کمالوندی

کمالوندی

Selasa, 28 September 2021 19:00

Tantangan Kabinet Baru Lebanon

 

Akhirnya kabinet Lebanon baru dibentuk dan pemerintah Lebanon memulai pekerjaannya yang menghadapi sejumlah tantangan.

Saad al-Hariri secara resmi mengumumkan pengunduran dirinya pada 15 Juli, setelah membuat Lebanon dalam keadaan tidak pasti selama sekitar sembilan bulan. Sekitar 10 hari setelah pengunduran diri al-Hariri, mantan Perdana Menteri Lebanon Najib Mikati secara resmi ditunjuk oleh Michel Aoun untuk membentuk pemerintahan.

Mikati terpilih sebagai Perdana Menteri Lebanon pada April 2005 dan menjabat untuk waktu yang singkat. Mikati menjadi Perdana Menteri Lebanon untuk kedua kalinya dari Juni 2011 hingga Februari 2014.

Selain itu, Najib Mikati terpilih menjadi anggota parlemen Lebanon pada 2009 sebagai wakil wilayah Tripoli. Sebelumnya, Mikati menjabat sebagai Menteri Transportasi dan Pekerjaan Umum dari tahun 1998 hingga 2004. Oleh karena itu, Najib Mikati tidak asing dengan masalah yang dihadapi negaranya saat ini, karena rekam jejaknya yang panjang di kancah politik Lebanon. Mengingat latar belakang ini, parlemen Lebanon memberikan suara mendukung kabinetnya dan menjadi Perdana Menteri Lebanon untuk ketiga kalinya dalam 16 tahun terakhir. 

Kabinet baru Mikati menghadapi sejumlah masalah antara lain: situasi ekonomi yang terpuruk, reformasi struktur keuangan dan perang melawan korupsi, menghadapi epidemi Corona, penyelenggaraan pemilihan parlemen, dan meluasnya protes dan ketidakpuasan terhadap ketidakefektifan layanan pemerintah.

Bank Dunia mengumumkan bahwa Lebanon berada dalam situasi ekonomi terburuk dalam 100 tahun. Selama 13 bulan terakhir, Lebanon menghadapi masalah serius seperti devaluasi tajam mata uang nasional, penghapusan subsidi untuk beberapa barang, meningkatnya kemiskinan, inflasi dan kekurangan bahan bakar.

Perdana Menteri Pemerintah Lebanon yang dijabat sementara oleh Hassan Diab, sebelumnya telah memperingatkan konsekuensi dari situasi ekonomi saat ini di Lebanon, dengan mengatakan bahwa negara itu berada di ambang kehancuran ekonomi.

"Tidak ada bahan bakar, tidak ada obat-obatan dan bank sentral tidak memiliki cadangan devisa, tetapi kami berharap proses keruntuhan akan berhenti dan Lebanon akan kembali makmur," kata Najib Mikati kepada parlemen Lebanon. 

Kabinet Mikati memulai kegiatannya dalam situasi ketika kapal bahan bakar dari Iran masuk ke Lebanon untuk mengurangi krisis bahan bakar di negaranya, bahkan menyebabkan nilai mata uang Lira mengalami penguatan sampai batas tertentu.

Mikati menempatkan reformasi struktur keuangan Lebanon sebagai salah satu tujuan pemerintahannya, yang menghadapi tantangan serius.

Di satu sisi, lembaga keuangan Lebanon berada di tangan mereka yang memiliki pengaruh signifikan pada struktur kekuasaan Lebanon dan tidak melihat reformasi keuangan sebagai kepentingan mereka. Di sisi lain, lembaga internasional, termasuk Dana Moneter Internasional, sedang mereformasi struktur ekonomi Lebanon. Mereka menekankan dan mengharapkan amandemen diubah sesuai versinya. Selain itu, negara ini menghadapi sanksi AS, yang berdampak signifikan terhadap memburuknya situasi ekonomi di Lebanon, bahkan dapat dimanfaatkan oleh oposan pemerintah Lebanon untuk menekan Mikati dan kabinetnya.

Tantangan besar lain yang dihadapi kabinet Mikati mengenai penanganan epidemi Corona yang berkembang di Lebanon. Korban tewas akibat virus Corona dengan jenis barunya, Delta di Lebanon mendekati 100 orang pada pertengahan Juli, tetapi kemudian meningkat 25 kali lipat dalam waktu kurang dari sebulan.

Penyebaran luas varian Delta Corona di Lebanon telah menyebabkan banyak pasien baru dirawat di rumah sakit. Kelanjutan dari tren ini, diperparah dengan kurangnya fasilitas rumah sakit dan obat-obatan, serta masalah pemadaman listrik, yang menyebabkan bencana kemanusiaan di negeri ini. Oleh karena itu, bagaimana menghadapi Corona menjadi salah satu tantangan utama kabinet baru Lebanon.

Tantangan keempat yang dihadapi kabinet baru Lebanon mengenai penyelenggaraan pemilu parlemen. Pemilu parlemen Lebanon terakhir diadakan pada Mei 2018, dan pemilihan berikutnya akan diadakan pada Mei 2022, yaitu sekitar 8 bulan lagi. Oleh karena itu, di satu sisi, Najib Mikati menjadi Perdana Menteri sementara, dan kabinetnya juga adalah kabinet sementara, Di sisi lain, masalah penyelenggaraan pemilihan parlemen akan menjadi tantangan serius, karena pada tahun 2018 pemilu parlemen Lebanon berlangsung diadakan setelah 5 tahun penundaan.

Perbedaan politik antara kelompok Lebanon dan masyarakat yang terpolarisasi menjadi penyebab keterlambatan penanganan masalah nasional Lebanon hingga saat ini. Oleh karena itu, Mikati mengemban tugas yang tidak mudah untuk menyelenggarakan pemilu parlemen berikutnya. Jika ia gagal menyelenggarakan pemilu, maka langkah ini akan mempengaruhi kegiatan pemerintahannya, karena kemungkinan penundaan pemilihan umum dapat menyebabkan peningkatan perbedaan politik, yang akan berdampak  besar terhadap pembentukan kabinet mendatang.

