کمالوندی

کمالوندی

 

Menteri Luar Negeri Republik Islam Iran menilai pemerintahan Biden belum mencapai kesimpulan akhir tentang kebijakannya dalam masalah JCPOA, tetapi kebijakan Iran sepenuhnya transparan dan tegas.

Mohammad Javad Zarif dalam sebuah wawancara eksklusif dengan jaringan berita Cina, Phoenix mengatakan, "Mengenai masalah terbaru pemerintahan AS tentang JCPOA, Iran tidak akan mengambil langkah pertama, sebab pihak AS yang harus terlebih dahulu mematuhi JCPOA.

"Sebelum mengambil keputusan apapun mengenai JCPOA, AS harus mempertimbangkan reaksi Iran atas tindakan mereka sebelumnya," ujar Menlu Iran.

Menanggapi pertanyaan wartawan Phoenix mengenai reaksi Tehran, jika Biden tidak mengambil langkah awal untuk mematuhi JCPOA; Zarif menekankan, "Masalah ini sangat jelas menunjukkan bahwa Amerika Serikat belum mengambil keputusan final, oleh karena itu Gedung Putih terpaksa akan mengoreksi berulangkali sikap Biden,". 

Menjawab pertanyaan tentang kemungkinan jalan buntu dalam proses negosiasi JCPOA, jika kedua belah pihak bersikeras pada posisi mereka masing-masing, Menteri Luar Negeri Iran menjelaskan, "Dalam hal ini, Iran tidak akan memberikan konsesi apapun kepada pihak lain, dan tentu saja saya percaya jalan buntu tidak akan terjadi,".

Zarif menambahkan, "Saya percaya bahwa saat ini pemerintah Amerika sedang meninjau kebijakannya dan ada opsi yang jelas dalam masalah ini. Biden percaya bahwa kebijakan Trump salah. Itulah mengapa, mereka memutuskan untuk keluar dari situasi saat ini dan hal tersebut berarti mengarah pada pencabutan sanksi. Namun kondisi demikian tidak mengharuskan Iran memberikan konsesi,".

Pejabat Iran telah berulang kali menekankan bahwa mereka tidak pernah meninggalkan meja perundingan, dan pihak yang telah meninggalkan ruangan justru Amerika Serikat.

Tehran juga menekankan bahwa semua tindakan Iran mengurangi komitmennya di JCPOA sesuai pasal 36 kesepakatan nuklir internasional ini, akibat kelambanan pihak Eropa untuk mengkompensasikan kerusakan yang disebabkan oleh unilateralisme AS.

 

Di akhir manuver militer Payambar-e Azam ke-16, Komandan Korps Garda Revolusi Islam Iran (IRGC), Mayjen Hossein Salami menekankan bahwa keberhasilan latihan perang ini menunjukkan kesiagaan penuh pasukan dan kemampuannya untuk tumbuh dan bergerak maju.

Mayjen Salami hari Jumat (12/2/2021) mengatakan, "Manuver militer ini membawa kami ke malam epik dari era pertahanan suci, Karbala 5, Wal-Fajr 8, Fatah al -Mubin, Baitul Maqdis dan Tariq Al-Quds. "

"Pasukan darat IRGC menjamin keamanan, kemandirian, kehormatan dan martabat kita. Sejak kemarin hingga pagi ini terus bersinar terang dan menambah daftar prestasi dalam catatan pertahanan dan kekuatan penangkal tanah air Islam ini," ujar Komandan IRGC.

"Ini adalah tanah perlawanan, kehormatan, kesatria dan perjuangan. Hari ini IRGC teguh dan tangguh di jalan pembelaan jalan suci para syahid. Para pembela tanah air dan syuhada akan terus mempertahankan bangsa ini dan tidak akan lalai sesaat pun untuk mempertahankan kemerdekaan, kehormatan, martabat, keamanan dan keutuhan wilayah negara," tegasnya. 

Pasukan Angkatan Darat Korps Garda Revolusi Islam (IRGC) memulai latihan Payambar-e Azam ke-16 di wilayah barat daya Iran pada Kamis dan berakhir hari ini, Jumat (12/2/2021).

Manuver militer ini digelar untuk mengevaluasi peralatan baru dan mengukur kemampuan operasional alat utama sistem persenjataan baru. Kegiatan ini melibatkan berbagai satuan yaitu unit drone, pasukan terjun payung, unit lapis baja, infanteri, pasukan khusus, dan unit artileri.

Komandan Angkatan Darat IRGC, Mohammad Pakpour mengatakan pasukan yang dipimpinnya memiliki tanggung jawab yang besar di barat laut, barat, tenggara dan timur Iran, dan sepenuhnya siap untuk menghadapi segala potensi ancaman.

 

Sejumlah polisi menentang aksi kudeta yang dilakukan militer negaranya terhadap pemerintahan yang dipimpin Aung San Suu Kyi.

CNN melaporkan, sebuah video yang beredar menunjukkan petugas kepolisian di Desa Bardo, negara bagian Kayah, Myanmar membelot dengan ikut menggelar aksi protes menentang kudeta militer.

Mereka mempertaruhkan pekerjaannya dengan memprotes penahanan penasihat sipil Aung San Suu Kyi oleh Tatmadaw sejak 1 Februari lalu.

Polisi yang menggelar aksi protes pada Rabu (10/2) menolak permohonan dari perwira senior mereka untuk kembali bertugas, dan menyatakan dukungannya terhadap massa yang menolak kudeta militer.

Melihat aksi ini, warga berduyun-duyun mengelilingi para polisi sebagai upaya melindunginya dari ancaman penangkapan.

Panglima Angkatan Bersenjata Myanmar (Tatmadaw), Jendral Min Aung Hlaing, menggulingkan pemimpin de facto Aung San Suu Kyi yang baru dilantik pada 1 Februari lalu.(

 

Menyusul penghentian terbaru perundingan damai Afghanistan di Qatar, lima anggota tim perunding pemerintah Afghanistan kembali ke Kabul.

Najia Anwari, Juru Bicara Kementerian Pemerintah untuk Urusan Perdamaian Afghanistan membenarkan kembalinya beberapa anggota tim perunding Afghanistan dari Doha ke Kabul.

Sebelumnya, beberapa pejabat, termasuk Fereydoun Khozoon, Juru Bicara Dewan Tinggi untuk Rekonsiliasi Nasional dan Nader Naderi, Juru Bicara Komite Perundingan Pemerintah Afghanistan telah mengkonfirmasikan penghentian perundingan antar-Afghanistan di Qatar.

Perundingan antar-Afghanistan di Doha, Qatar
Mengingat dihentikannya kembali pembicaraan damai antara pemerintah Afghanistan dan Taliban, yang diselenggarakan oleh Qatar sejak 12 September 2020, muncul pertanyaan tentang skenario apa yang dihadapi otoritas Kabul dalam menghadapi kurangnya kemajuan dalam pembicaraan.

Menurut pemerintah Afghanistan, desakan Taliban pada sikapnya, yang merupakan semacam tuntutan berlebihan dalam pembicaraan sebelum menghasilkan kesepakatan damai adalah alasan utama kegagalan pembicaraan antar-Afghanistan, yang sebenarnya telah menciptakan peluang untuk mengakhiri perang dan membangun stabilitas yang langgeng di negara itu kini mengalami ancaman serius.

