کمالوندی

کمالوندی

 

Pasukan perlawanan Palestina berhasil menembak jatuh pesawat nirawak Israel di Jalur Gaza.

Saberin News melaporkan, pasukan perlawanan Palestina menembak jatuh sebuah pesawat tak berawak Israel di sebelah barat Kota Gaza pada Jumat (18/6/2021) pagi.

Drone-drone rezim Zionis menargetkan pangkalan milik pasukan perlawanan di timur Beit Lahia, yang terletak di utara Jalur Gaza.

Media tidak menyebutkan rincian dan jumlah korban tewas dan luka-luka serta jumlah kerusakan yang ditimbulkan akibat serangan terbaru militer Israel ke Gaza.

Rezim Zionis secara efektif telah melanggar perjanjian gencatan senjata dengan kelompok perlawanan Palestina.

Pada 10 Mei, rezim Zionis melancarkan perang melawan Palestina di Tepi Barat dan Gaza, tetapi, bertentangan dengan harapannya, mendapat tanggapan rudal yang sengit dari pasukan Perlawanan Palestina, yang menyebabkan rezim Zionis mangajukan gencatan senjata.

 

ebijakan diskriminatif di negara-negara Barat terus berlanjut dalam berbagai dimensi sosial. Human Rights Watch (HRW) dan Amnesty International dalam laporan terbarunya menjelang Hari Pengungsi Sedunia yang jatuh pada 20 Juni, menyebutkan bahwa Kanada setiap tahun memenjarakan ribuan orang, termasuk disabilitas dengan alasan terkait imigrasi, dan mereka mengalami diskriminasi.

Amnesty International juga melaporkan situasi mengerikan para migran di pusat-pusat penahanan Kanada, dan berdasarkan dokumen-dokumen, organisasi ini mengumumkan bahwa para migran di pusat-pusat penahanan secara teratur diborgol dan tidak memiliki kontak dan akses dengan dunia luar.

Laporan tersebut muncul ketika diskriminasi rasial, agama dan ideologi selalu ada di masyarakat Barat, terutama di Amerika Serikat dan Kanada, tetapi dalam beberapa tahun terakhir penerapan kebijakan diskriminatif menjadi lebih serius, sehingga Perdana Menteri Kanada Justin Trudeau mengakui bahwa banyak warga Kanada tiba-tiba percaya bahwa diskriminasi adalah fakta yang jelas. Dia mengatakan, diskriminasi harus berakhir, dan kami sedang bekerja menangani masalah ini.

Penemuan kuburan massal 200 anak pribumi di Kanada dan pembunuhan satu keluarga Muslim di negara ini adalah beberapa kasus yang terbongkar dalam sebulan terakhir saja. Isu perlakuan diskriminatif terhadap migran dan orang berkebutuhan khusus (disabilitas) masih mengemuka. Di sisi lain, dengan merebaknya pandemi Covid-19, serangan terhadap migran dan warga keturunan Asia juga meningkat di negara-negara Barat, termasuk Kanada.

Menurut sebuah laporan oleh kelompok masyarakat sipil di Kanada, kekerasan rasial terhadap orang Amerika-Asia tidak hanya terjadi di Amerika Serikat, dan berbagai jenis serangan fisik dan verbal terhadap keturunan Asia di Kanada juga telah meningkat dalam beberapa bulan terakhir.

Ketua Dewan Nasional Cina-Kanada Amy Go mengatakan, serangan terhadap keturunan Asia di Kanada telah meningkat tajam, bahkan tahun lalu, kasusnya lebih banyak daripada di Amerika Serikat. Menurutnya, serangan terhadap keturunan Asia di Kanada meliputi serangan fisik dan verbal, dan pelecehan lainnya termasuk diludahi.

Perdana Menteri Kanada Justin Trudeau
Diskriminasi di Kanada, Amerika Serikat dan negara-negara Barat terjadi ketika negara-negara ini selalu meneriakkan slogan-slogan membela hak asasi manusia dan kesetaraan manusia, bahkan mereka menuduh banyak negara melanggar hak asasi manusia dan kesetaraan.

Diskriminasi merajalela tidak hanya di Kanada tetapi juga di Amerika Serikat dan banyak negara Eropa lainnya. Perlakuan kekerasan di negara-negara itu, bahkan dilakukan oleh polisi terhadap migran, warga kulit berwarna, etnis minoritas , agama minoritas dan perempuan. Kurangnya akses yang sama untuk kesejahteraan dan bahkan pendidikan bagi mereka semakin membuktikan omong kosong dari banyak slogan yang digaungkan oleh negara-negara itu di bidang hak asasi manusia dan kesetaraan manusia.