Intervensi asing juga merupakan salah satu tantangan utama kabinet baru Lebanon. Meskipun Lebanon negara kecil, tapi berpengaruh di kawasan Asia Barat, dan campur tangan aktor regional dan trans-regional dalam urusan internal negara itu tinggi dan jelas, terutama karena keberadaan Hizbullah dan perbatasan bersamanya dengan rezim Zionis. 

Analisis politik Lebanon, Johny Munir mengatakan, "Intervensi besar Amerika Serikat menjatuhkan sanksi untuk menekan Hizbullah, dan Caesar Act terhadap Suriah juga mempengaruhi ekonomi Lebanon. Faktor yang membuka jalan bagi pembentukan pemerintah Lebanon adalah kekalahan aturan Caesar dan kunjungan delegasi Lebanon ke Suriah yang berlangsung ketika Amerika tidak menyetujui kelanjutan hubungan antara Beirut dan Damaskus."

Selama periode perdana menteri Saad al-Hariri, pihak asing seperti Amerika Serikat, Prancis, dan Arab Saudi menggunakan semua potensi mereka untuk membentuk pemerintahan tanpa Hizbullah, dan ini menjadi salah satu alasan utama kegagalan al-Hariri untuk membentuk pemerintahan.

Diharapkan pihak asing pada periode Mikati juga akan berusaha mencapai tujuannya melawan Hizbullah dan memberikan tekanan pada Mikati.

Berlanjutnya protes yang meluas dan ketidakpuasan terhadap inefisiensi sistem eksekutif Lebanon juga merupakan tantangan keenam yang dihadapi kabinet Najib Mikati. Tantangan tersebut  membuka jalan bagi pembentukan protes rakyat di Lebanon. Jika Mikati gagal menemukan solusi untuk menghadapi tantangan tersebut dan pengelolaannya, ada kemungkinan kebangkitan protes rakyat, yang mempengaruhi kinerja kabinet bisa berujung pada jatuhnya kabinet, seperti yang terjadi pada Hassan Diab dan kabinetnya.

 

Imam Mahdi af dalam pesannya untuk Sheikh Mufid berkata, “Seandainya para pengikut Kami yang diberi karunia oleh Allah Swt untuk taat kepada-Nya, dalam menunaikan janji yang dipegangnya saling bersimpati, maka keberkahan pertemuan Kami dengan mereka tidak akan tertunda, dan kebahagiaan bertemu dengan Kami akan mereka rasakan lebih cepat, pertemuan yang dilandasi pengenalan yang benar, dan loyalitas mereka kepada Kami.”

40 hari berlalu sejak peristiwa Asyura. Asyura adalah darah dan kebangkitan, Asyura adalah kepala-kepala terpenggal yang ditancapkan di ujung tombak, dan anak-anak yang ditampar. Sebuah Arbain tiba mengisahkan tenda-tenda terbakar, dan nyawa-nyawa belahan jiwa Ahlul Bait yang pergi karena besarnya sifat pengecut musuh. 40 hari putra-putra Rasulullah Saw yang berduka, dengan wajah pucat, dan luka-luka yang mereka terima tanpa belas kasihan, digiring di gurun-gurun, jalan-jalan dan reruntuhan, sehingga sebagaimana dibayangkan para Yazid, agar semua menyaksikan bagaimana keluarga Nabi Muhammad Saw terhina di mata semua orang. Akan tetapi…..
 
Apa yang disaksikan oleh dunia saat ini di Abad ke-21, adalah sesuatu yang lain. Jutaan orang di jalan-jalan menuju Karbala, layaknya sungai yang airnya mengalir deras bergerak menuju kota suci itu. Seakan-akan hari ini suara Sayidah Zainab di Istana Yazid, lebih kencang terdengar dari sebelumnya. Suara ini hanya bisa didengar dengan hati, ketika sebagai seorang tawanan dengan tangan dan kaki terbelenggu, kepada Si Penguasa zalim, Zainab berkata, “Hai Yazid, lakukanlah semua tipu muslihatmu, tunjukkan semua upayamu, gunakan seluruh tekadmu, aku bersumpah pada Tuhan yang memberikan kemuliaan kepada Kami, sampai kapan pun kamu tidak akan mampu menghapus nama Kami dari hati masyarakat.”
 
Imam Hussein as bangkit melawan Yazid, Khalifah saat itu untuk menegakkan budaya Islam murni Muhammad, dan mengikis penyimpangan serta bid’ah dari agama Islam, serta Sunnah Nabi Muhammad Saw. Pada tahun 61 Hijriah Qamariyah, Imam Hussein dalam suratnya untuk penduduk Kuffah menulis, “Tanpa keraguan, Anda mengetahui bahwa Rasulullah Saw semasa hidupnya bersabda, ‘Siapa pun yang melihat penguasa zalim, dikarenakan penindasannya, menghalalkan semua yang diharamkan Allah Swt, melanggar janji Ilahi, dan menentang Sunnah Rasul-Nya, serta berbuat dosa dan permusuhan di tengah hamba-hamba Allah Swt, lalu orang itu tidak melakukan apa pun di hadapan penguasa zalim semacam ini, maka Allah Swt akan memasukkannya ke dalam kedudukan penindas tadi, dan nasib keduanya sama.”
 
Imam Hussein dalam surat yang pembaca aslinya adalah seluruh umat manusia yang merdeka, mengumumkan tujuannya dan mengajak semua orang untuk bekerja sama dalam perjuangan melawan para penindas ini. Hari ini jutaan peziarah Arbain, dan orang-orang yang berduka di hari Arbain Imam Hussein as, merupakan simbol penerima pesan ini.
 
Jika kita sekilas memperhatikan lingkungan sekitar, kita akan merasakan bahwa dunia sedang bergerak ke arah bencana, sebuah bencana yang muncul akibat ditinggalkannya empati, karena meningkatnya jarak di antara si kaya dan si miskin di tengah masyarakat, semakin lebarnya jurang perpecahan, dan konflik negara-negara besar dan kecil, meningginya angka kejahatan, kerusakan moral, dan pemikiran serta dampak buruk tak terprediksi kehidupan industri dan semacamnya. Di tengah semua ancaman ini, terdapat harapan di hadapan kita, dan itu adalah seorang juru selamat yang akan memperbaiki dunia sehingga melahirkan masa depan yang cerah bagi umat manusia.
 
