کمالوندی
Militer Iran, Manifestasi Keteguhan Republik Islam
Setiap tahun, tanggal 29 Farvardin yang bertepatan dengan tanggal 18 April diperingati sebagai Hari Angkatan Bersenjata Iran. Peringatan hari tentara nasional Iran tersebut senantiasa menjadi perhatian banyak kalangan terutama para ahli militer dunia. Pasalnya, even tersebut menjadi kesempatan bagi Iran untuk menampilkan kemajuan sistem pertahanannya yang mengalami perkembangan pesat selama beberapa tahun terakhir.
Kekuatan militer dalam literatur politik internasional merupakan hak sebuah negara untuk melindungi kemerdekaan, kebebasan dan kedaulatan bangsa dan negaranya. Dengan demikian, militer bermakna sebagai kekuatan yang menjaga dan mempertahankan independensi yang dibarengi sikap saling menghormati antarbangsa dan negara dunia di bidang ekonomi, politik dan lainnya. Sebab, tanpa memperhatikan variabel-variabel tersebut, sebuah pemerintahan yang independen secara politik dan menjunjung hak bangsa-bangsa tidak akan eksis menghadapi intervensi dan serangan negara-negara arogan dunia.
Tampaknya, memiliki kekuatan militer konvensional merupakan sebuah keharusan bagi setiap negara demi mempertahankan keamanan bangsa dan negara dari ancaman serangan musuh. Oleh karena itu, pemerintah Republik Islam Iran yang berpegang teguh pada nilai-nilai agama dan ketuhanan, serta membela kehormatan bangsa dan menjunjung nilai-nilai kemanusiaan, menjadikan bidang militer sebagai aspek untuk menjaga independensi serta kedaulatan bangsa dan negaranya.
Meskipun menegaskan pentingnya sistem pertahanan konvensial, tapi militer Iran tidak pernah meyakini senjata pembunuh massal sebagai bagian dari kekuatannya. Sebab senjata pemusnah massal seperti senjata nuklir dan lainnya tidak ada dalam doktrin pertahanan Iran. Selain itu, kebijakan pertahanan Iran berdasarkan prinsip defensif, bukan ofensif. Pejabat tinggi Iran berulangkali menyatakan tidak akan memulai perang, namun akan membalas setiap serangan musuh.
Parade militer Republik Islam Iran
Agresi rezim Saddam yang didukung berbagai negara Barat terhadap Iran menjadi pelajaran penting arti sebuah kekuatan militer. Selama perang suci yang dipaksakan rezim Saddam dalam delapan tahun, kekuatan militer yang terdiri dari tiga angkatan bersenjata yaitu darat, laut dan udara, bersama kekuatan lainnya seperti Sepah Pasdaran dan pasukan relawan (Basiji) berhasil menjaga teritorial Iran dari serangan musuh.
Selama empat dekade, militer Iran meningkatkan kemampuannya di berbagai bidang, termasuk keberhasilan memproduksi alat utama sistem senjata (alutsista) dengan mengandalkan produksi dalam negeri. Selain itu, kekuatan personil angkatan bersenjata Iran juga ditingkatkan terus-menerus melalui berbagai latihan perang udara, laut dan darat.
Selama beberapa tahun terakhir, Iran berhasil membuat terobosan besar di sektor pertahanan dan mencapai swasembada dalam memproduksi berbagai sistem dan peralatan militer penting. Sejauh ini, Iran telah meluncurkan berbagai kapal selam canggih dengan kelas yang berbeda, termasuk Fateh, Ghadir, Qaem dan Nahang.
Mantan Menteri Pertahanan Iran, Amir Hatami dalam pidato yang disampaikan di pertemuan para komandan seluruh satuan mengatakan, "Saat ini angkatan bersenjata berada di tingkat yang baik, dan menjadi kebanggaan rakyat, pejabat dan Pemimpin Besar Revolusi Islam."
Ditegaskannya, "Kini berkat bimbingan panglima tertinggi angkatan bersenjata dan kekuatan militer pemerintahan Republik Islam, tercipta keamanan bagi rakyat. Oleh karena itu, angkatan bersenjata memainkan peran signifikan dalam menjaga dan mewujudkan keamanan nasional,".
Panglima Tertinggi Angkatan Bersenjata Republik Islam Iran, Ayatullah Sayid Ali Khamenei mengatakan bahwa kekuatan pertahanan Iran tidak dapat dinegosiasikan dengan pihak manapun.
Ayatullah Khamenei dalam pidatonya dalam acara wisuda para taruna Universitas Imam Ali di Tehran, ibukota Iran, Rabu (25/10/2017) mengatakan,
"Berulangkali saya umumkan dengan tegas bahwa kekuatan pertahanan Iran tidak bisa dirundingkan maupun dinegosiasikan. Mereka menyoal, mengapa kalian memiliki alutsista jenis ini? Mengapa demikian? kenapa memproduksinya? Mengapa melakukan riset? [Kami jawab tegas] akan terus meningkatkan kekuatan pertahanan nasional dengan memenuhinya sendiri, sehingga musuh tidak lagi menawar dan menegosiasikannya. Kami menempuh jalan kebanggaan ini, dan inilah janji kami,".
