menteri Kesehatan Afsel menekankan peran teknologi nuklir damai dalam pembangunan dan kemajuan bidang kesehatan dan pengobatan Iran.

Abdollahian juga menyinggung soal hubungan baik Tehran-Pretoria dan menilai prestasi-prestasi Iran di bidang kesehatan, pengobatan, obat-obatan dan pencapaian teknologi terbarukan sebagai peluang dibukanya kerjasama.

Dalam pertemuannya dengan Deputi Menteri Pertanian Afsel, Abdollahian juga menyoroti peran pertanian dalam perekonomian dua negara, alih teknologi dan transfer pengetahuan, pertukaran pakar pertanian, kerjasama di bidang ekspor komoditas dan peralatan pertanian dan industri terkait.

Deputi Menteri Pertanian Afsel memiliki pandangan khusus terkait bidang pertanian sebagai sektor tepat untuk kehadiran dan partisipasi Iran. Ia mengatakan, "Pemerintah Afsel memberikan perhatian khusus kepada bidang pertanian sebagai sebuah sektor produktif dan penyerap tenaga kerja."

Ia berharap dengan kerjasama Kedutaan Besar Iran dan Afsel, kerjasama Kementerian Pertanian dua negara akan memasuki fase baru.

Anggota Biro Politik gerakan perlawanan Islam Palestina, Hamas memperingatkan soal konspirasi-konspirasi yang dirancang untuk melucuti senjata perlawanan.

Pusat Informasi Palestina (9/9) melaporkan, Izzat Al Rishq, Selasa (9/9) mengatakan, "Sebagian orang berusaha untuk melancarkan perang propaganda dengan melemparkan sejumlah tuduhan dengan maksud untuk menunjukkan bahwa keberhasilan gerakan perlawanan dalam perang terbaru di Gaza tidak penting."

Ia menambahkan, "Hamas tidak akan menejerumuskan diri dalam friksi politik dan daripada membalas tuduhan-tuduhan itu, lebih baik bekerja keras menyukseskan proses pelayanan kepada rakyat Palestina."

Anggota Biro Politik Hamas itu menjelaskan, "Senjata gerakan perlawanan adalah milik bangsa Palestina, terutama karena senjata-senjata ini membawa kemuliaan bagi rakyat Palestina dan tidak ada seorangpun yang bisa melemahkan perlawanan."

Menurut Izzat Al Rishq, di saat semua upaya Israel untuk melucuti senjata gerakan perlawanan gagal dilakukan, Mahmoud Abbas, Pemimpin Otorita Ramallah Palestina justru melangkah untuk kepentingan-kepentingan rezim Zionis Israel.

Mahmoud Abbas, dengan dalih partisipasi politik dan legalitas kolektif, bermaksud memaksa gerakan perlawanan menyerahkan senjatanya. Ia ingin kelompok-kelompok perlawanan khususnya Hamas terseret gelombang perang propagandanya.

Selasa, 09 September 2014 00:00

Apa yang Dicari Drone Israel di Irak ?

Salah seorang pengamat masalah keamanan Irak menilai tujuan terbangnya pesawat tanpa awak rezim Zionis Israel di atas langit Irak adalah untuk mengumpulkan informasi-informasi tentang perlawanan rakyat negara itu.

Stasiun televisi Alalam (9/9) melaporkan, media Irak mengutip salah seorang pengamat keamanan negara itu menulis, "Jatuhnya pesawat mata-mata Israel di Irak pada situasi sensitif saat ini, adalah bukti kuat upaya rezim itu untuk mengetahui seluruh perkembangan yang terjadi di Irak khususnya perlawanan rakyat. Semua lembaga resmi Israel merasa cemas dengan kemenangan militer dan rakyat Irak dalam menghadapi para teroris Negara Islam Irak dan Suriah, ISIS, juga pembersihan wilayah-wilayah Utara dan Barat negara itu dari teroris."

Menurut pengamat masalah keamanan Irak itu, pesawat mata-mata Israel memanfaatkan kondisi politik tidak stabil dan lemahnya struktur pertahanan, serta sibuknya Irak dalam perang melawan kelompok teroris. Ia meminta seluruh instansi militer Irak untuk mengimpor sistem pertahanan canggih dan tepat untuk menghadapi aksi spionase dan drone-drone Israel.

Salah satu sumber keamanan Irak mengabarkan terbangnya pesawat tanpa awak Israel di atas langit Irak untuk memata-matai negara itu. Sumber itu mengumumkan, Israel memanfaatkan tidak adanya kontrol Irak atas sebagian wilayah untuk melakukan aksi semacam ini.

Selasa, 09 September 2014 00:00

Mutiara Suci Rasulullah Saw

Rasulullah saw bersabda:

  • ÔÇ£Seburuk-buruk manusia di hadapan Allah swt. adalah seorang alim yang tidak mengamalkan ilmunya dan tidak mengambil manfaat dari ilmu yang dimikinyaÔÇØ.
  • ÔÇ£Semulia-mulia rumah adalah rumah yang di dalamnya┬á anak-anak yatim disantuni dengan kasih sayang dan cintaÔÇØ.
  • ÔÇ£Orang-orang yang beriman pada Allah swt, hari akhir dan janji-janji Allah swt. hendaknya menunaikan amanat dan janjinyaÔÇØ.
  • ÔÇ£Tatapan seorang anak kepada ┬áorang tuanya karena kasih sayang adalah ibadahÔÇØ.
  • ÔÇ£Sahabat yang berbudi luhur dan mulia sungguh ┬álebih berharga daripada harta bendaÔÇØ.
  • Sampaikan kepada yang lain bahwa tidak ada kata-kata dariku yang tersimpan, yang kalian ketahui secara pasti.
  • Siapa pun yang menisbatkan doktrin atau ajaran kepadaku, dan itu tidak berasal dariku, maka ia akan pergi ke neraka.
  • Pintu Firdaus tertutup bagi tukang fitnah dan tukang ghibah.
  • Sedekah menghindarkan diri dari bala dan musibah.
  • Zakat harus dikumpulkan dari orang-orang kaya dan diberikan kepada orang miskin.
  • Seorang yang memberikan sedekah dengan sepotong perak dalam masa hidupnya adalah lebih baik dibandingkan menyerahkan seratus keping perak ketika masa sakaratul maut.
  • Berjumpa dengan sahabat-sahabat dengan wajah riang dan mengundang mereka untuk sebuah perjamuan merupakan amal ibadah.
  • Melebarkan perhatian kepada tetangga dan mengirimkan kepada mereka hadiah adalah bagian dari ibadah.┬á

