کمالوندی

کمالوندی

Sabtu, 27 Desember 2014 00:00

Latihan Militer Iran di Penghujung 2014

Militer Republik Islam Iran memulai manuver besar-besaran pada Kamis (25/12/2014) pagi, dengan melibatkan satuan angkatan darat, angkatan laut, angkatan udara, dan unit pertahanan rudal. Latihan yang mengusung slogan Muhammad Rasulullah Saw ini digelar di wilayah selatan Iran, tenggara, dan perairan Laut Oman.

Manuver gabungan militer Iran akan dilaksanakan selama tujuh hari. Latihan ini mencakup area seluas 2,2 juta kilometer persegi yang membentang dari timur Selat Hormuz sampai ke wilayah utara Samudera Hindia.

Wakil Panglima Angkatan Darat Iran, Brigadir Jenderal Abdolrahim Mousavi mengatakan bahwa salah satu dari tujuan manuver ini adalah untuk meningkatkan kemampuan pertahanan negara. Menurutnya, senjata dan taktik baru akan diuji dan dievaluasi selama manuver tersebut. Militer Iran juga akan menampilkan latihan dalam memerangi terorisme.

Sebelumnya, Panglima Angkatan Laut Iran Laksamana Habibollah Sayyari mengatakan, berbagai jenis kapal perang, kapal perusak, kapal selam, rudal, jet tempur, dan helikopter akan mengambil bagian dalam latihan tersebut sebagai upaya untuk meningkatkan kemampuan angkatan laut.

Akan tetapi, manuver Muhammad Rasulullah Saw hanya akan menampilkan sebagian dari kemampuan tempur dan pertahanan Angkatan Bersenjata Iran.

Brigjend Mousavi menandaskan bahwa manuver itu membawa pesan perdamaian dan persahabatan bagi negara-negara regional di bawah panji persatuan Islam dan kawasan. Meski demikian, pesan lain kegiatan itu adalah mendemonstrasikan kekuatan dan kemampuan militer Iran di hadapan musuh.

Latihan militer di Iran berjalan sesuai dengan program yang sudah dirancang dan bagian dari sebuah kegiatan rutin di setiap negara. Republik Islam mengincar dua tujuan utama dalam berbagai manuver militer. Pertama, setiap latihan militer di Iran bertujuan untuk menampilkan kekuatan dan uji coba peralatan tempur baru untuk merespon setiap ancaman potensial musuh. Dan kedua, latihan militer di Iran juga membawa pesan perdamaian dan persahabatan bagi negara-negara tetangga dan regional. Hal ini berbeda dengan manuver militer di sejumlah negara lain.

Republik Islam selalu menyerukan perdamaian dan persahabatan dan dalam berbagai kesempatan, negara ini mendukung stabilitas dan keamanan regional dan internasional. Setiap langkah dalam kebijakan dalam negeri dan luar negeri Iran dibarengi dengan perdamaian dan persahabatan.

Dalam kasus nuklir, Iran juga ingin menggunakan energi nuklir untuk kepentingan damai, dan senjata atom sama sekali tidak punya tempat dalam doktrin militer dan pertahanan Iran.

Iran sejalan dengan kebijakan mendukung perdamaian dan keamanan global, mengusulkan penghapusan kekerasan dan ekstremisme di dunia. Setelah mendapat sambutan dari banyak negara, proposan itu kemudian disahkan sebagai resolusi oleh Majelis Umum PBB.

Keseluruhan perilaku dasar Tehran membuktikan bahwa Iran belum pernah menjadi pihak yang memulai ancaman dan perang serta selalu berupaya untuk menjamin perdamaian dan keamanan regional dan dunia.

Demi memperkuat kemampuan militer dan pertahanannya, Iran senantiasa memproduksi peralatan militer dalam negeri dan menggelar sejumlah manuver. Pengalaman sejarah menunjukkan bahwa kehadiran pasukan asing di wilayah Timur Tengah tidak membawa sesuatu kecuali peningkatan ketidakamanan dan kekerasan.

 

Iran percaya bahwa negara-negara regional melalui koordinasi dan kerjasama, mampu menjamin keamanan dan perdamaian bagi bangsa-bangsanya tanpa melibatkan pihak asing.

Sejumlah media mengungkap dukungan rezim Zionis Israel atas para teroris ISIS di Suriah.

Situs berita Global Research (27/12) dalam sebuah analisa berjudul ÔÇ£Israel Memperkuat Teroris ISIS di SuriahÔÇØ, menulis, Israel untuk mencapai tujuannya di kawasan memperlakukan kelompok teroris ISIS hanya sebagai sebuah investasi.

Terkait masalah ini, Benyamin Netanyahu, Perdana Menteri Israel, bulan September lalu dalam pidatonya di Majelis Umum PBB mengatakan, ÔÇ£Kekalahan ISIS berarti kekalahan dalam perang asli.ÔÇØ

Moshe Yaalon, Menteri Peperangan Israel juga menjelaskan bahwa kelompok teroris Front Al Nusra yang berafiliasi ke Al Qaeda tidak akan mendekat ke perbatasan Israel. ÔÇ£Milisi Suriah akan mendapat pasokan bantuan dari Israel,ÔÇØ katanya.

