کمالوندی
Islam dan Gaya Hidup (25)
Salah satu tema penting dalam gaya hidup adalah memperhatikan masalah kesehatan dan kebugaran. Jelas sekali bahwa kesehatan berpengaruh pada gaya hidup manusia. Dari sisi lain, gaya hidup juga berperan penting dalam menentukan kesehatan dan kebugaran manusia.
Semua orang membutuhkan fisik yang sehat dan kesehatan prima merupakan sebuah urgensitas sehingga manusia bisa menjalankan aktivitas duniawi dan ukhrawinya. Kesehatan merupakan salah satu anugerah terbesar Tuhan dan pada umumnya manusia baru menyadari nilai nikmat itu setelah mereka kehilangannya.
Imam Jakfar Shadiq as berkata, “Kesehatan adalah sebuah anugerah yang tersembunyi. Ia dilupakan ketika ada dan diingat ketika ia telah pergi.” Rasulullah Saw juga bersabda, “Ada dua kenikmatan yang selalu diingkari yaitu, kesehatan dan keamanan.” (Bihar al-Anwar, juz 78, hal 12) Jelas bahwa jika seseorang tidak sehat, ia tidak mampu melakukan sesuatu yang berguna. Bahkan untuk melakukan rutinitas kehidupannya, ia membutuhkan bantuan orang lain. Oleh karena itu, Islam selain memperhatikan masalah kesehatan ruhani, juga mengingatkan manusia untuk tidak mengabaikan kesehatan jasmani dan kebugaran tubuh.
Penekanan Islam pada masalah kesehatan jasmani tentu saja tidak berarti fitnes dan pembentukan otot-otot tertentu. Sebagaimana yang kita tahu, semua anugerah Tuhan yang dilimpahkan kepada manusia ditujukan untuk mencapai kesejahteraan duniawi dan kebahagiaan ukhrawi. Begitu juga dengan nikmat sehat, seperti yang dikatakan oleh Imam Ali as dalam sebuah riwayat, “Zakat ilmu adalah mengajarkannya, zakat kecantikan adalah menjaga kesucian, zakat badan adalah berjihad dan berpuasa, dan zakat kesehatan adalah berusaha untuk menaati perintah dan menghambakan diri kepada Allah Swt.” (Mustadrak al-Wasail, juz 7, hal 7616)
Individu yang tidak memiliki gangguan fisik biasanya disebut orang sehat, padahal definisi kesehatan lebih luas dari itu. Menurut definisi Badan Kesehatan Dunia (WHO), kesehatan adalah pemenuhan kesejahteraan fisik, mental, dan sosial secara sempurna, dan bukan hanya ketiadaan penyakit atau cacat. Jadi, orang yang tidak memiliki gangguan fisik belum bisa disebut sehat, tapi orang sehat adalah orang yang juga sehat secara mental dan berada dalam kondisi sejahtera dari segi sosial. Sejumlah penelitian menunjukkan bahwa kebanyakan kasus kelemahan fisik mungkin saja bersumber dari gangguan pikiran dan emosional. Sebagai contoh, tekanan pikiran dapat menjadi faktor penting pemicu sakit lambung.
Kebanyakan kasus gangguan emosional manusia dipicu oleh interaksi dengan lingkungan sekitar dan kerusakan budaya masyarakat. Oleh karena itu, kesehatan jasmani memiliki hubungan besar dengan kesehatan pikiran serta kondisi sosial dan budaya.
Kesehatan secara istilah juga berhubungan dengan serangkaian aktivitas dan tindakan untuk memperbaiki dan meningkatkan kebugaran fisik dan kemampuan individu atau masyarakat, di mana mencakup semua disiplin ilmu dan metode yang membantu menjaga kesehatan individu dan masyarakat. Sekarang kita akan melihat tentang pondasi sistem kesehatan dalam Islam. Mengingat kesehatan adalah sebuah kebutuhan fitrah dan penjamin keberlangsungan generasi manusia, maka Islam telah menciptakan jalan untuk mencapai tujuan tersebut dengan cara mengharamkan sesuatu yang buruk dan kotor serta menghalalkan sesuatu yang baik dan bersih dan menetapkan kaidah untuk menjaga keseimbangan hidup.
Kaidah kesehatan Islam disusun dan dijabarkan dengan penuh ketelitian sehingga sesuai dengan alam dan fitrah manusia. Mungkin alasan memasukkan tema kesehatan dan kebersihan dalam inti agama dikarenakan Tuhan mencintai kebersihan dan membenci perkara-perkara kotor baik itu fisik, mental, dan jiwa. Tuhan telah menanamkan hal itu semua dalam fitrah manusia. Anjuran-anjuran yang terdapat dalam ajaran agama juga menjadi bukti atas perkara fitrah tersebut. Allah Swt dalam surat ar-Rum ayat 30 berfirman, “Maka hadapkanlah wajahmu dengan lurus kepada agama Allah; (tetaplah atas) fitrah Allah yang telah menciptakan manusia menurut fitrah itu. Tidak ada peubahan pada fitrah Allah…”
Hukum-hukum Islam dibandung atas pondasi fitrah dan maslahat umat manusia – baik itu dalam perkara halal dan haram maupun perintah dan larangan – sudah diperhatikan dengan seksama. Imam Jakfar Shadiq as berkata, “Tuhan yang telah menciptakan makhluk, mengetahui hal-hal yang membuat badan mereka tetap fit dan sehat. Oleh sebab itu, Dia menetapkan perkara tersebut menjadi halal dan mubah serta melarang dan mengharamkan hal-hal yang membahayakan mereka.” Tinjauan sekilas tentang ajaran Islam menunjukkan bahwa bagian utama dari sistem pendidikan Islam dijabarkan dalam kerangka hukum syariat dan dianggap sebagai sebuah kewajiban bagi setiap individu Muslim dan mereka juga wajib untuk menunaikannya.
Mengingat masalah kesehatan sangat penting, maka Allah Swt memasukkan beberapa hal yang berkaitan dengan kesehatan ke dalam program ibadah kaum Muslim. Sebenarnya hal ini untuk menjamin pelaksanaannya. Jika masalah menjaga prinsip-prinsip kesehatan menjadi bagian dari kewajiban agama, maka kaum Muslim tidak akan melanggar prinsip-prinsip tersebut secara terang-terangan.
Selain itu, individu Muslim akan menyambut setiap perbuatan yang mendatangkan ridha Tuhan, seperti membersihkan lingkungan tempat tinggal dan membantu menjaga kesehatan masyarakat. Keimananan setiap individu juga akan menghalangi mereka untuk membuang sampah sembarangan, mengotori sumber air minum, dan membuat kerusakan.
Islam sangat menekankan masalah kesehatan dan kebersihan dan menganggap perkara itu sebagai bagian dari iman dan bahkan konsekuensi dari keimanan itu sendiri. Pada dasarnya, salah satu ciri khas Islam adalah mendorong umatnya untuk menjaga kebersihan di semua aspek kehidupan, sebab menjauhi noda dari tubuh dan ruh merupakan tuntutan fitrah manusia. Dengan menempatkan tema kesehatan dalam program ibadah pemeluknya, Islam ingin menumbuhkan motivasi untuk menjaga kebersihan dan kesucian pribadi Muslim. Rasul Saw bersabda, “Jagalah kebersihan semampu kalian, karena Tuhan telah membangun Islam di atas landasan kebersihan dan seseorang tidak akan pernah memasuki surga kecuali ia sudah bersih.” (Kanzul Ummal, hal 26002)
Oleh karena itu kesehatan dan kebersihan memiliki tempat istimewa dalam Islam, di mana individu Muslim menganggap kesehatan sebagai perkara agama dan mereka menjaganya dalam setiap kesempatan. Sistem kesehatan Islam merupakan sebuah program komprehensif yang dimulai dari kesehatan individu dari segi jasmani dan ruhani dan kemudian mengatur tentang hubungan individu dengan orang lain, yang terangkum dalam bentuk kesehatan keluarga, sosial, lingkungan tempat tinggal, makanan, dan mata pencarian.
Islam dengan bersandar pada ruh telah memberikan penyuluhan kesehatan yang sangat bernilai kepada pemeluknya. Sebagai contoh, al-Quran dalam berbagai ayatnya menyeru manusia untuk mengkonsumsi makanan yang bersih dan halal. Mereka juga dianjurkan untuk teliti dalam memilih makanan. Semua anjuran itu mengajak manusia untuk berhati-hati sehingga makanan yang ia konsumsi benar-benar sesuai dengan kebutuhan tubuhnya. Mereka juga diminta untuk memperhatikan aspek kehalalan dan keharaman makanan, karena makanan berperan besar bagi kesehatan jasmani dan ruhani manusia.
Islam telah menjelaskan pola makan sehat. Imam Ali as dalam sebuah nasehat kepada putranya, Hasan as berkata, “Apakah engkau ingin aku ajarkan empat perkara sehingga engkau tidak perlu bersusah payah untuk berobat? “Iya, wahai ayahku,” jawab Hasan as. Imam Ali as kemudian berkata, “Janganlah engkau duduk di meja makan kecuali engkau lapar dan janganlah meninggalkannya kecuali ketika engkau masih bernafsu, kunyahlah makanan dengan baik dan pergilah ke kamar kecil sebelum beranjak tidur. Jika engkau benar-benar sudah menjalankannya, engkau tidak perlu lagi untuk berobat.” Imam Ali Ridha as berkata, “Jika masyarakat menyantap sedikit makanan, tubuh mereka akan menemukan keseimbangan dan stabil.”
Dalam hadis lain, Rasulullah Saw bersabda, “Perut adalah sumber segala penyakit dan menghindari banyak makan adalah dasar
Islam dan Gaya Hidup (24)
Rasulullah Saw bersabda, “Barang siapa yang menyenangkan seorang mukmin, berarti ia telah menyenangkanku dan barang siapa yang menyenangkanku, berarti ia telah menyenangkan Tuhan.” (Ushul al-Kafi, juz 2, hal 188)
Sabda Nabi Saw dan perkataan-perkataan yang semisalnya menerangkan sebuah realitas bahwa salah satu kegiatan mulia menurut perspektif Islam adalah menyenangkan orang mukmin. Fakta ini sekaligus menolak pemikiran orang-orang yang menganggap beragama itu sama seperti menerima kesedihan dan menampilkan wajah yang muram dan kelam dari agama. Dari anjuran tersebut dapat dipahami bahwa masyarakat yang diidolakan oleh Islam adalah sebuah komunitas yang bergairah dan ceria.
