کمالوندی
Presiden Raisi: Iran Siap Bantu Korban Banjir Pakistan
Presiden Republik Islam Iran menyampaikan kesiapan Iran untuk memberikan bantuan kepada negara tetangga Pakistan yang terkena bencana banjir.
Menyusul banjir skala besar dalam beberapa hari terakhir di sebagian besar wilayah Pakistan yang telah menewaskan sekitar 1.000 orang, pemerintah Pakistan mengumumkan keadaan darurat nasional dan meminta bantuan negara-negara tetangga dan masyarakat internasional untuk membantu mengatasi dampak bencana banjir di negaranya.
Presiden Republik Islam Iran, Sayid Ebrahim Raisi dalam percakapan telepon dengan Perdana Menteri Pakistan, Shehbaz Sharif hari Sabtu (27/8/2022) menyatakan simpati dan belasungkawa kepada pemerintah dan rakyat Pakistan atas terjadinya bencana banjir baru-baru ini, dan menekankan kelanjutan hubungan persahabatan dan persaudaraan antara kedua negara.
Presiden Republik Islam Iran mengeluarkan instruksi kepada lembaga-lembaga terkait untuk memberikan bantuan dasar yang diperlukan kepada orang-orang Pakistan, dan menegaskan kesiapan Republik Islam Iran untuk memberikan bantuan apa pun yang diperlukan negara tetangganya itu
Shehbaz Sharif, Perdana Menteri Pakistan dalam percakapan telpon dengan Presiden Iran menyampaikan laporan kerusakan dan korban banjir dalam beberapa hari terakhir di negara ini, serta menghargai simpati dan bantuan yang diberikan oleh pemerintah dan bangsa Iran kepada rakyat negara ini.
"Republik Islam Iran selalu menjadi tetangga dan pendamping yang suportif dan bersahabat selama masa-masa sulit Pakistan," ujar PM Pakistan.
Bencana banjir yang melanda Pakistan menimbulkan korban jiwa yang besar, dan menyebabkan kerusakan material yang parah.
Afghanistan, Agenda Sidang Dewan Keamanan PBB
Dewan Keamanan PBB akan mengkhususkan sidang mendatangnya untuk mengkaji kondisi Afghanistan saat ini.
Seperti dilaporkan Kantor Berita AVA, media PBB seraya membenarkan penyelenggaraan sidang Dewan Keamanan Senin (29/8/2022) menyatakan, sidang ini akan digelar tertutup dan membahas isu Afghanistan.
Masih menurut sumber ini, di sidang ini akan dibahas kondisi ekonomi dan kemanusiaan Afghanistan.
Naseer Ahmad Faiq, supervisor delegasi Afghanistan di PBB kepada media mengatakan, "Martin Griffiths, koordinator PBB akan menyampaikan laporannya mengenai kondisi Afghanistan."
Sidang Dewan Keamanan untuk membahas kondisi kemanusiaan Afghanistan digelar ketika bencana banjir terbaru di berbagai wilayah Afghanistan memberi kerugian besar terhada warga, dan menambah kesulitan ekonomi negara ini.
Bencana banjit ini menewaskan dan menciderai lebih dari 400 orang. Banjir juga menghancurkan ribuan rumah, dan merusak ribuan hektar ladang pertanian di berbagai wilayah Afghanistan.
Ekspor Petrokimia Iran Naik
Juru Bicara Bea Cukai Iran mengkonfirmasi ekspor 9,132 miliar dolar produk petrokimia selama lima bulan pertama tahun ini (1401 HS dalam kalender Iran).
"Lima item pertama produk ekspor Iran adalah produk petrokimia," ujarnya.
Menurut laporan FNA, Jubir Bea Cukai Iran, Sayid Rohollah Lutfi mengungkapkan, selama lima bulan lalu sebanyak 16,554 ribu juta ton beragam produk petrokomia senilai 9,132 miliar dolar diekspor Iran ke berbagai negara.
Lutfi menambahkan, total ekspor produk Iran selama lima bulan pertama tahun 1401 HS mencapai 44,75 juta ton senilai 20,924 miliar dolar, di mana di antara ekspor tersebut 16,554 juta ton senilai 9,132 miliar dolar adalah produk petrokimia yang menempati 38 persen berat dan 44 persen nilai total ekspor selama lima bulan tahun ini.
Terkait item utama ekspor produk petrokimia, Lutfi mengatakan, lima item pertama produk ekspor Iran adalah produk petrokimia yang naik 59 persen dari sisi berat dan 188 persen dari sisi nilai di banding tahun lalu.
Diplomasi ekonomi Iran khususnya dengan negara-negara tetangga menjadi agenda pemerintah ke-13, sehingga dengan kenaikan ekspor dan devisa yang masuk ke negara, dapat digunakan untuk merealisasikan ekonomi muqawama dan untuk sebuah langkah mendasar.
