کمالوندی
Kasus Corona Meningkat, Bulan Sabit Merah Iran Dirikan RS Darurat
Masyarakat Bulan Sabit Merah Provinsi Hamedan, Republik Islam Iran mendirikan rumah sakit darurat untuk melayani pasien Virus Corona yang kian hari makin bertambah jumlahnya.
Rumah sakit darurat yang dilengkapi dengan peralatan lengkap medis tersebut didirikan di sekitar rumah sakit Be'sat Hamedan baru-baru ini.
Kementerian Kesehatan Iran mengumumkan bahwa pihaknya mencatat 50.228 kasus baru positif Corona dalam 24 jam terakhir sehingga total kasus saat ini di Iran mencapai 4.517.243 jiwa.
Kemenkes Iran pada Selasa 17 Agustus 2021, menyatakan dari jumlah kasus baru tersebut, 5.163 orang dirawat di rumah sakit.
Sebanyak 625 pasien meninggal dunia akibat Covid-19 dalam 24 jam terakhir sehingga total korban jiwa di Iran mencapai 99.108 orang.
Sejauh ini 3.786.488 orang sudah sembuh dari Covid-19 di Iran dan meninggalkan rumah sakit, 7.424 pasien juga sedang dirawat intensif di rumah sakit. Sebanyak 27.380.677 tes Covid-19 telah dilakukan di Iran hingga hari ini.
Menurut data resmi Kemenkes Iran, warga yang sudah menerima vaksin Covid-19 dosis pertama berjumlah 15.766.564 orang dan dosis kedua 4.714.701 orang. Total jumlah vaksinasi di Iran mencapai 20.481.265 dosis.
Iran Pertahankan Kedutaan Beroperasi di Kabul
Juru bicara Kementerian Luar Negeri Iran mengatakan Kedutaan Besar Iran di Kabul dan Konsulat Jenderal di Herat tetap beroperasi.
"Baik kedutaan di Kabul maupun konsulat di Herat bekerja dan beroperasi sepenuhnya," kata Saeed Khatibzadeh pada Selasa (17/8/2021) seperti dilaporkan laman Farsnews.
Dia juga menyampaikan keprihatinan atas meningkatnya kekerasan di Afghanistan, dan meminta perhatian serius Taliban untuk memastikan keselamatan dan keamanan penuh para diplomat serta fasilitas diplomatik di Herat.
"Kementerian Luar Negeri Iran terus berhubungan dengan para staf diplomatik yang bekerja di kedutaan dan konsulatnya di Kabul dan Herat serta terus memantau perkembangan," kata Khatibzadeh.
Atasi Covid-19 di Iran, IRGC Kerahkan Kapasitas Penuh
Korps Garda Revolusi Islam Iran (IRGC) mengatakan, kami akan mengerahkan semuah kapasitas IRGC dan Organisasi Basij untuk menghadapi wabah Corona.
Hal itu disampaikan Mayor Jenderal Hossein Salami dalam pertemuan virtual dengan para komandan IRGC di seluruh Iran, Selasa (17/8/2021) seperti dikutip Klub Jurnalis Muda (YJC).
"Penyebaran virus Corona telah mencapai tahap berbahaya yang membuat masyarakat menderita," tambahnya.
Mayjen Salami mencatat bahwa dalam situasi seperti ini, kami memikul tanggung jawab dan bertindak secara bertanggung jawab di hadapan masyarakat. Fasilitas yang kami miliki akan dipakai untuk memerangi wabah penyakit ini.
"Kami telah mengerahkan semua kemampuan kami sebagai tugas sejarah, kewajiban agama dan organisasi untuk mewujudkan perintah Pemimpin Besar Revolusi Islam dalam sebuah jihad besar," tegasnya.
Mayjen Salami menjelaskan bahwa dengan memanfaatkan kapasitas milik IRGC dan Organisasi Basij, vaksinasi harus diperluas di bawah pengawasan Kementerian Kesehatan Iran.
"Media sosial juga harus dimobilisasi untuk melawan kampanye musuh dalam perang psikologis," imbuhnya.
Acara Duka Malam Kedelapan Muharam di Iran
Ribuan warga Republik Islam Iran mengikuti acara duka malam kedelapan Muharam untuk mengenang kesyahidan Imam Husein as, cucu tercinta Rasulullah SAW.
Acara tersebut digelar di bundaran Imam Khomeini ra pada Senin (16/8/2021) malam. Pembacaan kidung duka dibawakan oleh Hajj Haidar Khamseh dan pembacaan syair-syair keutamaan Ahlul Bait Rasulullah SAW disampaikan oleh Hajj Abdolreza Helali.
Pada bulan Muharam, terjadi tragedi memilukan ketika Imam Husein as, keluarga dan sahabat-sahabatnya dibantai di Padang Karbala oleh pasukan Yazid bin Muawiyah pada tanggal 10 Muharam, sehingga bulan ini merupakan bulan kesedihan bagi keluarga dan Ahlul Bait Nabi Muhammad SAW serta umat Islam.
Salah satu pertanyaan yang terus muncul hingga kini mengenai keabadian peristiwa Asyura (10 Muharam), mengapa tragedi besar yang terjadi lebih dari seribu tahun ini tidak pernah lekang oleh zaman dan masih lestari hingga kini.