Dalam pandangan Rasulullah Saw, menyenangkan orang mukmin merupakan kegiatan yang bernilai dan sudah jelas perkara-perkara apa saja yang membuat mereka senang. Oleh karena itu, tidak tepat jika kita menggunakan sarana dan cara-cara yang tidak sejalan dengan nilai-nilai Islam untuk menyenangkan kaum mukmin. Dalam sebuah riwayat dari Imam Husein as disebutkan bahwa, “Pekerjaan utama setelah shalat adalah menyenangkan hati orang mukmin dengan perkara yang tidak ada dosa di dalamnya.” (Manaqib, juz 4, hal 75) Beberapa riwayat sudah menyebut bentuk-bentuk kegiatan tersebut. Imam Jakfar Shadiq as berkata, “Di antara perbuatan yang paling dicintai di sisi Allah adalah menyenangkan saudara mukmin dengan cara mengeyangkan ia dari lapar, menyelesaikan masalah yang melilitnya atau membayar utang-utangnya.” (Ushul al-Kafi, juz 2, hal 192)
Jelas bahwa menyenangkan kaum mukmin dengan segala cara tidak terhitung sebagai sebuah ibadah yang besar. Misalnya saja, jika seorang individu membuat orang lain senang lewat jalan dosa, jelas ia belum melakukan perbuatan yang terpuji dan bahkan sudah terjebak dalam sebuah dosa besar. Berkenaan dengan kedudukan kesenangan dalam gaya hidup Islami harus dikatakan bahwa kesedihan dan kesenangan bagaikan dua sisi mata uang. Manusia dalam hidupnya selalu mencari kesenangan dan hidup senang senantiasa menjadi impian mereka. Kesenangan adalah sesuatu yang memotivasi kita berusaha untuk meraihnya, namun tidak semua orang bisa mencicipinya.
Kesenangan bisa dianggap sama dengan perasaan bahagia dan kepuasan atas perjalanan hidup ini secara umum. Dengan kata lain, manusia yang senang adalah mereka yang merasa puas dengan hidupnya meski dalam situasi tertentu, mereka juga menghadapi cobaan hidup. Tingkat kepuasan dan kebahagiaan manusia dalam hidupnya sejalan dengan kadar kesenangan dan kelezatan mereka dalam menjalani proses hidup. Oleh sebab itu, kesenangan adalah kepuasan yang terus-menerus dalam hidup dan manusia menikmati setiap detik dalam kehidupannya.
Kita menemukan orang-orang yang meraih sukses, kekayaan, dan banyak kemewahan, tapi mereka selalu tidak puas dengan hidup ini. Sebaliknya, ada manusia yang hanya memiliki sedikit harta dan kedudukan yang tidak bergengsi, namun mereka hidup senang. Jadi, kesenangan manusia tidak sepenuhnya bergantung pada kepemilikan meteri atau ketiadaannya, tapi hanya bergantung pada kepuasan atau ketidakpuasan mereka terhadap proses hidup.
Islam fokus untuk mewujudkan sebuah masyarakat yang ceria dan senang. Ajaran, hukum, dan aturan individual dan sosial dalam Islam, semua berpijak pada landasan tersebut. Hukum dan ajaran Islam mencakup sekumpulan perilaku dan perbuatan yang mendatangkan kesenangan dan kebahagiaan. Sebagai contoh, hari-hari besar dalam Islam – seperti, Idul Fitri, Idul Adha, dan Idul Ghadir – menyampaikan perilaku dan pemikiran yang menyenangkan. Mendirikan shalat dan membaca doa bahkan bisa mendatangkan kesenangan jiwa yang abadi bagi manusia.
Perintah Islam untuk mengabdi kepada masyarakat – terlepas dari filosofi penghambaan dan ketaatan kepada Allah Swt – akan memperluas persahabatan, kasih sayang, dan persaudaraan di antara manusia. Ketika mereka saling membantu antar sesama, maka nuansa kecintaan, kepuasan, dan kesenangan akan menyelimuti masyarakat dan para anggotanya akan menikmati detik-detik kehidupan ini. Dalam gaya hidup Islami, ada sebuah kaidah umum yang berbicara tentang kesenangan yaitu, segala bentuk kesenangan yang bisa mendekatkan seseorang kepada Allah Swt dan meraih ridhanya, ia dianggap bernilai dan terpuji, dan segala jenis kesenangan yang akan menjauhkan seseorang dari Tuhan atau bahkan mendatangkan murkanya, ia dianggap tidak bernilai dan patut ditolak.
Mayoritas manusia merasa senang jika sudah kaya dan bergelimang harta dan kemudian mereka menjadikan harta itu untuk ajang pamer. Dalam logika al-Quran dan Islam, harta dan jabatan serta semua kenikmatan dunia jangan sampai menghadirkan kesenangan semu bagi manusia. Kesenangan seperti itu selain tidak sejalan dengan gerakan kesempurnaan manusia, tapi juga akan mendatangkan kelalaian dan kesombongan serta menghalangi mereka dari mengerjakan tugas-tugasnya. Allah Swt tidak menyukai kesenangan yang mengundang kelalaian. Tentu saja, jika manusia menganggap harta dan jabatan sebagai sarana untuk mengabdi kepada sesama serta memajukan tujuan-tujuan kemanusiaan dan Islam, maka kesenangan yang diraih selain tidak ditentang, tapi bahkan tergolong bagian dari kesenangan yang terpuji dan positif.
Kesenangan merupakan hasil dari pengetahuan untuk meraih tujuan. Seseorang akan merasa senang jika ia telah meraih kesempurnaan yang diimpikannya. Kesempurnaan yang dikejar setiap orang juga bergantung pada bentuk pandangan dunia mereka terhadap alam semesta dan insan. Individu yang menganggap dirinya sebagai makhluk Tuhan dan tujuan penciptaannya juga untuk mengenal Sang Khalik, maka tentu saja ia akan merasakan kesenangan maksimal jika sudah sampai pada tujuan tersebut. Jika tujuan itu belum tercapai, ia akan senantiasa bersedih dan ia juga sangat terpukul jika berbuat sesuatu yang bertentangan dengan tujuan itu.
Manusia ketika sudah melaksanakan tugas dan tanggung jawabnya, mereka akan merasa senang dan lega. Akan tetapi, jika tidak bisa menunaikan kewajibannya – baik itu karena malas atau tidak mampu melakukannya – mereka akan merasa sedih dan malu. Dalam pemikiran Islam disebutkan bahwa seorang mukmin akan merasa senang ketika ia sudah menunaikan kewajiban agamanya. Kenikmatan yang ditawarkan oleh Islam bersumber dari kesenangan-kesenangan orisinil. Oleh sebab itu, Islam melarang kelezatan yang membawa pada kelalaian dan meruntuhkan martabat manusia.
Islam tidak menafikan kesenangan material, tapi agama ini memprioritaskan kesenangan yang bersifat abadi di antara bentuk-bentuk kesenangan lain. Kesenangan yang diperoleh melalui kegiatan wisata alam, bepergian, saling berkunjung, dan memuliakan saudara seagama, merupakan bentuk kesenangan yang terpuji. Kegiatan tersebut dapat menghapus kedengkian dan permusuhan serta menciptakan kelapangan dan mengurangi depresi. Sebaliknya, kesenangan yang berasal dari hawa nafsu dan perkara yang sia-sia, dianggap tercela karena membawa dampak buruk dan hanya bersifat sementara dengan hasil negatif.
Agama Islam melarang umatnya untuk meninggalkan kelezatan-kelezatan hidup. Ia menganggap usaha untuk meraih kelezatan dan kesenangan sebagai langkah terpuji. Ajaran Islam menaruh perhatian untuk mewujudkan sarana-sarana kesenangan hidup dengan berbagai cara. Sebagai contoh, Islam menganjurkan kita untuk memakai wewangian, menggunakan pakaian bersih, menghadiri pesta nikah dan syukuran kelahiran anak, menjalin tali silaturahim, dan berjabat tangan sesama saudara, semua itu merupakan sebuah urgensitas untuk membentuk masyarakat bahagia dan penuh energik. Penekanan ini menunjukkan bahwa Islam sangat memperhatikan masalah kesenangan dan keceriaan.
Kesenangan merupakan sebuah perasaan batin yang juga memiliki dampak-dampak eksternal. Selama kita belum mempersiapkan hati untuk bersikap baik dan ramah, maka kesenangan tidak akan terwujud dalam perilaku kita. Oleh karena itu, jangan biarkan pikiran negatif dan dogaan jahat menghancurkan benih-benih kesenangan hidup kita dan menguasai kita.
Islam dan Gaya Hidup (23)
Semua orang dalam hidup ini ingin mencari kesenangan dan kebahagiaan. Kesenangan dan keceriaan dalam hidup termasuk di antara faktor-faktor yang menghadirkan kepuasan dan kebahagiaan bagi manusia.
Cara-cara untuk meraih kesenangan dalam hidup merupakan sebuah tema yang menarik dan diminati banyak orang. Salah satu cara untuk hidup senang adalah tertawa yang merupakan cerminan lahiriyah dari kepuasan. Penelitian menunjukkan bahwa tertawa tidak hanya menghadirkan keceriaan orang-orang, tapi juga menjamin kesehatan mereka.
Tertawa akan memperkuat sistem kekebalan tubuh serta membantu mengurangi hormon pemicu stres dan mencegah dampak-dampak destruktifnya terhadap sistem kekebalan tubuh. Wajah yang dihiasi senyum merekah dan tawa berpengaruh pada kesehatan mental masyarakat. Agama Islam menganjurkan umatnya untuk selalu ramah dan tersenyum dalam berinteraksi dengan masyarakat meskipun kita sedang berduka. Kehangatan senyuman dan tawa akan menghilangkan rasa dengki dan memperbaiki hubungan kemanusiaan. Tertawa akan memberi energi positif kepada tubuh dan jiwa kita.
Tertawa juga harus dilakukan pada waktunya jika ingin menikmati dampak-dampak positifnya dan tidak menyinggung perasaan orang lain. Islam selain menganjurkan untuk tertawa, juga melarang orang mukmin untuk tertawa terbahak-bahak dan Islam sama sekali tidak mengizinkan umatnya untuk saling mengejek demi meraih kesenangan dan mengundang tawa. Wajah yang ramah, akhlak mulia, dan tutur kata yang santun termasuk sifat-sifat yang diterima oleh semua orang dan kita juga mengharapkan orang lain berinteraksi seperti itu dengan kita. Bagi manusia, sifat tersebut ibarat cahaya matahari yang menyegarkan tumbuhan, mereka akan merasa senang dan bahagia.
Allah Swt dalam al-Quran memuji Rasulnya karena sangat penyayang dan berakhlak mulia. Imam Ali as menganggap sikap tempramen dan kasar sebagai bagian dari penyakit jiwa dan menyeru para pengikutnya untuk bersikap santun dan berbicara sopan dalam pergaulan mereka. Ia sendiri merupakan orang yang senang bertutur indah dan bercanda dengan para sahabatnya. Bagi Imam Ali as, itu merupakan cara terbaik untuk merangkul orang-orang. Imam Jakfar Shadiq as juga menganggap senyum seorang muslim kepada saudaranya sebagai kebaikan dan berkata, “Bersikaplah tawadhu, bertuturlah dengan sopan, dan berinteraksilah dengan ramah dengan saudara-saudaramu.” (Ushul al-Kafi, juz 2, hal 188)
Memperindah tampilan dan memakai wewangian serta pakaian bersih dan rapi memiliki pengaruh untuk kelembutan jiwa dan mengundang kesegaran dan ketenangan. Oleh sebab itu ajaran Islam menekankan masalah tersebut. Rasulullah Saw sendiri merupakan teladan dalam memperindah tampilan, menggunakan wewangian, dan memperhatikan kebersihan pakaian. Beliau bersabda, “Pakailah pakaian yang bersih, bersiwak (menyikat gigi), dan berhias.” (Wasail al-Syiah, juz 1, hal 43) Jelas bahwa berhias dan memakai wewangian dan pakaian yang sesuai akan mempengaruhi interaksi manusia dan menghadirkan kesegaran jiwa dan keceriaan.
