کمالوندی
Hajizadeh: Setiap Serangan Musuh akan Dibalas dengan Keras !
Komandan Angkatan Udara Korps Garda Revolusi Islam Iran (IRGC), Brigjen Amir Ali Hajizadeh mengatakan, "Kami akan menanggapi dengan keras setiap serangan musuh,".
Brigjen Amir Ali Hajizadeh, Komandan Angkatan Udara Korps Pengawal Revolusi Islam Iran (IRGC) hari Sabtu (7/8/2021) mengatakan bahwa Iran telah lulus ujian dan tidak perlu diuji lagi.
"Kami akan menanggapi dengan keras setiap serangan musuh," ujar Hajizadeh.
"Rezim Zionis dan Amerika Serikat telah menguji Iran dan mereka tahu tanggapan apa yang akan mereka hadapi," tegasnya.
Hajizadeh menjelaskan, "Kami memiliki kekuatan dan tekad menggunakan kekuatan, Kami pasti akan memberikan jawaban telak dan mereka tidak dapat membuat kesalahan seperti itu lagi,".
Zodiac Maritime, yang dimiliki oleh miliarder Zionis Eyal Ofer dalam sebuah pernyataan 30 Juli 2021 mengatakan bahwa Mercer Street milik Israel telah menjadi sasaran drone di Laut Oman.
Setelah serangan ini, Perdana Menteri REzim Zionis Naftali Bennett menuding Iran dengan mengatakan, "Informasi keamanan yang kami miliki menunjukkan bahwa Iran telah menyerang sebuah kapal Israel,".
Saeed Khatibzadeh, juru bicara Kementerian Luar Negeri Iran menanggapi tuduhan yang dibuat oleh rezim Zionis dan Amerika Serikat terhadap Iran dengan mengatakan,"Ini bukan pertama kalinya rezim Zionis membuat tuduhan seperti itu. Tudingan ini dalam kerangka kepentingan Zionis dan AS".
PBB Komentari Ancaman Israel terhadap Iran
Juru bicara Sekjen PBB bereaksi atas ancaman rezim Zionis Israel terhadap Iran.
"PBB meminta Iran dan Israel untuk menghindari tindakan apa pun yang dapat meningkatkan situasi yang sudah tegang atas serangan pekan lalu terhadap kapal tanker Mercer Street di Laut Oman," kata Stephane Dujarric dalam konferensi pers, Kamis (5/8/2021).
"Yang penting bagi semua pihak yang terlibat atau punya kepentingan dalam hal ini untuk menghindari tindakan yang dapat memicu ketegangan atau retorika yang dapat memperburuk situasi," imbuhnya.
Menanggapi pertanyaan tentang pemerintahan baru di Iran, Dujarric menuturkan PBB menyambut baik kerja sama dengan presiden baru Iran di berbagai bidang yang menjadi kepentingan bersama.
Perusahaan Zodiac Maritime, yang dimiliki oleh miliarder Zionis Eyal Ofer, mengatakan pada Jumat lalu bahwa kapal tanker Mercer Street telah diserang oleh drone di Laut Oman.
Setelah insiden itu, Perdana Menteri rezim Zionis Naftali Bennett menuding Iran terlibat dalam serangan kapal tanker Israel, tanpa memberikan bukti apa pun.
INSS: Iran Tetap Ancaman Strategis dan Eksistensial bagi Israel
Syeikh Zakzaky dan Istrinya Dibebaskan
Kantor Syeikh Ibrahim Zakzaky, pemimpin Gerakan Islam Nigeria Rabu (28/7/2021) malam mengkonfirmasi surat pembebasan Syeikh Zakzaky beserta istrinya.
Menurut laporan FNA, Kantor Syeikh Zakzaky mengumumkan, pengadilan negara bagian Kaduna, Nigeria membebaskan Syeikh Zakzaky beserta istrinya dari seluruh dakwaan dan merilis surat pembebasannya.