Sepanjang sejarah begitu banyak gerakan perjuangan yang datang dan pergi silih berganti, tetapi seiring berjalannya waktu banyak yang hilang dari memori kolektif bangsa-bangsa, dan kehilangan perannya. Tetapi fenomena ini tidak menimpa gerakan Asyura Husseini yang terus diperingati dan lestari hingga kini, bahkan memberikan inspirasi dalam perjuangan di negara-negara tertindas melawan penguasa otoriter.
Hal yang sangat penting dari gerakan Asyura adalah kenyataan bahwa antusiasme ini tidak hanya terjadi di dunia Islam, tetapi telah mempengaruhi opini publik bangsa-bangsa dunia, terutama para pencari kebebasan yang melintasi batas geografis. Fenomena yang paling menonjol selama beberapa tahun terakhir bisa dilihat dalam epik pawai akbar Arbain yang diikuti belasan juta orang yang datang dari berbagai penjuru dunia.
Faktanya, peristiwa besar dan menakjubkan dari gerakan Asyura bukan hanya peristiwa yang tunduk pada perjalanan waktu, tetapi peristiwa universal dan abadi dalam sejarah yang harus diidentifikasi secara mendalam mengenai rahasia dan misteri keabadiannya, sehingga menjadi landasan bagi gerakan pembebasan negara-negara tertindas dunia dalam menghadapi dominasi penindas dan kekuatan imperialisme global.
Apabila peringatan Asyura Imam Hussein hanya sebatas penyelenggaraan peringatan ritual duka cita, maka tentu saja musuh-musuh Islam tidak akan merasa terancam, bahkan mereka akan membiarkan penyelenggaraan acara ini dengan melucuti spirit dan pesan penting yang terkandung di dalamnya. Oleh karena itu, untuk mengatasi fenomena ini, tampaknya perlu dipelajari rahasia keabadian Asyura demi meraih spirit dan pesan utama di dalamnya.
Salah satu rahasia terpenting dari keabadian perjuangan Asyura adalah kehadiran para pengikut setia Imam Husein yang berupaya menjaga Islam Muhammadi. Sejak Nabi Muhammad Saw wafat, sebagian kalangan berupaya memisahkan Alquran dari Ahlul Bait Rasulullah Saw, menyingkirkan Ali dari kekhalifahan, memalsukan hadits dan membakar hadits Nabi Muhammad Saw dan juga melimpahkan tanggung jawab utama kepada Dinasti Umayyah.
Mereka juga mengancam, menindas, dan membunuh Abu Dzar, Hujr bin Adi, dan berijtihad yang bertentangan dengan teks Alquran dan Sunnah Rasulullah Saw untuk mendistorsi Islam Muhammadi, sehingga Islam di masa Yazid hanya tinggal cangkangnya saja. Oleh karena itu, ketika Yazid membuat keputusan serius untuk memaksa Imam Hussein supaya berbaiat kepadanya, Imam Husein secara tegas menyatakan kepada Marwan Ibn Hakam, "... Kita berasal dari Allah dan akan kembali kepada-Nya. Ketika umat Islam dipimpin oleh seorang penguasa seperti Yazid, maka kita harus menyampaikan perpisahan dengan agama Islam. "
Perhatian paling penting dan mendasar dari perjuangan Imam Hussein adalah menjaga Islam di tengah berbagai rongrongan. Imam Husein mengungkapkan berbagai penyimpangan dari jalur kepemimpinan Nabawi yang diciptakan oleh para penguasa yang haus kekuasaan semacam Yazid.
Mengenai masalah ini, Imam Husein berkata, “Orang yang kalian harapkan baiatku kepadanya adalah peminum minuman keras dan tangannya berlumuran darah orang-orang tak berdosa. Dialah orang yang melanggar perintah Ilahi dan melakukan dosa secara terbuka di depan mata banyak orang. Apakah pantas bagi orang seperti saya untuk bersumpah setia kepada orang yang rusak seperti dia? Dalam hal ini, kita harus mempertimbangkan masa depan untuk melihat siapa di antara kita yang pantas menjadi pemimpin Umat Islam dan pantas mendapatkan bait dari mereka.(Tabari vol. 7 hal. 18-216, Ibn Athir 23 hal. 263-264)
Berdasarkan literatur otentik Syiah dan Sunni, sifat Imam Husein dan Yazid tidak bisa dibandingkan seperti langit dan bumi. Yazid adalah orang yang berusaha sekuat tenaga untuk menghancurkan Islam dan Ahlul Bait Rasulullah Saw. Ketika berkuasa, dia menyatakan, "Bani Hasyim bermain dengan kekuasaan, karena itu bukan wahyu ataupun risalah."(Al-Ghadir hal. 342)
Tidak diragukan lagi, jika Imam Hussein tidak melawan kebijakan jahat yang diwarisi Yazid dari pendahulunya, maka tidak ada jejak Islam yang tersisa. Oleh karena itu, benar kiranya jika dikatakan bahwa agama Islam didirikan dengan kebangkitan Nabi Muhammad Saw, tetapi dipertahankan melalui perjuangan Imam Hussein.