Ayatullah al-Udzma Sayid Ali Khamenei, Pemimpin Besar Revolusi Islam Iran
Sejak awal kemenangan revolusi Islam, Iran menjadi sasaran serangan musuh. Pasca perang yang dipaksakan rezim Saddam, Iran tidak henti-hentinya menjadi target konspirasi musuh dan berbagai sanksi internasional. Dengan memperhatikan kondisi instabilitas selama satu dekade terakhir dengan kehadiran militer asing di kawasan, Iran meningkatkan sistem pertahanan yang dibarengi perkembangan sains dan teknologi pertahanan yang memiliki posisi strategis dalam menjaga stabilitas dan keamanan.
Saat ini Republik Islam Iran dengan segala teknologi canggih yang dimilikinya dan kemandirian dalam memproduksi berbagai jenis rudal balistik, tercatat sebagai satu dari sedikit negara yang berhasil menguasai teknologi ini.
Salah satu sektor paling sensitif dan maju dalam sistem pertahanan Iran adalah penggunaan teknologi elektronik yang mengalami perkembangan signifikan selama beberapa tahun terakhir. Di bidang sistem radar dan sistem anti udara, para pakar Iran berhasil memproduksi berbagai sistem anti udara untuk mempertahankan zona udara negara ini dan tidak lagi membutuhkan bantuan asing di bidang teknologi pertahanannya.
Di zona bawah laut dan pertahanan maritim, armada-armada tempur Angkatan Laut Iran juga mampu melaksanakan tugas-tugas besar di Teluk Persia dan Selat Hormuz hingga menjangkau samudera lepas dan perairan internasional.
Berbagai prestasi di bidang industri pertahanan yang diraih Iran ini membuktikan bahwa hari ini Angkatan Bersenjata Iran, sesuai dengan perubahan struktur dan strategi, senantiasa siaga untuk menghadapi segala bentuk ancaman di setiap medan dengan kekuatan penuh.
Iran juga tidak pernah menjadi pihak yang memulai perang, namun dalam praktiknya selalu menunjukkan akan selalu bertindak jika diancam dan akan membalas setiap serangan. Iran punya kapasitas untuk menghadapi semua gerakan-gerakan yang mengancam keamanannya dengan bersandar pada kemampuan militer dan pertahanannya sendiri.
Parade militer Republik Islam Iran
Para pakar pertahanan berkeyakinan bahwa pertumbuhan di bidang pertahanan membutuhkan peningkatan pengetahuan pertahanan dan produksi ilmu pengetahuan. Sebab, kemajuan di bidang sains dan teknologi industri pertahanan tidak bisa dicapai tanpa kemajuan sumber daya manusia. Sejatinya, arena perang saat ini telah melampau perang klasik dalam bentuk multi dimensi. Salah satunya yang terpenting adalah perang teknologi.
Kekuatan militer Iran senantiasa siaga menghadapi berbagai kemungkinan terburuk dari setiap ancaman musuh dari dalam dan luar negeri yang akan merongrong kedaulatan Republik Islam. Selain itu, Iran siap untuk berbagi dengan negara lain terutama dengan negara-negara regional mengenai keberhasilan sistem pertahanan konvensionalnya demi meningkatkan keamanan dan perdamaian di kawasan dan dunia.
Tidak diragukan lagi, keamanan bagi semua negara kawasan sangat penting. Tapi keamanan yang bersandar pada kekuatan dari dalam negeri, bukan yang dicangkokkan dari luar dengan mengatasnamakan keamanan regional tapi di dalamnya diselipkan kepentingan interventif pihak tertentu. Dan Inilah pesan hari Angkatan bersenjata Iran.
Perspektif Rahbar: Jabatan Cepat Berlalu dan Akan Berakhir
Pada hari kesepuluh bulan suci Ramadhan, Ayatullah al-Udzma Sayid Ali Khamenei, Pemimpin Besar Revolusi Islam, melakukan bertemu dengan para pejabat tinggi pemerintah.
Pada awal pertemuan, Pemimpin Besar Revolusi Islam memanfaatkan kesempatan bulan suci Ramadhan dan, dengan menjelaskan poin dan pengingat spiritual, mengarahkan para pejabat pemerintah akan pentingnya pekerjaan dan perbuatan mereka. Nasihat pertamanya adalah memiliki niat yang murni dan jujur. Jujur pada diri kita sendiri, bahwa kita berada di jalan yang benar, jalan yang kita yakini adalah jalan yang benar, untuk bergerak tegas, tanpa merasa lelah. Niat tulus ini akan menjadi kemampuan untuk melanjutkan jalan selama masa tanggung jawab, dan niat tulus ini akan membantu untuk bergerak dan maju.
