Super User

Super User

Rahbar: Dengan Nalar dan Pemikiran Yang Benar Konspirasi Musuh Bisa Dipatahkan

Rahbar atau Pemimpin Besar Revolusi Islam Ayatollah al-Udzma Sayyid Ali Khamenei menyatakan bahwa kebutuhan paling mendesak bagi Dunia Islam adalah kepedulian akan pemikiran, kearifan dan pengetahuan yang tepat akan kubu musuh-musuh Islam serta keharusan untuk memupuk persatuan dengan menghindari isu-isu perselisihan akidah dan konflik sektarian.

Hal itu ditegaskan oleh Rahbar Selasa (27/5) dalam pertemuan dengan para pejabat tinggi negara, duta besar negara-negara Islam, para peserta musabaqah al-Qur'an tingkat internasional dan berbagai lapisan masyarakat yang diselenggarakan seiring dengan peringatan hari Bi'tsah atau pengangkatan Nabi Muhammad Saw sebagai utusan Allah.

Dalam pembicaraannya beliau menegaskan bahwa saat ini umat Islam memandang berkibarnya panji Islam dengan penuh kebanggaan. Di banding keadaan di masa lalu, sekarang kaum muslimin sudah semakin menemukan jatidiri mereka. Sementara, bangsa Iran yang berbekal baik sangka dan yakin akan pertolongan Ilahi terus membukukan kemajuan dan tengah melewati masa-masa sulitnya. Satu demi satu keberhasilan dicapai dalam perjuangannya melawan kezaliman, kebodohan dan ketidakadilan.

Ayatollah al-Udzma Khamenei menyatakan bahwa salah satu faktor penting yang mendasari pengutusan para nabi, khususnya Nabi Muhammad Saw, adalah untuk membimbing umat manusia supaya menggunakan akal dan pemikirannya dengan baik.

"Jika penggunaan logika dan pemikiran sudah membudaya maka banyak masalah dan kesulitan di Dunia Islam akan teratasi," tambah beliau.

Menyinggung pemahaman dan penafsiran dangkal dari berbagai kalangan dalam memandang Islam dan al-Qur'an, Rahbar mengungkapkan, "Pemikiran yang keliru dan pemahaman yang dangkal akan ajaran Islam dan al-Qur'an memunculkan kelompok manusia yang melakukan kezaliman terhadap umat Islam dan membantai mereka secara massal dengan mengatasnamakan Islam. Bahkan di negara-negara Afrika, ada sekelompok orang yang menculik anak-anak gadis yang tak berdosa atas nama Islam."

Rahbar: Dengan Nalar dan Pemikiran Yang Benar Konspirasi Musuh Bisa Dipatahkan

Contoh lain yang beliau sampaikan tentang tidak digunakannya logika secara benar adalah kondisi saat ini yang dipenuhi dengan konflik internal di tubuh umat Islam.

"Jika akal dan nalar digunakan dengan benar, maka akan nampak konspirasi musuh-musuh Islam yang berusaha keras menyulut konflik dan pertumpahan darah antara Syiah dan Sunni dengan memanfaatkan isu-isu perbedaan kepercayaan. Jika akal dan logika digunakan dengan benar konspirasi itu bisa dipatahkan," kata beliau.

Pemimpin Besar Revolusi Islam menyebut persatuan dan pembentukan umat yang satu sebagai satu lagi kebutuhan mendesak bagi Dunia Islam. Seraya menekankan bahwa kubu arogansi sengaja menebar kebencian terhadap Syiah dan Iran untuk menutupi kesulitan mereka dan membela rezim Zionis Israel, beliau menambahkan, "Umat Islam, khususnya kaum cendekiawan dan elit di kalangan mereka, diharap menggunakan kearifan dan kebijaksanaannya untuk mengenal dengan baik kubu-kubu yang memusuhi umat Islam supaya hakikat ini menjadi jelas bagi mereka."

Menyinggung bahwa Dunia Barat tengah menyebarkan jahiliyah gaya baru di dunia saat ini, beliau mengatakan, "Ketidakadilan, diskriminasi, penistaan kehormatan insani, eksploitasi seksual, dan penyebaran budaya bersolek di tengah kaum perempuan adalah manifestasi nyata dari peradaban bobrok yang ditawarkan Barat, dan ini tak lain adalah ajakan untuk kembali ke jahiliyah, dengan gaya dan sarana modern."

Ayatollah al-Udzma Khamenei menyatakan bahwa bangsa Iran meraih kemajuannya berkat keyakinan akan pesan-pesan bi'tsah kenabian, persatuan nasional, keberanian melawan musuh dan kepercayaan akan kebenaran janji-janji pertolongan Allah.

Rahbar menyinggung kesulitan yang ada dan menyebutnya sebagai hal yang wajar terjadi dalam kehidupan manusia. Menurut beliau, orang yang bijak dan arif akan tahan menghadapi kesulitan demi mencapai kemuliaan dan kehormatan insani serta untuk mendekatkan diri kepada Allah Swt. Sementara, orang-orang pandir justeru meninggalkan kepemimpinan Ilahi dan menjadikan syaitan sebagai panutan yang mereka patuhi dengan segala kehinaan.

