کمالوندی
Surat Ghafir ayat 66-68
قُلْ إِنِّي نُهِيتُ أَنْ أَعْبُدَ الَّذِينَ تَدْعُونَ مِنْ دُونِ اللَّهِ لَمَّا جَاءَنِيَ الْبَيِّنَاتُ مِنْ رَبِّي وَأُمِرْتُ أَنْ أُسْلِمَ لِرَبِّ الْعَالَمِينَ (66)
Katakanlah (ya Muhammad), “Sesungguhnya aku dilarang menyembah sembahan yang kamu sembah selain Allah setelah datang kepadaku keterangan-keterangan dari Tuhanku; dan aku diperintahkan supaya tunduk patuh kepada Tuhan semesta alam.” (40: 66)
Sebelumnya telah disampaikan mengenai tanda-tanda kebesaran dan nikmat-nikmat ilahi yang membuktikan pencipta alam semesta adalah Allah yang Maha Esa. Dalam ayat ini, Rasulullah berkata kepada musyrikin seraya menekankan bahwa saya diutus oleh Allah yang tidak membolehkan penyembahan terhadap berhala dan melarang saya melakukan hal ini. Karenanya, jangan berharap saya akan menyembah berhala dan membayangkan saya tidak melakukannya karena keras kepala, sehingga kalian juga tidak menerima agama yang saya bawa dengan keras kepala. Tetapi saya menyembah Allah berdasarkan argumentasi rasional dan alasan logis serta menjauhi penyembahan terhadap berhala. Saya hanya menundukkan kepala kepada Allah, pencipta alam semesta dan menyembahnya. Saya tidak hanya menyembah Allah, tetapi juga berserah diri padanya dan apa saja yang Dia perintahkan, saya akan menaatinya secara mutlak. Karena saya adalah hamba-Nya dan sudah merupakan kewajiban hamba untuk menaati tuannya.
Dari ayat tadi terdapat dua poin pelajaran yang dapat dipetik:
1. Perintah dan larangan Allah berdasarkan argumentasi dan logika. Di antara wahyu dan akal tidak ada kontradiksi.
2. Berserah diri kepada seseorang hanya layak dilakukan kepada Allah pencipta alam semesta dan kesempurnaan ibadah adalah berserah diri kepada Allah Swt.
هُوَ الَّذِي خَلَقَكُمْ مِنْ تُرَابٍ ثُمَّ مِنْ نُطْفَةٍ ثُمَّ مِنْ عَلَقَةٍ ثُمَّ يُخْرِجُكُمْ طِفْلًا ثُمَّ لِتَبْلُغُوا أَشُدَّكُمْ ثُمَّ لِتَكُونُوا شُيُوخًا وَمِنْكُمْ مَنْ يُتَوَفَّى مِنْ قَبْلُ وَلِتَبْلُغُوا أَجَلًا مُسَمًّى وَلَعَلَّكُمْ تَعْقِلُونَ (67) هُوَ الَّذِي يُحْيِي وَيُمِيتُ فَإِذَا قَضَى أَمْرًا فَإِنَّمَا يَقُولُ لَهُ كُنْ فَيَكُونُ (68)
Dialah yang menciptakan kamu dari tanah kemudian dari setetes mani, sesudah itu dari segumpal darah, kemudian dilahirkannya kamu sebagai seorang anak, kemudian (kamu dibiarkan hidup) supaya kamu sampai kepada masa (dewasa), kemudian (dibiarkan kamu hidup lagi) sampai tua, di antara kamu ada yang diwafatkan sebelum itu. (Kami perbuat demikian) supaya kamu sampai kepada ajal yang ditentukan dan supaya kamu memahami(nya). (40: 67)
Dialah yang menghidupkan dan mematikan, maka apabila Dia menetapkan sesuatu urusan, Dia hanya bekata kepadanya, “Jadilah”, maka jadilah ia. (40: 68)
Sebagian dari ayat-ayat sebelumnya menyinggung tanda-tanda kebesaran Allah di langit dan di bumi serta fenomena alam. Ayat ini menjelaskan penciptaan manusia, dibuat dari tanah, periode janin, kelahiran, kehidupan di dunia dan akhirnya tentang kematiannya.
Tahapan pertama penciptaan manusia berawal dari tanah yang mencakup manusia pertama Nabi Adam as yang langsung diciptakan dari tanah dan juga manusia setelahnya. Karena sumber dari bahan pangan yang membentuk badan manusia, baik itu dari tumbuh-tumbuhan atau hewan berasal dari tanah.