Namun dalam budaya Islam, niat saja tidak cukup. Selain niat dan tindakan, seseorang harus meminta pengampunan kepada Allah. Apalagi di bulan suci Ramadhan, ketika dianjurkan untuk mencari pengampunan dari Tuhan. Dan dalam ungkapan doa-doa disebutkan Hadza Syahrul Maghfirah.
Rahbar mengatakan, "Meminta ampun ini, yang secara alami disertai dengan niat tulus, akan menciptakan kemurnian dalam diri Anda, menciptakan kesucian yang akan menarik rahmat Allah. Kita harus berusaha untuk mencari rahmat dan berkah ilahi. Dalam doa, kita membaca, "Allahumma Inni Asaluka Mujibaat Rahmatika", ada alasan yang menciptakan rahmat ilahi dan mengarah pada manusia."
Pertemuan Ayatullah Khamenei dengan para pejabat tinggi negara
Ayatullah Khamenei menjelaskan ayat-ayat al-Quran yang berbicara tentang peran istighfar dalam masalah kehidupan saat ini, turunnya berkah langit, dan peningkatan kekuatan manusia. Mengutip ayat 147 Surat al-Imran, Rahbar menyebut efek dari istighfar di salah satu medan kehidupan yang paling sulit, yaitu medan perjuangan terbuka dengan musuh dan menyatakan:
“Jangan mengira bahwa para nabi hanya duduk di rumah, atau, misalnya, selalu di masjid dan tempat ibadah atau sejenisnya. Tidak, di medan perang di mana para nabi pergi dan memerangi musuh, para penyembah Allah ini doa mereka adalah "Rabbana Ighfir Lana Dzunubana wa Israfana fi Amrina wa Tsabbit Aqdamana wan Surna Alal Qaumil Kafirin", yakni hubungan istighfar dengan perang, keteguhan, dan kemenangan. Istighfar seperti ini."
Tidak diragukan lagi, jika seseorang benar-benar mencari pengampunan dari Allah SWT atas kesalahan dan kekurangan dan sejenisnya, Allah akan membantunya. Rahbar menambahkan, "Artinya pandangan kita tentang meminta pengampunan tidak boleh, misalnya, meminta pengampunan hanya cukup untuk dosa-dosa pribadi dan untuk mencuci hati kita. Tidak, meminta pengampunan berfungsi di arena nasional, di medan besar sosial, punya pengaruh dan menyampaikan kita pada keberhasilan besar."
Lalu, dari apa saja kita harus meminta ampun? Manusia banyak melakukan hal-hal yang tidak bermanfaat dalam hidupnya. Banyak mengucapkan kata-kata yang tidak bermanfaat, yang masing-masing memiliki akibat dan konsekuensi yang negatif, dan agar aman dari kebutukan dan kerusakannya, mereka harus menempatkan diri dalam benteng istighfar. Salah satu tindakan yang oleh Rahbar dianggap sebagai dosa adalah pejabat tidak melakukan pekerjaan. Rahbar mengatakan:
"Saudara-saudara! Banyak dari kita terjebak dalam hal ini. Banyak pekerjaan yang harus kita kerjakan, ucapan yang harus disampaikan, langkah yang harus diambil, tanda tangan yang harus dilakukan, di suatu tempat harus melakukan gerakan, tapi kita tidak melakukannya karena karena kemalasan, karena kebosanan, karena kelalaian. Ini adalah dosa. Ini akan dipertanyakan."
Pertemuan Ayatullah Khamenei dengan para pejabat tinggi negara
Dalam hal ini, Ayatullah Khamenei merujuk pada kisah Nabi Yunus dalam al- Quran dan mengatakan bahwa nabi agung ini meninggalkan mereka karena kaumnya kafir dan tidak menerima dakwahnya. Rupanya, ini tidak tampak seperti masalah besar, tetapi Allah SWT menegurnya untuk ini, dan mengatakan dalam Surah al-Anbiya bahwa Kami bersikap keras padanya, dan ia terjebak di dalam perut ikan. Namun Yunus as mendapat rahmat ilahi setelah meminta pengampunan dan dibebaskan. Rahbar Mereka menyimpulkan bahwa:
“Kita juga dapat diselamatkan dengan Tasbih, Tahmid dan dan dengan meminta pengampunan, dan dengan mengakui dosa-dosa kita dan dengan meminta maaf kepada Allah. Kalau begitu, meminta maaf adalah baik dari melakukan tindakan terlarang dan dari kurang bekerja, tidak bertindak dan salah urus. Itu perlu untuk keduanya."