Terkait dengan hal ini, beliau menyebutkan panduan yang diberikan oleh al-Qur'an dan menambahkan, "Berdasarkan ayat-ayat Qur'ani, manusia yang mengejar kemuliaan tidak melalui petunjuk dan kepemimpinan Ilahi tetapi dengan mengikuti musuh-musuh Islam dan musuh kemanusiaan dan kepemimpinan syaitani tak akan pernah memperoleh kemuliaan. Syaitan juga tak akan pernah berterima kasih kepada mereka."

Ayatollah al-Udzma Khamenei menandaskan, "Apa yang diajarkan al-Qur'an ini harus dijadikan pelajaran dan panduan untuk mengenal jalan sesungguhnya meraih kesejahteraan yang tak lain adalah khittah hidayah Qur'ani."

Rahbar: Dengan Nalar dan Pemikiran Yang Benar Konspirasi Musuh Bisa Dipatahkan

Menurut beliau, kunci keberhasilan Republik Islam Iran dalam berbagai periode perjuangannya baik di kancah ekonomi, politik, sosial maupun diplomasi dunia adalah keyakinan dan baik sangka akan janji pertolongan Ilahi, dan inilah jalan bangsa Iran sekarang dan yang akan datang.

Di akhir pembicaraan, Pemimpin Besar Revolusi Islam memohonkan rahmat dari Allah Swt untuk Imam Khomeini yang telah membuka jalan kemuliaan ini bagi bangsa Iran. Beliau juga memohon rahmat Ilahi untuk para syuhada yang telah mengorbankan diri mereka di jalan ini dan untuk bangsa Iran dan para pejabat negaranya yang selalu menunjukkan kesiapan untuk berjuang di jalan ini.

Di awal pertemuan, Presiden Republik Islam Iran Hojjatul Islam wal Muslimin Hassan Rouhani menyampaikan ucapan selamat atas peringatan bi'tsah Rasulullah Saw dan menyebut peristiwa ini sebagai kebangkitan besar dalam sejarah dan satu anugerah besar bagi manusia supaya bisa memanfaatkan akal dengan benar yang didasarkan pada ajaran wahyu Ilahi.

"Nabi Muhammad Saw berhasil merebut hati umat dengan keramahan dan akhlaknya yang mulia. Beliau datang membawa ilmu, kebebasan dan spiritualitas bagi umat manusia," jelasnya.

Seraya menyinggung perselisihan, ketidakadilan, kekerasan dan ekstrimisme sebagai bencana yang ditimpakan oleh kubu kekafiran terhadap Dunia Islam, Rouhani menambahkan, "Hari ini, revolusi Islam menyerukan persatuan dan solidaritas serta mengajak umat Islam bersama-sama melawan kekafiran dengan mengesampingkan perbedaan yang ada di antara mereka."

Kusimama kidete taifa la Iran kukabiliana na njama za mabeberu kumeikasarishi Marekani

Leo asubuhi (Jumtano) kumefanyika sherehe za kumaliza masomo wanachuo wa Chuo Kikuu cha Malezi na Mafunzo ya Uafisa wa Kijeshi cha Imam Husain AS. Sherehe hizo zilizohudhuriwa na Ayatullahil Udhma Sayyid Ali Khamenei, Amirijeshi Mkuu wa Vikosi vyote vya Ulinzi vya Jamhuri ya Kiislamu ya Iran zimefanyika wakati huu wa kukaribia Khordad 3 (Mei 24) siku ya kuadhimisha ukombozi wa mji wa Khorramshahr (wa kusini Magharibi mwa Iran) katika operesheni iliyoliletea fakhari kubwa taifa la Iran iliyojulikana kwa jina la Baytul Muqaddas.

Mwanzoni kabisa mwa kuingia kwenye uwanja wa sherehe hizo, Kiongozi Muadhamu wa Mapinduzi ya Kiislamu amekwenda kwenye maziara ya mashahiri waliopotea na kuwasomea Faatiha mashahidi wa vita vya kujihami kutakatifu, akimuomba Mwenyezi Mungu awapandishe daraja za juu za utukufu.

Kusimama kidete taifa la Iran kukabiliana na njama za mabeberu kumeikasarishi Marekani

Baada ya hapo, amekagua vikosi mbali mbali vya askari waliokuwa wamepanga gwaride kwenye medani hiyo.

Ayatullah Khamenei vile vile amezungumza kwa karibu na majeruhi wa vita waliokuwepo kwenye medani hiyo na kutoa shukrani zake za dhati kwao.

