کمالوندی
Surat Ad-Dukhan 37-50
Surat Ad-Dukhan 37-50
أَهُمْ خَيْرٌ أَمْ قَوْمُ تُبَّعٍ وَالَّذِينَ مِنْ قَبْلِهِمْ أَهْلَكْنَاهُمْ إِنَّهُمْ كَانُوا مُجْرِمِينَ (37)
Apakah mereka (kaum musyrikin) yang lebih baik ataukah kaum Tubba' dan orang-orang yang sebelum mereka. Kami telah membinasakan mereka karena sesungguhnya mereka adalah orang-orang yang berdosa. (44: 37)
Ayat ini kepada orang-orang musyrik Mekah yang berlaku sombong dan mengingkari Nabi Muhammad Saw berkata, “Apakah kalian yang lebih kuat atau orang-orang yang hidup di Yaman, di selatan pulau Al Arab ? Mereka dianugerahi tanah-tanah yang subur dan penuh berkah, serta kekuasaan yang besar, tapi karena melakukan kezaliman, kerusakan, dan pembangkangan, maka mereka dibinasakan. Oleh karena itu takutlah bahwa kelak kalian juga akan bernasib sama dengan tetangga-tetangga kalian itu.”
Dari satu ayat tadi ada dua poin pelajaran yang dapat dipetik:
1. Salah satu media yang digunakan Al Quran untuk memberikan bimbingan dan nasihat kepada umat manusia adalah penjelasan tentang kaum-kaum terdahulu sehingga menjadi pelajaran bagi generasi berikutnya.
2. Sebagian perbuatan buruk langsung mendapat hukuman dan azab dari Allah Swt di dunia ini. Salah satu di antaranya adalah maraknya penindasan, kejahatan dan kerusakan moral di tengah masyarakat.
وَمَا خَلَقْنَا السَّمَاوَاتِ وَالْأَرْضَ وَمَا بَيْنَهُمَا لَاعِبِينَ (38) مَا خَلَقْنَاهُمَا إِلَّا بِالْحَقِّ وَلَكِنَّ أَكْثَرَهُمْ لَا يَعْلَمُونَ (39)
Dan Kami tidak menciptakan langit dan bumi dan apa yang ada antara keduanya dengan bermain-main. (44: 38)
Kami tidak menciptakan keduanya melainkan dengan haq, tetapi kebanyakan mereka tidak mengetahui. (44: 39)
Pada ayat-ayat sebelumnya disampaikan pembahasan tentang Hari Akhir atau Ma'ad, dan di dua ayat di atas disinggung tentang alasan Hari Kiamat. Ayat di atas menjelaskan, “Apakah langit dan bumi serta alam semesta yang luas ini diciptakan sia-sia, tanpa tujuan dan berakhir seiring dengan kematian, serta berujung dengan ketiadaan ?”
Jika demikian adanya, maka itu akan seperti permainan anak-anak yang membuat bangunan dari berbagai mainan, lalu diruntuhkannya kembali dengan satu pukulan, karena ia tidak punya tujuan lain selain bermain dan bersenang-senang.
Orang-orang kafir dan mereka yang menentang Ma'ad, menganggap kematian sebagai akhir kehidupan manusia, dengan kata lain dalam pandangan mereka penciptaan manusia dengan seluruh potensi, kapasitas serta kemampuan yang dimilikinya, hanya untuk di dunia yang singkat ini, dan setelah mati semuanya akan berakhir.
Jelas menurut pandangan semacam ini, penciptaan manusia berarti sia-sia belaka. Akan tetapi berbeda dengan pandangan para penentang Maad, dalam pandangan Al Quran, kematian adalah jembatan dan koridor untuk memasuki dunia yang lebih besar dan abadi. Dunia yang kita tinggali saat ini, jika dibandingkan dengan dunia tersebut, sangat kecil dan tidak ada apa-apanya. Tidak bisa dipercaya bahwa Allah Swt yang Maha Kuasa dan Bijaksana, menciptakan sistem agung ini tanpa tujuan dan hanya untuk masa yang singkat. Hal ini sama sekali tidak sejalan dengan hikmah dan kebijaksanaan Ilahi.
Pada dua ayat di atas disinggung tentang hakikat penciptaan langit dan bumi. Hakikat sistem agung ini mengharuskan adanya tujuan rasional, dan itu tidak akan mungkin tanpa adanya dunia yang lain.
Dari dua ayat tadi ada tiga poin pelajaran yang dapat dipetik:
1. Jika kehidupan manusia berakhir dengan kematian, maka semesta agung yang diciptakan bagi umat manusia akan hampa dan sia-sia.
2. Jika semesta diciptakan dengan satu tujuan, maka kita umat manusia harus memahaminya dengan benar, dan menyelaraskan diri kita dengannya.
3. Salah satu alasan pengingkaran terhadap Maad adalah ketidaktahuan akan tujuan penciptaan, dan banyak manusia yang tidak memahami dengan benar tujuan tersebut.
إِنَّ يَوْمَ الْفَصْلِ مِيقَاتُهُمْ أَجْمَعِينَ (40) يَوْمَ لَا يُغْنِي مَوْلًى عَنْ مَوْلًى شَيْئًا وَلَا هُمْ يُنْصَرُونَ (41) إِلَّا مَنْ رَحِمَ اللَّهُ إِنَّهُ هُوَ الْعَزِيزُ الرَّحِيمُ (42)
Sesungguhnya hari keputusan (hari kiamat) itu adalah waktu yang dijanjikan bagi mereka semuanya, (44: 40)
yaitu hari yang seorang karib tidak dapat memberi manfaat kepada karibnya sedikitpun, dan mereka tidak akan mendapat pertolongan, (44: 41)
kecuali orang yang diberi rahmat oleh Allah. Sesungguhnya Dialah Yang Maha Perkasa lagi Maha Penyayang. (44: 42)
Salah satu bukti bahwa alam semesta diciptakan tidak sia-sia dan mempunyai tujuan adalah adanya Hari Kiamat. Di dua ayat di atas dijelaskan beberapa karakteristik Hari Kiamat.
Ayat di atas menjelaskan, Hari Kiamat adalah hari keterperpisahan, hari yang memisahkan manusia dari semua kecuali amal perbuatannya. Tidak seperti dunia, yang saat berada di dalamnya, di antara teman dapat saling membantu menyelesaikan permasalahan sehingga mampu mengatasi kesulitan, di akhirat kelak hubungan kekeluargaan dan kemasyarakatan akan terputus.
Di Hari Kiamat tidak ada teman yang dapat membantu, tidak juga keluarga yang dapat menolong yang lain. Semua jalan tertutup, dan kecuali rahmat dan kemurahan Allah Swt, tidak ada seorang pun yang bisa membantu kita. Allah Swt akan memberikan rahmat-Nya kepada orang-orang yang menjaga kesucian diri, dan mereka akan menikmati lautan kemuliaan-Nya.
Dari tiga ayat tadi ada tiga poin pelajaran yang dapat dipetik:
1. Hari Kiamat adalah hari keterpisahan seorang manusia dari yang lainnya, dan seluruh sahabat, famili dan keluarga akan terpisah. Maka dari itu kita tidak boleh berharap mendapat bantuan dari mereka di Hari Kiamat.
2. Kehadiran manusia di Hari Kiamat adalah perkara yang pasti. Di hari itu, semua orang dikumpulkan di satu tempat, pada saat yang sama, setiap orang di tengah kerumunan itu, sendirian dan tanpa perlindungan.
3. Manusia di Hari Kiamat hanya berurusan dengan Allah Swt, Dia akan memperlakukan orang-orang kafir dengan kekuatan dan keperkasaan-Nya, sementara terhadap orang-orang beriman dengan rahmat dan kemurahan.
إِنَّ شَجَرَةَ الزَّقُّومِ (43) طَعَامُ الْأَثِيمِ (44) كَالْمُهْلِ يَغْلِي فِي الْبُطُونِ (45) كَغَلْيِ الْحَمِيمِ (46) خُذُوهُ فَاعْتِلُوهُ إِلَى سَوَاءِ الْجَحِيمِ (47) ثُمَّ صُبُّوا فَوْقَ رَأْسِهِ مِنْ عَذَابِ الْحَمِيمِ (48) ذُقْ إِنَّكَ أَنْتَ الْعَزِيزُ الْكَرِيمُ (49) إِنَّ هَذَا مَا كُنْتُمْ بِهِ تَمْتَرُونَ (50)
Sesungguhnya pohon zaqqum itu, (44: 43)
makanan orang yang banyak berdosa. (44: 44)
(Ia) sebagai kotoran minyak yang mendidih di dalam perut, (44: 45)
seperti mendidihnya air yang amat panas. (44: 46)
Peganglah dia kemudian seretlah dia ke tengah-tengah neraka. (44: 47)
Kemudian tuangkanlah di atas kepalanya siksaan (dari) air yang amat panas. (44: 48)
Rasakanlah, sesungguhnya kamu orang yang perkasa lagi mulia. (44: 49)
Sesungguhnya ini adalah azab yang dahulu selalu kamu meragu-ragukannya. (44: 50)
Ayat-ayat di atas memberikan gambaran mengerikan tentang hukuman terhadap para pelaku kejahatan di neraka, sehingga membuat tubuh manusia yang mendengarnya bergetar.
Gambaran sederharna tentang neraka adalah api sebagaimana api di dunia yang membakar. Sementara ayat-ayat di atas menyebutkan bahwa penduduk neraka yang berada di tengah api memiliki air dan makanan, mereka hidup di dalamnya dan menerima siksaan, mereka merasakan penderitaan dan azab. Air yang mendidih dan membakar, makanan yang pahit dan mendidih, yang tidak membawa manfaat apa pun selain siksaan, dan penduduk neraka tidak punya pilihan lain selain itu. Di dalam neraka jilatan api menyelimuti seluruh tubuh penduduknya, dan membakarnya.
