کمالوندی
Permukiman Ilegal Zionis, Kejahatan Perang Baru Israel
Seorang anggota dewan legislatif Palestina menyebut rencana baru rezim Zionis untuk membangun permukiman ilegal di wilayah pendudukan sebagai kejahatan perang baru Israel.
Kantor berita Wafa hari Selasa (19/1/2021) melaporkan, Mohammad Shahab mengatakan bahwa perluasan permukiman Zionis bertentangan dengan resolusi internasional dan menunjukkan lebih banyak penjarahan atas tanah Palestina.
Rezim Zionis baru-baru ini menyiapkan rencana baru untuk perluasan pemukiman Zionis di Tepi Barat dan Baitul Maqdis.
Rencananya, lebih dari 8.000 unit permukiman baru Zionis akan dibangun di Tepi Barat. Rezim Zionis juga berencana untuk membangun apartemen, kawasan industri dan komersial, serta fasilitas rekreasi di Baitul Maqdis yang didudukinya.
Berdasarkan Resolusi Dewan Keamanan PBB no.2334, aktivitas pemukiman Israel dinyatakan ilegal. Tapi, Israel mengabaikannya dengan tetap melanjutkan penghancuran rumah-rumah Palestina dan membangun pemukiman baru Zionis.
Sengkarut Politik Apa Lagi ? Pemilu Irak Ditangguhkan
Komisi Pemilihan Umum Irak meminta penyelenggaraan pemilu parlemen negara itu ditangguhkan hingga empat bulan dari waktu yang sudah disepakati.
Rencananya pemilu parlemen Irak akan digelar pada 6 Juni 2021, dan sampai saat ini pemerintah Baghdad masih belum mengeluarkan keputusan final terkait rencana penundaan pemilu parlemen oleh KPU negara itu.
Sementara kelompok-kelompok politik di Irak juga belum mencapai kata sepakat soal penundaan atau pelaksanaan pemilu parlemen pada 6 Juni 2021. Akan tetapi aliansi Al Fath menolak usul penangguhan pemilu parlemen hingga Oktober 2021.
Alasannya, penundaan pemilu parlemen bertentangan dengan kesepakatan yang sudah dicapai pemerintah Irak dengan fraksi-fraksi parlemen yaitu penyelenggaraan pemilu parlemen dini setahun setelah pembentukan kabinet. Kenyataannya, salah satu syarat yang diterima oleh Mustafa Al Kadhimi saat sidang tanya-jawab di Parlemen adalah menyelenggarakan pemilu parlemen dini setahun pasca terbentuknya kabinet.
Ketua aliansi Al Hal poros Ahlu Sunnah Irak, Mohammed Al Hablousi yang juga Ketua Parlemen menentang penangguhan pemilu parlemen. Aliansi Al Hal beralasan pemerintah mengabaikan kesepakatan yang dicapai dengan fraksi-fraksi politik, ia khawatir pemilu tidak akan terlaksana sekalipun diundur hingga Oktober 2021.
Pada kenyataannya, aliansi pimpinan Mohammed Al Hablousi secara implisit mengatakan bahwa pemerintah sama sekali tidak punya itikad untuk menyelenggarakan pemilu parlemen dini.
Di sisi lain Gerakan Sadr Irak tidak menunjukkan sikap yang jelas terkait isu penundaan pemilu parlemen ini, dan Gerakan Hikmah pimpinan Ammar Hakim menyetujui penangguhan pemilu parlemen Irak.
Ada dua alasan mengapa Gerakan Hikmah menyetujui penangguhan pemilu parlemen Irak. Pertama, sepertinya Ammar Hakim dan kelompoknya akan berkoalisi dengan Mustafa Al Kadhimi dan sekutunya di pemilu parlemen mendatang.
Maka dari itu sekarang ia menyetujui usul penangguhan yang disampaikan KPU Irak. Alasan kedua, Gerakan Hikmah percaya dalam setahun terakhir terbentuk sejumlah kelompok politik baru. Tidak banyak waktu untuk mengenal kelompok-kelompok baru tersebut, maka dari itu penundaan pemilu parlemen dapat menjadi peluang untuk mengenal mereka.
Poin yang sangat penting adalah kelompok-kelompok politik Irak sampai saat ini tidak menunjukkan sikap transparan terkait penundaan pemilu parlemen. Beberapa kelompok politik asli Ahlu Sunnah tidak berkomentar soal ini.
Oleh karena itu meski KPU Irak meminta penundaan pemilu parlemen hingga 4 bulan dari waktu yang disepakati, namun belum juga dicapai kata sepakat. Pertanyaannya mengapa arus transformasi yang ada menunjukkan kemungkinan pemerintah Irak menerima usul KPU tersebut ?
Pertama, dari sisi finansial dan teknis, penyelenggaraan pemilu parlemen Irak pada Juni 2021 sulit, pasalnya Irak sedang berhadapan dengan banyak masalah keuangan, masalah-masalah itu dalam beberapa hari terakhir kembali memicu demonstrasi anti-pemerintah.
Kedua, KPU Irak mengatakan, dengan memperhatikan berakhirnya batas waktu yang sudah ditetapkan untuk pendaftaran aliansi politik, hanya sedikit dari mereka yang mendaftar. Perpanjangan batas waktu pendaftaran bagi koalisi politik Irak yang akan berpartisipasi dalam pemilu parlemen mempengaruhi proses lain.
Berpijak pada alasan ini beberapa tokoh politik Irak percaya pemerintah Baghdad tidak punya itikad untuk menyelenggarakan pemilu parlemen. Salah satu anggota koalisi Al Fath, Mohammed Al Baldawi mengatakan pemerintah sama sekali tidak mengambil langkah supaya KPU Irak bisa menyelenggarakan pemilu parlemen pada Juni 2021.
Di dalam Parlemen Irak sendiri, ada beberapa kelompok yang menentang pembubaran parlemen dan penyelenggaraan pemilu pada Juni 2021 mendatang.
Angkatan Darat Iran Gelar Manuver Eghtedar-e 99
Manuver Eghtedar-e 99 (the power-99) angkatan darat Republik Islam Iran digelar di pantai Makran.
Menurut laporan Iran Press, manuver eghtedar-e 99 angkatan darat militer Iran digelar Selasa (19/1/2021) dengan partisipasi unit airborne, pasukan khusus, pasukan gerak cepat dan dengan dukungan unit udara khususnya unit penerbangan angkatan darat (IRIAA) di pantai Makran.
Manuver ini digelar untuk memahami tingkat kesiapan tempur unit angkatan darat militer Republik Islam Iran dalam menghadapi berbagai ancaman serta menerapkan operasi relokasi unit dari satu wilayah ke wilayah operasi sesuai yang diprediksikan.
Di manuver ini akan diterapkan taktik dalam negeri untuk mengkaji kemampuan terpisah setiap unit angkatan darat.
Sebelumnya juga digelar manuver laut eghtedar-e 99 oleh angkatan laut militer Iran Rabu pekan lalu di pantai Makran dan utara Samudra Hindia.
Jihad Islam Tegaskan Muqawama hingga tercapainya Tujuan Palestina
Sekjen Gerakan Jihad Islam Palestina mengatakan, "Kami akan melanjutkan muqawama hingga terealisasinya tujuan bangsa Palestina terkait pemulangan dan pembebasan Quds."
Seperti dilaporkan IRNA, Ziyad al-Nakhalah Senin (18/1/2021) di sidang virtual ketua komisi keamanan nasional dan kebijakan luar negeri parlemen negara-negara pendukung Palestina mengatakan, pasukan muqawama dengan segenap kekuatan dan fasilitas minim yang saat itu dimilikinya, gigih membela rakyat Palestina dan memaksa musuh mundur tanpa syarat.
Sekjen Jihad Islam Palestina menambahkan, sejak saat itu hingga kini, Zionis tidak pernah berhenti melancarkan agresinya dalam bentuk apapun baik blokade ekonomi, pemboman dan perusakan serta di tahun 2012 rezim ini melancarkan serangan lain ke Jalur Gaza dan saat itu pun pasukan muqawama dengan senjata yang dimilikinya kian gigih melawan dan mampu menyerang berbagai distrik Zionis, khususnya Tel Aviv.