 
Keyakinan kepada juru selamat terdapat di semua agama baik agama Abrahamik, maupun non-Abrahamik. Di dalam agama Zoroaster, terdapat penantian terhadap seseorang bernama Sushian. Di kitab suci Zoroaster disebutkan bahwa dengan kemunculan juru selamat ini, dunia akan dipenuhi keadilan, dan akan terbentuk sistem baru, di sisi lain penindasan dan kezaliman akan sirna.
 
Setelah kemunculan juru selamat ini, seluruh orang akan menjadi beragama, dan mengedepankan persahabatan serta kasih sayang di antara sesama. Dalam agama Yahudi, juga terdapat penantian juru selamat yang disebut sebagian orang Yahudi sebagai Mashiach. Dalam keyakinan agama Kristen, penantian kedatangan kembali Isa Al Masih menempati posisi khusus. Di dalam Islam, juru selamat ini adalah Imam Mahdi af, yang dengan kemunculan dan kebangkitannya, pemerintahan semesta yang berlandaskan perdamaian, keadilan, dan spiritualitas akan terbentuk.
 
Dalam pandangan mazhab Syiah, Imam Mahdi adalah salah satu keturunan Imam Hussein as, dan penerus jalan beliau. Jalan yang ditempuh oleh para peziarah Arbain, dan dengan kehadiran jutaan dari mereka, dunia akan diperkenalkan kepada jalan serta metode beliau.
 
Saat kemunculannya dari masa keghaiban, Imam Mahdi tidak mengaitkan diri dengan Rasulullah Saw, tapi dengan Imam Hussein dan berkata, “Wahai penduduk dunia, aku adalah Imam yang bangkit. Wahai penduduk dunia aku adalah pedang penuntut balas yang tajam. Wahai penduduk dunia waspadalah Kakekku Hussein as dibunuh saat ia kehausan. Wahai penduduk dunia, ketahuilah Kakekku Hussein as dibiarkan tergeletak di atas tanah dalam keadaan telanjang. Wahai penduduk dunia sadarlah tubuh Kakekku Hussein as setelah terbunuh diinjak-injak kaki kuda."
 
Banyak riwayat yang menyebutkan kata-kata yang diteriakkan Imam Mahdi pada saat kemunculannya adalah “Ya Latharatil Hussein”. Di masa itu, penduduk dunia yang mengenal Imam Hussein dari pawai-pawai Arbain, dengan cepat akan mengenal Imam Mahdi.
 
Kemunculan juru selamat umat manusia adalah perkara yang pasti, dan tanpa keraguan sedikit pun. Hal yang menjadi perbedaan adalah waktu kemunculannya, dan apakah kemunculan tersebut bisa dipercepat atau tidak. Menurut riwayat, supaya dunia dapat menerima pemerintahan seperti ini, maka diperlukan beberapa persiapan, di antaranya yang terpenting kesiapan pemikiran dan budaya masyarakat serta keberterimaan mereka, jika masyarakat tidak menghendaki, dan prasyarat pemikiran serta psikologis tidak tersedia, maka kebangkitan tidak akan tercipta.
 
Sebagaimana juga kebangkitan Imam Hussein yang tanpa dukungan masyarakat sehingga secara lahir bisa dikatakan kalah, dan menyebabkan Imam Hussein gugur syahid. Kebangkitan Imam Mahdi juga memerlukan prasyarat ini. Dengan kata lain masyarakat harus mencapai pertumbuhan dan kesadaran sedemikian rupa sehingga dapat menerima gerakan perbaikan dan kebangkitan besar juru selamat umat manusia. Kesiapan semacam ini merupakan salah satu syarat yang sangat penting untuk kemunculan Imam Zaman. 
 
Banyak ahli agama meyakini bahwa Arbain yang merupakan penjaga keberlanjutan kebangkitan Karbala, addalah miniatur masyarakat Mahdawi di masa kepemimpinan Imam Zaman. Di banyak kitab disebutkan, kondisi pada akhir zaman, di masa kemunculan Imam Mahdi, seluruh masyarakat saling berkasih sayang layaknya saudara, perilaku mereka berasaskan persaudaraan dan persahabatan.
 
Masing-masing orang merogoh kantongnya dan mengambil uang secukupnya, lalu membantu orang lain sekuat tenaga. Semua kondisi ini dapat disaksikan dalam peristiwa Arbain. Dalam pawai Arbain seluruh peziarah terlepas dari mazhab dan sukunya, dalam perdamaian dan ketenangan penuh, berjalan berdampingan, semua menjadi sahabat dan saudara bagi yang lainnya.
 
Peziarah Karbala bisa mendapatkan makanan apa saja yang dinginkannya, bisa tidur di mana saja. Orang tidak harus mengeluarkan uang untuk sesuatu yang dibutuhkannya. Semua berputar pada poros cinta Imam Hussein.
 
Pemimpin Besar Revolusi Islam Iran, Ayatullah Sayid Ali Khamenei terkait pawai Arbain mengatakan, “Fenomena luar biasa, dan tidak ada duanya, dan dalam beberapa tahun terakhir juga terjadi, yaitu pawai jalan kaki dari kota Najaf ke Karbala, atau bahkan beberapa orang berjalan kaki dari kota-kota yang lebih jauh, ke Karbala. Sebagian orang dari Basrah, sebagian dari perbatasan, sebagian dari kota lain, berjalan kaki, dan bergerak. Gerakan ini adalah gerakan cinta, dan iman. Kami pun turut menyaksikan gerakan ini dari kejauhan, dan kami merasa cemburu kepada orang-orang yang mendapatkan kesempatan ini, dan melakukan gerakan ini, Meski jauh kami tetap berbicara dengan mengingatmu, Tidak ada dimensi tempat tinggal dalam safar ruhani." 

Selasa, 28 September 2021 18:58

Toophan, Rudal Anti-Tank Buatan Iran

 

Pada 2014, Jenderal Mehdi Farahi, mantan Kepala Organisasi Industri Dirgantara Iran (AIO) mengumumkan untuk pertama kalinya program pembangunan rudal anti-tank, Toophan.

Toophan adalah rudal anti-tank semi-automatic command to line of sight (SACLOS) Iran yang direkayasa ulang dari rudal BGM-71 TOW buatan Amerika Serikat.