Kantor Syeikh Zakzaky seraya menjelaskan bahwa ulama ini beserta istrinya dalam waktu dekat akan dibebaskan mengingatkan, keputusan ini sebuah kemenangan bagi muqawama melawan penyiksaan keras pemerintah Nigeria.
Pemerintah Nigeria sampai saat ini mencegah pembebasan Syeikh Zakzaky dan istrinya dengan berbagai alasan dan bahkan tidak memberi mereka pelayanan kesehatan.
Syeikh Ibrahim Zakzaky
Selama beberapa bulan terakhir ketika kondisi fisik Syeikh Zakzaky semakin kritis, berbagai lembaga HAM berulang kali menuntut pembebasan pemimpin Gerakan Islam Nigeria ini.
Beberapa waktu lalu Sahila Zakzaky, anak Syeikh Zakzaky mengkonfirmasi kondisi kritis orang tuanya karena kelalaian medis dan mengatakan bahwa ayah dan ibunya ketika ditangkap keduanya dalam kondisi terluka dan kini kondisi kesehatan mereka semakin parah karena tidak mendapat perawatan medis dan pengobatan.
Syeikh Ibrahim Zakzaky dan istrinya ditangkap pada 13 Desember 2015 dalam sebuah serangan militer Nigeria ke Huseiniyah di kota Zaria.
Militer Nigeria di hari penangkapan Syeikh Zakzaky menembaki warga yang berkumpul di depan Huseiniyah dan rumah ulama ini dan menewaskan ratusan orang termasuk tiga anak Syeikh Zakzaky.
Syeikh Zakzaky beberapa kali dilarikan ke rumah sakit karena penyiksaan dan keracunan darah yang disebabkan oleh beberapa peluru yang tertinggal di tubuhnya.
Pengacara Syeikh Zakzaky baru-baru menyatakan, Arab Saudi memberi jutaan dolar kepada petinggi Nigeria untuk membunuh Syeikh Zakzaky.
Selama beberapa bulan terakhir, rakyat Nigeria beberapa kali menggelar aksi demo di berbagai kota negara ini menuntut pembebasan Syeikh Zakzaky, namun aparat keamanan Nigeria menumpas aksi demo tersebut.
Israel Akui Rudal Palestina Hancurkan Infrastruktur Ashkelon
Setelah berlalu sekitar dua bulan sejak pecahnya perang terbaru rezim Zionis Israel, dan kelompok perlawanan Palestina di Jalur Gaza, Badan Pengawas Konten Media Israel, mengeluarkan izin publikasi berita terkait hantaman rudal Palestina ke beberapa i
nfrastruktur Israel.
"Badan Pengawas Konten Media Israel, hari ini, Rabu (28/7/2021) mengeluarkan izin publikasi berita seputar perang terbaru Israel dan Jalur Gaza," tulis Palestine Times di akun Twitternya.
Stasiun televisi Israel, KAN 11 melaporkan, dalam perang terbaru, rudal-rudal kelompok perlawanan Palestina di Jalur Gaza menghantam infrastruktur Kota Ashkelon yang terletak di utara Gaza.
Menurut KAN 11, ledakan rudal Palestina itu menyebabkan sesak napas, gatal-gatal pada tenggorokan, dan perih di mata pada kebanyakan pemukim Zionis.
Media Israel ini juga mengakui salah satu rudal Palestina menghantam sebuah tangki bahan bakar di kota Ashkelon.
Al-Sahaf: Pasukan AS di Irak Berada di bawah Kontrol Penuh Baghdad
Juru bicara Kementerian Luar Negeri Irak mengatakan, pasukan asing yang ditempatkan di Irak untuk pelatihan dan konsultasi militer akan ditempatkan di pangkalan yang berada di bawah kontrol penuh Irak.
Seperti dilaporkan Mawazin News Rabu (28/7/2021), Ahmed al-Sahaf menekankan militer AS yang aktif untuk konsultasi, pelatihan dan peningkatan kemampuan militer Irak serta pertukaran data intelijen militer antara kedua negara, akan ditempatkan di pangkalan militer yang sepenuhnya berada di bawah kekuasaan dan hukum Irak.