Cara lain untuk menciptakan kesenangan hidup adalah membangun silaturahim dan tali persaudaraan. Menurut sejumlah riwayat, silaturahim akan memperpanjang usia seseorang. Mungkin salah satu alasannya adalah karena kegiatan tersebut bisa mengurangi beban psikologi manusia setelah terlibat obrolan dengan sesama dan berpengaruh pada kesehatan fisik dan mental. Bentuk silaturahim yang paling utama juga harus dimulai di tengah anggota keluarga kita sendiri. Ketika sepasang suami-istri duduk bersama dengan damai dan bercengkrama santai dalam menata kehidupan rumah tangga, jelas kegiatan ini akan membawa kesenangan dan kehangatan di keluarga mereka.
Mereka melewati semua kesulitan bersama-sama dan Allah Swt juga akan menciptakan kelapangan dalam hidup mereka, di mana kesedihan dan kegelisahan menjadi sirna dan berganti dengan kesenangan dan keceriaan. Tidak diragukan lagi bahwa dalam silaturahim, diskusi dan duduk bersama berpengaruh terhadap keceriaan dan kesenangan jiwa. Berkumpul bersama orang-orang baik dan alim akan membuat manusia larut dalam kesenangan batin dan menghilangkan pikiran-pikiran kotor dari benak mereka.
Rekreasi dan berwisata merupakan salah satu cara lain untuk mewujudkan kesenangan bagi manusia. Kehadiran rutin di sebuah ruang terbatas dan aktivitas yang bersifat pengulangan jelas akan membuat tubuh lelah dan kehilangan semangat. Terkadang tekanan problema harian telah merampas semangat seseorang dan menjadikan kehidupan ini tampak pahit dan berat. Melakukan rekreasi dan menjauhkan diri dari rutinitas harian akan membangkitkan semangat baru dan menyegarkan jiwa manusia, meskipun kegiatan itu hanya berlangsung singkat. Rasul Saw bersabda, “Lakukanlah perjalanan agar kalian sehat.” (Bihar al-Anwar, juz 25, hal 156)
Imam Ali as juga berbicara tentang pengaruh bepergian dalam menciptakan kesenangan dan kesegaran jiwa. Beliau berkata, “Untuk memperoleh kesempurnaan dan keluhuran, maka kalian harus meninggalkan tanah air kalian dan menempuh perjalanan, di mana dalam perjalanan ada lima keuntungan yang didapat yaitu; kesenangan dan kesegaran jiwa, memperoleh pendapatan hidup, menambah ilmu pengetahuan dan pengalaman, mempelajari tata cara hidup, dan berkenalan dengan orang-orang besar dan pemilik keutamaan.”
Kesehatan juga merupakan sebuah anugerah Tuhan yang sangat bernilai, di mana memainkan peran besar dalam kesenangan dan keceriaan manusia. Kesehatan adalah sebuah nikmat yang tidak tampak dan manusia baru menyadarinya ketika ia jatuh sakit. Nikmat sehat sangat besar perannya dalam kehidupan, di mana ia ikut andil dalam mengaktualisasikan potensi-potensi material dan spiritual manusia serta memberi kesempatan kepada mereka untuk memanfaatkan nikmat-nikmat Tuhan yang lain. Oleh karena itu, Rasul Saw bersabda, “Kenikmatan dalam hidup tidak bisa dirasakan kecuali dengan kesehatan.” (Bihar al-Anwar, juz 25, hal 456)
Salah satu anjuran penting untuk menjaga kesehatan adalah melakukan olahraga, yang membawa manfaat besar bagi kebugaran jasmani dan rohani manusia. Mengingat jiwa dan raga memiliki hubungan timbal balik dan langsung, maka setiap kali kebugaran fisik tercipta, depresi dan kelesuan jiwa juga akan teratasi. Oleh karena itu, sebuah pepatah mengatakan bahwa “Di dalam tubuh yang sehat terdapat jiwa yang sehat.” Rasul Saw bersabda, “Pergilah bermain dan berolahraga serta bertamasya, sesungguhnya aku tidak senang jika terlihat dalam agama kalian sebuah kelelahan dan kelesuan.” (Bihar al-Anwar, juz 3, hal 360)
Bercanda dan menciptakan momen-momen ceria untuk orang lain juga termasuk salah satu cara untuk menghadirkan kesenangan hidup. Hal itu tentu saja tidak sampai melecehkan kepribadian orang lain dan tidak merendahkan mereka. Rasul Saw menilai salah satu kriteria orang mukmin adalah memiliki selera humor. Oleh sebab itu, bersenda gurau dan selera humor memiliki tempat istimewa dalam gaya hidup orang mukmin. Rasulullah Saw bersabda, “Orang mukmin itu suka bersenda gurau dan orang munafik bermuka masam dan mudah marah.” Rasul Saw kadang bercanda dengan kaum muslim untuk menghapus kesedihan di wajah mereka dan membuat mereka kembali tertawa. Berkenaan dengan hal ini, Imam Ali as berkata, “Sirah Rasulullah adalah bahwa ketika beliau melihat salah seorang sahabatnya bersedih, beliau menghiburnya dengan canda dan bersabda, ‘Tuhan membenci manusia yang bermuka masam saat berinteraksi dengan saudaranya.’”
Imam Jakfar Shadiq as berkata, “Bukan seorang mukmin kecuali memiliki rasa humor.” Lalu beliau ditanya, “Apakah humor itu?” Imam menjawab, “Bersenda gurau.” Dikisahkan bahwa seorang sahabat Imam Shadiq as yang bemama Yunus Syaibani berkata, “Suatu hari, Abu Abdillah (Imam Shadiq as) bertanya kepadaku, “Bagaimana gurau sesama kalian?” “Sedikit,” jawabku. Imam berkata, “Kalian janganlah berbuat begitu, karena sesungguhnya bersenda gurau itu termasuk akhlak yang baik dan sesungguhnya dengan perilaku tersebut kalian telah menyenangkan hati saudaramu. Rasul bergurau dengan orang lain karena beliau ingin membuatnya bahagia.” (Ushul al-Kafi, juz 2, hal 663)
Tentu saja, bercanda, tertawa dan membuat orang lain tertawa dengan humor diperbolehkan selama tidak berlebihan dan tidak keluar dari batas kesopanan dalam ucapan dan batas ketakwaan. Selain itu, ia tidak sampai membuat orang tersinggung atau terhina karenanya. Dalam batasan tersebut, lahirlah suasana yang lebih akrab dan menyenangkan di antara mereka yang saudara seiman serta muncullah gairah hidup di tengah masyarakat yang Islami. Rasul Saw bersabda, “Sesungguhnya aku tidak bercanda dan aku tidak bicara melainkan bicara benar.”
Islam dan Gaya Hidup (22)
Rahasia kesenangan dan kenceriaan dalam hidup terletak pada keterbebasan dari dampak-dampak buruk berupa kesedihan dan kegelisahan.
Orang-orang yang mampu menyingkirkan kesedihan dan kegalauan dari dirinya serta tidak membiarkan kekhawatiran dan pesimisme menyiksa batin mereka, tentu saja mereka akan menemukan ketenangan batin meski tetap terjebak dalam badai masalah. Salah satu cara untuk menikmati ketenangan batin yang berkesinambungan adalah menjauhkan pikiran kita dari perkara-perkara yang bisa mengancam kesehatan mental.
Kita semua pernah merasakan dan mengetahui bahwa pikiran-pikiran negatif akan merusak mental. Semakin kita membiarkan pikiran-pikiran negatif menguasai diri kita, maka kita telah merelakan diri kita tersiksa dan tersakiti. Para psikolog percaya bahwa manusia akan terseret ke dalam perkara-perkara yang mereka pikirkan meski kita tidak menginginkan pikiran seperti itu. Otak kita senantiasa terdorong untuk berpikir dan kita tidak bisa lari dari itu, ia sama seperti magnet. Memikirkan sesuatu yang indah dan menyenangkan akan memotivasi manusia untuk meraihnya. Perlu diketahui bahwa pikiran-pikiran baik yang kita tanam dalam diri akan mendorong munculnya emosi positif.
Salah satu alasan agama memerintahkan kita untuk selalu mengingat Tuhan dan berzikir adalah untuk melindungi pikiran dan benak kita dari serangan pikiran-pikiran negatif. Mengingat Tuhan dan berzikir akan mencegah serangan pikiran dan godaan yang bisa memicu kegelisahan. Keterbebasan otak kita dari pikiran-pikiran kotor berperan penting dalam mewujudkan kesenangan dan kelapangan jiwa. Oleh karena itu setiap kali kegelisahan meracuni pikiran kita, maka berlindunglah kepada Tuhan dengan zikir dan berusaha menghadirkan emosi positif dalam diri kita.
Mengingat momen-momen pahit kadang akan merampas ketenangan kita. Jika kita tidak melupakan kenangan pahit di masa lalu dan selalu mengungkit duka lama, maka tentu kegiatan tersebut selain tidak mengubah sesuatu, tapi juga akan merusak masa depan kita dan hari-hari indah yang kita miliki. Para psikolog menyarankan kita agar tidak mengungkit-ungkit kesedihan di masa lalu dan cukup bagi kita mengambil pelajaran untuk menyongsong kehidupan yang lebih baik.
Kehidupan yang indah dan manis akan terwujud ketika kita menerima bahwa masa lalu adalah masa lalu dan masa depan juga belum datang. Jadi, pahamilah hari ini dan hiasi ia dengan kesenangan dan kegembiraan. Jauhilah semua bayangan buruk tentang masa depan dan tidak menyiksa diri kita dengan godaan-godaan syaitan.
Kunci kesenangan dan kepuasan adalah memusatkan pikiran kita pada masa sekarang. Kita perlu memahami sebuah realitas bahwa masa sekarang merupakan aset yang kita miliki dan tingkat ketenangan pikiran kita akan ditentukan berdasarkan kemampuan kita untuk hidup di masa sekarang. Seorang pujangga besar Perancis, Victor Hugo mengatakan, “Seluruh usia kita adalah sebuah upaya terus-menerus untuk meraih kesuksesan dan kebahagiaan, padahal kesenangan itu adalah detik-detik saat ini, di mana kita terus memikirkannya.”
Perkara memperhatikan masa sekarang dapat disaksikan pada diri anak-anak. Mereka menikmati seluruh waktu yang dimilikinya di masa sekarang dan asyik melakukan kegiatan-kegiatan saat ini. Mereka tidak merisaukan masa lalu atau mengkhawatirkan masa depan. Oleh sebab itu, anak-anak selalu gembira dan ceria. Hidup untuk masa sekarang memiliki arti bahwa kita benar-benar memahami detik-detik kehidupan. Kita menatap masa-masa indah kehidupan dan dengan memahami momen-momen yang menyenangkan, kita menjauhkan diri dari kesedihan, kekhawatiran, dan kegelisahan-kegelisahan di masa lalu dan masa depan.