Taliban Dukung Peringatan Asyura di Afghanistan
Taliban dalam sebuah siaran pers menjamin keamanan orang-orang yang menggelar kegiatan acara duka Imam Husein as di Herat dan kota-kota lain di Afghanistan.
"Taliban telah melarang segala bentuk gangguan terhadap para jamaah acara duka Husseini di kota Herat," kata pernyataan tersebut seperti dilaporkan IRIB, Selasa (17/8/2021).
Menurut sumber-sumber lokal di Balkh, gubernur yang ditunjuk oleh Taliban di Balkh mengatakan kepada para jamaah bahwa Syiah dan Sunni bersaudara, dan Imam Husein as bukan hanya milik Syiah.
Bupati Kabupaten Surkh-Parsa di Provinsi Parwan juga ikut menyampaikan pidato kepada masyarakat yang memperingati acara Muharram dan kemudian ikut menikmati dan membagikan makanan kepada mereka.
Acara duka Imam Husein as juga tetap berlangsung di ibu kota Kabul setelah pasukan Taliban memasuki Istana Presiden.
Taliban Jamin Keamanan Penarikan Pasukan AS dari Afghanistan
Kelompok Taliban memastikan keamanan pasukan Amerika Serikat saat mereka meninggalkan Afghanistan.
Dilaporkan televisi Aljazeera, juru bicara Taliban yang berdomisili di Qatar, Suhail Shaheen kepada saluran MSNBC, Selasa (17/8/2021) mengatakan, "Kami telah memberikan jaminan kepada Washington bahwa Taliban tidak akan menyerang pasukan AS saat mereka mundur dari Afghanistan."
Dia menolak klaim-klaim yang menyebutkan bahwa pasukan Taliban bertindak kejam terhadap warga sipil atau pejabat pemerintah.
"Taliban tidak memeriksa rumah-rumah untuk menemukan orang-orang yang telah bekerja sama dengan pasukan AS," kata Shaheen.
Pasukan Taliban menguasai Kabul pada Minggu sore, 15 Agustus dan secara bersamaan, Presiden Ashraf Ghani meninggalkan Afghanistan dengan sebuah pesawat.
Taliban kemudian mengumumkan berakhirnya perang setelah menguasai Kabul. Saat ini Taliban menguasai seluruh wilayah Afghanistan kecuali Provinsi Parwan dan Panjshir.
Rusia Sebut Kehadiran AS di Afghanistan, Tragedi Kemanusiaan
Ketua Duma Federasi Rusia, Vyacheslav Volodin mengatakan situasi saat ini di Afghanistan merupakan dampak dari kegagalan kebijakan luar negeri Amerika Serikat.
"Kehadiran 20 tahun pasukan AS di Afghanistan adalah tragedi kemanusiaan," ujarnya pada Selasa (17/8/2021) seperti dilansir kantor berita RIA Novosti.
Dia mengkritik kehadiran 20 tahun pasukan AS di Afghanistan, dan mengatakan selama kurun waktu itu, lebih dari 250.000 orang tewas dalam serangan pasukan NATO atau teroris.
Taliban memasuki Kabul pada hari Minggu dan menguasai kantor-kantor pemerintah dan kantor polisi yang ditinggalkan oleh pasukan pro-pemerintah Afghanistan.
Sejumlah negara telah menutup kedutaan mereka setelah Taliban menguasai ibu kota Afghanistan.
AS dan sekutunya menarik diri dari Afghanistan setelah 20 tahun menduduki negara itu. Kehadiran militer asing telah menyebabkan penyebaran terorisme, perang, kekerasan, kekacauan, dan kematian puluhan ribu orang.
Tips Mengatasi Depresi Menurut Islam 2
Dewasa ini depresi sulit dihindari dalam kehidupan manusia modern. Berbagai penelitian menunjukkan bahwa depresi menjadi salah satu penyebab utama berbagai penyakit dan gangguan mental. Meski demikian, sebagian orang dengan mudah mampu menghadapinya.Tapi sebagian orang lainnya tidak mampu menghadapinya, dan membiarkan depresi mengganggu kehidupannya. Akibatnya muncul berbagai masalah besar yang menimpa kehidupan mereka.
Lalu, mengapa demikian ? Faktor apa yang menyebabkan sebagian orang mampu menghadapi depresi yang menimpanya, tapi sebagian lainnya tidak. Pada acara ini kita akan mengupas mengenai faktor-faktor tersebut.
Penelitian yang dilakukan para psikolog memperlihatkan adanya hubungan langsung antara kesehatan fisik, mental dan spiritual dengan keyakinan beragama dan interaksi dengan Allah Swt. Penurunan depresi, peningkatan daya tahan tubuh terhadap berbagai jenis penyakit, dan juga kestabilan tekanan darah adalah termasuk dampak-dampak positif doa dan munajat. Sebuah riset yang dilakukan oleh Universitas Louisville, AS terhadap perempuan penderita kanker di tahun 2001, menunjukkan kesimpulan menarik. Mereka menemukan bahwa perempuan dengan motivasi spiritual yang tinggi memiliki sistem kekebalan tubuh lebih kuat dibanding orang-orang yang mengabaikan spiritualitas.