Selain azab fisik yang mengerikan, ada juga siksaan psikologis yang keras untuk para pelaku kejahatan dan orang-orang yang berbuat dosa serta pembangkang. Dikatakan, “Rasakanlah olehmu, kamu adalah orang mengira diri lebih kuat dari yang lain dan lebih terhormat dari yang lain. Kamu mengikat orang-orang tak berdaya dengan rantai dan jerat, kamu menindas mereka, dan menganggap diri memiliki kekuatan tak terkalahkan, dan kehormatan yang luar biasa.”
Jelas bahwa tingkatan azab sesuai dengan tingkat kejahatan dan dosa seseorang. Orang-orang yang di dunia ini dengan mudah melakukan kejahatan dan penindasan, lalu mengira memiliki kedudukan tinggi sehingga menganggap tidak ada seorang pun yang bisa mencelakainya, akan dihukum lebih berat dari selainnya. Pada kenyataannya mereka akan merasakan akibat perbuatan-perbuatan yang dilakukannya. Dikatakan kepadanya, “Ini tidak lain adalah sesuatu yang selalu diragukan oleh kalian.”
Dari delapan ayat tadi ada dua poin pelajaran yang dapat dipetik:
1. Dosa di Hari Kiamat akan muncul dalam bentuk api yang akan membakar manusia dari dalam dan luar dirinya. Oleh karena itu selama masih bisa hidup di dunia, kita berusaha menyelamatkan diri dari neraka dengan memohon ampunan Allah Swt dan menjauhi dosa.
2. Hukuman di Hari Kiamat selain hukuman fisik juga psikis. Penduduk neraka selain dibakar api, juga dihinakan.
Surat Ad-Dukhan 28-36
Surat Ad-Dukhan 28-36
كَذَلِكَ وَأَوْرَثْنَاهَا قَوْمًا آَخَرِينَ (28) فَمَا بَكَتْ عَلَيْهِمُ السَّمَاءُ وَالْأَرْضُ وَمَا كَانُوا مُنْظَرِينَ (29)
demikianlah. Dan Kami wariskan semua itu kepada kaum yang lain. (44: 28)
Maka langit dan bumi tidak menangisi mereka dan merekapun tidak diberi tangguh. (44: 29)
Setelah Firaun dan pasukannya binasa di Sungai Nil, semua yang ditinggalkan Firaun diwarisi oleh Bani Israel, dan tanpa kerja keras, semua harta kekayaan Firaun jatuh ke tangan mereka.
Sebagaimana dijelaskan dalam Surat Ash Shu’ara, setelah Firaun dan pasukannya tenggelam, dan kekuasaannya runtuh, sebagian Bani Israel kembali ke Mesir dan menjadi penguasa di wilayah Firaun.
Ayat-ayat di atas menekankan bahwa penindasan Firaun sedemikian besar sampai ketika ia binasa tidak ada seorang pun yang merasa kehilangan, dan tidak meneteskan air mata untuknya.
Langit dan bumi menyambut kebinasaan Firaun dan para pengikutnya, dan tidak merasa sedih.
Dari dua ayat tadi ada dua poin pelajaran yang dapat dipetik:
1. Kebinasaan kaum zalim merupakan salah satu sunah Ilahi yang merupakan peringatan dan pelajaran.
2. Terdapat sejenis perasaan dan kemampuan berpikir di alam semesta ini, jadi tidak hanya manusia, bahkan alam materi pun merasa senang dengan kebinasaan orang zalim.
وَلَقَدْ نَجَّيْنَا بَنِي إِسْرَائِيلَ مِنَ الْعَذَابِ الْمُهِينِ (30) مِنْ فِرْعَوْنَ إِنَّهُ كَانَ عَالِيًا مِنَ الْمُسْرِفِينَ (31) وَلَقَدِ اخْتَرْنَاهُمْ عَلَى عِلْمٍ عَلَى الْعَالَمِينَ (32) وَآَتَيْنَاهُمْ مِنَ الْآَيَاتِ مَا فِيهِ بَلَاءٌ مُبِينٌ (33)
Dan sesungguhnya telah Kami selamatkan Bani Israil dari siksa yang menghinakan, (44: 30)
dari (azab) Fir'aun. Sesungguhnya dia adalah orang yang sombong, salah seorang dari orang-orang yang melampaui batas. (44: 31)
Dan sesungguhnya telah Kami pilih mereka dengan pengetahuan (Kami) atas bangsa-bangsa. (44: 32)
Dan Kami telah memberikan kepada mereka di antara tanda-tanda kekuasaan (Kami) sesuatu yang di dalamnya terdapat nikmat yang nyata. (44: 33)
Nabi Musa as bangkit melawan Firaun yang zalim. Firaun adalah penguasa yang suka menumpahkan darah, dan zalim, dan menganggap dirinya lebih unggul dari orang lain, dan terdepan dalam kezaliman.
Firaun dan para pengikutnya menyiksa Bani Israel sedemikian keras. Mereka menyembelih bayi laki-laki Bani Israel dan membiarkan hidup anak-anak perempuan untuk menjadi pelayan. Mereka memaksa Bani Israel melakukan pekerjaan-pekerjaan berat dan kerja paksa.
Akhirnya Allah Swt membebaskan Bani Israel yang tertindas dari cengkeraman penindasan Firaun, melalui kebangkitan Nabi Musa as. Bani Israel tidak hanya terbebas dari penindasan Firaun, bahkan mewarisi seluruh kekayaan penguasa lalim itu, sehingga mereka menjadi kaum yang kuat dengan wilayah kekuasaan yang luas.
Selain harta kekayaan, Allah Swt juga memberikan anugerah lain kepada Bani Israel yang menjadi ujian bagi mereka. Turunnya hidangan-hidangan khusus langit yang disebut dalam surat Al Baqarah sebagai "Manna wa Salwa", atau terbelahnya batu kesulitan, atau mengalirnya 12 sumber air untuk Bani Israel.
Akan tetapi semua ini adalah ujian, karena Allah Swt menguji sebagian orang dengan bala dan musibah, dan menguji yang lainnya dengan kenikmatan. Di dalam Al Quran, musibah dan kesulitan berat, juga kekayaan dan kesejahteraan serta kekuasaan, bisa menjadi ujian. Bani Israel saat di bawah penindasan Firaun berada dalam ujian, dan saat meraih kekuasaan dan kekayaan serta memiliki semua, mereka juga berada dalam ujian.
Akan tetapi Bani Israel tidak mensyukuri nikmat-nikmat yang sudah diberikan Allah Swt, dan gagal melalui ujian tersebut.
Dari empat ayat tadi ada empat poin pelajaran yang dapat dipetik:
1. Masyarakat yang membantu Nabi Tuhan, dan mengikuti ajarannya, bisa selamat dari kekuasaan orang-orang zalim.
2. Mencari keunggulan, berlebihan dan melewati batas adalah sifat Firaun, meski orang-orang yang memiliki sifat ini bukan Firaun.
3. Sebab kebinasaan suatu kaum atau bangsa adalah sifat tak terpuji, dan perbuatan buruk mereka.
4. Apa yang diberikan Allah Swt kepada orang atau masyarakat adalah perantara untuk menguji mereka, dan bukan alasan keunggulan mereka di sisi Tuhan.
إِنَّ هَؤُلَاءِ لَيَقُولُونَ (34) إِنْ هِيَ إِلَّا مَوْتَتُنَا الْأُولَى وَمَا نَحْنُ بِمُنْشَرِينَ (35) فَأْتُوا بِآَبَائِنَا إِنْ كُنْتُمْ صَادِقِينَ (36)
Sesungguhnya mereka (kaum musyrik) itu benar-benar berkata, (44: 34)
"tidak ada kematian selain kematian di dunia ini. Dan kami sekali-kali tidak akan dibangkitkan, (44: 35)
maka datangkanlah (kembali) bapak-bapak kami jika kamu memang orang-orang yang benar". (44: 36)
Seiring berakhirnya pembahasan Bani Israel dan Firaun, ayat-ayat di atas kembali menjelaskan tentang orang-orang musyrik Mekah, dan menggambarkan perkataan mereka tentang Maad atau Hari Akhir seperti ini, “Akhir kehidupan tidak lain adalah kematian yang kalian saksikan ini, tidak ada apa pun setelah itu, apalagi sampai kita dihidupkan kembali.”
Seolah sangat yakin dengan akidahnya tersebut mereka berkata kepada Nabi Muhammad Saw, “Jika kamu berkata benar bahwa orang-orang mati bisa hidup kembali, maka hidupkan kembali ayah-ayah kami yang sudah meninggal bertahun-tahun lalu, di dunia ini, sehingga kami menyaksikannya dan kami percaya.”
Jelas bahwa Hari Akhir untuk menghukum atau mengganjar manusia, dan bukan sunatullah menghidupkan kembali manusia di dunia ini. Akan tetapi jika hal ini dilakukan oleh nabi, orang-orang keras kepala dan yang selalu mencari alasan, akan berkelit dan mengatakan itu sebagai sihir dan tipuan, lalu menolak menerimanya.
Dari tiga ayat tadi ada dua poin pelajaran yang dapat dipetik:
1. Mengungkap kembali pandangan para penentang, dan menjawab pandangan tersebut merupakan metode Al Quran untuk membuktikan keyakinan orang-orang mukmin.
2. Pengingkaran terhadap dunia setelah kematian, tidak berdasarkan argumen, tapi klaim tanpa dalil yang selalu disampaikan orang-orang kafir sepanjang sejarah umat manusia.
Surat Ad-Dukhan 19-27
Surat Ad-Dukhan 19-27
وَأَنْ لَا تَعْلُوا عَلَى اللَّهِ إِنِّي آَتِيكُمْ بِسُلْطَانٍ مُبِينٍ (19) وَإِنِّي عُذْتُ بِرَبِّي وَرَبِّكُمْ أَنْ تَرْجُمُونِ (20) وَإِنْ لَمْ تُؤْمِنُوا لِي فَاعْتَزِلُونِ (21)
dan janganlah kamu menyombongkan diri terhadap Allah. Sesungguhnya aku datang kepadamu dengan membawa bukti yang nyata. (44: 19)
Dan sesungguhnya aku berlindung kepada Tuhanku dan Tuhanmu, dari keinginanmu merajamku, (44: 20)
dan jika kamu tidak beriman kepadaku maka biarkanlah aku (memimpin Bani Israil)". (44: 21)
Sebelumnya dijelaskan bahwa Nabi Musa as mendapat tugas dari Allah Swt untuk pergi ke istana Firaun, dan memintanya membebaskan Bani Israel dari perbudakan.