Perspektif baru ini bertujuan memberikan sebuah pencerahan khusus yang mengajak kita untuk dengan mudah melupakan momen-momen buruk di masa lalu dan menjauhkan diri dari kegelisahan. Kita harus memandang usia kita sebagai aset berharga, di mana kita hanya punya kesempatan satu kali untuk memanfaatkannya dan setelah kehidupan ini berakhir, kita sama sekali kehilangan kemampuan untuk menikmatinya untuk kedua kalinya. Menghargai masa sekarang tentu saja bukan berarti kita tidak memiliki perencanaan dan program untuk masa depan. Akan tetapi, pandangan ini mengajak kita untuk tidak membiarkan kegelisahan di masa lalu dan kekhawatiran akan masa depan merampas semua kesenangan dan ketenangan batin kita.
Kehidupan adalah membangun sebuah proses. Apa yang kita lakukan hari ini berpengaruh pada apa yang akan kita miliki di masa depan dan hasil yang kita nikmati di hari esok merupakan usaha yang kita lakukan hari ini. Mayoritas masyarakat lalai bahwa kegiatan-kegiatan sekarang harus dilakukan jauh dari angan-angan dan mimpi-mimpin indah. Kita mungkin dapat melewati hari-hari kita dengan sikap cuek dan melalaikan tanggung jawab, tapi cepat atau lambat kita harus menyiapkan jawaban atas masa lalu kita. Oleh sebab itu, masa sekarang sangat penting dan kita harus memahaminya.
Salah satu cara lain untuk menghadirkan kesenangan bagi jiwa dan pikiran kita adalah memiliki tujuan dalam hidup ini. Tujuan adalah sesuatu yang selalu membuat kita untuk tetap bergerak dan berusaha serta mewujudkan kehidupan yang menyenangkan dan dinamis. Manusia yang memiliki tujuan akan selalu menatap kehidupan ini dengan penuh optimisme dan keyakinan terhadap masa depan. Mereka tidak pernah melupakan tujuannya meski berada dalam kondisi sesulit apapun dan menjalani hari-harinya dengan jiwa yang gembira dan penuh harapan. Ini merupakan bentuk kesenangan batin yang ditekankan oleh ajaran Islam. Sebuah anugerah yang tidak dimiliki oleh orang-orang yang tidak punya motivasi dan tujuan.
Cara lain untuk memperoleh kesenangan adalah selalu memuji diri kita sendiri dan menggunakan kata-kata yang indah dalam berkomunikasi. Tentu saja ini tidak berarti sombong dan lupa diri. Dunia adalah cerminan dari diri kita, saat kita mencintai diri kita, maka kita juga akan mencintai semua dunia sekitar, dan saat kita membenci diri kita, maka sudah tidak ada lagi yang akan kita cintai. Dengan memperhatikan kesuksesan-kesuksesan kita di masa lalu dan kemampuan kita sekarang, kita bisa menganggap kehidupan ini indah dan menarik. Gambaran yang indah tentang diri kita dan fenomena-fenomena di sekitar membuat dunia menjadi indah dan menyenangkan di mata kita.
Penggunaan kata-kata yang indah dan penuh harapan merupakan cerminan dari kesenangan jiwa dan mental, di mana tokoh-tokoh besar selalu memanfaatkan hal demikian. Hidup ceria merupakan sebuah keputusan. Sebuah keputusan yang bijak di mana menganggap semua kesulitan dan musibah sebagai sebuah pengalaman berharga. Setelah kita tenggelam dalam masalah dan kesulitan, kita akan memahami bahwa kepedihan itu tidak seburuk yang kita bayangkan. Dampak-dampak manis dari pengalaman pahit tersebut justru akan membuat kita mudah dalam meniti garis kehidupan.
Jadi, salah satu cara lain untuk meraih ketenangan hidup adalah bahwa kita perlu tahu pelajaran yang kita peroleh dari kegagalan jauh lebih besar ketimbang yang kita dapatkan dari kemenangan. Sebab, kegagalan mendorong kita untuk berpikir, merenung, menganalisa, dan menyusun strategi baru. Namun, saat kita meraih kemenangan, kita hanya memikirkan pesta dan perayaan, kita tidak mempelajari hal baru dan ini menjadi alasan lain untuk merayakan kesalahan-kesalahan. Suatu hari seseorang bertanya kepada Thomas Edison, “Apa yang Anda rasakan setelah Anda berkali-kali gagal dalam menciptakan bola lampu?” Edison menjawab, “Saya tidak pernah gagal, tapi saya dengan sukses mampu menemukan ribuan cara untuk tidak terciptanya bola lampu!” Jelas bahwa pandangan positif ini telah mengantarkan para ilmuan dan tokoh-tokoh dunia untuk mencapai puncak kesuksesan.
Metode lain untuk menggapai kesenangan batin yang abadi adalah bekerja dan berusaha. Perkara ini sangat ditekankan dalam Islam dan sirah para pemuka agama ini. Bekerja dan berusaha akan menjadi investasi abadi untuk diri kita, keluarga, dan masyarakat. Imam Ali as dalam sebuah kalimat pendek menggambarkan berkah bekerja dan berkata, “Rekreasi terbesar adalah bekerja.” Seorang filosof dan penulis kenamaan Perancis, Walter berkata, “Aku menyibukkan diri dengan pekerjaan setiap kali rasa sakit akan menyiksaku. Kerja merupakan penawar terbaik untuk rasa sakitku. Kerja akan menyelamatkan manusia dari tiga musibah besar yaitu, depresi, kerusakan, dan kebutuhan.”
Islam dan Gaya Hidup (21)
Salah satu anugerah terindah Tuhan kepada umat manusia adalah hadirnya nikmat kesenangan, cinta, dan kasih sayang yang berada di bawah arahan agama dan akal sehat. Kesenangan dan keceriaan dapat menjadi solusi untuk membebaskan diri dari tekanan dan stres akibat rutinitas pekerjaan.
Islam menilai rekreasi dan kesenangan sebagai bagian dari kebutuhan naluriah bagi manusia dan oleh karena itu, agama ini selain tidak mencela aktivitas untuk meraih kesenangan, tapi juga mendorong umatnya untuk mencicipinya. Namun, Islam tidak mentolerir segala bentuk kelezatan dan kesenangan, ia hanya membenarkan kesenangan-kesenangan yang membantu pengembangan karakter dan mencegah manusia dari kelalaian.
Menurut para pakar ilmu psikologi, ketika seseorang menghadapi sebuah momen positif seperti, mendapat perlakuan baik atau memperoleh kata-kata motifativ, ia akan merasa gembira dan senang. Para peneliti menemukan bahwa otak manusia lebih cepat dalam mengindentifikasi kesenangan daripada kesedihan dan frekuensi kreativitas mereka meningkat dalam kondisi senang. Dengan memperhatikan kekuatan terapi kesenangan dan dampaknya bagi kesehatan fisik dan kesegaran jiwa manusia, maka dapat disimpulkan bahwa kesenangan merupakan sebuah urgensitas individual dan sosial.
Semua fakta itu dipertegas oleh anjuran para psikolog dalam mewujudkan iklim yang menyenangkan bagi masyarakat dan juga pandangan Islam tentang masalah kesenangan dan keceriaan. Ajaran dan budaya Islam menaruh perhatian khusus terhadap masalah kesenangan dan kepuasan, khususnya kesenangan yang berkelanjutan dan jauh dari dosa. Kini, kita akan menyoroti prinsip-prinsip yang membantu menciptakan kesenangan abadi dalam diri manusia.
Sejumlah orang beranggapan bahwa harta dan kekayaan bisa menghadirkan kesenangan, namun hal-hal seperti itu tidak memberi kesenangan abadi kepada pemiliknya dan ia akan selalu terdorong untuk mencari jenis kesenangan baru. Di sini, ada prinsip-prinsip yang bisa menjadi solusi untuk menuju ke arah kesenangan yang abadi. Salah satunya adalah memiliki pandangan yang benar terhadap peristiwa-peristiwa dunia.
Manusia bisa memiliki dua bentuk interpretasi tentang dunia; pertama, dunia adalah tempat persinggahan dan manusia sejauh yang ia bisa harus menikmati kelezatan-kelezatan duniawi dan menghindari kondisi yang tidak nyaman. Dalam perspektif ini, musibah dan bencana menjadi peristiwa yang pahit dan menyakitkan bagi manusia. Para individu yang memandang dunia seperti ini, jika pun mereka berada dalam kondisi ideal, kehidupan tetap akan menjadi momen yang sulit bagi mereka, sebab dunia tidak selalu sejalan dengan keinginan-keinginan manusia. Oleh karena itu, kesedihan dan kegelisahan selalu menghantui hati dan pikiran mereka.
Bentuk interpretasi lain tentang dunia adalah bahwa manusia memandang peristiwa dan fenomena yang terjadi di alam ini sebagai tanda-tanda dari kemurahan dan rahmat Tuhan yang tidak terbatas. Kita merasakan rahmat tersebut di setiap sudut tatapan kita dan sarana yang tersedia di alam ini mulai dari kesulitan hingga kemudahan, semua itu untuk pertumbuhan dan kesempurnaan manusia. Oleh sebab itu, dunia adalah ladang ujian dan tempat untuk menghadapi segala kesulitan sehingga mutiara kesempurnaan yang ada dalam diri manusia bisa berkembang. Pandangan seperti ini membantu manusia melalui kesulitan dengan mudah dan menganggap hal itu sebagai ujian untuk pengembangan potensi-potensi internal manusia.
Dalam pandangan tersebut, manusia memahami bahwa badai musibah dan kesulitan di dunia akan berlalu, sama seperti kesenangan-kesenangannya yang tidak abadi. Untuk itu, mereka akan mencari kesenangan abadi serta menjadikan musibah dan ujian di dunia ini sebagai jembatan menuju ke gerbang kesenangan dan kenikmatan spiritual. Seperti kesenangan yang diperoleh ketika seseorang bisa meraih keridhaan Tuhan atau berhasil meninggalkan dosa.
Pandangan kedua ini membuat manusia dengan mudah melewati kesulitan-kesulitan di dunia dan semua ujian akan menjadi mudah baginya. Dengan kata lain, manusia memiliki pandangan positif yang rasional terhadap dunia. Imam Ali as berkata, “Masa itu ada dua; masa yang memihak kepadamu dan masa yang merugikanmu. Jika ia menguntungkanmu, janganlah engkau menjadi pengingkar nikmat, dan jika ia merugikanmu, janganlah engkau bersedih.”
Salah satu prinsip lain untuk meraih kesenangan abadi dalam hidup ini adalah beriman kepada Allah Swt. Mengimani kekuasaan Tuhan sebagai sumber segala kebaikan, akan menghapus kekhawatiran dan perasaan tertekan dari diri manusia. Dan ini adalah landasan bagi semua bentuk kesenangan. Keyakinan pada kasih sayang Tuhan akan memberikan cahaya harapan dan ketenangan dalam diri seorang Mukmin. Oleh karena itu, para psikolog menilai penawar yang paling efektif untuk menyembuhkan orang sakit adalah iman dan doa.