Israel juga membuka total pintu perbatasan untuk para teroris yang terluka supaya bisa diobati di rumah sakit-rumah sakitnya. Tel Aviv juga mengizinkan para teroris itu kembali ke medan tempur setelah pulih.

Sebelumnya Kementerian Kesehatan Israel mengumumkan, ÔÇ£Lebih dari 1.400 teroris yang terluka di Suriah, dirawat di rumah sakit-rumah sakit Israel.ÔÇØ

Beberapa media juga mengabarkan bantuan persenjataan yang diberikan Israel kepada para teroris ISIS di Suriah.

Hizbullah, Lebanon menilai dialog dengan gerakan Al Mustaqbal sebagai sebuah faktor yang mendukung negara itu dalam memerangi terorisme Takfiri.

Kantor berita nasional Lebanon (27/12) melaporkan, Syeikh Nabil Kaouk, Wakil Ketua Dewan Eksekutif Hizbullah, Jumat (26/12) menjelaskan, ÔÇ£Seluruh rakyat Lebanon adalah pemenang dan dalam dialog, tidak ada pemenang dan pecundang, karena pecundang yang sebenarnya adalah musuh-musuh Lebanon.ÔÇØ

Ia menambahkan, ÔÇ£Dialog dalam atmosfir politik Lebanon sekarang ini telah menciptakan perubahan dan telah menutup jalan bagi para pemfitnah. Oleh karenanya dialog menjadi sebuah peluang untuk harapan dan kerja sama di antara warga Lebanon.ÔÇØ

Kaouk mengaku bahwa Hizbullah berulang kali mendesak dilakukannya dialog dan kelompok ini sama sekali tidak memiliki musuh di Lebanon. Akan tetapi musuh Hizbullah adalah rezim Zionis Israel dan kelompok teroris serta Takfiri, ISIS yang datang ke Lebanon dari kota Raqqa di Suriah dan Mosul di Irak.

Syeikh Kaouk juga memuji pengorbanan yang dilakukan militer Lebanon dan Hizbullah dalam menghadapi bahaya yang ditimbulkan terorisme Takfiri. Ia mengatakan, ÔÇ£Israel selalu sesumbar bahwa Hizbullah dapat dikepung atau dikalahkan oleh para teroris Takfiri, akan tetapi hari ini Israel cemas dengan kekuatan yang dimiliki Hizbullah di kawasan.ÔÇØ

Wakil Ketua Dewan Eksekutif Hizbullah melanjutkan, ÔÇ£Lebanon dengan bantuan militer, rakyat dan Hizbullah akan tetap perkasa, dan Hizbullah tidak ingin memenangkan dialog dengan pihak lain atau merubah perimbangan kekuatan dalam negeri.ÔÇØ

Ia menegaskan, ÔÇ£Tujuan Hizbullah dalam dialog adalah memperkuat persatuan di antara warga Lebanon dan mendukung negara dalam menghadapi bahaya serta ancaman. Karenanya, seluruh pihak harus memiliki strategi nasional dalam melawan bahaya para teroris Takfiri.ÔÇØ

Amerika Serikat akan segera mengirim sejumlah banyak perlengkapan militernya di Kuwait ke Irak.

IRIB News (27/12) melaporkan, pasukan Amerika sudah menyiapkan perlengkapan militernya di Kuwait untuk dikirim ke Irak.

Situs berita Amerika, US News dalam sebuah laporan, Jumat (26/12) mengabarkan, militer Amerika tengah mengumpulkan dan menyiapkan sejumlah banyak perlengkapan militer termasuk kendaraan-kendaraan lapis baja di Kuwait untuk dikirim ke Irak.

Mengutip komando militer Amerika, situs berita itu mengatakan, petinggi militer Amerika di Irak dalam waktu dekat ini akan mengumumkan perlengkapan militer mana yang dibutuhkan.

Sebelumnya perlengkapan-perlengkapan militer Amerika itu digunakan di Afghanistan dan secara bertahap disimpan di gudang-gudang senjata Kuwait.

Salah seorang pejabat senior gerakan perlawanan Islam Palestina, Hamas mengumumkan, berlanjutnya blokade Jalur Gaza adalah kejahatan perang.

IRIB News (27/12) melaporkan, Ismail Ridwan, pejabat senior Hamas dalam khutbah shalat Jumat di kamp pengungsian Jabalia di Utara Jalur Gaza mengatakan, ÔÇ£Rezim Zionis Israel dengan maksud menundukkan rakyat Palestina di Gaza terus melanjutkan blokade di wilayah itu dan langkah ini adalah kejahatan perang.ÔÇØ

Ia menambahkan, ÔÇ£Sedikitnya dua juta warga Palestina selama bertahun-tahun hidup dalam kondisi yang serba sulit di Gaza.ÔÇØ

Menurutnya pemerintahan-pemerintahan imperialis khususnya Israel telah memblokade gaza. ÔÇ£Petinggi rezim Israel harus tahu bahwa Hamas, secara umum rakyat Palestina sampai kapanpun dan dalam kondisi apapun, bahkan jika harus memberikan pengorbanan besar, tidak akan pernah mengakui Israel secara resmi,ÔÇØ tegasnya.