Katika hotuba fupi aliyoitoa kwenye sherehe hizo, Ayatullah Udhma Khamenei ameitaja hatua ya kulelewa vijana waumini, walioshikamana na dini, wanamapinduzi, watafiti na wataalamu wa fani mbali mbali katika Chuo Kikuu cha maafisa wa kijeshi cha Imam Husain AS kuwa ni mfano wa wazi wa njia na mbinu za Mapinduzi ya Kiislamu na huku akiashiria namna taifa la Iran lilivyosimama imara kukabiliana na mfumo wa kibeberu wa kuigawanya dunia katika makundi mawili ya madola ya kibeberu na mataifa yanayofanyiwa ubeberu amesisitiza kuwa: Leo kambi ya kiistikbari imehamakishwa mno na maendeleo ya kila namna ya taifa la Iran na ya mfumo wa Jamhuri ya Kiislamu ambayo yamepatikana bila ya kuitegemea Marekani wala madola mengine ya Magharibi, bali kwa kutegemea nguvu na uwezo wake wa ndani. Amesema: Sisi tunayajibu madola hayo kwa kukumbushia maneno yale yale maarufu ya Shahid Beheshti kwamba: Kufeni na hamaki zenu!

Kiongozi wa Mapinduzi ya Kiislamu amelitaja suala la kuwepo mbinu mpya mpya kila siku katika Jamhuri ya Kislamu kuwa ni jambo muhimu na la kimsingi sana na huku akiashiria wasiwasi waliokuwa nao baadhi ya watu katika miaka ya huko nyuma kuhusu baadhi ya mambo amesema: Kama ambavyo tulisema wakati huo, Mapinduzi ya Kiislamu yamefanikiwa kuyashinda mambo hayo waliyokuwa na hofu nayo watu hao na hivi sasa kizazi cha vijana na wanamapinduzi kote nchini Iran kinatoa bishara njema na yenye matumaini makubwa ya kimaendeleo.

Ayatullah Khamenei vile vile amewakumbusha vijana wa Iran wanaoshikamana vilivyo na dini, nukta nyingine moja akisema: Kizazi hicho cha vijana kina wajibu wa kuzingatia njia za kuufikia upeo mkubwa wa mbele, nao ni upeo wa kuunda ustaarabu mpya wa Kiislamu na waache kufikiria mustakbali wa karibu na miguu yao.

Kusimama kidete taifa la Iran kukabiliana na njama za mabeberu kumeikasarishi Marekani

Aidha amesisitiza kuwa, Uislamu ndiyo njia pekee ya kuweza kumkomboa mwanadamu kutokana na majeraha na mashambulizi ya matukio tofauti ya karne nyingi sasa na kwamba Uislamu ndiyo njia pekee ya kuweza kumletea mwanadamu ufanisi na mafanikio yake ya kweli.

Ameongeza kuwa: Vijana waumini na wanaoshikama vilivyo na dini, ndio watakaojenga mustakbali wa nchi hii na ndio nguzo kuu za kuweza kuleta ustaarabu huo mpya wa Kiislamu.

Kiongozi Muadhamu ameashiria pia changamoto mbali mbali unazokumbana nazo mfumo wa Jamhuri ya Kiislamu na kusema: Watu wenye muono wa mbali, mwenye mwamko na mashujaa kamwe hawaogopeshwi na kuwepo changamoto, bali wanachofanya wao ni kuangalia suhula na uwezo uliopo na baadhi ya wakati huangalia hata uwezo uliofubaa na ulioacha kufanya kazi wa ndani, na kustafidi nao vizuri.

Ayatullahil Udhma Khamenei ameitaja sababu kuu ya kuwepo changamoto hizo kuwa ni uwezo wa maendeleo, uimara na nguvu zinazoongezeka kila leo za mfumo wa Jamhuri ya Kiislamu akisisitiza kuwa: Taifa la Iran kutokana na ushindi wa Mapinduzi ya Kiislamu, kwa miaka 35 sasa linakabiliana na tabia ovu, mbaya na ya kuchefua moyo ya kambi ya mabeberu duniani ambayo imeigawa dunia katika makundi mawili, kundi la madola yanayofanya ubeberu na kundi la mataifa yanayofanyiwa ubeberu na ni kwa sababu hiyo ndio maana madola ya kiistikbari na ya kibeberu duniani yakiongozwa na Marekani yanahamakishwa sana na maendeleo ya taifa la Iran.

Ameongeza kuwa: TabÔÇÖani kusimama kidete taifa la Iran kumeyafanya mataifa mengine ulimwenguni yavutiwe na taifa hili na hata serikali nyingi duniani zinafurahishwa na namna Jamhuri ya Kiislamu ya Iran inavyosimama imara kukabiliana na madola ya kibeberu na zinalisifu taifa la Iran kwa hilo.

Kiongozi wa Mapinduzi ya Kiislamu amekitaja kitendo cha madola ya kibeberu cha kuzusha na kuzumbua masuala kama nyuklia, haki za binadamu na masuala mengine na kuyatumia dhidi ya taifa la Iran kuwa ni kisingizio tu kinachotumiwa na madola hayo bila ya kuwa na mashiko yoyote. Amesema, njama za madola hayo ambayo yanatumia visingizio na mashinikizo hayo kutaka kulizuia taifa la Iran lisisimame kupambana na madola hayo, haziwezi kuzaa madunda kwani kamwe taifa la Iran halitositisha mapambano yake ya kupigania haki.