Pemerintah ke-13 Iran sejak mulai bekerja pada 3 Agustus 2021, mampu mengambil langkah untuk mematahkan sanksi zalim Amerika melalui kebijakan ini.
Guterres Kontak Menlu Iran Bahas JCPOA
Juru bicara sekjen PBB mengkonfirmasi kontak telepon Sekjen PBB, Antonio Guterres dengan Menlu Iran, Hossein Amir-Abdollahian sehari setelah Amerika memberi jawaban pandangan dan tuntutan Iran terkait usulan Uni Eropa soal perundingan pencabutan sanksi.
Juru bicara Kemenlu Iran, Nasser Kanaani mengkonfirmasi bahwa Tehran telah menerima tanggapan dari pemerintah AS atas pandangan Iran mengenai penyelesaian masalah yang tersisa dalam negosiasi pencabutan sanksi melalui koordinator Eropa.
"Evaluasi padangan Amerika telah dimulai, dan Republik Islam Iran akan mengumumkan pandangannya kepada koordinator Eropa setelah evaluasi ini selesai," papar Kanaani.
Seperti dilaporkan IRNA, Stéphane Dujarric, jubir sekjen PBB Kamis (25/8/2022) waktu setempat kepada wartawan mengkonfirmasi dialog via telepon antara Guterres dan Amir-Abdollahian terkait JCPOA dan mengatakan, kedua pihak membahas program nuklir Iran dan JCPOA.
Jubir sekjen PBB ini menambahkan, Guterres di kontak ini menekankan urgensi upaya semua pihak JCPOA untuk menghidupkan kembali perjanjian ini.
Menurut Stéphane Dujarric, Traktat Non-Proliferasi Nuklir (NPT) juga termasuk isu yang dibicarakan kedua pihak.
Putaran negosiasi baru yang berpusat pada pencabutan sanksi AS terhadap Iran, dimulai pada 4 Agustus di Wina dan berakhir pada 8 Agustus. Dalam putaran perundingan ini, beberapa usulan diajukan oleh Enrique Mora, koordinator Uni Eropa dalam perundingan Wina.
Sebagian besar negara yang berpartisipasi dalam pembicaraan Wina, dengan fokus pada pencabutan sanksi yang menindas dan ilegal terhadap Iran, menginginkan penyelesaian negosiasi yang lebih cepat. Tetapi mencapai kesepakatan akhir sedang menunggu keputusan politik Amerika Serikat mengenai beberapa isu penting dan kunci yang masih tersisa.
Presiden Suriah: Fondasi Pemikiran Terorisme harus Diperangi
Presiden Suriah Bashar Assad menegaskan pentingnya untuk memerangi fondasi pemikiran terorisme dan ekstremisme. Dia mengatakan, perang melawan terorisme tidak dapat dicapai hanya dengan menggunakan militer, sebab, ideologi ekstremis tidak mengenal batas, dan menyebar dengan cepat dari satu negara ke negara lain.
Hal itu disampaikan Assad dalam pertemuan dengan Wakil Menteri Hubungan dan Kerja Sama Internasional Republik Afrika Selatan Candith Mashego Dlamini seperti dilansir SANA, Jumat (26/8/2022).
Presiden Suriah menekankan pentingnya hubungan bersama antar negara untuk membangun stabilitas dan keamanan dan mencerabut fondasi pemikiran terorisme.
"Dunia menjadi lebih kompleks dan rumit dari hari ke hari dan kompleksitas ini bukan karena masalah Ukraina itu sendiri atau perkembangan di Suriah, Yaman dan Libya dan wilayah lain, tetapi karena konsekuensi dan efek ekonomi dari kerusuhan ini, yang menyebabkan ketidakstabilan di tingkat internasional," kata Assad.
Presiden Suriah juga menegaskan perlunya penanganan terorisme dan menuturkan, ideologi ekstremis dan teroris disebarkan melalui internet dan media sosial, dan fakta ini meningkatkan perlunya untuk memperhatikan peningkatan hubungan bilateral antar negara di bidang keamanan, budaya dan ekonomi.
Presiden Assad lebih lanjut mengapresiasi peran Afrika Selatan sebagai negara merdeka dan independen di tingkat internasional, dan berterima kasih atas dukungan negara tersebut kepada rakyat Suriah dalam perang melawan terorisme dan membela hak-hak warga Suriah di wilayah pendudukan Dataran Tinggi Golan.
Dalam pertemuan tersebut Wakil Menteri Hubungan dan Kerjasama Internasional Republik Afrika Selatan menyinggung periode panjang ketidakstabilan negaranya dan dukungan Suriah pada masa itu.
Candith Mashego Dlamini mengatakan, perkembangan hari ini di Suriah membutuhkan partisipasi dan diskusi kolektif untuk menemukan solusi keluar dari krisis.