Kematian

  • Janganlah engkau berharap mati sebelum waktunya tiba.
  • Sebutlah kebaikan orang-orang mati di antara kalian dan janganlah menyebut cela dan aib mereka.
  • Bunuh diri merupakan salah satu dosa besar.┬á

Kemuliaan Bekerja Keras

  • Barang siapa yang mampu dan pantas namun tidak bekerja untuk dirinya atau untuk orang lain maka Allah Swt tidak rela kepadanya.
  • Orang-orang yang mencari nafkah dan mencukupi kebutuhan hidupnya adalah dicintai oleh Allah Swt.
  • Allah adalah Maha Pemurah kepada orang yang mencari nafkah untuk mencukupi kebutuhan hidupnya dengan usahanya sendiri tidak dengan meminta-minta.
  • Barang siapa yang membuka bagi dirinya pintu meminta-minta, Allah Swt akan bukakan pintu kemisikinan untuknya.
  • Ya Allah! Jauhkan dariku sifat pemalas dan tidak berdaya.
  • Barang siapa yang memonopoli perdagangan maka ia adalah seorang pelaku maksiat.

Pendidikan

  • Mencari ilmu adalah kewajiban bagi setiap muslim dan muslimat.
  • Manusia memiliki kebebasan dan bertanggung jawab atas perbuatannya.
  • Tinta pena ulama lebih kudus daripada darah syuhada.
  • Barang siapa yang melakukan perjalanan untuk mencari ilmu, maka akan Allah akan┬á Allah Swt tunjukkan baginya jalan menuju Firdaus.
  • Carilah ilmu walaupun harus ke negeri Cina.
  • Carilah ilmu, karena barang siapa yang mencari ilmu, ia berada di jalan Allah, menunaikan ibadah, orang yang mengajarkannya adalah memuji Allah, yang mencarinya memuja Allah, yang mengajarkannya, menunaikan bersedekah; dan orang yangmengajarkannya, melaksanakan sebuah kebaktian kepada Allah. Ilmu pengetahuan memberikan kemampuan kepada pemiliknya untuk membedakan antara yang halal dan haram; ilmu pengetahuan adalah sahabat dalam kesendirian, teman dalam kesunyian, kawan ketika kehilangan kawan; membimbing kita kepada kebahagiaan; memberikan rezeki ketika kesusahan; melayani sebagai senjata menghadapi musuh. Dengan ilmu makhluk bangkit hingga kepada ketinggian derajat kebaikan dan kemuliaan, berhubungan dengan kedaulatan di dunia ini dan meraih kebahagiaan di akhirat.
  • Seburuk-buruk manusia adalah orang jahil, dan sebaik-baik manusia adalah orang alim.
  • Orang-orang yang belajar tidak akan pernah mati.

Musuh-Musuh Allah

  • Musuh Allah yang terbesar adalah mereka yangmengakui Islam, dan melakukan kekufuran dan melukai orang hingga berdarah tanpa sebab.
  • Maksiat yang terbesar adalah menyekutukan sesuatu dengan Allah, menyakiti hati kedua orang tua, membunuh sesama manusia, bunuh diri, bersumpah palsu.

Hasud

  • Jangan mencari-cari aib orang lain, karena ia memakan dan menghilangkan kebaikan, sebagaimana api melalap kayu-kayu bakar.┬á

Puasa

  • Orang yang melaksanakan puasa, namun tidak meninggalkan dusta dan fitnah, maka Allah Swt tidak akan mengindahkannya ┬áapakah dia makan atau minum

Keridhaan Allah

  • Siapakah orang yang diRidhai oleh Allah? Orang yang paling bermanfaat untuk yang lainnya.
  • Sesungguhnya Allah Swt mencintai seorang muslim yang miskin dengan keluarganya dan menahan diri dari meminta-minta dan melakukan pekerjaan haram.

Memaafkan

  • Barang siapa yang menahan marahnya, ketika ia memiliki kemampuan untuk melakukannya, Allah Swt akan memberikan ganjaran yang besar kepadanya.
  • Insan yang paling mulia di sisi Allah Swt adalah orang yang memaafkan ÔÇôketika ia memiliki kekuasaanÔÇô orang yang melukainya.
  • Orang yang kuat bukanlah orang yang jago bergulat. Orang yang kuat adalah orang yang mampu menahan dirinya ketika ia sedang marah. Oleh karena itu Allah Swt berfirman: ÔÇ£Sesungguhnya, mereka yang mengerjakan kesabaran di bawah ujian dan memaafkan adalah orang-orang yang benar.ÔÇØ

Sifat Munafik

  • Orang munafik adalah orang yang ketika berbicara, berdusta; berjanji, melanggarnya; dan ketika diberi amanah, berkhianat.
  • Muslim adalah orang yang menunaikan amanah, jujur dan setia pada janjinya.

Islam dan Agama Lain

  • Salah seorang sahabat Nabi Saw meminta Nabi Saw untuk melaknat orang-orang kafir. Nabi Saw bersabda: ÔÇ£Aku tidak diutus untuk melakukan hal seperti ini, Aku diutus sebagai rahmat untuk sekalian alam.ÔÇØ
  • Setiap bayi yang lahir dilahirkan dalam keadaan condong (fitrah) kepada Islam. Ibu dan bapaknyalah yang menjadikan mereka seorang Nasrani atau seorang┬á Yahudi atau seorang Majusi.
  • Berlakulah dengan santun kepada orang lain, dan tidak kasar; hiburlah mereka dan jangan mencerca mereka.

Akhlak

  • Tidak ada pekerjaan yang paling baik melebihi banyak diam dan memiliki akhlak yang mulia.
  • Sebaik-baik sahabat adalah yang paling baik akhlaknya.
  • Amal-ibadah tidak akan diterima karena buruknya lisan.

Pernikahan

  • Menikah diwajibkan kepada mereka yang mampu atau yang memiliki kemampuan.

