Karakteristik Kepribadian Imam Khomeini Menurut Ayatullah Khamenei

Rate this item
(0 votes)
Karakteristik Kepribadian Imam Khomeini Menurut Ayatullah Khamenei

 

Setiap tahun di acara peringatan haul Imam Khomeini, muridnya yang tulus dan penggantinya yang layak, Ayatullah Khamenei berbicara mengenai gurunya ini.

"Imam Khomeini, spirit RepublikIslam Iran; Jika spirit ini direnggut dan diabaikan, maka yang tersisa adalah gambar di dinding (hanya simbol dan tidak ada artinya)."

Di acara haul ke-33 Imam Khomeini, bapak Pendiri Republik Islam Iran, Ayatullah Khamenei pertama-tama berbicara mengenai kerinduannya, "Hati kita merindukan Imam, dan untuk acara seperti ini yang digelar setiap tahun di kompleks makam beliau; Kita bersyukur kepada Allah Swt, di mana tahun ini acara ini dapat digelar...Pidato saya hari ini berkaitan dengan karakteristik Imam Khomeini.."

Semua yang saya katakan menggambarkan cinta

Karena aku jatuh cinta, aku malu karenanya

Menurut perspektif Ayatullah Khamenei, Imam Khomeini bukan sekedar Imam kemarin; tapi juga Imam hari ini, Imam besok. Generasi muda dan cerdas kita yang nantinya akan memikul tanggung jawab nasional dan langkah kedua revolusi serta mengatur masa depan negara ini, membutuhkan sebuah perangkat lunak sejati supaya mereka dapat meniti jalan revolusi dengan benar, di mana jalan revolusi ini akan membawa Iran dan rakyatnya ke puncak. Generasi muda ini membutuhkan sebuah perangkat lunak yang aman dan komprehensif yang nantinya dapat membantu mereka. Perangkat lunak yang dapat menjadi penggerak, pembantu dan bahkan transformasional di kondisi tertentu, adalah pelajaran Imam; pelajaran yang dapat dicari dan ditemukan di ucapan dan perilaku Imam Khomeini."

Rahbar mengungkapkan dimensi kepribadian Imam Khomeini dengan kerendahan hati sedemikian rupa sehingga mengekspresikan semangat memperbaiki diri dan pembersihan diri (tahzibun nafs). Ia berkata, "Sejatinya generasi revolusi saat ini, khususnya generasi muda kita, tidak mengenal Imam dengan benar, tidak mamahaminy, tidak mengetahui keagungan Imam, mereka membandingkan Imam dengan saya (yang rendah); Padahal ada jarak yang sangat lebar. Imam akan membawa karakteristik Iran ke puncak."

Ayatullah Khamenei menyebut Imam Khomeini sebagai pemimpin revolusi terbesar di sejarah revolusi dunia, dan seraya membandingan dua revolusi terkenal kontemporer yakni revolusi besar Pancis dan revolusi Uni Soviet dengan Revolusi Islam, berkata, "Dua revolusi Prancis dan Uni Soviet dimenangkan oleh rakyat, tetapi setelah itu rakyat tidak berperan apapun dan disingkirkan. Mereka tidak mampu berpartisipasi dalam revolusi yang mereka ciptakan dengan tubuh dan jiwanya serta dengan kehadiran mereka di jalan-jalan. Akibatnya, kedua revolusi ini dengan cepat menyimpang dari jalur rakyat pertama."

Dari sudut padang Rahbar, perbedaan utama Revolusi Islam dengan seluruh revolusi adalah adanya spiritualitas dan perhatian terhadap kebutuhan materi dan maknawi manusia. Rahbar berkata, " Revolusi Islam Iran menang dengan kehadiran dan jiwa rakyat, tapi rakyat tidak disingkirkan. Kurang dari dua bulan pasca kemenangan revolusi, dilakukan referendum di seluruh negeri dan rakyat memilih sistem Republik Islam; Sejak saat itu hingga kini, yakni 43 tahun berlalu, telah digelar hampir 50 pemilu di negara ini dan rakyat hadir di lapangan, mereka memilih dan menyalurkan suaranya; Keagungan revolusi ini adalah ini; Imam pemimpin sebuah revolusi seperti ini."