Seorang penulis Amerika Serikat, Dale Carnegie mengatakan, “Saat ini, disiplin ilmu terbaru yaitu psikologi juga mengajarkan sesuatu hal yang selama ini diajarkan oleh para nabi, karena para psikolog mulai memahami bahwa keimanan yang kuat, akan menghapus kekhawatiran, kegelisahan, dan stres. Melalui doa dan munajat, manusia merasa tidak asing di dunia ini dan punya teman untuk berbagi ketika mereka gelisah. Manusia yang menemukan teman sejati untuk berbagi secara alamiah terhindar dari depresi dan kekhawatiran."
Salah satu cara lain untuk hidup tenang dan bebas dari kegelisahan adalah merasa puas dan ridha terhadap qadha dan qadar Tuhan. Kepuasan itu membantu manusia dalam menghadapi kondisi tersulit dan membuat mereka mudah dalam menanggung beban musibah. Dalam kehidupan, kadang ada masalah yang tidak mungkin bisa diselesaikan oleh manusia. Peristiwa dan masalah itu biasanya membuat kita kecewa dan kita menganggapnya sebagai hambatan untuk mencapai tujuan dan keinginan kita. Kebanyakan kekecewaan dan kesedihan kita muncul pada saat-saat seperti ini, karena kita ingin mengatasi masalah yang sebenarnya berada di luar kemampuan kita, tapi kita tidak mampu melakukan itu.
Kerelaan terhadap keridhaan Tuhan dan keyakinan tentang qadha dan qadar, akan membuat manusia merasa tenang dan perasaan ini membantu mereka dalam menghadapi kondisi-kondisi tersulit sekalipun. Imam Jakfar Shadiq as berkata, “Kesenangan dan kegembiraan diperoleh dalam bingkai kerelaan terhadap keridhaan Tuhan dan keyakinan. Sementara kesedihan dan kegelisahan muncul karena keraguan dan kekecewaan terhadap ketetapan-ketetapan Tuhan.” (Kitab Bihar al-Anwar, juz 71, hal 195)
Maksud dari kerelaan terhadap keridhaan Tuhan adalah manusia tidak memprotes ketetapan-ketetapan Tuhan baik itu dengan lisan maupun dengan tindakan. Orang yang menganggap peristiwa yang terjadi di dunia ini mengikuti kehendak bijaksana Tuhan dan takdir-Nya, ia tidak akan takut terhadap dampak-dampak buruk musibah dan ia tidak menjadi pengingkar nikmat karena cobaan itu. Orang Mukmin selalu mengingat bahwa peristiwa di alam ini adalah bagian dari sistem penciptaan yang bijaksana dan terjadi atas dasar kemaslahatan dan kebijaksanaan Tuhan. Oleh sebab itu mereka menerimanya dengan lapang dada. Kejadian-kejadian yang terjadi karena kelalaian manusia atau kesalahan mereka, tentu saja tidak bisa dilimpahkan kepada Tuhan.
Menjauhi dosa dan beberapa kelezatan materi juga mendatangkan kesenangan bagi manusia. Kesenangan pada dasarnya adalah ketiadaan rasa sedih dan gelisah. Tentu saja, sebagian dari kegelisahan adalah keniscayaan hidup manusia, namun kebanyakan dari mereka disebabkan oleh kekhawatiran dan keputusasaan. Kekhawatiran ini menjadi sumber bagi banyak masalah lain termasuk gangguan mental. Dale Carnegie dalam sebuah kenangannya menulis, ”Beberapa tahun lalu, saya bersama Dokter. O. F. Gober – Direktur Rumah Sakit Santa Fe – pergi untuk liburan. Kami berdiskusi bersama tentang dampak kekhawatiran. Dia berkata, ’70 persen dari pasien yang datang ke dokter, jika mereka mampu membebaskan diri dari rasa takut dan kekhawatiran, mereka dapat mengobati diri mereka sendiri.’”
Jelas bahwa orang yang dirundung rasa takut dan kekhawatiran, ia tidak akan menikmati sarana kehidupan ini. Memiliki jiwa yang optimis juga membantu menghadirkan kesenangan yang berkelanjutan dalam diri manusia. Orang-orang yang memiliki rasa optimisme, mereka cenderung lebih sukses dan menghadapi semua masalah dengan penuh harapan. Manusia yang punya harapan tentang masa depan, mereka merasan nyaman dan tidak dihantui oleh rasa takut akan kegagalan.
Peluncur Satelit Zoljanah, Proyek Prestisius Antariksa Iran
Republik Islam Iran mengambil langkah berkesinambungan dan progresif di bidang rudal dan teknologi luar angkasa dalam empat dekade terakhir. Peluncuran satelit produksi dalam negeri selama beberapa tahun terakhir merupakan simbol kemajuan kedirgantaraan Iran.
Kini, termasuk jajaran 10 negara antariksa dunia, yang merupakan hasil perjuangan panjang dari lebih dari empat dekade dengan mengandalkan para ahlinya sendiri. Oleh karena itu, Iran memiliki posisi yang dapat diandalkan dalam industri ini di antara sedikit negara yang menguasai teknologi canggih tersebut.
Saat ini, pembangunan pangkalan peluncuran satelit berada di tangan enam negara, dan Iran menempati peringkat berikutnya dalam hal pengembangan pangkalan luar angkasa. Industri luar angkasa adalah salah satu industri canggih teknologi tinggi. Meskipun menghadapi berbagai tekanan dan pembatasan di beragam sektor, tapi Republik Islam Iran telah mencapai siklus penguasaan teknologi luar angkasa.
Merancang dan membangun satelit sebagai langkah penting yang telah dicapai Iran di bidang prestisius ini. Amerika Serikat dan Eropa menggunakan isu peluncuran satelit Iran untuk membenarkan tudingannya terhadap Tehran dalam masalah program rudal Iran dan mereka meneybutnya sebagai ancaman bagi keamanan internasional.
Brigadir Jenderal Amir Hatami, Menteri Pertahanan Iran dalam pesan yang disampaikan pada peringatan Hari Teknologi Luar Angkasa Iran yang jatuh pada 14 Bahman, mengatakan,"Jalan terjal yang sulit, disertai berbagai pembatasan terhadap kemajuan antariksa telah dilalui selangkah demi selangkah dengan ketabahan yang berbuah kemenangan manis dan kegagalan sebagai wahana belajar, menunjukkan bukti kemampuan dalam negeri di bidang sains dan teknologi maju di tengah monopoli para ahli kekuatan besar dunia,".
Di bidang antariksa, khususnya peluncuran dan penggunaan satelit, saat ini menjadi isu sangat penting dalam kehidupan masyarakat manusia. Menurut Dr. Morteza Barari, kepala Badan Antariksa Iran, saat ini, layanan dan aplikasi satelit begitu luas hingga bisa dikatakan bahwa kehidupan tanpa satelit tidak mungkin atau sangat sulit.
Saat ini, layanan satelit digunakan di berbagai bidang, termasuk komunikasi, siaran parabola, lingkungan, penanganan bencana alam, pertanian, hutan dan padang rumput, pertambangan, energi, sumber daya air, pembangunan perkotaan, meteorologi, layanan publik, dan banyak bidang lainnya.
Satelit juga dapat memberikan informasi dan data yang sangat berguna untuk pengelolaan negara kepada para pengambil keputusan, yang akan menjadi dasar bagi perkembangannya, sehingga layanan satelit dan ruang angkasa semakin meningkat dari hari ke hari.
Keberhasilan Iran meluncurkan satelit Zoljanah sebagai langkah besar lainnya di bidang antariksa pada Senin (1/2/2021) menjadi perhatian media internasional.
Para ahli Iran merancang dan membangun tujuh satelit satelit, dan sejak dua tahun lalu berhasil membuat peluncur satelit Zoljanah dengan teknologi mesin bahan bakar padat.
Dengan peluncuran yang sukses ini, langkah penelitian penting diambil di bidang peluncuran satelit. Pada saat yang sama, keberhasilan peluncuran Zoljanah menunjukkan bahwa aktivitas luar angkasa Iran telah mengalami lompatan penting di tengah gencarnya sanksi AS.
Salah satu pencapaian terpenting dari terobosan luar angkasa ini adalah pencapaian dalam mesin berbahan bakar padat paling kuat di negara ini dengan daya dorong lebih dari 75 ton dan menggunakan teknologi baru lainnya yang digunakan dalam peluncuran satelit ini.
Peluncur satelit tiga tahap Zoljanah secara teknis kompetitif dengan satelit modern di dunia, yang memiliki dua fase propulsi padat dan satu fase propulsi cair, dan mampu membawa satelit seberat 220 kg dalam orbit 500 km.
Peluncur satelit ini memiliki panjang 25,5 meter dan berat sekitar 52 ton. Diameter tahap pertama dan kedua adalah 1,5 meter dan diameter tahap ketiga adalah 1,25 meter. Peluncur satelit ini menggunakan mesin berbahan bakar padat paling kuat buatan Iran. Bahan bakar padat terutama digunakan pada tahap awal penerbangan satelit karena menghasilkan banyak energi dalam waktu singkat.
Ahmad Hosseini, Juru Bicara Bidang Antariksa Kementerian Pertahanan Iran mengatakan, ide utama peluncur satelit Zoljanah yang dibuat sekitar 2 hingga 3 tahun lalu berhasil menguasai teknologi peluncuran mesin berbahan bakar padat dan mengevaluasi kinerjanya.
Pada tahap pertama, satelit beroperasi di atas peluncur Zoljanah selama sekitar 70 detik dan mencapai ketinggian 15 km, di mana booster terlepas. Para peneliti menempatkan muatan penelitian di satelit dan menguji bagian dari subsistem pada tahap ini untuk mengukur jumlah getaran, suhu, dan sebagainya.
Menurut Hosseini, tujuannya bukan untuk mencapai orbit dan peluncurannya ditujukan untuk mencapai di bawah orbit. Misi yang ditetapkan untuk satelit Zoljanah adalah menempatkan satelit dengan berat maksimum 220 kg di ketinggian 500 km dan orbit melingkar yang memiliki kemampuan mendekati satelit Simorgh.
Ia menekankan bahwa satelit itu dapat digunakan untuk meluncurkan satelit seberat 220 kilogram. Padahal, dengan peluncur satelit Zol-janah, 10 satelit bisa ditempatkan di ketinggian 500 km.
Sebagai perbandingan, peluncursatelit Safir sebagai satelit Iran generasi pertama dengan diameter sekitar 1,25 meter dan berat total 26 ton, bisa membawa satelit seberat 50 kg dapat mengorbit di ketinggian 450 kilometer.
Iran juga berhasil meluncurkan sekitar 10 satelit ringan Noor ke luar angkasa pada Ordibehest 1399 Hs dengan menggunakan peluncur satelit Qassid. Kini, peluncur satelit Zoljanah siap untuk menempatkan satelit operasional di orbit setelah uji penelitian dan stabilisasi teknologi.