Sementara Taliban terus menegaskan sikap mereka pada implementasi penuh komitmen AS dalam perjanjian perdamaian bilateral yang ditandatangani antara mereka pada Februari 2020, dan di sisi lain, tentang perubahan mendasar konstitusi, termasuk pencabutan republik dan pembentukan Imarah Islam di Afghanistan, tidak realistis untuk berharap bahwa perundingan damai akan berhasil.

Mengingat tanda-tanda serius dari ketidakfleksibelan Taliban dan pengkondisian kemajuan yang tidak rasional dalam negosiasi antar-Afghanistan tentang implementasi komitmen AS dalam perjanjian damai dengan kelompok tersebut, pemerintah Afghanistan harus mengadopsi mekanisme baru untuk menangani situasi ini.

Kelanjutan kebijakan pembicaraan damai pemerintah Afghanistan saat ini dengan Taliban, yang telah menjadi agak pasif, dapat merusak posisi Kabul dalam pembicaraan tersebut.

Oleh karena itu, pemerintah Afghanistan harus dapat berperan aktif dalam negosiasi berdasarkan roadmap dan strategi nasional di bidang negosiasi dengan Taliban, daripada berpikir untuk menyesuaikan pendekatannya pada pembicaraan damai dengan Taliban untuk membujuk kelompok tersebut agar mengakhiri perang dan membuat gencatan senjata permanen.

Dalam enam bulan sejak pembicaraan antar-Afghanistan yang gagal di Qatar, pemerintah Afghanistan secara konsisten berusaha membujuk Taliban untuk melanjutkan negosiasi dan bergerak maju, yang telah membuat kelompok tersebut mengembangkan konsesi yang diinginkan sebelum kesepakatan perdamaian final dapat dicapai.

Ada pandangan bahwa pemerintah Afghanistan tidak boleh menerima perdamaian di negara itu dengan cara apa pun sesuai dengan pendapat Taliban. Mengingat posisi Taliban tentang perlunya perubahan konstitusional, penghapusan republik dan pembentukan Imarah Islam, yang bertentangan dengan pandangan rakyat Afghanistan, kesepakatan yang berupaya untuk memenuhi tuntutan ilegal Taliban lebih berbahaya dari berbahaya dari berlanjutnya perang bagi warga negara ini.

Presiden Afghanistan Ashraf Ghani
Oleh karena itu, pemerintah Afghanistan harus mengumumkan secara resmi terkait sikap prinsipnya dalam menegakkan konstitusi, prinsip republik, dan penentangan terhadap setiap masuknya kelompok ini ke dalam kekuasaan di luar kerangka demokrasi dan referendum, sambil menolak untuk menyetujui konsesi Taliban sebelum mencapai kesepakatan akhir perdamaian.

Mempertahankan kesiapan dan menekankan keinginan untuk menghadapi Taliban jika terjadi sabotase kelompok ini dalam proses perdamaian yang akan datang adalah skenario lain yang harus dimasukkan oleh pemerintah Afghanistan dalam kebijakan resmi dan tindakannya.

Jaksa penuntut kasus pemakzulan Donald Trump menilai hasutan Trump yang memicu aksi penyerangan oleh para pendukungnya di gedung Capitol Hill menyebabkan musuh-musuh AS, termasuk Iran mencemooh demokrasi di negaranya.

Joaquin Castro pada hari ketiga sidang pemakzulan mantan Presiden AS Donald Trump menyebut provokasi Trump untuk menyerang gedung Kongres AS menyebabkan Iran, Rusia dan Cina, bahkan sekutu Washington seperti Kanada mencibir demokrasi AS.

Menyinggung pernyataan Pemimpin Besar Revolusi Islam Iran, Ayatullah Khamenei yang menanggapi serangan pendukung Trump di gedung Capitol Hill, Castro mengatakan bahwa Pemimpin Tertinggi Iran menjadikan provokasi Trump dan aksi penyerangan di gedung Kongres AS  sebagai bahan ejekan.

Trump menghadapi pengadilan pemakzulan kedua yang belum pernah terjadi sebelumnya di Senat AS karena perannya memprovokasi aksi kekerasan di gedung Kongres AS pada Januari lalu.

Sekitar separuh warga Amerika mengatakan Senat AS seharusnya menghukum  Trump atas ulahnya tersebut.

Jajak pendapat terbaru yang dilakukan Associated Press-NORC Center for Public Affairs Research menunjukkan hanya sebagian orang Amerika yang meyakini demokrasi masih berkembang pesat di Amerika.

Hanya 16 persen orang Amerika yang mengatakan demokrasi berjalan dengan baik atau sangat baik, yang mengindikasikan buruknya demokrasi di negara ini.

Jumat, 05 Februari 2021 18:32

Islam dan Gaya Hidup (20)

 

Kesenangan dan kegembiraan merupakan salah satu dari kebutuhan manusia dan urgensitas kehidupan. Di alam sendiri, terdapat sejumlah fenomena yang menarik dan indah yang bisa dinikmati oleh manusia. Musim semi yang penuh pesona, fenomena indah matahari terbit, hutan yang hijau dan pengunungan yang sejuk, panorama alam yang penuh warna, dan bahkan kasih sayang yang terjalin antar sesama manusia, semua itu merupakan manifestasi keindahan alam semesta untuk dimanfaatkan oleh manusia.

Kesedihan dan kegelisahan juga bagian dari dimensi kehidupan manusia dan beberapa fenomena di alam ini juga menghadirkan kesedihan seperti, hutan-hutan yang mati dan danau-danau yang kering. Manusia bersedih menyaksikan pemandangan seperti itu. Fenomena itu memberikan pemahaman kepada kita tentang makna ucapan-ucapan para pemuka agama bahwa kebahagiaan abadi dan keterbebasan dari rasa sedih untuk selamanya tidak bisa diraih di dunia ini. Untuk mengkaji posisi kesenangan dalam gaya hidup Islami, kita harus terlebih dahulu melihat definisi kesenangan itu dalam pendidikan agama Islam.

Islam adalah sebuah agama yang sempurna dan komprehensif, di mana memperhatikan semua aspek kebutuhan manusia dan menyediakan ruang untuk perkembangan dan kesempurnaan mereka. Oleh karena itu, Islam juga memiliki pandangan tentang masalah kesenangan dan memberikan beberapa solusi untuk memperbaharui kekuatan dan menghadirkan kesenangan kepada umatnya. Islam mencela umatnya yang meninggalkan kelezatan-kelezatan dunia dan menjauh dari keramaian. Agama ini menganggap pemanfaatan sarana kesenangan dan kebahagiaan sebagai teladan yang baik. Kesenangan dan keceriaan dapat menjadi solusi untuk melupakan tekanan dan stres.

Berbeda dengan pandangan sebagian orang yang menganggap Islam sebagai agama dengan muatan kesedihan dan duka, agama langit ini justru menghadirkan kesenangan dan warna dalam hidup manusia. Kesenangan itu terpancar jelas di raut wajah orang-orang Mukmin. Akan tetapi, Islam memiliki pandangan yang lebih luas dari itu. Mayoritas manusia mengeluhkan kekosongan batin dan kegelisahan jiwa, di mana kesenangan lahiriyah tidak bisa menutupi kekurangan itu.

