کمالوندی
ISIS Mengaku Bertanggung Jawab atas Ledakan di Masjid Kabul
Kelompok teroris ISIS mengaku bertanggung jawab atas ledakan bom bunuh diri di dekat Masjid Kabul, Afghanistan, dan mengumumkan bahwa ledakan itu menewaskan puluhan anggota Taliban.
Situs berita milik kelompok teroris ISIS, Amaq, Senin (4/10/2021) melaporkan, bom bunuh diri yang terjadi di dekat Masjid Eidgah, Kabul pada hari Minggu lalu menewaskan dan melukai puluhan anggota Taliban.
Menurut situs itu, kelompok bernama Misbah Al Kanri yang menjadi eksekutor bom bunuh diri di dekat Masjid Eidgah, Kabul.
ISIS mengumumkan, bom bunuh diri ini dilakukan untuk membalas aksi Taliban yang meledakan salah satu tempat persembunyian ISIS di utara kota Kabul.
Media Afghanistan melaporkan dalam ledakan di dekat Masjid Eidgah, Kabul sedikitnya 12 orang tewas, dan 32 lainnya terluka.
Presiden Azerbaijan Bantah Keberadaan Israel di Perbatasan Iran
Presiden Republik Azerbaijan mengklaim negaranya menerapkan kebijakan luar negeri yang independen, dan membantah keberadaan rezim Zionis Israel di perbatasan Azerbaijan dan Iran.
"Azerbaijan menerapkan kebijakan luar negeri yang independen, oleh karena itu ia berusaha menjalin hubungan dengan negara-negara tetangganya, dan tidak akan membiarkan siapa pun mencampuri urusan dalam negerinya," ujar Ilham Aliyev, Selasa (5/10/2021).
Ia menambahkan, "Perkara dengan negara mana kami menjalin hubungan, dan sampai level apa, itu urusan kami. Kami tidak mengeluarkan klaim apa pun terhadap negara-negara sahabat dekat Armenia. Hal ini bisa saja membuat kami tersiksa, terutama jika itu adalah negara-negara tetangga kami, tapi kami tidak mengeluarkan klaim semacam itu."
Presiden Azerbaijan menegaskan, "Mereka mengklaim Azerbaijan membuka pintu bagi Israel untuk masuk ke kawasan. Biarkan mereka membuka mata dan melihat sendiri. Dimana mereka menemukan Israel di negara ini ? ".
Sebelumnya Juru bicara Kementerian Luar Negeri Azerbaijan Leila Abdullahova mengatakan tidak ada pasukan ketiga dari negara mana pun di dekat perbatasan Iran-Azerbaijan, dan ia menyebut hubungan Tehran-Baku berlandaskan persahabatan dan kerja sama.
Dampak Perjanjian AUKUS terhadap Hubungan AS dan Uni Eropa
Presiden AS, Joe Biden dalam percakapan telepon dengan Presiden Komisi Eropa Ursula von der Leyen menekankan pentingnya kerja sama yang kuat antara Amerika Serikat dan Uni Eropa di kawasan Indo-Pasifik, dan menyebut Uni Eropa sebagai mitra utama AS.
Statemen ini muncul di tengah ketegangan kedua pihak menyusul pembentukan aliansi keamanan baru AS-Inggris-Australia yang disebut AUKUS di kawasan Indo-Pasifik.
Terlepas dari klaim Biden tentang kebangkitan konvergensi transatlantik yang melemah di era mantan Presiden AS Donald Trump, peristiwa baru-baru ini menunjukkan bahwa klaimnya keliru.
Kini jelas kiranya janji Biden hanya sekedar slogan belaka, karena dalam praktiknya Washington terus menempatkan pendekatan sepihak dan mementingkan diri sendiri di garis depan kebijakan dan tindakannya, yang cenderung mengabaikan kepentingan Eropa.
Contoh nyatanya adalah kinerja Biden di Afghanistan. Dari sudut pandang Eropa, pengalaman Afghanistan menunjukkan bahwa mulai sekarang mereka harus sangat berhati-hati dalam mengikuti Amerika Serikat dalam isu-isu regional dan internasional.