“Berdasarkan basis dan platform rudal TOW, kami telah memproduksi rudal Toophan dalam tujuh model, dari Toophan-1 hingga Toophan-7. Tipe rudal Toophan akan terus dikembangkan hingga tipe 11,” kata Jenderal Mehdi Farahi.

Iran menggunakan rudal TOW Amerika sebagai platform hanya terbatas sampai model Toophan-3, tetapi mulai dari Toophan-4, Iran melakukan inovasi dan menciptakan spesifikasi dan kemampuan baru yang lebih mengesankan.

Rudal anti-tank Toophan Iran sudah berulang kali ditampilkan di pameran pertahanan dalam dan luar negeri. Kehadirannya menyita perhatian dari para pakar militer di seluruh dunia.

Rudal anti-tank Iran berkali-kali menunjukkan kinerja yang baik terhadap target lapis baja dalam perang melawan kelompok teroris di Irak dan Suriah. Toophan menghancurkan kendaraan bunuh diri teroris, yang dilapisi dengan pelat logam, dari jarak jauh sebelum mencapai target.


Toophan-1

Model asli rudal TOW, yang diproduksi massal oleh Kementerian Pertahanan Iran pada dekade 1990-an, diberi nama Toophan. Ia punya beberapa spesifikasi khusus dan lebih baik dari model aslinya.

Toophan-1 buatan Iran dibekali hulu ledak 3,6 kilogram, berat 18,5 kg, tingkat penetrasi terhadap lapis baja 550 mm, memiliki jangkauan 70 hingga 3.850 meter, dan kecepatan maksimum 310 meter per detik.

Jangkauan efektif rudal anti-tank ini mencapai 3.500 meter pada siang hari dan 2.500 meter pada malam hari dengan bantuan sistem penargetan termal. Kecepatan rata-ratanya dalam memburu target mencapai 240 meter per detik.

Toophan-2

Mengingat tank-tank baru menggunakan elemen armor reaktif eksplosif, maka generasi kedua Toophan dibangun dengan hulu ledak dua tahap sebagai adaptasi.

Toophan-2 memiliki panjang 145 cm ketika tabung rudal dibuka dan 116 cm ketika tabung ditutup. Ia menggunakan tabung yang berisi hulu ledak primer berdiameter 40 mm. Tabung ini bersifat teleskopik dan hulu ledak utama tertanam di ujung perangkat tersebut.

Hulu ledak pertama untuk menghancurkan elemen armor reaktif dan hulu ledak kedua akan menembus badan target. Rudal Toophan-2 berbobot 19,1 kg, dengan berat hulu ledak 4,1 kg, dan tingkat penetrasi 760 mm, yang menunjukkan peningkatan 38,2% dibandingkan dengan Toophan-1.

Spesifikasi lain dari model ini termasuk metode penargetan dan pemanduan, sama dengan generasi pertama. Secara khusus, kedua model rudal anti-tank ini kemungkinan mengenai target mencapai 95 persen. Rudal ini dapat digunakan pada malam hari dengan jangkauan yang lebih pendek.


Toophan-3

Salah satu model khusus dari keluarga rudal Toophan adalah Toophan-3, yang memiliki dua karakteristik berbeda dari generasi sebelumnya. Rudal ini dapat menyerang dari atas dan hulu ledaknya bertipe penetrator eksplosif (EFP).

Sistem kerja rudal anti-tank Toophan-3 adalah bahwa setelah rudal ditembakkan dan mencapai kecepatan, ia akan terbang lebih tinggi dari garis pandang langsung menuju ke target.

Rudal tersebut mendeteksi targetnya melalui sensor magnetik dan laser. Ketika telah mencapai posisi di atas target, ia akan meledakkan hulu ledaknya seberat 1,7 kg. Hulu ledak ini mampu menembus rolled homogeneous armour (RHA) dengan ketebalan lebih dari 80 mm.

Diameter hulu ledak ini, yang terletak di belakang sensor dan dekat dengan hidung rudal, mencapai 12,8 cm. Rudal Toophan-3 memiliki berat 19,1 kg dan jangkauan 650 hingga 3.500 meter. Karakteristik dimensi dan fungsional lainnya, termasuk metode panduan, mirip dengan Toophan-1.

Toophan-3M

Rudal anti-tank Toophan-3M merupakan generasi baru dari rudal anti-tank Toophan-3. Kedua rudal ini punya kemampuan top-attack. Dengan memperkenalkan Toophan-3 pada Februari 2018, Iran telah memiliki dua rudal top-attack dari keluarga Toophan.

Toophan-4

Model rudal Toophan berikutnya dan kurang dikenal dinamai Toophan-4. Jenis ini memiliki bentuk yang mirip dengan model dasar Toophan, tetapi dibekali dengan hulu ledak termobarik.

Jenis hulu ledak ini sangat efektif untuk menghancurkan markas dan target-target ringan dengan pelindung lapis baja yang tipis. Perbedaan dengan model aslinya adalah memiliki garis merah di hulu ledak. Jenis hulu ledak ini punya fungsi yang berbeda dan lebih kompleks dibandingkan hulu ledak konvensional.

Dalam hulu ledak termobarik, selain ledakan awal dan fragmennya, juga ada radius efek termal untuk mempengaruhi target. Rudal kemudian akan menciptakan gelombang tekanan yang tinggi di lingkungan ledakan. Hulu ledak termobarik sangat efektif untuk menyerang kelompok teroris atau pemberontak yang bersembunyi di gua atau markas mereka.

Jangkauan rudal Toophan-4 berjarak antara 100 dan 3.750 meter, kecepatan maksimum 310 dan kecepatan rata-ratanya mencapai 178 meter per detik, yang menunjukkan sedikit perbedaan daripada model dasar Toophan.

Jangkauan maksimum Toophan-4 tercatat lebih rendah ketimbang model dasarnya. Hal ini karena berat rudal yang mencapai 20 kg, hulu ledaknya saja seberat 3,5 kg. Rudal ini memiliki panjang 117,2 meter dan berdiameter 15,3 sentimeter, serta dapat mencapai daya terbang maksimum dalam 21 detik.

Biasanya, satu hingga dua rudal Toophan-4 dapat ditembakkan dari peluncurnya per satu menit. Rudal ini dapat beroperasi pada suhu minus 32 derajat hingga suhu panas 60 derajat.