Kesenangan dan keceriaan adalah sebuah kondisi mental yang muncul dari rasa puas dan kesuksesan. Kondisi ini hadir ketika manusia telah meraih salah satu tujuan dan cita-citanya atau kemungkinan untuk mencapainya sangat tinggi. Di sisi lain, ketika manusia tidak menggapai tujuannya atau cita-citanya tidak kesampaian, ia akan dirundung kesedihan dan patah semangat. Dengan kata lain, kesedihan adalah sebuah kondisi yang muncul dari ketidakpuasan dan kegagalan. Dapat disimpulkan bahwa setiap kali seseorang mencapai keinginan-keinginannya, ia akan merasakan sesuatu dalam dirinya yang disebut kesenangan. Sebuah kondisi positif yang mengikis perasaan-perasaan tidak nyaman seperti, kegagalan, kekhawatiran, dan keputusasaan.

Sejumlah peneliti menganggap kesenangan dan keceriaan memiliki beberapa tingkatan. Kesenangan-kesenangan yang berkaitan dengan urusan fisik dan materi manusia berada di peringkat bawah seperti, kelezatan dalam menyantap makanan, menikmati liburan, dan lain-lain. Ada juga kesenangan yang menempati posisi atas seperti, perasaan gembira karena sukses dalam dalam karir. Akan tetapi, terdapat juga kesenangan yang lebih tinggi di mana manusia akan selalu merasa puas dan bahagia. Kesenangan ini bersifat lebih dalam dan tahan lama.

Ajaran Islam selain menaruh perhatian terhadap semua tingkatan kesenangan manusia, tapi juga berusaha mewujudkan kesenangan batin dan kedamaian jiwa yang berkesinambungan bagi orang-orang Mukmin. Kelezatan yang dipilih oleh Islam bersumber dari kesenangan-kesenangan murni dan sehat yaitu, mendorong penguatan hubungan antara Tuhan dan manusia serta memperkuat interaksi tersebut. Oleh karena itu, kelezatan-kelezatan yang membuat manusia lalai terhadap kedudukannya tidak mendapat tempat dalam Islam.

Islam tidak menafikan kesenangan-kesenangan duniawi, tapi lebih mengutamakan kesenangan yang bersifat abadi di antara tingkatan yang ada. Kesenangan yang diperoleh melalui kegiatan wisata dan petualangan di alam, menjalin silaturahmi, dan memuliakan saudara seiman, merupakan perilaku yang baik karena bisa menghapus rasa dengki dan mengurangi stres serta memberi semangat baru. Sebaliknya, kesenangan yang bersumber dari hawa nafsu dan kegiatan-kegiatan negatif ditolak oleh Islam karena akan memberi dampak destruktif dan hanya bersifat sementara.

Semua kita secara fitrah menyukai kesenangan yang bersifat kontinyu dan abadi. Kecintaan kita bertambah ketika kesenangan itu bertahan semakin lama. Ketika kita mengkaji dan menganalisa masalah tersebut secara rasional, kita menghindari kesenangan-kesenangan jangka pendek yang membawa kesedihan dan duka tak berkesudahan. Meski pada saat menghadapi kesenangan jenis itu, mungkin saja kita tidak bisa membuat keputusan rasional karena terbawa suasana dan terperosok dalam kesenangan-kesenangan nihil. Jenis kesenangan seperti ini akan membawa kesedihan dan penyesalan yang berkepanjangan.

Dalam perspektif Islam, kesenangan dan kelezatan pada umumnya bersifat sementara dan sesaat. Kesenangan dapat memberi dampak jangka panjang jika ia berujung pada kebahagiaan manusia. Dengan kata lain, ia sangat mengesankan dan membawa kedamaian bagi jiwa dan mental manusia, di mana mereka merasa lebih dekat dengan samudera rahmat Tuhan. Oleh karena itu dalam gaya hidup Islami, kesenangan dan kelezatan yang membahayakan kebahagiaan manusia selain tidak bernilai, tapi juga kita harus menjauhinya. Imam Ali as berkata, “Betapa banyak kelezatan yang singkat membawa kesedihan yang berkepanjangan.”

Kesenangan yang disertai maksiat, menyakiti orang lain, dan melakukan perbuatan yang sia-sia, adalah bentuk kesenangan palsu dan tercela. Pada prinsipnya, kesenangan palsu bersifat sesaat, cepat berlalu, dan menyisakan dampak-dampak buruk. Imam Ali as mewasiatkan umat manusia untuk mencermati dan memikirkan kehidupan orang-orang terdahulu, menyaksikan kesudahan dan akhir perbuatan mereka dan menjadikannya sebagai pelajaran. Semua manusia ingin menikmati kemegahan, kilauan, dan kelezatan dunia semasa hidupnya. Namun, betapapun berkilaunya isi dunia ini, itu semua adalah kenikmatan yang fana dan cepat berlalu.

Al-Quran telah menjelaskan nasib para penghuni neraka dan perbuatan yang mereka lakukan selama hidup di dunia. Allah Swt dalam surat Ghafir ayat 75 berfirman, “Yang demikian itu disebabkan karena kamu bersuka ria di muka bumi dengan tidak benar dan karena kamu selalu bersuka ria (dalam kemaksiatan).” Beberapa bentuk kesenangan yang dibarengi dengan dosa dan maksiat, justru pada ujungnya akan membuka aib manusia dan mempermalukannya. Oleh karena itu, ajaran Islam menetapkan batasan tentang jenis-jenis kelezatan dan kesenangan sehingga manusia tidak terperosok dalam dosa dan menanggung kesedihan yang berkepanjangan.

Islam memberikan panduan lengkap tentang cara menghadirkan kesenangan dan keceriaan yang sehat. Melemparkan senyum kepada orang lain, memakai pakaian yang bersih dan rapi, bersikap lemah lembut terhadap sesama, dan bercanda bersama teman-teman, semua itu ditekankan oleh Islam untuk menciptakan iklim yang menyenangkan dan menyingkirkan kesedihan serta memperbaharui kekuatan fisik dan mental.

Imam Musa al-Kazim as berkata, “Pergunakanlah kelezatan-kelezatan dunia untuk kesuksesan kalian dan penuhilah keinginan-keinginan hati kalian melalui cara yang benar. Waspadalah agar pekerjaan itu tidak merusak kemuliaan dan kegagahan kalian dan jangan kalian berlebih-lebihan. Dan dengan bantuan itu, kalian lebih sukses dalam perkara-perkara agama. Sesungguhnya bukan dari golongan kami orang yang meninggalkan dunianya demi agamanya atau meminggirkan agamanya untuk meraih dunianya.”

Jumat, 05 Februari 2021 18:31

Islam dan Gaya Hidup (19)

 

Waktu luang bukan berarti saat-saat yang bisa dihabiskan begitu saja tanpa perencanaan sama sekali. Berdasarkan budaya agama Islam, manusia tidak memiliki hak bahkan untuk sesaat menghabiskan umurnya dengan bermalas-malasan dan menganggur.

Mereka harus mempertanggung jawabkan atas setiap detik dari umurnya. Dalam banyak riwayat disebutkan bahwa salah satu perkara yang akan ditanya pada hari kiamat adalah tentang bagaimana manusia menghabiskan masa mudanya. Oleh karena itu, para pemuka agama sudah sering berpesan kepada umatnya untuk memanfaatkan kesempatan dengan baik. Mereka selalu memperingatkan manusia tentang waktu bahwa ia tidak bisa didepositokan dan juga tidak bisa dikembalikan.