“Peningkatan kemampuan pasukan Irak seperti militer, polisi federal, pasukan al-Hashd al-Shaabi, Peshmerga dan pasukan relawan dari suku-suku serta lembaga perang kontra terorisme berujung pada dialog strategis antara Baghdad dan Washington untuk mencapai kesepakatan penarikan pasukan Amerika dari Irak,” papar al-Sahaf.
Ia menambahkan, pasukan koalisi internasional seperti AS mulai 31 Desember 2021 tidak lagi berada di Irak dan peran pasukan yang tersisa adalah pelatihan, konsultasi militer dan membangun kemampuan pasukan bersenjata dan dinas keamanan Irak.
Perdana Menteri Irak, Mustafa al-Kadhimi dan Presiden AS Joe Biden Senin (26/7/2021) sore di Washington dalam statemen bersama menyatakan, Washington dan Baghdad sepakat hingga akhir tahun 2021 kehadiran militer AS di Irak akan berakhir dan AS akan menghormati kedaulatan dan hukum Irak.
Selain itu, kedua pihak juga sepakat sebagian pasukan AS akan ditempatkan di Irak dengan misi konsultasi militer dan pelatihan pasukan Irak. Hal ini mendorong sebagian faksi Irak meyakini bahwa kesepakatan ini sekedar mengubah esensi militer AS dari pasukan tempur menjadi konsultan militer, dan penarikan pasukan AS dari negara ini tidak akan terjadi.
Setelah kejahatan AS meneror Syahid Qasem Soleimani, komandan pasukan Quds IRGC dan Abu Mahdi al-Muhandis, wakil komandan al-Hashd al-Saabi pada 3 Januari 2020 dini hari di dekat bandara udara Baghdad, parlemen Irak pada 5 Januari 2020 meratifikasi draf penarikan pasukan AS dari negara ini.
Lawatan Ghalibaf ke Damaskus, Babak Baru dalam Hubungan Ekonomi Iran-Suriah
Dalam kunjungannya ke Damaskus, Ketua Parlemen Islam Iran bertemu dengan Presiden, Perdana Menteri, Menteri Luar Negeri Suriah dan para pelaku ekonomi kedua negara.
Dalam pertemuan dengan Presiden Suriah Bashar al-Assad di Damaskus pada hari Rabu(28/07/2021), Mohammad Bagher Ghalibaf mengatakan bahwa tekanan maksimum dari Barat, terutama Amerika Serikat, terhadap dua negara Iran dan Suriah telah gagal dan bahwa empat tahun ke depan adalah kesempatan untuk memperluas kerja sama ekonomi dua negara.
Pertemuan Ketua Parlemen Iran Mohammad Bagher Ghalibaf dan Presiden Suriah Bashar al-Assad
Bashar al-Assad juga menekankan bahwa Iran dan Suriah adalah mitra kunci dan bahwa komite bersama harus dibentuk untuk memperjelas jenis kerja sama. Presiden Suriah menekankan, "Perdagangan dan kerja sama ekonomi antara Iran dan Suriah harus diperluas."
Kunjungan Ketua Parlemen Iran ke Damaskus setelah pemilu presiden di Suriah dan kemenangan Bashar al-Assad sangat penting. Era baru telah dimulai di Iran dan Suriah, dan parlemen kedua negara juga memainkan peran penting dalam memperluas kerja sama ekonomi dan perdagangan antara Iran dan Suriah.
Baca juga: Ghalibaf: Tingkatkan Hubungan antara Negara Islam, Cara Lawan Perang Ekonomi
Memperluas kerja sama ekonomi dan perdagangan dengan tetangga dan sahabat regional merupakan prioritas Parlemen Iran periode ke-11 dan prioritas pemerintahan baru di Iran. Pendekatan bersama ini telah memperjelas prospek kerja sama ekonomi Iran dengan negara-negara Asia Barat, khususnya Suriah.
