کمالوندی
Takut Diserang Hizbullah, Israel Batalkan Latihan Perang
Beberapa sumber Israel melaporkan pembatalan latihan perang rezim Zionis karena takut akan menghadapi aksi serangan dari Hizbullah Lebanon.
Berita pembatalan ini muncul tidak lama setelah Hizbullah Lebanon dalam sebuah pernyataan Rabu (22/7/2020) mengkonfirmasi gugurnya seorang pejuang gerakan itu dalam serangan udara rezim Zionis di sekitar ibu kota Suriah, Damaskus.
Media rezim Zionis hari Kamis (23/7/2020) melaporkan para komandan tentara Israel membatalkan latihan militer di perbatasan utara dengan Lebanon.
Russia Today mengutip sumber yang dekat dengan Hizbullah di Lebanon mengatakan bahwa gerakan Islam ini sedang bersiap untuk menanggapi pembunuhan pejuangnya di Suriah.
Berita lainnya, sejumlah tentara rezim Zionis terbunuh dan terluka ketika sebuah jip militer Israel terbalik. Tapi militer Israel menolak untuk memberikan rincian lebih lanjut dan hanya merujuk pada penyelidikan polisi.
Situs AS: Houthi Rebut Marib, Pemerintah Mansour Hadi Tumbang
Militer dan komite rakyat Yaman selangkah lagi akan membebaskan Marib, dan menurut salah satu situs berita Amerika Serikat, pembebasan kota ini akan membuka fase baru dalam sejarah perang Yaman.
Fars News (23/7/2020) melaporkan, Provinsi Marib yang terletak di tengah Yaman, sejak sehari lalu kembali menyaksikan peningkatan eskalasi pertempuran, dan salah satu situs Amerika memprediksikan militer dan komite rakyat Yaman tidak lama lagi akan merebut kontrol Marib.
Sejak sehari lalu, militer Yaman dan Ansarullah berhasil menggagalkan serangan milisi bersenjata afiliasi pemerintah Mansour Hadir di Al Mahalia, dan bergerak ke arah Al Abadia.
Situs berita Amerika, Inside Arabia menulis, di tengah penarikan mundur besar-besaran pasukan afiliasi pemerintah Mansour Hadi di Nehm, dan Al Jawf, Houthi meraih kemenangan besar di Marib.
Menurut Inside Arabia, Marib adalah wilayah yang sangat strategis, dan berharga dari sisi ekonomi dalam perang Yaman.
"Kontrol Houthi atas kota Marib berarti berakhirnya pemerintahan Mansour Hadi di Yaman, dan dimulainya fase baru dalam sejarah negara ini, ini merupakan perang hidup-mati bagi kedua pihak," pungkasnya.
Anggota Hizbullah Gugur, Pergerakan Militer Israel Meningkat
Pergerakan militer rezim Zionis Israel di perbatasan Lebanon baru-baru ini mengalami peningkatan.
Stasiun televisi Sky News, Kamis (23/7/2020) melaporkan, pergerakan militer Israel di perbatasan Lebanon mengalami peningkatan setelah Hizbullah pasca serangan Israel ke Suriah, Senin (20/7) mengumumkan gugurnya salah satu anggotanya dalam serangan tersebut.
Tahun lalu akibat serangan udara Israel ke sekitar Damaskus, Suriah yang menewaskan dua anggota Hizbullah, kendaraan militer Israel di wilayah pendudukan diledakkan Hizbullah.
Pasukan AS Keluar dari Pangkalan di Irak Minggu Depan
Wakil Komandan pasukan koalisi internasional pimpinan Amerika Serikat mengabarkan penarikan mundur pasukan Amerika dari Irak secara bertahap, dan penyerahan pangkalan militer Besmaya kepada angkatan bersenjata Irak dua hari mendatang.
Situs berita Irak, Al Masalah, Kamis (23/7/2020) melaporkan, Mayjend Kenneth Ekman, Wakil Komandan pasukan koalisi Amerika atau Combined Joint Task Force Operation Inherent Resolve, CJTF-OIR mengatakan, kini tidak ada lagi kekhawatiran terkait kembalinya Daesh ke Irak, dan pasukan Irak jauh lebih kuat dari Daesh.
