کمالوندی

کمالوندی

 

Tanggal satu Rajab diperingati sebagai hari kelahiran seorang manusia agung putra Imam Ali Zainal Abidin dan Sayidah Fatimah binti Imam Hassan. Muhammad namanya. Beliau dikenal dengan sebutan Baqir atau Baqirul Ulum, yang berarti pembuka lautan pengetahuan, dan penjelas rahasia ilmu.

Salah seorang sahabat Nabi Muhammad Saw bernama Jabir bin Abdullah Ansari suatu hari bertemu dengan Imam Muhammad Baqir.Tampak kegembiraan terpancar dari raut mukanya yang sudah tua. Jabir berkata, "Demi Tuhan Kabah, aku melihat tanda-tanda yang disebutkan Rasulullah dalam dirimu. Aku bersyukur kepada Allah yang telah memberiku karunia bertemu denganmu, dan aku menyampaikan salam Rasulullah bagimu. Suatu hari Rasulullah bersabda kepadaku: 'Wahai Jabir, engkau akan panjang umur hingga menemui keturunanku dari anak-anak Husein. Namanya Muhammad, ia menyingkap ilmu agama, oleh karena itu digelari Baqir. Jika engkau bertemu dengannya sampaikan salamku."

Era Imam Baqir adalah periode penyebaran ilmu dan berkembangnya pengetahuan di dunia Islam. Ketika itu, muncul para ulama dan ahli agama di bidang hadis dan fiqh. Tapi, nama Imam Baqir memiliki kedudukan khusus di tengah mereka. Sheikh Mufid, ulama besar Syiah akhir abad keempat dan permulaan abad kelima Hijriah, menulis, "Para sahabat, tabiin dan pemuka ahli fiqh menukil riwayat dari beliau. Imam [Baqir] meriwayatkan hadis dari Rasulullah Saw. Berkat beliau masyarakat mengenal sunnah Rasul dan manasik haji dipercayakan kepada beliau. Imam [Baqir] menulis tafsir Quran dengan penjelasan secara umum dan khusus. Beliau juga menyampaikan pembahasan kalam".

Seluruh penulis baik Syiah maupun Sunni menilai penyematan nama "al-Baqir" atau Baqir al-Ulum" kepada Imam Muhammad, karena luasnya ilmu yang beliau miliki. Tapi penamaan ini juga memiliki akar kuat dalam sabda Rasulullah Saw yang diriwayatkan oleh Jabir bin Abdullah Ansari. Rasulullah bersabda, "Yabqarul ilma Baqran", yang berarti orang yang menyingkap ilmu dengan seluruh keutamaan dan kesempurnaannya.

Sheikh Tusi, ulama terkemuka Syiah abad kelima hijriah menyebutkan bahwa murid pilihan Imam Baqir mencapai 466 orang. Imam Baqir menjadi rujukan seluruh ulama Hijaz. Para ulama besar Sunni menimba ilmu dari Imam Baqir. Saking terkenalnya keilmuan Imam Baqir, di Hijaz beliau disebut sebagai pemuka fuqaha Hijaz.

Kedudukan Imam Baqir di berbagai bidang ilmu pengetahuan Islam senantiasa menjadi perhatian para ulama terkemuka di zamannya. Bukan hanya ulama Syiah yang menimba ilmu dari Imam Baqir, tapi juga ulama Sunni. Zahabi menulis, "Imam Baqir termasuk orang yang menyatukan ilmu, amal, kemuliaan, ketangguhan. Oleh karena itu, Khilafah layak baginya".

Imam Baqir adalah mufasir terbaik al-Quran. Beliau menjelaskan makna ayat demi ayat al-Quran. Imam Baqir menjelaskan pandangannya dengan dalil yang sangat kuat. Beliau berkata, "Tanyakan padaku apa yang bisa kujelaskan dari mana al-Quran, hingga makna ayat-ayatnya untuk kalian." Penguasaan Imam terhadap seluruh kandungan al-Quran diakui para ulama dan ilmuwan di zamannya. Bahkan seorang penyair terkemuka bernama Malik Ibn Ayin Jihni mendendangkan syair memuji kemuliaan Imam Baqir:

Jika mencari ilmu al-Quran

Ketahuilah Quraisy paling mengetahuinya

Jika Imam Baqir alahi salam menjelaskan ilmu al-Quran

Begitu banyak ilmu yang diterangkan

 Imam Baqir juga dikenal sebagai orang yang sangat peduli dengan kondisi masyarakat di zamannya. Beliau tanpa pamrih membantu orang-orang yang membutuhkan pertolongan. Memenuhi kebutuhan material dan spiritual orang lain menjadi aktivitas sosial terpenting Imam Baqir.