Ayatullah Khamenei menggambarkan tanggung jawab dalam sistem Islam akan dipertanyakan dan dianggap sebagai salah satu pilar demokrasi agama, seraya menambahkan, "Ketika kita memasuki arena berkhidmat, kewaspadaan kita harus meningkat. Misalnya, Anda tidak memperhatikan shalat malam, shalat malam, subuh, dan sejenisnya. Sekarang Anda adalah manajer, Anda harus peduli. Anda harus meningkatkan apa yang menghubungkan Anda dengan Allah dalam periode tanggung jawab. Anda dan saya harus merasakan kehadiran Allah dalam tindakan dan tidak bertindak kita. Jika ini terjadi, maka berkah ilahi akan turun."
Ayatullah Khamenei, mengungkapkan kepuasan dengan kehadiran besar orang-orang muda di jajaran manajemen pemerintah, seraya mengatakan kepada para pejabat, "Waspadalah terhadap dua bahaya penting dari "kebanggaan" dan "kepasifan." Jangan bangga dan pasif. Karena kesombongan menjauhkan kita dari masyarakat. Ketika kita berpikir kita lebih besar dari yang ada, orang menjadi lebih kecil di mata kita. Itu membuat kita tidak bisa mendengar kritik yang baik. Kita mempermalukan orang dan secara alami berpaling dari mereka."
Kebanggaan karena jabatan, keberhasilan, kebanggaan atas karunia Allah dan sumber lain, akan menjadi awal kegagalan dan awal kejatuhan batin dan sosial serta pekerjaan manusia. Dan "pasif" adalah kebalikan dari kesombongan, yang juga adalah penyakit. Pasif artinya semangat yang lemah, merasa tidak mampu, merasa buntu. Putus asa akan rahmat ilahi, yang merupakan salah satu dosa besar.
Rahbar mengatakan, "Ini benar-benar racun bagi orang yang bertanggung jawab atas satu kelompok untuk merasa berada di jalan buntu. Dan musuh berusaha sangat keras dalam hal ini dan mendorong makna ini. Kepada kita semua, [dalam berbagai bentuk]. Mereka mencoba, ke pihak lawan, siapa pun dia, untuk menciptakan keputusasaan, kepasifan, kebuntuan dan sejenisnya."
Tentu saja, sesuai dengan janji Allah yang pasti terjadi, cara untuk melawan rancangan musuh ini adalah "sabar" dan "takwa". Sabar berarti tidak cepat lelah dan tidak meninggalkan medan, dan takwa juga berarti berhati-hati terhadap gerak sendiri dan gerak musuh.
Pemimpin Besar Revolusi Islam memberi nasihat lain tentang bagaimana melaksanakan tanggung jawab, dengan mengatakan, "Mereka yang ingin menilai keadaan negara tidak boleh hanya melihat masalah ekonomi. Ekonomi satu indikator. Ada indeks keamanan, indeks kemajuan ilmu pengetahuan, indeks menggunakan sanksi sebatai inovasi, dan indeks diplomasi. Ini semua adalah indikator. Lihat semuanya. Kekuatan suatu negara adalah suatu sistem, dan seperangkat berbagai faktor yang saling terkait. Tidak melihat dan tidak memahami bentuk sistem kekuasaan dan kredibilitas ini mengarah pada penilaian yang salah. Jadi keseluruhan sistem harus dilihat. Ketika melihat sistem, baru akan memuaskan."
Ayatullah Khamenei melanjutkan nasihatnya kepada para pejabatmengatakan, "Sangat penting untuk merakyat, tetapi salah satu masalah yang paling penting adalah untuk tetap terus merakyat. Tetaplah merakyat dan jangan lelah. Isu penting lainnya adalah isu pertumbuhan ekonomi tanpa minyak. Cobalah untuk mengurangi ketergantungan pada minyak, seperti negara-negara yang tidak memiliki minyak, tetapi juga memiliki pertumbuhan dan pembangunan ekonomi."
Perhatian Pemimpin Besar Revolusi Islam di bidang sumber daya devisa dan perusahaan berbasis pengetahuan juga menggugah pikiran. Rahbar mengatakan, "Sumber daya devisa ini tidak boleh dihabiskan untuk impor yang tidak jelas, harus dihabiskan untuk infrastruktur negara, masalah transportasi, masalah transportasi kereta api, berbagai masalah yang terkait dengan perusahaan berbasis pengetahuan ini, masalah rute komunikasi dengan negara-negara tetangga, modernisasi industri, banyak industri kita sudah tua dan untuk modernisasinya membutuhkan pendapatan devisa."