Anggota senior Hamas itu menjelaskan, ÔÇ£Untuk membela cita-cita Palestina dan kemuliaan rakyatnya, Hamas sampai kapanpun tidak akan pernah meletakkan senjatanya, dan perlawanan serta jihad akan terus dilakukan sampai seluruh wilayah pendudukan Palestina merdeka.ÔÇØ

Ismail Ridwan meminta bangsa Arab dan Islam untuk melaksanakan kewajibannya terkait rakyat Palestina dan berusaha untuk mematahkan blokade Gaza.

Ia menandaskan, ÔÇ£Jika perlawanan dan kelompok-kelompok pejuang Palestina tidak ada, Israel hari ini pasti sudah menguasai seluruh negara Arab.ÔÇØ (IRIB Indonesia/HS)
 
Twit
 
Item terkait

Selasa, 23 Desember 2014 00:00

Imam Hasan Gugur Syahid

Tanggal 28 Shafar tahun 50 Hijriah, Imam Hasan as, cucu Rasulullah Saw gugur syahid. Imam Hasan adalah putra dari Fathimah as, putri Rasulullah dan Imam Ali as. Beliau dilahirkan di Madinah pada tahun 3 Hijriah. Sejak lahir hingga usia tujuh tahun, Imam Hasan as dibimbing langsung oleh kakek beliau, Rasulullah Saw untuk memahami makrifat Islam.
 

 

Pada usia 37 tahun, ayah beliau, yaitu Imam Ali as gugur syahid dan Imam Hasan pun meneruskan tampuk kepemimpinan kaum muslimin yang semula diemban oleh Imam Ali. Dalam masa kepemimpinannya, Imam Hasan as berusaha membentuk pasukan muslim yang tangguh untuk melawan pasukan Muawiyah yang sebelumnya juga telah melakukan perlawanan bersenjata terhadap Imam Ali as.

 

Namun, berbagai provokasi dan taktik licik yang dilakukan Muawiyah membuat semangat pasukan muslim itu kendor, bahkan sebagiannya bergabung dengan pasukan Muawiyah. Karena itu, Imam Hasan mengambil langkah diplomasi, demi terjaganya keutuhan kaum Muslimin yang saat itu tengah mendapat ancaman yang lebih besar dari kaum Kafir. Imam Hasan pun kemudian mengadakan perjanjian damai dengan Muawiyah, namun isi perjanjian itu dilanggar oleh Muawiyah dan bahkan akhirnya, Imam Hasan diracuni olehnya sehingga gugur syahid pada tahun 50 hijriah.

Selasa, 23 Desember 2014 00:00

Rasulullah Saw Wafat

Tanggal 28 Shafar tahun 11 Hijriah, Rasulullah Muhammad Saw berpulang ke rahmatullah pada usia 63 tahun.
 

 

Nabi besar umat Islam ini dilahirkan 52 tahun sebelum dimulainya tahun Hijriah, di kota Mekah. Sejak kecil, Muhammad Saw telah kehilangan ayah dan ibunya sehingga diasuh oleh kakek beliau Abdul Muthalib, lalu oleh paman beliau, Abu Thalib. Sejak muda, Muhammad Saw telah dikenal sebagai orang yang jujur dan dapat dipercaya sehingga dikenal dengan julukan al-Amin.

 

Pada usia ke-40, Muhammad Saw ditunjuk Allah untuk menjadi utusannya dalam menyampaikan risalah tauhid, keadilan, dan kasih sayang kepada umat manusia. Setelah 23 tahun menyampaikan risalah Islam dan berhasil mendirikan pemerintahan Islam di Madinah, akhirnya Rasulullah wafat dan meninggalkan sebuah ajaran agung yang kini tersebar ke berbagai penjuru dunia.

Selasa, 23 Desember 2014 00:00

Menghormati Wanita Dalam Islam

Dunia yang memisahkan wanita dari dalam rumah tangga, menyeretnya keluar dengan janji-janji semu, membuatnya tidak punya perlindungan dan pertahanan di hadapan pandangan dan perilaku sosial yang cabul dan membuka peluang untuk mengganggu hak-haknya, sejatinya adalah melemahkan wanita sekaligus menghancurkan rumah tangga, juga menjadikan generasi yang akan datang terancam dan mewujudkan bencana terhadap setiap peradaban dan budaya yang memiliki logika ini. Yang demikian ini sekarang sedang terjadi di dunia dan semakin hari semakin parah. Saya sampaikan kepada kalian bahwa ini merupakan banjir yang membahayakan yang daya perusaknya akan tampak dalam jangka panjang dan akan memusnahkan dan meluluhlantakkan fondasi peradaban Barat. Dalam jangka pendek tidak ada sesuatu yang bisa dipahami. Semua ini baru akan menampakkan dirinya dalam jangka seratus-dua ratus tahun dan tanda-tanda krisis moral di Barat ini sekarang sedang menampakkan dirinya.
 