Ketua Nuklear Iran: Israel Merancang Perang Psikologi Terhadap Kerja Nuklear Iran
Bercakap kepada pemberita pada Selasa (23/8), Ketua Pertubuhan Tenaga Atom Iran (AEOI) Mohammad Islami pernah menolak tuduhan baru-baru ini. Yang dilemparkan oleh Agensi Tenaga Atom Antarabangsa (IAEA) terhadap kerja-kerja nuklear konvensional Tehran.
“Isu yang paling penting ialah Iran adalah penandatangan kepada Perjanjian Non-Proliferasi Nuklear (NPT). Semua aktiviti nuklear Republik Islam Iran adalah mengikut Perjanjian Perlindungan. IAEA hadir di Iran dan memantau dengan teliti aktiviti nuklear negara itu,” katanya.
Islami seterusnya menggesa IAEA supaya tidak menuduh Iran berdasarkan dakwaan yang dibuat oleh rejim Tel Aviv dan menegaskan Tehran tidak akan sesekali mengalah kepada pendekatan politik badan pemerhati nuklear PBB yang dipengaruhi oleh Israel.
Beliau juga berkata bahawa Iran percaya kenyataan yang dibuat oleh IAEA baru-baru ini telah diputarbelitkan untuk tujuan politik. Dan memberi amaran bahawa tekanan Israel telah menyimpang daripada laporan badan pemerhati nuklear PBB daripada pendekatan teknikal.
Beliau seterusnya berkata Iran menjangkakan IAEA tidak mengendahkan kekecohan yang dibuat oleh rejim Israel terhadap program nuklearnya selama lebih 20 tahun. Dan menegaskan bahawa badan pemerhati nuklear PBB tidak seharusnya membiarkan pengaruh politik entiti tertentu mempengaruhi keputusannya.
Awal minggu ini, Grossi mengulangi tuduhan awal terhadap Republik Islam Iran, dan meminta Iran menjelaskan apa yang didakwanya sebagai “kesan uranium yang diperkaya” yang ditemui di tapak penyelidikan nuklear negara itu tiga tahun lalu.
Dalam temu bual dengan CNN pada hari Isnin, Grossi berkata Agensi itu tidak akan menghentikan siasatan tanpa penjelasan teknikal yang boleh dipercayai daripada Iran.
Sementara itu Iran telah menyediakan maklumat dan akses yang diperlukan kepada IAEA.
Tuntutan IAEA dipercayai menjadi salah satu halangan utama kepada kebangkitan semula perjanjian Iran 2015, yang ditinggalkan AS pada 2018 dan mendakwa ia mahu kembali.
Tuntutan IAEA dipercayai menjadi salah satu halangan utama kepada kebangkitan semula perjanjian Iran 2015, yang telah ditinggalkan AS pada 2018 dan kini mahu kembali.
Iran dan baki parti JCPOA – Rusia, China, Perancis, Britain dan Jerman – memulakan perbincangan di ibu negara Austria, Vienna pada April tahun lalu. Walaupun pihak-pihak telah mencatat kemajuan dalam beberapa pusingan rundingan dan keraguan yang ditunjukkan oleh Washington telah menghalang kejayaan yang ketara.
Isnin lalu, Iran berkata ia telah menjawab cadangan EU yang bertujuan untuk menyelamatkan perjanjian nuklear 2015 dan kini giliran Washington untuk menunjukkan realisme dan fleksibiliti jika ia benar-benar mahu perjanjian muktamad dicapai.
AS kini dikatakan sedang mengkaji maklum balas Iran terhadap cadangan itu dan dijangka memberikan jawapannya sendiri dalam beberapa hari.
Yaman Menyimpan Naskah Al-Quran Tulisan Tangan Imam Ali
Naskah al-Quran dalam tulisan tangan Amirul Mukminin Ali as disimpan di perpustakaan Masjid Kabir Sanaa. Menurut laporan televisi al-Masirah hari Sabtu (23/04/2022), Ali al-Daulah, direktur perpustakaan Masjid Kabir Sanaa, ibu kota Yaman, menilai upaya melindungi naskah al-Quran di negara ini sebagai dokumen yang kredibel tentang hubungan rakyat Yaman dengan Imam Ali as.
Di perpustakaan Masjid Kabir Sanaa, beberapa manuskrip disimpan, tetapi mushaf ini adalah salah satu yang paling penting dan menonjol.
Al-Daulah menambahkan bahwa bagian-bagian dari halaman al-Quran diresapi dengan zat yang menurut para ahli, adalah darah syuhada.
Ali al-Daulah, direktur perpustakaan Masjid Kabir Sanaa mengatakan bahwa mushaf ini terdiri dari dua jilid, yang pertama dari awal hingga akhir Surah Kaf dan jilid kedua dari Surah Maryam hingga Surah al Hasyr.
“Mus’haf ini memiliki nilai sejarah di seluruh dunia Islam karena merupakan al-Quran tertua di dunia Islam dan Yaman, di mana dari awal hingga akhir ditulis dengan satu gaya penulisan,” kata Hammoud al-Ahnumi, seorang peneliti Islam dan anggota Asosiasi Ulama Yaman.