Rasul Saw dalam sebuah pesannya kepada Abu Dzar al-Ghifari bersabda, “Wahai Abu Dzar! Jadilah orang yang lebih pelit atas umurmu dibanding dirham dan dinarmu.” Islam memandang masalah waktu luang dari aspek pendidikan dan moral. Ajaran Islam sama sekali tidak melihat waktu luang sebagai momen untuk membuang-buang waktu atau kesempatan untuk melewatinya dengan perbuatan sia-sia. Seorang Mukmin memiliki program untuk semua waktunya dan tidak ada waktu yang dibahiskan untuk bermalas-malasan atau menganggur. Imam Ali as ketika menjelaskan tentang ciri-ciri orang Mukmin berkata, “Orang Mukmin memanfaatkan semua waktunya dan tidak ada waktu untuk kemalasan.”

Penggunaan waktu luang secara benar di setiap masyarakat memerlukan gerakan-gerakan budaya, sosial, dan ekonomi. Jika momen itu tidak dikelola dengan baik, maka ia dapat menjadi salah satu ancaman yang paling serius bagi kesehatan mental dan moral masyarakat. Waktu luang tidak terbatas untuk golongan tertentu, usia tertentu atau waktu tertentu dan semua masyarakat membutuhkan waktu luang. Hal ini menunjukkan pentingnya sebuah perencanaan untuk mengisi kevakuman itu.

Salah satu kegiatan terbaik untuk mengisi waktu luang adalah mempererat hubungan dengan Allah Swt melalui doa dan munajat atau mengunjungi tempat-tempat ibadah dan tempat ziarah. Selain kewajiban harian yang ada di pundak setiap Muslim seperti shalat, kita bisa meluangkan waktu yang lebih banyak untuk memperkuat iman dan membangun interaksi dengan Tuhan. Waktu luang adalah kesempatan yang bisa digunakan untuk memperkaya pengetahuan agama kita.

Namun sayangnya, gaya hidup di dunia modern – yang cenderung memuja materi dan mengejar dunia dan harta – telah membuat manusia jauh dari dimensi-dimensi luhur dan keutamaan moral. Kecenderungan itu turut memperburuk penyakit-penyakit mental dan ketimpangan sosial. Dalam pandangan al-Quran, ibadah dan penghambaan diri kepada Tuhan merupakan tujuan utama penciptaan manusia. Oleh sebab itu, manusia yang ingin bergerak sejalan dengan filosofi penciptaannya, mereka harus menggunakan seluruh waktunya untuk beribadah kepada Sang Khalik.

Ibadah dan penghambaan tidak terbatas pada bentuk yang lazim dilakukan setiap hari. Manusia bahkan dapat menjadikan waktu makan, waktu tidur, dan rekreasinya sebagai ibadah, dengan syarat harus memiliki motivasi Ilahi dan dilakukan dengan niat mendekatkan diri kepada Allah Swt. Waktu luang harus menjadi penentram jiwa dan raga serta penenang gejolak batin. Oleh karena itu, melaksanakan ritual ibadah seperti, shalat sunnah, membaca zikir dan doa-doa khusus, menghayati al-Quran, dan berziarah ke tempat-tempat suci, merupakan salah satu kegiatan positif untuk mengisi waktu luang.

Para pakar pendidikan dan psikologi percaya bahwa ziarah dan doa – yang memiliki tempat istimewa dalam Islam – memainkan peran konstruktif dalam memenuhi kebutuhan-kebutuhan spiritual dan mental manusia. Untuk itu, masalah tersebut harus menjadi perhatian dalam menyusun program untuk menikmati waktu luang kita.

Manusia membutuhkan hubungan yang intim dan kontinyu dengan Tuhan. Akan tetapi, interaksi itu terkadang terabaikan karena problema dan kompleksitas kehidupan dan secara perlahan akan terlupakan sama sekali. Kehadiran di tempat-tempat suci dan tempat ziarah akan membangkitkan kesadaran manusia untuk memenuhi kebutuhan spiritualnya dan meningkatkan kesempatan untuk membangun hubungan dengan Tuhan. Hubungan ini akan menghadirkan ketenangan jiwa bagi mereka.

Kehadiran di tempat-tempat suci dan tempat ziarah atau keikutsertaan dalam acara keagamaan, akan membuat seseorang melupakan untuk sejenak pertentangan batin dan gejolak jiwa. Kehadiran di tempat tersebut dan menghabiskan beberapa jam dengan kegiatan ibadah sangat penting bagi manusia. Imam Ali as dalam sebuah doanya berkata, “Tuhan berikanlah keluangan kepadaku untuk mencapai hal-hal di mana Engkau menciptakanku untuk itu.”  

Imam Jakfar Shadiq as juga berkata, “Setiap Muslim minimal satu hari dalam sepekan, harus membebaskan dirinya dari pekerjaan-pekerjaan rutin dan memberi perhatian khusus kepada masalah pendidikan, mengkaji perkara-perkara agama dan mengatasi masalah-masalah yang belum jelas.” Beliau berkata, “Celakalah orang Muslim yang tidak meluangkan waktunya pada hari Jumat di setiap pekan untuk mempelajari agama dan menjawab pertanyaan-pertanyaan seputar itu.”

Salah satu aktivitas positif lain untuk mengisi waktu luang adalah melakukan kegiatan amal dan membantu orang-orang yang membutuhkan. Kegiatan ini sangat ditekankan oleh budaya dan ajaran Islam. Berinfak dan membantu orang-orang yang kurang mampu selain sangat ditekankan oleh al-Quran, juga selalu dipraktekkan oleh Rasul Saw dan Ahlul Baitnya. Perbuatan mulia ini akan membantu meringankan beban saudara kita dan berdampak positif bagi kesehatan mental dan jiwa kita sebagai pelaku. Oleh karena itu, kita perlu memanfaatkan satu bagian dari waktu luang kita untuk terlibat dalam kegiatan amal.

Kegiatan amal dan bakti sosial membawa banyak dampak positif bagi dimensi individual, sosial, budaya, dan spiritual. Rasul Saw mendorong kaum Muslim untuk berbuat baik dan bersabda, “Cintailah kebaikan dan orang-orang yang berbuat baik. Aku bersumpah dengan nama Tuhan yang jiwaku di tangan-Nya, berkah dan kesehatan ada bersama kebaikan dan orang-orang yang berbuat baik.”

Kegiatan mulia lainnya untuk mengisi waktu luang kita adalah membesuk orang sakit. Islam sangat menganjurkan umatnya untuk menjenguk orang sakit. Rasulullah Saw bersabda, "Setiap Muslim hendaknya bersedekah setiap hari." Para sahabat bertanya, "Siapakah yang bisa melakukan hal ini?" Rasul Saw menjawab, "Menyingkirkan hal-hal yang membahayakan dari jalan termasuk sedekah. Menunjukkan jalan kepada orang lain adalah sedekah. Menjenguk orang sakit merupakan sedekah. Melakukan amar makruf terhitung sedekah. Melarang yang munkar adalah sedekah dan menjawab salam juga bagian dari sedekah."

Mengenai keutamaan menjenguk orang sakit, Rasul Saw bersabda, “Pada hari kiamat, Tuhan mencela sekelompok manusia dari hamba-hambanya dan berfirman, ‘Apa yang menghalangi kalian dari menjegukku ketika aku sakit?’ Mereka menjawab, ‘Ya Tuhanku, Engkau pencipta alam semesta, rasa sakit dan gelisah tidak bermakna bagimu, Engkau maha suci dari rasa akit.’ Tuhan kemudian berfirman, ‘Saudara Mukmin kalian jatuh sakit dan kalian tidak mengunjunginya. Aku bersumpah atas kemuliaan dan keagunganku, jika kalian pergi menjeguknya, kalian akan menemukanku di sisi-nya dan setiap permintaan kalian akan aku kabulkan dan ini untuk menghormati orang Mukmin di sisi-ku dan Aku adalah Tuhan yang Maha Pengasih dan Malah Penyayang.”