Pemerintahan Biden memberikan pukulan kedua terhadap Eropa dengan mengumumkan pembentukan aliansi baru bernama AUKUS dengan dua sekutu lamanya, Inggris dan Australia.
Washington tidak mengundang Prancis untuk bergabung dengan koalisi, tetapi dengan menerima transfer teknologi kapal selam nuklir ke Australia, secara efektif membuka jalan bagi kesepakatan € 31 miliar untuk menjual 12 kapal selam dari Prancis ke Australia.
Faktanya, pemerintah Biden, terlepas dari Uni Eropa dan partisipasinya dalam perjanjian keamanan AUKUS, hanya berusaha membentuk aliansi dengan negara-negara berbahasa Inggris dalam isu keamanan dan militer lama untuk menghadapi Cina.
Sebagai tanggapan, Uni Eropa mengumumkan strateginya di kawasan Indo-Pasifik sehari setelah pengumuman pembentukan AUKUS, yang secara efektif menekankan jalur independennya di kawasan strategis ini.
Pihak-pihak dalam perjanjian itu bahkan tidak memberikan kesempatan bagi Eropa untuk menangani masalah ini, bahkan sebagai peringatan atau untuk waktu yang singkat. Perilaku ini bukan Trumpisme, tetapi identik dengannya, dan cara kerja Biden tidak jauh berbeda dengan Trump.
Bahkan, jalur Eropa memisahkannya dari Amerika Serikat di kawasan strategis Indo-Pasifik, yang menjadi jantung politik dan ekonomi dunia di abad ke-21.
Dalam hal ini, Washington sedang membangun aliansi dengan negara-negara penting di kawasan dan meningkatkan konsultasi dengan mereka. Tujuan Washington dalam membentuk aliansi regional di Indo-Pasifik, dengan melibatkan Australia, Jepang dan India demi menghadapi Cina.
Washington telah mengidentifikasi Cina sebagai ancaman keamanannya di kawasan, sementara Uni Eropa telah menyerukan kerja sama ekonomi dan perdagangan sambil menekankan kerja sama keamanan dengan negara-negara di kawasan itu. Oleh karena itu, sikap Brussells terhadap Cina pada dasarnya berbeda dengan Washington.
Pada saat yang sama, kebijakan Washington di kawasan ini didasarkan pada pengabaian dan pencegahan kehadiran Eropa yang kuat di kawasan itu. Jadi, terlepas dari klaim Biden baru-baru ini tentang kerja sama AS-Uni Eropa di Indo-Pasifik, Eropa tampaknya tidak percaya pada janji Washington.
Dalam hal ini, Presiden Prancis Emmanuel Macron memperingatkan Eropa tentang kepercayaan terhadap Amerika Serikat dan percaya bahwa Eropa harus mengirim pesan ke Washington bahwa Eropa dapat memainkan peran strategis dalam perimbangan kekuatan regional setelah pembentukan AUKUS di kwasan Indo-Pasifik.
Ini Makna Sandi Latihan Militer Iran, "Fatehan Kheibar"
Ini Makna Sandi Latihan Militer Iran, "Fatehan Kheibar"Ini Makna Sandi Latihan Militer Iran, "Fatehan Kheibar"
Wakil Presiden Iran untuk Urusan Parlemen, Sayid Mohammad Hosseini mengatakan latihan militer "Fatehan Kheibar" (Penakluk Khaibar) merupakan peringatan kepada Israel.
"Sandi latihan tentara dipilih dengan cukup cerdik. Rasulullah Saw menggagalkan konspirasi para pemimpin Yahudi dengan menaklukkan Khaibar," kata Hosseini di akun Twitternya, Jumat (1/10/2021).
"Latihan Fatehan Kheibar merupakan peringatan kepada rezim Zionis. Jika membuat kesalahan di sekitar perbatasan Republik Islam Iran, ia akan menghadapi respons yang mematikan sehingga tidak perlu menunggu 25 tahun lagi," tegasnya seperti dilansir IRNA.
Pasukan Angkatan Darat Militer Iran memulai latihan yang bersandi "Fatehan Kheibar" di bagian barat laut negara ini pada Jumat pagi.