Sebelumnya, naskah asli mushaf ini disimpan di masjid Syahidain. Masjid Syahidain terkait dengan nama Qasim dan Abdurrahman, dua anak Ubaidullah bin Abbas, wakil Imam Ali as di Yaman yang gugur syahid di tangan pengikut Muawiyah bin Abi Sufyan.(spn/sl)
Masjid Imam Ali as di Yaman
Salah satu masjid kuno tertua dalam sejarah Yaman dan dalam sejarah Islam pada umumnya adalah Masjid Imam Ali ibn Abi Thalib as di kawasan lama Sanaa.
Menurut sejarawan, pembangunan masjid ini dimulai pada tahun kedelapan Hijriyah, yaitu dibangun dua tahun setelah pembangunan Masjid Jami' Sanaa.
Menarik untuk dicatat bahwa masjid itu dihiasi dengan tulisan Kufi (Hadde Kufi) yang dikaitkan dengan kota Kufah.
Masjid ini dikatakan telah didirikan pada periode awal Islam, diperkirakan pada tahun 633 Sementara tanggal pasti konstruksi tidak diketahui, renovasi tercatat paling awal terjadi di bawah Khalifah al-Alid I pada awal abad ke-8, menyiratkan kemungkinan tanggal konstruksi lebih awal. Masjid tersebut dilaporkan dibangun sebagian dari spolia dari Istana Ghumdan era Himyarite dan dari Gereja Kristen Axumite al-Qalis yang sebelumnya menempati situs tersebut. Masjid Agung adalah yang terbesar dan paling terkenal dari lebih dari seratus masjid di Kota Tua Sana'a.
Bangunan ini telah mengalami renovasi pada abad ke-8, abad ke-13, dan pada masa Ottoman. Sebuah temuan arkeologi penting adalah manuskrip Sana'a, ditemukan di sana selama restorasi pada tahun 1972. Saat ini, Masjid Agung Sana'a adalah bagian dari Situs Warisan Dunia UNESCO Kota Tua Sana'a.
Lokasi
Kota Sana'a adalah pusat militer kerajaan pra-Islam Sabeans dan merupakan pusat penting bagi Kerajaan Himyarite. Masjid, yang ditugaskan oleh Nabi Muhammad, yang menginstruksikan untuk pembangunannya di dalam taman gubernur Persia, dibangun di atas reruntuhan Istana Ghumdan Sheba, di antara dua wilayah Sana'a pada saat itu: al-Qati dan al-Sirar. Masjid Agung dibangun di dekat suq, yang sudah ada pada saat pembangunannya.
Di tahun-tahun berikutnya, perencanaan kota, perluasan dan orientasi sangat dipengaruhi oleh pembangunan Masjid Agung dan dua masjid lainnya di sisi utara kota.
Arsitektur
Masjid Agung dibangun dengan gaya batu loncatan, yang dihubungkan dengan batu Abyssinian Axumite kuno yang serupa. Langit-langit kayu, terbuat dari kayu lacunari, diukir dan dicat.
Halaman tengah berukuran 80 kali 60 meter (260 kaki × 200 kaki), dengan ruang sholat diatur dalam arah utara-selatan.Aula dengan tiga lorong yang disejajarkan di sepanjang arah timur-barat dibangun dengan bahan-bahan dari periode pra-Islam yang dibawa dari daerah lain. Di dalam halaman terdapat struktur kubah yang berasal dari abad ke-16. Ini adalah bangunan Ottoman yang menyerupai Ka'bah di Mekah, namun dikatakan bahwa keduanya tidak terhubung karena lapisan bahan berwarna yang bergantian, yang merupakan teknik ablaq, sebelum Islam di wilayah tersebut. Bangunan ini pertama kali berfungsi sebagai perbendaharaan masjid, dan kemudian sebagai tempat penyimpanan wakaf dan memiliki perpustakaan besar dan manuskrip kuno lainnya. Bangunan ini mungkin awalnya memiliki fitur air seperti kolam wudhu di bawahnya bagi mereka yang ingin bersuci ketika mengunjungi masjid.
Arcade batu interior dari atap datar masjid disarankan untuk menjadi fitur arsitektur Bizantium dari Kekaisaran Axumite. Ini dibuktikan dengan fakta bahwa Kekaisaran Axumite mendirikan katedral terbesarnya di dalam kota Sana'a dan sisa-sisa katedral ini, serta dari istana Gumdan dan tempat-tempat ibadah Kristen dan Yahudi, dimasukkan ke dalam Masjid Agung. Bukti lebih lanjut dari hubungan ini adalah sebuah prasasti dalam bahasa pra-Islam di wilayah tersebut, Sabaic, dalam dukungan lengkungan batu yang digunakan kembali menyiratkan bahwa itu terhubung dengan arsitektur Bizantium.