 

Islam telah menghormati wanita dalam makna yang sebenarnya. Bila bersandar pada peran ibu dan kehormatan ibu di dalam rumah tangga atau bertopang pada peran wanita, pengaruh wanita, hak-hak wanita dan batas-batasan wanita di dalam rumah tangga, sama sekali bukan berarti melarang wanita dari berpartisipasi dalam urusan sosial dan ikut campur dalam perjuangan dan aktivitas umum. Sejumlah orang tidak memahami atau salah memahami, sejumlah orang lainnya yang sakit jiwa juga memanfaatkan pemahaman salah ini. Seakan-akan wanita hanya harus sebagai ibu yang baik dan istri yang baik saja atau hanya harus berpartisipasi dan beraktivitas sosial. Masalahnya tidak demikian. Harus menjadi ibu yang baik dan istri yang baik sekaligus berpartisipasi dalam aktivitas sosial. Fathimah Zahra as adalah simbol penggabungan ini. Gabungan antara pelbagai posisi. Contoh lainnya adalah Zainab Kubra as. Para wanita terkenal masa permulaan Islam dan wanita unggulan adalah contoh-contoh lainnya. Mereka berada dan hadir di tengah-tengah kehidupan sosial.

 

Ketidakpahaman tentang memuliakan wanita dalam Islam dibarengi dengan pelajaran salah yang dicekokkan atas nama memuliakan wanita dalam peradaban Barat. Hal ini sudah dicampur dan muncullah sebuah gerakan pemikiran yang salah.

 

Wanita dalam rumah tangga adalah mulia dan terhormat dan merupakan poros menejemen dalam rumah tangga, lilin bagi semua anggota keluarga, sumber keakraban, ketenangan dan ketentraman. Lembaga rumah tangga yang merupakan telaga kecil ketenangan hidup setiap manusia yang penuh tantangan dan penuh usaha, akan menemukan ketenangan, ketentraman dan keyakinan dengan adanya wanita. Pada saat itu perannya sebagai istri, sebagai ibu, sebagai putri rumah tangga; masing-masing memiliki kehormatan dalam masa yang panjang. Oleh karena itu, pada hakikatnya harus ada penulisan, pembicaraan dan perhatian kembali di bidang nilai dan kemuliaan wanita dalam perspektif Islam. (5/5/1374)

 

Simbol Wanita Agung dalam Al-Quran

 

ÔÇ£AlmarÔÇÖatu Sayyidatu BaitihaÔÇØ (Nahjul Fashahah, hadis 2177) Wanita sebagai tuan di rumahnya. Ini dari Rasulullah Saw...beliau mengatakan kepada para lelaki, ÔÇ£Paling baiknya kalian adalah mereka yang paling baik dalam bersikap kepada istrinya.ÔÇØ Ini adalah pendapat Islam dan masih banyak lagi yang seperti ini. Yang disebutkan dalam al-Quran sebagai contoh bagi orang mukmin dan yang diridai Allah, dan orang kafir dan yang ditolak di sisi Allah adalah wanita. Ini adalah hal yang menarik. Ketika al-Quran ingin menyebutkan contoh bagi orang yang baik dan orang yang jelek, keduanya dengan memilih wanita. ÔÇ£Dharaballahu Matsalam Lilladziana Kafaru Imraata Nuhin Wa Imraata Luthin... Allah membuat istri Nuh dan istri Luth sebagai perumpamaan bagi orang-orang kafirÔÇØ (QS. Tahrim:10-12) al-Quran telah menjadikan dua wanita sebagai ÔÇÿperumpamaanÔÇÖ yakni mengenalkan istri Nuh dan istri Luth sebagai contoh dan simbol wanita-wanita yang jelek. Kemudian sebaliknya ÔÇ£Wa Dharaballahu Matsalan Lilladzina Amanu Imraata Firauna... Dan Allah membuat istri FirÔÇÖaun perumpamaan bagi orang-orang yang berimanÔÇØ dua orang wanita dikenalkan sebagai simbol wanita yang baik, wanita yang agung dan wanita mukmin; satunya adalah istri Firaun dan satinya lagi adalah Sayidah Maryam. ÔÇ£Wa Maryama Ibnata Imrana Allati Ahshanat Farjaha...Dan (ingatlah) Maryam binti Imran yang memelihara kehormatannya.ÔÇØ Yang menarik adalah keempat wanita ini, kebaikan dan kejelekannya terkait dengan lingkungan rumah tangga. Terkait dua wanita yang jelek itu ÔÇ£Imraata Nuhin Wa Imraata LuthinÔÇØ. Disebutkan, ÔÇ£Kanata Tahta Abdaini Min Ibadina Shalihaini FakhanatahumaÔÇØ Dua wanita ini mengkhianati suaminya masing-masing yang keduanya adalah nabi yang memiliki kedudukan dan derajat yang tinggi. Masalahnya adalah masalah rumah tangga. Masalah dua wanita lainnya juga terkait dengan rumah tangga. Yang pertama adalah istri Firaun dimana nilai dan sesuatu menurutnya penting adalah mengasuh seorang nabi Ulul Azmi, seorang yang bernama Musa Kalimullah dan beriman kepadanya dan menolongnya. Itulah mengapa Firaun balas dendam padanya. Masalahnya adalah masalah dalam rumah tangga yaitu pengaruh keagungan perbuatannya yang berhasil mendidik Musa. Terkait dengan Sayidah Maryam juga demikian. ÔÇ£Allati Ahshanat FarjahaÔÇØ Ia telah menjaga kehormatannya. Ia telah menjaga kesuciannya. Ini menunjukkan bahwa dalam kehidupan Sayidah Maryam pasti ada faktor-faktor yang bisa mengancam kehormatan dan kesucian seorang wanita mulia dan ia bisa melawannya. Dengan demikian semuanya terkait dengan sisi-sisi penting yang sudah dijelaskan yaitu sisi rumah tangga dan masalah kedudukan wanita di tengah masyarakat.

