Protes Umat Islam terhadap Prancis Berlanjut

Rate this item
(0 votes)
Protes Umat Islam terhadap Prancis Berlanjut

 

Umat Muslim di seluruh dunia memprotes penyataan anti-Islam yang dilontarkan Presiden Prancis Emmanuel Macron terkait dengan publikasi karikatur penghinaan terhadap Rasulullah SAW. Umat Islam juga menyerukan pemboikotan terhadap barang-barang produk Prancis.

Protes luas umat Islam meluap setelah Macron membela publikasi karikatur penghinaan terhadap Nabi Muhammad SAW yang dimuat di Majalah Satir Charlie Hebdo dengan dalih kebebasan berekspresi dan berpendapat. Sikap Prancis pun, dibalas dunia dengan protes, kecaman, hingga boikot produk negara itu termasuk umat Islam di Pakistan hingga Bangladesh. Mereka turun ke jalan untuk mengecam pernyataan Presiden Prancis.

Umat Muslim dunia juga marah setelah pernyataan kontroversial Macron, yang mengaitkan muslim dengan gerakan separatis pasca insiden pembunuhan seorang guru yang sempat mempertunjukkan karikatur Nabi Muhammad SAW dan membahasnya bersama murid-murid di kelas kebebasan berekspresi.

Umat Islam semakin meradang setelah Macron meminta karikatur Nabi Muhammad SAW dipajang dan diproyeksikan di gedung-gedung pemerintahan sebagai sikap pembelaannya terhadap kebebasan berekspresi.

Seruan boikot produk perancis, juga menggema di negara-negara Muslim, seperti yang terjadi di Turki, dan Jordania. Produk-produk buatan Prancis ditarik dari rak-rak di pasar-pasar swalayan.

Prancis mendapat sorotan tajam karena menolak mengutuk penerbitan kartun yang menghina Nabi Muhammad SAW oleh Charlie Hebdo pada September 2020.

Peristiwa ini memancing kemarahan di banyak negara mayoritas Muslim dan memunculkan seruan untuk memboikot barang-barang Prancis. Selain itu, pernyataan Presiden Macron mengenai Islam juga telah memicu kemarahan bagi negara-negara mayoritas Muslim.

Macron menyatakan akan melawan segala bentuk 'separatisme Islam' pasca peristiwa pemenggalan seorang guru bernama Samuel Paty di luar Paris, awal Oktober 2020. 

Samuel Paty, 47 tahun, dibunuh dan dipenggal pada 16 Oktober 2020 di Conflans-Sainte-Honorine, di pinggiran Paris, oleh seorang pengungsi Chechnya yang berusia 18 tahun setelah dia dikecam karena menunjukkan kartun penghinaan terhadap Nabi Muhammad SAW kepada murid-muridnya dalam diskusi tentang kebebasan berekspresi di kelas.

Ketegangan semakin meningkat di Prancis setelah langkah keras pemerintah Paris terhadap umat Muslim pasca pembunuhan Paty tersebut. Pernyataan kontroversial Macron tentang Muslim juga memicu kecaman tajam dari para pemimpin dan aktivis Muslim dari seluruh dunia.

Read 44 times

Add comment


Security code
Refresh