Sederhana

  • Siapa yang tidak melakukankesederhanaan dan tidak mencegah dirinya dari perbuatan yang tercela adalah bukan muslim.
  • Zina mata adalah melihat disertai dengan syahwat kepada istri orang lain; dan zina lisan adalah berkata-kata yang dilarang.
  • Aku bersumpah demi Allah, tidak ada yang lain, yang lebih dimurkai oleh Allah Swt, melebihi perbuatan zina antara pria dan wanita.
  • Orang yang meminum arak, berzina, mencuri, dan meminta-minta maka baginya azab yang pedih.┬á

Muslim dan Persaudaran Muslim

  • Seorang muslim adalah dia yang lisannya dan tangannya terlepas dari menyakiti muslim yang lainnnya.
  • Seorang muslim yang sejati adalah mereka yang bersyukur kepada Allah Swt dalam kemakmuran dan pasrah kepada-Nya dalam kesempitan hidup.
  • Tidak layak bagi seorang yang berbicara kebenaran untuk mengutuk orang-orang.
  • Tidak sempurna bagi seorang muslim yang penuh kantung perutnya sementara tetangganya kelaparan.
  • Tidak sempurna iman seseorang, sehingga apa yang menjadi harapannya terhadap orang lain adalah seperti yang dia harapkan untuk dirinya.
  • Seluruh kaum muslim adalah ibarat sebuah dinding, kesemua bagiannya saling menguatkan satu sama lain, dengan cara seperti ini, mereka harus saling mendukung satu dengan yang lainnya.
  • Setiap muslim adalah bersaudara dalam agama, dan mereka tidak dibenarkan untuk menindas satu dengan yang lainnya juga tidak dibenarkan untuk meninggalkan satu dengan yang lainnya ketika diperlukan pertolongannya, juga tidak dibenarkan menghina satu dengan yang lainnya; dan segala sesuatu yang dimiliki oleh seorang muslim haram bagi yang lain, darahnya, hartanya dan nama baiknya.
  • Menghina seorang muslim adalah berbuat maksiat kepada Allah Swt dan perbuatan kufur memerangi salah seorang muslim.
  • Kewajiban seorang muslim terbagi menjadi enam bagian:
    • Ketika engkau bersua dengan seorang muslim engkau berikan salam kepadanya.
    • Engkau memenuhi undangan seorang muslim ketika engkau diundang.
    • Memberikan nasihat kepadanya jika diminta.
    • Ketika ia bersin dan berkata: ÔÇ£AlhamdulillahÔÇØ, engkau harus berkata ÔÇ£RahimakaLlah (semoga Allah merahmatimu).
    • Engkau jenguk ia ketika ia sakit
    • Dan mengikuti kebaikannya ketika ia wafat.

Penindasan

  • Allah tidak menyukai para zalim dan tidak mencintai kezaliman di dunia.

Anak Yatim

  • Sebaik-baik rumah, adalah rumah yang di dalamnya anak yatim disantuni dan dikasihi.
  • Aku dan para pelindung anak yatim akan berkumpul di satu tempat di akhirat kelak laksana dua anak jari, saling bersentuhan.

Al-QurÔÇÖan, Nabi dan Ahlulbait Nabi

  • Wahai Tuhanku! Anugerahkan kepadaku cinta-Mu; anugerahkan kepadaku kecintaan kepada orang-orang yang mencintai-Mu; anugerahkan kepadaku perbuatan yang dapat meraih cinta-Mu; jadikan cinta-Mu lebih aku sukai daripada diriku sendiri, harta dan keluargaku.
  • Sesungguhnya Allah memerintahkan kepadaku untuk tawadhuÔÇÖ dan merendah, tidak pongah, dan tidak melakukan kezaliman kepada yang lain.
  • Nabi Saw berdiri menyambut putrinya Fatimah, ketika ia berkunjung ke kediaman Nabi Saw.
  • Aku tinggalkan dua pusaka berharga kepada kalian dan jika berpegang teguh kepadanya kalian tidak akan pernah sesat selamanya, Kitabullah dan Itrahti (Ahlulbait).
  • Aku dan ÔÇÿAli diciptakan dari Nur yang satu.
  • Aku adalah kota ilmu dan ÔÇÿAli adalah pintunya.
  • Wahai ÔÇÿAli! Kedudukanmu bagiku adalah seperti kedudukan Harun bagi Musa, hanya saja tidak ada nabi selepasku.
  • Barang siapa yang menjadikan Aku sebagai mawla-nya, ÔÇÿAli adalah mawla-nya. Allahummah, jadikan sahabatMu yang menjadikan ÔÇÿAli sebagai sahabatnya, dan musuh bagi siapa yang memusuhinya.
  • Fatimah adalah belahan jiwaku.
  • Husain adalah dariku dan Aku dari Husain.
  • Hasan dan Husain adalah penghulu pemuda di Surga.┬á

Surga

  • Tidak akan masuk surga, bagi orang yang memiliki sebiji atom kesombongan dalam dirinya.
  • Jahannam dikelilingi dengan kesenangan dan surga dikelilingi dengan kesusahan dan kesukaran.
  • Barang siapa yang memiliki hati yang lurus, kudus dan pengasih, mereka akan memasuki surga.
  • Jagalah dirimu dari lima hal dan aku penjaminmu untuk memasuki surga:
    • Ketika engkau berkata-kata, katakanlah yang benar;
    • Tunaikan janjimu;
    • Tunaikan amanah yang diberikan kepadamu;
    • Jagalah tanganmu dari menyerang dan;
    • Dari mengambil yang haram dan buruk.

Keluarga dan Orang-Tua

  • Firdaus terletak di bawah telapak kaki ibu.
  • KeRidhaan Allah berada pada keRidhaan ayah dan murka Allah berada pada kemurkaan ayah.
  • Barang siapa yang berhasrat untuk memasuki Firdaus, ia harus membuat orang-tuanya Ridha.
  • Alangkah malangnya, seorang pemuda tidak mendapatkan Firdaus karena tidak berkhidmat kepada orang-tuanya.
  • Setiap insan harus berbuat kebajikan kepada orang tuanya, walaupun mereka menyakitimu.
  • Kebajikan adalah sebuah tanda keimanan dan barang siapa yang tidak memiliki kebajikan, maka ia tidak memiliki iman.
  • Tidak ada warisan yang baik dari orang tua┬á kepada anaknya melebihi warisan adab yang baik.
  • Perlakukan anak-anak sehingga tertanam iffah (menghormati-diri) dalam diri mereka.
  • Barang siapa yang melakukan kebaikan kepada anak putrinya, ia akan terselamatkan dari api jahannam.
  • Muslim yang paling sempurna adalah muslim yang paling disukai sikapnya oleh orang lain.

Kesombongan

  • Tidak seorang pun dapat tumbuh besar, kuat dan menawan perilakunya, orang yang pikirannya hanya terpusat seluruhnya kepada dirinya.
  • Sebuah komunitas harus berhenti dari membual nenek-moyang mereka. Manusia adalah anak-cucu Adam dan Adam berasal dari tanah.

Pikiran

  • Yang pertama kali diciptakan adalah cahayaku.
  • Pikiran mulia menghasilkan pekerjaan mulia

Nasihat-nasihat

  • Jihad terbesar adalah jihad melawan diri.
  • Sebaik-baik perbuatan di sisi Allah Swt, adalah perbuatan istiqamah, walaupun dalam skala kecil.
  • Ikat untamu kemudian tawakkal kepada Allah.
  • Sebaik-baik perbuatan adalah yang dicapai dengan cara yang baik.