"Meski ada perang besar dan berbagai perang lainnya antara Kami dan musuh (Zionis), Israel tidak mampu memaksakan syaratnya kepada muqawama dan para pejuang muqawama melanjutkan kemajuan peralatan mereka sehingga hari ini mereka mampu menciptakan ketakutan di tengah musuh," tambah al-Nakhalah.
Lebih lanjut sekjen Jihad Islam Palestina menambahkan, "Meski ada perjuangan dan perlawanan heroik rakyat Palestina, Amerika mampu mengganggu barisan negara-negara Arab serta melancarkan program normalisasi hubungan di mana mayoritas negara-negara Arab berpartisipasi untuk memblokade muqawama di kawasan, dan dengan perilakunya ini, mereka membuka tangan AS dan Israel untuk mengubah geografi serta merancang masa depan kawasan."
Dituduh Terlibat Kudeta, Polisi Turki Tangkap Ratusan Orang
Sebanyak 238 orang warga Turki ditangkap otoritas keamanan negara ini dengan tuduhan terlibat dalam gerakan Gulen dan aksi kudeta yang gagal lima tahun lalu.
Kantor Berita Anadolu melaporkan, operasi yang dilancarkan di 60 provinsi Turki ini dilakukan untuk memutus jaringan Gulen yang dianggap terlibat dalam kudeta tahun 2016. Tetapi Fethullah Gulen yang saat ini berada di Amerika Serikat membantah tuduhan tersebut.
Dilaporkan, lebih dari 250 orang tewas dalam kudeta yang gagal di Turki pada tahun 2016.
Selain itu, 160 orang telah ditangkap dalam operasi yang dilancarkan pihak kepolisian baru-baru ini atas perintah jaksa Izmir.
Operasi ini juga menyasar para tentara di Siprus utara, tempat basis militer Turki. Dari 238 orang yang ditangkap terdapat 218 personel angkatan darat, termasuk enam kolonel, tiga letnan kolonel, dan sembilan mayor.
Sekitar 80.000 orang telah ditahan sejak terjadi kudeta yang gagal di Turki, dan sekitar 150.000 orang pegawai negeri sipil, dan kepolisian serta militer dipecat dari jabatannya.
Lebih dari 20.000 lainnya juga telah diberhentikan dari angkatan bersenjata Turki.(
Ayatullah Misbah Yazdi; Pemikir Ulung Religius dan Revolusioner
Ayatullah Mohammad Taqi Misbah Yazdi, anggota Dewan Ahli Kepemimpinan Iran dan Ketua Institut Pendidikan dan Penelitian Imam Khomeini ra, meninggal dunia pada Jumat (1/1/2021) sore pada usia 86 tahun.
Pemimpin Besar Revolusi Islam Iran Ayatullah Sayid Ali Khamenei pada Sabtu pagi memimpin shalat jenazah Ayatullah Misbah Yazdi. Jenazah ulama dan filsuf kontemporer ini dibawa ke kediaman Rahbar pada Sabtu dini hari, dan shalat jenazah digelar di sana.
Rahbar Ayatullah Khamenei Pimpin Shalat Jenazah Ayatullah Misbah Yazdi
Ayatullah Sayid Ali Khamenei menyampaikan pesan belasungkawa atas wafatnya Ayatullah Mohammad Taqi Misbah Yazdi. Rahbar pada hari Sabtu mengungkapkan pesan duka cita kepada keluarga, dan murid-murid Ayatullah Misbah Yazdi.
Ayatullah Khamenei mengatakan, beliau seorang pemikir terkemuka, dan pemimpin kredibel yang mengungkapkan kebenaran dengan cara yang baik dan konsisten dalam menempuh jalan kebenaran.
"Ayatullah Misbah Yazdi berjasa besar dalam melahirkan pemikiran religius dengan menulis buku-buku solusional, dan mendidik para murid terkemuka dan berpengaruh, serta kehadiran revolusionernya di segala bidang yang diperlukan tiada bandingannya," kata Ayatullah Khamenei dalam pesannya.
Rahbar menegaskan, kesalehan dan ketakwaannya selalu menjadi karakteristik beliau sejak masa muda hingga akhir hidupnya, dan keberhasilannya menempuh jalan marifat tauhid sebagai pahala ilahi yang besar dan jangka panjang dari perjuangan beliau.
Ayatullah Misbah Yazdi menuntut ilmu-ilmu agama dan filsafat, fiqih dan usul fiqih di bawah didikan ulama besar Hauzah Ilmiah seperti Imam Khomeini, Ayatullah Boroujerdi, Araki, Allamah Sayid Mohammad Hosein Tabatabai dan Ayatullah Behjat.
Sejarah kontemporer Iran khususnya sejak meletusnya Revolusi Islam pimpinan Imam Khomeini, menjadi sumber transformasi besar di dalam dan luar Iran. Sekaitan dengan ini, tak diragukan lagi peran ulama dan tokoh revolusioner memiliki pengaruh abadi bagi perkembangan dan keagungan Revolusi, bahkan membuat Revolusi Islam menjadi teladan bagi seluruh penuntut keadilan dan mereka yang menuntut kebebasan di seluruh dunia.
Oleh karena itu, banyak musuh yang berusaha merusak citra tokoh-tokoh berpengaruh revolusi. Di antara pergerakan yang dilancarkan musuh revolusi Islam adalah mendistorsi dan mendiktekan syubhat terkait peran tokoh dan ulama serta pilar revolusi. Allamah Mohammad Taqi Misbah Yazdi juga tidak terkecuali dari target musuh.
Frasa kehidupan Allamah Misbah Yazdi telah menunjukkan kepekaannya terhadap arus yang menyimpang. Setiap kali arus mencoba untuk mendistorsi Islam atau Revolusi Islam, ia dengan tegas membela prinsip-prinsip Islam dan Revolusi.
Itulah sebabnya Ayatullah Misbah Yazdi memiliki kepribadian yang efektif di seminar dan memiliki wawasan yang mendalam tentang perkembangan dan masa depan revolusi dalam debat ilmiah dan diskusi serta penulisan artikel. Sebelum kemenangan Revolusi Islam, sebagian besar pejuang percaya bahwa perjuangan politik harus dilakukan terlebih dahulu, dan setelah kemenangan Revolusi, perbaikan budaya masyarakat harus ditangani. Sementara itu, para pemikir seperti Ayatullah Muthahhari dan Ayatullah Misbah Yazdi percaya bahwa akar penyimpangan harus dikeringkan dalam periode perjuangan yang sama dan bahwa Islam yang murni dan benar harus diperkenalkan kepada orang Iran dan dunia.
Di arena politik; Ayatullah Misbah Yazdi, selama periode rezim yang menindas, melakukan perjuangan ekstensif melawan rezim tersebut dan agen-agennya, dan mengambil bagian aktif dalam "asosiasi negara bagian dan provinsi" dan "gerakan ulama" yang dipimpin oleh Imam Khomeini. Sebelum Revolusi Islam, dia memperingatkan bahaya pengaruh Marxisme, dan menyingkap pemikiran buruk musuh Islam dan revolusi dengan menyingkap pidato beberapa intelektual, serta mengkritik tesis "Islam tanpa ulama."
Kepekaan dan keteguhan Ayatullah Misbah Yazdi dalam menghadapi isu-isu ini sedemikian rupa sehingga terkadang beberapa teman revolusi juga mengkritiknya dan merekomendasikannya untuk bersikap lembut dalam menghadapi isu yang muncul; namun beliau dengan tegas mempertahankan agama suci Islam dan prinsip-prinsipnya, dan dalam hal ini ia menggunakan ceramah, debat, buku, artikel, dan alat propaganda lainnya, dan tidak takut akan penghinaan, fitnah dan serangan.
Ayatullah Misbah Yazdi menyaksikan konspirasi ideologi musuh di awal Revolusi dan menyadari untuk menjaga dan melestarikan tunas-tunas Revolusi, ia mengirim para santri dan pelajar agama ke berbagai penjuru tanah air. Tak hanya itu, beliau juga menutup pelajaran agamanya dan aktif di berbagai lembaga menyampaikan pidato dan menjawab berbagai syubhat demi menjaga prestasi Revolusi.