Perjuangan cerdas dalam bidang ilmu pengetahuan dan budaya juga menjadi salah satu penekanan. Rahbar meminta kepada para pejabat negara, "Dalam rencana kerja Anda, jangan sepenuhnya menanti pembicaraan nuklir, lakukan sepenuhnya pekerjaan Anda, lihat situasi saat ini di negara ini, rencanakan sesuai dengan situasi saat ini. Negosiasi mungkin sampai pada satu tahapan, tahapan positif, semi-positif, bahkan tahapan negatif. Bagaimanapun, kalian harus melakukan pekerjaan kalian, jangan berhenti dan menyerahkan pekerjaan kalian pada perundingan."
Mengenai peristiwa baru-baru ini di Wilayah Pendudukan, Ayatullah Khamenei mengatakan, "Palestina menunjukkan bahwa ia hidup, Alhamdulillah. Palestina hidup. Bertentangan dengan kebijakan Amerika dan kebijakan para pengikut Amerika yang menginginkan masalah Palestina dilupakan... Berlawanan dengan tuntutan mereka, masalah Palestina semakin mengemuka. Hari ini, pemuda Palestina di tanah tahun 1948, bukan tanah yang jauh, telah terbangun di pusat Palestina yang diduduki, mereka bergerak, mereka mencoba, mereka bekerja, dan ini akan terus berlanjut. Tidak diragukan lagi, itu akan terus berlanjut, dan dengan taufik ilahi, sesuai dengan janji Tuhan, kemenangan akan bersama rakyat Palestina."
Pemimpin Besar Revolusi Islam, dalam bentuk nasihat dan nasihat yang baik, bertanya kepada penguasa Saudi: Mengapa Anda melanjutkan perang, di mana Anda percaya tidak bakal menang? ... Dengan tekad yang dimiliki rakyat Yaman, dengan keberanian yang dimiliki pemimpin mereka, dengan inisiatif yang mereka punya di berbagai bidang, tidak ada kemungkinan untuk menang. Baiklah, mengapa Anda melanjutkan perang yang tidak ada kemungkinan menang? Cari solusi dan keluarkan diri kalian dari perang ini."
Pertemuan dengan para pejabat negara di menit-menit terakhir ditutup dengan rekomendasi Rahbar dengan menekankan bahwa kesempatan memiliki tanggung jawab sangat cepat berlalu dan akan berakhir. Kesempatan ini jangan disia-siakan."
Via Telepon, Menlu Iran dan Hamas Bahas Palestina
Menteri Luar Negeri Republik Islam Iran Hossein Amir Abdollahian mengatakan, rezim Zionis Israel telah menjadi lebih lemah untuk menahan kebangkitan rakyat dan perlawanan bangsa Palestina.
Hal itu disampaikan Menlu Iran dalam percakapan telepon dengan Kepala Biro Politik Hamas Ismail Haniyeh pada hari Jumat, 15 April 2022.
Dia menambahkan, apa yang sedang terjadi di Masjid al-Aqsa menunjukkan tumbuh besarnya perlawanan rakyat Palestina yang heroik dan pemberani dan ketidakberdayaan Zionis.
"Hari ini, perlawanan berada pada titik terbaiknya dan rezim teroris Zionis berada pada titik terlemahnya," tegasnya.
Menteri Luar Negeri Republik Islam Iran Hossein Amir Abdollahian
Dalam percakapan telepon tersebut, Kepala Biro Politik Hamas menjelaskan kejahatan terbaru pasukan rezim Zionis Israel di Kompleks Masjid al-Aqsa.
"Palestina saat ini dihadapkan pada dua pilihan: menerima Yahudisasi Masjid al-Aqsa atau melawan rezim Zionis. Rakyat Palestina dan kelompok-kelompok perlawanan telah dengan kuat memilih jalan perlawanan," kata Haniyeh.
Lebih dari 220 warga Palestina terluka dalam serangan pasukan rezim penjajah al-Quds terhadap jemaah salat di Masjid al-Aqsa dan bentrokan di Tepi Barat serta al-Quds pendudukan pada hari Jumat.
Penyerangan, penganiayaan, kekerasan dan kejahatan rezim Zionis terhadap rakyat Palestina berlanjut hingga sekarang. Mereka meningkatkan kejahatan itu terutama pada hari-hari menjelang bulan suci Ramadan dan menjelang Hari al-Quds Sedunia.
Tahun ini, militer rezim Zionis meningkatkan tindakan kekerasan terhadap warga Palestina setelah adanya operasi mati syahid yang dilakukan oleh warga Palestina untuk merespons meningkatnya kejahatan rezim ilegal itu. Operasi seperti bahkan meluas hingga ke jantung Tel Aviv.
Rezim Zionis adalah penyebab utama dari semua kerusuhan di wilayah Palestina pendudukan, sebab rezim ini terus memperluas pendudukan, rasisme, penindasan, pembunuhan dan penyerangan terhadap tempat-tempat suci seperti al-Quds Sharif dan Masjid al-Aqsa. Melihat fakta ini, rakyat Palestina yang tertindas tidak memiliki pilihan selain melawan kejahatan rezim teroris tersebut.