Toophan-5

Rudal Toophan-5 dianggap sebagai model yang paling canggih di kelasnya. Gambar-gambarnya memperlihatkan perbedaan yang mencolok bahkan dibandingkan dengan model TOW terbaru buatan luar negeri.

Tidak seperti generasi sebelumnya, rudal ini memiliki metode panduan canggih menggunakan sinar laser, yang selain melindunginya dari kerentanan terhadap perangkat perang elektronik musuh, juga memberikan akurasi yang sangat tinggi.

Rudal ini juga memiliki hulu ledak dua tahap dan tabung teleskopik tiga bagian/tingkat. Penetrasi rudal ini di lapisan baja meningkat lebih daripada generasi sebelumnya.

Rudal Toophan-5 dapat ditembakkan dari peluncur TOW/Toophan yang sudah dimodifikasi. Bagian penargetan dan panduan dari sistem peluncur rudal telah ditingkatkan serta dilengkapi dengan perangkat panduan semi-otomatis berbasis sinar laser.

Modifikasi yang paling mencolok pada Toophan-5 adalah daya penetrasi yang meningkat menjadi 900 mm. Hal ini menjadikannya sebagai salah satu senjata anti-tank milik Iran yang paling efektif.

Setelah rudal Dehlavieh dengan daya penetrasi lebih dari 1.200 mm, Toophan-5 menempati posisi kedua di antara senjata anti-armor Iran. Tentu saja, daya penetrasi ini terbilang besar di antara senjata anti-tank di dunia.

Jangkauan Toophan-5 antara 100 hingga 3.500 meter, beratnya 23 kg, panjang dengan tabung (hulu ledak utama) dalam keadaan terbuka mencapai 147,3 mm dan dalam keadaan tertutup 117,2 mm.

Hulu ledak memiliki bobot 6,2 kg, yang secara signifikan lebih berat daripada model anti-tank Toophan generasi sebelumnya. Kecepatan rata-rata model ini telah berkurang menjadi 167 meter per detik.

Rudal anti-tank Toophan-5 ditembakkan dari peluncur fixed-ground atau dapat dipasang pada kendaraan taktis. Militer Iran juga telah mengujinya pada helikopter Cobra dalam beberapa tahun terakhir.


Toophan-6

Rudal Toophan-6, seperti Toophan-4, memiliki hulu ledak termobarik dan terlihat mirip dengan model dasar Toophan. Namun, bobot hulu ledak yang dibawa oleh modal ini telah naik dari 3,5 kg di Toophan-4 menjadi 5 kg di Toophan-6.

Spesifikasi lain yang berubah di Toophan-6 dibandingkan dengan Toophan-4 mencakup jangkauan 100 hingga 3.500 meter, berat total 21 kg, dan kecepatan rata-rata 170 meter per detik. Seperti Toophan 4 dan 5, rudal ini dapat menembak dari peluncur darat, kendaraan lapis baja, dan helikopter.

Toophan-7

Toophan-7 merupakan senjata anti-tank dengn hulu ledak termobarik. Spesifikasi atau gambar dari model ini belum diumumkan sehingga sangat sulit untuk membandingkannya dengan dua model termobarik lainnya dari kelas rudal anti-tank Toophan.

Selasa, 28 September 2021 18:56

Jalaluddin Rumi

 

Maulana Jalaluddin Mohammad Maulawi yang lebih dikenal dengan sebutan Rumi hingga kini namanya masih bersinar terang berkat karya-karyanya yang memukau. Pemikiran dan karyanya yang berbahasa Farsi telah menyebar ke segenap penjuru dunia dan diterjemahkan ke berbagai bahasa, termasuk bahasa Indonesia.

Maulawi adalah arif dan penyair terkemuka Persia abad ketujuh hijriah atau abad ketiga belas masehi. Kebanyakan para peneliti mengungkapkan bahwa Maulawi dilahirkan tanggal enam Rabiul Awal 604 Hijriah, atau bertepatan dengan 30 Desember 1207 Masehi di Balkh.

Ayah Maulawi, Baha Valad memutuskan untuk meninggalkan Balkh, karena situasi politik dan sosial di kota itu yang tidak kondusif akibat ancaman serangan Moghul. Bersama keluarganya, beliau menuju Mekah untuk menunaikan ibadah haji. Dalam perjalanan singgah di berbagai kota besar seperti: Nisabur, Baghdad, Syam hingga Hijaz.

Maulawi memiliki berbagai karya terkemuka di antaranya: Makatib, Fihi Ma Fihi dan Majalis Sab’ah dalam bentuk nasr. Di bidang syair, ada Divan Kabir dan Matsnavi-e Maknavi. Selain Makatib yang terdiri dari sebagian surat Maulawi kepada seseorang dan tokoh terkemuka di zamannya, para peneliti meyakini Maulawi tidak memiliki karya lain di bidang tulisan selain syair.

Syair Maulawi disusun oleh murid setianya, Hessamuddin Chilbi, dan ia juga membacakan kembali syair yang ditulisnya kepada Maulawi untuk diperiksa. Kitab Fihi Ma Fihi dan Majalis Sab’ah juga dikumpulkan oleh para muridnya. Fihi Ma Fihi adalah kitab yang merupakan catatan dialog Maulawi di berbagai pertemuan dan kelas.

Divan Kabir yang dikenal dengan nama Divan Shams berisi enam ribu bait syair yang terdiri dari ghazal, rubaiyah dan tarjiat Maulawi.Alasan penamaan kitab syair ini menjadi Divan Shams Tabriz, sebab seluruh syair yang ditulis Maulawi dalam buku ini lahir setelah pertemuannya dengan Shams, yang mengubah jalan hidupnya. Selain itu, ghazal dalam buku tersebut didedikasikan untuk mengingat Shams Tabrizi.

Menurut peneliti sastra Persia, Shafeie Kadkani, unsur-usur afeksi dalam syair Maulawi dari awal hingga akhir menunjukkan keluasan horizonnya. Peneliti sastra Persia tersebut menuturkan, “Horizon pemikirannya seluas semesta, dan masalah partikular dan menengah tidak muncul dalam syairnya.”