Kehadiran rakyat MusliM Iran adalah faktor penentu kemenangan Revolusi Islam, tapi menurut Rahbar, "Tangan yang kuat, kepribadian yang kokoh, hati yang percaya diri dan bahasa ala Zulfiqar yang mampu membawa samudera besar bangsa ke medan dan menimbulkan gejolak, serta menjaganya di medan tanpa putus asa dan mengajari mereka arah pergerakan, adalah Imam dan Khomeini yang besar."

Ayatullah Khamenei menilai kepemimpinan penuh arti dan makna Imam Khomeini sangat penting dalam menentukan medan perjuangan, di mana hal ini diperjelas di berbagai fase seperti pembentukan referendum dan pemungutan suara mengenai bentuk pemerintahn Islam dan melawan anti-revolusi, di era perang pertahanan suci Iran-Irak, dan bahkan menentukan tugas dan kewajaiban setelah kepergiannya melalui penulisan wasiat.

Ayatullah Khamenei menghubungkan semua keberhasilan Imam dengan karakteristik pribadinya dan hubungannya yang murni dengan Tuhan dan meyakini, "Pertama ketakwaan beliau; Imam adalah sosok yang benar-benar bertakwa dan suci. Kedua, ahli maknawi dan irfani; Ahli spiritualitas dan ahli irfan...sosok yang lembut jiwanya; Kitab spiritual Imam seperti tata cara shalat (Adab al-Salah), syarah Ḥadīth junūd al-ʿaql wa l-jahl ditulis Imam di masa muda atau usia paru bayanya –sekitar 40 tahun-;...Imam kumpulan antara spiritualitas dan irfan; Menciptakan epik dan juga memiliki makrifat dan spritualitas...dari sisi akhlak, ia benar-benar seorang pemberani....Seorang yang bijak dan rasional, penuh perhitungan dan tidak melakukan perbuatan tanpat pertimbangan dan juga tidak melakukannya tanpa adanya perhitungan. Imam tidak pernah putus asa; Benar-benar orang yang jujur, jujur dengan Tuhan dan juga dengan rakyat. Komitmen dengan janjinya...sangat disiplin dan mengormati waktu dan benar-benar orang yang bertawakal. Meyakini janji Ilahi dan yakin akan janji-Nya. وَ مَن یَتَوَکَّل عَلَی اللَهِ فَهُوَ حَسبُه. Ini adalah karakteristik kepribadian Imam."

Ayatullah Khamenei menyebut landasan seluruh aktivitas Imam sebagai Qiyam Lillah ((قیام لله dan menambahkan, "Qiyam Lillah tidak harus sama, tapi setiap kebangkitan ini (Qiyam Lillah) tujuannya hanya satu, yakni menegakkan kebenaran dan keadilan serta menyebarkan spiritualitas."

Dari perspektif Pemimpin Revolusi Islam, gerakan dan jalan Imam Khomeini selama perjuangan memiliki beberapa poin yang menonjol. Dia terbuka dengan rakyat dan mempercayai mereka, dia menghargai perjuangan rakyat dan memberi harapan di hati. Dalam model politiknya, dia juga menyelaraskan dualitas yang tampaknya kontradiktif. Sekarang banyak yang ingin tahu apakah maktab dan model yang dirancang dan didirikan Imam itu sudah terwujud?

Rahbar mengungkapkan, "Jawaban yang saya berikan didasarkan pada informasi dan keakuratan fakta di negara tersebut; Jawaban saya adalah bahwa kami mengatakan bahwa kami telah sukses besar dalam semua hal ini, ... Tentu saja, kami juga mengalami kegagalan yang tidak sedikti; Kami telah membuat kemajuan, kami memiliki kelemahan dan kegagalan. Di sini juga, Imam telah memberi kita petunjuk yang bijaksana; Dalam hal ini pula, petunjuk Imam melingkari kita. Pada tahun terakhir kehidupannya, Imam memiliki pernyataan yang ditujukan kepada anak-anak para syuhada; Imam berkata: "Rapor Anda tergantung pada usaha dan usaha Anda", semakin kamu berusaha dan berjuang, maka kamu akan menuai hasilnya. Perintah Imam berikutnya: "Kehidupan di dunia saat ini adalah kehidupan di sekolah/maktab kemauan"; mengikuti kehendak dan tekad. Di mana pun bangsa dan pejabat memasuki lapangan dengan kemauan yang kuat, maka mereka akan sukses; Di mana pun kemauan melemah, usaha berkurang, di situ ada keterbelakangan."