Tahapan kedua, terkait dengan pembentukan nutfah yang merupakan kombinasi dari mani laki-laki dan sel telur wanita yang berada di dalam rahim. Nutfah tumbuh dengan cepat dan membesar lalu berbentuk segumpal daging yang oleh al-Quran disebut Alaqah.
Tahapan selanjutnya adalah perubahan Alaqah menjadi Mudhghah, yaitu sesuatu yang berupa daging. Setelah itu anggota badan mulai terbentuk dan sempurna. Setelah itu, bayi lahir ke dunia. Dengan cepat ia melewati periode anak-anak dan remaja, lalu menjadi pemuda. Manusia di tahapan ini mencapai kedewasaan rasional dan memiliki kekuatan jasmani yang lebih dibandingkan dengan seluruh tahapan kehidupannya.
Tetapi periode pemuda juga tidak berlangsung selamanya. Manusia terpaksa mulai turun dari puncak kekuatannya. Pada tahapan ini secara bertahap ia mulai kembali seperti semula dan mulai melemah. Perlahan-lahan ia mulai kehilangan kekuatannya dan manusia bergerak menuju usia lanjut dan tua. Akhirnya tiba ajalnya dan kematian memasukkan manusia ke ruang tunggu kiamat, yaitu kuburan.
Tentu saja bahwa sebagian manusia ada yang tidak mampu segala tahapan ini secara alami dikarenakan muncul berbagai peristiwa seperti penyakit dan lain-lain dan sebelum mencapai usia tua, ia telah meninggalkan dunia terlebih dahulu.
Yang menarik adalah al-Quran di ayat ini tidak menyebut kematian sebagai kemusnahan, tetapi kata yang dipakai berarti bahwa ketika mati, para malaikat mengambil ruh manusia dan membawanya ke alam pasca kematian. Dari ayat-ayat al-Quran dengan jelas dipahami bahwa bertentangan dengan gambaran kebanyakan manusia, kematian bukan berarti kemusnahan manusia dan akhir dari segalanya, tetapi ruang tunggu untuk memasuki alam abadi.
Kelanjutan ayat ini menyinggung aturan universal penciptaan yang tidak lain adalah kehidupan dan kematian dan mengatakan, “Masalah ini hanya berada di tangan Allah dan sesuai dengan kehendak-Nya. Apa saja yang diinginkan akan terjadi tanpa ada jeda waktu sedetikpun.”
Pada dua ayat ini telah disinggung akan dua fenomena hidup dan mati yang tentu saja mencakup semua makhluk hidup baik itu tumbuh-tumbuhan, hewan dan manusia. Dua fenomena ini pada hakikatnya berdasarkan sistem alam yang telah ditentukan Allah dan manusia tidak punya peran apapun di dalamnya. Hidup dan mati merupakan manifestasi kekuasaan Allah dan sekalipun sains telah mengalami kemajuan luar biasa, tetapi sampai sekarang masih menjadi rahasia yang belum diketahui.
Di sini perlu diingatkan bahwa kehidupan muncul dalam berbagai bentuk dan macam. Hewan berbadan sangat besar, burung yang terbang di angkasa atau pepohonan yang tingginya mencapai puluhan meter, masing-masing memiliki jenis kehidupannya sendiri-sendiri. Tidak diragukan lagi bahwa tampilan kehidupan yang beragam merupakan citra penciptaan alam semesta yang paling banyak macamnya. Perpindahan dari dunia tanpa kehidupan ke alam yang dipenuhi banyak makhluk hidup dan perpindahan dari kehidupan menuju kematian memiliki banyak rahasia yang luar biasa dan semuanya petanda kekuasaan Allah yang Bijaksana.
Tentu saja setiap masalah ini buat kita adalah sulit dan kompleks, tetapi bagi Allah yang Maha Kuasa tidak sulit dan hanya dengan berkehendak dan memerintah, maka apa saja yang diinginkan akan terjadi. Karena ketika berkehendak akan sesuatu, hanya dengan mengatakan terjadi, maka langsung terjadi.
Dari dua ayat tadi terdapat empat poin pelajaran yang dapat dipetik:
1. Penciptaan manusia yang bernyawa dan memiliki pemikiran dari tanah yang tidak bernyawa termasuk tanda-tanda kebesaran Allah.