Salah satu keunggulan dari peluncur satelit Zoljanah adalah mesin bahan bakar padatnya, yang merupakan mesin bahan bakar padat paling kuat di Iran saat ini. Dengan daya traksinya sebesar 75 ton, yang dapat ditingkatkan menjadi 100 ton, merupakan terobosan pertama kalinya di Iran pada mesin berbahan bakar padat buatan dalam negeri.
Alasan penggunaan bahan bakar cair pada tahap akhir peluncur satelit Zoljanah karena waktu terbangnya yang lama yaitu 300 detik ke atas, maka diperlukan waktu pembakaran yang tinggi pada tahap atas. Selain itu, kemampuan kontrol dan akurasi penyuntikan satelit ke orbit ditingkatkan dengan menggunakan bahan bakar cair.
Poin penting lain dari peluncur satelit Zoljanah terletak pada lokasinya yang tidak terbatas pada titik tertentu saja, dan dapat diluncurkan dari bagian lain negara itu, terutama wilayah tenggara dan pantai Makran.
Pembangunan pangkalan peluncuran ruang angkasa di Chabahar memakan waktu panjang dan biaya mahal. Pada saat yang sama, memiliki peluncur seluler untuk operator satelit dapat memungkinkan Iran untuk meluncurkan luar angkasa dari wilayah seperti Chabahar dengan infrastruktur seminimal mungkin.
Chabahar adalah titik terdekat dari daratan Iran ke ekuator, dan karena lokasi orbit bumi yang berbeda, semakin dekat titik peluncuran ruang angkasa ke ekuator, semakin pendek jarak untuk mencapai orbit yang berbeda dan semakin mudah injeksi dalam waktu yang lebih singkat.
Fitur lain dari satelit ini adalah kemampuannya untuk membawa banyak satelit, yang sangat penting dalam sistematisasi satelit. Saat ini pembahasan tentang sistematisasi satelit dengan menggunakan satelit ringan sudah sangat umum terjadi. Sistematisasi di luar angkasa mengharuskan dapat diluncurkan dari berbagai sudut orbit. Realisasi pencapaian sistematisasi satelit Iran, dengan kedatangan peluncur satelit Zoljanah menunjukkan kekuatan antariksa Iran yang mengalami kemajuan signifikan.
Revolusi Islam Iran dan Pejuangan Palestina
Salah satu isu strategi utama kebijakan luar negeri Iran setelah kemenangan Revolusi Islam adalah dukungan terhadap perjuangan Palestina.
Sebelum Revolusi Islam Iran, proses pemusnahan isu Palestina di dunia Islam telah dimulai, namun terjadinya Revolusi Islam di Iran membuat masalah Palestina menjadi pusat perhatian dan fokus dunia Islam. Oleh karena itu, Revolusi Islam di Iran dapat dianggap sebagai titik balik dalam masalah Palestina. Dukungan terhadap Palestina telah diupayakan oleh Republik Islam Iran di berbagai bidang, bahkan menjadi bagian tidak terpisahkan dari negara ini.
Iran Tidak Mengakui Eksistensi Israel
Republik Islam Iran tidak pernah mengakui eksistensi Israel. Imam Khomeini, pendiri Revolusi Islam Iran, menyebut Israel sebagai "tumor kanker". Posisi tegas Republik Islam Iran ini sebagai tanggapan terhadap kejahatan yang dilakukan oleh rezim Israel kepada Palestina. Faktanya, Republik Islam Iran hingga kini menjadi salah satu pendukung terpenting Palestina.
Ehsan Ataya, seorang pejabat senior gerakan Jihad Islam Palestina mengatakan, "Sejak kemenangan Revolusi Islam di Iran, sebuah slogan telah diangkat di negara ini, dan itu adalah Palestina akan dibebaskan. Hal pertama yang dilakukan dalam hal ini adalah perubahan Kedutaan Besar Israel di Tehran menjadi Kedutaan Besar Palestina atas perintah Imam Khomeini. Dukungan Imam Khomeini dan Republik Islam Iran sudah jelas sejak awal. Dukungan ini tidak hanya dalam kata-kata tetapi juga dalam perbuatan."
Dukungan untuk Palestina Ketika Orang Arab Berkompromi dengan Israel
Revolusi Islam di Iran terjadi pada saat Mesir menandatangani perjanjian Camp David dengan rezim Zionid, dan negara-negara Arab lainnya hampir putus asa dalam menghadapi Israel dan mendukung Palestina karena kemenangan Israel dalam perang melawan Arab. Revolusi Islam Iran memberikan dukungan kuat terhadap Palestina.
Faktanya, Revolusi Islam Iran menempatkan masalah Palestina melampaui identitas etnis dunia Arab dan membawanya lebih tinggi di tingkat dunia Islam dan kemanusiaan. Wakil Gerakan Amal Lebanon di Tehran, Salah Fahash mengatakan, "Iran menghidupkan kembali masalah Palestina. Revolusi Iran menentang perlakuan kejam Zionis terhadap rakyat Palestina dan percaya bahwa Quds harus dikembalikan ke Palestina,"
Salah satu tindakan terpenting yang diambil setelah kemenangan Revolusi Islam Iran adalah inisiatif Imam Khomeini untuk menetapkan Jumat terakhir bulan suci Ramadhan sebagai "Hari Quds Internasional". Dengan langkah tersebut, Imam mengeluarkan masalah Palestina dari afiliasinya dengan nasionalisme Arab, dan mengatur dimensi budaya dan ideologi Islam atas perjuangan melawan Israel.
Konsekuensi lain yang sangat penting dari Revolusi Islam di Iran selama empat dekade terakhir megenai dukungannya terhadap kelompok perlawanan Palestina. Dukungan Iran terhadap kemampuan militer Gerakan Perlawanan Islam Palestina, terutama Hamas dan Jihad Islam menyebabkan kekalahan besar bagi rezim Zionis, sebagaimana menimpa perang 22, 11, 51, dan 2 hari.
Kekalahan ini menghancurkan skenario Zionis dan rencana untuk menguasai seluruh wilayah satu persatu, sehingga rezim Zionis kini berusaha mempertahankan keberadaannya dengan membangun tembok di sekelilingnya dari Jalur Gaza hingga perbatasan Lebanon dan Yordania.
"Dengan kemenangan Revolusi Islam dan dukungan Iran, perlawanan telah mengambil bentuk Islam, dan kami melihat bahwa perlawanan ini telah mencapai kemenangan yang signifikan, seperti pengusiran Zionis dari Jalur Gaza dan singkatnya perang selama dua hari. Kini, rezim Zionis di kawasan paling takut pada perlawanan, Hizbullah, Hamas dan Jihad Islam Palestina." kata Seyyed Jafar Razavi, pakar Palestina, Perang rezim Zionis melawan Palestina
Faktanya, berkat dukungan Republik Islam Iran kepada kelompok-kelompok perlawanan di kawasan, termasuk perlawanan Palestina, saat ini kelompok-kelompok ini memiliki peran yang tak terbantahkan dalam tatanan keamanan Asia Barat yang melemahkan posisi rezim Zionis.
Kesepakatan abad dan normalisasi hubungan dengan rezim Zionis termasuk dua plot Amerika yang telah dikejar dan dilaksanakan dalam beberapa tahun terakhir demi mendukung Israel. Dalam hal ini, UEA dan Bahrain menandatangani kesepakatan normalisasi hubungan, yang dikenal sebagai "Perjanjian Abraham", pada tanggal 15 September di Gedung Putih yang dihadiri langsung oleh Donald Trump.
Maroko dan Sudan juga menandatangani perjanjian normalisasi hubungan dengan rezim Zionis. Faktanya, normalisasi hubungan antara negara-negara Arab dan rezim Zionis telah terjadi dalam beberapa dekade terakhir, dan kejadian baru saja terjadi adalah publisitas dan formalisasi prosesnya.
Salah satu konsekuensi terpenting dari normalisasi tersebut adalah peminggiran perjuangan Palestina, sekaligus upaya menjustifikasi kejahatan Israel terhadap Palestina.
Republik Islam Iran adalah salah satu negara terpenting yang menentang normalisasi dengan rezim Zionis, dan perjanjian perdagangan, Kesepakatan Abad. Saudi dan beberapa negara Arab lainnya mengklaim Republik Islam Iran ikut campur dalam urusan Arab, tetapi sekarang negara-negara ini sendiri secara praktis telah meninggalkan Palestina dan mulai mendukung Israel.
Kesepakatan abad dan normalisasi hubungan menunjukkan bahwa masalah Palestina telah kehilangan tempatnya dari waktu ke waktu bagi negara-negara Arab. Tetapi dukungan terhadap Palestina memiliki kedudukan sentral dalam kebijakan luar negeri Republik Islam Iran.
Seyyed Jafar Razavi, seorang pakar masalah Palestina mengatakan, "Masalah Palestina telah menjadi manifesto Revolusi Islam sejak awal dan bukan sesuatu yang dilekatkan dalam Revolusi Islam. Pada tahun-tahun setelah kemenangan revolusi, Republik Islam Iran adalah satu-satunya negara yang selalu mendukung rakyat Palestina. Ada negara-negara yang secara periodik mendukung Palestina, tetapi dukungan mereka berubah-ubah atau terputus-putus. Namun, Republik Islam Iran adalah satu-satunya negara yang senantiasa mendukung Palestina. Fluktuasi dukungan terhadap Palestina diberikaan negara-negara kawasan seperti Arab Saudi, Qatar, atau Turki yang kadang-kadang mendukung orang-orang Palestina. Tetapi dukungan mereka berkurang atau turun, sedangkan Republik Islam Iran telah mendukung rakyat Palestina secara tegas sejak awal revolusi,".
Perempuan dalam Perspektif Rahbar
Kelahiran Sayidah Fatimah az-Zahra, putri tercinta Rasulullah Saw diperingati sebagai hari Perempuan dan Ibu di Republik Islam Iran dan seperti biasa di hari besar seperti ini Rahbar atau Pemimpin Besar Revolusi Islam Ayatullah al-Udzma Sayid Ali Khamenei bertemu dengan para penyair dan maddah Ahlul Bait as.
Di pertemuan ini seperti biasanya para penyair akan membacakan karyanya di hadapan Rahbar dan kemudian disusul dengan arahan serta pidato beliau terkait berbagai isu mulai dari politik, syair dan berbagai ritual keagamaan. Namun tahun ini karena kondisi istimewa dan pandemi Corona serta keharusan menjaga protokol kesehatan, acara ini digelar secara virtual dan sejumlah penyair Ahlul Bait as membacakan karyanya mengenai Sayidah Fatimah melalui video konferensi.
Sayidah Fatimah, putri kesayangan Nabi dan ketika ia datang Rasul berdiri menyambutnya dan di setiap kesempatan ketika Nabi bepergian atau perang, tempat terakhr yang didatangi belaiu adalah rumah Fatiman dan dari sanalah Nabi melakukan perjalannya. Sementara tempat pertama yang didatangi Nabi ketika selesai dari bepergian juga rumah Fatimah. Fatimah memiliki karakteristik unggul di dunia Islam, baik perannya sebagai ibu, istri dan juga tokoh yang beperan membela Islam. Posisinya setara dengan Imam Ali as. Ia ibu dari empat bintang bersinar di dunia Islam, dua di antaranya menjadi imam pemimpin umat dan penghulu pemuda surga serta dari keduanya keturunan suci Rasulullah Saw terus ada hingga hari ini.
