کمالوندی
Netanyahu Akui Serangan Udara Rezim Zionis ke Suriah
Perdana menteri Rezim Zionis Israel mengaku bertanggung jawab atas serangan udara semalam terhadap wilayah Suriah di dekat perbatasan Golan.
Jerusalem Post melaporkan, Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu hari Selasa (4/8/2020) mengklaim serangan tersebut dilancarkan untuk menargetkan kelompok tidak dikenal yang berusaha membom pos pemeriksaan keamanan di perbatasan Golan.
"Kami menargetkan kelompok itu, sekaligus membidik pendukung mereka," ujar Netanyahu.
Dia juga mengulangi klaim sebelumnya yang menyatakan bahwa lagkah tersebut diambil demi melindungi dirinya sendiri.
Sebuah helikopter Israel menargetkan wilayah al-Qahtaniyah di Rif Quneitra di wilayah selatan Suriah selatan pada Senin malam.
Klaim ini disampaikan Netanyahu di saat rezim Zionis berulangkali menyerang Suriah dan melanggar kedaulatannya demi membantu kelompok teoris yang sedang terdesak di negara Arab itu.
Sebulan, 3000 Zionis Serbu Masjid Al-Aqsa
Pusat penelitian Palestina menyatakan lebih dari 3.000 orang pemukim Zionis memasuki Masjid Al-Aqsa secara ilegal bulan lalu.
Berdasarkan laporan yang dikeluarkan oleh Pusat Penelitian Al-Quds, orang-orang Zionis yang memasuki Masjid Al-Aqsa pada bulan Juli mencapai 3.067 orang, termasuk tentara.
Rezim Zionis melakukan kejahatan lain terhadap orang-orang Palestina di Masjid Al-Aqsa pada bulan Juli, termasuk pengusiran orang-orang Palestina dari dalam Masjid tersebut.
Selain itu, rezim Zionis melakukan dua puluh pelanggaran terhadap nelayan Palestina di Jalur Gaza bulan lalu.
Pelanggaran itu termasuk menembak para nelayan Palestina. Selain itu, mereka juga menangkap empat nelayan Palestina, dan mengintimidasi para nelayan Palestina serta mencegah mereka untuk terus mencari ikan di laut.
Skala kejahatan rezim Zionis terhadap Palestina meningkat setelah Presiden AS Donald Trump mengumumkan rencana rasis kesepakatan abad pada 28 Januari 2020.
Takut Dibalas Hizbullah, Israel Salahkan Iran soal Insiden Golan
Pejabat militer rezim Zionis Israel setelah gagal menuduh Hizbullah menyusup ke Dataran Tinggi Golan yang diduduki, sekarang melemparkan tuduhan kepada Iran.
Fars News (4/8/2020) melaporkan, di tengah ketakutan akan balasan Hizbullah, militer Israel mencurigai setiap pergerakan udara di perbatasan wilayah pendudukan, dan sekarang berusaha melemparkan tuduhan kepada Iran terkait insiden keamanan terbaru di Golan.
Hari Senin (3/8) dinihari militer Israel mengklaim berhasil melumpuhkan sekelompok orang yang berusaha melakukan pengeboman di dekat pagar pembatas keamanan di perbatasan Golan yang diduduki. Israel menuduh pemerintah Suriah bertanggung jawab atas setiap upaya menyerang Israel, dan tidak akan membiarkan kedaulatannya terganggu.
Surat kabar Hareetz menulis, pejabat militer Israel, Selasa (4/8) mengatakan, kemungkinan Iran, bukan Hizbullah, yang berada di balik pemboman di perbatasan wilayah pendudukan dan Suriah.
Padahal statemen pertama yang dikeluarkan Menteri Perang Israel, Benny Gantz, menuduh Hizbullah berada di belakang insiden ini, tapi kemudian meralatnya, dan hanya mengatakan bahwa teroris yang melakukannya.
Menurut Haaretz insiden tersebut dapat berujung dengan serangan jet tempur Israel ke pangkalan kubu perlawanan di Suriah, dan tanpa menunjukkan bukti, koran Israel ini menuduh Iran sebelumnya juga pernah melakukan aksi serupa.
Pejabat Kuwait: Israel Tebarkan Bibit Perpecahan Sunni-Syiah
Mantan anggota parlemen Kuwait mengatakan, Zionisme global, dengan maksud untuk melemahkan umat Islam, menyebarkan bibit-bibit permusuhan antara Ahlu Sunnah dan Syiah.
Fars News (4/8/2020) melaporkan, Faisal Al Duwaisan mengkonfirmasi bahwa media-media Israel menyebarkan bibit fitnah, dan perpecahan di antara Ahlu Sunnah dan Syiah untuk melemahkan umat Islam, sehingga mereka melupakan musuh sebenarnya yaitu Zionis.