Suriah, setelah lama berperang dengan berbagai kelompok teroris dan pendukung Barat dan regional mereka, mengalami hari-hari stabilitas politik dan keamanan yang tenang. Dalam hal ini, prioritas pemerintah Suriah adalah melakukan rekonstruksi infrastruktur Suriah yang memburuk, dan ada kesempatan bagus untuk kehadiran berbagai perusahaan swasta Iran di Suriah.
Baca juga: Bashar Assad: Iran Mitra Utama Suriah
Dalam konteks ini, Ali Nikzad, Wakil Ketua Parlemen Iran dalam wawancara dengan IranPress, berbicara tentang pentingnya kunjungan Ketua Parlemen Iran ke Suriah. Menurutnya, "Mengingat situasi di Suriah, Iran dapat berinvestasi besar-besaran di bidang ekonomi, keahlian teknik dan keinsinyuran, dan dalam rekonstruksi kota, pembangunan perumahan, serta sektor pertanian, listrik, air, pertambangan, dan minyak Suriah."
Suriah memiliki kapasitas besar di berbagai sektor ekonomi, perdagangan, industri, keahlian teknik dan keinsinyuran untuk berbagai perusahaan Iran. Perusahaan Iran memiliki kemampuan yang baik di semua bidang ini dan dapat memainkan peran penting dalam rekonstruksi negara ini dan perluasan kerja sama ekonomi antara Iran dan Suriah dengan berpartisipasi di pasar investasi Suriah.
Pertemuan Ketua Parlemen Mohammad Bagher Galibaf dan Menteri Luar Negeri Suriah Faisal al-Mekdad
Kerja sama politik dan strategis antara Iran dan Suriah merupakan dukungan yang dapat diandalkan untuk pengembangan hubungan ekonomi antara kedua negara. Peluang baru yang diciptakan di Iran dan Suriah dapat menandai babak baru dalam hubungan ekonomi antara kedua negara.
Dalam kerangka kesepakatan yang komprehensif, Iran dan Suriah dapat menguraikan prospek kerja sama ekonomi mereka yang menguntungkan kedua negara. Semakin meningkat hubungan perdagangan Iran-Suriah, semakin banyak instrumen sanksi dan tekanan maksimum musuh kedua negara. negara akan dinetralisir.
Muqawama Palestina Beri Ultimatum terbaru kepada Israel
Menurut sumber ini, Hamas baru-baru ini kepada Mesir menyatakan, mengingat aksi Israel, upaya rezim ini memaksakan konstelasi baru terhadap Jalur Gaza dan upaya mengaitkan dua proyek ekonomi dan kemanusiaan ke berkas pertukaran tawanan, maka kondisi sedikit demi sedikit bergerak ke arah tensi baru dan pada akhirnya akan meletus konfrontasi.
Sumber terpercaya kepada al-Akhbar mengatakan, faksi Palestina memberi tenggat waktu kepada Israel hingga akhir pekan ini untuk mengijinkan masuknya bantuan finansial Qatar ke gaza, pembukaan kembali jalur penyeberangan dan masuknya material bangunan untuk rekonstruksi. Jika hal ini tidak dilakukan, maka tensi di sepanjang perbatasan Gaza dan Palestina pendudukan akan meningkat.
Berdasarkan sumber ini, Israel mengatakan bahwa bantuan finansial Qatar harus masuk ke Gaza melalui program pangan dunia dan orang miskin di Gaza diberi kartu belanja, namun Hamas menolak usulan tersebut dan bersikeras bahwa bantuan finansial ini harus diberikan kepada keluarga miskin secara tunai, sehingga mereka mampu menyediakan kebutuhannya selain makanan.
Al-Akhbar terkait usulan terbaru Mesir menulis, Kairo mengusulkan di tahap pertama Avera Mengistu dan Hisham al-Sayed dibebaskan dan informasi mengenai dua tentara Israel, Hadar Goldin dan Oron Shaul diberikan dengan imbalan Israel akan membebaskan ratusan tawanan Palestina termasuk perempuan dan anak-anak. Hamas menanti jawaban Tel Aviv untuk memberikan pandangannya kepada Kairo.