Menara barat, yang dibangun selama restorasi Ratu Arwa binti Ahmad, mirip dengan masjid-masjid pada periode yang sama yang dibangun di Kairo, karena hubungannya yang erat dengan dinasti Fatimiyah di Mesir.
Imam Husain As dan Makna Tsârallâh
Tsar di samping bermakna menuntut darah juga bermakna darah yang mengucur.
Sesuai dengan makna pertama, Imam Husain As disebut sebagai Tsârallâh karena merupakan wali Darah dan orang yang menuntut darahnya adalah Allah Swt.
Namun apabila Tsârallâh dimaknai sebagai darah Tuhan, berdasarkan beberapa dalil yang akan dijelaskan sebagai berikut, Imam Husain As disebut sebagai Tsârallâh:
Tsâr ditambakan pada kata Allah menjadi kata majemuk untuk menjelaskan bahwa darah ini adalah darah mulia; penambahan ini disebut sebagai penambahan yang memberikan kemuliaan (idhafa tasyrifiyyah)
Manusia sempurna yang pada tingkatan-tingkatan kesempurnaan sampai pada makam qurb farâidh akan menjadi Yadullâh, Lisânullâh dan Tsârullâh; artinya ia akan menjadi tangan Tuhan sedemikian sehingga apabila Tuhan hendak melakukan sebuah pekerjaan maka pekerjaan itu dilakukan melalui tangannya. Ia akan menjadi lisan Ilahi sedemikian sehingga apabila Allah Swt ingin bertutur kata maka dengan lisan orang tersebut Dia akan bertutur kata. Ia akan menjadi Tsârullâh (darah Tuhan) sedemikian sehingga apabila Allah Swt hendak memberikan kehidupan pada agamanya maka Dia akan menggunakan darah orang tersebut. Imam Husain As adalah Tsârullâh; karena darah yang tumpah dari imam telah menyebabkan kehidupan baru berhembus kepada agama.
Kami meyakini bahwa makna pertama meski merupakan makna yang benar namun makna kedua juga merupakan makna yang tepat atas penamaan ini dan bagi seorang ahli yang menelusuri kedalaman makna ini menempatkan makna ini sebagai prioritas dengan beberapa alasan.
Jawaban Detil:
Sehubungan dengan masalah ini pertama-tama harus dikatakan bahwa gelar ini disematkan untuk dua Imam Maksum As, Imam Ali As dan Imam Husain As. Dalam ziarah Imam Husain As kita membaca, “Assalamu ‘alaika Ya Tsârallâh wabna Tsârihi”[1] Salam padamu wahai Darah Tuhan dan anak darah Tuhan.
Terkait dengan makna Tsarallâh terdapat dua kemungkinan:
Bermakna menuntut darah: Dalam kamus kata “al-tsâr” bermakna “al-thalab biddam” (menuntut darah). Atas dasar itu, Tsârallâh artinya seseorang yang walinya dan orang yang menutut darahnya adalah Tuhan.
Perlu kita ketahui bahwa seruan menuntut darah Husain As yaitu syiar “ya litsarat al-Husain” syiar kebangkitan Tawwabin dan juga pemberontakan Mukhtar.[2] Demikian juga syiar para malaikat yang berdiam di samping kuburannya hingga kemunculan Imam Zaman As,[3] dan juga syiar Imam Mahdi Ajf tatkala bangkit[4] dan syiar para sahabatnya yang rela untuk mati syahid bersamanya.[5]
Makna kata “Tsârallâh” yang telah dijelaskan adalah makna yang diterima sekelompok besar ulama Islam;[6] sesuai dengan makna ini, Tsârallah artinya orang yang menebus darahmu yang berharga (wahai Husain) adalah Allah Swt dan Dialah yang akan menebus darahmu; karena engkau tidak hanya dimiliki oleh satu keluarga sehingga kepala keluarga yang harus mengambilnya, dan juga bukan miliki suatu suku sehingga kepala suku yang harus menuntutnya. Engkau (Wahai Husain) adalah milik dunia kemanusiaan. Engkau miliki alam eksistensi dan Zat suci Allah Swt. Karena itu, orang yang harus menuntut darahmu adalah Allah Swt sendiri. Demikian juga, engkau adalah putra Ali bin Abi Thalib As yang gugur di jalan Allah dan Allah jugalah yang akan menuntut darahnya.
Tsârallâh bermakna darah Tuhan; Dari ucapan Allamah Majlisi Ra disimpulkan bahwa al-Tsâr bermakna darah dan menuntut darah.[7] Dan yang menyokong ucapannya adalah makna yang ditunjukkan dalam kitab Lisân al-‘Arab terkait dengan makna kata “al-tsar.”