Menjenguk orang sakit merupakan kewajiban setiap Muslim, terutama individu yang memiliki hubungan dengan dirinya. Kegiatan ini termasuk amal shaleh yang paling utama dan bisa mendekatkan kita kepada Allah Swt. Mengunjungi orang sakit merupakan perbuatan mulia, dan terdapat keutamaan yang agung, serta pahala yang sangat besar, dan merupakan salah satu hak setiap Muslim terhadap Muslim lainnya.

Jumat, 05 Februari 2021 18:30

Islam dan Gaya Hidup (18)

 

Kehidupan modern yang tak lepas dari beragam bentuk tekanan mental, stres, depresi, dan kejenuhan telah membawa dampak-dampak negatif terhadap manusia. Salah satu cara untuk mengatasi gangguan itu adalah memiliki program untuk memanfaatkan waktu luang dengan sebaik mungkin.

Di masa lalu karena kesederhaan masyarakat dan pekerjaan, perencanaan untuk mengisi waktu luang sangat mudah dilakukan. Namun di era modern, kompleksitas kehidupan dan kemajuan cepat teknologi serta kehadiran sarana hubungan sosial dan media seperti, televisi, parabola, dan internet, menuntut sebuah terobosan untuk merancang program-program baru untuk mengisi waktu luang. Perencanaan di masa sekarang tentu lebih rumit dan sulit.

Oleh karena itu, para penyusun program sosial, guru, dan keluarga memikul tanggung jawab yang berat. Ada banyak aspek yang perlu diperhatikan dalam menyusun program untuk waktu luang seperti, masalah ketenangan, kebutuhan untuk memperbaiki semangat, ketersediaan sarana olahraga dan hiburan di samping masalah perkembangan karakter, peningkatan wawasan, dan pengembangan potensi dan kreativitas.

Media merupakan sebuah sarana efektif untuk mengisi waktu luang. Tentu saja, media massa memiliki peran yang lebih besar dari sekedar sebuah sarana hiburan dan menjadi instrumen untuk membentuk budaya. Di era modern, pemanfaatan sarana komunikasi seperti, radio, televisi, internet, dan telepon genggam sudah menjadi sebuah urgensitas, di mana memiliki dampak-dampak positif dan negatif. Sarana tersebut dari satu sisi mendorong kemudahan komunikasi dan mempercepat manusia dalam mengerjakan tugas-tugasnya. Akan tetapi dari sisi lain, aspek moral dan mental individu berada dalam bahaya.

Media telah merampas kesempatan interaksi keluarga dengan para anggotanya dan menghempas aroma kekeluargaan ke arah individualisme. Bahaya kecanduan terhadap sarana komunikasi massal mulai dari televisi sampai telepon genggam dan internet, merupakan tantangan yang dihadapi manusia modern. Sekarang, jumlah individu yang kecanduan film, internet, dan game komputer terus meningkat tajam dan mereka menghabiskan banyak waktu untuk menikmati hiburan tersebut.

Televisi kini tampil sebagai sarana hiburan utama di tengah masyarakat dan menjadi salah satu kebutuhan primer bagi kebanyakan keluarga, di mana sangat jarang ditemukan rumah yang tidak memiliki pesawat televisi. Anak-anak dan remaja menghabiskan sebagian besar waktu luang mereka untuk menikmati program-program televisi. Meski sarana hiburan ini memiliki banyak manfaat, namun kita juga tidak boleh mengabaikan dampak-dampak negatifnya.

Menghabiskan terlalu banyak waktu di depan televisi akan menghalangi seseorang untuk melakukan kegiatan-kegiatan positif seperti, menjalin interaksi dan bercengkrama dengan keluarga dan teman. Menonton acara televisi hingga larut malam membahayakan kesehatan fisik dan mental manusia. Anak-anak menghadapi resiko yang lebih besar. Mereka karena menonton acara televisi hingga larut malam, tidak memiliki waktu untuk menyelesaikan tugas-tugas sekolah. Di pagi hari, mereka berangkat ke sekolah dengan menyimpan rasa kantuk dan tidak bersemangat. Fenomena ini terlihat lebih mencolok di tengah keluarga yang kurang mengawasi anak-anak mereka.

Terlalu sering menikmati acara-acara televisi membuat kita tidak memiliki banyak kesempatan untuk melakukan aktivitas-aktivitas positif seperti, belajar, terlibat dalam turnamen olahraga, dan mencicipi hiburan sehat khususnya bagi anak-anak. Televisi terkadang juga menyajikan film-film yang mempertontonkan kekerasan dan kelakuan buruk. Acara-acara seperti ini selain tidak menghibur dan bersifat destruktif, tapi juga secara tidak disadari para penonton akan mengadopsi perilaku-perilaku negatif tersebut.

Meskipun potensi gangguan mental pada orang dewasa tidak terlalu besar, namun anak-anak termasuk golongan yang sangat rentan, karena mereka belum memiliki kemampuan yang cukup untuk membedakan antara fantasi dan realita. Mereka akan meniru adegan-adegan kekerasan yang ditonton di televisi. Para orang tua perlu memperhatikan bahwa anak-anak meniru semua perilaku sejak usia dini dan bahkan sejak usia dua tahun.

Penggunaan media yang tak terkontrol di tengah keluarga mengurangi interaksi antar individu dan pertemuan face to face anggota keluarga. Kondisi ini akan menciptakan iklim individualisme dan kekakuan menggantikan lingkungan yang penuh kekeluargaan dan keakraban. Para anggota keluarga secara perlahan lebih memilih menyendiri dan ingin memiliki pesawat televisi terpisah di kamar masing-masing.

Penggunaan internet juga menjadi alternatif lain untuk mengisi waktu luang. Internet tentu saja memiliki banyak fungsi mulai dari untuk keperluan dunia pendidikan sampai bisnis online dan periklanan. Dunia maya telah mempermudah dan mempercepat aktivitas manusia. Akan tetapi, pemanfaatan internet juga memerlukan perencanaan dan aturan. Kita tidak bisa memungkiri bahwa internet adalah samudera informasi dan sarana untuk pengembangan ilmiah serta alat multifungsi bagi negara-negara dunia. Namun, di dunia tanpa batas ini terdapat sejumlah konten pornografi yang bisa merusak moral.

Teknologi internet dirancang untuk menuju kecepatan maksimal dan kontrol minimal. Oleh sebab itu, sangat sulit untuk menerapkan standar-standar moral di sana. Jumlah bombastis situs-situs porno di internet menjadi salah satu tantangan moral dan beban keluarga dan memberikan banyak dampak negatif terhadap pondasi keluarga. Di sini, anak-anak dan remaja kembali menjadi korban pertama sisi gelap dunia maya.

Salah satu dimensi negatif internet adalah menciptakan ketergantungan. Kecanduan internet ialah menjelajahi dunia maya secara tak terkendali dan mulai merasa ada yang kurang jika tidak menggunakan internet dan hubungannya dengan lingkungan sekitar sudah keluar dari kondisi biasa. Dampak lain kecanduan internet bagi individu dan keluarga adalah menciptakan berbagai masalah yang mempengaruhi hubungan suami-istri, orang tua, dan anak-anak. Statistik menunjukkan bahwa kecanduan internet akan berujung pada runtuhnya pilar-pilar keluarga dan perceraian.