Alexis Carrel, ahli bedah dan pakar biologi Perancis dalam bukunya yang berjudul "Man, the Unknown (1935)" menulis, "Doa dan munajat memiliki pengaruh unik terhadap anggota badan kita. Kondisi ini pada awalnya tidak begitu menyita perhatian, namun ketika proses itu berlanjut, maka tidak ada kenikmatan yang sebanding dengannya. Manusia pasrah di hadapan Tuhan ketika mereka larut dalam doa. Mereka memohon rahmat dan kasih sayang Tuhan...."
Doa merupakan salah satu cara untuk memohon bantuan dari Allah swt. Doa dan munajat adalah interaksi berkelanjutan dan terus-menerus antara manusia dengan pencipta alam semesta. Ketenangan jiwa merupakan salah satu dampak positif dari interaksi tersebut. Padahal ketenangan jiwa merupakan kebutuhan seluruh manusia. Apalagi di dunia modern saat ini terutama di Barat, ketika kebanyakan orang menderita masalah psikologis seperti depresi. Islam sangat menekankan masalah doa yang merupakan media menjalin hubungan mental dan spiritual dengan Yang Maha Kuasa. Dalam al-Quran surat al-Gafir ayat 60, Allah Swt berfirman, "Dan Tuhanmu berfirman: "Berdoalah kepada-Ku, niscaya akan Kuperkenankan bagimu. Sesungguhnya orang-orang yang menyombongkan diri dari menyembah-Ku akan masuk neraka Jahannam dalam keadaan hina."
Dalam kondisi sulit dan terhimpit problematika kehidupan, doa membantu manusia meringankan beban hidupnya. Rasulullah Saw bersabda, "Doa adalah senjatanya orang-orang mukmin." Selain itu, dalam surat Ar-Ra'd ayat 28, Allah Swt berfirman, "(yaitu) orang-orang yang beriman dan hati mereka menjadi tenteram dengan mengingat Allah. Ingatlah, hanya dengan mengingat Allah-lah hati menjadi tenteram."
Selain doa, Islam juga mengajarkan shalat yang merupakan ibadah ritual sekaligus cara terbaik untuk meredakan depresi. Dewasa ini, ilmu medis menunjukkan bahwa kebahagiaan manusia dipengaruhi oleh perubahan susunan kimia dalam tubuh manusia. Contoh, emosi tanpa sebab yang biasa muncul pada pagi hari disebabkan perubahan atau banyak dan sedikitnya sejumlah komposisi kimia pada darah.Meningkatnya cortisol dalam tubuh manusia dapat membuat manusia bahagia. Hormon itu bertambah saat pagi hari. Jika seseorang bangun tidur pada pagi hari, ia akan merasakan keceriaan tersendiri yang tentunya akan berpengaruh dalam kehidupannya. Untuk itu, para psikolog berkeyakinan bahwa ibadah dan shalat di pagi hari akan membantu manusia tampil ceria dan bahagia sepanjang hari. Di samping itu, shalat dan ibadah yang merupakan perjalanan spiritual, juga berperan penting dalam kebahagiaan manusia.
Pada intinya, kewajiban shalat Subuh mendorong seseorang bangun di pagi hari. Melalui bangun pagi, manusia akan merasakan keceriaan sepanjang hari. Apalagi aktivitas pertama pada pagi hari dimulai dengan beribadah kepada Allah Swt. Banyak penemuan ilmiah yang berhubungan dengan shalat Subuh. Selain itu, banyak riwayat yang membicarakan dampak shalat dalam kesehatan dan kebahagiaan jiwa. Para psikolog menyebut bangun pagi dan ibadah pada saat itu sebagai salah satu faktor yang mengantisipasi gangguan mental.
Sejumlah psikolog meyakini bangun pagi dan beribadah saat itu sebagai salah satu cara mengantisipasi depresi. Al-Quran juga menekankan doa dan ibadah pada pagi hari. Ibadah pada pagi hari sangat bermanfaat, bahkan dapat menyebabkan berkurangnya gangguan mental. Shalat membangunkan setiap orang yang tidak lalai kepada Allah Swt, pada pagi hari. Pada hakekatnya, seseorang ketika bangun pagi dan beribadah, dapat mengurangi tekanan jiwanya dan membangkitkan keceriaan sepanjang hari. Pada pagi hari, seseorang melakukan kontak ibadah kepada Allah Swt dan memenuhi kebutuhan spiritualnya, sehingga ia memulai harinya dengan rasa tawakal dan percaya diri. Imam Ali as bersabda, "Allah Swt setiap kali menghendaki kebaikan bagi hambanya, menuntunnya untuk mengurangi tidur, makan dan berbicara."
Selain Shalat, Islam juga menganjurkan untuk membaca al-Quran sebagaicara menghadapi depresi. Dalam al-Quran surat al-Isra ayat 82, Allah swt berfirman, "Dan Kami turunkan dari Al Quran suatu yang menjadi penawar dan rahmat bagi orang-orang yang beriman, dan Al Quran itu tidaklah menambah kepada orang-orang yang zalim selain kerugian."