Pandemi Virus Corona dan perlunya akses yang sama terhadap pengobatan dan perawatan bagi migran, masyarakat adat dan etnis minoritas  yang tinggal di Kanada, Amerika Serikat, dan negara-negara Eropa, dan lambatnya akses untuk vaksin Covid-19, menunjukkan dimensi baru diskriminasi dan parahnya perilaku ini di Barat.

Di banyak negara ini, warga kulit berwarna, terutama kulit hitam dan migran, berada di barisan terakhir dalam akses ke obat-obatan, perawatan, dan vaksin, dan banyak yang meninggal karena penyakit dan kurangnya akses tersebut. Menurut Gubernur Illinois David Bowen, sulit untuk menebus adanya ketidaksetaraan yang telah ada selama beberapa dekade atau mungkin berabad-abad dalam penggunaan perawatan kesehatan di antara orang kulit berwarna.

Media-media dan lembaga internasional telah menerbitkan berbagai laporan tentang perilaku tidak manusiawi dan anti-hak asasi manusia di masyarakat Barat. Untuk itu para pejabat di negara-negara itu seharusnya berusaha untuk merevisi undang-undangnya dan memperbaiki kebijakan ketimbang hanya menggaungkan slogan-slogan politik dan omong kosong serta menuduh negara-negara lain melanggar hak asasi manusia, bahkan melakukan internvensi atas alasan tersebut. 

 

Pemimpin Besar Revolusi Islam Iran Ayatullah al-Udzma Sayid Ali Khamenei mengatakan bahwa hari pemilu adalah hari bangsa Iran, dan suara rakyat dalam pemilu ini menentukan masa depan Republik Islam Iran.

"Hari ini, aktor dan sutradara utama adalah rakyat. Dengan mendatangi kotak-kotak suara dan memberikan suara, mereka sebenarnya sedang menentukan tugas umum dan mendasar negara untuk tahun-tahun mendatang," kata Ayatullah Khamenei usai memberikan suaranya dalam pemilu presiden Iran periode ke-13 di Huseiniyah Imam Khomeini ra di Tehran, ibu kota Republik Islam Iran, Jumat (18/6/2021).

Rahbar juga memberikan suaranya dalam pemilu Dewan Islam Kota dan Desa periode keenam, pemilu sela Dewan Ahli Kepemimpinan (Majles-e Khobregan-e Rahbari) periode kelima dan pemilu sela parlemen (Majelis Syura Islami) periode ke-11.

Ayatullah Khamenei menuturkan, dengan memberikan suara dalam pemilu, rakyat sebenarnya sedang menentukan nasib, tugas umum dan mendasar negara untuk tahun-tahun mendatang, oleh karena itu, hari ini adalah milik rakyat Iran.

Atas alasan ini, lanjut Rahbar, akal dan kebijaksanaan manusia menyatakan bahwa setiap orang (yang memiliki hak suara) harus berpartisipasi dalam ujian nasional yang besar ini, dan alasan kami berulang kali mengajak masyarakat untuk berpartisipasi dalam pemilu ini adalah bahwa dampak pertama dari partisipasi ini akan dirasakan oleh rakyat itu sendiri. Selain itu, dengan partisipasi rakyat tersebut, negara dan Republik Islam juga akan mencapai keuntungan dan poin besar di arena internasional. Namun yang pertama mendapat keuntungan adalah rakyat itu sendiri.


 Pemimpin Besar Revolusi Islam Iran menganggap suara setiap individu rakyat adalah penting. Ayatullah Khamenei mengatakan, datangilah kotak-kotak suara, kenali dan berikan suara kalian. Ini sangat penting bagi masa depan negara  dan bagi setiap individu masyarakat. Satu suara juga penting dan jangan sampai ada yang mengatakan bahwa satu suara saya tidak akan berpengaruh apa-apa, sebab, suara-suara inilah yang akan membentuk jutaan suara rakyat.

"Menurut keyakinan saya, lakukanlah dengan niat untuk Allah Swt dan ambil pahala-Nya. Pekerjaan penting ini lakukanlah segera mungkin. Ini adalah nasihat yang saya sampaikan terus menerus. Semakin cepat Anda melakukan tugas dan kewajiban ini, adalah semakin baik," pungkasnya.