Mengingat Allah Swt

  • Akhlak yang baik, bermusyawarah dalam bekerja dan mengambil jalan tengah dalam segala urusan, merupakan sifat utama para nabi.
  • Segala sesuatu memiliki pembersih dan pembersih hati adalah mengingat Allah Swt.
  • Barang siapa yang berhasrat berjumpa dengan Allah Swt, Allah berhasrat untuk berjumpa dengannya.
  • Lima waktu shalat yang diwajibkan menghapuskan dosa-dosa yang dikerjakan di antara satu waktu dengan waktu yang lainnya, kecuali dosa-dosa besar.
  • Kerjakan shalatmu dengan berdiri, jika engkau tidak mampu, dengan duduk, jika tidak maka berbaringlah.
  • Perintahkan anak-anakmu untuk mengerjakan shalat ketika mereka berusia tujuh tahun dan berikan hukuman kepada mereka pada usia sepuluh tahun jika menolak untuk mengerjakan shalat; dan ketika mereka mencapai usia sepuluh tahun, pisahkanlah tempat tidur mereka.

Curiga

  • Sikap curiga adalah dusta yang paling legam.

Simpati

  • Allah tidak akan mengasihi kepada orang yang tidak mengasihi terhadap sesama manusia. Barang siapa yang tidak mengasihi kepada makhluk Allah Swt dan kepada anaknya, maka Allah tidak akan berbuat baik kepadanya.
  • Barang siapa yang berbuat kebajikan kepada orang-orang yang membutuhkan, Allah akan memperlakukan mereka dengan baik di dunia dan di akhirat.
  • Barang siapa yang menjenguk orang sakit, seorang malaikat akan berseru dari langit: ÔÇ£Berbahagialah di dunia ini dan semoga kebahagiaan menyertai langkah-langkahmu; dan hunilah kediamanmu di surga.

Wanita

  • Seorang istri yang salehah adalah sebaik-baiknya khazanah
  • Apakah engkau memukul istrimu, sebagaimana layaknya seorang pembantu? Engkau tidak boleh melakukan itu.
  • Seorang muslim tidak boleh membenci istrinya. Jika ia tidak rela dengan istrinya, jadikan ia rela dengan yang lain. Yang merupakan sesuatu yang hasanah (baik).
  • Perbuatan halal yang paling dibenci oleh Allah Swt adalah perceraian.
  • Jangan kalian mencegah istri-istri kalian untuk pergi ke masjid; akan tetapi mereka lebih baik mengerjakan shalat di rumah.
  • Ketika seorang wanita mengerjakan shalat lima waktu, berpuasa pada bulan Ramadan, dan pengasih dan taat kepada suaminya, katakan kepada mereka bahwa mereka akan masuk surga dari pintu mana pun yang mereka sukai.

Dunia

  • Cinta dunia adalah akar segala kejahatan.
  • Kekayaan yang dipergunakan dengan pantas adalah sebuah rahmat; dan pemilik dapat dengan halal berusaha untuk memperbanyaknya dengan cara-cara yang jujur.[]
Selasa, 09 September 2014 00:00

Persatuan Sunni - Syiah dalam Deklarasi Amman

Tidak akan berkumpul di dalam surga satu di antara dua orang yang mengatakan kepada saudaranya, ÔÇÿya kafirÔÇÖ.


Perpecahan antar Sunni - Syiah sengaja didesain agar umat Islam selalu ribut dan melupakan urusan yang lebih penting, yaitu memegang pos-pos penting di pemerintahan. Demikian dikatakan salah seorang anggota Tim Aswaja Center Lembaga Takmir Masjid (LTM) Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) KH Alawi Al Bantani, yang juga didaulat sebagai pembicara dalam pengajian bertajuk ÔÇ£Persatuan Sunni dan Syiah berdasarkan Deklarasi AmmanÔÇØ di Masjid Raya Bandung, Rabu (16/04).

Menurutnya, kerukunan Sunni dan Syiah akan menguatkan umat Islam. Sebaliknya, perpecahan di antara kedua mazhab Islam ini akan semakin melemahkan Islam. Sehingga, yang dibutuhkan bangsa ini adalah sosok yang agamis juga nasionalis. Sebab dengan dua karakter ini tidak akan berusaha memecah belah umat.

ÔÇ£Kalau cuma beda mazhab tak usah saling mengkafirkan. Harusnya kita meniru Rasulullah. Rasul Saw. saja sangat ramah kepada orang yang beda agama apalagi cuma beda mazhab. Ulama mesti memiliki visi ukhuwah Islamiyah,ÔÇØ tegas KH Alawi seperti dikutip dari┬áliputanislam.com.

ÔÇ£Jika ada ulama yang senang dengan perpecahan tandanya pemahaman agama mereka belum mencapai level yang mapan dan mantap. Mereka hanya ingin kita ikut Islam gaya mereka dan membuat Islam kacau balau,ÔÇØ lanjutnya.

Kyai Alawi menyebut Risalah Amman yang dideklarasikan pada 2004. ÔÇ£Jika ulama dan Kyai tidak mengetahui keberadaan Risalah Amman, maka dia sudah ketinggalan informasi hampir 10 tahun!ÔÇØ tegasnya.

Mazhab-Mazhab yang Diakui Islam dalam Risalah Amman

Dalam deklarasi Risalah Amman yang diterbitkan pada 9 November 2004 (27 Ramadan 1425 H), dihasilkan beberapa keputusan.

Pertama, terkait fatwa, yakni kriteria Muslim; takfir (pengafiran) dalam Islam, dan dasar-dasar yang berkaitan dengan pengeluaran fatwa.

Kedua, terkait pelarangan penyebutan┬ákafir┬ábagi pengikut ajaran: AshÔÇÖari, Tasawwuf┬áasli, Salafi┬ásejati, dan ┬ápelarangan menyebut kafir terhadap Muslim yang diakui ajarannya.

KH Alawi mengatakan, ÔÇ£Jika ada orang Islam yang mengatakan bahwa salah satu mazhab yang disebut dalam Risalah Amman itu kafir, maka justru orang itu yang kacau.ÔÇØ

Lebih lanjut KH Alawi mengatakan bahwa pembahasan takfir ini merupakan pembahasan yang sulit dan dalam. Tak mudah mengkafirkan orang lain. Apalagi oleh orang yang ilmunya cetek. Kita tidak boleh mengafirkan orang hanya karena beda rukun iman, karena dari sahabat saja rumusan rukun imannya beda-beda.