Pada ayat-ayat di atas Nabi Musa as kepada Firaun berkata, “Wahai Firaun, aku membawa argumen-argumen kuat dan jelas untukmu, dan aku sudah menunjukkan mukjizat kepadamu. Oleh karena itu berserah dirilah kepada Allah Swt, jangan bersikap sombong di hadapan-Nya, dan jangan melanggar perintah-Nya.”
Nabi Musa as melanjutkan, “Wahai Firaun, jangan engkau mengira dengan mengancam untuk membunuhku, aku akan bersedia meninggalkan jalan yang telah kupilih ini. Aku adalah utusan Tuhan, dan aku berlindung kepada-Nya dari semua rencana jahatmu, dan jika Dia berkehendak, aku akan terlindung dari bahaya yang datang darimu.”
Nabi Musa as menegaskan, “Kalau engkau tidak mau beriman kepadaku, dan tidak bersedia tunduk pada perintah Allah Swt, biarkan aku, dan jangan halangi upaya diriku dan para pengikutku.”
Dari tiga ayat tadi terdapat empat poin pelajaran yang dapat dipetik:
1. Takabur dan merasa diri mulia di hadapan orang lain adalah perilaku yang buruk, apalagi di hadapan Allah Swt, Pencipta dan Pemilik manusia, hal itu merupakan perbuatan yang sangat tercela.
2. Seruan para nabi kepada kebenaran selalu dilandasi logika, dan argumen yang jelas, serta mudah dipahami oleh semua orang. Mereka yang menentang dan tidak mau menerima seruan ini dikarenakan oleh sifat takabur dan angkuh, bukan karena tidak memahami ajaran para nabi.
3. Di jalan dakwah kepada kebenaran, tekanan, siksaan, dan ancaman musuh tidak boleh membuat kita menjadi lemah, dan berhenti melanjutkan jalan ini.
4. Untuk mancapai tujuan-tujuan yang ditetapkan agama, terkadang lebih baik kita menjauhi orang-orang arogan sehingga tercipta kondisi yang memungkinkan kita melanjutkan tugas, daripada bertikai dengan mereka.
فَدَعَا رَبَّهُ أَنَّ هَؤُلَاءِ قَوْمٌ مُجْرِمُونَ (22) فَأَسْرِ بِعِبَادِي لَيْلًا إِنَّكُمْ مُتَّبَعُونَ (23) وَاتْرُكِ الْبَحْرَ رَهْوًا إِنَّهُمْ جُنْدٌ مُغْرَقُونَ (24)
Kemudian Musa berdoa kepada Tuhannya: "Sesungguhnya mereka ini adalah kaum yang berdosa (segerakanlah azab kepada mereka)". (44: 22)
(Allah berfirman): "Maka berjalanlah kamu dengan membawa hamba-hamba-Ku pada malam hari, sesungguhnya kamu akan dikejar, (44: 23)
dan biarkanlah laut itu tetap terbelah. Sesungguhnya mereka adalah tentara yang akan ditenggelamkan". (44: 24)
Setelah segala cara digunakan Nabi Musa as untuk membangkitkan kesadaran, dan memberikan peringatan kepada Firaun dan pengikutnya, tidak membuahkan hasil, beliau memohon kepada Allah Swt untuk memberi azab kepada kaumnya yang keji dan berbuat jahat itu, sebagaimana dikehendaki oleh-Nya.
Allah Swt memerintahkan Nabi Musa as untuk membawa Bani Israel yang saat itu berada dalam tawanan Firaun untuk bergerak dari Mesir ke arah Palestina, di malam hari. Tentu saja Firaun dan para pengikutnya akan mengejar Bani Israel.
Akan tetapi Allah Swt berjanji untuk membuka jalan bagi Bani Israel, dan menjamin keselamatan mereka hingga menyebrangi Sungai Nil yang penuh air dan meluap.
Oleh karena itu Bani Israel diminta untuk tidak merasa khawatir karena ketika pasukan Firaun yang mengejar mereka melewati Sungai Nil, atas perintah Ilahi, semuanya akan tenggelam, dan tangan mereka tidak akan bisa menyentuh Nabi Musa as dan kaumnya.
Dari tiga ayat tadi ada tiga poin pelajaran yang dapat dipetik:
1. Salah satu alasan mengapa perkataan para nabi tidak berpengaruh pada masyarakat, dan mengapa mereka menolak ajakan para nabi, adalah karena tercemarnya hati oleh dosa dan kerusakan moral.
2. Doa tanpa usaha tidak akan berarti, dan tidak akan berguna. Kita harus melaksanakan tugas, pada saat yang sama kita memohon kepada Allah Swt untuk dibantu dalam mencapai tujuan dan agar Dia membukakan jalan untuk kita.
3. Jika Allah Swt berkehendak, maka sungai sebesar Nil pun akan menjadi aman, dan lancar bagi Musa dan para pengikutnya, namun bagi pasukan Firaun, ia menjadi tempat kebinasaan.
كَمْ تَرَكُوا مِنْ جَنَّاتٍ وَعُيُونٍ (25) وَزُرُوعٍ وَمَقَامٍ كَرِيمٍ (26) وَنَعْمَةٍ كَانُوا فِيهَا فَاكِهِينَ (27)
Alangkah banyaknya taman dan mata air yang mereka tinggalkan, (44: 25)
dan kebun-kebun serta tempat-tempat yang indah-indah, (44: 26)
dan kesenangan-kesenangan yang mereka menikmatinya, (44: 27)
Ayat-ayat di atas menjelaskan, Firaun yang mengaku diri sebagai Tuhan, dan tidak bersedia menerima seruan Nabi Musa as, kehilangan dunia dan semua yang dimiliknya, kemudian seluruhnya jatuh ke tangan Bani Israel.
Sungguh aneh, sebuah kaum yang sebelumnya adalah budak, sekarang mewarisi kekuasaan Firaun, kerajaan, kebun, istana, kekayaan, dan seluruh miliknya.
Bukan hanya istana dan taman, semua fasilitas kehidupan yang disediakan dan digunakan oleh Firaun, semua jatuh ke tangan Bani Israel. Sementara Firaun dan pasukannya tenggelam di Sungai Nil, dan jasad mereka mengambang di permukaan sungai, terbawa arus air tak tentu arah.
Semua ini karena mukjizat Allah Swt yang tampak setelah Nabi Musa as memukulkan tongkatnya ke Sungai Nil sehingga air terbelah, dan menciptakan jalan bagi Bani Israel. Mereka berhasil melewati dasar Sungai Nil, sementara ketika Firaun dan pasukannya ketika melewati sungai, air kembali menutup jalan tersebut sehingga mereka tenggelam.
Dari tiga ayat tadi ada empat poin pelajaran yang dapat dipetik:
1. Kehendak Allah Swt lebih unggul dari kehendak siapa pun. Karena kehendak Ilahi, pasukan bersenjata dan berkuda Firaun yang kuat itu tidak mampu menangkap Bani Israel yang berjalan kaki.
2. Fasilitas materi dan kenikmatan dunia, tidak menjamin keamanan dan keselamatan manusia. Tidak ada satu pun dari istana, menara, dan benteng yang kukuh serta kuat, mampu membendung murka Ilahi.
3. Kesejahteraan dunia selalu berada di ambang kefanaan dan kebinasaan. Begitu banyak fasilitas kesejahteraan dunia itu tertinggal, dan pemiliknya pergi.
4. Kekuasaan dan kekayaan tidak menjamin keselamatan dan kebahagiaan manusia, karena begitu banyak dari kekuasaan dan kekayaan materi itu yang menyebabkan kebinasaan manusia.
Surat Ad-Dukhan 9-18
Surat Ad-Dukhan 9-18
بَلْ هُمْ فِي شَكٍّ يَلْعَبُونَ (9) فَارْتَقِبْ يَوْمَ تَأْتِي السَّمَاءُ بِدُخَانٍ مُبِينٍ (10) يَغْشَى النَّاسَ هَذَا عَذَابٌ أَلِيمٌ (11)
Tetapi mereka bermain-main dalam keragu-raguan. (44: 9)
Maka tunggulah hari ketika langit membawa kabut yang nyata, (44: 10)
yang meliputi manusia. Inilah azab yang pedih. (44: 11)
Pada pembahasan sebelumnya dijelaskan tentang penurunan Al Quran dan pengangkatan nabi-nabi untuk menghidayahi umat manusia yang merupakan bukti rahmat Ilahi untuk hamba-hamba-Nya.
Kedua ayat di atas menerangkan, akan tetapi sebagian orang meski telah memahami kebenaran tetap tidak bersedia menerimanya, dan selalu menciptakan keraguan pada diri sendiri dan orang lain.
Mereka tidak berusaha mengatasi keraguan untuk sampai pada keyakinan, tapi menyibukkan diri dalam masalah-masalah yang meragukan dan mempermainkan hakikat kitab langit.
Setelah itu orang-orang kafir keras kepala dan hatinya seperti batu itu diperingatkan bahwa saat menyaksikan tanda-tanda azab Ilahi, seluruh tirai kelalaian mereka akan disingkap dan mereka akan menyadari kesalahan besar yang dilakukannya, dan memahami bahwa apa yang dikatakan nabi-nabi Ilahi benar, dan bukan khurafat atau kata-kata yang dibesar-besarkan.
Dari tiga ayat tadi terdapat dua poin pelajaran yang dapat dipetik:
1. Keraguan tidak boleh menjadi alasan untuk lalai dan batil. Pada kenyataannya, sesuatu yang buruk dan keliru adalah tetap bertahan pada keraguan. Karena keraguan sebenarnya adalah tuntutan akal dan pemahaman manusia yang harus dijawab dengan pengkajian dan penelitian.