Pemilu presiden Iran periode ke-13, pemilu Dewan Islam Kota dan Desa periode keenam, pemilu sela Dewan Ahli Kepemimpinan (Majles-e Khobregan-e Rahbari) periode kelima dan pemilu sela parlemen (Majelis Syura Islami) periode ke-11 dimulai pada Jumat pukul 07.00 waktu Iran.

Lebih dari 59.310.000 warga Iran memiliki hak untuk memberikan suaranya dalam pemilu presiden periode ke-13. Pemungutan suara juga dilakukan serentak di 101 negara dengan menyiapkan 450 Tempat Pemungutan Suara (TPS).

Setelah tiga calon presiden mengundurkan diri dari daftar calon presiden 2021 maka nama-nama capres Iran yang bertarung dalam pemilu tahun ini adalah Mohsen Rezaei Mirghaed, Sayid Ebrahim Raisi, Sayid Amirhossein Qazizadeh Hashemi, dan Abdolnasser Hemmati.

 

Di tengah gencarnya upaya negara-negara Barat menyebarkan propaganda bahwa pandemi Corona bersumber dari sebuah laboratorium di kota Wuhan, Cina, Perdana Menteri Inggris di akhir pertemuan pemimpin negara-negara G7 mengaku tidak percaya dengan anggapan ini.

Dikutip kantor berita Xinhua, Rabu (16/6/2021), Boris Johnson dalam konferensi pers yang digelar di akhir pertemuan G7 di Cornwall, Inggris mengatakan dirinya tidak percaya tempat asal COVID-19 adalah laboratorium di Wuhan, Cina.
 
Ia menuturkan, "Saat ini informasi yang kami terima mengatakan bahwa ini tidak tampak seperti penyakit zoonosis yang berasal dari laboratorium, jelas orang-orang yang bijak akan tetap berpikiran terbuka tentang masalah ini."
 
Situs berita Inggris City A.M, Minggu (13/6) menulis, hal itu disampaikan Boris Jonhson setelah para pemimpin negara G7 membicarakan asal-usul COVID-19 dengan Direktur Badan Kesehatan Dunia, WHO.
 
Di sisi lain Menteri Luar Negeri Inggris Dominic Raab mengatakan informasi terbaik yang diterima Inggris menyebutkan bahwa COVID-19 adalah penyakit yang menular dari binatang kepada manusia.

 

Bentrokan yang terjadi antara kelompok sayap kiri radikal dengan polisi Jerman di kota Berlin menyebabkan setidaknya 60 personel polisi terluka, dan di jalan-jalan kota tampak kendaraan dibakar massa.

Dikutip Russia Today, Rabu (16/6/2021), sekitar 200 orang anggota kelompok Rigaer 94 yang mengenakan penutup muka, menghalangi aparat keamanan Jerman yang berusaha memasuki sebuah rumah di Berlin yang menjadi markas kelompok sayap kiri radikal.
 
Rumah nomor 94 di Jalan Rigaer, Berlin sudah terkenal di seantero Eropa. Rumah itu dijadikan markas kelompok sayap kiri radikal anti-fasis. Pejabat pemerintah Jerman beberapa kali berusaha menutup tempat ini namun tidak berhasil.
 
Dalam bentrokan dengan polisi hari Rabu, kelompok sayap kiri radikal Jerman memasang barikade di jalan. Mereka juga membakar kendaraan, serta melempari aparat keamanan dengan batu dan botol.

 

Wakil Gerakan Jihad Islam Palestina di Iran seraya mengisyaratkan penamaan Hari Quds Sedunia oleh Pendiri Republik Islam Iran, Imam Khomeini menekankan, penantuan Hari Quds Sedunia supaya umat Islam bergerak di jalan yang benar.

Nasser Abu Sharif dalam wawancaranya dengan IRIB Kamis (6/5/2021) mengatakan, Quds tempat suci bagi seluruh muslim yang diduduki oleh musuh sejati umat ini.

Wakil Gerakan Jihad Islam Palestina di Iran menambahkan, rencana pembentuan rezim Zionis adalah sebuah rencana melawan umat Islam, dan oleh karena itu, Imam Khomeini menunjukkan umat Islam akan musuh sejati mereka di kawasan, yakni Israel dan musuh terbesar mereka, yakni Barat.

"Hari Quds Sedunia, hari solidaritas terhadap bangas Palestina," tambah Nasser Abu Sharif.

Ia mengingatkan, proses normalisasi hubungan yang kini terjadi di sejumlah negara Arab merupakan upaya untuk menjauhkan umat Islam dari isu utama yakni Palestina, namun Hari Quds Sedunia berusaha membuat umat Islam memperhatikan cita-cita bangsa Palestina, karena Palestina benar-benar isu terpenting umat Islam.