Di antara masalah penting yang dikaji kalangan psikolog adalah kepribadian yang stabil dan labil. Depresi menyebabkan orang berkepribadian labil, mempunyai sikap yang berubah-rubah dan tidak memiliki kekuatan dalam mengambil sikap yang tetap. Sejumlah psikolog mengungkapkan bahwa shalat dapat mengatasi penyakit seperti ini, bahkan dapat dikatakan sebagai obat yang paling ampuh untuk mengatasi masalah ini.
Dr Majid Malek Mohammadi mengatakan, "Salah satu karakter menonjol orang yang mengerjakan shalat adalah patuh terhadap ajaran agama dan berjalan di garis yang lurus. Dengan mengulangi zikir-zikir dalam shalatnya yang dikerjakan setiap hari, ia mengingat kembali serangkaian keyakinannya. Dampaknya, ia akan memiliki pribadi yang tangguh. Untuk itu, shalat yang dilakukan berulang-ulang dapat mengokohkan kepribadian dan keseimbangan mental. "
Islam mengajarkan berbagai cara untuk menghadapi depresi akibat berbagai masalah dalam kehidupan. Selain keimanan dan tawakal kepada Allah swt, ada juga cara lain seperti membaca al-Quran dan merenungi isinya, berdoa, dan shalat sebagai cara untuk mengatasi depresi. Tidak hanya itu, agama Islam juga memberikan cara lain untuk meredakan depresi seperti hubungan yang baik dengan keluarga dan berakhlak mulia kepada masyarakat.
Secara psikologis orang yang memiliki ikatan hubungan yang baik dengan keluarga dan masyarakat lebih mampu mengatasi masalah yang dihadapinya. Untuk itu, ia dengan mudah mampu mengatasi depresi yang menimpanya. Saking pentingnya masalah ini, agama Islam begitu menekankan hubungan sosial yang baik. Bahkan sebagian besar ibadah yang dilakukan manusia selain berdimensi individu justru sebagian besar berdimensi sosial. Hubungan sosial yang baik selain menciptakan ketentraman bagi individu dan orang lain.
Tips Mengatasi Depresi Menurut Islam 1
Manusia semakin maju dari sisi pemakaian teknologi-teknologi baru dan bersamaan dengan itu, kehidupan ala mesin yang dijalani oleh mereka menjadi kian kompleks. Kehidupan seperti ini senantiasa dibayangi dengan depresi dan tekanan mental, yang tampak dalam berbagai jenis penyakit fisik dan mental. Terapi medis terhadap penyakit-penyakit itu merupakan sebuah solusi temporal dan gejala-gejalanya muncul kembali ketika proses pengobatan dihentikan.
Psikologi modern dan temuan-temuan ilmiah memberikan beberapa solusi untuk mengatasi masalah tersebut dan ilmu psikiatri menaruh perhatian besar untuk menghilangkan faktor-faktor yang merampas ketenangan mental manusia. Faktanya adalah bahwa rutinitas dan aktivitas sehari-hari manusia secara praktis mencegah mereka untuk memikirkan hal-hal yang diciptakan oleh Tuhan untuk ketenangan dan kebahagiaan manusia. Saat ini, kebanyakan manusia modern menempuh cara lain untuk menyelesaikan gangguan-gangguan mental mereka.
Ajaran agama khususnya Islam memberikan tips-tips untuk menyelamatkan manusia dari kekhawatiran tersebut. Perbedaan utama tips itu dengan temuan-temuan manusia terletak pada pengetahuan mutlak Tuhan terhadap semua ciptaannya dan rahasia-rahasia mereka dan solusi ini juga bersumber dari wahyu serta bersifat komprehensif. Sekarang pertanyaannya adalah bagaimana agama dapat menghadirkan ketenangan mental dan jiwa kepada manusia? Sebuah poin yang tentunya telah dijawab oleh Islam. Ajaran-ajaran agama membantu manusia untuk mengurangi depresi dan memperkenalkan kepada mereka kiat-kiat mengatasi gangguan mental.
Kitab suci al-Quran mendidik manusia dengan ajaran-ajaran luhur Islam dan melindungi mereka dari berbagai penyakit mental. Seorang individu yang memahami realitas dunia dan memikirkan tanda-tanda kebesaran Tuhan, tidak akan pernah khawatir terhadap banyak masalah yang ditakuti oleh orang lain dan mereka melihat hakikat sesuai dengan wujud aslinya. Individu seperti ini bersandar pada kekuatan mutlak Tuhan dan tidak ada kekuatan lain yang dapat mempengaruhinya serta tidak takut terhadap faktor-faktor lain.
Dalam surat al-Baqarah ayat 112, Allah Swt berfirman, "(Tidak demikian) bahkan barang siapa yang menyerahkan diri kepada Allah, sedang ia berbuat kebajikan, maka baginya pahala pada sisi Tuhannya dan tidak ada kekhawatiran terhadap mereka dan tidak (pula) mereka bersedih hati."
Orang-orang yang menerangi hatinya dengan cahaya iman, mereka tidak menyaksikan fenomena lain di dunia ini kecuali kebaikan, keindahan, dan kemaslahatan. Akan tetapi, orang-orang yang tidak memiliki interaksi dengan Tuhan dan tidak bersahabat dengan-Nya, mereka akan didera kegelisahan, depresi, dan kesendirian ketika menghadapi masalah. Sementara orang-orang yang beriman tidak pernah merasa sendiri dan tanpa penolong. Saat mereka menghadapi musibah dan cobaan, mereka menemukan Tuhan sebagai penolong dan selalu siap membantu mereka keluar dari kesulitan.