Hal tersebut disebabkan karena penguasaan Maulawi terhadap ilmu aqli sangat tinggi. Beliau juga sangat menguasai ilmu-ilmu naqli. Selain berbagai pengetahuannya yang tinggi  tersebut, Maulawi juga menggunakan pengalaman yang diperolehnya dalam kehidupan ini sebagai bekal untuk memandang masalah dengan kedalaman dan keluasan horizonnya.

Keluasan alam semesta, dari awal hingga akhir dunia, hubungan Tuhan dan dunia, wahdatul wujud, dan akhirnya masalah manusia serta unsur-unsur yang berkaitan dengannya seperti cinta, kebebasan, kesempurnaan dan jalan yang menghubungkan manusia menuju Tuhan, termasuk pemikiran mendasar yang dituangkan Maulawi dalam bentuk syair yang menawan.

Saking luasnya horizon imaji Maulawi, awal dan keabadian saling terikat dan digambarkan dalam bentuk syair yang menarik. Para kritikus sastra menilainya sebagai karya baru dan orsinil. Maulawi menilai keindahan dalam kesederhanaan dan kenaturalan sesuatu. Ia menggunakan terma baru dan lama dengan penggambaran yang memukau. Untuk mencapai tujuan tersebut, Maulawi menggunakan unsur-unsur penggambaran pendahulunya, tapi dengan makna baru yang memikat dan berbobot.

Doktor Shafeie Kadkanie berkeyakinan bahwa “Kelahiran baru Maulawi terjadi ketika bertemu dengan Shams Tabrizi”. Shams-i-Tabrizi atau Shams al-Din Malekdad Tabrizi adalah orang Tabriz, provinsi Azerbaijan Timur Iran saat ini, dan wafat di Khoy, provinsi Azerbaijan barat.

Shams dikenal sebagai guru spiritual Maulawi. Bahkan Maulawi menulis karya sebagai bentuk penghormatan kepada gurunya itu berjudul Divan-i Shams-i Tabrizi. Makam Shams-i Tabrizi dinominasikan menjadi Situs Warisan Dunia UNESCO.

Mengenai latar belakang kehidupan Shams, tidak banyak yang dijelaskan oleh para sejarawan. Kebanyakan bersandar kepada perkataan Maulawi mengenai gurunya itu. Menurut pengakuan Maulawi sendiri, Shams adalah orang yang mengenalkan cinta bukan kepemikiran sebagai jalan menuju kebenaran.

Menurut Sipah Salar, teman dekat Rumi yang menghabiskan empat puluh tahun dengan dia, Shams adalah putra Imam Ala al-Din. Dalam sebuah karya berjudul Manaqib al-'Arifīn (eulogi Gnostik), Aflaki menyebut nama Ali sebagai Ayah Shams-i Tabrizi dan kakeknya bernama Malik Dad. Menurut Aflaki, mendasarkan perhitungan Haji Bektasy Wali dalam bukunya Maqālāt, Shams tiba di Konya pada usia enam puluh tahun. Namun, sebagian sarjana meragukannya.

Shams menerima pendidikan di Tabriz dan merupakan murid dari Baba Kamal al-Din Jumdi. Sebelum bertemu Rumi, ia tampaknya melakukan perjalanan dari satu tempat ke tempat lain sebagai penenun dan menjualnya untuk memenuhi kebutuhan hidupnya.

Haji Bektasy Wali dalam bukunya menjelaskan seorang pria dengan setelan serba hitam dari kepala sampai kaki datang ke penginapan di Konya, namanya Shams-i Tabrizi. Dia mengaku sebagai pedagang keliling. Dia sedang mencari sesuatu di Konya, dan akhirnya bertemu dengan Maulawi.


Sesuai penjelasan Maqālāt, pada akhir Jumadil Akhir tahun 642 Hijriah (akhir Oktober 1244 M) Shams memasuki Konya. Pertemuan antara Shams dan Maulawi terjadi yang dimulai dengan tanya jawab. Kemudian setelah enam belas bulan terjadi interaksi intens antara Maulawi dan Shams, Shams mengunjungi Konya untuk menjumpai Maulawi tahun 643 Hijriah (1245 M).

Pertemuan Maulawi dengan Shams menimbulkan perubahan besar dalam dirinya. Kehadiran Shams di Konya membawa warna baru bagi Rumi. Maulawi sendiri termasuk orang yang tekun belajar sekaligus mufti besar di zamannya. Selain menguasai dengan baik ilmu-ilmu keislaman, ia mengenal dengan baik tasawuf dan Irfan.

Tapi ketika bertemu dengan Shams, Maulawi seolah menemukan jalan baru, yang tidak ditemuinya di masa lalu. Profesor sastra Persia, Doktor Sirus Shamisa mengutip syair Maulawi menjelaskan, “Hangus, dari mentah menjadi matang, az khami beh pokhtegi rasideh bod, sokht”. Jika perjalanan hidup Maulawi dituliskan dengan tiga kalimat,”Dulu mentah, lalu matang dan terbakar. “Kham bodam, pokhteh shodam, sokht”.

Profesor Zerin Koub dalam bukunya “Tangga-tangga menuju Tuhan” menjelaskan tentang pertemuan penting antara Maulawi dan Shams. Pakar sastra Persia ini menuturkan, “Pertemuan dengan orang asing karismatik mengubah kehidupan faqih dan ulama besar Iran di Konya, dan bagi Maulana menjadi awal kehidupan baru. Kehidupan baru seorang zahid dan khatib menjadi seorang arif dan pencinta.”

Di hadapan Shams, Maulawi seolah tampak menjadi murid yang baru belajar alif ba, dan dituntun menuju tiap tangga maknavi yang harus ditempuhnya. Maulawi bertutur:

Zahed keshvari bodam saheb manbari bodam

Kard ghaza mara eshgh-o kap zanan to

[dahulu zahid, sang pemilik mimbar

tapi jadi pencinta di telapak tanganmu]

Apa yang disampaikan Shams sebenarnya telah dipelajari dan dijalankan oleh Maulawi sebelum bertemu dengannya. Shams membawa Maulawi menuju alam maknawi yang dahulu dipelajarinya di rumah sang ayah ketika masih kecil. Shams mengingatkan Maulawi dan membimbingnya menuju jalan ketaatan kepada Tuhan dan melepaskan kecintaan kepada dunia dengan jalan cinta. Sebab, keterikatan terhadap dunia menjadi penghalang mencapai Tuhan, sekaligus hijab untuk mencapai fana fillah.