 

Ketua Parlemen Iran Mohammad Bagher Ghalibaf mengatakan, saat ini perimbangan kekuatan di Palestina dan kawasan berpihak pada kubu perlawanan.

“Hal ini dapat membawa bangsa Palestina lebih dekat ke langkah akhir dan cita-cita mereka daripada sebelumnya,” kata Ghalibaf dalam sebuah pesan bertepatan dengan peringatan Hari Quds Internasional.

Dia mencatat bahwa perlawanan dan persatuan di antara faksi-faksi Palestina merupakan satu-satunya opsi bagi rakyat Palestina dalam perang melawan rezim pembunuh anak dan penjajah Zionis.

“Kita berkewajiban membantu bangsa Palestina dalam jihad suci ini,” tegasnya seperti dikutip IRNA, Kamis (6/5/2021) sore.

Ghalibaf menuturkan, Imam Khomeini ra dengan menamai hari Jumat terakhir bulan suci Ramadhan sebagai Hari Quds Internasional, telah menjelaskan sebuah misi global untuk pembebasan tanah pendudukan Palestina dan Masjid al-Aqsa dari keberadaan rezim palsu Zionis.

“Sejak awal berdiri, esensi dan filosofi rezim Zionis bertujuan untuk melemahkan dunia Muslim dan mencegah persatuan umat Islam,” ucapnya.

Ketua Parlemen Iran mengatakan, situasi di wilayah pendudukan saat ini mengharuskan semua negara dan organisasi internasional untuk memenuhi tanggung jawabnya dalam mewujudkan hak-hak sah rakyat Palestina. 

 

Acara peringatan Hari Quds Sedunia secara spontan digelar di Bundaran Palestina di Tehran dengan menjaga protokol kesehatan.

Menurut laporan IRIB Jumat (7/5/2021), acara yang digelar secara spontan ini bendera Palestina dikibarkan di Bundaran Palestina dan bendera Israel serta Amerika Serikat dibakar.

Para peserta di acara ini membawa bendera Palestina dan Hizbullah Lebanon serta mengungkapkan kebencian mereka terhadap rezim penjajah Israel.

Mengingat pandemi Corona, tahun ini tidak digelar acara pawai Hari Quds Sedunia di Iran dan peringatan hari besar dunia ini hanya digelar secara virtual.

Hari ini Jumat 7 Mei 2021, bertepatan dengan 24 Ramadan 2021 adalah Hari Quds Sedunia.

 

Bismillahirrahmanirrahim

الحمد للّه ربّ العالمین و الصّلاة‌ و السّلام علی سیّدنا محمّد خاتم النّبیّین و اشرف الخلق اجمعین و علی آله الطّیّبین الطّاهرین و صحبه المنتجبین و من تبعهم باحسان الی یوم الدّین.

Palestina, isu paling penting dan aktual umat Islam

Masalah Palestina masih menjadi isu kolektif yang paling penting dan aktual bagi umat Islam. Kebijakan sistem kapitalis dan tirani telah memotong tangan sebuah bangsa dari rumahnya, tanah air, dan tanah leluhurnya, dan kemudian ditempatkan rezim teroris dan orang asing di sana.

Logika pembentukan rezim Zionis

Adakah yang lebih lemah dan sangat rancu daripada logika rapuh dari pembentukan rezim Zionis? Negara-negara Eropa berdasarkan pengakuannya telah menindas kaum Yahudi selama era Perang Dunia II. Jadi, penebusan atas (darah) orang-orang Yahudi harus dilakukan dengan mengusir sebuah bangsa di Asia Barat dan melakukan pembantaian tragis di negara itu…!

Ini adalah logika yang dipegang oleh pemerintah-pemerintah Barat dengan memberikan dukungan mutlak dan gila-gilaan kepada rezim Zionis. Dengan begitu, semua telah mempertanyakan klaim palsu mereka tentang hak asasi manusia dan demokrasi. Ini adalah peristiwa yang menggelikan dan memilukan selama lebih dari 70 tahun yang terus berlanjut dan sesekali lembaran lain ditambahkan pada peristiwa itu.

Melawan rezim Zionis adalah tugas semua

Sejak hari pertama, orang-orang Zionis telah mengubah Palestina yang dirampas menjadi sebuah basis terorisme. Israel bukanlah sebuah negara, tapi garnisun teroris untuk melawan bangsa Palestina dan bangsa-bangsa Muslim lainnya. Perang terhadap rezim haus darah ini adalah perang melawan penindasan dan perang melawan terorisme, dan ini adalah tugas semua.