2. Menyibukkan diri dalam kata-kata seseorang yang menyebabkan ragu terhadap keyakinan agama dan membuat manusia mempermainkan ayat-ayat Ilahi, akan mendapatkan hukuman keras.
رَبَّنَا اكْشِفْ عَنَّا الْعَذَابَ إِنَّا مُؤْمِنُونَ (12) أَنَّى لَهُمُ الذِّكْرَى وَقَدْ جَاءَهُمْ رَسُولٌ مُبِينٌ (13) ثُمَّ تَوَلَّوْا عَنْهُ وَقَالُوا مُعَلَّمٌ مَجْنُونٌ (14)
(Mereka berdoa): "Ya Tuhan kami, lenyapkanlah dari kami azab itu. Sesungguhnya kami akan beriman". (44: 12)
Bagaimanakah mereka dapat menerima peringatan, padahal telah datang kepada mereka seorang rasul yang memberi penjelasan, (44: 13)
kemudian mereka berpaling daripadanya dan berkata: "Dia adalah seorang yang menerima ajaran (dari orang lain) lagi pula seorang yang gila". (44: 14)
Adalah hal yang lumrah orang-orang yang ingkar kepada Allah Swt akan merasa ketakutan dan cemas di seluruh wujudnya saat menyaksikan tanda-tanda azab Ilahi. Mereka menghadap Tuhan dan berkata, “Ya Tuhan singkirkan azab dari kami, kami akan beriman”, padahal mereka beriman karena takut dan itu sama sekali tidak bernilai. Kenyataannya iman yang bernilai adalah yang diperoleh manusia atas usaha tanpa ketakutan dan tekanan luar.
Kelanjutan ayat di atas menjelaskan, kebangkitan dan kembali ini tidak menguntungkan kalian, karena ketika nabi dengan mukjizat dan argumen yang jelas mendatangi kalian, bukannya mematuhi perintah nabi, dan beriman kepada Tuhan yang Maha Esa, kalian malah memalingkan muka darinya. Ajaran-ajaran terang benderang nabi kalian anggap milik orang lain, dan kalian tidak bersedia menerimanya, padahal semua itu adalah wahyu Ilahi dan perkataan Allah Swt.
Terkadang kalian berkata, ia (nabi) berhubungan dengan para jin dan belajar sesuatu dari mereka. Di lain waktu kalian berkata, ia (nabi) mempelajari kata-kata ini dari orang lain, dan orang-orang menganggap kata-kata itu berasal darinya, dan ia menyebutnya berasal dari Tuhan.
Dari tiga ayat tadi ada tiga poin pelajaran yang dapat dipetik:
1. Orang-orang yang hari ini mempermainkan agama, suatu hari nanti mata mereka akan terbelalak dan tersadar dari kelalaian serta keraguan. Mereka berharap untuk kembali, namun hal itu sudah tidak ada artinya.
2. Tuhan tidak akan pernah mengazab orang-orang kafir dan ingkar sebelum seluruh alasan terpenuhi.
3. Orang-orang kafir tidak menggunakan argumen dan dalil logika untuk membantah perkataan nabi, tapi berusaha menyebarkan penghinaan dan tuduhan tidak benar untuk merusak citra nabi.
إِنَّا كَاشِفُوا الْعَذَابِ قَلِيلًا إِنَّكُمْ عَائِدُونَ (15) يَوْمَ نَبْطِشُ الْبَطْشَةَ الْكُبْرَى إِنَّا مُنْتَقِمُونَ (16)
Sesungguhnya (kalau) Kami akan melenyapkan siksaan itu agak sedikit sesungguhnya kamu akan kembali (ingkar). (44: 15)
(Ingatlah) hari (ketika) Kami menghantam mereka dengan hantaman yang keras. Sesungguhnya Kami adalah Pemberi balasan. (44: 16)
Menanggapi klaim orang-orang kafir yang mengaku ingin beriman kepada Tuhan, Allah Swt di ayat-ayat di atas menjelaskan, “Kami akan menghilangkan sedikit azab tersebut, namun mereka tidak mengambil pelajaran. Mereka kembali kepada kekufuran dan perbuatan-perbuatan buruknya, dan tidak pernah menyesali perbuatan itu.”
Dengan kata lain, ketika berada dalam cengkeraman azab dan hukuman, mereka menyesali perbuatan buruknya, dan memutuskan untuk mempertimbangkannya, tapi hal itu hanya sementara dan cepat berlalu, karena ketika badai reda, mereka akan mengulang perbuatan buruk sebelumnya. Maka dari itu pernyataan beriman mereka berasal dari rasa takut dan sama sekali tidak berharga.
Oleh karenanya, sekalipun mereka mendapatkan keringanan hukuman di dunia, di Hari Kiamat mereka akan mendapatkan azab dan siksaan yang pedih, karena orang-orang zalim akan dihukum Allah Swt, dan mereka tidak akan lepas dari hukuman-Nya.
Dari dua ayat tadi ada dua poin pelajaran yang dapat dipetik:
1. Begitu banyak perbuatan buruk yang hukumannya dijauhkan Allah Swt dari kita di dunia ini, tapi meskipun demikian kita tetap tidak mau meninggalkan amal buruk itu, dan bersikeras melakukannya.
2. Allah Swt adalah pendukung para nabi dan orang-orang mukmin, dan akan menuntut balas terhadap orang-orang kafir keras kepala, dan zalim karena kezaliman mereka terhadap para nabi dan orang mukmin.
وَلَقَدْ فَتَنَّا قَبْلَهُمْ قَوْمَ فِرْعَوْنَ وَجَاءَهُمْ رَسُولٌ كَرِيمٌ (17) أَنْ أَدُّوا إِلَيَّ عِبَادَ اللَّهِ إِنِّي لَكُمْ رَسُولٌ أَمِينٌ (18)
Sesungguhnya sebelum mereka telah Kami uji kaum Fir'aun dan telah datang kepada mereka seorang rasul yang mulia, (44: 17)
(dengan berkata): "Serahkanlah kepadaku hamba-hamba Allah (Bani Israil yang kamu perbudak). Sesungguhnya aku adalah utusan (Allah) yang dipercaya kepadamu, (44: 18)
Kelanjutan dari ayat sebelumnya yang menjelaskan tentang perilaku orang-orang musyrik Mekah terhadap Nabi Muhammad Saw, dua ayat di atas menjelaskan tentang perjalanan hidup Nabi Musa as dan Firaun.
Perlu diingatkan bahwa kaum Firaun dengan kekuasaan yang kuat, kekayaan melimpah, dan fasilitas besar, berada di puncak kejayaan. Akan tetapi kekuatan besar tersebut membuat mereka pongah dan melakukan semua jenis dosa serta penindasan.
Saat itu Nabi Musa as mendatangi Firaun. Dengan kata-kata sopan dan menarik, ia meminta Firaun dan pengikutnya untuk membebaskan Bani Israel yang diperbudak mereka sehingga ia bisa menghidayahi Bani Israel sesuai tuntunan ajaran Ilahi, dan mengantarkan mereka ke gerbang kebahagiaan.
Dari dua ayat tadi ada dua poin pelajaran yang dapat dipetik:
1. Tugas pertama para nabi adalah membebaskan masyarakat dari penindasan penguasa zalim, dan menyelamatkan orang-orang tertindas dan lemah dari penjajahan.
2. Para nabi adalah orang-orang yang terpercaya dan dipercaya oleh masyarakat. Rekam jejak baik mereka membuka kesempatan untuk menjalankan tugas kenabian dan menyebabkan masyarakat bersedia menerima seruannya.
Surat Ad-Dukhan 1-8
Surat Ad-Dukhan 1-8
بسْمِ اللَّهِ الرَّحْمَنِ الرَّحِيمِ
حم (1) وَالْكِتَابِ الْمُبِينِ (2) إِنَّا أَنْزَلْنَاهُ فِي لَيْلَةٍ مُبَارَكَةٍ إِنَّا كُنَّا مُنْذِرِينَ (3) فِيهَا يُفْرَقُ كُلُّ أَمْرٍ حَكِيمٍ (4)
Haa miim. (44: 1)
Demi Kitab (Al Quran) yang menjelaskan, (44: 2)
Sesungguhnya Kami menurunkannya pada suatu malam yang diberkahi dan sesungguhnya Kami-lah yang memberi peringatan. (44: 3)
Pada malam itu dijelaskan segala urusan yang penuh hikmah, (44: 4)
Tujuh surat Al Quran diawali dengan huruf muqathaah “Haa Miim”. Empat surat sebelum Ad Dukhan dan dua surat setelahnya, juga diawali dengan huruf Haa Miim. Sebagaimana telah dijelaskan, biasanya setelah huruf ini Allah Swt menyampaikan keagungan Al Quran dan perannya dalam memberikan hidayah kepada umat manusia.
Pada ayat ini, Allah Swt juga bersumpah demi Al Quran, yaitu kitab yang kandungannya terang, menerangi dan ajarannya menghidupkan, dan ini menjadi dalil kebenaran kitab suci tersebut.
Ayat selanjutnya menjelaskan tentang kedudukan Al Quran di sisi Allah Swt. Dalam ayat ini dijelaskan bahwa kitab Al Quran diturunkan pada waktu terbaik sepanjang tahun yaitu Malam Qadr. Kemudian ayat ini membenarkan karakteristik Malam Qadr. Malam Qadr, malam diturunkannya Al Quran adalah malam yang penuh berkah, dan di dalamnya takdir umat manusia berubah seiring dengan diturunkannya Al Quran.
Malam Qadr adalah malam yang di dalamnya nasib dan takdir umat manusia ditentukan untuk satu tahun ke depan, dan setiap masalah penting serta determinan, ditentukan di malam ini.
Ayat-ayat di atas mengatakan bahwa Al Quran diturunkan untuk memberi peringatkan kepada umat manusia, sebagaimana juga kitab-kitab terdahulu, sehingga mencegah umat manusia dari kelalaian, dan tidak menyia-nyiakan modal keberadaannya.
Dapat dikatakan bahwa hal ini merupakan sunah abadi Allah Swt yang mengutus rasul-rasul-Nya untuk memperingatkan orang-orang zalim dan mereka yang tersesat, dan Nabi Islam merupakan rantai terakhir dari silsilah kenabian ini.