KH Alawi lalu mengutip sebuah hadis, ┬áÔÇ£Tidak ┬áakan berkumpul di dalam surga satu di antara dua orang yang mengatakan kepada saudaranya, ÔÇÿya kafir!ÔÇÖ. Lalu, bagaimana mungkin kita akan mengafirkan pengucap syahadat yang jumlahnya sangat banyak seperti saudara kita dari mazhab Syiah?ÔÇØ katanya.

Ketiga, terkait dengan pengakuan atas 8┬á(delapan) mazhab┬ádan ajaran Islam yaitu: Sunni┬áHanafi, Sunni┬áHambali, Sunni┬áMaliki, Sunni┬áSyafiÔÇÖi, Syiah┬áJaÔÇÖfari, Syiah┬áZaydi, Ibadiyah, Zahiri.

Kyai mengingatkan, bahkan Wahabi tidak disebutkan sebagai salah satu mazhab.

Deklarasi  yang menyerukan toleransi dan persatuan dalam umat Islam ini dipimpin oleh Raja Abdullah II bin Al-Hussein dari Yordania, dan dihadiri oleh 200 ulama berbagai mazhab dari 50 negara lebih. Bahkan, hingga kini, proses penandatanganan masih berlanjut, meski sudah lebih dari 500 ulama dunia membubuhkan tanda tangan.

Pihak Indonesia sendiri secara resemi ditandatangani oleh KH. Hasyim Muzadi (PBNU), Prof. Dr. Dien Syamsuddin (Muhammadiyah) dan Maftuh Basyuni (wakil pemerintah yang menjabat sebagai menteri agama saat itu).

Selasa, 09 September 2014 00:00

Fakta Sunni Di Negeri Syiah

Tidak hanya masjid, jumlah pengikut Ahlusunnah, guru agama dan pelajar Sunni di sana pun mengalami peningkatan. Masih di Provinsi Kermanshah, setelah Revolusi Islam, pengikut Ahlusunnah mengalami peningkatan tiga kali lipat dari yang awalnya 123 jiwa menjadi 420 jiwa. Peningkatan itu pun adalah salah satu bukti tak terbantah bahwa hak-hak Muslim Sunni di negeri berpenduduk mayoritas Syiah ini juga sangat diperhatikan

Sunni dan Syiah merupakan dua mazhab besar Islam di dunia. Baik Sunni (SyafiÔÇÖi, Maliki, Hanafi, dan Hambali) maupun Syiah (JaÔÇÖfari/Itsna ÔÇÿAsyariyah, Ismailiyah dan Zaidiyah) diakui sebagai bagian tak terpisahkan dari Islam sehingga meniscayakan terciptanya hubungan harmonis yang dilandasi sikap saling penghormatan satu sama lain antara keduanya. Hal ini pun telah dikuatkan dalam sebuah kesepakatan bersama yang dikenal dengan┬áRisalah Amman. Risalah itu merupakan hasil konferensi persatuan umat Islam di Amman, Yordania tahun 2005 silam yang dihadiri oleh 200-an ulama Muslim dari 50 negara.

Hubungan harmonis antar mazhab tentu akan memberikan dampak positif bagi perkembangan Islam yang┬árahmatan lil ÔÇÿalamin. Dengan menjadi agama penebar cinta kasih, keadilan dan persaudaraan, dimungkinkan Islam bakal menjadi salah satu agama dengan pemeluk terbanyak di dunia. Tak heran, jika usaha memecah-belah umat Islam selalu dilakukan oleh kelompok yang tidak suka dengan perkembangan pesat agama yang satu ini.

Bentuk adu-domba bisa bermacam-macam. Namun yang popular hingga saat ini adalah kampanye negatif tentang Sunni dan Syiah yang selalu dikesankan saling bermusuhan. Sebut saja misalnya pemberitaan tentang pembantaian pihak Syiah terhadap Sunni di Iran, Irak, Suriah, dan sebagainya, yang secara faktual jauh panggang dari api. Atau tuduhan klise bahwa akidah Syiah bertentangan dengan Islam, Syiah punya Al-Quran sendiri, Syiah mengkafirkan sahabat dan istri Nabi dan seterusnya. Bagi kalangan awam, isu yang sangat potensial dikonsumsi tanpa konfirmasi itulah yang kemudian dapat menjadi ancaman bagi persatuan umat Islam.

Bagaimanakah kondisi riil hubungan antar pengikut kedua mazhab besar Islam ini di berbagai negara, terutama di Timur Tengah yang selama ini selalu menjadi bahan acuan pemberitaan media pengadu-domba antar sesama Muslim di Tanah Air?

Untuk itu, tim ABI Press mulai menggali informasi dari beberapa Muslim Sunni yang pernah berhubungan langsung dengan Muslim Syiah di negeri Iran. Mengingat, Iran merupakan negara yang mayoritas penduduknya adalah Muslim Syiah.

Salah satunya adalah Muhammad Zuhdi Zaini. Pendiri Pimpinan Cabang Istimewa Muhammadiyah (PCIM) Iran ini termasuk salah seorang Muslim Sunni yang telah sekian lama hidup di negeri mullah itu. Kehadirannya di Iran dapat dimaknai mewakili Muhammadiyah sebagai ormas Islam Sunni terbesar ke dua di Indonesia.

Saat kami konfirmasi, benarkah isu yang selama ini beredar bahwa kalangan Muslim Sunni di Iran diperlakukan dengan cara yang tidak semestinya oleh pemerintah setempat? Jika benar, kenapa bisa ormas Sunni bisa berdiri dengan aman tanpa halangan di sana?

Kepada┬áABI Press┬áZuhdi menegaskan bahwa isu penindasan Sunni di Iran hanyalah kabar yang kebenarannya tidak bisa dipertanggungjawabkan. ÔÇ£Bahkan di sana, setiap komunitas memiliki perwakilan di parlemen, termasuk Sunni,ÔÇØ ungkapnya. Berbeda dengan Indonesia, menurut Zuhdi, moralitas dan intelektualitas di Iran sangat tinggi sehingga di sana lebih toleran. ÔÇ£Berbeda dengan Indonesia yang moralitas dan intelektualitasnya rendah sehingga menyebabkan intoleransi di mana-mana,ÔÇØ tambahnya.

Terkait berdirinya PCIM di Iran sejak 2005 lalu, lazimnya perwakilan atau cabang ormas dari negara lain, ia mengakui ada sedikit kendala pada awalnya. Namun, setelah dia kenalkan ormas Muhammadiyah lebih jauh kepada pemerintahan Iran, Muhammadiyah menjadi satu-satunya organisasi Sunni dari Indonesia yang diterima di sana.