2. Sistem penciptaan adalah sistem yang sempurna dan kematian bukan berarti kemusnahan manusia atau akhir dari segalanya, tetapi terpisahnya ruh dan jasad untuk memasuki tahapan lebih tinggi dan hadir di Hari Kiamat.
3. Allah menginginkan dari kita agar memikirkan tahapan penciptaan manusia agar memahami keagungan penciptaan diri.
4. Menghidupkan atau mematikan hanya berada di tangan Allah.
Surat Ghafir ayat 61-65
اللَّهُ الَّذِي جَعَلَ لَكُمُ اللَّيْلَ لِتَسْكُنُوا فِيهِ وَالنَّهَارَ مُبْصِرًا إِنَّ اللَّهَ لَذُو فَضْلٍ عَلَى النَّاسِ وَلَكِنَّ أَكْثَرَ النَّاسِ لَا يَشْكُرُونَ (61) ذَلِكُمُ اللَّهُ رَبُّكُمْ خَالِقُ كُلِّ شَيْءٍ لَا إِلَهَ إِلَّا هُوَ فَأَنَّى تُؤْفَكُونَ (62) كَذَلِكَ يُؤْفَكُ الَّذِينَ كَانُوا بِآَيَاتِ اللَّهِ يَجْحَدُونَ (63)
Allah-lah yang menjadikan malam untuk kamu supaya kamu beristirahat padanya; dan menjadikan siang terang benderang. Sesungguhnya Allah benar-benar mempunyal karunia yang dilimpahkan atas manusia, akan tetapi kebanyakan manusia tidak bersyukur. (40: 61)
Yang demikian itu adalah Allah, Tuhanmu, Pencipta segala sesuatu, tiada Tuhan (yang berhak disembah) melainkan Dia; maka bagaimanakah kamu dapat dipalingkan? (40: 62)
Seperti demikianlah dipalingkan orang-orang yang selalu mengingkari ayat-ayat Allah. (40: 63)
Ayat-ayat ini kembali menjelaskan masalah tauhid dan keesaan Allah serta mengingatkan sebagian nikmat Allah yang jarang diperhatikan dan mengatakan, “Kegelapan malam dan kecerahan siang adalah dua nikmat besar Allah yang memainkan peranan kunci dalam kehidupan manusia dan kebanyakan makhluk hidup.”
Terang dan panasnya siang menjadi sumber gerakan dan sarana bagi kerja dan aktivitas manusia serta tumbuh kembangnya tanaman. Sementara kegelapan malam juga menjadi sumber istirahat dan ketenangan jiwa manusia setelah melakukan kerja di siang hari. Sistem yang teliti dan detil terkait siang dan malam serta cahaya dan kegelapan yang saling menyusul menjadi faktor penting kehidupan manusia dan makhluk hidup di bumi. Bila kesinambungan cahaya dan kegelapan tidak ada, mungkin saja intensitas cahaya dapat membakar semua makhluk hidup dan tidak ada yang hidup di atas bumi.
Tetapi kebanyakan manusia tidak memperhatikan nikmat besar ini dan tidak mensyukuri Allah atas semuanya. Ada banyak orang lainnya yang bukan saja tidak mensyukuri Allah, tetapi juga mengingkari keberadaan-Nya. Alih-alih menyembah Allah, mereka justru menghamba pada sesuatu yang tidak punya pengaruh dalam nasib mereka. Mereka bergantung pada sesuatu yang tidak hidup atau manusia yang seperti dirinya. Padahal, selain Allah tidak memiliki kekuasaan mencipta dan tidak pula mampu mengelola urusan kehidupan.
Sebagai kelanjutannya, ayat-ayat ini mengatakan, “Zat yang menganugerahkan segala nikmat ini kepada kalian adalah Allah, pemilik dan pengelola kalian. Dialah Allah yang menciptakan segala sesuatu dan tidak ada yang pantas disembah selain-Nya. Jelas, hanya pencipta alam dan pengelola urusan alam yang layak disembah.” Setelah itu ayat ini mengatakan, “Lalu bagaimana kalian menyimpang dari jalan kebenaran dan tidak mau menyembah Allah yang Maha Esa? Tidak diragukan lagi bahwa mereka yang mengingkari tanda-tanda kebesaran Allah pada akhirnya menyimpang dari jalan kebenaran dan terjatuh dalam kesesatan.”