Para pecandu internet rata-rata menghabiskan antara 40-80 persen waktu mereka untuk berselancar di dunia maya. Kebiasaan ini membawa banyak dampak negatif dan menurunkan kualitas tidur. Gangguan ini membuat badan kelelahan dan pada akhirnya berpengaruh terhadap kegiatan belajar dan bekerja. Para pemuda menghadapi risiko yang lebih besar di dunia maya, terutama ketika jati diri mereka baru terbentuk. Beragam jenis media akan memperkenalkan teladan perilaku dan pola berpikir yang berbeda-beda kepada generasi muda, di mana mungkin saja tidak tepat.

Kondisi ini membuat pemuda kebingungan dalam menemukan jati diri yang sesuai dengan budaya, adat istiadat, dan agama mereka. Mereka menghabiskan masa puber dan proses penemuan jati diri dengan menghadapi sebuah ancaman serius. Game komputer juga punya saham besar dalam mengisi waktu luang manusia dan membantu meningkatkan beberapa keahlian individu. Akan tetapi, kecanduan game akan membawa berbagai dampak berbahaya bagi pecandu, khususnya anak-anak dan remaja.

Di kebanyakan game komputer, kekerasan disajikan secara vulgar dan seseorang akan melakukan berbagai aksi kriminal demi mendapat poin. Perilaku buruk itu secara perlahan tertanam dalam pikiran manusia, khususnya anak-anak. Dampak lain kecanduan game komputer adalah munculnya keinginan untuk menyendiri, memiliki gerak yang sangat terbatas, dan melemahnya interaksi sosial. Oleh karena itu, para orang tua perlu sedikit mengenal jenis-jenis permainan komputer dan mengetahui batasan-batasan usia untuk sebuah game. Mereka juga bisa melakukan konsultasi dengan para pakar demi keselamatan putra-putri mereka.

Jumat, 05 Februari 2021 18:29

Islam dan Gaya Hidup (17)

 

Salah satu anjuran lain Islam untuk mengisi waktu luang dan melakukan rekreasi sehat adalah olahraga. Berapa banyak waktu yang Anda sisihkan untuk berolahraga dalam satu hari atau satu pekan atau satu bulan? Sayangnya, gaya hidup sekarang hanya menyediakan sedikit ruang kepada kita untuk melakukan aktivitas olahraga. Padahal, kehidupan era modern membutuhkan olahraga dan aktivitas fisik lebih dari sebelumnya.

Pengalaman menunjukkan bahwa badan manusia akan lelah dengan pekerjaan rutin dan membutuhkan kegiatan tertentu untuk menghapus rasa lelah dari dirinya.

Berbagai jenis olahraga tidak hanya memberi peluang untuk menghilangkan keletihan, tapi juga memperkuat dan menyehatkan badan. Oleh karena itu, aktivitas olahraga dianggap sebagai salah satu bentuk rekreasi sehat, sebuah kegiatan positif dan bahkan di beberapa kasus wajib dilakukan. Sebab, kerja organ-organ tubuh akan terganggu jika manusia mengabaikan olahraga dan aktivitas fisik. Dari perspektif akal dan agama, olahraga merupakan sebuah keniscayaan untuk memperkuat dan menyehatkan tubuh. Kekuatan berpikir dan bernalar juga akan menurun jika fisik tidak sehat, kurang ceria, dan lemah. Sebuah pepatah terkenal mengatakan, “Akal yang sehat terdapat pada badan yang sehat.”


Fisik dan jiwa saling mempengaruhi dan masalah ini sudah terbukti. Manusia yang malas dan tidak melakukan gerakan fisik, maka badan mereka akan lemah dan kurus atau mereka akan kelebihan berat badan dan gemuk. Mereka juga tidak memiliki jiwa yang tenang dan gembira. Orang-orang seperti ini biasanya mudah marah, tidak semangat, suka beralasan, serta memiliki mental yang tidak stabil dan pikiran yang kacau. Gangguan ini juga akan berdampak pada fisik mereka. Islam menaruh perhatian khusus terhadap masalah kesehatan dan kekuatan fisik dan mental. Rasulullah Saw memerintahkan umat Islam untuk mengajari anak-anak mereka berenang, memanah, dan berkuda.

Ada banyak riwayat dan hadis yang memperlihatkan perhatian besar Islam terhadap masalah kesehatan kaum Muslim. Kajian sejarah kehidupan Rasul Saw dan Ahlul Bait as menunjukkan bahwa mereka rutin melakukan olahraga dan mereka berpartisipasi dalam berbagai perlombaan seperti, pacuan kuda, memanah, dan renang. Rasul Saw bersabda, “Hak anak atas orang tua adalah mengajari mereka menulis, berenang, dan memanah, serta tidak memberi sesuatu kepada mereka kecuali makanan yang baik dan halal.”

Menunggang kuda termasuk cabang olahraga yang ditekankan oleh Islam. Ketika Allah Swt memerintahkan kaum Muslim untuk mempersiapkan pasukan yang tangguh dan menunjukkan keunggulan mereka atas kaum kafir, Dia berbicara tentang kepemilikan kuda-kuda yang layak ditunggangi. Dalam surat al-Anfal ayat 60, Allah Swt berfirman, “Dan siapkanlah untuk menghadapi mereka kekuatan apa saja yang kamu sanggupi dan dari kuda-kuda yang ditambat untuk berperang (yang dengan persiapan itu) kamu menggentarkan musuh Allah dan musuhmu dan orang orang selain mereka yang kamu tidak mengetahuinya; sedang Allah mengetahuinya.”

Imam Jakfar Shadiq as dalam sebuah kesempatan mengisahkan tentang kemahiran Rasulullah Saw dalam menunggang kuda. Beliau berkata, “Pada masa Rasulullah, sekelompok kaum musyrik mendatangi tempat-tempat kembala kambing di Madinah untuk mencuri. Untuk mencegah hal itu, Rasul naik menunggangi kuda dan bergegas menuju ke tempat tersebut. Beberapa sahabat juga bergabung bersama beliau, tapi para pencuri memilih kabur tanpa meninggalkan jejak setelah menyaksikan Rasulullah dan para sahabatnya.”

Abu Qatada, salah seorang sahabat yang ikut bersama Nabi Saw, berkata kepada beliau, “Para pencuri sudah kabur dan jika engkau menyetujui, kita akan menggunakan kesempatan ini untuk perlombaan pacuan kuda.” Rasul Saw pun memberi jawaban positif. Perlombaan dimulai dan Rasul Saw mengalahkan semua peserta lain. Kemudian beliau bersabda kepada para sahabatnya, “Saya berasal dari Quraisy dan kuda ini adalah kuda yang gagah.”


Olahraga yang rutin merupakan salah satu cara terbaik untuk menjaga kesehatan dan kebugaran anak-anak dan orang dewasa. Aktivitas fisik akan menjaga berat badan ideal, meningkatkan pertumbuhan tulang, dan pada akhirnya mengurangi resiko terkena penyakit jantung dan vaskular. Aktivitas ideal untuk badan adalah sebuah kegiatan yang dilakukan sesuai dengan jenjang usia, kondisi fisik, dan tingkat ketertarikan pelaku. Olahraga akan menghilangkan rasa malas dan jenuh dari manusia serta menghadirkan kesegaran dan keceriaan kepada mereka. Olahraga membuat manusia lebih siap dalam melakukan tugas-tugas personal dan sosial dan bahkan berpengaruh pada perilaku mereka.