Adakah cerita terkait hubungan tidak harmonis antara penganut Sunni-Syiah di sana?

Ditanya soal itu, Zuhdi justru menceritakan pengalaman pribadi yang menurutnya sangat menarik saat menyelesaikan disertasi S3-nya tahun 2004 silam sebelum PCIM berdiri di sana. ÔÇ£Anehnya, ulama yang menjadi dosen pembimbing datang ke rumah saya, bukan saya yang mendatanginya. Dan ketika dia tahu printer saya rusak, besoknya dia pula yang membawakan printer dari rumahnya. Tidak hanya itu, waktu komputer saya rusak pun, besoknya dia bawakan teknisi juga. Itu yang membuat saya heran,ÔÇØ ungkapnya.

Selain Zuhdi, Fulan, salah seorang pelajar Iran asal Indonesia juga menegaskan bahwa selama dia berada di negeri itu, tidak pernah sekalipun dirinya menemukan Muslim Sunni dikucilkan di sana. ÔÇ£Di sini semuanya dianggap sama, tidak ada yang dibeda-bedakan,ÔÇØ tuturnya.

Setidaknya, penuturan dua orang Indonesia yang sudah sekian lama hidup dan bergaul secara langsung dengan masyarakat Syiah di Iran, dapat menjadi data pelengkap dari informasi terkait perkembangan masjid Sunni yang berhasil kami dapat dari buku berjudul ÔÇ£Khidmat Republik Islam Iran terhadap Minoritas AhlusunnahÔÇØ terbitan Islamic Cultural Center (ICC) Jakarta, 2012 lalu.

Buku itu menyebut pengaruh signifikan kemenangan Revolusi Islam Iran terhadap berbagai aspek kehidupan masyarakat di sana, tak terkecuali di bidang agama. Dalam hal ini, khususnya perlindungan terhadap hak-hak minoritas yang mengalami kemajuan pesat sejak awal tumbangnya rezim otoriter Syah Reza Pahlevi yang dibekingi Amerika itu.

Misalnya tentang perkembangan jumlah masjid Sunni di Iran. Dari data yang diambil dari buku terbitan ICC tersebut, tercatat ada 12.222 masjid Sunni di sana. Angka itu jauh lebih besar dibandingkan dengan jumlah masjid Sunni sebelum Revolusi Islam Iran. Salah satu contohnya di Provinsi Kermanshah yang jumlah masjidnya sekarang ada 420, padahal sebelum Revolusi Islam hanya berjumlah 123.

Tidak hanya masjid, jumlah pengikut Ahlusunnah, guru agama dan pelajar Sunni di sana pun mengalami peningkatan. Masih di Provinsi Kermanshah, setelah Revolusi Islam, pengikut Ahlusunnah mengalami peningkatan tiga kali lipat dari yang awalnya 123 jiwa menjadi 420 jiwa. Peningkatan itu pun adalah salah satu bukti tak terbantah bahwa hak-hak Muslim Sunni di negeri berpenduduk mayoritas Syiah ini juga sangat diperhatikan.

Nampaknya, isu permusuhan Sunni-Syiah sedikit demi sedikit mulai terbantah, dan harapan baru terwujudnya persatuan umat Islam mulai menampakkan titik terang.

Hal itu yang setidaknya dirasakan oleh Dr. Suryadinata, Pembantu Dekan Fakultas Ushuluddin UIN Syarif Hidayatullah Jakarta. Ia adalah salah satu akademisi Islam bermazhab Sunni yang ingin menghadiri Haul Imam Khomeini (ulama Syiah) di Iran akhir bulan ini.

Dalam perbincangan dengan ABI Press ia mengaku, kehadirannya ke Iran adalah bentuk penghormatannya sebagai sesama Muslim kepada tokoh besar pemimpin Revolusi Islam itu sekaligus ingin menjawab rasa penasaran atas isu yang selama ini berkembang, yang mengatakan bahwa Sunni selalu ditindas di negeri yang penduduknya mayoritas Syiah itu. Itulah menurutnya salah satu bentuk upaya tabayyun seorang Muslim agar tidak mudah percaya begitu saja dengan kabar yang beredar tanpa konfirmasi, melainkan berupaya optimal mencari tahu sendiri kebenarannya.

Selasa, 09 September 2014 00:00

Ayatullah Al-Uzhma Sayyid Ali Huseini Sistani

Lebih dari setengah abad kuliah-kuliah Ayatullah Al-Uzhma Khu`i r.a. merupakan pusat pengembangan ilmu pengetahuan Islam. Ratusan mujtahid dan faqih lahir berkat klinik ilmiah beliau.

Ayatullah Al-Uzhma Sistani adalah satu dari sekian banyak murid beliau yang paling menonjol. Beliau adalah seorang mujtahid kaliber dan berbudi luhur.

Kelahiran

Ayatullah Al-Uzhma Sistani lahir di kota Masyhad pada tahun 1349 H. dan dari keluarga ruhaniawan yang taat beragama.

Setelah menamatkan ilmu-ilmu dasar dan tingkat menengah (suthuh), beliau mulai mengkaji ilmu rasional dan teologi di bawah bimbingan guru-guru besar hauzah. Di kota kelahirannya pula beliau memulai kajian-kajian Bahtsul Kharij fiqih dan menyelesaikannya dengan baik di bawah bimbingan Allamah Mirza Mahdi Isfahani r.a.

Pada tahun 1368 H., beliau berhijrah ke kota Qom. Di sana beliau melanjutkan karir ilmiahnya di bidang ilmu fiqih dan ushul fiqih di bawah asuhan sejumlah ulama dan ahli hukum setempat, termasuk marja (pemegang otoritas ijtihad) besar masa itu, Ayatullah Al-Uzhma Sayid Burujerdi r.a. yang menjadi gurunya dalam ilmu ushul dan fiqih. Selain itu, Sayid Sistani juga belajar banyak ilmu lainnya, khususnya ilmu Rijal dan hadis pada beliau.

Pada kesempatan lain, beliau juga hadir dalam rangkaian kuliah-kuliah Sayid Hujjat Kuhkamarei r.a., seorang ahli hukum tersohor dan ulama-ulama lainnya secara intensif.

Genap 3 tahun mengenyam pendidikan agama di Qom, Ayatullah Al-Uzhma Sistani kembali ke Najaf, Irak; pusat kegiatan ilmiah dan spiritual, pada tahun 1371 H.