Peminpin Besar Revolusi Islam Ayatullah al-Udzma Sayid Ali Khamenei (kanan) dan Kepala Biro Politik Hamas Ismail Haniyeh.
Dukungan kepada rakyat dan cita-cita luhur Palestina merupakan salah satu prioritas dalam kebijakan luar negeri Republik Islam Iran selama bertahun-tahun pasca Kemenangan Revolusi hingga sekarang, yang memiliki posisi strategis dalam kebijakan tersebut.
Menurut Pasal 154 Konstitusi Iran, "Republik Islam Iran menganggap kebahagiaan dan kesejahteraan manusia di seluruh masyarakat sebagai cita-cita, dan mengakui bahwa kemerdekaan, kebebasan, dan supremasi hukum dan keadilan sebagai hak semua orang. Oleh karena itu, Republik Islam Iran mendukung perjuangan legal orang-orang tertindas melawan kubu arogan di titik mana pun di dunia dengan tetap sepenuhnya menahan diri dari campur tangan dalam urusan internal negara-negara lain.
Republik Islam Iran juga membela hak-hak rakyat Palestina dan perlawanan mereka terhadap penjajah Zionis di arena internasional dan regional, dan menyerukan kepada dunia untuk mengakui hak-hak sah rakyat Palestina untuk membela diri.
Dari sudut pandang Republik Islam Iran, satu-satunya solusi untuk krisis Palestina adalah mengadakan referendum dengan partisipasi semua penduduk utama negeri ini. Namun karena sifat teroris dan ingkar janji rezim penjajah Zionis, maka satu-satunya pilihan rakyat Palestina adalah melanjutkan perlawanan.
Peminpin Besar Revolusi Islam Ayatullah al-Udzma Sayid Ali Khamenei dalam sebuah pidato mengatakan, tekanan keras front arogan terhadap Republik Islam Iran disebabkan dukungan negara ini kepada perjuangan Palestina.
"Tekanan-tekanan ini tidak akan pernah membuat kami mengabaikan kewajiban ilahi, agama, dan intelektual kami untuk mendukung Palestina." Tegasnya.
Jelas bahwa berlanjutnya perlawanan rakyat Palestina, kegagalan proses memalukan normalisasi hubungan dengan rezim Zionis oleh beberapa negara Arab, telah membuktikan dengan jelas bahwa konspirasi rezim Zionis untuk melemahkan perlawanan dan membuat rakyat Palestina putus asa tidak efektif.
Reza Sadr al-Husseini, seorang pakar urusan internasional, mengatakan, rezim Zionis terpaksa membangun hubungan terbuka dengan negara-negara kecil dan tidak berpengaruh di dunia Islam untuk menunjukkan bahwa rezim itu masih hidup dan memiliki peran, tetapi kenyataannya adalah banyak program propaganda dan media rezim Zionis telah dibayangi oleh keberanian dan perlawanan orang-orang yang sadar di seluruh dunia.
Jet Tempur Turki Bombardir Wilayah Utara Irak
Jet-jet tempur angkatan bersenjata Turki kembali melancarkan serangan ke wilayah utara Irak.
Pasukan Turki berulangkali menyerang wilayah utara Irak selama lebih dari dua tahun dengan dalih memerangi teroris.
Saberin News Irak hari Sabtu (16/4/2022) melaporkan, jet-jet tempur militer Turki membom daerah Jabal Karzahar di provinsi Duhok yang berada di wilayah utara Irak untuk menekan anggota Partai Buruh Kurdistan Turki (PKK), tetapi tidak ada korban yang dilaporkan.
Serangan itu terjadi ketika Perdana Menteri Pemerintah Daerah Kurdistan Irak (KRG) Masroor Barzani bertemu dengan Presiden Turki Recep Tayyip Erdogan pada hari Jumat selama kunjungan ke Turki.
Serangan ilegal tentara Turki terhadap posisi Partai Buruh Kurdistan Turki (PKK) di wilayah utara Irak dan kehadirannya di wilayah itu yang terus berlanjut, memicu kecaman keras dari Baghdad yang menybut serangan ini sebagai pelanggaran kedaulatan Irak dan integritas teritorialnya.
Pemerintah Turki menganggap PKK sebagai kelompok teroris.
Rakyat Irak berulang kali menyerukan diakhirinya serangan-serangan ini dengan mengadakan demonstrasi.(
Kuwait Serukan Masyarakat Internasional Dukung Palestina
Ketua Parlemen Kuwait menyerukan dukungan masyarakat internasional terhadap bangsa Palestina yang tertindas di bawah tekanan rezim Zionis.
Tentara dan pemukim Zionis berulang kali menyerang berbagai wilayah Palestina dalam beberapa hari terakhir, termasuk Masjid Al-Aqsa, yang menyebabkan sedikitnya 17 warga Palestina syahid, dan melukai ratusan lainnya.