Latihan ini melibatkan brigade lapis baja, brigade artileri, unit drone, sistem pertahanan udara, dan divisi teknik tempur dengan dukungan helikopter Angkatan Udara Militer Iran.
Dubes Rusia: Moskow dan Tehran tidak Berkonflik di Suriah
Duta Besar Rusia untuk Suriah, Alexander Yefimov mengatakan beberapa negara mencoba menciptakan konflik antara Iran dan Rusia.
“Tidak ada pertentangan antara Tehran dan Moskow tentang Suriah,” tegasnya pada peringatan enam tahun dimulainya operasi Angkatan Udara Rusia di negara Arab itu, Kamis (30/9/2021).
“Moskow dan Tehran bekerja untuk tujuan bersama di Suriah. Iran, sama seperti Rusia, ada di sini secara sah dan atas undangan pemerintah Suriah. Seperti Moskow, Tehran juga membantu Damaskus memecahkan persoalan serius yang disebabkan oleh krisis,” jelasnya seperti dilaporkan televisi RT Arabic.
Menurut Yefimov, pencapaian terpenting Rusia adalah membantu rakyat Suriah, tidak hanya dalam mempertahankan pemerintah, tetapi juga dalam mengembalikan kendali sebagian besar wilayah negara ini kepada pemerintah Damaskus.
Mengenai proses politik penyelesaian krisis Suriah dan pembicaraan Astana, Dubes Rusia menuturkan bahwa mekanisme politik di Suriah yang tercipta dengan partisipasi langsung Rusia, masih berperan penting dalam menormalkan situasi dan membangun dialog internal yang komprehensif di negara ini.
“Saat ini proses kompromi politik di Suriah tidak berjalan begitu aktif. Tantangan terbesar dalam hal ini adalah upaya konstan dari beberapa pihak asing yang mengintervensi atau mengganggu dialog internal. Proses politik harus dilakukan oleh orang-orang Suriah dan dilaksanakan oleh mereka juga,” kata Yefimov.
Dubes Rusia menganggap serangan rezim Zionis ke wilayah Suriah sebagai ilegal.
“Serangan seperti itu tidak hanya melanggar kedaulatan Suriah, tetapi juga memperburuk situasi politik dan militer di wilayah sekitar,” pungkasnya.
Hizbullah Tembak Jatuh Drone Israel di Lebanon Selatan
Gerakan Hizbullah menembak jatuh sebuah drone militer Israel di Lebanon Selatan.
“Drone Zionis ditembak jatuh di Wadi Maryamin yang terletak di daerah Yater, Lebanon Selatan. Para pejuang menggunakan senjata yang tepat untuk menembak jatuh drone itu,” kata pernyataan Hizbullah pada Kamis (30/9/2021) seperti dilaporkan televisi al-Manar.
Israel mengatakan sedang menyelidiki sebuah insiden pada hari Kamis setelah Hizbullah mengumumkan telah menembak jatuh sebuah drone rezim Zionis di Lebanon Selatan.
“Beberapa waktu lalu, selama aktivitas rutin, sebuah drone militer jatuh di wilayah Lebanon. Insiden ini sedang diselidiki,” kata juru bicara militer rezim Zionis, Avichai Adraee.
Penekanan Petinggi Irak akan Partisipasi Rakyat di Pemilu Parlemen
Kurang dari 10 hari dari penyelenggaraan pemilu dini parlemen di Irak, para marja’ Syiah dan petinggi negara ini menekankan partisipasi maksimum dan penyadaran rakyat di pemilu.
Pemilu ini dijadwalkan akan digelar 10 Oktober 2021. Sementara tinggal 10 hari dari penyelenggaraan pesta demokrasi ini, isu boikot pemilu oleh sebagian kelompok di negara ini akan ditindaklanjuti. Presiden Irak, Barham Salih meminta kubu yang memboikot pemilu ini untuk menghentikan keputusannya.