Selain mendengarkan keluhan dan penderitaan masyarakat, beliau terjun memberikan bantuan sesuai kebutuhan, sekaligus menebarkan ketentraman dan kedamaian.Terkait hal ini, Imam Sadiq berkata, "Suatu hari aku menemui ayahku. Ketika itu beliau tengah sibuk membagikan delapan ribu dinar kepada orang-orang yang membutuhkan di Madinah, dan membebaskan sebelas budak."

Imam Baqir menjadikan hari libur, terutama hari Jumat dikhususkan untuk infaq dan membantu orang-orang yang membutuhkan. Berkaitan dengan masalah ini, Imam Sadiq berkata, "Meskipun kemampuan finansial ayahku lebih kecil dibandingkan anggota keluarga lain, dan pengeluarannya lebih besar dari yang lain, tapi setiap hari Jumat beliau membantu orang-orang yang membutuhkan, bahkan jika hanya membantu dengan satu dinar sekalipun. Beliau berkata, 'Pahala sedekah kepada orang yang membutuhkan di hari Jumat lebih utama, sebagaimana kedudukan hari Jumat yang lebih utama dari pada hari lainnya dalam sepekan."

Agama Islam sangat menekankan berbuat baik kepada orang lain, dan menjadikannya sebagai nilai-nilai moral yang tinggi. Mengenai pentingnya masalah ini, Imam Baqir berkata,"Senyuman seorang Mukmin kepada saudara sesama Muslim sangat terpuji. Menghilangkan duka termasuk kebaikan.Tidak ada penghambaan kepada Allah yang lebih utama dari membahagiakan hati sesama Mukmin."

Imam Baqir sangat bahagia bisa menggembirakan orang lain. Beliau menyampaikan kembali sabda Nabi Muhammad Saw kepada masyarakat mengenai keutamaan membahagiakan orang lain. Rasullullah bersabda, Orang yang membahagiakan sesama Mukmin sama seperti membahagiakanku dan menyenangkan Allah swt. Terkadang beliau bercanda yang baik untuk membahagiakan orang lain. Imam Baqir berkata, "Sesungguhnya Allah swt mencintai orang yang bercanda [terpuji], dengan syarat tidak disertai perkataan buruk dan tercela."

Imam Sadiq berkata, "Ayahku senantiasa sibuk berzikir. Ketika makan pun, beliau berzikir. Ketika berada di tengah masyarakat beliau tetap berzikir, dan kalimat "La ilaha ilallah" senantiasa keluar dari mulutnya. Di waktu dini hari beliau mengajak kami semua beribadah hingga terbit fajar. Beliau memerintahkan membaca al-Quran kepada [sebagian] anggota keluarga, dan yang lain mengucapkan zikir".

Muhammad bin Munkadir, salah seorang ulama Sunni, berkata, "Aku tidak percaya Ali bin Husein memiliki seorang anak dengan keutamaan dan keilmuan seperti dirinya, hingga aku bertemu dengan puteranya bernama Muhammad bin Ali.... Ketika itu aku menuju daerah di sekitar Madinah, dan cuaca saat itu sangat panas. Di tengah perjalanan aku bertemu dengan Muhammad bin Ali. Beliau orang yang kuat dan saat itu tengah bekerja di ladang. Aku menyapanya, "Wahai pemuka para pembesar Quraisy, di tengah cuaca terik ini Anda tengah mencari harta dunia."

Muhammad bin Munkadir ingin mendengar jawaban dari Imam Baqir. Lalu ia mendekati beliau yang tengah bekerja di ladang untuk memberikan nasehat. Ulama Sunni ini kembali bertanya kepada Imam Baqir, "Wahai pemuka pembesar Quraisy, Anda keluar dari rumah untuk mencari dunia, bagaimana jika kematian menjemputmu dalam keadaan seperti ini ?"