Pemimpin Revolusi Islam mengingatkan bahwa sebuah front besar musuh memasuki medan sejak awal Revolusi Islam. Alasannya adalah penentangan sistem Islam terhadap penindasan dan ketidakadilan: "Esensi Republik Islam yang mengatakan menentang kezaliman dan arogansi, secara alami membuat kaum zalim dan arogan menentangnya.

Ayatollah Khamenei mempertimbangkan untuk membuat jarak dan menciptakan batas antara pemikiran dan gaya hidup sistem Islam dan sistem Barat sebagai salah satu masalah utama Imam dan menambahkan: "Keuntungan besar Imam adalah bahwa ia memperkenalkan konsep muqawama tersebut kepada rakyat. Terjadi dalam banyak kasus bahwa negara-negara mencari sesuatu tetapi tidak memiliki kekuatan untuk melawan; Ketika ada tekanan, mereka mundur. Imam membebani bangsa Iran dengan cara ini, memperkuatnya dengan cara ini: dia menyuntikkan perlawanan, resistensi  ke dalam bangsa ini; Oleh karena itu, bangsa Iran saat ini adalah bangsa yang sangat tangguh dan sangat kuat."

Ayatullah Khamenei menyebut keliru harapan musuh untuk menyerang negara melalui tekanan psikologis dan berharap pada protes rakyat dan berkata: "Pada awal revolusi, mereka berjanji bahwa Republik Islam tidak akan hidup lebih dari enam bulan dan akan jatuh; Kemudian, ketika enam bulan berlalu, mereka memperpanjangnya selama enam bulan, mengatakan enam bulan lagi! Selama enam bulan terakhir, lebih dari delapan puluh enam bulan berlalu, Republik Islam yang merupakan pohon muda yang ramping hari itu, kini berubah menjadi pohon yang berakar kuat, menjadi lebih kuat dari hari ke hari. Perhitungan mereka salah di sana, di sini juga salah."

Propaganda orang-orang Iran yang berpaling dari agama, ulama, dan sistem Islam adalah contoh dari kesalahan perhitungan para penasihat Amerika yang ditunjukkan oleh Ayatullah Khamenei dan beliau mengingaktan: "Jika seseorang ingin memahami kecenderungan rakyat terhadap revolusi, perjuangan dan muqawama, maka lihatnya prosesi tasyi' jenazah Syahid Soleimani yang dihadiri jutaan orang; Tubuh terpotong-potong Syahid Soleimani diantar oleh jutaan orang, seorang revolusioner, seorang pejuang dan seorang mujahid yang telah mengorbankan hidupnya untuk Republik Islam; Orang-orang menghormati dan mengagungkannya seperti ini; Ini adalah contoh; Ada banyak contoh lain; [Misalnya] Ualama, Almarhum Ayatullah Safi Golpaygani marja' taqlid, seorang ahli hukum (fiqih); Anda lihat betapa besar gerakan yang ditunjukkan orang-orang di pemakaman ulama ini... Inilah alasan dampak ajaran Imam terhadap bangsa yang besar dan mulia ini.”

Di akhir pidatonya, Ayatullah Khamenei memberi sejumlah nasehat kepada para pemuda dan meminta supaya mereka tidak membiarkan kubu anti-revolusi dan musuh revolusi Islam merusak dan memisahkan identitas, dan membalik serta mencitrakan keliru hakikat revolusi. Jangan biarkan ingatan dan memori tentang Imam Khomeini pudar dari benak rakyat. Bongkarlah makar dan perang psikologis musuh.

Seraya mengisyaratkan contoh terbaru dari perang psikologis ini, Rahbar mengingatkan, "Beberapa waktu sebelumnya pemerintah Yunani atas instruksi Amerika, mencuri minyak kita, tapi ketika para pahlawan Republik Islam menyita kapal minyak musuh, melalui propaganda luasnya, mereka menuding Iran sebagai pencuri, sementara justru mereka yang mencuri minyak kita dan mengambil properti yang dicuri, bukan sebuah pencurian."

Nasehat terakhir Rahbar kepada para pemuda adalah memanfaatkan investasi iman rakyat untuk memproduksi amal saleh dan mengapresiasi para pejabat revolusioner.

Read 200 times

Add comment


Security code
Refresh