Sementara itu, Marja’ Syiah, Ayatullah Sistani Rabu (29/9/2021) dalam sebuah statemennya menyatakan, pemilu jalan paling aman untuk mencapai masa depan yang lebih baik dari masa lalu serta mencegah negara ini jatuh dalam kerusuhan. Ayatullah Sistani di statemennya menekankan warga harus memanfaatkan kesempatan ini untuk menciptakan perubahan sejati di manajemen negara dan membersihkan para koruptor serta memilih kandidat yang bersih.
Marja' Syiah di Irak, Ayatullah Sistani
Penekanan pada partisipasi rakyat secara maksimal dan sadar dalam pemilihan parlemen Irak terutama disebabkan oleh dampak pemilihan pada tatanan kekuasaan di negara ini, serta pada fungsi parlemen. Sebenarnya; Alasan pertama pentingnya pemilihan parlemen 10 Oktober adalah dampaknya terhadap struktur kekuasaan Irak. Dengan pemilihan berlangsung, proses pencalonan presiden dan perdana menteri dimulai, yang sangat penting sejak pemilihan perdana menteri karena ia membentuk kabinet. Dengan demikian, persaingan antar kelompok politik, terutama kelompok Syiah yang memilih perdana menteri, berada pada level yang tinggi.
Alasan lain pentingnya pemilu mendatang adalah berfungsinya lembaga ini. Parlemen Irak, atau Majlis al-Nuwab al-Iraqi, adalah satu-satunya badan legislatif di negara itu. Tugas parlemen Irak ini bahkan lebih penting dalam situasi saat ini karena, menurut Presiden Irak Barham Salih, "karena cacat dalam sistem pemerintahan merampas hak rakyat Irak untuk hidup bebas dan bermartabat. Langkah selanjutnya adalah amandemen UUD Irak yang akan disahkan oleh mayoritas elit politik.” Oleh karena itu, dengan mempertimbangkan masalah ini, tingkat partisipasi masyarakat dalam pemilu serta komposisi parlemen masa depan menjadi sangat penting.
Isu lainnya adalah Irak telah mengatasi terorisme Daesh (ISIS), yang mengancam geografinya, tetapi kekhawatiran keamanan dalam bentuk kerawanan sosial masih tinggi di negara itu. Irak kemungkinan akan melihat lebih sedikit ketidakstabilan keamanan dan lebih banyak kerusuhan sosial dalam empat tahun ke depan. Kerusuhan sosial dapat diperburuk oleh fakta bahwa masalah ekonomi dan kurangnya layanan infrastruktur masih merupakan dua masalah serius di negara ini, yang membuka jalan bagi protes rakyat.
Oleh karena itu, komposisi parlemen masa depan akan memainkan peran penting bagi Irak dalam menghadapi masalah ini, dan parlemen yang kuat dapat mengambil langkah-langkah efektif untuk membuat undang-undang untuk meringankan masalah ekonomi rakyat.
Masalah penarikan pasukan Amerika dari Irak juga penting, dan baik parlemen maupun kabinet masa depan memiliki peran besar dalam hal ini. Komposisi parlemen dan cara berpikir orang-orang yang masuk ke legislatif Irak ini sangat penting. Oleh karena itu, dapat dikatakan bahwa pemilihan parlemen Irak mendatang juga penting bagi aktor asing, terutama Amerika Serikat.
Mengingat alasan ini, dalam beberapa hari terakhir selain persaingan antara kubu dan faksi meningkat, para marja’ dan elit politik Irak juga menekankan pentingnya warga memanfaatkan kesempatan pemilu dan partisipasi maksimum serta penyadaran masyarakat.
Menlu Iran: Pasukan Quds IRGC, Tentara Tanpa Batas
Menteri Luar Negeri Iran mengatakan jika bukan karena peran khusus Letnan Jenderal Qasem Soleimani, pahlawan perang melawan terorisme dan Zionisme, wilayah kita akan berbeda hari ini.
“Jika Daesh berhasil di Suriah dan Irak, hari ini seluruh dunia akan menghadapi terorisme dan ekstremisme,” kata Hossein Amir-Abdollahian dalam pertemuan dengan Komandan Pasukan Quds, Brigadir Jenderal Esmail Qaani, seperti dikutip IRNA, Rabu (29/9/2021).