Mendengar perkataan ini, Imam Baqir menjawab, "Demi Allah, jika kematian menjemputku dalam keadaan saat ini, aku meninggal dunia di saat sedang beribadah dan taat kepada Allah. Sebab, aku bekerja di ladang di tengah cuaca terik supaya tidak mengulurkan tangan meminta bantuan engkau, dan orang lain. Ya, aku hanya mengkhawatirkan satu hal, kematian menjemputku ketika aku sedang bermaksiat kepada Allah swt, ". Mendengar jawaban dari Imam Baqir, Muhammad bin Munkadir berkata, "Tuhan merahmatimu, aku hendak memberikan nasehat kepadamu, tapi engkau telah memberikan nasehat penting untukku."

 

Rahbar atau Pemimpin Besar Revolusi Islam Iran, Ayatullah al-Udzma Sayid Ali Khamenei bertemu dengan sejumlah komandan Angkatan Udara (AU) dan unit anti udara militer serta menyebut baiat bersejarah Homafaran (sebutan AU di era Shah Pahlevi) dengan Imam Khomeini sebagai Ayamullah dan salah satu keajaiban yang menentukan serta anasir utama kemenangan Revolusi.

19 Bahman mengingatkan moment bersejarah di mana Homafaran di tahun 1357 Hs menggelar pawai militer di jalan Enghelab, Tehran sebagai bentuk baiat dengan Imam Khomeini serta rakyat menyambutnya dengan memberi untaian bunga kepada mereka. Hari-hari itu disebut sebagai Ayamullah. Unsur utama di arti Ayamullah adalah manusia menyaksikan kekuasaan Allah di sebuah peristiwa, dengan demikian hari-hari tersebut menjadi titik balik sejarah dan hari-hari bersejarah.

Pada 19 Bahman 1399 Hs, Ayatullah Khamenei saat bertemu dengan para komandan angkatan udara dan unit anti udara militer Republik Islam menyebut baiat bersejarah Homafaran dengan Imam Khomeini sebagai Ayamullah dan salah satu keajaiban penting dan anasir utama kemenangan Revolusi. Rahbar mengatakan, "Berpisahnya bagian penting militer dan bergabungnya merka dengan Imam serta rakyat menyerupai mukjizat, karena mendorong seluruh unit militer bergabung dengan Republik Islam. Dan para komandan militer saat itu ketika menyaksikan fakta terpaksa menunjukkan sikap netral terhadap Revolusi; Ini menyerupai mukjizat, ini benar-benar seperti mukjizat. Ketergantukan utama rezim taghut saat itu kepada militer dan Savak dan sandaran pentin serta harapan rezim saat itu, justru menjadi faktor yang menghancurkan rezim sendiri."

Menurut Rahbar, Amerika hingga detik-detik terakhir sangat berharap kepada militer rezim Shah dan mereka menganggap bahwa militer dapat bertahan. Menurut berita pasti, mereka tengah merancang kudeta dan harus berlangsung bulan Bahman serta dengan penangkapan para pemimpin Revolusi dan memanfaatkan kekerasan luas terhadap rakat, mereka dapat mencegah kejatuhan Shah. Jenderal Husyer salah satu wakil AS di Pakta Pertahanan Atlantik Utara (NATO) di buku memorialnya mengakatan bahwa Jenderal Brown, menhan AS saat itu memberi ijin dirinya mencegah kejatuhan Shah Pahlevi bahkan jika harus membantai puluhan ribu warga Iran, namun salah satu anasir yang merusak skenario setan mereka adalah gerakan angkatan udara pada 19 Bahman.

Dari sudut pandang Ayatullah Khamenei, musuh-musuh Revolusi Islam, terutama Amerika Serikat, sejak awal mengalami kesalahan perhitungan, yang merupakan poin yang luar biasa dan instruktif. Pemimpin Tertinggi Revolusi Islam, menekankan bahwa musuh masih belum memiliki pemahaman yang benar tentang bangsa Iran, menunjuk pada pengulangan kesalahan ini dalam beberapa tahun terakhir.