Selain itu, iman akan menjernihkan pandangan serta menjauhkan manusia dari angan-angan dan ilusi. Mereka tidak mengizinkan dirinya disibukkan dengan khalayan dan menghabiskan umurnya dengan sia-sia. Oleh karena itu, individu yang taat tidak membiarkan depresi dan tekanan mental menguasai dirinya.
Kekuatan spiritual termasuk di antara banyak kiat yang ditawarkan oleh Islam untuk mengatasi tekanan mental. Nilai-nilai iman memainkan peran signifikan dalam menghadapi situasi-situasi yang penuh tekanan. Kebanyakan orang percaya bahwa ketakwaan dan keimanan merupakan cara yang baik untuk mengatasi problema hidup. Keyakinan kita bahwa Tuhan selalu hadir bersama kita dengan sendirinya akan menghilangkan segala bentuk ketakutan. Ketika kita menemukan Tuhan Yang Maha Pengasih ada di setiap tempat dan waktu, kita tidak lagi takut terhadap semua masalah.
Dengan hilangnya rasa takut, pada dasarnya kita telah berhasil mengatasi salah satu faktor utama depresi dalam hidup kita, dan ini tidak akan diperoleh kecuali di bawah cahaya iman dan kekuatan spiritual. Sebenarnya, perasaan bahwa Tuhan selalu hadir bersama kita dan siap membantu kita, adalah penjamin terciptanya keamanan dan ketenangan mental. Dalam surat Al-An'am ayat 82, Allah Swt berfirman, "Orang-orang yang beriman dan tidak mencampuradukkan iman mereka dengan kezaliman (syirik), mereka itulah yang mendapat keamanan dan mereka itu adalah orang-orang yang mendapat petunjuk."
Tawakkal kepada Allah Swt merupakan faktor lain untuk mengobati depresi dan tekanan mental. Sifat ini membantu pemperkuat tekad dan mencegah pengaruh-pengaruh negatif yang merusak mental. Hasilnya, seorang individu akan sukses mencapai tujuannya dan ia siap menerima kegagalan karena yakin bahwa Tuhan lebih mengetahui maslahat manusia dan ia tidak terpukul dari segi mental. Dengan bertawakkal kepada Tuhan, manusia selain wajib melaksanakan semua tugasnya dengan benar, juga menyerahkan semua urusannya kepada Tuhan. Dengan begitu, ia tidak berkecil hati atas setiap masalah dan yakin bahwa Tuhan Maha Mengetahui maslahat manusia.
Dalam surat at-Talaq ayat 3, Allah Swt berfirman, "Dan barang siapa yang bertawakkal kepada Allah niscaya Allah akan mencukupkan (keperluan)nya. Sesungguhnya Allah melaksanakan urusan yang (dikehendaki)Nya. Sesungguhnya Allah telah mengadakan ketentuan bagi tiap-tiap sesuatu."
Faktor lain untuk melawan depresi menurut Islam adalah meyakini takdir dan ketentuan Tuhan. Dalam ajaran Islam, keyakinan seperti ini termasuk dari derajat tinggi iman. Dalam surat at-Taubah ayat 51, Allah Swt berfirman, "Katakanlah: "Sekali-kali tidak akan menimpa kami melainkan apa yang telah ditetapkan Allah untuk kami. Dialah Pelindung kami, dan hanya kepada Allah orang-orang yang beriman harus bertawakal." Keyakinan seperti ini membantu seseorang dalam menghadapi berbagai kesulitan dan masalah. Dengan kata lain, keyakinan akan ketetapan Tuhan, mencegah seseorang dari kegelisahan dan keterpurukan.
Salah satu faktor yang menciptakan kekhawatiran dan depresi bagi banyak orang adalah masalah ekonomi dan pendapatan. Mengenai masalah ini, Islam menekankan bahwa seorang mukmin tidak perlu khawatir terhadap rezeki, sebab Tuhan adalah Dzat pemberi rezeki dan pemilik segala sesuatu. Tentu saja, seorang mukmin harus bekerja keras untuk memperoleh rezeki, tapi tidak boleh takut terhadap kemiskinan. Dia harus selalu rela dengan ketetapan dan kehendak Tuhan. Oleh karena itu, masalah ekonomi dan materi jangan sampai menghalangi seseorang untuk meraih tujuan-tujuan besarnya.
Seorang mukmin harus selalu optimis dengan janji-janji Ilahi dalam mengatasi berbagai problema dan menjaga ketenangannya. Optimisme ini akan mencegah kehancuran manusia, menjauhinya dari kegelisahan dan depresi, serta membuat ia selamat. Tuhan pastinya juga punya solusi untuk menyelesaikan masalah-masalah manusia. Manusia secara fitrah mencari Tuhan sebagai tempat sandaran abadi. Akan tetapi, kesibukan duniawi terkadang membuatnya lalai dan hancur akibat terjangan masalah. Namun, insan yang diperkenalkan oleh Islam adalah sebuah makhluk yang tidak akan memperoleh kebahagiaan kecuali dengan mengingat Tuhan. Rasul Saw bersabda, "Zikir kepada Allah akan menyembuhkan hati."