Selain itu, mengingat pentingnya masalah universitas dan pendidikan tinggi di tahun-tahun sensitif teresbut, Ayatullah Misbah Yazdi dalam sebuah program dan rencana, mendirikan lembaga “Kantor Kerja Sama Hauzah Ilmiah dan Universitas” serta disetujui oleh Lembaga Revolusi Budaya.
Rahbar menilai salah satu prestasi besar Ayatullah Misbah Yazdi adalah mendidik murid yang dihasilkan di Institut Pendidikan dan Penelitian Imam Khomeini ra.
Ayatullah Misbah Yazdi dan Rahbar
Ayatullah Misbah Yazdi dalam bidang ilmu dan kebudayaan memberikan pelayanan yang berharga sejak lama dan memulai gerakan budaya yang sesuai di setiap periode sesuai dengan persyaratan periode itu. Keseriusannya, serta disiplin dan realismenya yang sangat baik, menyebabkan sebagian besar gerakan budayanya membuahkan hasil yang positif. Hasil dari upaya kolektif ini adalah pembinaan para sarjana terpelajar yang saat ini bekerja di berbagai institusi Republik Islam.
Beliau telah menulis banyak buku dalam berbagai bidang, beberapa di antaranya berkaitan dengan sebelum revolusi dan beberapa setelah revolusi. Teologi, antropologi, Quranology, etika dalam al-Quran, masyarakat dan sejarah dari perspektif al-Quran, hukum dan politik dalam al-Quran. Sekilas teori Velayat-e-Faqih dan puluhan kitab lainnya merupakan karya-karyanya yang diajarkan di berbagai pusat kebudayaan dan bidang keilmuan.
Upaya melestarikan dan memperkuat nilai-nilai revolusi disertai pencerahan dan ungkapan yang terus terang dalam kritik terhadap isu-isu dan ungkapan terbuka tentang kerugian-kerugian yang dapat merusak pencapaian revolusi; dua kriteria menonjol ada dalam kehidupan Ayatullah Misbah.
Seperti yang ditegaskan dalam pesan belasungkawa dari Pemimpin Tertinggi Revolusi, jasanya efektif dalam mendidik siswa yang berprestasi dan di hadapan revolusi di segala bidang di mana ia merasa perlu kehadirannya, sungguh dan cukup unik.
Hidup Muslim India di Tengah Persekusi Hindu Ekstrem
Lebih dari 1,5 tahun lalu sejak ditetapkannya Undang-undang Kewarganegaraan India, The Citizenship Amendment Act (Bill), CAA atau CAB, warga minoritas Muslim India masih saja hidup dalam rasa takut atas kekerasan warga Hindu ekstrem.
Pemerintah India di bawah Perdana Menteri Narendra Modi seolah memelihara rasa takut warga Muslim untuk mendapatkan simpati warga Hindu menjelang pemilu presiden negara itu pertengahan tahun 2021.
Menurut laporan Aliansi Kelompok Minoritas Asia Selatan, South Asia Minority Alliance Foundation (SAMAF) pada tahun 2020, sejak pemerintah Partai Bharatiya Janata melakukan amandemen Undang-undang Kewarganegaraan, India berubah menjadi negara yang menakutkan dan kondisinya mencekam bagi warga minoritas Muslim.
Dalam laporan SAMAF diebutkan, di saat kondisi sosial di seluruh dunia berada di bawah ancaman, kasus India yaitu kekerasan terhadap Muslim yang meningkat sangat cepat dalam beberapa tahun terakhir, merupakan kasus luar biasa. SAMAF juga menjelaskan bahwa India sekarang menjadi negara yang berbahaya dan penuh kekerasan bagi kelompok minoritas Muslim.
Pada Desember 2019, amandemen UU Kewarganegraan India disahkan sehingga mempersempit ruang gerak bagi sekelompok imigran di negara itu khususnya Muslim.
UU Kewarganegaraan yang disahkan Parlemen India pada Desember 2019 memberi kewenangan kepada pemerintah New Delhi untuk memberikan kewarganegaraan kepada imigran dari tiga negara tetangga India yaitu Pakistan, Bangladesh, dan Afghanistan, dengan syarat mereka bukan Muslim. Langkah ini spontan memicu demonstrasi besar-besaran dari kalangan Muslim India.
Partai Bharatiya Janata sejak berkuasa di India pada tahun 2014 meningkatkan kekerasan terhadap minoritas agama terutama Islam dalam skala nasional, dan kekerasan terhadap Muslim yang dilakukan partai berkuasa India itu, memberikan dampak besar pada kondisi sosial umat Islam beserta organisasi dan aktivis Muslim yang di dalamnya.
Disahkannya UU Kewarganegaraan baru India, warga Hindu ekstrem sejak setahun lalu dengan beragam dalih, telah membuat kehidupan warga minoritas Muslim menjadi menakutkan. Pemerintah Narendra Modi tampaknya mendukung kekerasan terhadap Muslim oleh warga Hindu ekstrem. Kebijakan pemerintah India telah memberikan peluang kepada warga Hindu ekstrem anti-Muslim untuk menyerang mereka.
Salah satu masalah yang menyebabkan peningkatan serangan terhadap Muslim oleh warga Hindu ekstrem adalah pernikahan pemuda Muslim dengan pemudi-pemudi dari keluarga Hindu.
Kelompok Hindu ekstrem menjadikan pernikahan pemuda Muslim dengan pemudi Hindu sebagai dalih untuk menyerang kelompok Muslim. Kelompok Hindu ekstrem secara luas mempropagandakan bahwa langkah ini dilakukan minoritas Muslim untuk mengubah keyakinan perempuan Hindu sehingga bisa mengubah demografi penduduk India.
Namun tuduhan ini sampai sekarang tidak terbukti, pasalnya pernikahan dua agama berbeda ini dilakukan atas kerelaan dua pihak, dan sekalipun jika sampai mempelai perempuan pindah agama dari Hindu ke Islam, itu semata-mata karena pilihan sendiri bukan paksaan.
Memilih agama dan mazhab merupakan hak asasi manusia, namun di tengah masyarakat India yang memiliki ratusan agama, dan mazhab itu, minoritas Muslim tidak mendapatkan hak dan kebebasan dasarnya sebagai manusia. Islamfobia di India berubah menjadi masalah yang legal dan konstitusional karena didukung penuh oleh pemerintah berkuasa.
Di tengah kekerasan yang dilakukan oleh warga Hindu ekstrem terhadap Muslim di India, pemerintah negara bagian Uttar Pradesh baru-baru ini melarang pernikahan pemuda Muslim dengan pemudi Hindu berdasarkan undang-undang yang disahkan Parlemen daerah.
Tujuan undang-undang itu adalah untuk mencegah apa yang mereka sebut sebagai “jihad cinta”. Istilah “jihad cinta” digunakan oleh kelompok Hindu esktrem untuk menyebut pernikahan antara pemuda Islam dan perempuan Hindu. Kelompok Hindu ekstrem mengklaim pria Muslim memaksa perempuan-perempuan Hindu masuk Islam lewat pernikahan.
Berdasarkan konstitusi India di negara bagian Uttar Pradesh, orang-orang yang terbukti melakukan jihad cinta, akan dihukum hingga 10 tahun kurungan penjara. Merespon pengesahan UU baru ini, surat kabar The Telegraph menulis, sekitar 40 keluarga Muslim di India dikarenakan tekanan dan gangguan kelompok nasionalis Hindu, memutuskan untuk lari dari desa mereka di Uttar Pradesh, utara India.
Sejumlah orang anggota kelompok ultranasionalis India, Bajrang Dal pada 23 Desember 2020 menembaki rumah seorang Muslim pemilik toko di desanya, karena dia menolak memberikan roko gratis kepada mereka. The Telegraph melaporkan, pemilik toko dan anggota keluarganya terluka akibat serangan tersebut. Pasca kejadian itu, warga Muslim yang terdiri dari 600 keluarga memutuskan untuk segera meninggalkan desa itu.
Warga Muslim terlihat masang papan iklan di rumah-rumah mereka bertuliskan “rumah ini dijual, kami akan pergi dari desa ini”. Surat kabar Inggris, The Telegraph mengutip saksi mata bernama Sartaj Ilm, 25 tahun yang sudah melarikan diri dari desa mereka menulis, Sartaj dan keluarganya merasa tidak aman. Kelompok Hindu meminta mereka untuk mengosongkan desa. Warga Hindu sudah sejak lama menyerang penduduk desa yang Muslim dan mengganggunya.