Dalam wawancara dengan situs berita Al Maloomah, Faisal Al Duwaisan menuturkan, Israel tidak akan pernah mengganggu orang-orang Syiah selama mereka hanya sibuk mengurusi masalah permukaan, formalitas, dan lahiriyah semata, sehingga dengan begitu mereka melupakan darah Imam Hussein as yang tumpah di jalan perjuangan melawan penindasan, dan penguasa zalim.
Ia menambahkan, media-media Israel sedang memperlebar perpecahan di antara Sunni dan Syiah supaya umat Islam lemah dan melupakan musuh hakiki mereka yaitu Zionis. Setiap hari Israel berusaha menjalankan skenarionya, tapi umat Islam justru menjauh dari upaya nyata menyelaraskan langkah, dan bersandar pada persatuan Islam serta Arab dalam menghadapi fitnah.
Menurut Al Duwaisan, Zionisme global tidak hanya menyerang Islam tapi juga ingin memaksakan jenis baru Islam kepada umat Muslim. Bukan hanya Syiah targetnya, tapi seluruh mazhab Islam termasuk Ahlu Sunnah, dan selama mazhab-mazhab ini masih mengakui Al Quds sebagai kiblatnya, maka mereka akan terus menjadi target Zionis.
Pesawat Kargo Terbesar Dunia Angkut Kubah Besi Israel ke AS
Sumber media rezim Zionis Israel mengabarkan, pesawat kargo terbesar dunia baru-baru ini mendarat di bandara Ben Gurion, untuk mengangkut Kubah Besi (Iron Dome) Israel ke Amerika Serikat.
Fars News (4/8/2020) melaporkan, pesawat kargo terbesar dunia Antonov An-225, Senin (3/8) mendarat di bandara Ben Gurion Tel Aviv untuk mengangkut Kubah Besi Israel ke Amerika.
Surat kabar Times of Israel menulis, pesawat ini membawa kontainer milik angkatan bersenjata Amerika, yang akan mengangkut suku cadang Kubah Besi Israel tersebut.
Rencananya Kubah Besi Israel itu akan dibawa ke Amerika untuk digunakan oleh militer negara itu.
Sebelumnya Washington bermaksud membeli Kubah Besi tersebut dari Israel, tapi batal karena kemungkinan peretasan terhadap sistem pertahanan udara itu.
Kubah Besi diyakini selain dapat menjatuhkan rudal dan objek terbang lain, juga bisa melumpuhkan roket serta peluru mortir pada jarak 4-70 kilometer. Meski begitu, dalam perang-perang yang dilakukan Israel terhadap kelompok perlawanan, terbukti bahwa sistem pertahanan rudal ini lemah dan gagal menangkis serbuan rudal.
Ledakan Bom di Jalur Konvoi Logistik Militer AS di Selatan Irak
Media-media Irak Selasa (04/08/2020) malam mengkonfimarsikan ledakan sebuah bom di jalur konvoi logistik militer Amerika Serikat di provinsi Dhi Qar, selatan Irak.
Menurut laporan IRNA, media-media Irak menyatakan, bom ini meledak di jalan Nasiriyah menuju Basrah.
Media-media Irak tidak menyinggung perincian lebih detil dan kemungkinan korban dalam ledakan ini.
Serangan roket di dekat Kedubes AS di Irak
Ini merupakan ledakan keempat dalam beberapa pekan erakhir di jalur pergerakan konvoi militer Amerika Serikat di Irak.
Kedutaan besar AS di Baghdad dan pangkalan-pangkalan militer Amerika Serikat di Irak temasuk pangkalan al-Taji dan al-Balad dalam beberapa bulan terakhir beberapa kali menjadi target serangan roket.
Mayoritas rakyat dan kelompok-kelompok Irak menginginkan penarikan pasukan teroris Amerika dari Irak, dan parlemen Irak telah menyetujui rencana penarikan pasukan ini.
Menhan Iran: Gerakan Perlawanan Gagalkan Plot Musuh di Kawasan
Menteri Pertahanan Republik Islam Iran menyatakan bahwa musuh berusaha menciptakan ketidakamanan di kawasan, tapi pasukan perlawanan yang berdiri di bawah komando Letjen Qassem Soleimani berhasil menggagalkannya.
Brigadir Jenderal Amir Hatami di sela-sela acara pembukaan pameran Syahid Letjen Qassem Soleimani, Komandan Pasukan Quds Korps Garda Revolusi Islam hari Selasa (4/8/2020) mengatakan, "Dalam pameran ini dipamerkan isu kejahatan besar di kawasan Asia Barat yang memiliki rencana untuk melembagakan rasa tidak aman di kawasan selama beberapa dekade dan ratusan tahun,".