Selasa, 23 Desember 2014 00:00

Hari Arbain dan Perjuangan Sayidah Zainab

Ahlul Bait as merupakan salah satu pusaka berharga Rasulullah Saw bagi umatnya untuk menjauhkan mereka dari penyimpangan dan kesesatan. Beliau bersabda, "Aku tinggalkan untuk kalian dua pusaka. Kalian tidak akan tersesat selama-lamanya selagi kalian berpegang teguh pada keduanya, yaitu kitab Allah (al-Quran) dan Ahlul Baitku.ÔÇØ
 

Pada saat pembawa panji Kebangkitan Karbala, Abbas ibn Ali as tumbang ditebas pedang dan kepala mulia Imam Husein as ditancapkan di ujung tombak, Yazid dan para pengikutnya mengira bahwa mereka sudah berhasil merampas salah satu pusaka Nabi Saw dari tangan kaum Muslim dan dengan cara itu, mereka tinggal memperalat al-Quran untuk kepentingan rezim. Akan tetapi kehendak Tuhan berkata lain. Tuhan telah menakdirkan agar darah Imam Husein as senantiasa membara di nadi kaum Muslim sehingga para pencari kebenaran dan penuntut keadilan tidak termakan oleh makar orang-orang kafir.

 

Peringatan Hari Arbain sejak dulu sudah dikenal luas oleh masyarakat Syiah dan kalender sejarah para pembela Imam Husein as. Atas dasar itu pula, para pengikut Syiah di tahun-tahun pertama peringatan acara tersebut mendatangi Padang Karbala, seperti yang dilakukan oleh Jabir ibn Abdullah al-Ansari. Tradisi ini masih terawat dengan baik sampai sekarang dan Irak setiap tahunnya menyambut kedatangan jutaan peziarah dari seluruh dunia untuk berkumpul di Makam Imam Husein. Mereka ingin menegaskan dirinya sebagai pengikut kebenaran dan di bawah kepemimpinan Imam Husein as, mereka tidak akan tunduk pada arogansi musuh dan mereka juga siap untuk mengorbankan harta dan jiwanya demi kebenaran.

 

Seorang sahabat besar Nabi Saw, Jabir ibn Abdullah al-Ansari adalah tamu pertama Imam Husein as pada hari Arbain. Meski sudah tidak bisa melihat, Jabir tetap datang ditemani oleh Atiyya bin Sa'ad al-Kufi. Atiyya menuturkan, "Aku bersama Jabir datang ke Karbala untuk menziarahi Imam Husein Jabir berkata kepadaku, 'Antarkan aku ke pusara Husein.' Aku kemudian meletakkan tangan Jabir di atas makam dan ia jatuh pingsan. Aku memercikkan air ke wajahnya dan ketika sadar, ia memanggil kata-kata 'Ya Husein' sebanyak tiga kali. Kemudian dia berteriak, 'Wahai Husein! Kenapa engkau membisu?' Kemudian ia berkata, 'Bagaimana engkau akan menjawabku sementara nadi-nadi lehermu telah ditebas dan kepala dan badanmu telah dipisah.' Aku bersaksi bahwa engkau adalah putra penutup para nabi dan pemimpin kaum Mukminin. Salam dan keridhaan Tuhan atasmu."

 

Ziarah Imam Husein as di hari Arbain telah disinggung dalam literatur-literatur kuno agama Islam. Riwayat terpenting mengenai hal ini datang dari Imam Hasan Askari as. Beliau berkata, " Tanda-tanda orang mukmin ada lima; melaksanakan shalat 51 rakaat (17 rakaat wajib dan 34 rakaat sunnah), membaca ziarah Arbain Imam Husein as, memakai cincin di jari tangan kanan, meletakkan dahi di atas tanah saat sujud dan mengeraskan bacaan Bismillahirrahmanirrahim dalam shalat." Dalam riwayat-riwayat lain juga disebutkan bahwa orang-orang yang tidak bisa datang ke Karbala pada hari itu, mereka dianjurkan membaca ziarah dari jauh. Anjuran ini dengan sendirinya menunjukkan betapa pentingnya Arbain dan pengingat budaya anti-kezaliman Asyura dalam kamus Islam.

 

Dari Asyura sampai Arbain hanya 40 hari dan dalam rentang masa itu, Sayidah Zainab as dengan kearifan dan keberaniannya telah menguburkan mimpi-mimpi Yazid untuk merayakan kemenangan. Wanita mulia ini mengibarkan panji Kebangkitan Husein dengan gagah dan sampai sekarang masih berkibar dengan penuh wibawa. Sayidah Zainab memekikkan pesan ketertindasan dan kebenaran Husein dengan suara lantang mulai dari hari Asyura yang banjir darah sampai Arbain yang bergelimang air mata. Orasi lugas Sayidah Zainab masih terus mengguncang pilar-pilar istana penguasa tiran dan menarik para pencari kebenaran untuk berduyun-duyun datang ke Karbala.