Dari tiga ayat tadi terdapat empat poin pelajaran yang dapat dipetik:
1. Dalam sistem penciptaan, malam diciptakan untuk beristirahat dan ketenangan dan siang untuk bekerja dan berusaha. Selayaknya kita memperhatikan prinsip alami ini dalam program kehidupan kita.
2. Di dunia, kebajikan Allah dan nikmat-nikmat-Nya mencakup semua manusia, baik itu mukmin atau kafir dan orang baik dan buruk.
3. Allah tidak menanti syukur manusia agar menurunkan nikmat kepada mereka. Sekalipun Allah mengetahui kebanyakan manusia tidak bersyukur.
4. Zat yang layak disembah ketika mencipta segala sesuatu dan mengelola urusan dunia. Zat ini tidak lain adalah Allah Swt dan tidak ada yang memiliki ciri khas ini.
اللَّهُ الَّذِي جَعَلَ لَكُمُ الْأَرْضَ قَرَارًا وَالسَّمَاءَ بِنَاءً وَصَوَّرَكُمْ فَأَحْسَنَ صُوَرَكُمْ وَرَزَقَكُمْ مِنَ الطَّيِّبَاتِ ذَلِكُمُ اللَّهُ رَبُّكُمْ فَتَبَارَكَ اللَّهُ رَبُّ الْعَالَمِينَ (64) هُوَ الْحَيُّ لَا إِلَهَ إِلَّا هُوَ فَادْعُوهُ مُخْلِصِينَ لَهُ الدِّينَ الْحَمْدُ لِلَّهِ رَبِّ الْعَالَمِينَ (65)
Allah-lah yang menjadikan bumi bagi kamu tempat menetap dan langit sebagai atap, dan membentuk kamu lalu membaguskan rupamu serta memberi kamu rezeki dengan sebahagian yang baik-baik. Yang demikian itu adalah Allah Tuhanmu, Maha Agung Allah, Tuhan semesta alam. (40: 64)
Dialah Yang hidup kekal, tiada Tuhan (yang berhak disembah) melainkan Dia; maka sembahlah Dia dengan memurnikan ibadat kepada-Nya. Segala puji bagi Allah Tuhan semesta alam. (40: 65)
Sebagai kelanjutan dari ayat-ayat sebelumnya yang mengingatkan sebagian nikmat-nikmat Allah, ayat-ayat ini menyinggung perang bumi dan langit dalam kehidupan manusia dan mengatakan, “Bumi berputar mengitari dirinya dan matahari. Perputaran bumi mengelilingi dirinya memunculkan siang dan malam, tetapi posisi bumi tetap tenang dan meyakinkan. Allah menyiapkan semua syarat yang diperlukan untuk tempat yang tenang di bumi. Planet bumi merupakan tempat yang stabil dan tidak goyah, sehingga manusia tidak merasakan gerakannya serta sumber-sumber dan alat yang dibutuhkan manusia telah tersedia. Karenanya, manusia dengan tenang dapat hidup di dalamnya dan melakukan aktivitasnya.”
Setelah itu ayat ini mengatakan, “Langit yang berada di atas kepala kalian seperti kemah dan payung bagi kalian penduduk bumi serta melindungi kalian dari banyak bahaya. Atmosfir seperti atap kemah yang mengelilingi bumi dan menutupi ketinggiannya. Payung besar ini melindungi penduduk bumi dari sinar matahari yang panas dan radiasi yang berbahaya. Di sisi lain, mencegah meteor yang jatuh ke bumi yang dapat menghancurkan peradaban manusia.”
Setelah menjelaskan nikmat-nikmat siang dan malam serta bumi dan langit, Allah kembali menyebutkan satu dari nikmat terbesar-Nya kepada manusia. Allah berfirman, “Wajah yang tampan dan indah, tubuh yang sesuai dan seimbang yang dianugerahkan kepada manusia, sehingga manusia tampak berbeda dari segala makhluk hidup yang lain termasuk rahmat khusus Allah kepada manusia.” Tepat bila disebutkan bahwa struktur khusus badan manusia memberinya kemampuan untuk melaksanakan beragam pekerjaan, kerajinan yang halus atau berat dan memanfaatkan anugerah kehidupan lewat beragam anggota badannya.
Dalam ayat-ayat ini juga telah disinggung akan beragam makanan dan minuman halal yang diberikan Allah kepada manusia. Nikmat yang sesuai dengan keingingan alami manusia dan dapat menikmatinya dengan bebas.