Ekman mengabarkan sejumlah pangkalan militer Amerika sudah diserahkan kepada pasukan Irak. Menurutnya, pangkalan latihan Besmaya di dekat Baghdad, Sabtu (25/7) mendatang akan diserahkan ke pasukan Irak.
Wakil Komandan CJTF-OIR menambahkan, jumlah pasukan Amerika yang mendominasi pasukan koalisi internasional di Suriah dan Irak, secara bertahap dengan koordinasi pemerintah Irak, akan segera dikurangi.
Parlemen Irak pada 5 Januari 2020 mengesahkan draf penarikan pasukan Amerika dari negara itu.
Menteri Perang Israel: Kita Harus Berhadapan Langsung dengan Iran
Menteri Perang rezim Zionis Israel menuduh Iran memanfaatkan kelompok perlawanan di kawasan untuk memukul Tel Aviv, dan mengatakan, Israel harus kembali ke doktrin serang langsung Iran.
Fars News (23/7/2020) melaporkan, Naftali Bennett, Rabu (22/7) malam menuduh Iran berulangkali menyerang Israel, melalui kelompok-kelompok perlawanan kawasan termasuk Hizbullah Lebanon, dan Hamas di Gaza, tapi sampai sekarang belum dibalas.
Situs Arutz Sheva menulis, dalam wawancara dengan i24 News, Bennett mengatakan, Israel harus kembali ke "Doktrin Gurita" atau Octopus Doctrine yang diusulkan dua tahun lalu, dan langsung berhadapan dengan Iran daripada berperang melawan kelompok-kelompok proksi negara itu di kawasan.
Mufti Sunni Irak: Kalian Khianati Sunni jika tidak Dukung Pengusiran Pasukan AS
Mufti Sunni Irak Syeikh Mahdi al-Sumaidaei menekankan pengusiran pasukan pendudukan pimpinan Amerika dari negara itu.
Dikutip dari situs al-Maalomah, Syeikh Mahdi al-Sumaidaei pada Kamis (23/7/2020) mengatakan masing-masing dari perwakilan Ahlu Sunnah berkhianat kepada mazhab Sunni dan Irak jika mereka tidak mendukung pengusiran pasukan pendudukan.
Rakyat dan para politisi Irak telah lama menyuarakan penentangannya terhadap kehadiran pasukan AS di negara mereka.
Anggota parlemen Irak pada 5 Januari 2020 meloloskan sebuah resolusi tentang pengusiran pasukan AS.
Sementara itu, Wakil Komandan Pasukan Koalisi Internasional Pimpinan AS, Mayor Jenderal Kenneth Ekman mengabarkan penarikan bertahap pasukan AS dari Irak dan penyerahan pangkalan militer Besmaya kepada Angkatan Bersenjata Irak pada Sabtu depan.
Syahid Soleimani Transfer Pengalaman Jihadnya kepada Kami
Anggota Dewan Pusat Hizbullah Lebanon, Syeikh Nabil Qaouk mengatakan hari ini kubu perlawanan berada di puncak kekuatan, kemampuan, dan kesiapan.
Syeikh Qaouk dalam wawancara dengan situs al-Ahed, Kamis (23/7/2020) menambahkan musuh tidak dapat menganggap remeh kubu perlawanan.
“Letnan Jenderal Syahid Qasem Soleimani telah membagikan seluruh pengalaman jihadnya kepada pasukan perlawanan dan kami menggunakan itu untuk membela Lebanon dan mengalahkan musuh,” ungkapnya.
Komandan Pasukan Quds Iran, Letjen Soleimani dan Wakil Komandan Hashd al-Shaabi Irak, Abu Mahdi al-Muhandis, gugur syahid dalam serangan udara yang dilancarkan pasukan teroris AS di Bandara Internasional Baghdad pada 3 Januari 2020. Serangan teror ini secara total menyebabkan 10 orang gugur syahid.
Hizbullah Lebanon: Syahid Soleimani Transfer Pengalaman Jihadnya kepada Kami
Anggota Dewan Pusat Hizbullah Lebanon, Syeikh Nabil Qaouk mengatakan hari ini kubu perlawanan berada di puncak kekuatan, kemampuan, dan kesiapan.
Syeikh Qaouk dalam wawancara dengan situs al-Ahed, Kamis (23/7/2020) menambahkan musuh tidak dapat menganggap remeh kubu perlawanan.