Rahbar mengatakan, "Mereka (musuh Iran) mengalami kesalahan fatal karena mengatakan menguasai penuh militer dan tidak mungkin rezim Shah tumbang. Namun...justru militer ini yang dianggap sangat penting oleh Amerika dan dipelihara baik oleh Washington serta sebanyak empat ribu penasihat militer aktif di dalamnya menjadi faktor kekalahan rezim Taghut dan menghancurkan harapan AS di Iran. Allah Swt di al-Quran berfiman,  فَاَتیٰهُمُ اللهُ مِن حَیثُ لَم یَحتَسِبوا؛ Mereka menerima tamparan dan pukulan dari arah yang tidak mereka sangka (QS. al-Hashr: 2).

Kesalahan perhitungan lain Amerika di kasus sanksi; elit politik AS menyangka dapat menundukkan Iran dengan sanksi yang mereka sebut belum pernah terjadi dalam sejarah dan sanksi total. Ayatullah Khamenei berkata, "Salah satu orang terbodoh (John Bolton) dua atau tiga tahun lalu mengatakan kita akan menggelar perayaan tahun baru Januari 2019 di Tehran; harapan mereka adalah Republik Islam akan runtuh pada Januari 2019, mereka datang dan menggelar perayaan tahun baru di Iran. Kini ia pun bergabung dengan tong sampah sejarah. Sementara ketuanya (Donald Trump) juga ditendang dari Gedung Putih dan keduanya masuk ke tong sampah sejara. Adapun Republik Islam Iran, Alhamdullih masih tetap tegar berdiri."

Rahbar memberi perhatian bahwa kita tidak boleh berpikir sederhana, kita harus berhati-hati bahwa sekedar kerusakan sistem komputasi musuh tidak akan membuat kita berhasil. Ada faktor lain yang membuat efektif gerakan Revolusi Islam seperti bekerja dan berusaha, kehadiran rakyat di medan, dan kepercayaan mereka akan keharusan berpartisipasi di medan, percaya akan janji Tuhan. Sekedar duduk dan menyaksikan serta tidak berusaha, tidak akan membawa hasil. Para pejabat dengan hadir di medan dan bekerja dengan benar serta percaya kepada Tuhan, akan meningkatkan elemen kekuatan nasional dan secara praktis memproduksi kekuatan di mana salah satunya adalah memperkuat angkatan bersenjata sesuai dengan kebutuhan kawasan dan dunia. Seraya memuji manuver angkatan bersenjata terbaru, Rahbar mengatakan, "Penyelenggaraan manuver besar dan menakjubkan seperti ini, di kondisi sanksi, sejatinya peraihan jaminan keamanan nasional oleh putra bangsa di angkatan bersenjata dan ini sebuah kebanggaan."

Maraknya pemberitaan media asing membuat sebagian negara belum menyadari akan semakin lemahnya kekuatan Amerika dan kesalahan negara kawasan adalah menggantunkan keamanan nasionalnya kepada pihak asing  dan meski mereka membelanjakan miliaran dolar serta dihina dan juga mendengar pelecehan, pada akhirnya keamanan mereka tetap tidak terjamin; sama seperti di kasus beberapa tahun lalu Mesir dan Tunisia atau nasib Mohammad Reza Pahlevi. Ayatullah Khamenei mengaitkan kebingungan dan kepanikan rezim yang berafiliasi dengan AS di kawasan itu, terutama rezim Zionis, dan omong kosong mereka baru-baru ini dengan ketakutan dan kecemasan tentang realitas penurunan Amerika di lingkungan internasional dan domestik.

Di sinilah Rahbar sangat menekankan untuk berhati-hati atas kesalahan kita sendiri. Kita tidak boleh diintimidasi oleh musuh atau bergantung pada musuh dalam urusan politik dan ekonomi ... Kita harus melihat realitas batin dan mempromosikannya dan mengetahui bahwa jika kita dengan sekuat tenaga, takut kepada musuh, maka  kita akan gagal. Berharapkepada pihak asing yang dibangun di atas pemerkosaan, penjarahan dan gangguan; Itu akan menjadi kesalahan besar. Ketika kita sadar dan mengandalkan diri kita sendiri dan meminta bantuan Tuhan, kita ingin memastikan keamanan nasional diri kita sendiri, hasilnya adalah kehormatan yang Alhamdulillah dinikmati Republik Islam saat ini.