"Pejuang perlawanan dengan perintah heroik dan berani Letjen Soleimani bersama dukungan penuh Angkatan Bersenjata Republik Islam Iran dan industri pertahanannya mampu bertahan melawan musuh yang membawa senjata dan melancarkan kejahatan mereka demi menciptakan rasa tidak aman di kawasan," ujarnya.
Museum dan potret Syahid Letjen Qassem Soleimani diresmikan hari ini (Selasa,4/8/2020) di hadapan Kepala Staf Gabungan Angkatan Bersenjata dan komandan tinggi Angkatan Bersenjata Republik Islam Iran.
Warga Desa Suriah Rebut Markas Milisi Dukungan AS
Warga desa Al Hawaij di timur Provinsi Deir Ezzor, Suriah berhasil merebut markas milisi bersenjata Kurdi, Pasukan Demokratik Suriah, SDF dukungan Amerika Serikat.
Stasiun televisi Al Mayadeen (4/8/2020) melaporkan, penduduk desa Al Hawaij merebut pangkalan pasukan SDF pada Selasa (4/8) pagi setelah mereka berunjuk rasa dan terlibat kontak fisik untuk menolak penempatan pasukan Amerika, dan bayarannya.
Warga desa Diban di Provinsi Deir Ezzor juga berhasil mengusir pasukan SDF dari pos pemeriksaan, dan gedung sekolah yang dijadikan markas mereka.
Sementara itu warga desa Jadid Akidat, dan Al Shahil menggelar unjuk rasa menolak penarikan mundur pasukan SDF, dan tentara Amerika.
Warga Desa Suriah Rebut Markas Milisi Dukungan AS
Warga desa Al Hawaij di timur Provinsi Deir Ezzor, Suriah berhasil merebut markas milisi bersenjata Kurdi, Pasukan Demokratik Suriah, SDF dukungan Amerika Serikat.
Stasiun televisi Al Mayadeen (4/8/2020) melaporkan, penduduk desa Al Hawaij merebut pangkalan pasukan SDF pada Selasa (4/8) pagi setelah mereka berunjuk rasa dan terlibat kontak fisik untuk menolak penempatan pasukan Amerika, dan bayarannya.
Warga desa Diban di Provinsi Deir Ezzor juga berhasil mengusir pasukan SDF dari pos pemeriksaan, dan gedung sekolah yang dijadikan markas mereka.
Sementara itu warga desa Jadid Akidat, dan Al Shahil menggelar unjuk rasa menolak penarikan mundur pasukan SDF, dan tentara Amerika.
Zarif Menyampaikan Solidaritas kepada Pemerintah dan Rakyat Lebanon
Menteri Luar Negeri Republik Islam Iran pada Selasa (04/08/2020) malam menyatakan penyesalannya yang mendalam atas ledakan di pelabuhan Beirut, dan menyatakan belasungkawa kepada pemerintah Lebanon dan rakyat serta keluarga para korban.
Menurut laporan IRNA, Mohammad Javad Zarif, Menteri Luar Negeri Iran di akun Twitter-nya menulis dalam bahasa Inggris dan Arab yang menyampaikan solidaritas dengan pemerintah, rakyat Lebanon dan keluarga para korban dan menjelaskan bahwa hati rakyat Iran bersama rakyat Lebanon dalam tragedi besar ini.
"Seperti biasa, Iran siap sepenuhnya untuk memberikan bantuan dengan cara apa pun yang diperlukan," ungkap Zarif.
Tim penyelamat sedang mengevakuasi korban ledakan di pelabuhan Beirut
Sayid Abbas Mousavi, Juru Bicara Kementerian Luar Negeri Iran menyebut ledakan hebat di pelabuhan Beirut Selasa sore, 4 Agustus, yang menewaskan dan melukai ratusan orang dalam insiden tragis ini, sebagai peristiwa yang patut disesalkan dan dikhawatirkan.
"Iran mengikuti insiden ini dan beritanya dengan sangat sedih," ujar Mousavi
Selain menyampaikan solidaritas dan belasungkawa rakyat dan pemerintah Republik Islam Iran kepada rakyat dan pemerintah Lebanon, Mousavi menekankan kesiapan Iran untuk membantu saudara dan saudari Lebanon.
Selasa sore terjadi ledakan hebat di pelabuhan kota Beirut.
Direktur Jenderal Bea Cukai Lebanon mengumumkan, bahan nitrat menyebabkan ledakan di pelabuhan Beirut.
Setidaknya 50 orang tewas dan ratusan lainnya luka-luka dalam ledakan itu, menurut media berita.
Tim penyelamat saat ini berusaha untuk mengevakuasi korban yang terluka ke rumah sakit.
Hassan Diab, Perdana Menteri Lebanon menyatakan berkabung di seluruh Lebanon pada hari Rabu menyusul ratusan korban tewas dan cedera.




