Ayatullah Khamenei ameongeza kuwa: Taifa la Iran limeonyesha nguvu na uwezo wake katika medani tofauti na limethibitisha kivitendo kuwa inawezekana kupata maendeleo ya kielimu, kijamii na ushawishi wa kimataifa pamoja na heshima ya kisiasa bila ya kuitegemea Marekani.

Amesisitiza pia kuwa: Taifa la Iran limeshajichagulia njia yake iliyo sahihi na litaendelea mbele na njia yake hiyo na kwamba mataifa yaliyo mengi duniani yako pamoja na taifa la Iran.

Kiongozi Maudhamu amegusia pia njama za kila siku za madola ya kibeberu yanayodhibiti vyombo vya habari na kuzuia mataifa mengine duniani yasipate habari kuhusiana na hatua kubwa za maendeleo na mafanikio ya kila namna linayoyapata taifa la Iran na kuongeza kuwa: Licha ya kuwepo njama zote hizo, lakini leo hii idadi kubwa sana ya watu duniani wana imani na wanalitegemea taifa la Iran na wanalipongeza.

Kusimama kidete taifa la Iran kukabiliana na njama za mabeberu kumeikasarishi Marekani

Ayatullahil Udhma Khamenei amekosoa kutumiwa istilahi za uongo za kujiita jamii ya kimataifa katika kukabiliana na Jamhuri ya Kiislamu ya Iran na ameongeza kuwa: Sisi pia tunapaswa kutumia istilahi hizo hizo zinazotumiwa na mabeberu kusuta uongo wa madola hayo kwani ukweli wa mambo ni kuwa, madola hayo yanayojiita ni jamii ya kimataifa, si jamii ya kimataifa, bali ni madola machache tu ya kibeberu yanayodhibitiwa na makampuni na mashirika ya Wazayuni ndiyo yaliyojipachika jina hilo la jamii ya kimataifa.

Vile vile amesisitiza kuwa: Jamii ya kimataifa ni mataifa ya dunia yanayodhulumiwa na madola ya kibeberu ambayo kutokana na mashinikizo ya madola hayo ya kiistikbari, hayana uthubutu wa kupinga ubeberu wao, lakini kama yatapata fursa basi bila ya shaka yoyote yatatangaza upinzani wao dhidi ya mabeberu.

Kiongozi Muadhamu ameongeza kuwa: Jamii ya kimataifa ni wasomi, wanafikra, watu wenye fikra huru na watu wanaowapendelea kheri wenzao duniani.

Amirijeshi Mkuu wa vikosi vya ulinzi vya Jamhuri ya Kiislamu ya Iran amesema katika sehemu nyingine ya hotuba yake kuwa Chuo Kikuu cha maafisa wa kijeshi cha Imam Husain AS ni kituo muhimu kwa ajili mafunzo na kupata elimu na kufanya utafitifi na vile vile kupata mafunzo ya kimapinduzi na utaalamu wa kijeshi pamoja na kuwa na mtazamo wa mbali na kujijenga kimaanawi.

Aidha amewataka wanachuo vijana wa Chuo Kikuu hicho kujua thamani ya kupata fursa hiyo muhimu kama ambavyo pia amewataka wakuu na wahadhiri wa chuo hicho nao watumie vizuri kadiri inavyowezekana fursa hiyo muhimu.

Mwishoni mwa hotuba yake, Ayatullah Udhma Khamenei, Kiongozi Muadhamu wa Mapinduzi ya Kiislamu amewakhutubu vijana wa Iran akiwaambia: Nchi na mustakbali wake ni wenu nyinyi vijana, jiwekeni tayari kwa ajili ya kuvifikia vilele vya juu na vya mbali vya ufanisi na kufanya kazi kubwa kubwa.

Katika sherehe hizo, Meja Jenerali Muhammad Ali Jaafari, Kamanda Mkuu wa Jeshi la Walinzi wa Mapinduzi ya Kiislamu SEPAH amesema kuwa, miongoni mwa kazi za daima zinazofanywa na jeshi la SEPAH ni kuzalisha nguvu mpya kila siku, kupanua uwezo wa kuepusha kushambuliwa na kuongeza uwezo wa kuwa tayari kuyalinda Mapinduzi ya Kiislamu kwa hali zote na kuongeza kuwa: Chemchemu na chimbuko kuu la nguvu zinazojizalisha zenyewe ndani kwa ndani za SEPAH ni nguvu kazi ya watu waumini, werevu na wanamapinduzi.

Kwa upande wake, Admirali Morteza Safari, Kamanda wa Chuo Kikuu cha Imam Husain AS ametoa ripoti fupi ambayo ndani yake amebainisha ratiba, mipango na hatua za kielimu na kiutamaduni za Chuo Kikuu hicho.