Menurut Zerin Koub, “Maulawi menghabiskan usianya untuk mencari Allah dan dunia ghaib. Meskipun sibuk memberikan nasehat kepada masyarakat dan pelajaran kepada para muridnya, tapi ia tidak pernah meninggalkan pencarian menuju kebenaran. Baginya, Shams adalah kepingan dari alam maknawi. Kehadiran Shams membawa Maulawi menuju insan kamil dan cita-citanya.”

Ketika itu Maulawi meliburkan kelas yang diampunya. Ceramah dan pelajarannya dihentikan. Sebagai gantinya ia menghadiri majlis Shams. Tentu saja kehadiran Maulawi di majlis itu membuat suasana semakin meriah.


Diliburkannya kelas dan ceramah Maulawi membuat sebagian muridnya kecewa. Mereka menuding Shams sebagai penyebabnya. Sebagian dari murid Maulawi mulai melakukan tindakan tercela terhadap Shams supaya Maulawi kembali mengajar dan meninggalkan Shams. Akhirnya Shams meninggalkan Konya tanpa pamit kepada Maulawi hingga setahun lamanya tanpa kabar.

Tapi, ketidakhadiran Shams justru menimbulkan masalah bagi Maulawi. Ia murung dan tidak mau menyampaikan pelajaran dan ceramah. Kemudian, Maulawi mengirimkan pengikutnya untuk mencari Shams, tapi mereka tidak menemukan tanda-tanda hingga surat Shams dari Damaskus sampai di tangan Maulawi. Akhirnya Maulawi sendiri menemui Shams.

Profesor Annemarie Schimmel dalam bukunya “Keagungan Shams” menjelaskan kehidupan Maulawi setelah bertemu dengan Shams. Peneliti sastra Persia dari Jerman ini menuturkan, “Kehidupan Maulana dilalui dengan ibadah dan tafakur serta diskusi serta pertemuan Sama’...tiga tahapan dalam diri Maulawi terulang, setelah mengalami terbakar dalam gairah cinta Shams al-Din, ia tenang dalam pembicaraan Salah Al-Din Zerkub, dan akhirnya pengaruh Hesamuddin Chilbi menyempurnakan pemikirannya. Setelah mencapai puncak cinta Shams-i Tabrizi, dan ketenangan dalam persahabatan dengan Zerkoub, kemudian kembali menjadi mursyid dan sheikh di dunia dalam bentuk seorang guru”.

Pada musim gugur tahun 672 Hq atau 1273 M, Maulawi jatuh sakit hingga dokter tidak berdaya untuk mengobatinya. Ulama, penyair, arif sekaligus ilmuwan Iran ini wafat pada 5 Jumadil Akhir 672 H atau 17 Desember 1273 M di usia 68 tahun.

 

Salah satu pemimpin Hamas mengatakan, konfrontasi mendatang dengan rezim Zionis akan terjadi di Tepi Barat, yang dianggapnya sebagai titik lemah Israel.

Basem Naim, seperti dilaporkan situs al-Khaleej al-Jadeed, Senin (27/9/2021), menyerukan agar kota-kota dan desa-desa di Tepi Barat digelorakan untuk tujuan tersebut.

"Untuk mencapai tujuan strategis ini, pertama-tama harus ada konsensus nasional untuk menentang kebijakan koordinasi keamanan dengan rezim Zionis," tambahnya.

Menurut anggota senior Hamas ini, rezim penjajah terlalu lemah untuk bertahan dalam perang yang erosif jangka panjang. Dia meminta semua orang untuk membela rakyat Palestina dan memainkan perannya dalam melawan rezim penjajah Zionis.

Sebelum ini, Kepala Biro Politik Hamas Khaled Mashal juga menyerukan untuk mengintensifkan perlawanan di Tepi Barat.

"Perlawanan terhadap pasukan rezim Zionis menunjukkan bahwa perlawanan berakar di semua orang Palestina. Perlawanan rakyat di Tepi Barat perlu ditingkatkan meskipun dalam situasi sulit saat ini," kata Mashal. 

 

Hizbullah Lebanon mengutuk serangan Israel ke kamp pengungsi Jenin dan berbagai daerah di Tepi Barat, yang menyebabkan lima orang gugur dan sejumlah warga Palestina ditangkap.

"Serangan seperti itu memperlihatkan kebijakan kriminal dan berbahaya dari musuh Zionis," kata Hizbullah dalam sebuah pernyataan, Senin (27/9/2021) seperti dilansir IRNA.

Hizbullah memuji kewaspadaan rakyat Palestina dan perlawanan heroik mereka terhadap serangan Israel, yang membuat beberapa tentara Zionis terluka.

Hizbullah menyampaikan belasungkawa yang mendalam kepada semua orang Palestina dan keluarga para syuhada.

"Semoga Allah Swt meningkatkan dejarat mereka di akhirat dan semoga pengorbanan ini mengarah pada kemenangan yang akan segera terjadi, Insya Allah," tambahnya.

Pasukan Israel menyerang kota Beit 'Anan di barat laut al-Quds pendudukan pada hari Minggu. Serangan ini kemudian memicu bentrokan hebat antara tentara Zionis dan warga Palestina.

Selasa, 28 September 2021 18:55

Iron Dome tidak Mampu Lawan Roket Palestina

 

Komandan pertahanan udara Israel mengakui bahwa sistem Iron Dome tidak mampu melawan rudal dan roket yang ditembakkan oleh kelompok perlawanan Palestina di Gaza.

Brigadir Jenderal Gilad Biran dalam wawancara dengan situs Walla Israel, Senin (27/9/2021), mengatakan sistem Iron Dome bukanlah solusi untuk melawan roket Gaza dan ia hanya sebagian dari solusi.

Menurutnya, sistem ini bekerja tidak efektif selama perang 12 hari di Gaza. Ribuan roket ditembakkan ke wilayah pendudukan selama perang dan semua orang merasakan kepanikan di Tel Aviv.

"Dalam dua hari pertama perang, ratusan roket ditembakkan ke wilayah pendudukan. Jumlah ini belum pernah terjadi sebelumnya," kata Brigjen Biran.