Setelah menjelaskan nikmat-nikmat yang besar, al-Quran mengatakan, “Inilah Allah, Tuhan kalian yang menganugerahkan manusia segala nikmat, dan pengelolaan segara urusan dunia berada di tangan-Nya. Pemberian penuh berkah dan selain kebaikan dan keberkahan tidak ada yang keluar dari-Nya. Karena kehidupan-nya dari zat-Nya dan tidak bersandar pada selain-Nya. Sementara makhluk hidup lainnya memiliki kehidupan terbatas dan itu juga berasal dari Allah. Jelas, hanya zat yang layak disembah yang memiliki kehidupan mutlak dan abadi hanyalah Allah dan penyembahan itu harus dilakukan dengan ikhlas, jauh dari kesyirikan dan khurafat.
Dari dua ayat tadi terdapat empat poin pelajaran yang dapat dipetik:
1. Sekalipun bumi memiliki beberapa gerakan, tetapi Allah menciptakannya untuk tempat tinggal manusia yang tenang.
2. Ketenangan bumi, bangunan langit, penciptaan manusia dan memberinya rezeki yang baik semuanya ini demi kemudahan dan pertumbuhan manusia.
3. Di antara makhluk hidup, Allah menganugerahkan wajah paling baik kepada manusia dan ini adalah nikmat besar ilahi.
4. Rahmat dan berkah Allah mencakup seluruh alam, termasuk manusia. Tidak ada sesembahan selain-Nya, maka hanya Dia yang dipuji dan menyembah-Nya dengan ikhlas.
Militer Lebanon: Israel Harus Keluar dari Seluruh Wilayah Kami !
Angkatan Bersenjata Lebanon mengumumkan, rezim Zionis Israel harus keluar dari seluruh wilayah Lebanon, dan wilayah-wilayah yang didudukinya.
Fars News (4/9/2020) melaporkan, militer Lebanon, Kamis (3/9) malam merilis pernyataan hasil dari sebuah pertemuan luar biasa di kawasan Ras Al Naqoura di selatan Lebanon.
Pertemuan itu dipimpin Komandan UNIFIL di selatan Lebanon, Mayjend Stefano Del Col, dan dihadiri oleh delegasi perwira militer Lebanon.
Situs berita El Nashra mengabarkan, delegasi Lebanon dalam pertemuan itu menegaskan bahwa Israel harus keluar dari seluruh wilayah pendudukan termasuk wilayah dekat utara jalur biru, pertanian Shebaa, dataran tinggi Kfar Saba, bagian utara wilayah Al Ghajar, dan wilayah pendudukan B1.
Delegasi Lebanon juga menekankan komitmen terhadap haknya di perairan negara ini, dan meminta PBB untuk menekan Israel agar menghentikan agresi dan ketegangan.
Para perwira militer Lebanon juga mendesak PBB untuk mengusut pemboman wilayah Lebanon pada 27 Juli dan 25-31 Agustus 2020.
PLO: Palestina Korban Ambisi Pemilu Trump
Sekretaris Jenderal Komisi Eksekutif Organisasi Pembebasan Palestina (PLO) mengatakan bahwa Palestina telah menjadi korban ambisi pemilu Presiden AS Donald Trump.
Saeb Erekat di akun Twitter-nya hari Jumat (4/9/2020) mengatakan bahwa pemerintahan Trump berupaya mendorong berbagai negara secara ilegal mengakui Baitul Maqdis sebagai ibu kota Israel.
Sekjen Komisi Eksekutif PLO menilai langkah Trump tersebut melanggar hukum internasional.
Menurut Erekat, tim kampanye Donald Trump akan melakukan segalanya demi terpilihnya kembali Trump sebagai presiden AS, bahkan jika itu harus menghancurkan perdamaian dan ketertiban dunia.
Sekjen Komite Eksekutif PLO meminta Liga Arab dan Organisasi Kerja Sama Islam (OKI) untuk mengambil tindakan serius terhadap kejahatan dan pelanggaran rezim Zionis terhadap Palestina.
Melanjutkan upaya anti-Palestina, Donald Trump pada hari Jumat mengumumkan normalisasi hubungan antara Kosovo dan rezim Zionis, serta komitmen Serbia untuk memindahkan kedutaannya dari Tel Aviv ke Baitul Maqdis.
Lebanon Buka Perbatasan Darat dengan Suriah
Pemerintah Lebanon membuka gerbang perbatasan darat dengan Suriah untuk memudahkan warganya yang mengungsi kembali ke tanah air mereka.