Seperti dilaporkan situs berita The Quint, sedikitnya 4 negara bagian lain di India selain Uttar Pradesh berpikir untuk membuat undang-undang melarang pernikahan pemuda Muslim dengan perempuan Hindu. Motifnya berasal dari pengaruh kelompok Hindu ekstrem yang mengatakan banyak pemuda Muslim berpura-pura mencintai perempuan non-Muslim lalu menikahi mereka dan memaksanya masuk Islam.
Menteri Dalam Negeri, Negara Bagian Madhya Pradesh, Narottam Mishra sebelumnya mengatakan bahwa negara bagianya bermaksud untuk menetapkan aturan yang menganggap semua pernikahan yang didasari oleh kepura-puraan dan rayuan, tidak sah. Negara-negara bagian lain seperti Haryana, Karnataka, dan Assam juga sedang berpikir untuk melarang pernikahan pria Muslim dengan perempuan Hindu dengan menerapkan undang-undang.
Islamfobia dan kekerasan terhadap warga Muslim, hari ini di India meningkat tajam melampuai masalah kewarganegaraan, dan setiap minggu muncul permasalahan baru yang menjadi dalih bagi warga Hindu ekstrem untuk menyerang Muslim dan mempersulit kehidupan mereka.
Kelompok Hindu ekstrem dalam hal ini jelas mendapat dukungan dari pemerintah Narendra Modi, PM India itu setelah menang pemilu pada 2014 berjanji akan menciptakan perubahan demi mendorong pertumbuhan ekonomi, menyejahterakan desa-desa, dan membuka lapangan kerja seluas-luasnya bagi pemuda negara itu, namun sekarang partainya justru menyulut api kekerasan terhadap kelompok minoritas terutama Muslim.
Partai Bharatiya Janata dan kelompok-kelompok Hindu pendukung partai ini berusaha mengubah India menjadi negara yang didominasi kelompok Hindu.
Kelompok Hindu ekstrem anti-Islam inilah yang membantu Partai Bharatiya Janata untuk memenangkan pemilu tahun 2014 dengan merebut 284 kursi Parlemen dan memunculkan kekuatan baru di New Delhi. Berdasarkan laporan SAMAF tahun 2019, India pasca pencabutan otonomi wilayah Jammu-Kashmir oleh Partai Bharatiya Janata, berubah menjadi negara yang berbahaya bagi kelompok minoritas.
Muslim dan Hindu selama berabad-abad hidup berdampingan secara damai, dan tidak ada satupun dari kedua kelompok itu yang mengaku lebih unggul dari yang lain. Di negara seperti India yang berisi puluhan agama dan keyakinan, untuk mewujudkan stabilitas dan pembangunan, tidak ada jalan lain kecuali mengakui secara resmi semua hak pengikut agama dan kepercayaan yang ada.
Kebijakan Islamfobia meniru Barat yang diterapkan di India akan menyimpangkan jalan pertumbuhan dan pembangunan India sendiri, dan menempatkan negara ini dalam situasi tegang dan kekerasan yang tidak ada habisnya. Hak dasar lebih 200 juta warga Muslim India tidak bisa diabaikan begitu saja, lalu berbicara soal stabilitas, keamanan dan pembangunan.
Apa Motif Pompeo Tuding Iran Berhubungan dengan al-Qaeda?
Amerika Serikat di era kepemimpinan Donald Trump menggulirkan beragam tudingan terhadap Republik Islam Iran. Salah satunya adalah menuding Iran sebagai pendukung terbesar terorisme di dunia.
Menlu AS Mike Pompeo di tudingan terbaru terhadap Iran pada hari Selasa (12/1/2021) mendakwa Iran memiliki hubungan dengan kelompok teroris al-Qaeda dan pangkalan baru kelompok ini.
Pompeo mengatakan, kondisi Iran saat ini dari sisi hubungan dengan al-Qaeda lebih buruk dari Afghanistan di saat serangan 11 September 2001 ke Amerika. Ia menuding Iran di tahun 2015 bersamaan dengan perundingan JCPOA telah mengijinkan kelompok al-Qaeda memiliki pangkalan operasi baru di Iran.
Menurut Pompeo, syarat Tehran bagi kolaborasi ini adalah menjaga hukum dan ketentuan Iran.
Ia menambahkan, “Hasilnya adalah setan bernama Osama bin Laden semakin kuat dan wilayah operasinya kian luas. Jika kita mengabaikan poros Iran-al-Qaeda, maka harganya adalah nyawa kita. Kita harus mengakui poros ini, melawan dan mengalahkannya.” Ia juga mengumumkan sanksi terhadap sejumlah indivudi yang ia klaim sebagai komandan al-Qaeda dan tinggal di Iran. Meski ada klaim dari pemerintah Trump, namun Iran menekankan bahwa tidak ada anasir al-Qaeda yang berada di wilayahnya.
Pemerintah Amerika Serikat di era keresidenan Trump hampir setiap hari menunjukkan sikap anti Iran dan pada Oktober 2019 di dokumen strategis nasional anti terorisme menyebut Iran sebagai pendukung terorisme.
Di awal dokumen ini seraya mengisyaratkan bahwa Amerika dihadapkan pada ancaman kelompok teroris radikal Islam, menyebutkan, "Kita masih menghadapi ancaman Iran, yakni pendukung terpenting terorisme negara melalui jaringan global anasir Iran dan dukungan saat ini Tehran terhadap segerombolan kelompok teroris."
Mantan penasihat keamanan nasional AS, John Bolton saat menjelaskan dokumen keamanan ini menyatakan harus memanfaatkan peluang untuk menyerang Iran. Ia mengklaim bahwa pasca Revolusi Islam, Iran menjadi bank sentral dunia bagi terorisme internasional. Kini pemerintah Trump yang usianya tinggal beberapa hari menggulirkan tudingan terkait dukungan Iran terhadap milisi al-Qaeda.
Faktanya statemen Menlu AS Mike Pompeo digulirkan ketika hanya delapan hari periode kepresidenan Donald Trump tersisa. Sepertinya tujuan statemen dan klaim terbaru Pompeo adalah meningkatkan atmosfer Iranophobia dan melancarkan perang psikologis menjelang awal kerja pemerintahan baru Amerika yang dipimpin Joe Biden pada 20 Januari mendatang dengan anggapan mampu mensabotase kebijakan Biden termasuk kembali ke JCPOA dan perubahan di kebijakan Washington terhadap Arab Saudi.
Juru bicara Kemenlu Iran, Saeed Khatibzadeh saat menjawab tudingan terbaru Trump terkait hubungan Iran dengan al-Qaeda mengatakan, "Pengulangan tudingan dan pertunjukan dokumen palsu sebagai dokumen rahasia oleh Pompeo di satu pekan dari akhir pemerintahan Trump, indikasi rasa putus asa, kebingungan dan kegagalan represi maksimum mereka terhadap Iran."
Khatibzadeh
Sejatinya yang menyutradarai kebijakan luar negeri Aemrika selama dua tahun terakhir, meski ada klaim kesia-sian dan ketidakefektifan kebijakan pemerintah Trump terhadap Iran melalui represi maksimum, namun dalam prakteknya tidak memiliki prestasi apapun untuk membuat Tehran menyerah. Masalah ini bahkan diakui oleh elit politik dan pengamat Amerika sendiri. Pemeritnah Trump, khususnya selama beberapa bulan terakhir mendapat kritikan tajam di Amerika karena kegagalan kampanye represi maksimum dan mengobarkan tensi dengan Iran.
Senator Chris Murphy dari kubu Demokrat seraya mengkritik kebijakan radikal Trump terkait Iran menjelaskan bahwa kebijakan ini hanya membuat Iran semakin kuat. Murphy di cuitannya mengatakan, pendekatan Trump terhadap Iran tidak menghasilkan apapun kecuali Iran semakin kuat dan AS kian lemah.