Menurut Rahbar, Fatimah putri Rasul merupakan manifestasi nilai-nilai kemanusiaan dan Islam tertinggi terkait perempuan die mana setiap karakteristik tersebut memuat pelajaran berharga. Sebagian wacana Islami tersebut adalah wacana khusus seperti ibu, istri, pendidikan anak, hamba Tuhan dan seluruhnya menunjukkan puncak dan ketinggian dari putri Rasul ini.
Hari kelahiran Sayidah Fatiman di Iran ditetapkan sebagai hari Perempuan dan Ibu. Rahbar menilai pandangan dan sikap Republik Islam terkait perempuan secara global berbeda dengan pandangan buruk Barat yang berusaha menyebarkannya ke seluruh dunia. Rahbar berkata, "Pandangan Republik Islam terhadap perempuan adalah pandangan penghormatan; berbeda dengan pandangan Barat yang memandang perempuan sebagai komoditas dan alat. Di wilayah Barat, metode dan gaya hidup Barat, kehormatan perempuan dirusak. Kalian ketahui bahwa salah satu petinggi pemerintah dan militer perempuan AS, Senator Martha McSally, beberapa bulan lalu menyatakan bahwa dirinya mengalami pelecehan; yakni bahkan seorang perempuan yang mendapat posisi sosial, politik dan administrasi tinggi tidak lepas dari ancaman terhadap kaum hawa di wilayah Barat."
Dalam perspektif Islam, perempuan dan laki-laki dari sisi kemanusiaan adalah setara, mereka memiliki tugas bersama seperti amak makruf nahi munkar, mengabdi dan memberi pelayanan serta berjuang di jalan Allah. Namun begitu ada tugas khusus yang hanya dimiliki masing-masing gender mengingat fisik dan bentuk pencitpaannya.Seraya menjelaskan tugas khusus ini, Rahbar mengatakan, "Ini adalah pandangan Islam tentang perempuan dan kami bangga dengan pandangan ini. Kami memprotes keras logika, pemikiran dan gaya hidup Barat terkait perempuan; Kami yakin mereka menzalimi perempuan."
Hijab atau jilbab juga salah satu masalah menantang di masyarakat modern yang disalahgunakan oleh musuh Islam. Menyikapi sejumlah pendapat yang mengatakan bahwa jilbab mencegah kemajuan perempuan, Rahbar mengatakan, "Tidak, malah sebaliknya jilbab justru mencegah pamer diri yang tidak pada tempatnya yang menghalangi gerakan perempuan. Hari ini kita memiliki ribuan perempuan berhijab yang aktif di bidang politik, sosial dan budaya....Propaganda Barat mencitrakan bahwa pandangan Islam mencegah kemajuan perempuan. Ini sepenuhnya kebohongan nyata dan pendapat berlebihan. Di negara kita di sebagian sejarah baik di masa lalu maupun di era westernisasi, kita tidak memiliki perempuan berpendikan tinggi seperti saat ini, tidak juga mereka yang aktif di bidang sosial, budaya atau politik. Kita juga tidak memiliki banyak perempuan yang berpengaruh di bidang sosial atau penulis dan aktivis sosial seperti saat ini. Prestasi perempuan saat ini di negara kita, semuanya adalah berkah dari Republik Islam dan pandangan Islam yang menghormati perempuan."
Rahbar juga mencatat bahwa dalam pandangan Islam yang murah hati tentang perempuan, peran perempuan dalam keluarga juga disorot; Peran ibu, peran istri, peran ibu rumah tangga dan sejenisnya disorot; Ini adalah sesuatu yang menjadi semakin tidak penting di Barat; Keluarga adalah pusat yang hangat dan diberkati di mana fondasi terkuat dari pendidikan spiritual dan intelektual manusia diletakkan. Rumah adalah lingkungan terbaik untuk kenyamanan tubuh dan jiwa, pusat terbaik untuk menghilangkan kepenatan jiwa dan raga, dan suasana keintiman yang paling sejati; Dan tidak diragukan lagi, poros keluarga semacam itu adalah ibu. Pemimpin Tertinggi dengan pertanyaan siapakah asal dan pusat lingkaran? Mereka menambahkan: "Ibu adalah pusat dari keluarga; Inilah yang aparat propaganda Barat dan, sayangnya, beberapa dari orang-orang kebarat-baratan kita mencoba untuk mengecilkan, atau salah paham, atau tidak menunjukkan. Para ibu rumah tangga telah melakukan pelayanan yang terbaik, bahkan kepada mereka yang tidak memiliki pekerjaan. Penting untuk memahami nilai layanan wanita yang lebih memilih housekeeping ; "Meskipun layanan di luar rumah adalah dan akan menjadi tanggung jawab wanita, dan ini bukan masalah, tetapi ini adalah bagian terpenting dari layanan wanita."
Ayatollah Khamenei menganggap Sayidah Zahra dan Imam Ali serta anak-anak mereka di mana meneladani persahabatan, empati, ketulusan dan perjuangan mereka dapat memajukan masyarakat Islam. Di akhir bagian pidatonya, Rahbar memberikan penghormatan ibu dan istri para martir dalam dua generasi. Salah satunya selama pertahanan suci, dan yang lainnya selama melindungi tempat suci, di mana istri dan ibu para martir meninggalkan peran yang kekal dan unik dan harus benar-benar salut di hadapan mereka.
Audiens lain di pidato Rahbar adalah para penyair Ahlul Bait as (maddah). Berbagai peristiwa baru di konteks peristiwa agamis di berbagai majelis agama muncul dari arahan dan nasihat Rahbar di acara ini. Kekhawatiran Rahbar terhadap kebutuhan komunitas penyair Ahlul Bait as sangat beragam. Salah satu kekhawatiran beliau berkaitan dengan profesi para maddah, inovasi dan pembentukan budaya di setiap acara keagamaan. Ayatullah Khamenei mengatakan, "Maddahi (pembacaan syair tentang Ahlul Bait as) sebuah fenomena seni unik dan kita tidak memiliki hal yang serupa dengan ini di tempat lain. Sini seni dan sastra para penyair merupakan bagian dari profesi. Sisi lain adalah konteks dan isi syair; kumpulan dari empati, ideologi, pengetahuan dan sejarah, pencerahan sosial dan mengenal kebutuhan audiens....Membangun budaya di masyarakat dan menyebarkan ideologi tinggi dan menyebarkan teladan kehidupan Nabawi, Alawi dan Fatimi sebuah fenomena penting yang harus diperhatikan dan untungnya hal ini semakin meningkat di antara para maddah."
Pemimpin Tertinggi Revolusi Islam, sambil memerintahkan untuk berbicara tentang sejarah, studi pendidikan dan tauhid, mengenang musibah dan sejenisnya, tentang penyebaran akhlak Islam di masyarakat kepada para maddah mengatakan, "Pesan terakhir adalah sebarkan moral dan akhlak Islami di tengah masyarakat. Hadirin sekalian! Salah satu hal terpenting adalah mempertahankan akhlak Islami ketika berbicara dan sayangnya saat ini ketika dunia maya semakin kuat, akhlak Islami ini semakin pudar. Ucapan buruk dan kasar atau semisalnya harus dihapus di tengah masyarakat."
Lebih lanjut Ayatullah Khamenei menambahkan, ".....Ajaran Nabawi, Alawi dan Fatimi jauh dari hal-hal seperti ini. Kalian saksikan bahwa Sayidah Fatimah menyampaikan dua khutbah hebat. Pertama di masjid di tengah kumpulan masyarakat dan kedua ditujukan kepada perempuan Madinah di mana khutbah ini penuh dengan hal penting dan protes; Memprotes dan menghukum konsep-konsep Islam terkemuka yang di dalamnya Fatimah Zahra merasakan bahayanya, tetapi dalam dua khotbah yang penting, agung dan penuh semangat ini, tidak ada satu kata pun yang menghina, jelek dan menghina; Dan semua kata-katanya kuat dan solid, pernyataan tegas. Anda harus melakukan ini; “Dalam pernyataan, dalam pidato, tidak boleh ada kata-kata kosong tanpa pengetahuan, tidak boleh ada gosip, tidak boleh ada fitnah, dan tidak boleh ada fitnah dan umpatan. Kalian para penyair dan maddah juga harus mengajarkan hal ini kepada masyarakat melalui ucapan dan perbuatan kalian."
Revolusi Islam Iran, Cita-cita Menghidupkan Peradaban Islam
Republik Islam Iran meski banyak mengalami pasang surut, namun saat ini berhasil mengukuhkan posisinya di dalam maupun luar negeri, dan menginjak usianya yang ke-42 tahun, ia meningkatkan kecepatan dalam mewujudkan peradaban baru Islam.
Sepanjang sejarah umat manusia banyak muncul peradaban di berbagai belahan dunia, dan setelah mencapai masa keemasaan dan meraih kemajuan di berbagai bidang, peradaban itu runtuh dan sirna satu persatu. Peradaban-peradaban seperti Iran, Mesopotamia di Irak, Yunani, Romawi, Mesir, Cina dan semacamnya, masing-masing memberikan sumbangsih penting bagi perkembangan ilmu pengetahuan dan kebudayaan umat manusia.
Namun di antara semua peradaban ini, peradaban Islam yang lahir tidak lama setelah kemunculan agama Islam, menunjukkan banyak hasil, urgensi dan keunggulannya yang signifikan dibanding peradaban lain. Peradaban ini berdiri di atas ajaran Islam yang sangat menganjurkan menuntut ilmu dan mendorong umat Islam untuk mencari ilmu di manapun hingga akhir hayat.
Selama berabad-abad, banyak ilmuwan di berbagai bidang studi, menemukan penemuan-penemuan, inovasi dan konsep pemikiran baru. Banyak filsuf, sastrawan dan seniman yang menciptakan karya-karya spektakuler. Namun sungguh disayangkan karena berbagai faktor internal dan eksternal, masa kejayaan peradaban Islam perlahan mulai redup digantikan oleh kemunduran sains, budaya dan penjajahan kubu imperialis dunia terhadap negara-negara Muslim.
Lahirnya Revolusi Islam Iran pada Februari 1979 memunculkan harapan-harapan baru bagi pertumbuhan dan perluasan pemikiran Islam. Beberapa indikator peradaban Islam semacam pertumbuhan spiritualitas, kemajuan ilmu pengetahuan, dan bersandar pada tenaga dan ilmuwan dalam negeri, peningkatan kekuatan nasional dan upaya mempersatukan Dunia Islam, telah memposisikan Iran pada jalur untuk menghidukan kembali peradaban Islam.
Pemimpin Besar Revolusi Islam Iran atau Rahbar, Ayatullah Sayid Ali Khamenei menyebut arah sebenarnya dari Revolusi Islam Iran adalah mencapai peradaban baru. Selama lebih dari empat dasawarsa sejak Republik Islam Iran berdiri, berbagai konspirasi, permasalahan, dan permusuhan bangkit untuk meruntuhkan pemerintahan demokrasi relijius ini atau minimal membelokannya dari jalur utama.