 

Sayidah Zainab as selain memiliki banyak keutamaan dan berkepribadian mulia, juga memainkan peran luar biasa dalam mensukseskan Kebangkitan Asyura. Setelah peristiwa Asyura, Sayidah Zainab as di tengah kesibukannya sebagai pemimpin para tawanan dan pelindung Imam Sajjad as, mampu mengantarkan Revolusi Huseini ke gerbang kemenangan dengan menanggung segala beban. Dia berdiri tegak dan gagah berani dalam menyampaikan misinya sehingga ajaran Rasulullah Saw dan Revolusi Karbala tidak melenceng.

 

Ketika rombongan tawanan tiba di Kufah, masyarakat awalnya menyambut tawanan dengan suka cita dan gembira. Akan tetapi, Sayidah Zainab lewat orasinya yang berapi-api membuat situasi seketika berubah dan warga Kufah kini larut dalam kesedihan. Dia berkata, "Wahai para penipu! Wahai orang-orang yang tidak punya harga diri dan wibawa! Kalian telah membunuh penggalan hati Rasulullah dan pemimpin pemuda surga, ia adalah sosok yang menjadi benteng pelindung untuk kalian saat perang dan menjadi penenang di kala damai."

 

Dengan kalimat pedas itu, Sayidah Zainab as membuat sejumlah warga Kufah mulai menyadari betapa besarnya dosa mereka. Dengan orasinya di istana Ubaidillah, Sayidah Zainab as berhasil merendahkan pemilik istana dan menggagalkan skenarionya untuk mendistorsi hakikat Kebangkitan Imam Husein as. Dia tidak membiarkan tipu daya dan makar untuk mencoreng tujuan-tujuan luhur Imam Husein as. Pada akhirnya, Ibnu Ziyad, penguasa Kufah menganggap kehadiran para tawanan sebagai hal yang berbahaya dan ia segera menggiring mereka ke Syam.

 

Warga Syam juga menyambut gembira kabar kedatangan para tawanan Karbala. Ini terjadi karena propaganda Yazid dan warga bahkan menganggap mereka sebagai pemberontak terhadap kekhalifahan Islam, di mana mereka pantas untuk dibunuh dan ditawan. Yazid mengadakan sebuah pesta megah yang menghadirkan para pejabat dan tentara. Dia dengan lancang memukul-mukul tongkatnya pada bibir dan gigi Imam Husein as. Yazid berkata, "Andai para pemimpin kabilahku  yang sudah tewas di Badr  masih hidup dan menyaksikan kita membunuh para pembesar Bani Hasyim dan menjadikannya sebagai penebus Perang Badr Bani Hasyim telah bermain kekuasaan, tidak ada kabar gaib dan juga tidak ada wahyu yang turun kepadanya." Dengan cara itu, Yazid telah menampakkan pengingkarannya terhadap Rasulullah dan agama Tuhan.

 

Pada waktu itu, Sayidah Zainab as membongkar semua kerusakan Yazid dan orasinya telah mengingatkan para hadirin akan kepiawaian Imam Ali as. Sayidah Zainab as berseloroh, "Tuhan berkata benar. Dia berfirman, 'Kemudian, akibat orang-orang yang mengerjakan kejahatan adalah (azab) yang lebih buruk, karena mereka mendustakan ayat-ayat Allah dan mereka selalu memperolok-oloknya.' Wahai anak Muawiyah! Meskipun kondisi telah membuatku harus berbicara denganmu, tapi aku menganggapmu lebih rendah, karena dosa-dosamu sangat besar dan kecaman-kecaman atasmu lebih banyak untuk bisa dihitung. Namun apa boleh buat? Mataku menangis karena kematian orang-orang yang aku cintai dan dadaku sesak panas karena perpisahan dengan mereka Wahai Yazid! Sekarang lakukanlah apa yang kamu bisa. Aku bersumpah demi Allah, engkau tidak akan pernah bisa membumihanguskan nama dan wahyu kami, dan dengan cara ini engkau ingin meraih mimpi-mimpimu. Engkau tidak bisa mencuci tangan dari kehinaan ini dan pembantaian Husein."

 

Kalimat tegas dan rasional Sayidah Zainab as membuat Yazid tertunduk dan membisu. Akhirnya, ia menyalahkan Ibnu Ziyad atas kematian Imam Husein as. Pidato Sayidah Zainab as di istana Yazid dan kemudian orasi Imam Sajjad as, sontak membuat kondisi Damakus berubah dan kebenaran mulai tersiar luas di tengah masyarakat. Seperti itulah Sayidah Zainab as memainkan perannya dalam menyampaikan pesan Kebangkitan Huseini.