Menuduh Iran mendukung terorisme terjadi pada saat Amerika Serikat menjadi pendukung utama kelompok teroris ekstremis, termasuk al-Qaeda, dalam penggunaan terorisme sebagai alat. Selama pendudukan Soviet di Afghanistan pada 1980-an, Amerika Serikat memperlengkapi dan mempersenjatai ribuan jihadis yang datang ke Afghanistan dari seluruh dunia untuk melawan Soviet guna melawan penyebaran komunisme.
Ini menjadi titik awal pembentukan dan perluasan kelompok teroris al-Qaeda yang dipimpin oleh Osama bin Laden. Kemudian pada 1990-an, bin Laden mengkritik rezim Saudi karena mengerahkan pasukan Amerika di Arab Saudi sebagai tanah wahyu untuk dua tempat suci dan untuk apa yang disebut jihad melawan orang-orang kafir Amerika, milisi ini mulai melancarkan serangan terhadap lokasi dan aset AS di seluruh dunia termasuk kedubes dan armada laut negara ini.
Pada akhirnya al-Qaeda melancarkan serangan 11 September 2001 di New York dan Washington, dan selanjutnya pemerintah George W. Bush melancarkan kampanye luas dengan tema perang global melawan terorisme.
Masalah penting dalam serangan 9/11 adalah peran kunci yang dimainkan oleh pejabat Saudi dalam mendukung dan memberikan semua jenis bantuan kepada para teroris yang melakukan serangan. Faktanya, 15 dari 19 pelaku penyerangan tersebut adalah warga negara Saudi.Hal ini dan pengungkapannya kemudian menjadi skandal besar bagi rezim Saudi dan pendukungnya di Amerika. Mike Pompeo sekarang menyebut Iran sebagai sponsor serangan 9/11, dalam apa yang seharusnya dianggap sebagai pembalikan kebenaran yang terang-terangan tentang para pelaku 9/11.
Menekankan bahwa al-Qaeda dan Iran adalah "poros kehancuran" di dunia, Pompeo, yang sebelumnya mengepalai CIA, mengklaim di halaman Twitternya bahwa Iran telah membantu al-Qaeda melancarkan serangan 9/11. Apakah Pompeo memberikan bukti untuk membuktikan klaimnya, atau apakah dia membuat tuduhan tidak berdasar hanya untuk memperkuat Iranophobia?
Menteri Luar Negeri Iran, Mohammad Javad Zarif juga menunjukkan respon seraya merilis cuitan Pompeo. Di bagian cuitan ini, Zarif menulis, "Tidak ada yang tertipu. Seluruh teroris 11 September datang dari tujuan yang diminati Pompoe di Asia Barat. Sama sekali tidak ada warga Iran."
Meski cuitan Menlu Iran tidak menyebutkan Arab Saudi, mengingat sebagian besar pelaku serangan 9/11 adalah warga negara Saudi, tampaknya rujukannya ke Riyadh sebagai tujuan perjalanan regional Mike Pompeo.
Masalah penting adalah para pengamat dan elit politik Amerika juga mengakui peran Arab Saudi di pertumbuhan dan pengokohan kelompok teroris.
Fareed Zakaria, pengamat Amerika, "Hampir seluruh serangan teroris di Barat memiliki hubungan dengan Arab Saudi dan serangan ini tidak ada kaitannya dengan Republik Islam Iran." Media Amerika terkait ini juga memaparkan pandangan yang sama. Koran The Boston Globe terkait hal ini menulis, "Di seluruh riset serius di abad 21 terkait terorisme global, hasilnya adalah mayoritas dana untuk mendukung al-Qaeda, Taliban, Daesh (ISIS) dan seluruh kelompok kriminal yang seideologi berasal Arab Saudi.
Cara pemerintahan Trump dan pemerintahan Obama sebelumnya menangani masalah peran Arab Saudi dalam 9/11 adalah tanda pendekatan kontradiktif Washington. Pemerintahan Trump dengan sengaja mengabaikan peran Riyadh dalam memberi makan secara ideologis, serta mendanai dan secara logistik, kelompok teroris ekstremis. "Arab Saudi adalah salah satu contoh terbaik tentang bagaimana penjualan senjata AS ke Arab Saudi mengganggu keamanan kami dan keamanan Asia Barat," tulis situs web The American Conservative.
Rezim Saudi tidak hanya menggunakan senjata ini untuk membunuh ribuan orang yang tidak bersalah di Yaman, tetapi dalam beberapa kasus, senjata ini juga diberikan kepada milisi dan sekutu teroris. Arab Saudi, di mana Amerika Serikat memiliki hubungan perdagangan, ekonomi, militer, dan senjata yang luas, telah memainkan peran utama dalam menyebarkan ideologi ekstremis, terutama Wahhabisme, serta mendukung kelompok teroris seperti al-Qaeda dan ISIS.
Sebuah laporan Kongres AS pada 9/11, yang diterbitkan pada Juli 2016, secara eksplisit menyatakan bahwa 15 dari 19 pembajak yang terlibat dalam serangan 9/11 adalah warga negara Saudi. "Hal ini mengarah pada pengesahan Undang-Undang JASTA di Kongres AS, yang memungkinkan keluarga dan kerabat korban 9/11 untuk menuntut pemerintah dan otoritas Saudi karena membantu para pelaku 9/11. Faktanya, Kongres AS mengesahkan undang-undang tersebut di akhir masa kepresidenan mantan Presiden Barack Obama, menegaskan peran tak terbantahkan dari rezim Saudi dalam mendukung terorisme.
Arab Saudi terlibat dalam insiden 11 September 2001 dengan memberikan berbagai bantuan dan layanan kepada para pelaku 9/11. Secara khusus, beberapa pangeran dan pejabat senior Saudi juga terlibat. Arab Saudi, pelaku utama serangan 9/11, telah menghabiskan beberapa tahun terakhir mencoba menjauhkan diri dari dikaitkan dengan insiden teroris ini melalui upaya politik dan media yang ekstensif dan menghabiskan sejumlah besar uang.
Baik pemerintahan Obama maupun pemerintahan Trump telah secara efektif memblokir penerapan undang-undang JASTA atas dasar dampak negatif pada hubungan bilateral antara Riyadh dan Washington. Hal ini disebabkan kepentingan ekonomi dan strategis AS, serta peran penting rezim Saudi di kawasan Asia Barat sebagai salah satu sekutu utama Washington.
Kebijakan pemerintah Trump senantiasa mendukung Arab Saudi dan tidak berminat menurunkan level hubungannya dengan Riyadh atau menciptakan tensi di hubungan tersebut. Sebaliknya pemerintah Trump dengan dalih melawan terorisme mengarahkan serangan dan langkah-langkahnya kepada Tehran dan menuding Iran sebagai pendukung terorisme, padalah faktanya Tehran selama ini menjadi pelopor perang anti terorisme di kawasan.
Sekaitan dengan ini, Pompeo dengan menuding Iran sebagai pendukung al-Qaeda tanpa mengisyaratkan peran tak dapat diingkari petinggi Saudi di bidang ini, sejatinya berusaha menyembunyikan peran dan kinerjanya serta sekutu Washington seperti Arab Saudi dalam membentuk berbagai kelompok teroris dan sebagai langkah untuk mencitrakan Iran sebagai sponsor al-Qaeda.
Padahal perang Iran dalam melawan kelompok teroris radikal di Asia Barat menjadi saksi dan bukti kuat atas kepalsuan klaim-klaim Washington.
Fatimah; Aroma Harum Surgawi di Dunia
Di masa ketika masyarakat di sekitarnya merasa malu memiliki seorang anak perempuan, Rasulullah Saw justru bangga memiliki seorang putri, Fatimah Az-Zahra.
Rasulullah memperlakukan Fatimah dengan hormat, ketika putrinya ini datang, Nabi bangkit dari duduknya dan menyambut buah hatinya tersebut. Terkadang di hadapan semuan orang, nabi mencium tangan kecil Fatimah dan menggendongnya. Sambil mencium Fatimah, Nabi bersabda, “Aku mencium bau surga dari Fatimah.”
Bulan akan terlihat penuh di saat bulan purnama. Seiring berlalunya hari, sedikit demi sedikit bulan tertutupi dan hanya terlihat separuh, atau bahkan tidak tampak sama sekali. Fatimah Az-Zahra, putri tercinta Rasulullah Saw tak ubahnya seperti bulan.