Ayatullah Khamenei menyarankan orang-orang yang secara tidak realistis mengkahi kemampuan dan kekuatan AS serta sejumlah kekuatan lainnya untuk melihat peristiwa terbaru di AS. Rahbar mengatakan, "Masalah jatuhnya Trump tidak disayangkan dengan jatuhnya presiden Amerika yang memalukan ini. Bukan jatuhnya citra AS, jatuhnya kekuatan Amerika. Tumbangnya sistem sosial dan Amerika. Mereka sendiri mengatakannya, para pakar politik juga bahwa Amerika rusak dari dalam. Jika peristiwa yang terjadi di Amerika terjadi di negara lain di belahan dunia, khususnya negara yang tidak disukai Washington, maka AS tidak akan membiarkannya begitu saja. Namun media-media Barat berusaha mencitrakan masalah di AS telah selesai, padahal masalahnya belum selesai dan masih terus berlanjut....Mereka sendiri mengatakan bahwa sistem sosial di negara ini rusak dari dalam, bahkan sebagian berbicara mengenai era pasca Amerika."

Seraya menyinggung statemen petinggi Eropa dan AS terkait JCPOA dan sanksi, Rahbar mengatakan, "AS dan troika Eropa (Prancis, Jerman dan Inggris) yang menginjak-injak komitmennya di JCPOA, tidak lagi berhak menentukan syarat di kesepakatan nuklir. Mereka sama sekali tidak menjalankan komitmennya di JCPOA, oleh karena itu mereka dalam hal ini tidak berhak menentukan syarat atupun persyaratan dan pihak yang berhak menentukan syarat untuk berlanjutnya kesepakatan nuklir adalah Iran. Alasannya adalah Iran sejak awal telah menjalankan komitmennya di JCPOA. Republik Islam Iran menjalankan seluruh komitmennya, mereka sebaliknya tidak melakukan apapun tapi malah melanggarnya. Kita berhak menentukan syarat untuk melanjutkan JCPOA dan kami telah menentukannya dan kami katakan tidak ada yang mundur darinya; syarat tersebut adalah jika mereka menghendaki Iran kembali ke komitmen penuhnya di JCPOA- yang sebagian ditangguhkan secara bertahap- maka Amerika harus mencabut total sanksinya; bukan sekedar di ucapan atau di atas kertas, tapi secara praktis mereka harus mencabutnya dan kami akan menverifikasinya dan kami juga harus merasa sanksi telah dicabut. Maka saat itu kami akan kembali ke komitmen penuh di JCPOA.Ini adalah kebijakan pasti Republik Islam Iran dan didukung seluruh pejabat negara serta kami tidak akan mundur dari kebijakan ini."

Di akhir pertemuan Rahbar menekankan seluruh pejabat untuk satu suara dan mengatakan, kesatuan suara pejabat pemerintah dan rakyat merupakan faktor utama melewati beragam kesulitan selama 42 tahun terakhir. Dan kesatuan suara dan koordinasi ini harus berlanjut. Rahbar juga merekomendasikan angkatan bersenjata terus memproduksi kekuatan dan menekankan, "Dengan Rahmat Ilahi dan doa Imam Zaman, masa depan bangsa dan negara Iran pastinya akan lebh baik dari hari ini."

Otoritas keamanan di Suriah melaporkan pasukan AS mengangkut milisi teroris Daesh dengan helikopter dari Suriah ke Irak.

Pasukan Amerika Serikat berusaha mengganggu keamanan Irak dengan memindahkan teroris Daesh dari Suriah ke Irak.

Presiden Suriah, Bashar Assad mengatakan Angkatan Udara AS yang memimpin koalisi internasional anti-Daesh dalam banyak kasus justru menjadi kekuatan militer yang menyelamatkan milisi teroris Daesh.

Dilaporkan, Amerika Serikat telah berulang kali membantu teroris Daesh di Suriah dan Irak.

Sebelumnya, kamera termal Al-Hashd al-Shabi Irak memantau pendaratan helikopter militer AS di daerah pegunungan Himreen di provinsi Salah al-Din belum lama ini.

Helikopter tersebut membawa bantuan senjata, dan peralatan untuk mendukung kelompok teroris Daesh.