 

Hari ini, para pecinta Imam Husein as bergegas menuju Padang Karbala untuk menghadiri peringatan Arbain. Semua kecintaan ini mereka dedikasikan untuk seorang pemuda, yang disebut oleh Nabi Saw sebagai bahtera penyelamat umat dan pelita hidayah manusia. Alangkah indahnya ayunan langkah kaki para pecinta, mereka penuh semangat untuk mengibarkan panji kebenaran dan memerangi kebatilan.

 

Salam atasmu duhai Aba Abdillah

Salam atasmu duhai Putera Rasulullah

Salam atasmu duhai Putera Amirul Mukminin, Putera Penghulu para washi.

Salam atasmu duhai Putera Fatimah penghulu wanita sedunia.

Salam atasmu ya Tsarallah wabna Tsarih wal-Mitral Mawtur.

Salam atasmu dan semua Arwah yang bergabung di halaman kediamanmu.

 

Sepanjang hidupku, siang dan malam, aku akan mendoakanmu semua, semoga Allah melimpahkan kedaimaian-Nya kepadamu semua.

Selasa, 23 Desember 2014 00:00

Pilar Politik Rasulullah Saw

Salah satu parameter terpenting dan paling utama dalam masyarakat dan pemerintahan yang didirikan oleh Nabi Muhammad Saw adalah keyakinan terhadap ketauhidan Allah swt, keimanan dan spiritualitas. Dengan seruan tauhid,"Tuhanku, tanpa-Mu aku tidak akan meraih keselamatan", Rasulullah Saw telah mengajarkan teisme sebagai pilar utama dalam berbagai bidang kehidupan manusia, termasuk politik. Nabi Muhammad Saw meletakkan sebuah sistem yang bernilai dan abadi dengan berpijak ketauhidan.
 

 

Sistem Tauhid menolak segala bentuk penyembahan manusia kepada manusia lain, maupun benda dan unsur lain di dunia ini. Ibadah dan penghambaan hanya kepada Allah swt. Pada pinsipnya, filosofi diutusnya para Nabi supaya manusia memperhatikan masalah ibadah, dan menghindari menyembah berhala dengan berbagai bentuk. Dalam masyarakat yang bertauhid, motif dan pendorong aktivitas manusia adalah cinta dan keimanan kepada Allah swt. Keimanan tersebut tumbuh dari dalam diri manusia yang akan membimbingnya menuju jalan kebenaran dan kebahagiaan sejati.

 

Parameter lain dalam masyarakat era Rasulullah Saw adalah perhatian terhadap prinsip ilmu dan pengetahuan. Urgensi masalah ini dijelaskan dalam beberapa ayat yang turun sebagai wahyu pertama kepada Nabi Muhammad Saw, yaitu perintah untuk membaca dan belajar, Iqra. Dalam Al-Quran surat al-Alaq ayat 1 hingga 5, Allah swt berfirman, "Bacalah dengan (menyebut) nama Tuhanmu Yang menciptakan, Dia telah menciptakan manusia dari segumpal darah. Bacalah, dan Tuhanmulah Yang Maha Pemurah, Yang mengajar (manusia) dengan perantaraan kalam, Dia mengajar kepada manusia apa yang tidak diketahuinya."

 

Allah swt dalam al-Quran menjelaskan kedudukan tinggi orang-orang yang berilmu  selain orang yang bertaqwa, berjihad dan iman. Pada prinsipnya salah satu faktor yang menyebabkan keabadian dan pengembangan budaya dan peradaban, sistem politik dan sosial yang maju adalah keharmonisannya dengan perkembangan pemikiran dan ilmu pengetahuan.Sebab fakta sejarah yang valid menunjukkan bahwa sejumlah arus penyimpangan agama lahir akibat pemahaman keliru yang bertentangan dengan akal dan ilmu pengetahuan, dan menyebabkan peran agama dalam masyarakat tersingkirkan, sebagaimana yang menimpa agama Kristen dan Yahudi.

 

Sejatinya, perilaku tidak rasional yang ditunjukkan otoritas Gereja abad pertengahan menjadi sarana yang subur bagi kelahiran dan perkembangan pemikiran Sekularisme di dunia Barat.Tapi dalam sistem sosial dan peradaban yang diletakkan Rasulullah Saw, fakta sejarah menampilkan sistem Islam yang tidak bertentangan dengan ilmu pengetahuan, bahkan agama ilahi ini justru mendorong manusia untuk menuntut ilmu dan belajar, berpikir dan mengembangkan ilmu pengetahuan. Dengan pijakan tersebut, sejarah mencatat Islam menjadi tempat lahirnya para ilmuwan dan pemikir besar dunia yang memiliki kontribusi di berbagai bidang disiplin ilmu.

 

Contoh lain dari parameter penting sistem pemerintahan Rasulullah Saw adalah perhatian terhadap keadilan. Keadilan termasuk salah satu prinsip utama di alam semesta ini, dan sunatullah dibangun berdasarkan prinsip tersebut. Tanpa menjalankan keadilan sosial, manusia tidak akan mencapai kebahagiaan, dan kekuatan politik apapun tanpa penerapan keadilan sosial di dalamnya akan tumbang dan tidak abadi. Salah satu tujuan utama Rasulullah Saw mendirikan pemerintahan Islam adalah menegakkan keadilan.Al-Quran pun menegaskan prinsip keadilan dan senantiasa mendorong manusia untuk menegakkannya di berbagai bidang. Rasulullah Saw berupaya untuk menjalankan keadilan di tengah masyarakat. Masyarakat di era Rasulullah Saw setara dan bersaudara, dan tidak ada keistimewaan di antara mereka selain ketakwaannya.