Katika sherehe hizo, makamanda kadhaa, wahadhiri, wakufunzi, wakurugenzi, wahitimu na wanachuo bora wa Chuo Kikuu cha Imam Husain AS wamepokea zawadi zao kutoka kwa Amirijeshi Mkuu wa vikosi vya ulinzi vya Jamhuri ya Kiislamu ya Iran; Ayatullah Udhma Khamenei. Aidha mwakilishi wa wanafunzi wa Chuo Kikuu cha Imam Husain AS amepata fakhari ya kupandishwa cheo katika sherehe hizo.

Miongoni mwa ratiba zilizokuwepo kwenye sherehe za leo za kula kiapo cha kijeshi cha wanachuo wa Chuo Kikuu cha maafisa wa kijeshi cha Imam Husain AS ilikuwa ni kuendesha mpango wa mambo yanayotakiwa kuwemo kwenye ÔÇ£umma mmoja.ÔÇØ

Vile vile katika sherehe hizo, wanachuo wa Chuo Kikuu cha maafisa wa kijeshi cha Imam Husain AS wameendesha ratiba zilizoonyesha uwezo wao mbali mbali wa kijeshi.

Mwishoni mwa sherehe hizo, vikosi mbali mbali vilivyokuwepo katika uwanja huo, vimepita kwa gwaride mbele ya Amirijeshi Mkuu wa vikosi vyote vya ulinzi vya Jamhuri ya Kiislamu ya Iran.

Rahbar: Kemiskinan dan Diskriminasi Harus Disingkirkan Hingga ke Akar

Rahbar atau Pemimpin Besar Revolusi Islam Ayatollah al-Udzma Sayyid Ali Khamenei menyatakan bahwa salah satu tujuan penting yang hendak diwujudkan oleh Imam Ali (as) saat memimpin kaum muslimin adalah kebahagiaan hakiki masyarakat yang seiring dengan kesejahteraan materi mereka.

Berbicara dalam acara peringatan Milad Amirul Mukminin Ali bin Abi Thalib (as), beliau menjelaskan sejumlah keutamaan yang dimiliki oleh Imam Ali (as) yang dibagi ke dalam empat kelompok fase kehidupan beliau. Rahbar mengatakan, "Salah satu pelajaran yang diambil dari kehidupan Imam Ali (as) adalah kerja keras beliau untuk mewujudkan kebahagiaan hakiki bagi masyarakat serta upaya untuk memperbaiki kesejahteraan dan mengatasi kesulitan ekonomi umat. Untuk kondisi masa kini, target itu bisa diwujudkan dengan perencanaan yang benar, aktifasi potensi berlimpah yang ada di dalam negeri, dan mengandalkan bakat kaum muda di Iran. Dengan demikian, negara ini akan maju di sisi materi, spiritual, akhlak, kredibiltas di mata dunia, kehormatan dan kepercayaan diri, dan akan terbebas dari kepongahan piahk asing yang memusuhi."

Beliau membagi keutamaan Imam Ali (as) ke dalam empat bagian, yaitu ÔÇÿkedudukan maknawiyah', ÔÇÿperjuangan dan pengorbanan', ÔÇÿsuluk secara individu, sosial dan pemerintahan', dan ÔÇÿtarget yang beliau cita-citakan untuk masyarakat' yang kesemuanya ditinjau dalam fase kehidupan beliau saat memerintah. Mengenai kedudukan maknawiyah Amirul Mukminin (as), beliau mengatakan, "Sama seperti sisi tauhid, ibadah, kedekatan dengan Allah dan keikhlasannya, sisi maknawiyah Imam Ali (as) tak ubahnya bagai samudera dalam yang menyimpan banyak rahasia, dimana para ulama dan tokoh-tokoh besar pun mengakui ketidakmampuan untuk mengenalnya."

Rahbar: Kemiskinan dan Diskriminasi Harus Disingkirkan Hingga ke Akar

Mengenai perjuangan dan pengorbanan Amirul Mukminin (as) sejak menerima Islam sebagai agama saat di Mekah maupun fase-fase kehidupan setelah hijrah dan di masa pemerintahan Reasulullah Saw di Madinah hingga Sang Nabi wafat sampai dibaiatnya beliau sebagai khalifah, Ayatollah al-Udzma Khamenei mengungkapkan, "Amirul Mukminin Ali (as) di semua fase itu berada di puncak perjuangan dan pengorbanan yang membuat semua orang kagum."

Terkait suluk maknawiyah Imam Ali (as), beliau menyatakan bahwa salah satu sisi kehidupan Imam Ali (as) yang paling istimewa dan tak tertandingi adalah sisi suluk maknawiyah dalam kapasitasnya sebagai individu, maupun sosial dan pemerintahan.

"Ketika duduk sebagai penguasa besar yang kuat dengan wilayah pemerintahan yang terbentang luas dan berlimpah harta, Amirul Mukminin (as) justeru hidup layaknya orang miskin di sebuah rumah yang kecil dan sederhana. Di saat yang sama, beliau tegar untuk menegakkan kebenaran dan keadilan serta menjalankan hukum ilahi. Imam Ali (as) melakukan banyak pekerjaan besar," tambah beliau.