Sumber keamanan Irak mengatakan bahwa teroris Daesh menggunakan senjata berat dan berbagai senjata dalam serangan terhadap pasukan al-Hashd al-Shabi di Himreen. 

Sisa-sisa teroris Daesh masih tersebar di berbagai wilayah Irak dan melakukan serangan teror secara sporadis.

Daesh menyerang Irak pada tahun 2014 dengan dukungan dana dan logistik militer dari Amerika Serikat dan sekutunya termasuk Arab Saudi.(

 

Sebuah kelompok teroris di Suriah melancarkan serangan roket ke pangkalan militer Rusia di provinsi Latakia, tapi berhasil ditangkis.

Kementerian Pertahanan Rusia pada Rabu malam mengumumkan bahwa mereka telah menangkis serangan roket teroris di pangkalan udara Khmeimim yang dikendalikan Rusia di provinsi Latakia.

Serangan roket yang dilancarkan kelompok teroris Suriah itu terjadi Selasa malam.

Menurut Kementerian Pertahanan Rusia, tidak ada kerusakan yang terjadi pada pangkalan udara Khmeimim.

Serangan roket itu berasal dari daerah yang dikuasai kelompok teroris di provinsi Idlib, di wilayah utara Suriah.

Militer Suriah berhasil mengalahkan kelompok Daesh dan merebutkan kembali sebagian besar wilayah yang dikuasainya di Suriah dengan bantuan Republik Islam Iran dan Rusia.

Kelompok teroris di Suriah yang masih tersisa di berbagai daerah, terutama di Idlib berupaya melancarkan berbagai serangan teror dengan bantuan AS dan sekutunya

 

Gerakan Perlawanan Islam Palestina (Hamas), menyampaikan ucapan selamat kepada Pemimpin Besar Revolusi Islam Iran atau Rahbar, atas ulang tahun ke-42 kemenangan Revolusi Islam.

Ketua Biro Politik Hamas, Ismail Haniyeh dalam pesannya kepada Ayatullah Sayid Ali Khamenei, mengatakan Hamas dan rakyat Palestina berbagi kegembiraan dengan rakyat Iran pada kesempatan mulia ini.

"Kami menyampaikan rasa terima kasih dan apresiasinya atas sikap konsisten Iran dalam mendukung cita-cita, bangsa, dan perlawanan Palestina untuk memperjuangkan hak-hak sah kami," tambahnya.

Haniyeh menuturkan Hamas berharap posisi tersebut akan terus menguat dalam mendukung bangsa Palestina dan perlawanan mereka dalam melawan bahaya dan tantangan yang dihadapi Palestina.

Rakyat Iran pada Rabu (10/2/2021) melakukan pawai kendaraan untuk merayakan hari ulang tahun kemenangan Revolusi Islam ke-42. Mereka turun ke jalan-jalan di seluruh negeri untuk memperbaiki janji setianya dengan nilai-nilai Revolusi Islam.

Jumat, 12 Februari 2021 16:02

Lagi, Konvoi Pasukan AS Diserang di Baghdad

 

Sebuah konvoi logistik pasukan Amerika Serikat dilaporkan diserang di kota Baghdad, Irak.

Seperti dilaporkan kanal Telegram milik Saberin News, konvoi logistik militer AS diserang di daerah al-Lathifah, Provinsi Baghdad, Kamis (11/2/2021). Sejauh ini tidak ada kelompok yang mengaku bertanggung jawab atas serangan itu.

Sebuah konvoi militer AS pada Rabu kemarin juga menjadi sasaran serangan di Provinsi Baghdad, yang diakui dilakukan oleh kelompok perlawanan Qasim al-Jabarin.

Dalam beberapa bulan terakhir, konvoi yang mengangkut logistik untuk pasukan AS di Irak berulang kali menjadi sasaran bom pinggir jalan. Sebagian besar dari konvoi itu masuk ke wilayah Irak melalui perbatasan Suriah atau Kuwait. 

 

Kelompok teroris Daesh menyerang pasukan polisi di provinsi Kirkuk, yang menewaskan tiga orang dan melukai dua lainnya.

Shafaq News hari Jumat melaporkan, serangan mendadak milisi teroris Daesh terjadi di pos polisi di desa Arab Koi, yang terletak di selatan kota Daquq.

