Sekretaris Jenderal Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) mengatakan bahwa selama lebih dari 80 tahun, Piagam PBB telah membantu mencegah terjadinya Perang Dunia Ketiga.
Menurut laporan IRNA, Sabtu, 07 November 2026, António Guterres pada Jumat (6/11) waktu setempat menulis melalui akun X miliknya bahwa selama lebih dari 80 tahun, "Piagam PBB telah membantu mencegah pecahnya Perang Dunia Ketiga."
Ia menegaskan bahwa piagam tersebut menetapkan aturan yang sama bagi semua negara, yakni menghormati kedaulatan, keutuhan wilayah, dan kemerdekaan politik setiap negara.
“Tanpa pengecualian. Tanpa standar ganda. Sebab, inilah makna perdamaian yang sesungguhnya: kekuasaan yang tunduk pada hukum,” tulisnya.
Tahun ini, Guterres mengakhiri masa jabatan keduanya selama lima tahun sebagai Sekretaris Jenderal PBB. Namun, Dewan Keamanan PBB belum berhasil memilih penggantinya meski telah menggelar delapan putaran pemungutan suara. Padahal, tahun kalender 2026 tinggal menyisakan kurang dari dua bulan.
Siapa pun yang terpilih akan menghadapi berbagai krisis. Di antaranya, sejumlah perang, berkurangnya bantuan keuangan Amerika Serikat untuk PBB, serta menurunnya pengaruh politik lembaga beranggotakan 193 negara itu di tingkat internasional. Situasi ini semakin terlihat setelah Washington menarik diri dari puluhan badan yang berafiliasi dengan PBB.
Delapan puluh satu tahun setelah berdirinya PBB, lembaga tersebut menghadapi sebuah kontradiksi mendasar.
Di satu sisi, dunia membutuhkan mekanisme kerja sama internasional lebih dari sebelumnya. Mekanisme itu diperlukan untuk meredam perang, menangani krisis kemanusiaan, dan mencegah meluasnya konflik.
Namun, di sisi lain, kemampuan lembaga utama yang bertugas menjaga perdamaian dan keamanan internasional untuk menghasilkan keputusan bersama justru menghadapi semakin banyak hambatan.




