Setelah Rasulullah meninggal, Fatimah menghadapi peristiwa terbesar dalam hidupnya. Masyarakat saat itu yang baru ditinggal Rasulullah seakan-akan telah melupakan sabda nabinya, “Siapa yang menjadikan diriku pemimpin, maka setelah aku, Ali adalah pemimpin mereka.”
Tak lama setelah Nabi meninggal, sekelompok orang dengan pedang terhunus menyerang rumah menantu dan putri nabi. Mereka dengan paksa meminta Ali berbaiat. Mereka membakar pintu dan dengan paksa mendobraknya, padahal Fatimah saat itu berada dibalik pintu dan mencegah mereka menyerbu rumahnya.
Apakah mereka tidak mendengar sabda nabi yang mengatakan, “Fatimah bagian dariku, siapa saja yang menyakitinya, berarti menyakitiku juga....” Lantas mengapa hanya beberapa hari setelah Rasul meninggal, mereka melakukan hal-hal hina seperti ini, sehingga putri tercinta nabi mereka sampai mengalami luka? Kelakukan kasar tersebut sampai membuat putri Nabi ini mengalami keguguran. Dengan tubuh terluka, Fatimah masih tetap membela Wilayah yang menjadi hak suaminya serta mencegah mereka membawa paksa Ali.
Dalam membela kebenaran dan hak wilayah Ali, Fatimah tak tinggal diam. Ia pun datang ke masjid dan menyampaikan khutbah. Di khutbahnya Fatimah mengajak masyarakat untuk bertakwa dan menjalankan ajaran serta sabda Rasulullah. Ia pun mengungkap kembali peristiwa Ghadir. Ia pun mendesah karena hatinya yang perih dan terluka, namun bibirnya tetap bungkam dan tidak mengutuk umat ayahnya.
Setelah peristiwa pedih ini, manifestasi bau harum surgawi di muka bumi dan perempuan suci yang dinilai malaikat lebih baik dari seluruh penghuni bumi ini jatuh sakit dengan hati tersayat dan luka-luka fisik yang dideritanya. Di saat-saat akhir hidupnya, Fatimah berkata kepada Ali, “Wahai sepupuku! Kamu tidak pernah menyaksikan kebohongan dan pengkhianatan di seluruh hidupku, dan Aku tidak pernah menentang perintahmu.”
Adapun Ali yang sangat menctai dan menghormati Fatimah serta menyaksikan putri tercinta Nabi ini berada di detik-detik akhir kehidupannya menjawab, “Aku berlindung kepada Allah! Kamu adalah sebaik-baik makhluk, lebih bijak, lebih terhormat daripada aku mencelamu. Jauh dan berpisah denganmu sangat berat bagiku. Aku bersumpah kepada Allah! Kepergianmu akan menambah musibah Rasulullah bagiku. Inna Lillahi wa Inna Ilaihi Rajiuun.
Rasulullah Saw di setiap kesempatan menyebutkan sifat mulai dan derajat tinggi Fatimah Az-Zahra serta mengisyaratkan keutamaan wanita mulia ini. Aisyah, istri Nabi terkait Fatimah mengatakan, “Aku tidak menyaksikan di antara manusia yang perilaku dan ucapannya menyerupai Nabi kecuali Fatimah.”
Manifestasi kesempurnaan dalam kepribadian manusia tidak eksklusif untuk pria atau wanita, tetapi pemberian yang diberikan kepada manusia oleh Tuhan, sehingga ia dapat memahami hakikat dirinya. Benar bila dikatakan Fatimah as salah satu contoh teladan yang sempurna, dimana mengikutinya bakal menjamin kemenangan, kebenaran dan mencapai kesempurnaan dan keutamaan. Kecintaan yang besar dari Nabi Muhammad Saw kepada putri mulianya Sayidah Fatimah as merupakan poin yang patut direnungkan dalam kehidupan beliau.
Dalam masyarakat yang tidak begitu jauh dari era Jahiliah, dimana perempuan dan anak perempuan bukanlah sumber kehormatan dan kemuliaan, Nabi Saw memperlakukan putrinya sedemikian rupa sehingga membuat orang-orang di sekitarnya keheranan. Nabi Saw adalah pribadi yang ketika melihat satu kebajikan atau keutamaan, pasti beliau mengagumi dan memujinya. Dengan kata lain, ini adalah semangat tinggi dan kebajikan menonjol Fathimaa Zahra as yang membuat Nabi Saw kemudian menghormati dan memuliakannya.
Selain itu, Nabi Saw yang mampu mengantisipasi kejadian di masa depan berusaha menjelaskan semua alasan dan hujjah akan kebenaran Fatimah as dan menekankan kondisi sulit di masa depan. Suatu hari seorang pria memberi tahu Nabi, "Mengapa kamu tidak memperlakukan Fatima seperti putra dan putrimu yang lain?" Nabi berkata kepadanya, "Anda tidak kenal Fatimah. Saya merasakan aroma surga darinya. Anda tidak bisa tahu bahwa kerelaan Fatimah adalah keridaan Tuhan dan kemarahannya adalah murka Tuhan."
Berkaitan dengan karakteristik Sayidah Fatimah, Imam Ali berkata, "Aku mendengar Rasulullah Saw bersabda, 'Ia dinamakan Fatimah, karena Allah Swt akan menyingkirkan api neraka darinya dan dari keturunannya.Tentu keturunannya yang meninggal dalam keadaan beriman dan meyakini segala sesuatu yang diturunkan kepadaku',"(Bihar al-Anwar, jilid 43, hal 18-19).
Kedudukan spiritual Sayidah Fatimah sangat tinggi sampai-sampai malaikat berbicara dengannya. Oleh karena itu, ia disebut Muhaddatsah, artinya orang yang mampu berkomunikasi dengan malaikat. Para malaikat dapat berbicara dengan selain para nabi atau rasul. Mereka bisa mendengar suara dan melihat para malaikat. Allah Swt telah menjelaskan bahwa Maryam binti Imran as melihat malaikat dan berbicara dengannya. Dalam surah al-Imran ayat 42, Allah Swt berfirman: "Dan (Ingatlah) ketika malaikat (Jibril) berkata: "Hai Maryam, sesungguhnya Allah telah memilih kamu, mensucikan kamu dan melebihkan kamu atas segala wanita di dunia (yang semasa dengan kamu)."
Sayidah Fatimah az-Zahra adalah penghulu para wanita seluruh alam, dari awal sampai akhir. Sayidah Fatimah dikenal keteladanannya dalam rumah tangga. Beliau contoh terbaik dari sosok istri dan ibu. Bersama suaminya, Ali bin Abi Thalib, Sayidah Fatimah menjalani suka dan duka kehidupan, dan sepanjang sejarah hingga kini sebagai teladan keluarga terbaik.Terkait hal ini, Imam Ali berkata, "Demi Allah dia tidak pernah membuatku marah dan tidak pernah menolak perintahku sama sekali. Kapan saja aku melihat Fatimah, maka hilanglah semua kesedihanku."(Biharul Anwar, jilid 43, hal 134).
Pada permulaan malam setelah pernikahan Imam Ali dan Sayidah Fatimah, Rasulullah Saw membagi pekerjaan untuk mereka berdua, pekerjaan dalam rumah adalah urusan Sayidah Fatimah sedangkan pekerjaan di luar rumah adalah urusan Imam Ali as. Setelah pembagian itu Sayidah Fatimah as berkata, "Hanya Allah yang tahu betapa gembiranya aku akan pembagian kerja ini. Karena Rasulullah Saw telah menghalangi aku dari melakukan pekerjaan yang berkaitan dengan lelaki." (Biharul Anwar, jilid 43, hal 81)
Sayidah Fatimah bukan saja pendamping hidup bagi suaminya tapi beliau juga mitra dalam urusan spiritual. Ketika Imam Ali as ditanya Rasulullah Saw, bagaimana engkau menilai Fatimah? Imam Ali as menjawab, "Ia adalah sebaik-baiknya penolong dalam ketaatan kepada Allah."(Biharul Anwar, jilid 43, hal 117)
Sayidah Fatimah adalah istri yang tidak pernah meminta sesuatu di luar kemampuan suaminya. Dalam hal ini beliau berkata kepada Imam Ali as, "Aku malu kepada Tuhanku bila aku meminta sesuatu kepadamu sementara engkau tidak mampu memenuhinya."(Amali Syeikh Thusi, jilid 2, hal 228).