Direktorat Jenderal Keamanan Publik Lebanon mengumumkan pembukaan kembali penyeberangan Al-Masna dan Al-Aboudiyah yang berada di perbatasan Suriah untuk memfasilitasi kembalinya warga Lebanon yang ingin kembali ke negara mereka.
Direktorat Jenderal Keamanan Publik Lebanon hari Sabtu (5/9/2020) mengumumkan bahwa perbatasan darat dengan Suriah akan dibuka pada tanggal delapan hingga sepuluh September 2020 dari pukul 09:00 hingga 16:00.
Sebelumnya, Pemerintah Lebanon mengumumkan penutupan perbatasan daratnya dengan Suriah pada 22 Maret tahun lalu untuk mengantipasi penyebaran virus Corona.
Al-Zahar: Kini Telah Muncul Zionisme Arab
Seorang anggota senior Gerakan Perlawanan Islam Palestina (Hamas) mengatakan "Zionisme Arab" kini telah muncul dan bekerja untuk melegitimasi keberadaan musuh Zionis.
Mahmoud Al-Zahar, anggota Biro Politik Hamas hari Sabtu (05/09/2020) kepada televisi Yaman al-Masirah mengatakan, "Tahap normalisasi hubungan dengan rezim Zionis akan segera gagal, dan ketika pejabat beberapa negara lengser, negara-negara di kawasan itu akan kembali ke posisi historis yang benar."
"Fakta bahwa Arab Saudi telah membuka wilayah udaranya untuk rezim Zionis adalah tindakan yang berbahaya, karena Arab Saudi adalah negara Muslim, dan Mekah adalah tempat perlindungan umat Islam di sana," ungkap anggota serior Hamas ini.
Al-Zahar lebih jauh menekankan koordinasi negara-negara Islam untuk menghadapi musuh Zionis, dengan mengatakan bahwa kemenangan atas rezim Zionis berarti mendukung seluruh kawasan.
Dalam beberapa bulan terakhir, proses normalisasi hubungan beberapa rezim Arab di kawasan, khususnya Arab Saudi, Bahrain dan UEA, dengan rezim Zionis semakin intensif.
Lebanon Tangkap Tim Teroris ISIS
Intelijen militer Lebanon melaporkan penangkapan anggota tim teroris yang memiliki hubungan dengan Daesh (ISIS) di negara itu.
Menurut situs Alahed, Komando Angkatan Darat Lebanon dalam sebuah pernyataan mengatakan bahwa elemen-elemen dari kelompok teroris yang terkait dengan ISIS berencana untuk melakukan operasi teroris di dalam negeri, namun berhasil ditahan oleh pasukan intelijen militer.
Pernyataan itu mengatakan bahwa elemen ISIS telah ditahan dalam beberapa operasi keamanan di wilayah al-Shamal dan al-Beqaa pada tanggal yang berbeda.
Pernyataan tersebut menambahkan bahwa unsur-unsur tersebut telah menerima pelatihan militer dan memiliki senjata dan amunisi.
Iran Tekankan Persatuan Kekuatan Politik di Afghanistan
Delegasi Iran, yang melakukan perjalanan ke Kabul untuk berkonsultasi dengan pejabat senior Afghanistan, menekankan perlunya persatuan dalam kekuatan politik Afghanistan.
Kedutaan Besar Iran di Kabul mengeluarkan pernyataan pada hari Sabtu (05/09/2020) setelah kunjungan Mohammad Ebrahim Taherian Fard, utusan khusus Iran untuk Afghanistan, ke Kabul mengeluarkan statemen yang menyatakan, "Kebijakan prinsip Iran terhadap Afghanistan didasarkan pada mendukung pencapaian dua dekade terakhir, dan karenanya, Tehran mendukung penyelenggaraan pemilihan presiden di Afghanistan, dan setelah pemilihan berusaha kerasa untuk menyelesaikan perbedaan antara saingan politik dan menciptakan pemahaman di antara mereka."
Mohammad Ebrahim Taherian Fard dan Ashraf Ghani
Pernyataan itu menambahkan, "Pada kondisi penting saat ini, tentang pembentukan kerangka kerja untuk negosiasi antar-Afghanistan yang bertujuan untuk mencapai perdamaian berkelanjutan di Afghanistan, delegasi Republik Islam Iran melakukan perjalanan ke Kabul demi mengejar kebijakan prinsip yang sama dalam mempertahankan struktur republik dan UUD dengan melakukan konsultasi dengan para pejabat senior, termasuk Presiden, Ketua Dewan Rekonsiliasi, mantan Presiden, Penjabat Menteri Luar Negeri, Penasihat Keamanan Nasional, dan beberapa tokoh politik Afghanistan terkemuka lainnya."