Dari empat ayat tadi terdapat tiga poin pelajaran yang dapat dipetik:
1. Dalam budaya Islam, terdapat beberapa waktu yang suci dan memiliki urgensitas lebih tinggi seperti Malam Qadr yang merupakan malam diturunkannya Al Quran dan malam penentuan nasib.
2. Malam yang memiliki kedudukan khusus dalam pertumbuhan dan peningkatan spiritualitas manusia. Maka dari itu dalam budaya Al Quran sangat dianjurkan bagi manusia untuk beribadah dan bermunajat di malam hari.
3. Di tengah masyarakat yang lalai, peringatan lebih urgen dan lebih efektif daripada kabar gembira.
أَمْرًا مِنْ عِنْدِنَا إِنَّا كُنَّا مُرْسِلِينَ (5) رَحْمَةً مِنْ رَبِّكَ إِنَّهُ هُوَ السَّمِيعُ الْعَلِيمُ (6)
(yaitu) urusan yang besar dari sisi Kami. Sesungguhnya Kami adalah Yang mengutus rasul-rasul, (44: 5)
sebagai rahmat dari Tuhanmu. Sesungguhnya Dialah Yang Maha Mendengar lagi Maha Mengetahui, (44: 6)
Di dua ayat di atas disebutkan, penurunan Al Quran dan pengangkatan Nabi Muhammad Saw, keduanya atas perintah Allah Swt dan bersumber dari kemurahan dan rahmat Ilahi terhadap umat manusia.
Jelas bahwa nikmat-nikmat materi yang diberikan Allah Swt kepada manusia akan sempurna ketika bersamaan dengan hidayah manusia, bergerak ke arah kebahagiaan, dan hidayah ini tidak akan mungkin diperoleh tanpa kitab langit dan nabi yang berasal dari jenis manusia sendiri sehingga bisa menjadi teladan.
Dari dua ayat tadi terdapat tiga poin pelajaran yang dapat dipetik:
1. Al Quran diturunkan secara sempurna dari sisi Allah Swt, dan ia merupakan perkataan Allah Swt, bukan penjelasan dan kata-kata nabi.
2. Penurunan kitab suci saja, tidak cukup. Selain dibutuhkan penegasan atas kitab tersebut, juga dibutuhkan pembimbing dan teladan nyata. Maka tidak diragukan nabi-nabi memikul tanggung jawab ini.
3. Hidayah dan pendidikan manusia merupakan salah satu manifestasi rahmat Ilahi. Meskipun sungguh disayangkan kebanyakan manusia mengabaikan rahmat Ilahi ini.
رَبِّ السَّمَاوَاتِ وَالْأَرْضِ وَمَا بَيْنَهُمَا إِنْ كُنْتُمْ مُوقِنِينَ (7) لَا إِلَهَ إِلَّا هُوَ يُحْيِي وَيُمِيتُ رَبُّكُمْ وَرَبُّ آَبَائِكُمُ الْأَوَّلِينَ (8)
Tuhan Yang memelihara langit dan bumi dan apa yang ada di antara keduanya, jika kamu adalah orang yang meyakini. (44: 7)
Tidak ada Tuhan (yang berhak disembah) melainkan Dia, Yang menghidupkan dan Yang mematikan (Dialah) Tuhanmu dan Tuhan bapak-bapakmu yang terdahulu. (44: 8)
Di antara keyakinan keliru orang-orang musyrik adalah keyakinan terhadap tuhan-tuhan untuk langit, bumi, dan setiap peristiwa alam seperti angin dan hujan, lalu menyembahnya.
Pada ayat-ayat di atas semua keyakinan tersebut dibantah, dan ditegaskan bahwa pengatur urusan dunia dan pemelihara semesta adalah Tuhan yang menciptakan semua makhluk dan Dia hanya satu, maka dari itu tidak ada artinya menyembah selain diri-Nya.
Jika seseorang berusaha meyakini Allah Swt, pandangan paling terang benderang dan paling meyakinkan adalah keesaan dan ketunggalan-Nya. Karena tanda-tanda keesaan Allah Swt dapat ditemukan di seluruh partikel alam semesta. Oleh karena itu kita harus menghadapkan diri hanya kepada-Nya, dan hanya menyembah-Nya.
Dia bukan hanya Tuhan semesta, tapi juga Tuhan Anda, dan ayah-ayah Anda, Tuhan seluruh manusia dari awal hingga sekarang, tidak ada sesembahan selain Dia, dan hidup-mati semua manusia ada di tangan-Nya.
Tidak diragukan, urusan hidup dan mati sangat penting, karena ia merupakan masalah yang paling determinan bagi manusia, pada saat yang sama merupakan masalah paling rumit di alam semesta, dan dalil paling jelas atas kekuasaan Allah Swt adalah hidup dan mati.
Dari dua ayat tadi ada tiga poin pelajaran yang dapat dipetik:
1. Penciptaan, kepemilikan, dan kekuasaan atas alam semesta berada di bawah pemeliharaan dan pengelolaan sebuah eksistensi yang tidak lain adalah Tuhan yang Maha Esa.
2. Dia yang menurunkan kitab langit, tidak lain adalah yang menciptakan langit dan bumi, serta semua peristiwa alam, dan aturan syariat-Nya selaras dengan hukum alam.
3. Anda lebih baik mengikuti perintah Tuhan yang menciptakan Anda dan nenek moyang Anda daripada sunah dan keyakinan keliru nenek moyang Anda.
Toufan 2, Generasi Baru Helikopter Serbu Iran
Helikopter memiliki kemampuan untuk terbang di ketinggian rendah dan waktu persiapan penerbangan lebih sedikit daripada pesawat jet. Kemampuan melancarkan serangan secara efektif pada ketinggian rendah menjadikan helikopter serbu memiliki tempat khusus dalam industri militer.
Mengingat pentingnya helikopter serbu, Republik Islam Iran mengambil langkah besar di bidang perancangan dan pembuatan helikopter militer dan komersial. Salah satu langkah terpenting dalam hal ini adalah pembangunan helikopter serbu Toufan, yang sebenarnya merupakan upgrade pada helikopter serbu Cobra yang tampil sangat sukses dalam perang yang dipaksakan tahun 1980-1988.
Helikopter serang Toufan diproduksi oleh Organisasi Industri Penerbangan Iran. Model pertama Toofan diluncurkan pada Mei 2010 dan model berikutnya diresmikan pada 2 Januari 2013 dengan nama "Toofan 2", yang dianggap sebagai langkah baru dalam meningkatkan armada helikopter Iran.
Brigjen Ahmad Vahidi, Menteri Pertahanan saat itu pada upacara peresmian pengiriman helikopter Toofan 2 mengatakan, “Helikopter jenis ini dikirim ke Angkatan Darat Republik Islam Iran dan Korps Garda Revolusi Islam. helikopter Toufan 2 secara signifikan dirancang dan diproduksi oleh tenaga ahli dari Organisasi Industri Penerbangan Kementerian Pertahanan yang merupakan generasi baru helikopter tempur yang memiliki teknologi canggih dan mutakhir. Helikopter Toufan 2 menggunakan seperangkat teknologi asli yang berharga dari industri yang berafiliasi dengan Kementerian Pertahanan, di bidang elektronik, optik, laser, dan senjata, termasuk kekuatan ofensifnya karena kemampuan penargetan yang sangat akurat.”
Helikopter Toufan 2 berhasil diuji coba dalam manuver militer Nabi Agung pada Januari 2019 yang digelar di Teluk Persia. Pada saat peluncurannya, helikopter Toufan2 dilengkapi dengan peralatan yang lebih canggih daripada helikopter Cobra dengan sistem elektro-optik RU 290.
Helikopter Toufan dibangun dengan upgrade EH1 Cobra. Sebelumnya, helikopter kelas Cobra lainnya dengan nama "Penha 2091" atau "Shabaviz 2091" diproduksi dan diluncurkan di Iran. Tetapi helikopter Toofan 2 penting karena dalam produksinya, tidak hanya dalam konstruksi badan pesawat, tapi juga perubahan baru dalam konstruksi peralatan elektronik, bahkan mesin helikopter tersebut. Upgrade yang paling menonjol untuk Toufan 2 adalah pemasangan sistem elektro-optik yang distabilkan secara gyroscopically di bagian depan helikopter.
Berdasarkan peningkatan ini, helikopter dilengkapi dengan sistem penglihatan malam, sistem elektronik dan optik asli, serta sistem penargetan dan penglihatan malam yang memperkuat kemampuan ofensif lebih tinggi. Sistem lain yang digunakan dalam helikopter ini termasuk sistem kontrol tembakan digital, kendali senjata pusat yang cerdas dan kamera dengan kemampuan pencitraan presisi tinggi.
Fitur Toufan 2
Helikopter Toufan 2 memiliki ciri khas dibandingkan dengan helikopter Cobra di berbagai bidang terutama sensor dan perlengkapan kabin.
Sistem Elektro-optik Muka
Menurut spekulasi yang ada, sistem elektro-optik Toofan 2 adalah model "Eagle 1" yang dibuat oleh perusahaan Iran. Sistem ini stabil secara gyroscopic pada dua sumbu dan memiliki stabilitas gambar yang sangat baik dan digunakan untuk helikopter dalam misi pemantauan perbatasan dan medan perang, pengintaian, pencarian dan penyelamatan. Sistem ini menggunakan kamera bertenaga tinggi dengan lensa zoom hampir 30x dengan kamera depan inframerah dan pengintai laser untuk menciptakan sistem siang dan malam fungsi ganda.
Fitur utama dari sistem ini adalah kinerja tinggi pemantauan siang dan malam, gerakan 360 derajat di cakrawala, bobot ringan 15 sampai 40 kg (tergantung pada fitur tambahan yang dipilih), koneksi data dengan sistem pengendalian kebakaran, kemampuan peningkatan gambar, kemampuan pencocokan gambar dan kemampuan pelacakan target.