Olahraga akan memperkuat tekad dan mental, menumbuhkan sifat pemaaf, membangkitkan semangat melawan penindasan dan membela orang-orang yang tertindas. Para individu yang melakukan olahraga dengan benar atau menekuni pekerjaan-pekerjaan yang melibatkan gerakan tubuh, mereka terbukti lebih sehat dan memiliki umur lebih panjang dibanding orang-orang yang tidak melakukan olahraga dan aktivitas fisik.

Penelitian menunjukkan bahwa olahraga tidak hanya membantu menurunkan gula darah, tetapi juga berat badan, tekanan darah, kolesterol jahat (LDL), menaikkan kolesterol baik (HDL), memperbaiki kualitas tidur, mencegah serangan jantung-stroke, mereduksi stres dan sebagainya. Jantung adalah otot yang perlu dilatih secara teratur agar tetap dalam kondisi prima. Kegiatan olahraga seperti, jalan cepat, renang, joging atau bersepeda dapat memberikan latihan terbaik buat jantung kita. Penelitian New England Journal of Medicine mengatakan dengan melakukan jalan ringan selama 2,5 jam seminggu, kita dapat memotong sepertiga risiko serangan jantung dan stroke. Aktivitas ini juga dapat meningkatkan kadar kolesterol baik dalam darah.

Rasul Saw menganggap kesehatan sebagai nikmat yang paling bernilai dan mendorong kaum Muslim untuk berolahraga. Beliau Saw bersabda, “Orang mukmin yang kuat lebih baik dan lebih dicintai dari mukmin yang lemah.” Manusia baru bisa menunaikan kewajiban-kewajiban agama dan keluarga dengan baik ketika memiliki tubuh yang sehat dan kuat. Imam Ali as berada dalam barisan orang-orang yang kuat dan berani dalam sejarah. Berkenaan dengan pentingnya kesehatan, Ali as bahkan memohon kepada Allah Swt dalam doanya agar diberi fisik yang kuat untuk mengabdi. Imam Ali Zainal Abidin as-Sajjad dalam kitab Risalatul Huquq berkata, “Hak badanmu atasmu adalah menjaganya tetap sehat, kuat, dan tahan terhadap kesulitan, serta berada dalam kondisi bahagia.”

Islam memberi perhatian terhadap masalah pendidikan dan penguatan fisik serta kesiapannya secara penuh. Salah satu dari doa kaum Muslim adalah memohon kesehatan dan kekuatan kepada Allah Swt. Islam juga mengingatkan umatnya untuk memiliki fisik yang kuat dan tubuh yang sehat dan ceria. Oleh karena itu, olahraga harus menjadi bagian dari kehidupan dan program kaum Muslim untuk mengisi waktu luang.

Wanita muslimah
Saat ini, olahraga termasuk aktivitas yang dikenal luas di dunia dengan berbagai cabangnya dan diminati banyak orang. Sebagian orang memiliki kegiatan olahraga harian dan sebagian yang lain hanya melakukannya di waktu-waktu luang. Sebagian yang lain malah hidup bersama olahraga dan menekuni profesi itu. Meski olahraga menyimpan banyak kebaikan dan nilai positif, tapi manusia tetap tidak akan sampai pada hasil yang diinginkan jika aktivitas itu mengabaikan prinsip-prinsip moral dan kemanusiaan. Oleh sebab itu, jika olahraga ditujukan untuk menjaga kesehatan dan kebugaran fisik, menjauhi penyimpangan, memperkuat fisik, daya pikir, dan daya ingat, maka hal itu bernilai positif dan ditekankan oleh Islam.

Seorang pelatih kebugaran dari Raleigh, Carolina, LeeAnn Dillon mengatakan, “Orang yang berolahraga secara teratur lebih mampu untuk fokus dan dapat beraktivitas secara baik di hari-hari mereka. Kemudian, mereka juga diketahui memiliki tingkat stres yang lebih rendah dan tingkat energi yang lebih tinggi dibandingkan orang yang tidak berolahraga. Dan selain memberi saya fokus yang lebih baik, olahraga memberi saya kepercayaan diri untuk menghadapi tantangan baru." Tentu saja, bukti terbaik mengenai efek olahraga dan kesehatan otak dapat dirasakan dari pengalaman langsung.

Jumat, 05 Februari 2021 18:28

Islam dan Gaya Hidup (16)

 

Penelitian menunjukkan bahwa jika manusia melakukan pekerjaan rutin tanpa henti serta tidak memiliki program untuk rekreasi dan hiburan, maka kualitas kinerjanya akan cenderung menurun karena kurangnya gairah dan rasa jenuh. Akan tetapi, setelah beberapa jam menikmati liburan dan hiburan, semangat dan ketertarikan untuk bekerja akan kembali hadir dalam dirinya, di mana hal ini dapat meningkatkan kuantitas dan kualitas pekerjaan.

Dapat dikatakan bahwa kegiatan berlibur dan menikmati hiburan yang sehat selain tidak merugikan, tapi juga bisa menghapus kelelahan jiwa dan raga serta memacu kemajuan manusia dalam karirnya.

Islam menginginkan kita secara aktif mengisi waktu luang dengan kegiatan-kegiatan positif dan sehat. Kita harus memanfaatkan waktu luang dengan cara terbaik melalui perencanaan yang tepat dan program komprehensif. Rekreasi dan liburan yang sehat akan menghadirkan banyak kesempatan agar kita bisa memanfaatkan usia kita dengan lebih baik. Salah satu tips terbaik untuk mengisi waktu luang menurut Islam adalah rekreasi dan kegiatan wisata. Ada banyak ayat al-Quran yang mengajak manusia untuk melakukan perjalanan wisata di seluruh penjuru bumi dan menyaksikan tanda-tandan kebesaran Allah Swt.

Al-Quran menganggap kegiatan wisata akan meningkatkan pemahaman manusia tentang hakikat alam semesta dan mengambil pelajaran darinya. Dalam surat al-Ankabut ayat 20, Allah Swt berfirman, “Katakanlah: "Berjalanlah di (muka) bumi, maka perhatikanlah bagaimana Allah menciptakan (manusia) dari permulaannya, kemudian Allah menjadikannya sekali lagi. Sesungguhnya Allah Maha Kuasa atas segala sesuatu.” Umat manusia diminta untuk memikirkan berbagai fenomena penciptaan dan makhluk serta memetik pelajaran. Dalam sebuah ayat, al-Quran mengajak manusia untuk memperhatikan tumbuh-tumbuhan dan memikirkan bagaimana ia diciptakan.

Al-Quran mengingatkan manusia tentang beberapa poin penting dalam masalah rekreasi dan liburan. Kegiatan wisata harus menyertai pemikiran dan perenungan serta mengambil pelajaran dan nasehat. Orang-orang yang sedang menikmati keindahan padang pasir dan pantai atau mereka yang tengah berkeliling kota dan menyaksikan peninggalan-peninggalan kuno, mereka harus melihat semua fenomena itu dengan penuh pemikiran dan penghayatan. Mereka harus menangkap kebesaran dan keagungan Sang Pencipta melalui jalan itu.