Imam Ali dan Sayidah Fatimah adalah pasangan yang tiada duanya. Mengenai kehidupan mereka, Rasulullah Saw bersabda, "Jika Allah tidak menciptakan Ali maka Fatimah tidak memiliki pasangan yang sekufu baginya."(Yanabi'ul Mawaddah, hal 177 dan 237).
Selain dalam keluarga, sayidah Fatimah juga memainkan peran penting dalam masyarakat terutama meningkatkan budaya dan pemikiran masyarakat ketika itu. Beliau juga memberikan kontribusi terhadap penyelesaian masalah yang dihadapi umat Islam di masanya.
Dari Fatimah lahir manusia-manusia suci, Imam Hasan, Husein, Sayidah Zainab dan Ummu Kultsum. Di rumah sederhana ini aroma Ilahi dan surgawi mengalir. Kasih sayang dan kecintaan serta saling menghormati menjadi landasan perilaku di rumah sederhana ini.
Penghambaan dan ibadah menjadi karakteristik utama putri tercinta Nabi ini seperti yang disebutkan berbagai riwayat. Ia merupakan pribadi agung dan didikan rumah wahyu. Terkait ibadah dan zuhud Fatimah, Rasul berkata kepada Salman, “Wahai Salman! Putriku, Fatimah imannya telah meresap ke seluruh bagian tubuh dan hatinya, di mana ketika ia beribadah kepada Tuhan, ia melupakan segala sesuatu.”
Dalam hadis lain, Rasulullah Saw bersabda, "Putriku yang mulia, Fatimah adalah pemimpin perempuan dunia di seluruh zaman dan generasi. Ia adalah bidadari berwajah manusia. Setiap kali Fatimah beribadah di mihrab di hadapan Tuhannya, cahaya wujudnya menyinari malaikat. Layaknya bintang-gemintang yang bersinar menerangi bumi."
Akhirnya putri tercinta Nabi dan pemimpin perempuan di seluruh zaman ini setelah berjuang membela wilayah suaminya dan kesedihan mendalam setelah kepergian ayah tercintanya serta kesedihan mendalam akibat menyaksikan umat ayahnya, bersiap menghadap Tuhannya dan berkumpul bersama ayahnya.
Ali saat itu tengah duduk disamping Fatimah, ia dengan diam mendengarkan wasiat istrinya. Wanita yang terluka fisik dan hatinya ini berwasiat kepada Ali: “Mandikan dan kuburkan Aku di malam hari.”
Ali yang dililit kesedihan mendalam dan didampingi anak-anaknya, Hasan, Husein dan Zainab, memandikan Fatimah Az-Zahra. Hanya dengan disaksikan segelintir sahabat, Ali memakamkan putri Nabi ini. Makam Fatimah tetap menjadi misteri di kota Madinah, sehingga ketertindasan dan keterasingan bidadari bermuka manusia ini tetap kekal sepanjang sejarah.
11 Kewajiban Seorang Muslim Dihadapan Rasulullah saw
“Sesungguhnya Allah dan para malaikat-Nya bershalawat untuk Nabi. Wahai orang-orang yang beriman! Bershalawatlah kamu untuk Nabi dan ucapkanlah salam dengan penuh penghormatan kepadanya.” (Al-Ahzab 56)
Rasulullah saw telah memberikan segala yang beliau miliki untuk umatnya. Jiwanya, hartanya dan sepanjang hidupnya beliau habiskan untuk menyelamatkan umat. Pasti akan terbesit dibenak kita, dengan melihat jasa Rasulullah saw yang begitu besar, apa tugas dan kewajiban kita dihadapan beliau? Walaupun mustahil kita bisa membalas jasa Rasulullah saw namun Al-Qur’an dengan jelas mengabarkan kewajiban kita dihadapan beliau. Berikut ini adalah kewajiban seorang muslim dihadapan Nabi Muhammad saw.
1. Beriman kepadanya.
يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُواْ آمِنُواْ بِاللّهِ وَرَسُولِهِ وَالْكِتَابِ الَّذِي نَزَّلَ عَلَى رَسُولِهِ -١٣٦-
“Wahai orang-orang yang beriman! Tetaplah beriman kepada Allah dan Rasul-Nya.” (An-Nisa’ 136)
قُلْ يَا أَيُّهَا النَّاسُ إِنِّي رَسُولُ اللّهِ إِلَيْكُمْ جَمِيعاً الَّذِي لَهُ مُلْكُ السَّمَاوَاتِ وَالأَرْضِ لا إِلَـهَ إِلاَّ هُوَ يُحْيِـي وَيُمِيتُ فَآمِنُواْ بِاللّهِ وَرَسُولِهِ النَّبِيِّ الأُمِّيِّ الَّذِي يُؤْمِنُ بِاللّهِ وَكَلِمَاتِهِ وَاتَّبِعُوهُ لَعَلَّكُمْ تَهْتَدُونَ -١٥٨-
Katakanlah (Muhammad), “Wahai manusia! Sesungguhnya aku ini utusan Allah bagi kamu semua, Yang Memiliki kerajaan langit dan bumi; tidak ada tuhan (yang berhak disembah) selain Dia, Yang Menghidupkan dan Mematikan, maka berimanlah kamu kepada Allah dan Rasul-Nya, (yaitu) Nabi yang ummi yang beriman kepada Allah dan kepada kalimat-kalimat-Nya (kitab-kitab-Nya). Ikutilah dia, agar kamu mendapat petunjuk.”
(Al-A’raf 158)
2. Taat dan mengikutinya.
وَمَا أَرْسَلْنَا مِن رَّسُولٍ إِلاَّ لِيُطَاعَ بِإِذْنِ اللّهِ -٦٤-
“Dan Kami tidak mengutus seorang rasul melainkan untuk ditaati dengan izin Allah.” (An-Nisa’ 64)
قُلْ أَطِيعُواْ اللّهَ وَالرَّسُولَ -٣٢-
Katakanlah (Muhammad), “Taatilah Allah dan Rasul.” (Ali Imran 32)
وَمَا آتَاكُمُ الرَّسُولُ فَخُذُوهُ وَمَا نَهَاكُمْ عَنْهُ فَانتَهُوا -٧-
“Apa yang diberikan Rasul kepadamu maka terimalah. Dan apa yang dilarangnya bagimu maka tinggalkanlah.” (Al-Hasyr 7)
قُلْ إِن كُنتُمْ تُحِبُّونَ اللّهَ فَاتَّبِعُونِي يُحْبِبْكُمُ اللّهُ وَيَغْفِرْ لَكُمْ ذُنُوبَكُمْ وَاللّهُ غَفُورٌ رَّحِيمٌ -٣١-
Katakanlah (Muhammad), “Jika kamu mencintai Allah, ikutilah aku, niscaya Allah Mencintaimu dan Mengampuni dosa-dosamu.” Allah Maha Pengampun, Maha Penyayang. (Ali Imran 31)
*Saat membicarakan hubungan antara Rasul dan pengikutnya, Allah selalu menggunakan kata Ittaba’a yang artinya mengikuti.