Pemimpin Besar Revolusi Islam Iran atau Rahbar, Ayatullah Sayid Ali Khamenei.
Kelemahan dan perpecahan di tengah umat Islam, membuka jalan bagi perampasan Palestina

Patut dicatat bahwa meski rezim penjajah didirikan pada tahun 1948, namun persiapan untuk merampas titik penting dari wilayah Islam ini dimulai bertahun-tahun sebelumnya. Tahun-tahun itu bertepatan dengan intervensi aktif Barat di negara-negara Islam untuk menegakkan sekularisme dan nasionalisme ekstrem dan buta, serta mengantarkan pemerintah otoriter, terpesona, atau boneka Barat pada kekuasaan. Sebuah studi tentang peristiwa yang terjadi pada tahun-tahun tersebut di Iran dan Turki serta negara-negara Arab di Asia Barat hingga Afrika Utara, menyingkap sebuah fakta pahit ini bahwa kelemahan dan perpecahan di tengah umat Islam telah membuka jalan bagi malapetaka perampasan Palestina, dan pukulan ini menimpa umat Islam dari dunia arogan.

Sinergitas kamp Barat dan Timur dengan kapitalis Zionis dalam perampasan Palestina

Ini menjadi pelajaran bahwa pada masa itu, baik kubu kapitalisme maupun komunisme melakukan sinergi dengan Qarun-qarun Zionis. Inggris menyusun dasar konspirasi dan menindaklanjutinya. Para kapitalis Zionis menjalankannya dengan uang dan senjata, dan Uni Soviet adalah pemerintahan pertama yang mengakui pembentukan rezim ilegal dan mengirim sejumlah besar orang Yahudi ke sana.

Rezim penjajah adalah produk dari situasi waktu itu di dunia Islam di satu sisi, dan konspirasi serta agresi Eropa di sisi lain.

Perubahan perimbangan kekuatan di dunia saat ini menguntungkan Dunia Islam

Sekarang situasi dunia tidak lagi seperti dulu, kita harus selalu mengingat fakta ini. Hari ini perimbangan kekuatan menguntungkan Dunia Islam. Berbagai peristiwa politik dan sosial di Eropa dan Amerika Serikat telah menyingkap kelemahan dan kepincangan struktural dan manajerial yang serius serta moral Barat di mata dunia. Kisruh pemilu di AS dan ujian yang telah mempermalukan para pemimpin mereka yang sombong dan arogan, serta kegagalan satu tahun dalam menangani pandemi Corona di AS dan Eropa, dan skandal-skandal lain, serta kekacauan politik dan sosial baru-baru ini di negara-negara utama Eropa, semuanya adalah sinyal dari proses kemunduran dan keredupan kamp Barat.

Di sisi lain, pertumbuhan pasukan perlawanan di wilayah-wilayah Islam yang paling sensitif, pertumbuhan kemampuan defensif dan ofensif mereka, meningkatnya kesadaran, motivasi, dan harapan di tengah bangsa-bangsa Muslim, tumbuhnya kecintaan pada slogan-slogan Islami dan Qur'ani, berkembangnya sains, tumbuhnya semangat mandiri dan berdikari di antara bangsa-bangsa, merupakan sinyal baik yang mengabarkan masa depan yang cerah.

Masjid al-Aqsa di Palestina.
Perlunya sinergi negara-negara Muslim soal isu Palestina dan Quds

Di masa depan yang diberkahi ini, sinergi di antara negara-negara Muslim harus menjadi sebuah tujuan utama dan fundamental, dan tampaknya ini tidak sulit untuk diraih. Fokus dari sinergitas ini adalah masalah Palestina, yang berarti (sinergitas) semua negara, dan masa depan al-Quds al-Sharif. Hakikat inilah yang telah mengilhami hati bersih Imam Khomeini (semoga Tuhan merahmatinya) untuk mengumumkan Hari Quds Internasional pada hari Jumat terakhir bulan Ramadhan.

Sinergitas kaum Muslim pada masalah al-Quds al-Sharif adalah mimpi buruk musuh Zionis dan para pendukungnya di Amerika dan Eropa. Gagalnya prakarsa "Kesepakatan Abad" dan kemudian upaya normalisasi hubungan beberapa pemerintahan lemah Arab dengan rezim penjajah, merupakan upaya putus asa untuk melarikan diri dari mimpi buruk tersebut.