Lisan al-‘Arab menyatakan, “al-tsar al-thalab biddam wa qila: al-dam nafsuhu” artinya bahwa kata al-tsar bermakna menuntut darah dan disebutkan bahwa darah itu sendiri.[8] Karena itu dapat dikatakan bahwa Husain adalah darah Tuhan namun apakah makna ini dapat diterima dan apakah Tuhan itu sosok jasmani yang memiliki darah serta apakah benar kita dapat mengilustrasikan Tuhan seperti ini?
Dalam menjawab pertanyaan ini harus dikatakan bahwa kata-kata seperti Yadullah dan lain sebagainya yang digunakan dalam kebudayaan Islam merupakan sebuah ungkapan kiasan atau majas;[9] misalnya disebutkan bahwa Ali As itu adalah Yadullah tentu bukan maksudnya ingin mengatakan bahwa Allah Swt itu benda dan seperti manusia memiliki tangan dan tangan-Nya adalah Imam Ali As. Maksud Yadullah di sini adalah bahwa Ali As adalah jelmaan kekuatan (qudrah) Ilahi. Atas dasar itu pembenar penyebutan gelar Tsârallâh atas Imam Husain As boleh jadi didasari oleh tiga kemungkinan berikut ini:
Idhafa “tsara” pada “Allah” adalah idhafah tasyrifiyah; artinya darah ini ditambahkan pada Allah Swt yang merupakan Entitas termulia sehingga darah tersebut memperoleh kemuliaan dan untuk diketahui bahwa darah ini adalah darah mulia; karena tumpah demi Allah Swt. Karena itu darah tersebut adalah milik Allah Swt sebagaimana redaksi ayat yang menyatakan, “hadzihi naqatullah”[10] naqah ditambahkan kepada Allah Swt atau pada redaksi “baitullah” dan “’inda baitika al-muharram”[11] kata “bait” ditambahkan pada Allah dan kata ganti orang pertama untuk memperoleh kemuliaan.[12]
Manusia sempurna yang pada tingkatan-tingkatan kesempurnaan sampai pada makam qurb farâidh[13] akan menjadi Yadullâh, Lisânullâh dan Tsârullâh; artinya ia akan menjadi tangan Tuhan sedemikian sehingga apabila Tuhan hendak melakukan sebuah pekerjaan maka pekerjaan itu dilakukan melalui tangannya. Ia akan menjadi lisan Ilahi sedemikian sehingga apabila Allah Swt ingin bertutur kata maka dengan lisan orang tersebut Dia akan bertutur kata. Ia akan menjadi Tsârullâh (darah Tuhan) sedemikian sehingga apabila Allah Swt hendak memberikan kehidupan pada agamanya maka Dia akan menggunakan darah orang tersebut. Imam Husain As adalah Tsârallâh; karena darah yang tumpah dari imam telah menyebabkan kehidupan baru berhembus kepada agama.
Bagaimanapun dalam teks-teks agama, gelar “Tsârallâh” dilekatkan untuk Imam Husain As. Kami yakin bahwa makna pertama meski merupakan makna yang benar namun makna kedua juga merupakan makna yang tepat atas penamaan ini dan bagi ahlinya yang menelusuri kedalaman makna ini menempatkan makna ini sebagai prioritas dengan beberapa alasan.
Dalam tinjauan ini, Imam Husain As adalah darah Allah Swt mengingat kucuran darah Imam Husain telah memberikan nafas dan kehidupan baru pada agama serta telah menjadi sebab nama Allah Swt hidup. Tuhan yang secara perlahan dilupakan dan dihapuskan. Ibadah kepada-Nya digantikan oleh adat dan tradisi jahiliyah.
Karena itu disebutkan bahwa Islam itu adalah “nabawi al-huduts wa husaini al-baqa” dan jelas bahwa manusia untuk tetap dapat melangsungkan hidupnya memerlukan darah dan mengalirnya darah dalam pori-pori adalah simbol hidup dan kehidupan. Tatkala darah tidak lagi mengalir dan berhenti bergerak maka manusia akan mati. Persis untuk kelestarian Islam juga darah harus mengalir dalam pori-pori dan berdasarkan hal tersebut apabila suatu hari darah ini terpisah dari rangka badan maka kematian sudah pasti baginya dan setelah itu apa yang tersisah hanyalah seonggok jasad tanpa ruh dan jiwa.[14] [iQuest]
[1]. Muhammad bin Ya’qub Kulaini, al-Kâfi, jil. 4, hal. 576. Redaksi doa ini disebutkan pada ziarah pertama bulan Rajab, pertengahan Rajab, Sya’ban dan ziarah Imam Husain As pada hari Arafat.
[2]. Muhammad Baqir Majlisi, Bihâr al-Anwâr, jil. 45, hal. 333; Ali Karami, Dar Sug Amir Âzâdi – Guyâtarin Târikh-e Karbâla, hal. 385.