Di Najaf, beliau mengikuti kuliah mujtahid-mujtahid kaliber dunia secara intensif, seperti Ayatullah Al-Uzhma Hakim. Di bidang fiqih dan ushul, beliau lebih aktif mengikuti kuliah-kuliah Ayatullah Al-Uzhma Khu`i r.a., dan selama sepuluh tahun, Ayatullah Sistani mengikuti satu paket lengkap ilmu ushul yang diberikan oleh Syeikh Husein Al-Hilli.

Pada tahun 1381 H., beliau membuka kuliah perdananya dengan kajian spesial kitab┬áAl-Makasib, karya Syeikh Anshari r.a. kemudian dilanjutkan dengan mensyarahi kitab┬áAl-'Urwatul WutsqÔÇÖ. Selang 3 tahun kemudian, beliau memulai paket spesial di bidang ushul. Beliau menutup paket ushul yang ketiga pada bulan SyaÔÇÖban 1411 H. Sebagian besar kuliah-kuliah ilmiah beliau ditranskrip oleh murid-muridnya.

Sang Jenius

Dalam setiap kajian dan kuliah guru-guru besar, Ayatullah Al-Uzhma Sistani selalu tampil dengan potensi dan kapasitas inteligensi yang luar biasa. Beliau tampak unggul di tengah-tengah peserta kuliah.

Kritik dan sense kepekaan ilmiahnya tidak kalah tajamnya dengan kecakapannya dalam menganalisa permasalahan fiqih dan ilmu rijal, ataupun pengenalannya yang luas akan teori-teori yang berkembang di berbagai bidang keilmuan.

Perlu dicatat bahwa dalam masalah kejeniusan terdapat keserupaan ketat antara beliau dan Syahid Shadr r.a. Ijazah ijtihad yang diterimanya dari dua guru besar; Ayatullah Al-Uzhma Khu`i r.a. dan Allamah Syeikh Husein Al-Hilli r.a. adalah bukti atas derajat intelegensi beliau.

Dan bukan rahasia lagi, jika Ayatullah Al-Uzhma Khu`i r.a. tidak pernah memberikan ijazah tertulis kepada satu pun dari murid-muridnya selain kepada Ayatullah Al-Uzhma Sistani dan Ayatullah Syeikh Ali Falsafi.

Bahkan pada tahun 1380 H., beliau telah menerima ijazah ijtihad tertulis dari pakar hadis adihulung masa itu, Allamah Buzurg Tehrani yang mengagumi wawasan pengetahuan beliau di bidang ilmu rijal dan hadis. Artinya, belum genap 31 tahun, Ayatullah Al-Uzhma Sistani telah mencapai derajat keilmuan yang tinggi.

Karya Ilmiah

Hampir 34 tahun yang lalu, Ayatullah Al-Uzhma Sistani telah memulai kuliah spesial fiqih, ushul dan Rijal. Di sepanjang tahun-tahun itu, beliau menyelesaikan kajian-kajiannya seputarmakasib, thaharah, shalat, qadha`, khumus dan beberapa kaidah-kaidah fiqih seperti riba, taqiyah dan ilzam. Khusus di bidang ushul, beliau telah menyelesaikan kuliah-kuliah ushulnya selama tiga putaran. Sebagian dari bahasan putaran-putaran ini, seperti prinsip-prinsip praktis, kini sedang diproses untuk segera diterbitkan.

Bahkan Syeikh Mahdi Murwarid, Allamah Sayid Habib Huseiniyan, Sayid Murtadha Isfahani, Allamah Sayid Ahmad Madadi, Syeikh Baqir Irawani dan ulama-ulama serta pengajar-pengajar ulung Bahtsul Kharij, acap kali merujuk kepada kajian-kajian beliau sebagai referensi dan obyek pengembangan ilmiah mereka.

Di samping kegiatan mengajar dan mendidik, Ayatullah Al-Uzhma Sistani sangat produktif sekali melahirkan karya-karya tuils, termasuk mentraskrip kuliah guru-guru besar beliau, diantaranya:

1) Syarah kitab Al-'Urwahtul Wutsqa

2) Kajian-kajian Ushul

3) Bab Qadha`

4) Bab┬áBaiÔÇÖ

5) Risalah tentang Pakaian Mayat

6) Risalah tentang kaidah Yad

7) Risalah tentang Shalat Musafir

8) Risalah tentang kaidah┬áTajÔÇÖwuz wal FarÔÇÖgh

9) Risalah tentang Qiblat

10) Risalah tentang Taqiyah

11) Risalah tentang Kaidah Ilzam

12) Risalah tentang Ijtihad dan Taklid

13) Risalah tentang Kaidah La Dharara wa La Dhirar

14) Risalah tentang Riba

15) Risalah tentang Nilai Validitas (Hujjiyah) Surat-surat Ibnu Abi ÔÇÿUmair

16) Kritik atas Risalah Tashhih Asanid Ardabili

17) Syarah Masyayikhah At-Tahdzibain

18)Risalah tentang aliran ulama klasik tentang nilai validitas hadis

Dan beberapa karangan serta risalah ilmiah lain berkenaan dengan hukum-hukum khusus bagi mukallid.

Metode Kajian

Terdapat sejumlah keistimewaan metodologi yang dimiliki oleh Ayatullah Al-Uzhma Sistani yang tidak ditemukan dalam metode-metode kajian guru-guru besar kontemporer di sepanjang kajian-kajian ushul, diantaranya:

Sering kali pendekatan sejarah mampu menguak aspek dan dimensi-dimensi hakikat suatu masalah serta memperjelas cara pandang dan penyelesaian yang pernah diajukan para ahli.

Sebagai contoh, sebuah hadis menyebutkan bahwa Nabi SAWW (di perang Khaibar) menyatakan haram memakan daging keledai. Sebagaian fuqaha` mempelajari redaksi hadis ini secara harfiah; huruf demi huruf, sehingga mereka sampai pada sebuah kesimpulan bahwa daging tersebut berdasarkan hadis di atas adalah haram.

Padahal, jika kita cermati situasi dan kondisi yang melingkupi penyabdaan hadis tersebut, kita akan menyingkap inti maksud Nabi SAWW di balik hadis itu. Perang melawan kaum Yahudi Khaibar memerlukan banyak perlengkapan senjata, yang hanya mungkin dibawa oleh hewan-hewan seperti kuda, unta dan keledai. Dengan demikian, dapat kita simpulkan bahwa maksud hadis itu adalah larangan demi suatu maslahat temporal kondisi saat itu menuntut suatu perintah yang bukan kategori penetapan hukum syariÔÇÖat; haram ataupun makruh.