Saya katakan dengan tegas: upaya ini tidak akan berhasil, gerakan ke arah keruntuhan dan keredupan rezim musuh Zionis telah dimulai dan tidak akan pernah berhenti.

Faktor penentu masa depan: Perlawanan berkelanjutan di wilayah pendudukan dan dukungan global kaum Muslim kepada mujahidin Palestina

Dua faktor penting yang menentukan masa depan. Pertama dan yang utama adalah berlanjutnya perlawanan di wilayah Palestina serta penguatan garis jihad dan syahadah. Dan kedua, dukungan global dari pemerintah dan bangsa-bangsa Muslim di seluruh dunia kepada para mujahidin Palestina.

Semua – para negarawan, intelektual, ulama, partai dan kelompok, pemuda yang energik, dan lapisan lainnya – harus menemukan posisinya dalam gerakan global ini dan memainkan peran. Hal inilah yang menggagalkan tipu daya musuh, dan untuk janji Ilahi ini, "Ataukah mereka hendak melakukan tipu daya? Maka orang-orang yang kafir itu merekalah yang kena tipu daya." (At-tur, ayat 42), telah menghadirkan sebuah bukti dari akhir zaman, "… Dan Allah berkuasa terhadap urusan-Nya, tetapi kebanyakan manusia tiada mengetahuinya." (Yusuf, ayat 21)


Saya ingin berbicara sedikit dengan para pemuda Arab dalam bahasa mereka sendiri:

Bismillahirrahmanirrahim

Salam sejahtera untuk semua orang Arab yang merdeka, khususnya para pemuda. Salam sejahtera untuk orang-orang Palestina yang tangguh dan al-Quds serta para pelindung Masjid al-Aqsa.

Salam untuk para syuhada perlawanan dan sejumlah besar mujahidin yang telah mengorbankan hidup mereka di jalan ini, khususnya Syeikh Ahmad Yassin, Syahid Sayid Abbas Mousavi, Syahid Fathi Shaqaqi, Syahid Imad Mughniyeh, Syahid Abdel Aziz Rantisi, Syahid Abu Mahdi al-Muhandis, dan akhirnya figur terkemuka para syuhada perlawanan, Syahid Qasem Soleimani – masing-masing setelah menjalani kehidupan yang berkualitas dan penuh berkah – dengan kesyahidannya mereka juga meninggalkan pengaruh penting di front perlawanan.

Perjuangan rakyat Palestina dan darah suci para syuhada perlawanan membuat bendera berkah ini tetap berkibar dan meningkatkan kekuatan batin jihad Palestina ratusan kali lipat. Dulu pemuda Palestina membela diri dengan melempar batu, dan sekarang membalas musuh dengan meluncurkan rudal presisi.

Palestina dan Quds disebut dalam al-Quran sebagai "Tanah Suci." Selama puluhan tahun, Tanah Suci ini diduduki oleh manusia yang paling kotor dan jahat; para syaitan yang membantai orang-orang mulia dan kemudian mengakuinya tanpa malu-malu. Orang-orang rasis yang menyiksa pemilik tanah dengan pembunuhan, penjarahan, pemenjaraan, dan penyiksaan selama lebih dari 70 tahun, tetapi – segala puji bagi Allah – (Zionis) belum mampu mengalahkan tekad mereka.

Palestina tetap hidup dan melanjutkan jihad, dan dengan pertolongan Tuhan, akhirnya akan mampu mengalahkan musuh jahat. Al-Quds al-Sharif dan seluruh Palestina adalah milik rakyatnya dan akan kembali kepada mereka, Insya Allah, dan (pekerjaan) ini tidak sulit bagi Allah Swt.

Dalam kasus Palestina, semua pemerintah dan bangsa-bangsa Muslim memiliki tugas dan tanggung jawab, tetapi poros jihad berada di tangan orang Palestina sendiri, yang saat ini berjumlah sekitar 14 juta orang di dalam dan di luar wilayah ini. Persatuan dan kesatuan tekad dari komunitas ini mampu melakukan sebuah pekerjaan besar. Hari ini persatuan adalah senjata terbesar rakyat Palestina.

Musuh-musuh persatuan Palestina adalah rezim Zionis, Amerika, dan beberapa kekuatan politik lainnya. Namun jika masyarakat Palestina tidak terpecah dari dalam, musuh-musuh eksternal tidak bisa berbuat apapun. Poros persatuan ini harus berupa jihad internal dan ketidakpercayaan pada musuh. Musuh utama rakyat Palestina – yaitu Amerika Serikat, Inggris, dan Zionis yang jahat – tidak boleh menjadi sandaran kebijakan Palestina.