"Masyarakat Israel harus tahu bahwa jika pecah perang di perbatasan utara, akan ada kehancuran besar-besaran. Jika terjadi perang skala penuh, rezim ini pasti akan menemui banyak kelemahan," ungkapnya.

Surat kabar rezim Zionis, Haaretz dan Channel 12 sebelumnya melaporkan bahwa Iron Dome secara keliru menembakkan rudal ke drone dan pesawat tempur militer Israel selama pertempuran dengan kelompok perlawanan di Gaza. 

 

Sumber media Irak mengabarkan terjadinya kebakaran di pangkalan militer Amerika Serikat, Camp Victory di dekat bandara internasional Baghdad, Irak.

Dikutip IRNA, Selasa (28/9/2021), sejumlah video yang beredar luas di media sosial Irak menunjukkan kepulan asap tebal di atas pangkalan militer di dekat wilayah Al Radwaniyah, lokasi yang menjadi konsentrasi pasukan AS.

Salah satu sumber keamanan Irak di pangkalan militer Camp Victory mengatakan, kepulan asap tersebut disebabkan oleh terbakarnya sisa ban kendaraan-kendaraan pengangkut personel, dan kendaraan militer AS.

Pangkalan militer Camp Victory yang ditempati pasukan AS, sebelumnya beberapa kali menjadi sasaran serangan kelompok perlawanan Irak.

Sampai sekarang detail insiden kebakaran di pangkalan militer AS ini belum dipublikasikan.

 

Sumber media rezim Zionis Israel mengabarkan, Tel Aviv sangat mengkhawatirkan Hamas dan Hizbullah Lebanon dalam perang mendatang karena keduanya diduga akan menggunakan drone-drone bunuh diri.

Kanal 12 televisi Israel, Selasa (28/9/2021) mengabarkan ketakutan Tel Aviv atas pertempuran mendatang melawan Hizbullah Lebanon dan Hamas Palestina.
 
Kalkulasi Israel menyebutkan, dalam pertempuran mendatang yang diprediksi terjadi di perbatasan utara atau perbatasan Gaza, Hamas dan Hizbullah akan menggunakan drone-drone bunuh diri dalam menghadapi militer Israel.
 
Angkatan Udara Israel meyakini bahwa drone-drone tersebut membawa bahan peledak, dan mampu menghancurkan target dengan akurasi tinggi.
 
Menurut Israel, sekarang Hamas dan Hizbullah tengah berusaha menciptakan drone-drone semacam ini, dan bermaksud memperoleh teknologinya dari Iran sehingga bisa memproduksi sendiri.
 
Kanal 12 TV Israel mengklaim, serangan udara Israel ke sejumlah negara kawasan dimaksudkan untuk melemahkan kemampuan modern ini.
 
Dalam perang terbaru Palestina dan Israel di Jalur Gaza, Hamas dan Hizbullah melakukan koordinasi yang erat. 

 

Ketua Organisasi Haji dan Ziarah Republik Islam Iran Alireza Rashidian mengatakan bahwa lebih dari 80.000 warga Iran telah tiba di Irak untuk menghadiri peringatan Arbain Huseini as di Karbala.

Sebelum penyebaran Virus Corona, jumlah peziarah Arbain dari Iran ke Irak mencapai beberapa juta orang. Namun tahun ini, pemerintah Baghdad membatasi jumlah peziarah disebabkan masalah tersebut.

"Semua fasilitas yang diperlukan telah disiapkan untuk memfasilitasi pergerakan peziarah Arbain di Iran dan Irak, dan menurut rencana, beberapa Mokeb (tenda dan posko layanan)  akan disiapkan untuk melayani para peziarah di perbatasan," kata Rashidian seperti dikutip ISNA, Senin (27/9/2021).

Dia menambahkan, jumlah peziarah Arbain dari Iran ke Irak akan mencapai puncaknya pada hari Selasa, dan setelah itu kita akan menyaksikan gelombang kembalinya para peziarah ke negara mereka.

Pemerintah Irak hanya mengizinkan 60.000 warga Iran menghadiri Arbain pada tahun ini, dan itu pun harus melalui jalur udara, dan semua perbatasan antara Irak dan Iran ditutup untuk peziarah Arbain.

Setelah ribuan peziarah Iran nekad berkumpul di perbatasan dengan Irak, pihak berwenang setempat terpaksa membuka perbatasan untuk sementara. Hingga sekarang perbatasan-perbatasan darat itu kembali ditutup.

Perbatasan Mehran di  Provinsi Ilam dan perbatasan Shalamcheh di Provinsi Khuzestan telah dipertimbangkan untuk dibuka bagi kembalinya para peziarah Iran dari Irak.

Tanggal 20 Safar, yang tahun ini jatuh pada hari Senin, 27 September 2021 diperingati sebagai Hari Arbain Imam Husein as oleh Umat Muslim bermazhab Syiah dan pecinta Ahlul Bait di seluruh dunia.

Arbain adalah peringatan mengenang 40 hari Kesyahidan Imam Husein as, Cucu tercinta Baginda Nabi Muhammad Saw yang dibantai bersama keluarga dan sahabat-sahabatnya oleh pasukan Yazid di padang Karbala pada tanggal 10 Muharram 61 H.

Imam Hussein as, keluarga dan para sahabatnya gugur syahid pada 10 Muharam 61 Hijriah di Karbala atau yang dikenal dengan Tragedi Asyura. Meski telah berlalu berabad-abad, namun peristiwa heorik itu tidak pernah berkurang urgensi dan kedudukannya, bahkan semakin berlalu, pesan Asyura justru semakin tersebar luas.

Kebangkitan Imam Hussein melawan pemerintahan tiran Yazid bertujuan untuk menjaga kelangsungan agama Islam yang terkena erosi kerusakan di berbagai sendi kehidupan masyarakatnya. Oleh karena itu, motivasi perjuangan Imam Husein demi menjaga kesucian Islam dari berbagai penyimpangan yang dilakukan penguasa lalim di masanya.

Imam Husein bangkit melawan Yazid bin Muawiyah bukan karena menghendaki kekuasaan, tapi karena ketulusannya membela ajaran agama Islam dan mengembalikan umat Islam dari berbagai penyimpangan.