Ayatullah Sayid Ali Khamenei
Akan tetapi Republik Islam Iran tetap kokoh dan melanjutkan kemajuannya. Oleh karena itu Rahbar saat menjelaskan Langkah Kedua Revolusi yang dirilis pada peringatan 40 tahun Revolusi Islam Iran kepada para pemuda mengatakan, dekade-dekade mendatang adalah dekade Anda, dan Anda sendiri yang harus menjaga Revolusi dengan pengalaman dan penuh motivasi, dan Anda harus semakin mendekatkan Revolusi ini ke cita-cita besarnya yaitu mewujudkan peradaban baru Islam dan mempersiapkan kemunculan Mentari Kepemimpinan Agung.
Dengan kata lain Ayatullah Khamenei mennganggap saat ini kesempatan untuk menghidupkan kembali peradaban Islam dan persiapan kemunculan Imam Mahdi sudah lebih siap dari sebelumnya.
Untuk melahirkan sebuah peradaban, semua pendahuluan, prasyarat dan strukturnya harus dipersiapkan. Pekerjaan ini meski sulit dan biasanya memakan waktu, namun membawa banyak hasil dan capaian besar. Salah satu indikator penting dari setiap peradaban manusia adalah budaya dan pemikiran yang berkembang di dalamnya.
Peradaban Islam berbeda dengan peradaban materalisme Barat, ia bersandar pada spiritualitas, moral dan iman terhadap Tuhan Yang Maha Esa. Peradaban semacam ini tidak pernah melanggar hak bangsa lain demi mencapai kemajuannya, ia tidak menggunakan sains untuk melayani kepentingan haram dan anti-kemanusiaan, dan tidak memonopolinya. Maka dari itu semangat peradaban dan budaya Islam adalah Ketuhaan dan spiritualitas.
Revolusi Islam Iran sebagaimana yang tampak pada namanya, juga merupakan revolusi yang dengan berlandaskan ajaran-ajaran luhur Islam, memperhatikan tujuan agung dalam meraih kesejehateraan dan kebahagiaan individu serta masyarakat, kedua-duanya secara bersamaan, baik dimensi materi maupun maknawi.
Ayatullah Khamenei menjelaskan, dalam peradaban baru Islam, spiritualitas berdiri di samping materi, dan peningkatan akhlak, makwaniah, dan jiwa, serta kekhusyuan dan permohonan kepada Allah Swt, berdiri di samping kemajuan kehidupan materi. Dewasa ini, banyak masyarakat di sejumlah negara yang menyambut baik pandangan Revolusi Islam Iran ini, dan ia dianggap sebagai peluang yang lebih besar untuk melahirkan peradaban baru Islam.
Salah satu karakteristik unggul dari setiap peradaban manusia adalah kemajuan ilmu pengetahuan dan teknologi. Sejak awal kemenangan Revolusi Islam Iran, meski menjadi sasaran agresi militer selama 8 tahun dan sanksi luas, negara ini berhasil meraih banyak kemajuan di bidang iptek. Iran, dengan pertumbuhan ilmu pengetahuan 10 persen, menduduki peringkat kedua dunia setelah Cina.
Iran menempati posisi keempat dunia di bidang pertumbuhan teknologi, sementara di bidang antariksa, nuklir, sel punca, kedokteran dan produksi suku cadang militer rumit, terutama rudal dan drone, Iran termasuk negara terbaik di dunia. Kemajuan yang cukup menakjubkan di bidang ilmu pengetahuan ini disebabkan oleh infrastruktur yang tepat dan luas yang ada di Iran.
Selama 42 tahun terakhir, atmosfir pendidikan sains di Iran sepenuhnya terbuka lebar dan masyarakat terutama kalangan muda, sangat termotivasi untuk belajar. Tingkat melek huruf mengalami peningkatan luar biasa dan di sekian ratus universitas Iran, sekitar 4 juta mahasiswa menempuh studi.
Keberadaan mahasiwa berprestasi menyebabkan Iran dapat memanfaatkan banyak pakar dan ahli di berbagai bidang ilmu. Oleh karena itu, diperkirakan dalam beberapa tahun ke depan, Iran akan mengalami pertumbuhan yang lebih cepat di bidang ilmu pengetahuan dan teknologi, dan hal ini akan menciptakan kemajuan lebih besar di berbagai bidang lain.
Biasanya, peradaban-peradaban manusia akan berhadapan dengan ancaman asing dan menjadi lemah akibat serangan militer atau bahkan musnah sama sekali. Misalnya peradaban Islam menderita kerusakan parah akibat serangan tentara Kristen dari Eropa yang terjadi hampir bersamaan dengan serangan Mongol ke Timur.
Republik Islam Iran yang bercita-cita mewujudkan peradaban baru Islam, sejak awal berdirinya selalu mendapat ancaman bahkan serangan militer musuh. Oleh karena itu Angkatan Bersenjata Iran diorganisir sedemikian rupa sehingga siaga penuh untuk melindungi negara dan peradaban Islam. Sebuah negara lemah dan bergantung yang tidak mampu membela diri dari agresi militer musuh, tidak bisa berharap untuk mewujudkan peradaban besar dan agung.
Poin penting yang harus diperhatikan, peradaban baru Islam, tidak seperti peradaban Barat dan beberapa peradaban lampau yang berdiri dengan cara menjajah negara, dan menduduki wilayah lain, tapi ia merupakan sebuah pemikiran adiluhung dan budaya Ilahi yang membuka jalannya dengan pembahasan keyakinan dan cita-cita peradaban Islam. Ini juga yang menjadi alasan utama serangan luas budaya Barat terhadap Iran.
Ayatullah Khamenei menegaskan, peradaban Islam berdiri di atas sebuah pemikiran baru, sebuah diskursus baru, sebuah visi baru terhadap kemanusiaan dan masalah umat manusia, dan menyelesaikan permasalahan umat manusia, sebuah bahasa baru yang dipahami oleh hati semua generasi baru manusia, dan berbagai lapisan masyarakat tertindas.
Sebagaimana yang disampaikan oleh para pemimpin Republik Islam Iran, pemerintahan Islam di Iran didirikan untuk mempersiapkan kemunculan Juru Selamat Alam Semesta, Imam Mahdi af. Peradaban Islam yang sempurna dan menyeluruh hanya mungkin tercapai di masa pemerintahan beliau, dan kenyataan ini dijelaskan secara gamblang dalam Langkah Kedua Revolusi.
Pasalnya di masa pemerintahan Imam Mahdi, di bawah naungan keadilan, keamanan global, spiritualitas dan persaudaraan yang mendominasi kehidupan umat manusia, ilmu pengetahuan dan teknologi serta tingkat kesadaran masyarakat akan mencapai level tertingginya, dan mereka akan menikmati hidup dalam kesejahteraan dan kenyamanan dalam bentuk terbaik.
Dosen UB: Di Bawah Sanksi, Iran Capai Kemajuan Signifkan
Perjalanan Revolusi Islam Iran yang saat ini memasuki usia ke-42 tahun hingga kini masih menarik perhatian berbagai kalangan, termasuk para akademisi Indonesia.
Yusli Effendi, Dosen Hubungan Internasional FISIP Universitas Brawijaya dalam wawancara baru-baru ini dengan jurnalis Parstoday Indonesia menjelaskan pandangannya mengenai Revolusi Islam Iran yang saat ini berulang tahun ke-42 tahun.
"Ini adalah Revolusi Islam yang pertama dan mungkin yang terakhir di dunia Islam dalam abad modern ini. Revolusi ini adalah revolusi yang fenomenal, revolusi yang memberikan inspirasi dan menyemangati dunia Islam, termasuk Indonesia untuk melihat bahwa laju perubahan itu mungkin dan niscaya. Dan gerakan masyarakat di dunia Islam itu punya kontribusi yang besar untuk turut serta dalam perubahan gerak sejarah," ujar pengajar program Timur Tengah Universitas Brawijaya.
Ia juga menyampaikan harapannya sebagai warga negara Indonesia yang ingin melihat Iran tetap berdiri tegak memperjuangkan kepentingan dunia Islam, dan kepentingan negara-negara yang selama ini tertindas oleh struktur Internasional yang tidak adil.
"Saya berharap Iran juga tetap teguh untuk memperjuangkan haknya memiliki nuklir demi kepentingan damai, dan juga tidak terus-menerus mendapatkan sanksi atau embargo ekonomi," papar Sekretaris Lakpesdam PCNU kota Malang.
Menjawab pertanyaan mengenai sanksi ketat AS yang diamini sejumlah negara dunia terhadap Iran, jebolan program master universitas terkemuka Inggris ini menilai kondisi Iran masih cukup stabil, bahkan bisa meraih sejumlah kemajuan signifikan di tengah derasnya sanksi.
"Meskipun Iran hingga kini menghadapi tekanan sanksi yang sangat ketat, tapi saya melihat Iran memiliki keunggulan teknologi, dan mungkin layak untuk ditularkan dan dilanjutkan dalam bentuk kerja sama dengan Indonesia seperti capaian-capaian atau prestasi untuk membuat teknologi-teknologi screening covid yang murah dan terjangkau," jelasnya.
Dosen Universitas Brawijaya ini menjelaskan pandangannya dengan membeberkan bukti mengenai keberhasilan Iran di bidang sains dan teknologi, dan berbagi pengalaman kunjungannya ke berbagai tempat di Iran, termasuk Pardis Tecnology Park yang berada di wilayah timur Tehran.
"Saya pernah mengunjungi [Pardis] Tecnopark Tehran, yang memberikan gambaran bahwa sebenarnya Iran adalah bangsa yang besar dan memiliki keunggulan teknologi yang bisa membantu negara-negara muslim lainnya seperti Indonesia untuk alih teknologi dan saling berbagi perkembangan teknologi sehingga nanti bisa punya manfaat yang banyak bagi warga di dunia Islam maupun peradaban pada umumnya," jelas Yusli.
Mengenai hubungan Iran dan Indonesia, dosen senior hubungan internasional ini mengharapkan hubungan kedua negara Muslim tersebut akan semakin erat dan terus berkembang di berbagai bidang.
"Semoga hubungan kedua negara lebih baik, lebih intens, dan diplomasi antara kedua negara lebih menyentuh kepada masyarakat hingga pandangan-pandangan minor yang selama ini dipropagandakan bisa lebih berimbang diterima oleh masyarakat Indonesia," ungkapnya.
Di penghujung statemennya, Yusli kembali menekankan masalah peningkatan hubungan antara Iran dengan Indonesia sebagai negara berpenduduk Muslim terbesar di dunia.
"Saya ingin melihat kedua bangsa ini bergaul dengan lebih intens, memiliki hubungan people to people maupun government to government yang lebih erat, karena agak malu juga bahwa sebenarnya dua negara yang mewakili dunia Islam ini hanya memiliki sedikit kerja sama," pungkasnya.




