Orang-orang Palestina – baik di Gaza, Quds, dan Tepi Barat, baik di wilayah tahun 1948, dan bahkan di kamp-kamp pengungsi – semuanya membentuk satu kesatuan dan harus mengejar strategi yang saling terkait. Setiap bagian harus membela bagian lainnya dan menggunakan instrumen-instrumen yang tersedia ketika mereka ditekan.

Hari ini harapan akan kemenangan lebih besar dari sebelumnya. Perimbangan kekuatan secara drastis berpihak pada rakyat Palestina, sementara musuh Zionis semakin tak berdaya dari tahun ke tahun. Militer mereka yang menyebut dirinya "tentara yang tak pernah terkalahkan," sekarang telah menjadi "tentara yang tidak pernah melihat kemenangan" setelah pengalaman (perang) 33 hari di Lebanon serta pengalaman (perang) 22 hari dan 8 hari di Gaza.

Situasi politiknya memaksa mereka menggelar empat pemilu dalam dua tahun. Situasi keamanannya secara beruntun mengalami kegagalan, dan meningkatnya keinginan orang Yahudi untuk pergi telah menjadi hal yang memalukan bagi rezim arogan itu. Upaya konstan yang dibantu oleh AS untuk melakukan normalisasi dengan beberapa negara Arab adalah tanda lain dari kelemahan rezim ini, dan tentu saja ini tidak akan membantunya.

Puluhan tahun lalu, mereka menjalin hubungan dengan Mesir. Sejak hari itu hingga sekarang, rezim Zionis menjadi jauh lebih rentan dan lebih lemah. Dengan kondisi ini, apakah hubungan dengan beberapa negara lemah dan hina dapat membantunya?

Tentu saja, negara-negara tersebut juga tidak akan mendapatkan keuntungan dari hubungan ini. Musuh Zionis akan merampas kekayaan atau tanah mereka serta menyebarkan kerusakan dan ketidakamanan di (tengah-tengah) mereka.

Tentu saja, fakta-fakta ini tidak boleh membuat tugas berat orang lain di hadapan gerakan ini terlupakan. Para ulama Islam dan Kristen harus mengumumkan normalisasi sebagai haram hukumnya, dan para intelektual serta orang-orang merdeka harus menjelaskan kepada semua orang tentang hasil dari pengkhianatan ini, yang merupakan penikaman dari belakang bagi Palestina.

Di pihak lain, proses keruntuhan rezim dan peningkatan kekuatan front perlawanan adalah kabar gembira tentang masa depan yang cerah: meningkatnya kekuatan pertahanan dan kekuatan militer, kemandirian dalam membangun senjata yang efektif, kepercayaan diri para mujahidin, tumbunya kesadaran para pemuda, melebarnya lingkaran perlawanan di seluruh Palestina dan sekitarnya, bangkitnya pemuda baru-baru ini dalam membela Masjid al-Aqsa, serta terefleksinya perjuangan dan ketertindasan bangsa Palestina di tengah opini publik di berbagai belahan dunia.

Logika perjuangan Palestina juga telah didaftarkan oleh Republik Islam Iran dalam dokumen PBB, sebuah logika yang progresif dan atraktif. Para pejuang Palestina dapat mengajukan sebuah referendum dari semua penduduk asli Palestina. Referendum ini akan menentukan sistem politik negara, dan penduduk asli dari semua etnis dan agama, termasuk pengungsi Palestina harus berpartisipasi di dalamnya. Sistem politik ini akan memulangkan pengungsi ke dalam (tanah airnya) dan memutuskan nasib orang-orang asing yang menumpang di situ.

Tuntutan ini didasarkan pada demokrasi yang umum yang diterima di dunia dan tidak ada seorang pun yang bisa mempertanyakan (sistem) yang maju ini. Para mujahid Palestina harus melanjutkan perjuangan yang sah dan bermoral mereka terhadap rezim penjajah sedemikian rupa sehingga tuntutan ini diterima.

Majulah dengan nama Allah Swt dan ketahuilah bahwa Allah pasti akan menolong orang yang membela agamanya.

Wassalamualaikum Warahmatullahi Wabarakatuh

Ayatullah al-Udzma Sayid Ali Khamenei.