“Kementerian Luar Negeri Iran dengan bangga akan mengikuti jalan komandan perdamaian, Haj Qasem Soleimani dalam melembagakan perdamaian dan persahabatan dengan negara-negara regional serta perang melawan terorisme,” kata menlu Iran.
Amir-Abdollahian menganggap Pasukan Quds IRGC adalah tentara tanpa batas yang telah memberikan kontribusi besar bagi keamanan dan perdamaian regional dan global.
Di pihak lain, Brigjen Qaani juga menyampaikan penghormatan kepada Syahid Soleimani dan orang-orang yang gugur dari Kementerian Luar Negeri Iran.
Ia juga menekankan posisi khusus dan penting Kementerian Luar Negeri dalam mengamankan kepentingan nasional Republik Islam Iran.
Pesan IRGC Iran ke Tetangga, Jangan Biarkan Kehadiran Rezim Zionis
Komandan Angkatan Darat IRGC Iran mengatakan pelaksanaan berbagai latihan akan memperkuat keamanan nasional.
"Penting untuk terus mempertahankan keamanan perbatasan dan wilayah perbatasan," kata Brigadir Jenderal Mohammad Pakpour pada Jumat (1/10/2021).
"Keamanan perbatasan Republik Islam dan negara-negara sahabat dan tetangga merupakan sebuah masalah yang saling terkait. Hal ini sangat penting bagi Iran," ujarnya seperti dikutip Tasnimnews.
Brigjen Pakpour menuturkan, kami menghormati hak kedaulatan yang tidak dapat dicabut bagi negara mana pun yang ingin melakukan latihan untuk meningkatkan pertahanannya.
"Kami tidak dapat menerima bahwa beberapa negara, di bawah pengaruh pihak ketiga, membuat pernyataan yang tidak realistis dan provokatif mengenai peningkatan kesiapan unit tempur Republik Islam," tegasnya.
Komandan Angkatan Darat IRGC ini menambahkan, Iran berharap daerah perbatasan dan negara-negara tetangga menjadi lingkungan yang aman dan penjamin keamanan bagi negara-negara dan kawasan.
Oleh sebab itu, tandasnya, anasir asing seperti rezim Zionis, di mana konspirasi dan kejahatannya terhadap bangsa-bangsa Muslim sudah diketahui semua orang, tidak boleh menggunakan negara tetangga sebagai basis untuk mencapai tujuan jahatnya.
"Tidak ada keraguan bahwa bantuan dan dukungan rezim Zionis kepada beberapa negara di kawasan bertujuan untuk menyulut konflik dan perpecahan di antara bangsa-bangsa Muslim," kata Brigjen Pakpour.
Surat Ad-Dukhan 51-59
Surat Ad-Dukhan 51-59
إِنَّ الْمُتَّقِينَ فِي مَقَامٍ أَمِينٍ (51) فِي جَنَّاتٍ وَعُيُونٍ (52) يَلْبَسُونَ مِنْ سُنْدُسٍ وَإِسْتَبْرَقٍ مُتَقَابِلِينَ (53) كَذَلِكَ وَزَوَّجْنَاهُمْ بِحُورٍ عِينٍ (54) يَدْعُونَ فِيهَا بِكُلِّ فَاكِهَةٍ آَمِنِينَ (55)
Sesungguhnya orang-orang yang bertakwa berada dalam tempat yang aman, (44: 51)
(yaitu) di dalam taman-taman dan mata-air-mata-air; (44: 52)
mereka memakai sutera yang halus dan sutera yang tebal, (duduk) berhadap-hadapan, (44: 53)
demikianlah. Dan Kami berikan kepada mereka bidadari. (44: 54)
Di dalamnya mereka meminta segala macam buah-buahan dengan aman (dari segala kekhawatiran), (44: 55)
Ayat-ayat di atas menggambarkan kondisi para penduduk surga dan menjelaskan, “Mereka dalam keamaan penuh. Keamanan dari segala kesedihan, kesakitan, penderitaan, dan musibah, selain perasaan aman dan sehat yang merupakan nikmat terbesar Allah Swt yang dirasakan manusia di dunia, penduduk surga juga hidup dalam ketenangan.”