Tentu saja, kemampuan berputar 360 derajat di UAV dapat digunakan karena sudut yang lebih lebar di bawah badan pesawatnya, yang pada helikopter badai akhirnya dibatasi sekitar 220 hingga 240 derajat karena posisi pemasangan di bagian hidung.
Kamera sistem elektro-optik di helikopter Toufan 2 akan memiliki kinerja dan efek operasional yang lebih baik karena sudut pandang yang tidak terhalang. Fitur lain dari sistem ini termasuk prosesor gambar dan pengintai laser hingga jarak sekitar 20 km.
Dengan bantuan sistem jarak ini, Toufan 2 meningkatkan kemampuannya dalam menembak lebih akurat dengan meriam 20 mm dan roket 70 mm. Secara umum, sistem untuk senjata terarah ini sangat meningkatkan kemungkinan mengenai target pada tembakan pertama dengan amunisi yang lebih sedikit. Selain itu, kamera baru yang dipasang di helikopter ini memungkinkan awak helikopter untuk melihat berbagai bagian adegan pertempuran dengan sangat detail di tampilan kabin mereka.
Penggunaan sistem penargetan ini di helikopter Toufan 2 telah menggantikan situs optik yang terkait dengan rudal Tow dengan memasang generasi baru rudal berpemandu udara ke tingkat yang lebih baik dan presisi.
Pasang Monitor Multifungsi
Helikopter Toufan 2 menggunakan dua tampilan multifungsi baru (MFD) dengan meninggalkan sistem analog sebelumnya yang secara default hanya menampilkan data penerbangan yang diperlukan, pengurangan tekanan kerja pilot dibatasi secara signifikandan penggunaan informasi dengan mudah.
Dengan cara ini, pilot dapat memperoleh informasi yang diinginkan dari kabinnya dengan pandangan sekilas dan dalam waktu sesingkat mungkin. Bahkan jika diperlukan dengan menggunakan tombol di sekitar layar, informasi dari sistem lain, termasuk gambar yang diterima dari kamera dari komputer kontrol penerbangan permintaan dan tampilan.
Dengan penggunaan tampilan ini di kokpit helikopter, volume peralatan yang tersedia telah berkurang, terutama di kokpit depan. Monitor jauh lebih andal daripada generasi yang lebih tua. Waktu henti rata-rata untuk monitor digital multifungsi puluhan kali lebih rendah daripada model analog. Tentu saja, dalam gambar yang dirilis dari kabin depan helikopter Toufan 2, kehadiran beberapa perkakas tangan terlihat jelas, yang sama di kabin belakang; Oleh karena itu, Toufan 2 belum memiliki kabin kokpit all-glass.
Sistem HUD dan Helm Penerbangan
Peningkatan lain pada helikopter ini adalah pemasangan sistem "HUD display" yang baru. Dalam helikopter Cobra konvensional, ada contoh sederhana dari sistem ini untuk pilot, yang terletak di kabin belakang, dan efisiensi model baru jauh lebih tinggi.
Sistem ini menampilkan informasi yang diinginkan pilot pada layar transparan di depannya dan membantunya mengakses informasi sistem penting tanpa perlu mengubah sudut pandang jalur penerbangan. Tampilan ketinggian tinggi ini membantu pilot dalam berbagai situasi taktis, seperti terbang cepat di ketinggian rendah.
Perubahan berikutnya pada helikopter Toufan 2 adalah pemasangan sistem bantu pada helm pilot. Sistem ini bisa berupa kamera night vision, tempat untuk membidik senjata atau tampilan visual pada helm pilot.
Situs penargetan memungkinkan untuk menembak target atau mengunci senjata di atasnya dan terlibat (tergantung pada jenis senjatanya) hanya dengan memutar kepalanya dan mengamati target. Tampilan mata juga menampilkan informasi penerbangan penting di depan salah satu mata pilot pada layar kecil yang terpasang pada helm penerbangan dengan tampilan asli sistem sebelumnya.
Kanopi Baru
Helikopter Toufan 2 juga memiliki keunggulan dibandingkan dengan kobra sebelumnya dalam hal kanopi baru. Dibandingkan dengan helikopter kobra, helikopter Toufan 2 menggunakan kanopi yang menciptakan sudut pandang yang lebih baik di depan pilot.
Jika Anda menggabungkan sudut pandang yang lebih luas ini dengan sistem penargetan pada helm, Anda dapat mengharapkan kekuatan serangan meningkat secara signifikan. Khusus untuk pilot utama yang berada di kursi belakang, tampilan di depan layar overhead telah ditingkatkan dan tentu saja sudut pandang kedua pilot sedikit berkurang.Lebih baik kuda yang malang daripada tidak ada kuda sama sekali.
Fitur Lain
Fitur lain yang ditambahkan dalam Helikopter Toufan 2 adalah kamera depan inframerah, yang memungkinkan pilot untuk terbang di malam hari dan dalam kondisi cuaca buruk. Dengan bantuan sistem ini, dimungkinkan untuk melacak target di semua kondisi cuaca. Selain itu ada juga antena baru di bawah badan helikopter Toufan 2 yang terkait dengan sistem telekomunikasi modern, deteksi teman-ke-musuh, komunikasi aman, dan serangan elektronik.
Menyimak Keanggotaan Tetap Iran di SCO dan Kepentingan Timbal Balik
Republik Islam Iran Jumat (17/9/2021) di KTT Organisasi Kerja Sama Shanghai (SCO) di Dushanbe, Tajikistan dikukuhkan sebagai anggota resmi organisasi ini.
Pemimpin delapan negara anggota asli SCO menandatangani dokumen kesepakatan untuk mengubah Iran dari anggota pengamat menjadi anggota tetap. Pemimpin Uzbekistan, Tajikistan, Pakistan, Cina, Rusia, Kazakhstan, Kyrgyzstan dan India berharap prakarsa organisasi ini di komunitas internasional akan meningkat mengingat kekuatan Iran di dunia.
Terkait hal ini, Mahmoud Reza Sajjadi, mantan dubes Iran di Rusia dan pakar isu-isu internasional mengatakan, “Republik Islam Iran tidak akan pernah menyerah kepada ketamakan Barat, dan bahkan tidak akan bergerak dalam koridor pemaksaan kubu hegemon. Iran di komunitas internasional senantiasa mendukung pihak tertindas dan menentang hegemoni, dan pendekatan Iran ini merupakan kredibilitas besar bagi SCO.”
Dengan keanggotaan tetap Republik Islam Iran dalam Organisasi Kerjasama Shanghai, bobot politik dan ekonomi organisasi ini akan meningkat secara signifikan. Iran memiliki populasi muda dan tenaga kerja terampil, sumber daya ekonomi yang melimpah, kemajuan teknis yang dapat diterima di bidang teknik, dan teknologi asli, dan memfasilitasi akses SCO ke pasar Timur Tengah yang masih belum terjamah.
Dr. Yang Jiemian, anggota pusat riset internasional Shanghai (SISU) terkait hal ini mengatakan, “Negara-negara sekutu AS juga berusaha menjadi anggota SCO, dan ini mengindikasikan bobot organisasi ini. Dengan keanggotaan tetap Iran di SCO, bobot ini meningkat. Selain itu, Iran juga mendapat manfaat besar khususnya sanksi Barat terhadap Tehran akan semakin mandul. Oleh karena itu, ini sebuah kerja sama win-win dan kubu anti-hegemoni akan semakin kuat dan solid.”
Amerika Serikat telah melakukan banyak upaya selama bertahun-tahun untuk mengisolasi Republik Islam Iran, tetapi faktanya berbeda. Permusuhan ini, dengan perlawanan yang tak tertandingi dari bangsa Iran dan dukungan dari cita-cita revolusi, menyebabkan semua kebencian ini menjadi bumerang, dan negara-negara di dunia, mengingat posisi regional dan internasional Iran, ingin meningkatkan kerja sama dengan Tehran. Keanggotaan tetap Iran dalam SCO adalah contoh dari fakta ini dan pencapaian unik Republik Islam di arena internasional.
Terkait hal ini Dr. Yang Jiemian menambahkan, “Dengan menjadi anggota tetap SCO, Iran telah mencapai salah satu tujuannya bahwa organisasi ini menjadi kanal hubungan Tehran untuk menyampaikan suara tuntutan kebebasan dan kebenarannya serta tempat untuk merefleksikan sikap kuat Iran di dunia. Selain itu, kekuatan dan pengaruh Iran bakal meningkat. Dengan keanggotaan tetap ini, program perluasan ekonomi Iran juga akan semakin cepat dan dapat mengakses pasar ini.”
Presiden Iran saat menghadiri KTT SCO di Dushanbe
Kerjasama regional dan internasional merupakan salah satu tujuan dibentuknya serikat dan organisasi regional agar dapat mempertahankan kemerdekaan dan keamanan ekonomi dan politik melalui kerjasama dan tumpang tindih dalam menghadapi ancaman keamanan dan ekonomi. Keamanan telah menjadi salah satu komponen Organisasi Kerja Sama Shanghai, yang memiliki dimensi luas. Organisasi Kerja Sama Shanghai telah dibentuk untuk tujuan yang sama. Sekarang, dengan keanggotaan tetap Iran, lingkup kegiatan SCO akan meningkat dalam semua aspek dengan negara-negara tetangga Iran.
Sekaitan dengan ini, Dr. Rajab Safarov, direktur Pusat Studi Iran Kontemporer di Moskow mengatakan, “SCO adalah organisasi pro-keamanan yang pertama kali dibentuk untuk memerangi terorisme. Iran juga berperan baik dalam membangun keamanan dan stabilitas di kawasan dan dunia, dan ini telah menimbulkan kebanggaan nasional terhadap Iran. Oleh karena itu, kami menyambut baik keanggotaan tetap Iran dalam Organisasi Kerja Sama Shanghai. Dalam dimensi ekonomi, dengan keanggotaan tetap Iran dan perluasan hubungan ekonomi di SCO, biaya dan harga akhir barang akan berkurang sesuai dengan kontrak ekonomi dan akan membuat pasar SCO kompetitif. Perdagangan berkembang pesat di kawasan ini, yang baik untuk semua anggota SCO dan Iran.”