Ketua Parlemen Kuwait, Marzouq Ali Al-Ghanim hari Sabtu (16/4/2022) mengutuk serangan rezim Zionis terhadap Masjid Al-Aqsa dan kejahatan yang dilakukan oleh tentara bersama pemukim Zionis terhadap orang-orang Palestina yang tertindas, serta meminta masyarakat internasional untuk mendukung Palestina.
Sebelumnya, Kementerian Luar Negeri Kuwait mengutuk keras serangan yang dilakukan oleh pasukan rezim Zionis di Masjid Al-Aqsa.
Kejahatan rezim Zionis dalam beberapa hari terakhir terhadap rakyat Palestina memicu kecaman publik internasional yang luas.
Pasukan Rezim Zionis Ditarik dari Masjid Al Aqsa
Para pemuda Palestina meluapkan kegembiraan mereka setelah pasukan Rezim Zionis Israel ditarik dari pelataran Masjid Al Aqsa.
Pasukan Rezim Zionis bersama para pemukim Zionis, Minggu (17/4/2022) memasuki pelataran Masjid Al Aqsa, dan berjam-jam berada di sana sampai akhirnya berkat perlawanan pemuda Palestina, mereka keluar dari area masjid.
Abu Muhammad, salah seorang warga Palestina mengatakan, "Pasukan Zionis terus mendesak mundur warga Palestina di Masjid Al Aqsa, sehingga para pemukim Zionis bisa masuk ke area masjid ini."
Ia menambahkan, "Masjid Al Aqsa adalah milik rakyat Palestina, dan Zionis tidak berhak memasuki tempat suci ini untuk melaksanakan ritualnya."
Menurut Abu Muhammad, sejumlah warga Palestina terluka akibat serangan pasukan Zionis ke pelataran Masjid Al Aqsa karena terkena gas air mata, dan tembakan peluru.
Di sisi lain, Juru bicara Hamas, Hazem Qassem menuturkan, "Pertempuran antara warga Palestina dengan pasukan Zionis di Masjid Al Aqsa akan terus dilanjutkan sampai penjajah terusir dari seluruh wilayah Palestina."
Israel terus mengklaim Al Quds dan Masjid Al Aqsa sebagai miliknya padahal UNESCO pada tahun 2016 mengesahkan sebuah resolusi yang membantah segala bentuk keterkaitan sejarah dan agama atau budaya Yahudi dengan tempat-tempat suci di Al Quds terutama Masjid Al Aqsa, dan menganggap masjid ini milik umat Islam.
Ini Tanggapan IRGC terhadap Kejahatan Zionis di Masjid Al-Aqsa
Korps Garda Revolusi Islam Iran (IRGC) menyebut munculnya Intifada baru dan kehadiran epik dan berani dari generasi muda Palestina di front perlawanan sebagai mimpi buruk bagi rezim Zionis serta pendukung regional dan trans-regionalnya.
Tentara rezim Zionis menyerang warga Palestina di Masjid Al-Aqsa hari Jumat, yang menyebabkan lebih dari 150 warga Palestina terluka dan sedikitnya 400 orang lainnya ditahan.
Korps Pengawal Revolusi Islam Iran (IRGC) dalam sebuah pernyataan Jumat (15/4/2022) mengatakan, "Tindakan baru agresi dan kejahatan rezim Zionis terhadap Masjid Al-Aqsa meningkat dalam beberapa hari terakhir setelah operasi kesyahidan mujahidin yang setia dan bersemangat dari pemuda Palestina, terutama di jantung rezim Zionis. Ini mengungkapkan ketakutan Zionis tentang pembentukan Intifada baru dan kedalaman perjuangan bangsa Palestina, terutama para pemuda remajanya menghadapi rezim Zionis,".
“Penodaan nilai-nilai suci umat Islam dan penyerangan terhadap Masjid Al-Aqsa selama bulan suci Ramadhan, yang dilakukan oleh pasukan keamanan rezim Zionis dengan mengerahkan peralatan militer dan menyerang secara brutal hingga menyebabkan jemaah Palestina yang tidak berdaya cedera dengan jumlah lebih dari 150 orang. Serangan ini gagal mewujdkan tujuannya, dan tidak akan berdampak pada perlawanan heroik dan berkobar dari Mujahidin di hari-hari Intifada. Bahkan Zionis akan menghadapi lebih banyak mimpi buruk dan tantangan yang lebih serius,".
Korps Pengawal Revolusi Islam (IRGC) menekankan perlunya masyarakat internasional untuk menanggapi perkembangan di Palestina dan kejahatan perampas Al-Quds Sharif di Masjid Al-Aqsa dan wilayah pendudukan lainnya.
Kepala IRIB World Service Kritik Penghapusan Akun FB iFilm
Kepala IRIB World Service mengkritik langkah Facebook menghapus akun IFilm 2 dari jejaring sosial ini.