Tempat hidup penghuni surga berada di antara taman-taman, di sisi beraneka ragam mata air dan air terjun yang sangat indah dan membangkitkan kegembiraan, dan karena aneka ragam tempat ini, para penghuni surga tidak pernah merasa puas atas tempat semacam ini.
Di dunia, pakaian dari sutra yang lembut dan indah begitu dikenal luas. Allah Swt menjanjikan pakaian dari sutra untuk para penghuni surga di akhirat. Pakaian itu memiliki aneka ragam desain, warna, dan bentuk sehingga tampak selalu indah, baru, dan menarik.
Di antara penghuni surga terjalin ikatan rasa kasih sayang. Mereka bertemu satu sama lain dalam sebuah pertemuan penuh kasih dan spiritualitas tanpa perasaan lebih baik dari yang lain.
Karena di Hari Kiamat kecenderungan fisik juga menyertai manusia, maka Allah Swt memberikan pasangan-pasangan sangat rupawan yang bahkan tidak pernah terbayangkan oleh manusia di dunia, sehingga jika di dunia mereka menjaga pandangan dari non-mahram dan menjaga kesuciannya dari hal-hal yang haram, di akhirat mereka akan mendapat balasan perbuatannya dengan yang terbaik.
Tuntutan jasmani lain manusia adalah makan dan minum. Apa pun yang diinginkan oleh para penghuni surga sudah tersedia di dalam surga. Buah-buahan yang tidak hanya muncul di musimnya saja, tapi selalu ada di pohon siap dipetik, dan dimakan. Buah-buahan beraneka warna dan lezat itu selalu bisa diperoleh penghuni surga dan mereka tidak perlu bersusah payah untuk mendapatkannya.
Dari lima ayat tadi ada empat poin pelajaran yang dapat dipetik:
1. Ketenangan dan keamanan penuh merupakan salah satu nikmat yang diberikan Allah Swt di surga yang muncul sebelum nikmat-nikmat lain. Di dalam surga tidak ada ketakutan celaka atau menghadapi bahaya, tidak ada kekhawatiran atas kematian dan kehilangan nikmat.
2. Apa yang mengantarkan manusia ke surga adalah takwa dan menjauhi perbuatan haram dan tidak pantas.
3. Apa yang menjadi penghalang bagi manusia di dunia terhadap sebagian perbuatan, karena dampak buruk dan kerugian yang ditimbulkannya sehingga mereka menjauhinya, akan dibalas di surga dalam bentuk terbaik.
4. Penghuni surga melakukan pertemuan-pertemuan yang menyenangkan, dan mereka merasa senang saling berbicara dalam pertemuan itu.
لَا يَذُوقُونَ فِيهَا الْمَوْتَ إِلَّا الْمَوْتَةَ الْأُولَى وَوَقَاهُمْ عَذَابَ الْجَحِيمِ (56) فَضْلًا مِنْ رَبِّكَ ذَلِكَ هُوَ الْفَوْزُ الْعَظِيمُ (57)
mereka tidak akan merasakan mati di dalamnya kecuali mati di dunia. Dan Allah memelihara mereka dari azab neraka, (44: 56)
sebagai karunia dari Tuhanmu. Yang demikian itu adalah keberuntungan yang besar. (44: 57)
Salah satu kekhawatiran yang selalu dirasakan manusia di dunia adalah kematian. Kematian menjadi sebab perpisahan manusia dari kerabat, sahabat, dan semua orang yang dekat dengannya. Akan tetapi Allah Swt berjanji bahwa penghuni surga tidak akan mengalami kematian lagi, dan abadi. Keabadian yang menjadi nasib para penghuni surga ini dijelaskan dalam banyak ayat Al Quran, dengan istilah “Khalidina fiha”.