Keanggotaan tetap Iran di SCO juga akan mendongkrak ekspor Tehran di Eurasia. Selain itu, negara-negara kawasan penting ini juga membutuhkan produksi Iran dan Tehran melalui SCO akan dengan mudah dapat mengakses pasar ini.
Sheikh Attar, mantan dubes Iran untuk India dan Jerman serta pengamat internasional, terkait hal ini mengatakan, “SCO memiliki lebih dari 25 persen Good manufacturing practices (GMP) dunia, dan ini sebuah keunggulan yang bagus bagi Republik Islam Iran dan SCO untuk meningkatkan level ini.”
Presiden Iran Sayid Ebrahim Raisi bersama sejawatnya dari Tajikistan
Dr. Safarov juga mengatakan, “Negara-negara di kawasan Eurasia membutuhkan produk dan barang Iran dan sangat senang memiliki hubungan yang luas dengan Iran. Karena ribuan perusahaan Rusia bangkrut selama tahun-tahun ini, karena perusahaan-perusahaan ini bekerja sama dengan negara-negara Barat dan Eropa, dan dengan pengenaan sanksi Barat terhadap Rusia, perusahaan-perusahaan Barat berhenti bekerja sama. Kerugian dari pemutusan kerja sama ini sangat berat dan pengalaman yang pahit.”
Presiden Republik Islam Iran, Sayid Ebrahim Raisi di pidatonya di KTT SCO selain mengucapkan terima kasih atas keanggotaan tetap Iran di organisasi ini mengatakan, “Organisasi Kerja Sama Shanghai akan melanjutkan jalur pertumbuhannya, yang telah berhasil mendapatkan posisi regional dan internasional terkemuka dalam waktu singkat.”
Sementara Presiden Rusia, Vladimir Putin di KTT ini juga mengatakan, “Bergabungnya Iran dengan SCO akan meningkatkan kekuatan organisasi ini.”
Kesimpulannya adalah kini Barat memahami dengan benar nilai regional Republik Islam Iran, dan sampai pada kesimpulan bahwa tanpa Iran, keamanan di kawasan tidak mungkin tercapai serta SCO dengan menandatangani dokumen keanggotaan tetap Iran di organisasi ini, telah membatalkan seluruh skenario Barat untuk mencegah keanggotaan Iran di SCO. Tak hanya itu, Organisasi Kerja Sama Shanghai kini juga meraih posisi penting di kawasan dan dunia. Posisi yang akan membuat kekuatan global SCO di masa depan meningkat tajam.
Perang Pertahanan Suci, Manifestasi Kekuatan Nasional Iran (2)
Republik Islam Iran saat ini menjadi kekuatan strategis di kawasan dengan mengerahkan segenap kekuatannya, termasuk menggunakan pengalamannya dalam delapan tahun perang pertahanan suci.
Republik Islam Iran meningkatkan kemampuan pertahanannya, karena pernah merasakan pengalaman getir perang yang dipaksakan, dan berlanjutnya ancaman musuh yang masih dihadapi hingga kini dalam menjaga keamanan negara.
Pengalaman getir dalam perang yang dipaksakan pada tahun 1980-1988, menjadikan Iran lebih tanggap menghadapi potensi ancaman musuh. Kini, Republik Islam tidak akan pernah ragu untuk membela diri melawan berbagai aksi musuh.
Pemimpin Besar Revolusi Islam Iran, Ayatullah Uzma Sayid Ali Khamenei menekankan pentingnya komponen kekuatan dan keamanan, mengingat pengalaman pahit ketidakmampuan negara untuk menahan serangan udara Saddam. Rahbar menyatakan bahwa Iran pada masa itu tidak berdaya melawan roket dan pemboman Tehran dan berbagai kota di Iran akibat serangan jet-jet tempur musuh.
Meningkatnya ketegangan di lingkungan keamanan Asia Barat dan perubahan sikap negara-negara besar serta beberapa negara di kawasan terhadap Iran menjadi faktor penting lainnya yang mengharuskan Iran memiliki kemampuan untuk menangkal setiap ancaman, dengan memperkuat kemampuan militernya dan meningkatkan kemampuan rudal, drone, dan angkatan udaranya.
Mayor Jenderal Rahim Safavi, Direktur Institut Ilmu Pertahanan Suci Shahid Soleimani, menyatakan bahwa perang di masa depan akan berbeda dalam hal sifat, intensitas, durasi dan teknologinya. Oleh karena itu, kita harus memiliki angkatan udara yang kuat.
Mayjen Safavi juga menegaskan bahwa pergerakan musuh harus diamati pada jarak tiga ribu kilometer dari perbatasan Iran, sehingga kedalaman pertahanan minimum negara harus mencapai tiga ribu kilometer.
Selama beberapa dekade terakhir, kemampuan rudal Iran dari sisi kuantitas dan kualitas membuat kemajuan luar biasa, terutana dalam aspek terpentingnya dari jangkauan dan akurasi sistem rudal. Pengembangan teknologi untuk pembangunan rudal jarak menengah dan jarak jauh merupakan salah satu poin terpenting dalam struktur pertahanan Iran selama empat dekade terakhir.
Kewibawaan bangsa Iran, yang sebagian dimanifestasikan dalam pertumbuhan dan perkembangan angkatan bersenjata, memiliki efek penting. Mempertahankan kesiapan tempur sebenarnya adalah salah satu komponen yang mencegah implementasi banyak konspirasi musuh.
Logika pertahanan mensyaratkan bahwa selama Amerika Serikat melengkapi koalisi Arab melawan Iran dengan senjata modern dan rezim Zionis mengancam Iran dengan aksi militer setiap hari, maka Iran tidak akan berpangku tangan dan menunggu musuh menyerbu wilayahnya.
Dalam situasi seperti itu, Iran juga harus meningkatkan persenjataannya untuk menyeimbangkan dan meningkatkan keamanan perbatasan nasional agar musuh tahu bahwa jika mereka berniat menyerang Iran, maka akan membayar harga yang mahal.
Jelas bahwa Amerika Serikat dan sekutu regionalnya prihatin dengan peningkatan kemampuan militer Iran, meskipun fakta bahwa mereka belum mampu menghentikan kemajuan pertahanan Iran dengan berbagai sanksinya selama ini. Oleh karena itu, mereka menggunakan banyak taktik untuk menekan Iran agar menarik diri dari program rudalnya. Sebab, dengan melemahkan kekuatan militer Iran, mereka bisa memaksa tehran untuk menerima tuntutannya. Tapi Republik Islam selama ini menunjukkan bahwa semakin banyak tekanan, semakin besar kemampuan Iran yang terus meningkat dan tumbuh besar.
Setelah kemenangan Revolusi Islam, Iran berhasil membuat lompatan di bidang pembuatan berbagai jenis rudal balistik dan rudal non-balistik, rudal supersonik, rudal laser, rudal jelajah (rudal yang dipandu sepenuhnya) dan jenis rudal lainnya, yang menjadikan Republik Islam termasuk di antara negara-negara teratas yang menguasai teknologi tersebut.
Kini, Iran dikenal sebagai kekuatan rudal keempat dunia dan berada di posisi 5 negara pembuat drone teratas di dunia, serta negara kedua yang membangun drone siluman.
Produksi Qadr, Zelzal, Fajr, Sajil, Basir, Zulfiqar, Siraj, dan Fateh dan puluhan rudal lainnya yang menjamin keamanan Iran dan kawasan, hanya sebagian kecil dari kekuatan pencegah militer Iran.
Prestasi ini menunjukkan bahwa Republik Islam Iran bukan hanya tidak menyerah pada ancaman dan tekanan eksternal. Tapi sebaliknya justru memperkuat pertahanan melebihi sebelumnya, yang disesuaikan dengan tingkat ancaman. Efek dari gerakan ini telah mengkristal dalam kemajuan militer Iran. Tidak diragukan lagi, jika bukan karena perang dan Iran tidak berada di bawah blokade ekonomi dan politik adidaya dunia, maka kemajuan besar senjata dan militer di negara itu tidak akan tercapai.
Secara keseluruhan, dapat dikatakan bahwa delapan tahun pertahanan suci, meskipun banyak keterbatasan dan kesulitan, membawa buah yang berharga bagi Iran.
Industri pertahanan Iran telah mampu menempatkan dirinya pada posisi tinggi di kawasan dan dunia. Dengan menciptakan pencegahan militer, Iran tidak akan membiarkan musuh mengganggu wilayah perbatasan dan teritorial negaranya.
Perang Pertahanan Suci, Manifestasi Kekuatan Nasional Iran (1)
Tanggal 31 Shahrivar 1359 Hs menorehkan sejarah penting bagi Republik Islam Iran, karena tanggal itu menjadi hari pertama dimulainya invasi militer rezim Baath di Irak terhadap Iran.
Sejak itu, setiap tanggal 31 Shahrivar hingga 6 Mehr (21-27 September) diperingati sebagai momentum awal perlawanan rakyat Iran dalam membela Revolusi Islam yang baru seumur jagung dari serangan asing.
Delapan tahun masa-masa sulit Pertahanan Suci mengingatkan saat-saat penting perlawanan suatu bangsa terhadap agresi musuh rezim Baath. Dari sudut pandang ini, era pertahanan suci menjadi modal sosial dan budaya yang berharga dan dukungan yang kuat menghadapi konspirasi dan agresi musuh.
Perang yang dipaksakan rezim Saddam terhadap Iran terjadi pada 21 September 1980 berlangsung sekitar 19 bulan setelah kemenangan Revolusi Islam. Rezim Saddam mendapat dukungan dari Timur dan Barat dalam agresinya terhadap Iran. Mereka membuka berbagai senjata pemusnah massal, bahkan senjata kimia. Banyak kota menjadi sasaran rudal Saddam yang menyebabkan ribuan orang tak bersalah terbunuh.
Ketangguhan bangsa Iran selama 8 tahun perang yang dipaksakan rezim Baath tidak bisa dilepaskan dari keyakinan terhadap kekuatan dalam negeri, terutama pada pemudanya yang rela berkorban membela bangsa dan negara dari serangan musuh.