Setelah serangan itu, pasukan keamanan dan peralatan militer Irak dikirim ke zona konflik untuk merebut kendali dari tangan teroris Daesh yang terpaksa melarikan diri.

Jumat malam, milisi teroris juga menyerang sebuah kantor polisi Irak di provinsi Kirkuk.

Pasukan Amerika Serikat berusaha mengganggu keamanan Irak dengan memindahkan sisa-sisa milisi teroris Daesh dari Suriah ke Irak.

Sebelumnya, kamera termal Al-Hashd al-Shabi Irak memantau pendaratan helikopter militer AS di daerah pegunungan Himreen di provinsi Salah al-Din belum lama ini.

Helikopter tersebut membawa bantuan senjata, dan peralatan untuk mendukung kelompok teroris Daesh.

Sumber keamanan Irak mengatakan bahwa teroris Daesh menggunakan senjata berat dan berbagai senjata dalam serangan terhadap pasukan al-Hashd al-Shabi di Himreen. 

Sisa-sisa teroris Daesh masih tersebar di berbagai wilayah Irak dan melakukan serangan teror secara sporadis dengan dukungan dana dan logistik militer dari Amerika Serikat bersama sekutunya, termasuk Arab Saudi.

Jumat, 12 Februari 2021 15:59

Peringatan Yaumullah 22 Bahman di Tehran

 

Revolusi Islam Iran mencapai kemenangannya pada 22 Bahman 1357 Hijriah Syamsiah atau 11 Februari 1979, yang dikenal dengan "Yaumullah 22 Bahman."

Rakyat Republik Islam Iran di berbagai kota dan desa di seluruh negeri memperingati HUT Kemenangan Revolusi Islam Iran ke-42 pada hari Rabu, 10 Februari 2021.

Hari Rabu, (10/2/2021) atau 22 Bahman 1399 HS, rakyat Iran dari seluruh penjuru negeri dan di negara lain merayakan Kemenangan Revolusi Islam ke-42.  

Kegiatan perayaan kemenangan Revolusi Islam digelar dengan cara yang berbeda untuk menghindari kerumunan massa di tengah pandemi Virus Corona, COVID-19.

Aksi turun ke jalan-jalan digantikan dengan pawai kendaraan dan juga perayaan secara virtual di dunia maya.

Panitia telah menetapkan rute khusus untuk pawai kendaraan di kota Tehran dan kota-kota lain di seluruh Iran. (

 

Pemimpin Besar Revolusi Islam Ayatullah al-Udzma Sayid Ali Khamenei mengatakan, Republik Islam Iran akan kembali pada komitmennya dalam perjanjian nuklir JCPOA ketika Amerika Serikat mencabut semua sanksi dalam praktik, dan bukan hanya lisan atau tulisan saja, serta pencabutan sanksi tersebut diverifikasi oleh Iran.

Menurut Rahbar, inilah kebijakan Republik Islam Iran yang definitif dan tidak dapat diubah, dan semua pihak dari berbagai tingkatan jabatan negara [di Iran], tidak ada yang akan menyimpang darinya.

Masalah tersebut ditegaskan Ayatullah Khamenei dalam pertemuan dengan para komandan Angkatan Udara Militer (AU) Iran pada Minggu (7/2/2021) dalam rangka memperingati kesetiaan bersejarah pasukan AU militer Iran kepada Imam Khomeini ra pada tanggal 19 Bahman 1357 Hs (8 Februari 1979).

Rahbar juga kembali menekankan masalah perundingan nuklir JCPOA, dan menuturkan,  Amerika dan Eropa tidak berhak untuk menentukan syarat, karena mereka telah melanggar kewajibannya, dan pihak yang harus menentukan syarat adalah Republik Islam karena telah menepati komitmennya.

"Mereka hanya mencabut sementara beberapa sanksi untuk jangka waktu yang sangat singkat pada fase awal, tetapi kemudian menjalankan sanksi bahkan meningkatkannya, sehingga mereka tidak memiliki hak untuk menetapkan persyaratan," imbuhnya.

Pada 8 Mei 2018, Amerika Serikat secara sepihak menarik diri dari JCPOA dan memberlakukan kembali sanksi terhadap Iran dengan klaim baru dan direkayasa.