Bukan hanya kematian yang tidak bisa memisahkan para penguni surga dari surga, mereka juga tidak akan pernah meninggalkan surga ke neraka. Mungkin saja beberapa orang dikarenakan dosa mereka pertama pergi ke neraka, tapi setelah hatinya disucikan dan jiwanya dibersihkan dari karat dosa, mereka dibawa ke surga, dan hal yang sebaliknya, tidak akan terjadi. Terhadap orang-orang yang masuk surga, Allah Swt akan mengampuni mereka dengan kemuliaan-Nya, dan melindungi mereka dari azab neraka. Oleh karena itu mereka tidak takut lagi pada azab dan siksaan.
Al Quran selanjutnya menyinggung poin penting dan menjelaskan, semua nikmat ini dikarenakan kebaikan dan kemurahan Allah Swt. Karena secara alami dan sesuai perhitungan awam, hamba-hamba Tuhan tidak layak mendapatkan semua nikmat abadi ini dengan perbuatan kecil dan remeh. Akan tetapi Allah Swt atas dasar kemurahan-Nya memberikan semua nikmat ini kepada orang-orang yang suci dan berbuat baik, dan membuat mereka mampu meraih keuntungan yang tak pernah terbayangkan sebelumnya di dunia. Sampai ke semua pahala ini adalah kemenangan besar bagi penduduk surga, dan ini tidak akan bisa diperoleh tanpa kemurahan Allah Swt.
Dari dua ayat tadi ada tiga poin pelajaran yang dapat dipetik:
1. Siapa pun yang masuk surga, maka ia tidak akan pernah keluar dari sana, di akan abadi di dalamnya.
2. Siapa pun yang menjaga diri dari hawa nafsunya, dan menjaga diri dari dosa, Allah Swt akan menjaganya dari api neraka di akhirat kelak.
3. Perbuatan baik kita di dunia terbatas dan sepele, dan tidak bisa dibandingkan dengan nikmat-nikmat besar Allah Swt yang abadi di surga. Maka dari itu surga dan keberuntungan yang diperoleh orang-orang baik di sana, berkat kemurahan dan kebaikan Allah Swt, bukan karena tuntutan mereka pada-Nya.
فَإِنَّمَا يَسَّرْنَاهُ بِلِسَانِكَ لَعَلَّهُمْ يَتَذَكَّرُونَ (58) فَارْتَقِبْ إِنَّهُمْ مُرْتَقِبُونَ (59)
Sesungguhnya Kami mudahkan Al Quran itu dengan bahasamu supaya mereka mendapat pelajaran. (44: 58)
Maka tunggulah; sesungguhnya mereka itu menunggu (pula). (44: 59)
Tidak seperti buku-buku ilmiah yang tidak bisa diambil manfaatnya oleh orang awam, Al Quran meski kandungannya dalam dan rinci, namun tetap sederhana dan mudah dipahami oleh semua lapisan masyarakat. Poin-poinnya memberikan pelajaran, penjelasannya lugas dan argumennya jelas dan kukuh. Oleh karena itu ayat-ayatnya meresap dan membangkitkan hati.
Akan tetapi manusia-manusia yang pada dasarnya sudah mengingkari, menentang dan keras kepala, sebanyak apa pun mereka membaca ayat-ayat ini tidak akan pernah sadar. Karena mereka tidak ingin menerima kebenaran. Tepat seperti orang yang terbangun dari tidur, dan tidak memberi respon apa pun saat dipanggil. Orang-orang kafir dan orang-orang ingkar dalam benaknya sedang menunggu kegagalan dan kekalahan dirimu dan keyakinanmu, maka engkau pun harus menantikan janji Allah Swt tentang kemenangan agama yang benar atas orang-orang kafir keras kepala, dan kebinasaan kekufuran serta kesyirikan.
Dari dua ayat tadi ada dua poin pelajaran yang dapat dipetik:
1. Ajaran Al Quran harus dijelaskan dengan bahasa yang sederhana dan mudah dipahami kepada masyarakat umum, karena tujuannya untuk menghidayahi mereka, bukan kelompok atau kalangan khusus.
2. Allah Swt dengan menurunkan kitab langit dan mengangkat nabi, telah memberikan argumen terakhir. Jika seseorang dengan sengaja tidak menerima kebenaran, maka ia harus menanti murka Ilahi.




