Wisatawan Muslim harus menghimpun pelajaran dari nasib umat-umat terdahulu dan peninggalan-peninggalan yang mereka tinggalkan. Rasul Saw dalam sebuah riwayat menganggap kegiatan wisata akan menyehatkan badan dan memiliki manfaat ekonomi. Beliau bersabda, “Bepergianlah niscaya kalian akan menjadi sehat dan memperoleh rezeki.” (Kitab Bihar al-Anwar, juz 13, hal 221). Imam Ali as dalam sebuah bait syair juga berkata, “Berkelanalah meninggalkan tanah air demi mencari keluhuran, sebab bepergian meninggalkan kampung halaman itu ada lima manfaat: hilangnya rasa duka, memperoleh penghasilan, ilmu pengetahuan, adab menimba ilmu, dan pertemanan dengan orang-orang besar.” (Kitab Ushul al-Kafi, juz 2, hal 239)

Rekreasi sehat adalah jenis liburan yang memiliki manfaat dan faedah. Kegiatan ini bisa dilakukan bersama anggota keluarga atau teman-teman. Rasul Saw dan Ahlul Bait as menaruh perhatian besar terhadap kegiatan liburan bersama anggota keluarga mereka. Kita harus mengajak keluarga untuk menikmati rekreasi sehat seperti yang dicontohkan oleh para pemuka agama.

Abu Bashir, seorang sahabat Imam Jakfar Shadiq as mengisahkan, “Pada suatu hari, Rasulullah mendatangi rumah Fatimah dan mengajaknya menunggang kuda. Beliau juga mengajak Ali, Hasan, dan Husein untuk ikut bersama ke luar kota. Ketika sudah sampai di luar kota, mereka menemui dua jalan berbeda. Rasul memilih jalan di sebelah kanan hingga mencapai sebuah desa yang dipenuhi kebun kurma. Di sana, beliau membeli seekor kambing dan menyembelihnya sebagai hidangan.” Imam Ali as juga mengisahkan, “Suatu malam hujan lebat turun di Madinah dan padang tandus dipenuhi oleh air. Pada pagi harinya, Rasul bersabda kepadaku, ‘Mari kita berangkat ke Padang Aqiq untuk menikmati kesegaran dan menyaksikan genangan air di sana.’ Lalu aku pergi bersama Rasul dan menyaksikan pemandangan alam yang indah.”

Diriwayatkan juga bahwa ketika Imam Ali as bersama bala tentaranya pergi berperang, beliau memerintahkan pasukannya untuk istirahat jika sudah mencapai desa Balikh. Balikh adalah sebuah daerah yang hijau dan juga memiliki sungai besar. Imam Ali as terkesima dengan panorama indah desa tersebut dan memberi kesempatan kepada pasukannya untuk menikmati keindahan itu dan mematangkan persiapan. Sebenarnya, Imam Ali as ingin membakar semangat dan memperkuat mental tentaranya dengan memanfaatkan bentang alam yang indah dan penuh pesona.

Tujuan rekreasi adalah untuk menjamin kesehatan dan memperbarui kekuatan serta mengumpulkan modal untuk kehidupan dunia dan akhirat. Imam Khomeini ra juga memberi perhatian khusus pada rekreasi dan berpesan kepada anak-anaknya, "Pergilah untuk rekreasi, sebab jika engkau tidak melakukannya, engkau tidak akan siap untuk menimba ilmu." Interaksi dan keakraban di antara sesama, khsusunya anggota keluarga dan saudara, merupakan salah satu bentuk rekreasi yang sehat. Aktivitas ini sangat ditekankan oleh Islam dan ada banyak riwayat yang berbicara tentang masalah tersebut.

Para psikolog menilai rekreasi yang sehat sebagai bentuk keceriaan dan kegembiraan terbaik bagi seseorang. Berkeliling di dunia yang menakjubkan ini dan menyaksikan panorama alam yang indah dan eksotis akan membuat manusia ceria dan bahagia. Warna-warni bunga, dedaunan yang hijau, air terjun yang indah, dan kicauan burung-burung, semua memberi kesegaran pada jiwa seseorang dan memperbarui semangat hidupnya.

Tips lain untuk mengisi waktu luang dan menghapus beban pikiran adalah bersenda gurau Islami dan bercanda pada batas-batas yang wajar. Kegiatan ini bisa menghadirkan kembali keceriaan dan kegembiraan manusia serta membuat mereka siap untuk menyambut tugas-tugas yang lebih penting. Ajaran etika Islam menganjurkan seorang Muslim untuk menghapus duka dari hati saudaranya, baik itu dengan ucapan atau berbuat sesuatu untuknya. Sirah Rasulullah Saw memperlihatkan bahwa raut wajah beliau selalu dihiasi senyuman ketika berinteraksi dengan para sahabatnya. Dalam beberapa kesempatan, Rasul Saw membuat para sahabat tertawa dan menghibur mereka agar tetap gembira.

Dalam sebuah riwayat disebutkan bahwa suatu hari Rasulullah Saw bersama Imam Ali as dan sahabat yang lain sedang makan kurma bersama-sama. Beliau meletakkan biji-biji kurmanya di depan Ali sehingga orang yang baru datang akan mengira bahwa semua kurma itu dimakan oleh Ali dan Rasul sendiri tidak kebagian. Setelah mereka selesai menyantap kurma dan menutup pembicaraan, Rasul Saw kemudian memandang putra pamannya itu lalu berkata,“Berapa banyak kurma yang engkau makan?” Ali as juga menjawab, “Memang saya lebih banyak makan kurma, tapi seakan-akan Anda terlalu lapar, sehingga biji kurma pun tidak ada yang tersisa.”

Salah satu tugas seorang mukmin dalam pandangan Islam adalah membahagiakan saudara seagama. Imam Ali as berkata, "Rasulullah Saw setiap kali menemukan salah seorang dari sahabatnya bersedih, beliau akan menghiburnya dengan canda dan bersabda; Allah Swt akan menganggap sebagai musuh orang yang berwajah merengut kepada saudaranya." Dalam hadis yang lain, Rasul Saw bersabda, "Perbuatan terbaik setelah menunaikan shalat adalah menggembirakan hati mukmin, tentu saja dengan cara yang tidak mendatangkan dosa."

Rasul Saw tidak hanya mengawali humor, tapi juga membuka peluang untuk kesenangan dan kegembiraan para sahabatnya. Teladan kehidupan Rasul Saw telah memungkinkan para sahabatnya untuk bercanda dan bergurau di hadapan beliau dalam batas-batas Islami. Dengan mengikuti petunjuk Nabi Saw, para sahabat juga menghindari humor-humor tercela, namun tidak meninggalkan humor-humor yang sehat. Rasulullah Saw menyukai humor, tapi tentu saja humor yang sehat.

Salah satu tips lain untuk mengisi waktu luang adalah membangun jalinan silaturahmi dan mengunjungi sanak saudara. Islam sangat menekankan masalah itu dan Rasulullah Saw juga telah menunjukkan perhatian yang besar terhadap persaudaraan. Silaturahmi dapat menjadi salah satu bentuk rekreasi yang sehat. Rasul Saw dalam sebuah hadis bersabda, "Barang siapa yang mengunjungi rumah saudaranya tanpa perlu diminta, maka Allah akan mencatat nama orang tersebut di antara para tamunya dan sebuah kewajiban bagi Tuhan untuk memuliakan tamunya."