Pemimpin Besar Revolusi Islam lebih lanjut menegaskan bahwa tujuan utama yang ingin diwujudkan oleh Imam Ali (as) di masa pemerintahannya adalah mengantarkan umat ke surga selain juga mematangkan pemikiran, spiritualitas, dan kehidupan sosial masyarakat, dan ini adalah masalah sangat penting yang juga merupakan tugas utama yang diemban oleh penguasa di pemerintahan Islam.

Rahbar: Kemiskinan dan Diskriminasi Harus Disingkirkan Hingga ke Akar

Pemimpin dalam masyarakat Muslim, kata beliau, bertugas untuk membawa masyarakat kepada kebahagiaan yang hakiki, dan tentunya hal ini tidak bisa diwujudkan dengan paksaan dan kekerasan. Harus diciptakan peluang untuk membantu dan membimbing umat untuk mencapai tujuan luhur itu.

Menurut beliau salah satu jalan untuk mengantarkan umat kepada kebahagiaan hakiki adalah dengan mengupayakan kesejahteraan hidup mereka, memberantas kemiskinan, serta menghapuskan pengangguran, kesenjangan sosial dan diskriminasi. "Alhamdulillah, para petinggi negara saat ini terus bekerja keras untuk menyelesaikan kesulitan masyarakat. Tapi semua pikiran harus disatukan," ungkap beliau.

Seraya mengingatkan potensi dan kapasitas besar yang dimiliki oleh Iran dan bangsa Iran, Rahbar mengingatkan bahwa jika semua potensi ini dimanfaatkan dengan baik, maka tak akan ada kekuatan apapun di dunia baik militer atau non-militer yang bisa menundukkan Iran.

"Kekuatan-kekuatan adidaya dunia harus sadar bahwa bangsa Iran tidak akan bisa ditundukkan. Sebab, bangsa ini adalah bangsa yang hidup, dan pemuda-pemuda di sini bergerak di jalan yang benar," kata beliau tegas.

Di awal pertemuan, Wakil Wali Fakih dan imam Jum'at Ilam, Hojjatul Islam wal Muslimin Lotfi dalam kata sambutannya menjelaskan kondisi warga Ilam dan semangatnya dalam membela revolusi Islam.

Usai Meninjau Pameran Keberhasilan Militer Iran, Rahbar: Telah Terbukti Bahwa Kita Bisa

Rahbar atau Pemimpin Besar Revolusi Islam Ayatollah al-Udzma Sayyid Ali Khamenei (11/5) usai meninjau pameran pertahanan yang digelar oleh Korps Pasukan Garda Revolusi Islam (Sepah-e Pasdaran-e Enqelab-e Islami) menyebut kunjungan ini sebagai momen yang indah karena menyaksikan langsung produk-produk pertahanan yang dibuat di dalam negeri. Beliau mengatakan, "Pelajaran terpenting dari pameran ini adalah bahwa bangsa Iran telah membuktikan kemampuan dan potensinya untuk masuk ke ajang-ajang yang sulit dan medan-medan yang penuh rintangan dari musuh. Pameran ini memberi pesan bahwa kita bisa."

Seraya menyampaikan kritik terhadap sejumlah pejabat negara yang tidak menangkap pesan ÔÇÿwibawa dan kemampuan diri pada bangsa ini', Rahbar menandaskan, "Sayang sekali, ada sebagian pejabat negara yang tidak menangkap pesan ini."

Menurut beliau ÔÇÿpotensi, kemampuan dan tekad' adalah unsur-unsur utama yang membentuk kekuatan. "Selama ini di mana saja kita fokus bertindak dengan penuh tekad di situ kita meraih keberhasilan," imbuh beliau.

Usai Meninjau Pameran Keberhasilan Militer Iran, Rahbar: Telah Terbukti Bahwa Kita Bisa

Ayatollah al-Udzma Khamenei mengungkapkan, "Saya selalu mendukung kreativitas dalam menjalankan kebijakan luar negeri dan berunding. Pesan yang selalu saya sampaikan kepada para pejabat terkait adalah kerahkan semua usaha dan kreativitas dalam menjalankan kebijakan luar negeri dan berdiplomasi di kancah internasional. Akan tetapi jangan kaitkan perundingan dengan kebutuhan negara dan masalah-masalah lain seperti sanksi."

Beliau menambahkan, "Para pejabat negara harus bisa mengatasi masalah sanksi lewat cara lain."

Pameran keberhasilan korps Angkatan Udara Pasdaran menurut beliau adalah bukti nyata akan kapasitas dan potensi bangsa Iran yang jika diakumulasikan dengan tekad yang kuat akan menghasilkan kemajuan bagi negara.

Dikatakannya bahwa masalah yang paling mendasar terjadi karena bangsa ini tidak menyadari potensi dan kemampuan yang ada padanya. Dalam masalah ekonomi pun, jika mengandalkan potensi dan kemampuan diri banyak persoalan yang bisa ditangani, dan ini sudah terbukti.