Kedutaan Besar Iran di Kabul dalam pernyataannya lebih lanjut mengatakan bahwa dalam semua pertemuan ini, pentingnya penekanan pada persatuan kekuatan politik Afghanistan untuk melindungi pencapaian ini dan terutama untuk melindungi hak-hak fundamental suku-suku negara dan hidup berdampingan yang efektif dan damai di antara mereka di masa depan.
Komite Perlawanan: UEA Tidak Dapat Mengalihkan Perhatian Umat dari Musuh Asli
Komite Perlawanan di Palestina menekankan bahwa para penguasa UEA tidak dapat menyimpangkan permusuhan lama antara bangsa Arab dengan penjajah dengan memukul umat Arab dan Islam melalui kompromi dengan Zionis.
Menurut laporan FNA, Komite Perlawanan di Palestina menyebut pendaratan pesawat rezim Zionis di UEA sebagai kelanjutan dari serangkaian pengkhianatan dan memalukan serta pukulan baru bagi Umat Islam, kemudian menekankan bahwa ini tidak akan mengubah sifat konflik Arab-Israel.
Komite Perlawanan di Palestina
"Musuh Zionis akan tetap menjadi musuh utama umat Arab dan Islam," tegas Komite Perlawanan di Palestina.
Pesawat pertama rezim Zionis mendarat pada Senin (31/08) di Abu Dhabi, ibu kota UEA.
Ini adalah penerbangan langsung pertama dari Tel Aviv ke Abu Dhabi, yang berlangsung hanya 17 hari setelah pengumuman kesepakatan normalisasi antara UEA dan rezim Zionis. Penerbangan itu membawa delegasi Amerika-Israel.
Langkah UEA untuk menormalisasi hubungan dengan rezim Zionis telah mendapat kecaman dari banyak negara Islam dan kelompok perlawanan Palestina.
Ledakan di UEA dan Penerbangan Perdana Israel ke Abu Dhabi
Tiga orang tewas dan beberapa lainnya terluka dalam dua ledakan terpisah di Abu Dhabi, ibu kota Uni Emirat Arab (UEA) dan pusat pariwisata, Dubai pada hari Senin, 31 Agustus 2020. Ledakan di Abu Dhabi terjadi di sekitar Jalan Rashid bin Saeed, tepatnya di restoran KFC dan Hardees yang berada di area tersebut.
Berdasarkan keterangan polisi dan media lokal, lokasi ledakan terletak tak jauh dari jalan utama menuju bandara, di mana para pembantu utama Presiden Amerika Serikat Donald Trump dan Perdana Menteri rezim Zionis Israel Benjamin Netanyahu diperkirakan akan mendarat pada Senin malam, dalam perjalanan bersejarah dalam hubungan diplomatik antara UEA dan Israel.
Polisi mengatakan, insiden di Abu Dhabi juga menyebabkan beberapa luka ringan dan sedang, dan warga di gedung di sekitarnya dievakuasi. Namun menurut kantor media pemerintah Abu Dhabi, ledakan itu disebabkan oleh tabung gas.
UEA telah secara terbuka mengumumkan hubungan resminya dengan Israel pada Kamis, 13 Agustus 2020. Dalam pernyataan bersama Trump, Netanyahu, dan Putra Mahkota Abu Dhabi Mohammed Al Nahyan, mengklaim bahwa normalisasi hubungan UEA dan Israel "diharapkan akan memajukan upaya mewujudkan perdamaian di Timur Tengah."
Trump dalam tweetnya menyebut perjanjian untuk "normalisasi penuh hubungan" antara Israel dan UEA sebagai "terobosan diplomatik bersejarah." UEA dan Israel berencana untuk bertukar kedutaan dan duta besar. Dengan kesepakatan ini, UEA menjadi negara Arab ketiga yang membuka hubungan diplomatik dengan Israel, setelah Mesir dan Yordania, masing-masing pada 1979 dan 1994. Hubungan resmi UEA dan Israel telah menuai kecaman luas di dunia Islam.




