Mengingat Tuhan akan membuat seseorang merasa dekat dengan-Nya dan menikmati kedamaian yang luar biasa. Hal ini akan membangkitkan rasa percaya diri, memberi kekuatan, keamanan, dan ketenangan. Mengingat Tuhan akan menentramkan hati dan jiwa, mencegah seseorang dari depresi, dan mengarahkannya untuk bergerak pada rel asli kehidupan. Dalam sebuah hadis disebutkan bahwa "Allah akan mengingat dan menyayangi hamba mukmin dengan mengirimkan masalah dan kesulitan. Sama seperti seseorang yang baru pulang dari perjalanan jauh dengan membawa hadiah kepada keluarganya."
Tips Mengatasi Depresi Menurut Islam 1
Manusia semakin maju dari sisi pemakaian teknologi-teknologi baru dan bersamaan dengan itu, kehidupan ala mesin yang dijalani oleh mereka menjadi kian kompleks. Kehidupan seperti ini senantiasa dibayangi dengan depresi dan tekanan mental, yang tampak dalam berbagai jenis penyakit fisik dan mental. Terapi medis terhadap penyakit-penyakit itu merupakan sebuah solusi temporal dan gejala-gejalanya muncul kembali ketika proses pengobatan dihentikan.
Psikologi modern dan temuan-temuan ilmiah memberikan beberapa solusi untuk mengatasi masalah tersebut dan ilmu psikiatri menaruh perhatian besar untuk menghilangkan faktor-faktor yang merampas ketenangan mental manusia. Faktanya adalah bahwa rutinitas dan aktivitas sehari-hari manusia secara praktis mencegah mereka untuk memikirkan hal-hal yang diciptakan oleh Tuhan untuk ketenangan dan kebahagiaan manusia. Saat ini, kebanyakan manusia modern menempuh cara lain untuk menyelesaikan gangguan-gangguan mental mereka.
Ajaran agama khususnya Islam memberikan tips-tips untuk menyelamatkan manusia dari kekhawatiran tersebut. Perbedaan utama tips itu dengan temuan-temuan manusia terletak pada pengetahuan mutlak Tuhan terhadap semua ciptaannya dan rahasia-rahasia mereka dan solusi ini juga bersumber dari wahyu serta bersifat komprehensif. Sekarang pertanyaannya adalah bagaimana agama dapat menghadirkan ketenangan mental dan jiwa kepada manusia? Sebuah poin yang tentunya telah dijawab oleh Islam. Ajaran-ajaran agama membantu manusia untuk mengurangi depresi dan memperkenalkan kepada mereka kiat-kiat mengatasi gangguan mental.
Kitab suci al-Quran mendidik manusia dengan ajaran-ajaran luhur Islam dan melindungi mereka dari berbagai penyakit mental. Seorang individu yang memahami realitas dunia dan memikirkan tanda-tanda kebesaran Tuhan, tidak akan pernah khawatir terhadap banyak masalah yang ditakuti oleh orang lain dan mereka melihat hakikat sesuai dengan wujud aslinya. Individu seperti ini bersandar pada kekuatan mutlak Tuhan dan tidak ada kekuatan lain yang dapat mempengaruhinya serta tidak takut terhadap faktor-faktor lain.
Dalam surat al-Baqarah ayat 112, Allah Swt berfirman, "(Tidak demikian) bahkan barang siapa yang menyerahkan diri kepada Allah, sedang ia berbuat kebajikan, maka baginya pahala pada sisi Tuhannya dan tidak ada kekhawatiran terhadap mereka dan tidak (pula) mereka bersedih hati."
Orang-orang yang menerangi hatinya dengan cahaya iman, mereka tidak menyaksikan fenomena lain di dunia ini kecuali kebaikan, keindahan, dan kemaslahatan. Akan tetapi, orang-orang yang tidak memiliki interaksi dengan Tuhan dan tidak bersahabat dengan-Nya, mereka akan didera kegelisahan, depresi, dan kesendirian ketika menghadapi masalah. Sementara orang-orang yang beriman tidak pernah merasa sendiri dan tanpa penolong. Saat mereka menghadapi musibah dan cobaan, mereka menemukan Tuhan sebagai penolong dan selalu siap membantu mereka keluar dari kesulitan.
Selain itu, iman akan menjernihkan pandangan serta menjauhkan manusia dari angan-angan dan ilusi. Mereka tidak mengizinkan dirinya disibukkan dengan khalayan dan menghabiskan umurnya dengan sia-sia. Oleh karena itu, individu yang taat tidak membiarkan depresi dan tekanan mental menguasai dirinya.
Kekuatan spiritual termasuk di antara banyak kiat yang ditawarkan oleh Islam untuk mengatasi tekanan mental. Nilai-nilai iman memainkan peran signifikan dalam menghadapi situasi-situasi yang penuh tekanan. Kebanyakan orang percaya bahwa ketakwaan dan keimanan merupakan cara yang baik untuk mengatasi problema hidup. Keyakinan kita bahwa Tuhan selalu hadir bersama kita dengan sendirinya akan menghilangkan segala bentuk ketakutan. Ketika kita menemukan Tuhan Yang Maha Pengasih ada di setiap tempat dan waktu, kita tidak lagi takut terhadap semua masalah.