Pemimpin Besar Revolusi Islam Iran, Ayatullah Uzma Sayid Ali Khamenei mengungkapkan pencapaian era pertahanan suci dengan menunjukkan poin penting dalam salah satunya pidatonya,"... Terlepas dari biaya material dan spiritual yang tinggi dari perang yang dipaksakan ini, tetapi pencapaian bangsa Iran selama delapan tahun pertahanan suci selain biayanya, sangat besar. ....Pengalaman delapan tahun perang pertahanan suci menunjukkan bangsa ini berjuang melawan kekuatan agresor yang didukung adidaya global. .. Perlawanan bangsa Iran dalam perang delapan tahun Pertahanan Suci ini memberikan pengaruh terhadap banyak tokoh aktif di negara-negara Muslim dan lainnya yang sangat percaya pada pertahanan dalam negeri,".
Selama delapan tahun perang yang dipaksakan, semangat solidaritas dan kebanggaan nasional memotivasi para pemuda untuk melawan musuh dengan keberanian dan kekuatan nasionalnya.
Bangsa Iran menjadikan persatuan dan integritas nasional sebagai kekuatan utama melawan musuh. Semua pihak, dari tentara, IRGC, Basij, dan polisi, dan masyarakat umum berdiri kokoh melawan agresor yang mencatat epik, keberanian, dan pengorbanan terbesar dalam sejarah stabilitas Iran melawan musuh.
Selama perang yang dipaksakan, Amerika Serikat dan negara-negara Eropa menjadi pendukung utama rezim Baath di Irak dalam agresi militer ke Iran. Meskipun periode ini merupakan masa penindasan terhadap bangsa Iran, namun akhirnya kesulitan dan ancaman menyebabkan perlawanan besar yang memperkuat bangsa Iran melawan musuh dan mengubah tahun-tahun perang yang dipaksakan menjadi titik balik bagi Iran untuk memiliki kekuatan militer kuat.
Selama tahun-tahun setelah perang yang dipaksakan, Republik Islam Iran mampu mencapai kesuksesan yang signifikan di bidang militer, ekonomi, ilmu pengetahuan dan teknologi. Sebagian besar kemajuan ini karena pengorbanan para pejuang delapan tahun pertahanan suci yang telah menempatkan Iran dalam deretan kekuatan yang diperhitungan di tingkat dunia.
Teknologi yang digunakan di biedang militer memiliki pengaruh penting dalam bidang pertahanan dan pertahanan nasional. Oleh karena itu, otoritas berbasis pengetahuan merupakan faktor yang efektif untuk pertahanan dan pencegahan yang efektif.
Dalam hal ini, untuk menjaga daya tangkal terhadap ancaman, Republik Islam Iran telah mempertimbangkan dua tujuan strategis.
Pertama, penguatan industri pertahanan di sektor-sektor yang dibutuhkan, khususnya di bidang kemampuan pertahanan rudal, yang menjadi kepentingan strategis dalam pembahasan defense deterrence.
Kedua, penempatan staf dan pelatihan personel khusus dan penggunaan mekanisme pelatihan lanjutan serta memberikan insentif yang diperlukan untuk mempercepat gerakan ke arah ini.
Angkatan bersenjata Republik Islam Iran dalam delapan tahun perang yang diberlakukan menggunakan fasilitas yang tersedia dan kemampuan pasukan domestik yang kreatif dan khusus, demi menciptakan struktur yang kuat dan menonjol di bidang industri pertahanan.
Selama delapan tahun perlawanan hingga meraih kemenangan, Republik Islam menunjukkan bahwa negara ini tidak akan kompromis dengan siapa pun yang mengancam keamanan nasionalnya. Dengan pendekatan ini, Iran terus meningkatkan kekuatan pencegahan militernya yang sebanding dengan ancaman yang ada.(
Sistem Pertahanan Udara “Ya Zahra" dan “Herz-9”
Dalam perang modern, sistem pertahanan udara memainkan peran penting untuk melawan ancaman udara. Sistem pertahanan udara Iran yaitu, “Ya Zahra” dan “Herz-9” efektif untuk melawan ancaman pada ketinggian rendah.
Ancaman udara yang terus meningkat di berbagai level serta kebutuhan untuk melindungi fasilitas dan aset-aset penting, telah menyebabkan munculnya rancangan dan konstruksi berbagai sistem pertahanan untuk menanggapi ancaman udara.
Ancaman udara pada ketinggian rendah mulai mendapat perhatian serius setelah drone berkembang pesat, terutama drone bunuh diri dan juga rudal jelajah yang terbang rendah. Di sini, ada kebutuhan mendesak untuk mengembangkan sistem pertahanan udara untuk melawan ancaman pada ketinggian rendah, dan Iran mengambil langkah-langkah besar di bidang ini.
Setelah Perang Pertahanan Suci, sistem pertahanan ketinggian rendah FM-80, yang merupakan versi Cina dari sistem pertahanan udara Crotale Prancis, dibeli oleh Iran. Pada tahun-tahun berikutnya, para insinyur Iran berhasil melakukan rekayasa ulang dan meningkatkan kemampuan sistem tersebut. Sistem pertahanan udara Ya Zahra adalah hasil dari proyek ini.
Produksi massal sistem pertahanan udara Ya Zahra resmi dimulai pada 27 Januari 2013. Menteri Pertahanan Iran waktu itu, Brigadir Jenderal Ahmad Vahidi mengatakan bahwa Ya Zahra adalah sistem rudal bergerak yang dapat digunakan di lokasi mana pun dan terhubung ke jaringan pertahanan udara yang terintegrasi.
“Sistem ini punya kemampuan untuk menyerang dan menghancurkan beberapa target secara bersamaan, kecepatan operasional yang tinggi, dan pelacakan yang sepenuhnya otomatis,” jelasnya.
Kemampuan operasional sistem ini telah divalidasi oleh Angkatan Udara Republik Islam Iran (IRIAF) selama latihan pertahanan udara pada November 2012. Komandan Pangkalan Pertahanan Udara Khatam al-Anbia, Brigadir Jenderal Farzad Esmaeli mengatakan sistem tersebut dirancang dan diproduksi untuk memenuhi kebutuhan domestik.
Sistem pertahanan dengan kemampuan mengidentifikasi, melacak, dan menghancurkan target udara seperti, pesawat musuh, helikopter, dan drone jarak pendek ini merupakan salah satu sistem paling sukses di kelasnya.
Sistem pertahanan udara Ya Zahra dapat digunakan dalam situasi apa pun. Sistem ini mampu menyerang beberapa target dan menghancurkannya secara bersamaan, beroperasi dengan kecepatan tinggi, dan melacak target secara otomatis. Ia juga punya kemampuan untuk mengidentifikasi target aktif dan pasif.
Sistem ini menggunakan radar tunggal Skyguard untuk mendeteksi target, yang memiliki jangkauan hampir 20 kilometer. Ia mampu mendeteksi 30 target secara bersamaan dan melacak 12 target.
Spesifikasi rudal yang disebut Shahab-e-Saqeb, yang dipasang untuk sistem pertahanan udara Ya Zahra adalah sebagai berikut: Panjang: 2,93 meter. Berat: 85 kilogram. Kecepatan: 750 meter per detik. Jangkauan: 8.600 meter terhadap target dengan kecepatan 400 meter per detik atau 10 kilometer terhadap target dengan kecepatan 300 meter per detik dan 11 kilometer terhadap helikopter. Kecepatan maksimum: 440 meter per detik.
Shahab-e-Saqeb adalah rudal pertahanan untuk ketinggian rendah yang dirancang oleh industri pertahanan Iran. Rudal pertahanan ini dibangun untuk memusnahkan beragam target di ketinggian rendah.
Versi terbaru dari sistem Ya Zahra yang disebut Ya Zahra-3 atau Herz-9 memiliki kemampuan yang luar biasa dan lebih canggih dari versi aslinya. Sistem tersebut merupakan sistem pertahanan bergerak yang dipasang di atas truk.
Pada Mei 2013, Kementerian Pertahanan Republik Islam Iran mengumumkan bahwa mereka telah melakukan produksi massal sistem pertahanan udara baru, yang disebut Herz-9.
Menurut Menhan Iran waktu itu, Brigjen Ahmad Vahidi, Herz-9 dapat mengidentifikasi dan menargetkan helikopter musuh, roket, dan pesawat tempur pada jarak rendah dan ketinggian rendah sekitar 8—12 kilometer.
“Sistem pertahanan udara bergerak ini menggunakan perangkat keras dan perangkat lunak komputer paling canggih dan sistem navigasi terbaru yang tersedia saat ini,” ujarnya. Brigjen Vahidi menggarisbawahi bahwa sistem Herz-9 memiliki waktu persiapan kurang dari 2 menit.
Tentu saja, dalam sistem ini, jumlah rudal telah dikurangi dari empat unit di sistem pertahanan udara Ya Zahra menjadi dua unit. Hal ini bertujuan untuk meningkatkan kemampuan manuver sistem di medan tempur. Rudal yang digunakan untuk sistem ini berjenis sama yaitu rudal Shahab-e-Saqeb.
Berbeda dengan sistem Ya Zahra, sistem Herz-9 merupakan sistem pasif. Kepasifan suatu sistem pertahanan memiliki banyak keuntungan, salah satunya yang terpenting adalah musuh tidak dapat mengenalinya sebelum misil ditembakkan.
Sistem Herz-9 juga sepenuhnya tahan terhadap perangkat perang elektronik dan musuh tidak dapat mengganggunya. Fitur taktis ini meningkatkan kemungkinan rudal mengenai target yang ingin ditembak.
Sistem ini dibekali dengan berbagai macam sensor elektro-optik yang membantu sistem berfungsi dengan baik di segala kondisi cuaca dan peperangan elektronik. Selain sensor pelacakan video dan termal, ia juga dilengkapi dengan laser detektor jarak yang berfungsi untuk meningkatkan efisiensi sistem dalam berbagai kondisi cuaca.




