Pemimpin Besar Revolusi Islam mengingatkan bahwa faktor yang menyulut kebencian musuh terhadap Iran adalah tekad bangsa ini untuk bebas dan loyalitasnya kepada Islam dan al-Qur'an. "Islam dan al-Qur'an menyeru bangsa-bangsa Muslim untuk berdiri di atas kaki sendiri seraya mengandalkan jatidiri islami dan insani mereka, serta berbaik sangka kepada Allah dan pantang tunduk kepada kezaliman dan perampokan yang dilakukan kubu arogansi internasional. Karena itu, selama bangsa Iran loyal kepada Islam, al-Qur'an dan cita-cita luhurnya maka permusuhan dari kubu arogansi akan selalu ada," kata beliau.

Rahbar menegaskan, "Kubu arogansi terus berusaha menundukkan bangsa Iran dan memaksanya mundur. Tapi itu tidak mungkin terjadi."

Menyinggung pernyataan bodoh disampaikan Barat dalam perundingan dengan Iran, khususnya yang terkait dengan kemampuan rudal Iran yang disebut-sebut terbatas, beliau menandaskan, "Mereka beranggapan bahwa program rudal Iran terbatas sehingga terus mengancam Iran secara militer. Padahal, anggapan seperti itu sangat bodoh dan konyol."

Ayatollah al-Udzma lebih lanjut mengimbau Korps Angkatan Udara Pasdaran untuk terus menjalankan program secara cermat dan jangan pernah merasa puas dengan apa yang sudah diraih.

Sebelum itu, Komandan Angkatan Udara Pasdaran Brigjen Hajizadeh dalam laporannya mengenai keberhasilan korps ini di bidang rudal, drone, penangkis serangan udara, sistem radar dan pusat-pusat pengendalian komando, mengatakan, "Para pakar korps Angkatan Udara Pasdaran berhasil mengatasi sanksi dan kendala teknis, dan sekarang kemampuan rudal Iran berada di peringkat tertinggi di kawasan dan ketujuh dunia."

Usai Meninjau Pameran Keberhasilan Militer Iran, Rahbar: Telah Terbukti Bahwa Kita Bisa

Ditambahkannya bahwa pameran hari ini hanyalah bagian kecil dari kemampuan yang dimiliki Pasdaran dan Iran, dan jika musuh membuat kesalahan maka mereka akan mendapatkan balasan dan pelajaran yang tak terlupakan.

Menurutnya, berkat arahan dan bimbingan Rahbar, Angkatan Bersenjata Iran bisa mengatasi semua bentuk sanksi dan diharapkan lembaga-lembaga lain di negara ini bisa meniru keberhasilan yang ada untuk mewujudkan sistem ekonomi resistensi.

Dalam pameran ini, Pemimpin Besar Revolusi Islam menyaksikan langsung produk-produk pertahanan yang dibuat oleh korps Angkatan Udara Pasukan Garda Revolusi (Sepah-e Pasdaran). Selama dua jam beliau melihat berbagai peralatan militer dan sistem pertahanan seperti aneka rudal, pesawat tanpa awak (drone), rudal balistik, sistem pertahanan anti serangan udara, sistem radar, dan pusat kontrol komando.

Salah satu yang menarik perhatian dalam pameran ini selain drone Shahid 129, Shahid 125, dan Shahid 121 dan sistem radar adalah hasil diplikasi drone canggih jenis RQ-170 milik Amerika Serikat (AS) yang pada tahun 2011 berhasil dikendalikan dan dijaring oleh Iran. Drone pengintai versi Iran ini telah dimodifikasi dan dilengkapi dengan sistem sebagai pesawat pembom.

Kepada PM Pakistan, Rahbar: Kami Harap Anda Bisa Meningkatkan Kembali Hubungan Kedua Negara

Rahbar atau Pemimpin Besar Revolusi Islam Ayatollah al-Udzma Sayyid Ali Khamenei dalam pertemuan dengan Perdana Menteri Pakistan Navaz Sharif dan rombongan, Senin (12/5), menyebut titik-titik persamaan budaya dan agama yang luas sebagai faktor paling dominan yang menciptakan hubungan baik dan hangat antara dua bangsa dan negara, Iran dan Pakistan.

Seraya mempertanyakan menurunnya hubungan kerjasama bilateral di bidang ekonomi, beliau mengungkapkan, "Ada pihak-pihak tertentu yang melakukan berbagai cara termasuk dengan menebar ketidakamanan di perbatasan kedua negara, berupaya merusak hubungan persahabatan hangat yang terjain antara Iran dan Pakistan. Jangan dibiarkan peluang besar untuk memperluas hubungan kedua negara menguap begitu saja."