 

Parameter lain dari sistem politik dan pemerintahan Rasulullah Saw adalah persatuan umat Islam.Nabi Muhammad Saw mengerahkan seluruh upayanya untuk mewujudkan persatuan umat Islam. Maksud dari persatuan Islam dalam konteks saat ini adalah kaum Muslimin dari berbagai mazhab bersatu di bahwa panji-panji kesamaan prinsip kolektif agama seperti tauhid, al-Quran, kenabian, dan hari akhir demi menghadapi berbagai ancaman terhadap prinsip Islam dan masyarakat Muslim. Selain itu, seluruh umat Islam harus menghindari perselisihan mengenai cabang agama, politik, ras, suku bangsa dan bahasa. Salah satu strategi Rasulullah Saw untuk mewujudkan persatuan umat Islam melalui akhlak dan perilaku mulia beliau.

 

Akhlakul karimah Nabi Muhammad Saw  senantiasa menjadi salah satu sarana terpenting dan bernilai untuk mewujudkan persatuan Islam dan meredakan friksi yang berpotensi menceraiberaikan umat. Saking tingginya akhlak Rasulullah, musuh-musuhnya pun akhirnya menjadi barisan sahabat beliau. Oleh karena itu, akhlak Nabi Muhammad Saw menjadi faktor penting bagi terwujudnya persatuan umat Islam.

 

Hijrahnya Rasulullah Saw ke Madinah disertai ikatan janji persaudaraan antarkelompok yang berbeda-beda, terutama menyatukan antara Ansar dan Muhajirin. Kesepakatan tersebut menjadi solusi paling jelas dalam mewujudkan persatuan umat Islam. Seluruh suku yang sebelumnya bertikai berhasil disatukan oleh Rasulullah Saw di bawah panji-panji agama Islam. Salah satu bagian dari kesepakatan persaudaraan antara Muhajirin dan Ansar, berbunyi sebagai berikut: "Sesama Muslim menjadi teman dan pendukung bagi yang lain, dan semua bersatu menghadapi kezaliman. Penandatangan kesepakatan ini akan membentuk sebuah bangsa yang bersatu. Tidak boleh ada yang  menzalimi orang lain. Jika terjadi perselisihan antarsesama Muslim, maka rujukan penyelesaiannya adalah Allah swt dan Rasul-Nya."

 

Perjanjian persaudaraan ini dibangun berdasarkan prinsip penolakan terhadap motif sektarian dalam hubungan sosial sesama manusia, dan digantikan dengan motif tauhid. Fakta sejarah ini menunjukkan bahwa Rasulullah Saw berupaya untuk menanamkan nilai tauhid, dan peran sentralnya di berbagai bidang dalam masyarakat. Oleh karena itu, program perjanjian persaudaraan antara Ansar dan Muhajirin merupakan salah satu cara terbaik untuk menjaga persatuan umat Islam dari berbagai ancaman.

 

Penolakan terhadap diskriminasi, rasisme dan sektarianisme merupakan parameter lain dari sistem sosial dan pemerintahan Rasulullah Saw. Islam sangat menentang fanatisme golongan dan bigotri. Sebagai gantinya, Islam menyodorkan ketakwaan menjadi parameter keutamaan manusia. Sejarah menunjukkan bagaimana Rasulullah Saw menjadikan Bilal sebagai muazin untuk menegaskan penentangan Islam terhadap segala bentuk diskriminasi ras dan golongan, yang dianut masyarakat jahiliyah Arab ketika itu. Sistem politik dan pemerintahan Islam menjunjung tinggi prinsip global seperti kredibilitas, keilmuan, ketakwaan dan keadilan yang menggantikan parameter sektarian. Sikap damai dan toleransi terhadap non-Muslim juga menjadi prinsip penting pemerintahan Islam yang dibangun Rasulullah Saw.

 

Jalan politik Nabi Muhammad Saw tidak menolak keberadaan bangsa-bangsa dan independensinya. Eksistensi mereka tetap ada dan dihargai, dan Islam menyatukan bangsa-bangsa itu di bawah panji-panji Islam dengan menjunjung tinggi keadilan dan kesetaraan. Fakta sejarah menunjukkan nota kesepakatan yang ditandatangani dan dijalankan era Nabi Muhammad Saw, dan setelah beliau wafat tetap dijalankan oleh pemerintahan Islam selama non-Muslim tidak melanggarnya.

 

Sejarah Islam menunjukkan bahwa sistem politik Rasulullah Saw sangat memperhatikan masalah kebebasan dan perdamaian. Piagam Madinah menjamin perdamaian, kebebasan dan keamanan bagi semua orang di tengah beragam perbedaan suku, bangsa dan keyakinan agama di masa itu. Semoga umat Islam dewasa ini kembali menjalankan ajaran yang telah diwariskan Nabi Muhammad saw, dan menjadikan Islam sebagai Rahmatan lil Alamin, rahmat bagi seluruh alam.(