 

Pemimpin Besar Revolusi Islam menekankan bahwa sejak hari pertama, orang-orang Zionis telah mengubah Palestina yang dirampas menjadi sebuah basis terorisme.

Ayatullah al-Udzma Sayid Ali Khamenei, Pemimpin Besar Revolusi Islam dalam pidato televisi yang bertepatan dengan Hari Quds Sedunia (07/05/2021) menjelaskan, "Israel bukanlah sebuah negara, tapi garnisun teroris untuk melawan bangsa Palestina dan bangsa-bangsa Muslim lainnya. Perang terhadap rezim haus darah ini adalah perang melawan penindasan dan perang melawan terorisme, dan ini adalah tugas semua."

Ayatullah al-Udzma Sayid Ali Khamenei, Pemimpin Besar Revolusi Islam
Pemimpin Besar Revolusi Islam menilai ada dua faktor penting yang menentukan masa depan Palestina. Pertama dan yang utama adalah berlanjutnya perlawanan di wilayah Palestina serta penguatan garis jihad dan syahadah. Dan kedua, dukungan global dari pemerintah dan bangsa-bangsa Muslim di seluruh dunia kepada para mujahidin Palestina.

Masalah Palestina dan al-Quds adalah salah satu masalah terpenting dan utama di dunia Islam, dan Republik Islam Iran selalu mendukung hak dan cita-cita Palestina secara politik, spiritual dan material dalam segala keadaan.

Baca juga: Pidato Rahbar Memperingati Hari Quds Internasional 2021
Sebagai pendukung utama hak-hak bangsa Palestina, Iran telah memainkan peran penting dalam menjaga isu terpenting di dunia Islam, yaitu Palestina dan al-Quds, tetap hidup selama lebih dari empat dekade. Inisiatif Imam Khomeini, pendiri Republik Islam, dalam mengumumkan hari Jumat terakhir setiap bulan suci Ramadhan sebagai Hari Quds Sedunia, adalah landasan dan titik emas untuk menghidupkan isu bersama umat Islam.

Dalam hal ini, Haidar bin Ali al-Lawati, akademisi Oman hari Kamis (06/05/2021) mengatakan, "Palestina bukan hanya cita-cita orang Palestina dan Arab, tapi masalah Palestina adalah cita-cita dunia Islam."

Selain dukungan politik dan spiritual, dukungan material untuk perlawanan Palestina akibat sifat teroris rezim Israel adalah tugas semua umat dan negara-negara Islam. Perlawanan dan penguatan kelompok Palestina adalah satu-satunya pilihan strategis dan efektif melawan rezim yang selalu memiliki gerakan teroris di dalam dan di luar wilayah pendudukan dalam agenda.

Gugur syahid dan cedera yang dialami rakyat Palestina sehari-hari, terutama pemuda Palestina, di tangan militer Zionis serta berbagai konspirasi Amerika-Zionis-Arab, termasuk Kesepakatan Abad, belum mampu menghancurkan perlawanan Palestina. Hal itu dikarenakan Zionis Israel saat ini sedang mengalami periode keberadaan terparah dalam berbagai dimensi, terutama keamanan.

Baca juga: Hari Quds, Hari Membela Cita-Cita Palestina dari Asia Timur hingga Amerika
Serangan rudal di dekat fasilitas nuklir Dimona, penargetan beberapa pusat sensitif Israel, dan perlawanan pemuda Palestina terhadap militer Zionis di Masjid al-Aqsa telah mengubah perimbangan politik dan militer yang berpihak pada pemuda Palestina. Dalam keadaan seperti itu, dukungan nyata dan efektif terhadap Palestina adalah kewajiban seluruh umat Islam.

Lebih dari 70 tahun sejarah perlawanan rakyat Palestina sejak Intifada Batu hingga sekarang telah membuat perjuangan Palestina tetap hidup, dan sekarang kekuatan internal jihad Palestina telah meningkat ratusan kali lipat. Pemuda dan orang-orang Palestina pernah membela diri dengan melempar batu, tetapi hari ini mereka menanggapi secara tegas dan sesuai target dengan meluncurkan roket presisi ke musuh Israel, yang telah menempatkan rezim ini pada masa depan yang tidak pasti.

Mengingat prestasi pemuda Palestina mulai dari Intifada Batu hingga Roket yang berhasil mengguncang keberadaan rezim teroris Israel, menurut Pemimpin Besar Revolusi Islam hal ini menunjukkan gerakan ke arah keruntuhan dan keredupan rezim musuh Zionis telah dimulai dan tidak akan pernah berhenti.