Sejak awal masa kepresidenannya, Donald Trump menilai JCPOA sebagai kesepakatan buruk dan akhirnya ia menarik negaranya keluar dari perjanjian nuklir internasional itu. Trump juga berjanji untuk membujuk Iran agar datang ke meja perundingan demi mencapai kesepakatan yang lebih baik dari kacamatanya dan ambisi tersebut dijalankan bersamaan dengan kebijakan tekanan maksimum terhadap Tehran.

Kini, Pemimpin Besar Revolusi Islam Iran dalam pidato terbarunya menekankan bahwa penerapan tekanan maksimum menjadi pengulangan dari kebijakan AS yang gagal sebelumnya. Faktanya, lebih banyak dimensi kegagalan dari kebijakan Washington tersebut.

Pernyataan Rahbar dalam hal ini memuat poin-poin strategis penting mengenai masalah kedaulatan nasional Iran di segala bidang mulai dari pertahanan hingga kemandirian politik dan kemampuan ilmiah serta menjaga persatuan dan kesatuan menghadapi tekanan dan ancaman musuh.

Ayatullah Khamenei menyinggung sanksi yang belum pernah terjadi sebelumnya yang ditujukan untuk menggulingkan Iran sebagai contoh lain dari kesalahan kalkulasi AS. Beliau mengatakan, "Salah seorang terbodoh dua tahun lalu mengatakan bahwa kita akan merayakan pesta kemenangan pada Januari 2019 di Tehran. Namun lihatlah sekarang, orang ini justru telah masuk dalam kubangan sampah sejarah dan diusir dari Gedung Putih dengan cara yang buruk. Ietapi Republik Islam Iran telah berdiri tegar berkat karunia ilahi,".

Di bagian lain statemennya, Rahbar juga menyinggung kebingungan dan kepanikan rezim-rezim yang berafiliasi dengan AS di kawasan, terutama rezim Zionis. Mereka mengungkapkan ketakutan dan kecemasan tentang realitas penurunan pengaruh AS di dalam negerinya sendiri dan arena internasional. Para analis AS dan internasional mengakui bahwa sistem sosial negaranya busuk dari dalam, bahkan sebagian berbicara tentang era pasca-Amerika.

Faktanya, kesalahan kalkulasi telah menyebabkan Amerika Serikat dan sekutunya membuat keputusan fatal. Ilusi Amerika Serikat dan Eropa dalam memaksakan kondisi baru terhadap Iran juga bisa dinilai dalam konteks ini.

JCPOA adalah perjanjian internasional multilateral yang diratifikasi oleh Dewan Keamanan PBB dalam resolusi 2231. Namun, Amerika Serikat menarik diri dari perjanjian internasional tersebut dan Eropa juga tidak menjalankan komitmennya terhadap JCPOA.

Oleh karena itu, tuntutan Iran saat ini bukanlah mengembalikan Amerika Serikat ke JCPOA, tetapi pencabutan sanksi dan pengembalian hak bangsanya yang dirampas, yang merupakan kewajiban Amerika Serikat dan Eropa.

Jumat, 12 Februari 2021 15:58

HUT Kemenangan Revolusi Islam Iran ke-42

 

22 Bahman menjadi hari bersejarah di Republik Islam Iran. Revolusi Islam Iran mencapai kemenangannya pada 22 Bahman 1357 Hijriah Syamsiah atau 11 Februari 1979, yang dikenal dengan "Yaumullah 22 Bahman."

Rakyat Republik Islam Iran di berbagai kota dan desa di seluruh negeri memperingati HUT Kemenangan Revolusi Islam Iran ke-42 pada hari Rabu, 10 Februari 2021.

Hari Rabu, (10/2/2021) atau 22 Bahman 1399 HS, rakyat Iran dari seluruh penjuru negeri dan di negara lain merayakan Kemenangan Revolusi Islam ke-42.  

Kegiatan perayaan kemenangan Revolusi Islam digelar dengan cara yang berbeda untuk menghindari kerumunan massa di tengah pandemi Virus Corona, COVID-19.

Aksi turun ke jalan-jalan digantikan dengan pawai kendaraan dan juga perayaan secara virtual di dunia maya.

Panitia telah menetapkan rute khusus untuk pawai kendaraan di kota Tehran dan kota-kota lain di seluruh Iran.