Menekankan pentingnya untuk meningkatkan hubungan bilateral Iran dan Pakistan, serta mengaktifkan kembali berbagai proyek kerjasama besar kedua negara yang berbasis ekonomi, termasuk diantaranya proyek pembuatan pipa penyaluran gas, Ayatollah al-Udzma Khamenei kepada PM Pakistan mengatakan, "Kami berharap dalam masa tugas Anda, akan ada langkah signifikan yang diambil dalam upaya meningkatkan hubungan kedua negara di berbagai bidang."

Beliau menegaskan bahwa Iran tidak menunggu izin dari pihak manapun untuk meningkatkan hubungan dengan negara lain. "Amerika Serikat (AS) adalah negara yang kejahatannya sudah diketahui oleh semua orang. AS adalah salah satu pihak yang berusaha merusak hubungan antara Iran dan Pakistan. Tentunya, ada negara-negara selain AS yang juga melakukan hal yang serupa," tandas beliau.

Pemimpin Besar Revolusi Islam menyinggung ketidakamanan yang marak di perbatasan Iran dan Pakistan dalam beberapa bulan terakhir, dan menambahkan, "Sebagian kalangan sengaja menebar ketidakamanan di wilayah perbatasan kedua negara. Kami tidak bisa mempercayai bahwa masalah ini terjadi begitu saja dan tanpa konspirasi."

Beliau menyatakan bahwa Iran mengantongi informasi yang akurat terkait gerak-gerik yang ada di kawasan Baluchestan Pakistan yang tujuannya merusak keamanan di perbatasan kedua negara.

Menyebut kelompok-kelompok takfiri sebagai bahaya besar bagi seluruh umat Islam, baik Sunni maupun Syiah, Ayatollah al-Udzma Khamenei menegaskan, "Jika kelompok takfiri tidak dilawan, mereka akan lebih banyak memukul dan merugikan Dunia Islam."

Di akhir pembicaraannya, beliau berharap hubungann bilateral Iran dan Pakistan akan semakin meningkat.

Dalam pertemuan yang juga dihadiri oleh Wakil Presiden Republik Islam Iran Jahangiri itu, PM Pakistan Navaz Sharif menyatakan suka citanya bertemu kembali dengan Pemimpin Besar Revolusi Islam seraya menceritakan pengalaman kunjungan Ayatollah al-Udzma Khamenei ke Pakistan dan Lahore. Katanya, "Dalam lawatan itu, saya menjabat sebagai Kepala Menteri wilayah Punjab, pusat negara bagian Lahore. Saya menyaksikan sambutan hangat rakyat Pakistan atas kunjungan kenegaraan itu, dan ini menunjukkan adanya ikatan yang mendalam dalam hubungan budaya, agama dan sejarah antara kedua bangsa."

Mengenai lawatannya ke Iran kali ini dan perundingannya dengan para pejabat tinggi Republik Islam Iran di Tehran, PM Pakistan mengatakan, "Saya akan berusaha sekuat tenaga supaya hubungan ekonomi kedua negara semakin meningkat hingga menembus angka 3 miliar USD seperti tahun-tahun yang lalu bahkan lebih dari itu. Saya juga akan menghidupkan kembali proyek pembuatan pipa gas."

Navaz Sharif menyesalkan terjadinya ketidakamanan di wilayah perbatasan seraya berjanji akan mengatasi masalah ini semaksimal mungkin dan akan mendukung semua program Republik Islam Iran dalam hal ini.

┘è┘ÄϺ Ïú┘Ä┘è┘æ┘Å┘ç┘ÄϺ Ϻ┘ä┘æ┘ÄÏ░┘É┘è┘å┘Ä Ïó┘à┘Ä┘å┘Å┘êϺ ϺÏ░┘Æ┘â┘ÅÏ▒┘Å┘êϺ Ϻ┘ä┘ä┘æ┘Ä┘Ç┘ç┘Ä Ï░┘É┘â┘ÆÏ▒┘ïϺ ┘â┘ÄϽ┘É┘èÏ▒┘ïϺ

Allah menciptakan kamu, kemudian mewafatkan kamu; dan di antara ada yang dikembalikan kepada umur yang paling lemah (pikun), supaya dia tidak mengetahui lagi sesuatupun yang pernah diketahuinya. Sesungguhnya Allah Maha Mengetahui lagi Maha Kuasa. (16: 70)

 

 

Ia biarkan air dua laut (yang masin dan yang tawar) mengalir, sedang keduanya pula bertemu; (19) Di antara keduanya ada penyekat yang memisahkannya, masing-masing tidak melampaui sempadannya; (20)[55]

Dan berserulah kepada manusia untuk mengerjakan haji, niscaya mereka akan datang kepadamu dengan berjalan kaki, dan mengendarai unta yang kurus yang datang dari segenap penjuru yang jauh [22:27]

(Masa yang diwajibkan kamu berpuasa itu ialah) bulan Ramadan yang padanya diturunkan Al-Quran, menjadi petunjuk bagi sekalian manusia, dan menjadi keterangan-keterangan yang menjelaskan petunjuk dan (menjelaskan) perbezaan antara yang benar dengan yang salah.[2:185]