Lebih dari itu, hendaknya seorang faqih mengenal dengan cermat hadis-hadis Ahlul Bayt a.s. dan perawi-perawinya, karena pengetahuan ilmu Rijal bagi seorang mujtahid merupakan keharusan mutlak.

Kehandalan dan pengalaman beliau dalam beristimbat nampak pada kesimpulan-kesimpulan hukumnya yang unik dan berbeda dengan pendapat-pendapat yuridis yang umum di kalangan fuqaha`.

Adapun metodologi fiqih beliau dapat kita urut sebagai berikut:

a). Perbandingan antara fiqih syiÔÇÖah dan pelbagai mazhab Islam. Tidak syak lagi, mengenal pemikiran fiqih Ahlussunnah di masa-masa penyusunan kitab-kitab induk hadis dapat menyempurnakan pemahaman kita akan maksud-maksud para imam ma'shum a.s. dari suatu hadis dan riwayat.

b). Pemanfaatan disiplin ilmu-ilmu hukum kontemporer pada sebagian bab-bab fiqih, seperti menelaah undang-undang dasar negara Irak, Mesir dan Prancis. Ketika membahas bab BaiÔÇÖ┬á(jual-beli) dan┬áKhiyarat, karena pengenalan metode-metode yuridis terkini banyak memperkaya pengalaman-pengalaman sang mujtahid atau faqih, dan membantunya dalam menganalisa kaidah-kaidah fiqih serta memperluas wawasan tipikal pemikirannya, untuk kemudian menerapkan poin-poin penting yang didapatkannya.

c). Ayatullah Al-Uzhma Sistani berupaya menspesifikasikan sebagian kaidah-kaidah fiqih, pada saat sebagian banyak mujtahid kita menggunakan kaidah-kaidah itu utuh seperti awal mereka menerimanya dari mutahid-mujtahid terdahulu.

Kepribadian yang Luhur

Siapa saja yang bergaul dan bersua dengan beliau dari dekat, akan dengan mudah mengenal sebuah kepribadian karakteristik dan ideal. Keluhuran pribadi Ayatullah Al-Uzhma Sistani menempatkan dirinya sebagai sosok teladan yang unggul dan ulama rabbani.

Berikut contoh mulia dari etika mulia Ayatullah Al-Uzhma Sistani yang pernah saya saksikan:

Meski tidak jarang situasi yang demikian memberi banyak manfaat bagi pelajar-pelajar itu sendiri. Namun pada saat yang sama, kekasaran dan ketegangan bukanlah cara yang sehat dalam diskusi, bahkan acapkali melemahkan semangat diskusi para pelajar, menyia-nyiakan waktu dan tujuan Ilmiah.

Berbeda dengan kuliah-kuliah Ayatullah Al-Uzhma Sistani dan peserta-pesertanya. Interaksi antara pengajar dan pelajar berlangsung dalam atmosfir yang sopan dan damai. Hal itu nampak lebih jelas lagi ketika beliau menanggapi pertanyaan-pertanyaan remeh, bahkan tak berdasar. Keistimewaan lain dari kuliah-kuliah beliau, mengulang-ulang sebuah jawaban sehingga pelajar memahami benar obyek bahasan. Jika pelajar bersikeras pada pandangan pribadinya, beliau selalu memilih diam.

Di hauzah Najaf, Ayatullah Hakim dan Ayatullah Khu`i r.a. dikenal sebagai simbol etika terpuji, dan segala yang kusaksikan dari kepribadian Ayatullah Sistani tidak kurang dari akhlak guru-guru beliau.

Di akhir setiap pelajaran, beliau selalu meminta murid-murid untuk bertanya. Beliau selalu menekankan pada murid-murid agar menghormati para guru dan ulama, serta bersikap sesopan dan seramah mungkin dalam bertanya atau berdiskusi dengan mereka. Di samping itu, beliau banyak menukil kisah-kisah budi luhur guru-guru beliau.

Maka, jika ulama-ulama itu menghadapi bahaya yang mengancam maslahat dan keutuhan umat Islam atau hauzah seperti pergolakan sosial atau kerancuan di sebagian ajaran-ajaran Islam, mereka pasti segera hadir di tengah kemelut, karena mereka menyadari benar bahwa setiap ulama mesti hadir dengan ilmunya dalam situasi-situasi yang sulit. Di sini, Ayatullah Al-Uzhma Sistani dalam situasi-situasi demikian lebih memilih diam, sebagaimana dalam menanggapi situasi pasca meninggalnya Ayatullah Burujerdi dan Ayatullah Hakim r.a. dan munculnya individu-individu tak bertanggung jawab serta persaingan mereka dalam memperebutkan kedudukan. Ayatullah Sistani konsisten dengan pendirian kuatnya itu. Beliau sama sekali tidak pernah mau memperjudikan tujuan utamanya dengan kepuasan duniawi, derajat, kedudukan dan kekuasaan.

Kedudukan MarjaÔÇÖ

Sebagian guru-guru besar hauzah ilmiah Najaf menuturkan bahwa setelah wafatnya Ayatullah Nashrullah Mustanbat, sekelompok ulama menemui Ayatullah Khu`i r.a. dan memohon kepada beliau agar mempersiapkan pengganti yang memiliki kriteria marja di hauzah ilmiah Najaf. Maka, Ayatullah Khu`i r.a. menunjuk Ayatullah Sistani, karena tingkat keilmuan, ketakwaan dan kepribadiannya yang kuat. Hal ini bermula dari shalat jamaah yang dipimpin beliau di mihrab Ayatullah Khu`i r.a. kemudian membahas dan mengomentari risalah dan aliran ilmiah beliau.

Ketika Ayatullah Khu`i r.a. wafat, beliau adalah satu dari para pelayat jenazah Almarhum. Beliau pula yang memimpin shalat jenazah untuknya.

Setelah itu, beliau mulai memegang kendali kepemimpinan hauzah ilmiah dan mulai mengirim dan memberikan bagian dan hak-hak (jaminan santunan sosial) serta menyampaikan kuliah-kuliah di atas mimbar Ayatullah Khu`i r.a.

Dengan demikian, Ayatullah Sistani nampak populer di Irak, negara-negara teluk Persia, India, dan Afrika, khususnya di kalangan remaja. Ayatullah Sistani merupakan salah satu mujtahid kaliber dengan kedalaman ilmunya. Mayoritas guru-guru besar hauzah Ilmiah Qom,Iran dan Najaf, Irak memberikan kesaksian atas kedudukan ilmu beliau.

Akhirnya, kami memohon kepada Allah SWT, agar selalu mencurahkan berkah beliau kepada kaum muslimin.