[3]. Empat ribu malaikat turun untuk membantu Imam Husain As dan mendapati Imam Husain As telah syahid, mereka menanti dan berlumuran tanah di tepi pusara Imam Husain As hingga Imam Mahdi Ajf muncul dan membantunya. Slogan mereka adalah “Ya Litsarati al-Husain.” Syaikh Shaduq As, Al-Âmâli, hal. 130, al-Majlis al-Sabi’ wa al-‘Isyrun; Muhammad Baqir Majlisi, Bihâr al-Anwâr, jil. 44, hal. 286.
[4]. Syaikh Abbas Qummi, Muntahâ al-Âmal, jil. 1, hal. 542; Demikian juga Imam Baqir As bersabda, “Wa al-qaim minna idza qama thalaba bitsarat al-Husain As.” Muhammad Baqir Majlisi, Bihar al-Anwar, jil. 44, hal. 218.
[5]. Muhammad Baqir Majlisi, Bihâr al-Anwâr, jil. 52, hal. 308.
[6]. Ayatullah Makarim Syirazi berkata, “Tsar dalam bahasa Arab tidak pernah disebutkan bermakna darah namun bermakna harga darah. Dalam bahasa Arab darah padanannya adalah dam. Makarim Syirazi, Tafsir Nemune, jil. 4, hal. 229.
[7]. Muhammad Baqir Majlisi, Bihara al-Anwar, jil. 98, hal. 151. Beliau dalam memberikan uraian redaksi kalimat, “Wa annaka tsâruLlâh fi al-Ardh” berkata:
«الثأر بالهمز، الدم و طلب الدم أي أنك أهل ثار الله و الذي يطلب الله بدمه من أعدائه أو هو الطالب بدمه و دماء أهل بيته بأمر الله في الرجعة»
[8]. Muhammad bin Mukarram Ibnu Manzhur, Lisân al-‘Arab, jil. 4, hal. 97.
[9]. Silahkan lihat, Nasir Makarim Syirazi, Tafsir Nemune, jil. 4, hal. 229; Muhsin Qira’ati, Tafsir Nur, jil. 2, hal. 433.
[10]. “Hai kaumku, inilah unta betina dari Allah, sebagai mukjizat (yang menunjukkan kebenaran) untukmu.” (Qs. Hud [11]:64)
[11]. “Ya Tuhan kami, sesungguhnya aku telah menempatkan sebagian keturunanku di lembah yang tidak mempunyai tanam-tanaman di dekat rumah-Mu (Baitullah) yang dihormati.” (Qs. Ibrahim [14]:37)
[12]. Silahkan lihat Sayid Muhammad Husaini Syirazi, Taqrib al-Qur’an ila al-Adzhan, jil. 2, hal. 200.
«هذِهِ ناقَةُ اللَّهِ» الإضافة إلى الله تشريفية، كإضافة مكة إلى الله يقال: «بيت الله»، و إضافة دم الحسين (ع) إلى الله، يقال: «ثار الله»
[13]. Apa yang mendekatkan manusia kepada Allah Swt, apakah itu melalui nawâfil yang bermakna hal-hal yang mendekatkan hamba kepada Tuhan dan Allah Swt tidak mewajibkan hal tersebut, melainkan mereka sendiri yang mewajibkan diri mereka untuk taqarrub kepada Allah. Atau melalui farâidh yang bermakna hal-hal yang diwajibkan Allah Swt kepada para hamba dan para hamba juga menunaikannya dalam memenuhi perintah Allah Swt.
[14]. Untuk telaah lebih jauh silahkan lihat, Qasim Turkhan, Negâresy Irfâni, Falsafi wa Kalâmi be Syakhshiyat-e wa Qiyâm Imam Husain As, hal. 91-104, Intisyarat-e Cilgeragh, Cetakan Pertama, 1388 S. Disebutkan bahwa seluruh literatur yang diberikan bersumber dari software-software Sentral Riset for Islamic Studies Nur.
Peringati Yaumul Quds, Massa Gelar Demo di Semarang
Lagu Indonesia Raya berkumandang membuka aksi demo besar di Bundaran Air Mancur Pahlawan yang dilanjutkan longmarch menuju kompleks kantor gubernur Jawa Tengah, pusat kota Semarang.
Sekitar seribuan pendemo yang terdiri dari anak-anak kecil, orang tua dan muda itu datang dari berbagai pelosok daerah di Jawa Tengah. Dengan penuh semangat terhadap pembelaan Palestina mereka mengibarkan bendera Merah Putih, Palestina, Yaman dan sebagian lagi membawa poster-poster dukungan kepada bangsa tertindas di dunia.
Berbagai bentuk tulisan kecaman terhadap arogansi AS, Saudi Arabia, Inggris dan zionis menambah militansi dan kobaran api semangat para pendemo tanpa mempedulikan sengatan panas siang kota Semarang pada Selasa, 26 April 2022 itu.
Pantauan Islam Times.org' target='_blank'>Islam Times di lapangan, demo dengan tema "al-Quds Poros Global Perlawanan" yang diakhiri sekitar pukul 16:00 itu berjalan tertib dan damai berkat kerjasama yang baik dan terukur antara tim koordinator dengan pihak kepolisian setempat.