قُلْ هَـذِهِ سَبِيلِي أَدْعُو إِلَى اللّهِ عَلَى بَصِيرَةٍ أَنَاْ وَمَنِ اتَّبَعَنِي -١٠٨-
Katakanlah (Muhammad), “Inilah jalanku, aku dan orang-orang yang mengikutiku mengajak (kamu) kepada Allah dengan yakin.” (Yusuf 108)
فَإنْ حَآجُّوكَ فَقُلْ أَسْلَمْتُ وَجْهِيَ لِلّهِ وَمَنِ اتَّبَعَنِ -٢٠-
Kemudian jika mereka membantah engkau (Muhammad) katakanlah, “Aku berserah diri kepada Allah dan (demikian pula) orang-orang yang mengikutiku.” (Ali Imran 20)
يَا قَوْمِ اتَّبِعُوا الْمُرْسَلِينَ -٢٠-
(Yasiin 20)
3. Mencintainya Melebihi Segala Sesuatu.
قُلْ إِن كَانَ آبَاؤُكُمْ وَأَبْنَآؤُكُمْ وَإِخْوَانُكُمْ وَأَزْوَاجُكُمْ وَعَشِيرَتُكُمْ وَأَمْوَالٌ اقْتَرَفْتُمُوهَا وَتِجَارَةٌ تَخْشَوْنَ كَسَادَهَا وَمَسَاكِنُ تَرْضَوْنَهَا أَحَبَّ إِلَيْكُم مِّنَ اللّهِ وَرَسُولِهِ وَجِهَادٍ فِي سَبِيلِهِ فَتَرَبَّصُواْ حَتَّى يَأْتِيَ اللّهُ بِأَمْرِهِ وَاللّهُ لاَ يَهْدِي الْقَوْمَ الْفَاسِقِينَ -٢٤-
Katakanlah, “Jika bapak-bapakmu, anak-anakmu, saudara-saudaramu, istri-istrimu, keluargamu, harta kekayaan yang kamu usahakan, perdagangan yang kamu khawatirkan kerugiannya, dan rumah-rumah tempat tinggal yang kamu sukai, lebih kamu cintai daripada Allah dan Rasul-Nya serta berjihad di jalan-Nya, maka tunggulah sampai Allah Memberikan keputusan-Nya.” Dan Allah tidak memberi petunjuk kepada orang-orang fasik. (At-Taubah 24)
“Belum beriman salah seorang dari kalian sampai aku lebih dicintainya melebihi dirinya, hartanya, anaknya dan seluruh manusia.” (Rasulullah saw)
4. Mengutamakannya atas segala sesuatu.
النَّبِيُّ أَوْلَى بِالْمُؤْمِنِينَ مِنْ أَنفُسِهِمْ -٦-
“Nabi itu lebih utama bagi orang-orang Mukmin dibandingkan diri mereka sendiri.” (Al-Ahzab 6)
يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا لَا تُقَدِّمُوا بَيْنَ يَدَيِ اللَّهِ وَرَسُولِهِ -١-
“Wahai orang-orang yang beriman! Janganlah kamu mendahului Allah dan Rasul-Nya.” (Al-Hujurat 1)
5. Tidak memilih pilihan lain dihadapan pilihan dan ketentuannya.
وَمَا كَانَ لِمُؤْمِنٍ وَلَا مُؤْمِنَةٍ إِذَا قَضَى اللَّهُ وَرَسُولُهُ أَمْراً أَن يَكُونَ لَهُمُ الْخِيَرَةُ مِنْ أَمْرِهِمْ -٣٦-
“Dan tidaklah pantas bagi laki-laki yang Mukmin dan perempuan yang Mukmin, apabila Allah dan Rasul-Nya telah Menetapkan suatu ketetapan, akan ada pilihan (yang lain) bagi mereka tentang urusan mereka.” (Al-Ahzab 36)
6. Hanya Ada 2 Kata untuk segala keputusannya.
إِنَّمَا كَانَ قَوْلَ الْمُؤْمِنِينَ إِذَا دُعُوا إِلَى اللَّهِ وَرَسُولِهِ لِيَحْكُمَ بَيْنَهُمْ أَن يَقُولُوا سَمِعْنَا وَأَطَعْنَا وَأُوْلَئِكَ هُمُ الْمُفْلِحُونَ -٥١-
“Hanya ucapan orang-orang Mukmin, yang apabila mereka diajak kepada Allah dan Rasul-Nya agar Rasul memutuskan (perkara) di antara mereka, mereka berkata, “Kami mendengar, dan kami taat.” Dan mereka itulah orang- orang yang beruntung.” (An-Nur 51)
7. Menerima Ketentuannya dengan senang hati dan tidak terpaksa.
فَلاَ وَرَبِّكَ لاَ يُؤْمِنُونَ حَتَّىَ يُحَكِّمُوكَ فِيمَا شَجَرَ بَيْنَهُمْ ثُمَّ لاَ يَجِدُواْ فِي أَنفُسِهِمْ حَرَجاً مِّمَّا قَضَيْتَ وَيُسَلِّمُواْ تَسْلِيماً -٦٥-
Maka demi Tuhan-mu, mereka tidak beriman sebelum mereka menjadikan engkau (Muhammad) sebagai hakim dalam perkara yang mereka perselisihkan, (sehingga) kemudian tidak ada rasa keberatan dalam hati mereka terhadap putusan yang engkau berikan, dan mereka menerima dengan sepenuhnya. (An-Nisa’ 65)
8. Berlaku Sopan dihadapannya.
لَا تَجْعَلُوا دُعَاء الرَّسُولِ بَيْنَكُمْ كَدُعَاء بَعْضِكُم بَعْضاً -٦٣-
“Janganlah kamu jadikan panggilan Rasul (Muhammad) di antara kamu seperti panggilan sebagian kamu kepada sebagian (yang lain).” (An-Nur 63)
يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا لَا تَرْفَعُوا أَصْوَاتَكُمْ فَوْقَ صَوْتِ النَّبِيِّ وَلَا تَجْهَرُوا لَهُ بِالْقَوْلِ كَجَهْرِ بَعْضِكُمْ لِبَعْضٍ أَن تَحْبَطَ أَعْمَالُكُمْ وَأَنتُمْ لَا تَشْعُرُونَ -٢-
“Wahai orang-orang yang beriman! Janganlah kamu meninggikan suaramu melebihi suara Nabi, dan janganlah kamu berkata kepadanya dengan suara keras sebagaimana kerasnya (suara) sebagian kamu terhadap yang lain, nanti (pahala) segala amalmu bisa terhapus sedangkan kamu tidak menyadari.” (Al-Hujurat 2)
إِنَّا أَرْسَلْنَاكَ شَاهِداً وَمُبَشِّراً وَنَذِيراً -٨- لِتُؤْمِنُوا بِاللَّهِ وَرَسُولِهِ وَتُعَزِّرُوهُ وَتُوَقِّرُوهُ وَتُسَبِّحُوهُ بُكْرَةً وَأَصِيلاً -٩-
“Sungguh, Kami Mengutus engkau (Muhammad) sebagai saksi, pembawa berita gembira dan pemberi peringatan, agar kamu semua beriman kepada Allah dan Rasul-Nya, menguatkan (agama)-Nya, membesarkan-Nya, dan bertasbih kepada-Nya pagi dan petang.” (Al-Fath 8-9)
إِنَّ الَّذِينَ يُنَادُونَكَ مِن وَرَاء الْحُجُرَاتِ أَكْثَرُهُمْ لَا يَعْقِلُونَ -٤-
“Sesungguhnya orang-orang yang memanggil engkau (Muhammad) dari luar kamar(mu) kebanyakan mereka tidak mengerti.” (Al-Hujurat 4)
9. Bersolawat Kepadanya.
إِنَّ اللَّهَ وَمَلَائِكَتَهُ يُصَلُّونَ عَلَى النَّبِيِّ يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا صَلُّوا عَلَيْهِ وَسَلِّمُوا تَسْلِيماً -٥٦-
“Sesungguhnya Allah dan para malaikat-Nya bershalawat untuk Nabi. Wahai orang-orang yang beriman! Bershalawatlah kamu untuk Nabi dan ucapkanlah salam dengan penuh penghormatan kepadanya.” (Al-Ahzab 56)
10. Membantu dan Membelanya.
فَالَّذِينَ آمَنُواْ بِهِ وَعَزَّرُوهُ وَنَصَرُوهُ وَاتَّبَعُواْ النُّورَ الَّذِيَ أُنزِلَ مَعَهُ أُوْلَـئِكَ هُمُ الْمُفْلِحُونَ -١٥٧-
“Adapun orang-orang yang beriman kepadanya, memuliakannya, menolongnya dan mengikuti cahaya yang terang yang diturunkan kepadanya (al-Quran), mereka itulah orang-orang beruntung.” (Al-A’raf 157)
11. Mencintai Keluarganya.
قُل لَّا أَسْأَلُكُمْ عَلَيْهِ أَجْراً إِلَّا الْمَوَدَّةَ فِي الْقُرْبَى -٢٣-
Katakanlah (Muhammad), “Aku tidak meminta kepadamu sesuatu imbalan pun atas seruanku kecuali kecintaan kepada keluarga(ku).” (Asy-Syura 23)




