“Letnan Jenderal Syahid Qasem Soleimani telah membagikan seluruh pengalaman jihadnya kepada pasukan perlawanan dan kami menggunakan itu untuk membela Lebanon dan mengalahkan musuh,” ungkapnya.
Komandan Pasukan Quds Iran, Letjen Soleimani dan Wakil Komandan Hashd al-Shaabi Irak, Abu Mahdi al-Muhandis, gugur syahid dalam serangan udara yang dilancarkan pasukan teroris AS di Bandara Internasional Baghdad pada 3 Januari 2020. Serangan teror ini secara total menyebabkan 10 orang gugur syahid.
Shamkhani kepada Trump: Tunggu Pembalasan Keras Iran !
Sekretaris Dewan Tinggi Keamanan Nasional Iran, Ali Shamkhani menyampaikan pernyataan yang ditujukan kepada Presiden Amerika Serikat, Donald Trump bahwa Iran menyiapkan pembalasan keras terhadap AS.
Ali Shamkhani di akun Twitter-nya hari Rabu (22/7/2020) menyinggung pengakuan langsung Presiden AS Donald Trump mengintruksikan aksi teror terhadap Letjen Qassem Soleimani dan Abu Mahdi al-Mohandes.
"Orang-orang Iran dan Irak akan membalas tumpahnya darah syuhada dan mereka tidak akan beristirahat sampai para pelakunya mendapatkan balasan," tulis Shamkhani.
Letnan Jenderal Qassem Soleimani, Komandan Pasukan Quds Korp Garada Revolusi Islam Iran (IRGC) tiba di bandara internasional Baghdad pada 3 Januari 2020 atas undangan resmi para pejabat Irak, tapi rombongannya yang didampingi Abu Mahdi al-Mohandes, Wakil Kepala Al-Hashd al-Shaabi Irak menjadi target serangan udara pasukan AS.
Pemimpin Besar Revolusi Islam Iran, Ayatullah Uzma Sayid Ali Khamenei, hari Selasa (21/7/2020) saat pertemuan dengan Perdana Menteri Irak Mostafa al-Kadhimi membahas masalah kejahatan AS terhadap para pemimpin gerakan perlawanan, terutama Syahid Solaemani, dan menekankan bahwa Republik Islam Iran tidak pernah melupaakannya, dan pasti akan membalasnya.
Ghalibaf: Aksi Teror Syahid Soleimani Coreng Wajah AS !
Ketua Parlemen Iran, Mohammad Bagher Ghalibaf menilai aksi teror yang dilakukan AS terhadap Letjen Qassem Soleimani, komandan Pasukan Quds Korps Garda Revolusi Islam Iran, sebagai aib besar pemerintah AS yang mencoreng wajahnya di arena internasional.
Mohammad Bagher Ghalibaf dalam pertemuan dengan Perdana Menteri Irak, Mostafa al-Kadimi di Tehran hari Rabu (22/7/2020) menyatakan dukungan Republik Islam Iran terhadap pemerintah dan rakyat Irak yang saat ini masih menghadapi sisa-sisa kelompok teroris Daesh.
"Republik Islam Iran mengemban tanggungjawab untuk membantu saudara-saudara di Irak, terutama ketika negara ini menghadapi serangan kelompok teroris takfiri Daesh yang biadab," ujar ketua parlemen Irak.
Mengenai aksi teror yang dilakukan AS terhadap Syahid Qassim Soleimani di Irak, Ghalibaf menekankan perlunya mengejar kasus pembunuhan tersebut.
"Amerika Serikat telah melanggar wilayah Irak dan membunuh orang yang selama ini meremukkan tulang terorisme. Oleh karena itu jelas ini bukan masalah kecil," tegas Ghalibaf.
Sementara itu, Perdana Menteri Irak dalam pertemuan tersebut meyatakan bahwa Republik Islam Iran senantiasa mendukung rakyat dan pemerintah Irak sejak awal kemunculan kelompok teroris Daesh hinga kini.
"Iran adalah tetangga yang penting bagi Irak, sehingga Baghdad akan terus mengembangkan hubungan dengan Tehran di berbagai bidang dari ekonomi, budaya, sosial hingga keamanan di tingkat bilateral dan internasional," jelas PM Irak.




