Usai Lagu Indonesia Raya, aksi demo damai yang dimulai pukul 14:00 itu dilanjutkan dengan berbagai orasi dari para pimpinan aksi. Yel-yel semangat sebagai dukungan terus mengalir selama tiga jam yang diteriakkan secara serentak oleh massa pendemo mengikuti seruan komando dari atas mobil komando massa.
Sebagai bentuk dukungan dan solidaritas terhadap bangsa Palestina, Yaman dan bangsa-bangsa tertindas di dunia, Solidaritas Muslim Indonesia untuk al-Quds (SMIQ) sebagai koordinator demo, menyatakan sikap sebagai berikut:
1. Mengutuk keras seluruh kebiadaban yang dilancarkan rezim kolonial zionis terhadap rakyat Palestina yang tidak bersenjata, termasuk di Bulan Suci Ramadan ini, mulai dari menculik dan menganiaya anak-anak, kaum perempuan, dan para manula yang sebagian besarnya berakibat fatal, menginjak-injak hak beribadah warga Palestina, menodai kesucian tempat ibadah umat Islam, dan lain-lain.
2. Menolak semua bentuk normalisasi dengan Rezim Kolonial dan Ilegal Zionis “Israel” sebagaimana yang telah dilakukan sejumlah elit diktator dan otoriter di Asia Barat dan Afrika Utara seraya terus berusaha mengingatkan mereka pada fakta bahwa kompromi apa pun dengan dengan pihak penjajah, sama artinya dengan mendukung dan melegalkan penjajahan sekaligus menempatkan dunia dan kemanusiaan dalam situasi yang sangat berbahaya.
3. Mendukung opsi satu negara, yaitu Negara Palestina Merdeka dengan bentuk negara yang diserahkan sepenuhnya pada kehendak Rakyat Palestina melalui Referendum, tanpa campur tangan pihak mana pun, terlebih dari Rezim Arogan AS dan sekutunya.
4. Mengutuk keras agresi brutal Rezim Monarki Saudi ke Yaman sejak 2015 silam serta pelanggaran pasukan koalisi agresor Pimpinan Monarki Saudi terhadap perjanjian gencatan senjata dengan terus melancarkan sejumlah serangan mematikan yang menarget warga sipil dan infrastruktur sosial Yaman.
5. Mengutuk keras aksi provokatif dan vulgar berupa pembakaran Kitab Suci Al-Quran oleh seorang Pimpinan Ekstrimis Swedia dengan penjagaan Pihak Keamanan Swedia dan dukungan Rezim Islamofobi Swedia, yang akan memperpanjang daftar dosa-dosa politik dan keagamaan barat terhadap umat Islam pada khususnya dan umat manusia pada umumnya.
6. Mengutuk keras standar ganda yang diterapkan media-media Barat yang begitu histeris dan jor-joran bila kepentingan mereka terusik seperti dalam kasus operasi militer Rusia ke Ukraina, namun bungkam, mengecilkan, bias, tidak berimbang, dan manipulatif dalam memberitakan tragedi kemanusiaan (yang justru diciptakan dan didalangi rezim arogan AS dan sekutunya) di Palestina, Suriah, Yaman, Irak, Afghanistan, dan lain-lain.
7. Mendesak Pemerintah RI Pimpinan Bapak Joko Widodo yang kami percaya berkarakter patriotik, konstitusional, bermartabat, dan amanah, agar lebih lantang dan kongkrit dalam menyuarakan pembelaannya terhadap bangsa terjajah dan tertindas Palestina dan Yaman di level Internasional maupun Nasional.
Aksi unjuk rasa damai itu ditutup dengan pembacaan doa Wahdah (persatuan) sambil bergandengan tangan, dan diakhiri dengan lantunan lagu Padamu Negeri secara bersama-sama. Massa kemudian membubarkan diri dengan tertib dan kembali ke daerahnya masing-masing di pelosok-pelosok Jawa Tengah.
Sementara itu, pada hari yang sama demo besar-besaran juga digelar di berbagai wilayah tanah air menuntut pembebasan Palestina dan mengutuk penjajahan Saudi Arabia atas Yaman. Di Surabaya dan Jakarta mereka melakukan aksi demo di depan Kedubes Amerika dan Saudi.
Demo Yaumul Quds adalah demonstrasi untuk mengingatkan kita semua akan isu kemusiaan Palestina yang tercabik-cabik oleh zionis. Para demonstran menentang hegemoni, arogansi dan dukungan Amerika, Inggris, Saudi Arabia terhadap zionis israel di tanah pendudukan.
Para demonstran menentang kezholiman yang diprakarsai bapak Revolusi Islam Imam Khomeini sejak 40 tahun terakhir dan disambut dan bergema di seluruh dunia. [MT]




