Namun sumber intelijen Mesir kepada Koran al-Ahram mengatakan, Israel mengharapkan terjadinya kesepatakan baru di bidang gencatan senjata dengan Hamas sebelum penyelesaian pertukaran tawanan.
Iran Tidak Tolerir Pelanggaran atas Teritorial dan Kepentingan Nasional
Iran tidak akan pernah membiarkan pelanggaran apapun terhadap integritas teritorial dan kepentingan nasionalnya
Angkatan Bersenjata Iran telah membuat kemajuan besar di berbagai sektor dan saat ini menikmati kemampuan luar biasa, kata komandan senior Iran Laksamana Habibollah Sayyari pada hari Minggu, sambal menekankan pada fakta bahwa pasukan Iran tidak akan pernah membiarkan pelanggaran terhadap integritas teritorial dan kepentingan nasional Republik Islam.
"Angkatan Bersenjata Iran harus meningkatkan kemampuan tempur mereka dalam menghadapi ancaman di masa depan sedemikian rupa sehingga mereka dapat mengumumkan dengan penuh percaya diri bahwa tidak ada musuh yang akan pernah diizinkan untuk melanggar kepentingan negara dan integritas teritorial, " ungkap Deputi Koordinator Militer Iran Laksamana Habibollah Sayyari
Dalam beberapa tahun terakhir, Iran telah membuat terobosan besar di sektor pertahanannya dan mencapai swasembada dalam mengembangkan dan membuat berbagai peralatan dan sistem militer penting.
Juga pada hari Minggu, kepala komandan Korps Pengawal Revolusi Islam Iran (IRGC) Mayor Jenderal Hossein Salami mengatakan bahwa ketidakamanan di perbatasan kita adalah impian musuh yang akan dibawa ke kuburan mereka.
Para pejabat Iran telah berulang kali menggarisbawahi bahwa Republik Islam tidak akan ragu untuk membangun kemampuan pertahanannya, seraya menekankan kemampuan seperti itu sepenuhnya dimaksudkan untuk tujuan pertahanan dan tidak akan pernah tunduk pada negosiasi.
Rahbar: Di Pemerintahan Iran ke-12 Terbukti, Percaya pada Barat Tak Berguna
Pemimpin Besar Revolusi Islam Iran atau Rahbar menekankan pemanfaatan pengalaman pemerintah Iran periode ke-12 oleh generasi mendatang. Menurutnya di pemerintahan ini terbukti bahwa percaya pada negara-negara Barat tidak ada gunanya.
Pemerintah Iran periode ke-12 melakukan pertemuan terakhir dengan Ayatullah Sayid Ali Khamenei hari ini, Rabu (28/7/2021).
Dalam pertemuan tersebut Rahbar menjelaskan, "Di pemerintahan ini terbukti bahwa percaya pada Barat tidak berguna, dan negara-negara Barat tidak membantu kita, di mana pun mereka bisa, mereka akan memukul kita, lokasi yang musuh tidak bisa memukul kita adalah lokasi yang di sana mereka tidak punya sarana untuk melakukannya, dan di mana pun sarananya tersedia, pasti mereka akan memukul, ini adalah pengalaman yang sangat berharga."
Ayatullah Khamenei menegaskan, sama sekali tidak diperbolehkan untuk menunda atau mensyaratkan program kerja dalam negeri dengan Barat, karena pasti akan gagal, pasti akan terkena pukulan.
Rahbar menambahkan, "Anda semua di mana pun, ketika mensyaratkan pekerjaan-pekerjaan Anda pada Barat, maka Anda tidak akan berhasil, di mana pun tidak ada kepercayaan pada Barat, maka Anda mengibarkan bendera, dan bergerak, meraih kesuksesan."
"Di mana pun Anda mensyaratkan sesuatu dengan kesepakatan dengan Barat, dan dengan perundingan dengan Barat, dengan Amerika Serikat dan selainnya, Anda akan tertinggal, tidak mampu bergerak maju karena mereka tidak akan membantu," paparnya.




