Ahmad Norouzi, Kepala IRIB World Service hari Sabtu (16/4/2022) menanggapi langkah Facebook menghapus laman saluran TV iFilm 2, dengan mengatakan, "Di hari ketika para penghasut telah melakukan segala upaya untuk meningkatkan ketegangan antara rakyat Iran dan Afghanistan, Amerika Serikat menggunakan dominasinya di media sosial untuk mendominasi narasi pilihannya,".
Baru-baru ini, akun Facebook iFilm 2 TV, yang tidak menyiarkan konten politik apa pun, telah dihapus, sehingga saluran TV yang paling diminati rakyat Afghanistan ini tidak akan diizinkan untuk beraktivitas di media sosial.
IFilm 2 adalah saluran khusus iFilm untuk menyiarkan serial dan film Iran dengan audiens non-Iran berbahasa Persia, terutama di Afghanistan dan Tajikistan.
Sebelumnya, sejumlah akun media sosial milik IRIB, termasuk Kepala IRIB World Service telah dihapus dari Google, Microsoft, Twitter, dan Facebook.
Kamalvandi: Kesepakatan Gagal, Informasi Kamera Pengawas IAEA Dihapus
Juru bicara Badan Energi Atom Iran mengatakan, seperti sebelumnya kamera-kamera terus merekam informasi, jika kesepakatan tercapai, maka IAEA bisa mengakses informasi itu, tapi jika tidak, kemungkinan informasi itu akan dihapus.
Pada Kamis lalu Direktur Jenderal Badan Energi Atom Internasional, IAEA, Rafael Grossi dalam laporan terkait verifikasi pelaksanaan JCPOA, mengabarkan pemasangan kamera-kamera pengawasan IAEA di fasilitas nuklir Natanz, setelah mesin-mesin produksi sentrifugal dipindahkan dari Karaj ke Natanz.
Namun Mohammad Reza Ghaebi, Deputi Wakil tetap Iran di Organisasi-organisasi Internasional di Wina mengatakan, IAEA tidak bisa mengakses informasi yang disimpan kamera-kamera itu, dan selama Iran belum kembali ke implementasi JCPOA, informasi-informasi tersebut tidak akan diserahkan ke IAEA.
Sehubungan dengan ini, Sabtu (16/4/2022), Jubir Badan Energi Atom Iran, Behrouz Kamalvandi menuturkan, "Sungguh disesalkan karena serangan teror di kompleks nuklir Karaj, kami terpaksa meningkatkan pengawasan keamanan, artinya kami memindahkan bagian penting dari mesin-mesin, dan sisanya dipindahkan ke Natanz dan Isfahan."
Ia menambahkan, "Dengan kata lain mesin-mesin produksi suku cadang sentrifugal sudah dipindahkan ke lokasi yang lebih aman karena alasan keamanan, dan sekarang sedang bekerja." (HS)
Taliban Janji akan Buka Kembali Sekolah Perempuan
Wakil kabinet sementara Taliban kembali berjanji akan membuka sekolah untuk perempuan di seluruh Afghanistan dalam waktu dekat.
Mullah Abdul Ghani Baradar selama kunjungannya ke provinsi Farah hari Sabtu (16/4/2022) mengatakan "Sekolah perempuan akan segera dibuka kembali di Afghanistan dan anak perempuan Afghanistan dapat menghadiri kelas dengan memperhatikan masalah agama,".
"Langkah-langkah telah diambil untuk membuka kembali sekolah perempuan dan sekolah-sekolah ini akan segera dibuka kembali," ujar Abdul Ghani.
Tapi, pejabat senior Taliban ini tidak menyebutkan kapan sekolah perempuan akan dibuka kembali, atau bagaimana kondisi mereka nantinya.
Beberapa hari yang lalu, Kementerian Pendidikan Taliban mengumumkan bahwa pembukaan kembali sekolah perempuan hanya dimungkinkan atas perintah pemimpin Taliban.
Aziz Ahmad Ryan, Juru Bicara Kementerian Pendidikan Taliban, menjelaskan, "Kami telah mengirim rencana dan proposal untuk pembukaan kembali sekolah perempuan ke kantor kepala (Taliban), yang hasilnya akan ditentukan dalam beberapa hari ke depan,".
Taliban menghadapi tekanan kuat dari komunitas internasional karena mencegah dibukanya kembali sekolah-sekolah perempuan.
Taliban, yang telah berkuasa di Afghanistan sejak Agustus 2021, menutup sekolah menengah perempuan dalam tindakan yang tidak terduga pada 23 Maret tahun ini sekitar satu jam setelah pembukaan kembali sekolah yang telah lama diumumkan. Langkah tiba -tiba ini memicu kemarahan masyarakat internasional.




