Dengan hilangnya rasa takut, pada dasarnya kita telah berhasil mengatasi salah satu faktor utama depresi dalam hidup kita, dan ini tidak akan diperoleh kecuali di bawah cahaya iman dan kekuatan spiritual. Sebenarnya, perasaan bahwa Tuhan selalu hadir bersama kita dan siap membantu kita, adalah penjamin terciptanya keamanan dan ketenangan mental. Dalam surat Al-An'am ayat 82, Allah Swt berfirman, "Orang-orang yang beriman dan tidak mencampuradukkan iman mereka dengan kezaliman (syirik), mereka itulah yang mendapat keamanan dan mereka itu adalah orang-orang yang mendapat petunjuk."
Tawakkal kepada Allah Swt merupakan faktor lain untuk mengobati depresi dan tekanan mental. Sifat ini membantu pemperkuat tekad dan mencegah pengaruh-pengaruh negatif yang merusak mental. Hasilnya, seorang individu akan sukses mencapai tujuannya dan ia siap menerima kegagalan karena yakin bahwa Tuhan lebih mengetahui maslahat manusia dan ia tidak terpukul dari segi mental. Dengan bertawakkal kepada Tuhan, manusia selain wajib melaksanakan semua tugasnya dengan benar, juga menyerahkan semua urusannya kepada Tuhan. Dengan begitu, ia tidak berkecil hati atas setiap masalah dan yakin bahwa Tuhan Maha Mengetahui maslahat manusia.
Dalam surat at-Talaq ayat 3, Allah Swt berfirman, "Dan barang siapa yang bertawakkal kepada Allah niscaya Allah akan mencukupkan (keperluan)nya. Sesungguhnya Allah melaksanakan urusan yang (dikehendaki)Nya. Sesungguhnya Allah telah mengadakan ketentuan bagi tiap-tiap sesuatu."
Faktor lain untuk melawan depresi menurut Islam adalah meyakini takdir dan ketentuan Tuhan. Dalam ajaran Islam, keyakinan seperti ini termasuk dari derajat tinggi iman. Dalam surat at-Taubah ayat 51, Allah Swt berfirman, "Katakanlah: "Sekali-kali tidak akan menimpa kami melainkan apa yang telah ditetapkan Allah untuk kami. Dialah Pelindung kami, dan hanya kepada Allah orang-orang yang beriman harus bertawakal." Keyakinan seperti ini membantu seseorang dalam menghadapi berbagai kesulitan dan masalah. Dengan kata lain, keyakinan akan ketetapan Tuhan, mencegah seseorang dari kegelisahan dan keterpurukan.
Salah satu faktor yang menciptakan kekhawatiran dan depresi bagi banyak orang adalah masalah ekonomi dan pendapatan. Mengenai masalah ini, Islam menekankan bahwa seorang mukmin tidak perlu khawatir terhadap rezeki, sebab Tuhan adalah Dzat pemberi rezeki dan pemilik segala sesuatu. Tentu saja, seorang mukmin harus bekerja keras untuk memperoleh rezeki, tapi tidak boleh takut terhadap kemiskinan. Dia harus selalu rela dengan ketetapan dan kehendak Tuhan. Oleh karena itu, masalah ekonomi dan materi jangan sampai menghalangi seseorang untuk meraih tujuan-tujuan besarnya.
Seorang mukmin harus selalu optimis dengan janji-janji Ilahi dalam mengatasi berbagai problema dan menjaga ketenangannya. Optimisme ini akan mencegah kehancuran manusia, menjauhinya dari kegelisahan dan depresi, serta membuat ia selamat. Tuhan pastinya juga punya solusi untuk menyelesaikan masalah-masalah manusia. Manusia secara fitrah mencari Tuhan sebagai tempat sandaran abadi. Akan tetapi, kesibukan duniawi terkadang membuatnya lalai dan hancur akibat terjangan masalah. Namun, insan yang diperkenalkan oleh Islam adalah sebuah makhluk yang tidak akan memperoleh kebahagiaan kecuali dengan mengingat Tuhan. Rasul Saw bersabda, "Zikir kepada Allah akan menyembuhkan hati."
Mengingat Tuhan akan membuat seseorang merasa dekat dengan-Nya dan menikmati kedamaian yang luar biasa. Hal ini akan membangkitkan rasa percaya diri, memberi kekuatan, keamanan, dan ketenangan. Mengingat Tuhan akan menentramkan hati dan jiwa, mencegah seseorang dari depresi, dan mengarahkannya untuk bergerak pada rel asli kehidupan. Dalam sebuah hadis disebutkan bahwa "Allah akan mengingat dan menyayangi hamba mukmin dengan mengirimkan masalah dan kesulitan. Sama seperti seseorang yang baru pulang dari perjalanan jauh dengan membawa hadiah kepada keluarganya."




























